Selasa, 07 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 14 Part 1

[Episode 14 - Mari kita saling mencintai]

Dikantor polisi, Chuk Hee diinterogasi oleh polisi dan Jung Woo berdiri dibelakangnya dengan wajah panik.
“Apa kau melihat Han Dae Man  terkena trofi yang kau lemparkan padanya?” tanya polisi
“Tidak. Setelah aku melemparkannya, aku keluar dan dia sudah pingsan.” jawab Chuk Hee
“Jadi, kau tidak melihat dia terpukul?” ucap polisi sambil mengetik pada komputernya.
Jung Woo bertanya dengan kondisi Tuan Han sekarang, polisi mengatakan Tuan Han tak sadarkan diri. Chuk Hee tertunduk dengan helaan nafas. Jung Woo pun bertanya tentang pernyataan saksi. Polisi menceritakan kalau anak Bi Hyun menceritakan saat ayahnya  keluar dari ruangan lalu pingsan karena piala yang dilemparkan oleh Go Chuk Hee
Sementar Bi Hyun terlihat berlari ke dalam mobilnya, dengan memberikan kesaksian tak melihat apapun karena terlalu sibuk melarikan diri dari Han Dae Man lalu baru sadar pergi  tanpa membawa anaknya, jadi kembali ke rumah untuk membawanya lalu baru meliha suaminya sudah terkapar dilantai. Polisi meminta temanya membaca Chuk Hee masuk ke dalam sel penjara.
“Bagaimana kau bisa menangkapnya tanpa bukti lainnya? Apa kau hanya akan menerima kata-kata seorang gadis 8 tahun? Kau tahu betul anak-anak dapat mengubah kisah mereka sebanyak yang mereka inginkan!”kata Jung Woo berusaha membela
“Meski begitu, tidak ada buktinya. Itu membuktikan dia bukan pelakunya. Kami tidak punya pilihan.” ujar Polisi membawa Chuk Hee masuk ke dalam sel penjara. 

Jung Woo meminta Chuk Hee bertahan karena ia akan melakukan apa pun supaya bisa mengatasi ini. Ayah Chuk Hee datang dengan tergopoh-gopoh masuk ke  dalam kantor dan berlari ke depan sel bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Chuk Hee menjelaskan kalau bukan suatu masalah yang besar.
“Ini terjadi beberapa kali ketika aku menangani sebuah kasus.” cerita Chuk Hee untuk menenangkan ayahnya.
“Tuan So, apa gadis ini baik-baik saja? Apa dia bisa keluar?” tanya Tuan  Go pada Jung Woo
Chuk Hee meminta maaf sebelumnya, memohon supaya Jung Woo bisa mengantar ayahnya pulang. Ayah Chuk Hee menolak keras karena tak mungkin anaknya dipenjara sementara dirinya memilih untuk pulang. Chuk Hee meminta supaya Jung Woo membawa ayahnya pulang. Jung Woo memberitahua ayah Chuk Hee apabila beliau tetap disana maka membuat anaknya lebih sedih.
“Bagaimana jika dia akhirnya masuk penjara?” tanya ayah Chuk Hee di depan lobby
“Ada surat perintah penangkapan akan dikeluarkan selama kita menemukan bukti yang membuktikan dia bukan pelakunya. Jangan khawatir. Percayakan padaku untuk mengurus ini. Pulanglah sekarang.” pinta Jung Woo lalu ayah Chuk Hee berjalan keluar dari kantor polisi. 

Soo Ah datang ke rumah Jung Woo sengaja membawakan toppoki untuk ibu Jung Woo, lalu melihat ke lantai atas kamar Jung Woo setelah itu ingin pamit pergi. Ibu Jung Woo tahu Soo Ah sengaja datang bukan hanya ingin membawakannya toppoki.
“Apa kau akan pergi ke suatu tempat?” tanya Soo Ah melihat ibu Jung Woo yang membawa tas
“Jung Woo menginap di kantor polisi. Aku akan membawakan beberapa pakaian untuknya. Jika kantor polisi Gangnam, dekat dengan tempat tinggalmu, kan? Kalau begitu... pergilah dan berikan ini padanya.” pinta Ibu Jung Woo sengaja mempertemukan Soo Ah dengan anaknya. 

Jung Woo kembali datang memberitahu kalau ayahnya sudah pulang, Chuk Hee mengucapkan terimakasih meminta Jung Woo untuk pulang. Jung Woo tak mungkin akan pergi saat Chuk Hee ada didalam sel.
“Jika itu tidak nyaman untukmu...Baiklah, aku akan pergi. Tapi... Aku akan pergi setelah kasus ini selesai. Aku bersumpah. Aku akan benar-benar pergi setelah ini selesai. Biarkan aku ada di sampingmu sampai saat itu.” kata Jung Woo memohon.
Soo Ah baru datang melihat Jung Woo dan mendengar supaya tetap ada disamping Chuk Hee. Hatinya sangat sedih karena ternyata Jung Woo terpaksa tinggal dipenjara  demi Chuk Hee lalu teringat dengan baju yang dititipi ibu Jung Woo. 

Akhirnya Soo Ah menelp Jung Woo dan menunggunya di depan kantor polisi, Jung Woo bertanya bagaimana bisa Soo Ah  datang ke kantor polisi. Soo Ah memberitahu baru kerumahnya dan ibunya meminta membawakan pakaian. Jung Woo tak enak hati ibunya merepotkan Soo Ah membawakan pakaian untuknya lalu mengatakan akan masuk ke dalam.
“Aku membuatmu melakukan sesuatu yang  tidak berguna. Aku sangat menyesal.”kata Jung Woo tak enak hati
“Ini baik-baik saja. Jadi traktir aku makanan lain waktu” ucap Soo Ah lalu Jung Woo berjanji akan mentraktirnya lalu pamit masuk ke dalam.
Soo Ah menatap sedih dengan Jung Woo yang sangat peduli dengan Chuk Hee lalu menelp Min Kyu kalau Chuk Hee berada di kantor polisi. 

Chuk Hee masih khawatir dengan keadaan Tuan Han yang belum sadarkan diri, Jung Woo meminta Chuk Hee tak perlu khawatir karena pasti nanti Tuan Ha akan segera sadarkan diri.
“Selama tiga tahun, aku menunggu untuk hari suspensiku akan diangkat. Jika aku mendapat hukuman penjara.Aku akan secara permanen dilarang saat ini.” ucap Chuk Hee sedih
“Itu tidak disengaja. Belum lagi, tidak ada bukti yang jelas yang  membuktikan bahwa kau melakukannya. Aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk  mencegahmu mendapatkan hukuman penjara. Percayalah.”kata Jung Woo 

Min Kyu baru sampai kantor polisi langsung melihat keadaan Chuk Hee dalam sel penjara. Chuk Hee binggung melihat Min Kyu yang tahu ada didalam penjara, lalu mengatakan dirinya baik-baik saja. Tiba-tiba Min Kyu langsung memberikan pukulan pada wajah Jung Woo, Chuk Hee kaget karena Min Kyu langsung memukul Jung Woo.
“bagaimana bisa kau menangani situasinya? Kau harusnya yang di penjara! Kenapa Go Chuk Hee di sini?” teriak Min Kyu
“Pukul aku lagi.... Ini membunuhku dia ada di sini bukannya aku, jadi lanjutkan dan pukul aku lagi!” tegas Jung Woo
“Bagaimana kondisi korban?” tanya Min Kyu mencoba untuk tenang.
“Dia belum sadar.” kata Jung Woo
Min Kyu menyimpulkan kalau sekarang prioritas pertama kita adalah untuk korban sadar, dengan begitu mereka bisa membuat penyelesaian. Jung Woo merasa terlalu cepat kalau menentukan Chuk Hee itu pelakunya.
“Dia hanya melemparkan piala dan bilang tidak melihat dia terlempar itu.” kata Jung Woo
“Aku yakin aku melakukannya karena Aku adalah satu-satunya orang di sana.” ucap Chuk Hee pasrah
“Jangan khawatir, Go Chuk Hee. Aku akan mengumpulkan setiap dokter terampil di dunia jika aku harus dan akan memastikan bahwa bajingan itu bangun dalam waktu 48 jam.” pesan Min Kyu
“Jangan menyalahkan diri sendiri. Sidik jari dan hasil tes darah belum keluar. Ini mungkin bukan kau.”kata Min Woo 

Min Kyu mengumpulkan dokter dan mengabsennya satu persatu, Dr. Kim, Dr Park, Dr. Choi, Dr. Lee, Dr Wang. Salah satu dokter binggung kenapa Min Kyu memanggil semua dokter ke ruangannya.
“Apa kau melihat pasien Han Dae Man?” tanya Min Kyu
“Iya. Ada beberapa pendarahan di otak, tetapi tidak di daerah berbahaya. Untungnya, operasi tidak diperlukan.” jawab dokter yang berdiri paling depan.
“Menurut ujian neurologi, tidak ada laporan yang tidak normal. Kita tidak bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dia sadar kembali.”jelas si dokter kacamata dibagian depan.
“Kau harus membangunkannya dengan semua biaya. Aku tidak akan lagi bertanya tentang kondisi atau kemungkinannya. Pastikan dia bangun.” tegas Min Kyu
Dokter ingin menyela tapi Min Kyu  tidak akan mendengarkan penjelasan apapun atau alasan apapun, memerintahkan supaya Tuan Han bangun dari sadarnya dengan mengunakan semua pengobatan dan  mempekerjakan lebih banyak dokter jika diperlukan, lalu meminta menghubunginya apabila melihat tanda-tanda kemajuan. Dokter mengerti perintah dari Min Kyu. 

Kyung dan Jung Woo datang ke rumah Bi Hyun yang berantakan, keduanya masuk ke dalam ruang kerja Tuan Han, Kyung mengambil gambar di piala merasa tak percaya seumur hidupnya ini bisa mengkhawatirkan Chuk Hee seperti sekarang. Jung Woo mencari-cari bukti kalau bukan Chuk Hee pelakukanya.
Jung Woo melihat piala yang ada diatas buffet, lalu keluar ruangan berdiri dibelakang bekas darah Tuan Han dan meminta supaya Kyung melempar piala. Kyung mengikuti perintah Jung Woo dengan melempar, Jung Woo meminta sekali lagi supaya dilempar kembali. Dua piala tepat jatuh pada pintu kamar, Kyung melihat wajah Jung Woo kebinggungan.
“Ini harusnya jatuh di sini, tetapi ini kenapa jatuh di sana.” ucap Jung Woo binggung
“Seberapa kuat dapat Chuk Hee melempar? Mungkin dia tidak cukup kuat.” pikir Kyung mungkin saja lemparan Chuk Hee pendek. 

Yoo Mi menelp Kyung dari depan penjara, memberitahu kalau hasil tes darah sudah keluar, yaitu Darah pada trofi cocok dengan darah Han Dae Man. Kyung bertanya hasil sidik jari. Yoo Mi sedikit berbisik memberitahu  adan sidik jari Cheok Hee dan sidik jari Han Dae Man ada di piala. Chuk Hee hanya bisa pasrah duduk di lantai sel penjara.
“Dan Juga... aku mendengar detektif berbicara.Dilihat dari bentuk dan sudut cedera Han Dae Man.Mereka mengatakan itu kemungkinan besar dari piala.” jelas Yoo Min, Kyung mengerti semuanya. 

Kyung memberitahu Jung Woo kalau hasil dari luka kalau itu terkena lemparan piala lalu mengajaknya pergi sekarang. Ketika keluar dan menutup pintu, Jung Woo binggung karena pintu tak bisa tertutup dengan rapat, ia memeriksa dan menemukan sebuah pengait yang ada di pinggir pintu.
Jung Woo binggung pengait apa yang ada terselip didepan pintu, Kyung melihat itu adalah alat pengait untuk masuk ke alat pemadam api. Jung Woo melihat sekeliling, lalu melihat tempat alat pemadam api yang kosong. 

Chuk Hee duduk dilantai sel, lalu sengaja menyandarkan dibalik jeruji melihat Jung Woo yan datang. Jung Woo langsung duduk dibalik punggung Chuk Hee seperti keduanya saling duduk memunggung, lalu bertanya apa yang dilakukan Chuk Hee didalam. Chuk Hee mengatakan hanya duduk saja didalam.
“Itu pasti hal yang paling sulit untukmu, Chuk Heee Karena kau ada di sana, Sekarang aku tahu. Apa kau membenciku atau mencoba untuk mendorongku pergi...itu tidak penting. Aku hanya ingin kau keluar dari sana.” ucap Jung Woo, Chuk Hee melirik sedih
“Anggap saja sebagai jika kau ada di luar. Akulah orang yang terkunci. Di mana kau sekarang...berpikirlah jika kau berada di luar.” kata Jung Woo, Keduanya bersandar saling memunggung.

Pagi hari Di kantor polisi.
Chuk Hee tertidur dengan bersandar dinding, Jung Woo memeriksa semua hasil foto, teringat sebelumnya ada lima piala tapi di foto ini hanya tiga saja. Ia yakin kalau ada lima piala, dan di meja sekarang hanya ada tiga, satu ada di kantor polisi, lalu bertanya-tanya dimana satu tropi yang lainnya. Lalu teringat saat Kyung melempar piala tepat ada didepan pintu kamar.
“Go Chuk Hee, berapa banyak piala kau lemparkan?” tanya Jung Woo, Chuk Hee mengatakan hanya satu
“Kau belum menyentuh apa pun?” ucap Jung Woo, Chuk Hee menjawab tidak lalu Jung Woo pamit pergi dan akan kembali lagi. 

Jung Woo dan Kyung kembali keruangan kerja dan ada dua piala yang hilang,  satu piala yang dilempar tapi hanya ada tiga tropi disana. Menurutnya mungkin ada satu piala yang memang bukan piala lemparan Chuk Hee. Kyung merasa tak mungki karena sidik jari Chuk Hee berada di atasnya.
“Dia bisa menyentuh piala itu setelah kejahatan terjadi.”kata Jung Woo mengingatnya.
“Lalu kemana yang terakhir hilang?” tanya Kyung
“Itulah apa yang aku katakan. Mari kita mencoba untuk menemukan piala yang hilang.” ajak Jung Woo
Keduanya mencari berkeliling rumah mencari piala yang hilang,  mulai dari laci, lemari diruangan TV. Jung Woo dan Kyung mulai memeriksa ke bagian kamar tidur, anak Bi Hyun. Jung Woo memeriksa lemari pakaian dan Kyung dibagian rak buku, dengan lemas duduk diatas tempat duduk.
Tiba-tiba ia merasakan sesuatu dan memanggil Jung Woo untuk mendekat. Jung Woo melihat ada piala yang terselip di pinggir tempat tidur, keduanya saling menatap karena kaget. Lalu Jung Woo akan menemui anak Bi Hyun dan Kyung  Panggil detektif  karena mereka  menemukan bukti baru dan menemukan sidik jari yang ada dipiala tersebut. 

Jung Woo menunggu Bi Hyun dan Cho Reung depan apartement supaya bisa berbicara dengan anak itu sebentar. Bi Hyun meminta Jung Wo cepat berbicara pada anaknya karena akan segera pergi ke sekolah.
“Aku hanya ingin tahu tentang sesuatu. Kau bilang kau melihat ayahmu terkena piala hari itu, kan? Selain piala yang wanita itu lemparkan, Apa kau perah melihat piala yang berbeda sama sekali?” tanya Jung Woo
“Apa? Tidak ada! Wanita itu tidak melempar piala itu, aku...Tidak, aku tidak tahu. aku tidak ingat.” ucap Cho Reung terlihat binggung.
Bi Hyun terlihat sedikit panik saat anaknya ditayang oleh Jung Woo. Cho Reung lalu mengadu pada ibunya tak suka dengan pria yang ada didepannya. Bi Hyun meminta Jung Woo berhenti bertanya karena Jung Woo menyakiti perasaannya, lalu buru-buru pamit pergi dan masuk ke dalam mobil. 

Jung Woo tak sengaja melihat dibangku belakang ada alat pemadam api didalam tas, lalu mengingat sebelumnya ada pengait dan piala ditemukan dalam kamar Cho Reung. Kyung menelp Jung Woo tentang hasil sidik jari yang baru keluar yaitu sidik jari Chuk Hee dan Cho Reung ini berada di piala. Jung Woo melotot kaget lalu berlari.
Min Kyu kembali kantor polisi, sudah ada ayah Chuk Hee yang menunggu didepan sel. Chuk Hee bertanya apakah Tuan Han sudah sadar. Min Kyu hanya bisa mengelengkan kepalanya dan harus menunggu sampai keadaan Tuan Han sampai sadar dan itu butuh waktu. Chuk Hee hanya bisa menghela nafas sedih.
“Surat perintah tersebut akan keluar dalam satu jam.”kata Min Kyu
“Apa yang akan terjadi pada Chuk Hee kami? Apa mereka akan memenjarakannya?” ucap Tuan Go panik dengan nasib anaknya.
“Jangan khawatir, Pak. Bahkan jika dia ditangkap, aku akan mengeluarkan dia dengan cara apapun.” tegas Min Kyu 

Bi Hyun baru saja mengantar anaknya ke sekolah lalu mengeluarkan alat pemadam api dari mobilnya, saat itu Jung Woo datang dengan mobilnya ingin melihat alat pemadam yang dibawanya. Bi Hyun sedikit terkejut dan mencoba menghalanginya, tapi Jung Woo langsung mengambil dari tanganya melihat ada bercak darah disana.
“Bi Hyun apa kau memiliki sesuatu yang ingin dikatakan tentang alat pemadam kebakaran ini?” tanya Jung Woo
“Begitu suamimu mulai melakukan kekerasan hari itu...Kau menelepon Go Chuk Hee untuk meminta bantuan. Kau harus Terima kasih pada Go Chuk Hee, karena memiliki kesempatan untuk melarikan diri Ketika kau berlari keluar, kau menemukan alat pemadam kebakaran dan kau berubah pikiran”
“Go Chuk Hee mencoba  menyelamatkanmu dengan piala tidak melakukan kontak dengan Han Dae Man. Itu jatuh di depan kamar Cho Reung. Dengan cepat.. Kau memukul Kepala Han Dae Man dengan alat pemadam api Anehnya, ada piala yang sama dekat tempat Han Dae Man pingsan, Go Chuk Hee mengira bahwa itu adalah piala yang dia lemparkan Setelah kau lari... Hanya ada satu orang yang melihat seluruh kejadian ini, Cho Reung mungkin bingung Jadi takut dan khawatiran, dia memutuskan untuk menyembunyikannya”
Jung Woo menceritakan semua kejadian dengan bukti yang ditemukannya, kalau Bi Hyun dengan sengaja memukul kepala suaminya dengan alat pemadam, lalu memberitahu piala yang disembunyikan Cho Reung ada dikamarnya. Bi Hyun pura-pura tak mengerti dengan ucapan Jung Woo.

“Sama seperti kau ingin melindungi anakmu dari kekerasan dalam rumah tangga..Cho Reung juga berusaha melindungi ibunya sendiri. Namun demikian..kau hanya akan berdiri dan biarkan orang yang tidak bersalah mengambil kebebasanya? Kau lebih sama seperti orang lain..berharap putrimu akan tumbuh menjadi orang benar!” tegas Jung Woo
“Berhentilah... Jangan membawa ibuku pergi! Aku membencimu, Ahjussi! Jangan membuat ibuku menangis!” ucap Cho Reung tiba-tiba sudah ada dibelakang.
Bi Hyu langsung memeluk anaknya, Cho Reun menangis mengatakan tak suka melihat ibunya menangis lalu menceritakan dirinya suka mendengar segala sesuatu dari kamarnya dan selalu mendengar ibunya menangis setelah ayah memarahinya, Bi Hyun tak percaya anaknya mendengarnya lalu meminta maaf dan tak akan menangis lagi sekarang. 

Kyung, Min Kyu dan ayah Chuk Hee sudah menunggu didepan sel, Polisi datang seperti akan memberikan surat perintah penangkapan dan menyuruh Chuk Hee keluar dari sel. Min Hyun meminta untuk tenang karena pasti akan membantunya.
“Bi Hyun mengaku beberapa saat yang lalu.Dia bilang dia memukul Han Dae Man dengan alat pemadam kebakaran.” ucap Polisi yang membebaskan Chuk Hee, semua kaget ternyata Chuk Hee dibebaskan dari sel tahanan.
Chuk Hee menunggu di depan kantor polisi sendirian saat Jung Woo baru sampai melihat mantan pacarnya itu sudah bebas. Chuk Hee menceritakan Bi Hyun sudah mengakui kalau ia adalah pelakukanya. Jung Woo merasa itu bagus dan sesuai janjinya, saatnya harus pergi. Chuk Hee pun mengucapkan terimakasih.
Min Kyu datang dengan yang lainnya, lalu mengajak Chuk Hee pergi bersama ayahnya untuk makan yang sesuai dengannya, sementara Kyung bersama Jung Woo. Chuk Hee terlihat sangat terpaksa pergi dengan Min Kyu. 

Kyung dan Jung Woo minum bersama dikamar sambil memuji dengan pekerjaan yang diselesikan dengan baik, tapi binggung melihat wajah rekan kerjanya terlihat murung. Jung Woo mengakui sedang menyukai seseorang.
“Aku pikir, seharusnya mengungkapkan segala sesuatu di hatiku, tapi Aku salah. Aku kira itu bisa membuat orang itu merasa lebih nyaman” cerita Jung Woo sedih
“Jangan berbicara tentang Go Chuk Hee. Bagaimana kau bisa jatuh cinta pada wanita itu?” keluh Kyung menyadarkannya.
“Kau benar.... Aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya. Itulah kenapa sulit untuk membiarkan dia pergi.” akui Jung Woo
“Jung Woo, tetapkan pikiranmu dan mengakhirinya. Seperti saat kau pertama kali datang ke kantor. Kau adalah pengacara dan Chuk Hee hanya manajer kantor, oke?” ujar Kyung
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar