Jumat, 03 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 6 Part 1

Jung Woo mencium Chuk Hee untuk membuktika kalau ciuman bukan berarti dengan cinta. Min Kyu yang baru masuk ke dalam ruangan kaget melihat keduanya berciuman. Suasana canggung setelah keduanya berciuman, Chuk Hee kaget melihat Min Kyu yang sudah ada di depan pintu begitu juga Jung Woo.
Chuk Hee buru-buru menghampiri Min Kyu mempertanyakan apakah ia melihatnya. Min Kyu berpura-pura tak tahu menahu. Chuk Hee menjelaskan kalau mereka hanya ingin membuktikan fakta jadi ia ingin tahu apakah Min Kyu melihatnya dan tak mau memperpanjang  lagi mengajak Min Kyu pulang untuk beristirahat. 
“Aku minta maaf. Aku tidak menyadarinya.” ucap Jung Woo membungkukan badannya
“Aku memiliki kepribadian dimana aku benci pada orang  jika mereka menyentuh sesuatu miliku.” kata Min Kyu memperingati.
Chuk Hee yang mendengar ucapan Min Kyu langsung mengajak Min Kyu pergi setelah mengambil tas diatas meja kerjanya. 

Saat sampai di lobby, Min Kyu menanyakan apakah Jung Woo itu sudah terlambat menyatakan cinta. Chuk Hee menyangkal dengan menjelaskan kalau ada wanita yang datang ingin mengajukan perceraian hanya karena ciuman.
“Jung Woo mengatakan bahwa dengan hanya berciuman itu tidak cukup alasan. Jadi  untuk "membuktikannya",  kami berdebat tentang hal itu dan...” jelas Chuk Hee
 “Bangunan milik siapa ini?” tanya Min Kyu
“Ini adalah milikmu.” jawab Chuk Hee
“Siapa yang menerima sewa untuk tempat ini?” tanya Min Kyu
“kau juga, Memang kenapa?” ucap Chuk Hee binggung
“Aku mengatakan kau mencium So Jung Woo  hanya untuk sebuah kasus.” akui Min Kyu dengan mata melotot
Chuk Hee kaget karena Min Kyu ternyata melihat mereka berdua berciuman. Min Kyu meras kalau ia mengakui itu ia merasa seperti sudah mengalahkan Jung Woo dan mengingatkan kalau mereka itu pacaran. Chuk Hee mengangguk mengerti.
“Kau ternyata mudah, Go Chuk Hee, menyerahkan bibirmu hanya untuk satu kasus. Apakah kau juga akan melakukannya untukku sekali?” ucap Min Kyu dengan mendekatkan wajahnya.
“Sunbae!” teriak Chuk Hee memukul Min Kyu
“Jika kau tidak dapat melakukannya untukku.  Jangan lakukan itu pada yang lain. Bahkan jika itu adalah palsu, aku tidak ingin menjadi orang bodoh  yang bahkan tidak bisa menangani pacar sendiri.” tegas Min Kyu memperingati pacar bohong-bohongannya. 

Jung Woo masih merasa tak nyaman dengan ciuman dengan bibirnya yang menempel pada Chuk Hee. Soo Ah masuk ke dalam lalu Jung Woo buru-buru makai jaketnya,Soo Ah berkomentar karena Jung Woo kembali mengunakan jaketnya, Jung Woo yang gugup membalikan jaketnya.
Soo Ah kembali melihat sekarang Jung Woo malah bagian depan dibelakang bagain belakang di depan. Jung Woo kembali membalikan jaketnya dan terlihat otaknya masih shock memikirkan ciuman dengan Chuk Hee.
“Ini. Klienku juga mengatakan bahwa  ia tinggal setelah makan permen ini.” ucap Soo Ah mengambil bungkus permen yang terselip pada buku hukum Jung Woo
“Ahh..Benarkah?” ucap Jung Woo bersemangat.
“Pertama, aku telah diemail korban dan keluarga,  jadi mari kita menunggu balasan mereka.” cerita Soo Ah
“Oh! aku benar-benar bersyukur.” kata Jung Woo lalu Soo Ah keluar kamar karena ibu Jung Woo baru pulang dari toko. 

Min Kyu berbaring diatas tempat tidurnya memikirkan tentang ciuman Chuk Hee dan Jung Woo lalu bergegas membuka laci mengeluarkan jaketnya lalu mengambil bantal dan juga beberapa parfum yang ada di meja,sikat gigi dan pencukur jenggot.
Chuk Hee masih benggong di depan kaca kamar mandinya, lalu mengoles sabun cuci mukanya dan ia berteriakn dengan sangat keras karena yang ia oleskan adalah pasta gigi ke wajahnya. 

Terdengar bunyi bel rumahnya, Min Kyu masuk dengan membawa koper besar lalu nyelonong masuk ke dalam kamar Chuk Hee. Ia sengaja menaruh bantal di tempat tidur Chuk Hee lalu menaruh semua barangnya diatas meja rias supaya tak ada yang curiga dengan hubungan mereka. Chuk Hee mengeluh karena tak ada tamu yang datang.
“Kita harus menjualnya dengan benar, agar kau tidak membuat kesalahan seperti yang kau lakukan hari ini.” jelas Min Kyu
“Oh ! Apakah kabar gembira? Kau mengatakan ada kabar baik di telepon” tanya Chuk Hee mengingat percakapan sebelumnya.
“Oh... itu... Jo Soo Ah dan So Jung Woo.. itu... Dia tidak curiga hubungan kita sama sekali.” kata Min Kyu berbohong.
Min Kyu berpikir kalau mereka sudah melakukan sesuatu lalu ia berbaring dan mengajak Chuk Hee untuk berbaring juga disampingnya. Chuk Hee mengumpat Min Kyu itu ingin mendapatkan pukulan darinya. 

Seorang pria paruh baya duduk disamping istrinya yang sedang menyetir, beberapa saat kemudian sang istri dengan sengaja mengijak gas lebih dalam. Si pria berpegangan ketakutan lalu tiba-tiba sang istri membanting stir dan langsung membentur tiang listrik.
“Mari... mari kita bercerai.” kata sang suami yang sudah bersimba darah. 

Episode 6
Korelasi antara ciuman dan cinta

Jung Woo dan Chuk Hee kaget dan panik ketika Jung Soo berteriak tentang ciuman.
“Bukankah mereka benar-benar konyol? Hantu melekat karena kurangnya ciuman (dia sangat lapar untuk berciuman)?  Lihatlah dia mengoceh omong kosong konyol, Bibirnya layak untuk dipotong dan  dijadikan menjadi lauk kecap acar agar dia sadar. Apakah uang atau makanan dia dapatkan ketika dia berciuman? Jika suaminya tidak ingin melakukannya,  tidak mungkin dia bisa melakukannya! Apa dia kerasukankan setan cerai selama ciuman?” teriak Jung Soo sambil membanting berkas
“Mengapa? aku berpikir bahwa saya tidak bisa hidup  jika aku tidak berciuman” komentar Kyung
Min Kyu datang dan mengatakan kalau ia juga, Yum Mi tak percaya kalau Min Kyu juga tak bisa hidup tanpa ciuman. Min Kyu membenarkan lalau memberikan ciuman di pipi Chuk Hee. Semuanya langsung terkejut, tiba-tiba terdengar lagu mendayu-dayu “kiss....kiss...”
Chuk Hee binggung, Jung Woo juga merasakan dirinya seperti mengingat-ingat kejadian sebelumnya dan berpikir lagu itu diperuntukan mereka. Kyung tersenyum, ia mengakui kalau itu adalah ringtone ponselnya. 

Jung Woo menemui Gi Soo di taman, lalu bertanya alasannya tidak ingi berciuman. Gi Soo menceritakan dirinya terkena “Philemaphobia.” [Takut berciuman. Saat berciuman merasa lengket, peningkatan suhu, sensitivitas bau, perasaan kebencian, serta takut akan apapun ] Seperti sebuah fobia terhadap ciuman. Jung Woo sedikit tak mengerti.
“Ketika aku masih muda, ayahku meninggal karena Tuberkulosis. Ibuku bahkan dikontrak dan menderita sepanjang hidupnya. Setelah itu aku menggunakan cangkir terpisah dan.. Aku tidak pernah makan rebusan bersama-sama. Aku sembuh dari banyak hal di rumah sakit Tapi  Jika aku berpikir tentang ludah orang lain  yang masuk ke dalam mulutku, Aku mulai merasa mual” cerita Gi Soo
Ia juga sedih apabila sedang mendengar ceritaka maka ia akan tertawa saat ia sedang berciuman dirinya merasa tercekik, Jung Woo tahu  kalau penderita bisa sampai pingsan. Gi Soo binggung kenapa Jung Woo bisa mengetahui tentang hal itu. Jung Woo tahu kalau dibanding siapapun
“Sejujurnya, aku memiliki fobia yang sama, Pada hari dimana aku mengambil ujian peradilan, aku mengalami kecelakaan kereta bawah tanah. Setiap kali aku memasuki lokasi pengujian,  aku merasa seperti aku berada di kereta api. Jadi aku lari setiap kali pengujian.” cerita Jung Woo
“Lalu kau sembuh?” tanya Gi Soo penasaran
“Empat tahun setelah kecelakaan,  aku pergi ke sekolah hukum. Aku bisa pulih dari banyak hal, Tapi aku masih tidak bisa berada di kereta bawah tanah Bagaimana melakukannya? Kau dan aku akan menantang itu bersama-sama. Bagi Gi Soo, ciuman.  Bagiku, kereta bawah tanah..” kata Jung Woo 

Jung Woo dan karyawan lainnya makan bersama, Chuk Hee memilih makan lebih dulu yaitu udang saus olive oil dengan mulut monyong, dan minumannya adalah bir denga bibir seksinya. Jung Woo bisa melihat bibir Chuk Hee yang duduk didepannya dengan mencoba menyadarkan dirinya.
“Oh,  Perutku merasa tidak baik. Aku juga mau Susu kedelai.” ucap Chuk Hee dengan bibir seksinya.
Jung Woo makin tak bisa menahan dirinya melihat Chuk Hee dan mencoba menampar-nampar pipinya supaya menyadarkannya. Yum Mi dan Jung Soo binggung, Kyung berbisik pada Jung Woo untuk berbicara padanya saja.
Keduanya pindah ke kedai soju, Kyung mengibaratkan dirinya dengan seorang wanita bukan tipenya tapi ternyata mereka melakukannya. Jung Woo merasa seperti itu juga tapi mencoba menyangkalnya. Kyung juga menceritakan kalau hari itu melihat si wanita itu cantik sekali, Jung woo juga mengakui itu tapi setelah itu ia kembali menyangkalnya dan pamit pergi. 

Jung Woo keluar dari kedai sambil memukul pipinya mencoba menyadarkan kalau ia sudah bodoh dan tak bisa mengendalikannya. Ia juga mencoba mengingatkan kalau Chuk Hee itu sudah memiliki pacar tapi saat ia berjalan ke halte terlihat gambar bibir seksi yang kembali mengingatnya.
Chuk Hee juga berusaha mensugesti dirinya kalau Jung Woo itu orang yang paling membencinya. Ditambah lagi dirinya juga sudah ditolak, tapi saat ia membuka mata melihat bantal bibir yang membuat dirinya kembali ciumannya dengan Jung Woo. 

Min Kyu yang baru masuk rumah kaget melihat ayahnya yang sudah duduk di ruang tamu, ia mengeluh kalau saja nanti ia membawa wanita datang kerumah tapi ada ayahnya di dalam. Ayahnya merasa ia melakukan ini karena mereka tak akan bisa bertemu. Min Kyu pikir sebuah keluarga itu tak harus selalu bertemu.
“Go Chuk Hee. Apa alasanmu tidak memecatnya?” tanya ayahnya sinis
“Apakah kau menyelidikinya sekarang?” sindir Min Kyu
“Hanya ada satu cara untuk menangani anak  yang tidak mendengarkan bahkan setelah kau memberinya permen. Maka Ambil permen yang ada di mulutnya.” kata In Jae sambil mengambil semua mobil yang ia berikan.
Min Kyu tak percaya ayahnya bisa melakukan itu padanya, In Jae menyindir baru kali ini anaknya memanggilnya ayah. Min Kyu menyindir ayahnya mengancam.Ayahnya membalas kalau itu bukan sebuah permintaan tapi ia harus memiliki jawaban yang seharusnya ia inginkan.  

Soo Ah menemui korban yang sedang kerja di cafe, ia memberitahu sudah mendapatkan  catatan diagnosis rumah sakit dan salinan sertifikat mata pencharian warga. Si klien menanyakan pakah ia bisa menerima kompensasinya. Soo Ah menyakinkan mereka  harus mencoba sejauh mana kita bisa.
“Ah ya. Aku ingin bertanya satu hal lagi. Kau mengatakan di depan pers bahwa  kau selamat karena memakan permen mint., apakah kebetulan permen seperti ini?” tanya Soo Ah memperlihatkan bungkus permen mint
“Kupikir itu benar.  Itu adalah permen peppermint.” ucap si klien melihat bungkus permen dan mengingatnya.
“Jadi, apakah kau ingat wajah  orang yang memberikan ini padamu?” tanya Soo Ah
“Tidak sama sekali.” jawab si klien
Soo Ah menanyakan ciri-ciri atau pakaian yang di gunakan, si klien menceritakan saat ia masih kecil terjebak dalam kereta bawah tanah yang terbakar lalu meminta seseorang untuk menolongnya. Di depannya terlihat wanita dengan sepatu high heelsnya, menariknya lalu memberikan permen ke dalam mulutnya.

“Balsam dye. Dia mewarnai kukunya dengan warna 'balsam'.” ucap si klien mengingat dengan matanya walaupun samar-samar.
“Kau memiliki nomor kontak untuk korban lainnya, kan?”tanya Soo Ah. Si klien mengangguk.
Sesampainya di kantor Soo Ah langsung mengetik data-data yang ia dapatkan untuk menyelesaikan kasus kecelakaan kereta api bawah tanah 7 tahun yang lalu.
“Dia mengenakan sepatu hak tinggi dengan pita terpasang Dan dia telah mewarnai kukunya dengan 'balsam' Mereka juga mengatakan bahwa selama kecelakaan, dia memberikan permen peppermint kepada mereka yang berada dalam kondisi berbahaya”Lalu mengirimkan emailnya 

Jung Woo yang sedang pup dikamar mandi, dikejutkan oleh Chuk Hee yang masuk ke dalam menyuruh untuk cepat keluar. Sampai di depan gedung, Jung Woo kaget karena tiba-tiba harus tampil diacara TV. Chuk Hee menarik Jung Woo kembali karena ia sangat sulit untuk mendapatkan semuanya.
“Aku adalah teman dekat penulis XBS. Dia mengatakan bahwa salah satu pengacara yang muncul tiba-tiba menghilang.” jelas Chuk Hee lalu langsung memberhentikan taksi.
Jung Woo akhirnya mau tak mau masuk ke dalam taksi, suasana kembali canggung. Ia akhirnya memulai pembicaran tentang ciuman kemarin itu dilakukan tanpa 1% perasaan.Chuk Hee menanggapinya kalau ia tahu kalau Jung Woo melakukan itu karena tak punya perasaan padanya.
“Aku juga tidak memiliki 0.000001%. Perasaan terhadapmu.” tegas Chuk Hee
“Kapan kau dan presdir menjadi seperti itu? Kau biasanya tidak suka gayanya.” komentar Jung Woo
“Bagaimana kau tahu tentang gayaku? Bahkan tanpa mengetahui apa-apa tentang hatiku.” balas Chuk Hee sinis 

Sampai diacara keduanya binggung karena melihat studio dengan setting seperti kebun binatang dan anjing-anjing berkeliaran. Seorang wanita seperti sedang mencari-cari siapa yang bernama Chuk Hee. Lalu Chuk Hee melihat yang ia anggap teman sedang mencarinya memintanya untuk tidak terlalu formal karena mereka teman.
“Ini! Dia adalah pengacara kami. Tapi mengapa kau menelepon pengacara untuk program binatang? Kami adalah spesialis dalam hal-hal seperti perceraian dan tindakan terlarang.?” ucap Chuk Hee binggung
“Jadi, itu adalah sesuatu yang serupa.” kata PD sekaligus teman Chuk Hee.
Mereka mulai merekam acara 'Animal Farm' dengan tema Memperbaiki masalah hukum anda tentang hewan peliharaan dan Jung Woo dikenalak sebagai pengacara konsultasi anjing. Jung Woo kaget dan binggung sampai terbata-bata saat menyapa di depan kamera. Dan seorang pria bernama Gyun Gong Nam dari Gangneng.
“Ah, ya. Jadi, saya memberikan dua ratus dolar ke rumah sakit hewan, dan saya meminta dia untuk membesarkan darah-murni chihuahua, tapi anjing ini keluar. Rumah sakit mengatakan bahwa dia menyerang anjing kampung duluan, Tapi dia tidak memiliki ketertarikan bahkan sampai 0.00000001 persen. Saya kira itu adalah urusan terlarang. Pengacara, bisakah dia mendapatkan kompensasi melalui hukum?” tanya si Gong Nam
Jung Woo binggung menjelaskannya, teman Chuk Hee berbisik karena ternyata pengacaranya terlihat seperti binggung di depan kamera. Chuk Hee menyuruh Jung Woo untuk berbicara saja. Jung Woo semakin binggung terlihat wajahnya seperti menahan sakit perut.
“Aku Keberatan. Bagaimana kau bisa tahu perasaanya si anjing kampung ini? Bahkan jika gaya yang tidak disukainya, tergantung pada perasaan,  suasana hati, dan dorongan tak terkendali di hari itu. jadi jika itu adalah kesalahan rumah sakit hewan Kau dapat meminta pemutusan kontrak akibat kegagalan kewajiban. Dan juga, kau dapat meminta pengembalian dana.” jelas Jung Woo dengan memengelus anjing kampung dalam pelukannya. 

Setelah selesai, Jung Woo menanyakan pendapat Chuk Hee tentang penampilanya tadi, Chuk hee merasa dirinya lebih baik tapi menurutnya Jung Woo tetap terlihat cukup bagus. Seorang pria berkacamata menghampiri mereka.
“Saya Produser Kang Yeon Woo dari acara "Pengacara".  Saya ingin tahu apakah anda akan hadir di acara kami.” kata si PD, Chuk Hee langsung sumringah ingin menerima kartu namanya.
“Aku minta maaf, tapi aku tidak akan melakukannya” tolak Jung Woo menarik Chuk Hee pergi.
Chuk Hee kesal dengan Jung Woo yang menolaknya padahal seharusnya menerimanya. Jung Woo menegaskan ia benci melakukan pertunjukan dan kali ini ia hanya datang karena temannya Chuk Hee dan tak mungkin menolaknya karena Chuk Hee pasti akan dapat masalah. Chuk Hee tak percaya Jung Woo bisa memikirkan masalah itu.
“Jadi .. Ingin makan sesuatu?” ajak Jung Woo
“Aku bersyukur karena kau membantu temanku  Kau tahu bahwa aku tipe orang yang membayar  rasa terima kasih atau penghinaan terhadapku. baiklah” kata Chuk Hee dengan senyuman manisnya.
Jung Woo tiba-tiba menerima telp dari Soo Ah dan langsung pergi. Chuk Hee mengumpat kesal karena satu menit sebelumnya mereka sudah membuat rencana tetapi kemudian bergegas karena satu panggilan telepon dari Jo Soo Ah.

Chuk Hee yang masih mengumpat kesal melihat Han Mi Ree yang menunggu mobil di depan gedung, lalu terlihat seorang pria turun dari mobil memberikan kain tidak kedinginan. Chuk Hee mengingat saat acara televisi kalau keduanya belum dekat dan si pria tak bisa dekat karena harus syuting di Jeju. Dengan sigap Chuk Hee diam-diam mengambil gambar sebagai bukti kalau sebenarnya Mi Ree sudah berselingkuh lebih dulu. 

Mi Ree datang ke pemakaman suaminya dengan menceritakan dirinya yang akan memulai sebuah drama. Tapi sebelumnya akibat dari skandalnya ia tidak bisa mendapatkan pemotretan dan ia merasa bangga karena bisa melahap suaminya lalu perkerjaannya sudah kembali normal.
“Tampaknya kau tahu, Ada batas dalam kebencian. Sekarang kau telah menerima penghargaan, membintangi drama, dan sukses, Apakah kau berterima kasih kepada suamimu yang mati?  Tidak peduli bagaimanapun, aku berpikir itu tidak adil Dia mungkin bersyukur karena ia tidak akan pernah melihat wajahmu lagi! Setiap kali aku melihat wajahmu, Aku ingin membuatmu jatuh ke kedalam neraka.” umpat Dong Mi langsung merobek buku naskah lalu pergi. 

Soo Ah yang sudah ada di cafe bersama Jung Woo dengan penuh semangat memberitahu ada yang membalas emailnya kalau mereka tahu tentang wanita itu. Jung Woo tak percaya bisa secepatnya menemukan orang yang menyelamatkannya. Soo Ah mengingatkan janji Jung Woo sebelumnya untuk melakukan apa yang ia inginkan.
Beberapa saat setelah mereka menunggu belum juga ada yang datang, Jung Woo juga tak melihat tanda-tanda orang yang masuk ke dalam cafe mencari mereka. Soo Ah berusaha menelp orang yang janjian dengan mereka tapi ponselnya mati.
“Sheesh, serius! Jika aku tahu ini akan terjadi,aku setidaknya akan mendapatkan alamat.” umpat Soo Ah kesal
“Ini bukan urusan mereka, sehingga mereka bisa mengubah pikirannya. Ini baik-baik saja. Karena kau tahu jumlah mereka sekarang, luangkan waktumu dan lakukan ini perlahan-lahan.” komentar Jung Woo lalu mengajaknya untuk makan toppoki sebagai penghibur.
bersambung ke part 2  


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar