PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 02 Maret 2020

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Berita di TV “Pukul 04.00 hari ini, terjadi kebakaran pada sebuah gedung di Seoul. Ada 19 korban tewas, dan 30 korban terluka. Penyebab belum diketahui. Dalam waktu sekejap,  api berkobar...” Kang Hwa melihat TV tak percaya kalau ada Kebakaran lagi.
“Astaga. Banyak korban... Apa Kau sungguh akan pergi?” tanya Kang Hwa melihat Yu Ri yang sibuk juga. Yu Ri menganguk.
“Mereka yang beli pajangan, harusnya perbaiki sendiri. Kenapa malah menyuruhmu yang sedang hamil besar begini?” kata Kang Hwa kesal
“Tidak apa-apa! Hamil bukan alasan. Itu pekerjaanku. Aku harus profesional.” Ucap Yu Ri memberikan payung pada Kang Hwa karena tahu akan turun salju.
“Cha yang profesional... Meski kularang, kau tetap pergi. Tapi kau harus berhati-hati ya!” pesan Kang Hwa.
Yu Ri menganguk untuk menyakinkan. Kang Hwa mengeluh kalau Yu Ri hanya memberikan payung saja dan apakah tak lupa sesuatu. Yu Ri hanya tediam. Kang Hwa mengeluh Yu Ri itu lupa sesuatu. Yu Ri akhirnya memberikan kecupan pada bibir Kang Hwa.
Kang Hwa pun berteriak bahagia, Yu Ri pun meminta agar Kang Hwa berHati-hati. Kang Hwa pun meminta Yu Ri agar Hati-hati di jalan akan keluar rumah tapi seperti enggan meninggalkan Yu Ri. Yu Ri hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya.
Yu Ri kembali masuk rumah melihat berita dengan headline [KEBAKARAN GEDUNG ANCAMAN BANYAK KORBAN] dan beberapa korban dibawa oleh petugas dengan tandu seperti sudah tak bernyawa.
“Tidak ada yang terlahir mengetahui, kapan hari terakhir mereka hidup. Selama kita hidup, mungkin kita bertemu banyak kematian. Tapi jika itu tidak terjadi pada kita, Jangan menganggap itu sebagai sebuah drama yang sedih.” 


Yu Ri berjalan sendirian sambil menelp ibunya memastikan kalau akan baik-baik saja dan yakin kalau tidak akan mati. Ia pun berjanji akan cepat membereskan semua dan segera pulang ke rumah. Setelah itu menunggu dipinggir jalan lampu hijau untuk menyebarang.
Saat itu seseorang langsung menyebrang dengan sembarangan, Yu Ri  berbicara dengan bayinya “Yeol-mu, jangan dilihat.” Tiba-tiba sebuah mobil oleng karena menghindari orang yang menyebrang sembarangan, lalu menabrak Yu Ri yang sedang menunggu di pinggir jalan.
“Tolong aku... Aku sedang hamil... Tolong aku... Maafkan, Ibu... Apa yang harus kulakukan? Bayiku...” ucap Yu Ri tang sudah tergeletak di jalan dengan luka dibagian kepalanya.
Yu Ri pun dibawa ke IGD rumah sakit dengan penyanggah leher dan melakukan operasi. Ia masih bisa mendengar para dokter yang sedang mengoperasi dan mendengar suara anaknya yang dikeluarkan dari perutnya, airmatanya pun menetes. 
Berita dilayar besar di rumah sakit  “Baru saja korban meninggal bertambah, menjadi 30 orang. Kita sudah tersambung dengan wartawan yang sedang berada di TKP, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.”
[KORBAN TEWAS KEBAKARAN GEDUNG MENCAPAI 30 ORANG] Suasana rumah sakit terlihat banyak orang yang lalu lalang.
“Kenyataan bahwa pemeran utama dari drama yang menyedihkan ini, bisa saja Ibuku, atau mungkin Ayahku, atau mungkin aku. Di dunia yang tidak dapat kita prediksi ini, tidak ada hal yang mustahil bagiku.” 


[EPISODE 4 - TAK ADA YANG TAK AKAN TERJADI KEPADAKU]
Yu Ri keluar dari ruangan kaget melihat Min Jung yang datang dan Seo Woo menghampiri ibu tirinya. Saat itu Kang Hwa datang dan membuat Min Jung kaget Kang Hwa datang dengan nafas terengah-engah.
“Do-yeon? Kenapa kau tidak menyelesaikan ini?” ucap Guru memanggil Yu Ri. Kepalasa sekolah melihat yang dimaksud itu Wawancara kerja untuk asisten dapur.
“Aku tadi pergi ke toilet sebentar dan Anakmu tadi meninggalkan ini.” Ucap Yu Ri memberikan mainan pada Min Jung lalu bergegas masuk. Min Jung pun hanya bisa diam saja. 

Kang Hwa akhirnya berjalan pulang dengan anak dan istrinya. Min Jung bertanya apakah Kang Hwa melakukan kesalahan. Kang Hwa kaget dan bingung membahas Kesalahan. Min Jung menjelaskan Kang Hwa yang pasti diskors karena melakukan kesalahan.
“Tidak mungkin diskors secara tiba-tiba.” Ucap Min Jung. Kang Hwa mencoba menjelaskan.
“Aku hanya melayani rawat jalan... Itu saja.” Ucap Kang Hwa mencoba agar tak canggung.
“Wanita tadi sangat mirip dengan Yu-ri. Aku yang hanya melihat foto saja sangat terkejut. Kau pasti lebih terkejut.” Ucap Min Jung
“Oh.. Begitukah? Min Jung.. Jadi... Itu... Sebenarnya... Ahh.. Tak apa-apa. Ayo pulang.. Lalu Apa Kau tadi pergi?” ucap Kang Hwa tak ingin membahasnya.
“Ya, tadi ada urusan.” Kata Min Jung akhirnya menutupi tasnya. Seo Woo yang ada disamping ayah ibunya hanya bisa menatap keduanay dengan tatapan bingung. 


Kepala sekolah melihat profile Yu Ri yang  lulusan seni kaca, bahkan Masih muda juga lalu bertanya Apa  yakin bisa menangani tugas asisten dapur. Yu Ri hanya bisa diam saja, mengingat saat Seo Woo bisa tahu ibunya datang dan langsung berlari ke tempat ibunya.
Saat itu Kang Hwa pun datang seperti ingin bertemu dengan Min Jung. Yu Ri seperti tak percaya kalau mereka seperti keluarga sesunggungnya. Lamunan pun disadarkan dengan ucapan Kepala Sekolah kalau Yu Ribisa mulai bekerja besok.
“Kau terlihat sangat butuh pekerjaan. Aku takut kau melompat dari jembatan, jika tak diterima.” Ucap Kepala Sekolah
“Ya... Bukan karena itu.” Ungkap Yu Ri. Kepsek menegaskan Do Yeon  bisa mulai besok.
“Apa Bekerja di sini?” ucap Yu Ri kagetmemastikan. Kepsek pikir kalau alasan Yu Ri datan unutuk melamar di sini
“Ya, benar... Terima kasih.” Ucap Yu Ri bahagia


Yu Ri pulang ke hotel sambil berkata Jika bekerja di sana, maka bisa mengusir arwah di dekat Seo-woo dan bisa melihat Seo-woo tiap hari. Ia pikir sekarang seperti sambil menyelam, minum air bahkan bisa beli kue, dan makan juga.
Ia berhenti didepan hotel melihat sosok orang di lobby. Kang hwa menungu Yu Ri membawakan sesuatu. Yu Ri terus menatap Kang Hwa seperti mengingat kenangan langsung.
Flash back
Yu Ri dan Kang Hwa menonton drama dengan pasangan yang akan menikah. Seorang pria memberitahu Pernikahan antara Go Dae-seong dan Ma Eun-joo akan segera dimulai. Kang Hwa mengumpat marah kalau pria itu menikah lagi Secepat itu.
“Kenapa? Kau tidak akan menikah lagi jika aku meninggal?” ejek Yu Ri.
“Jangan meremehkanku... Tentu tidak! Maafkan ayah, Yeol-mu. Bagaimana bisa aku menikah lagi, aku akan mengikutimu ke mana pun.” Kata Kang Wha
“Lalu bagaimana dengan anak kita? Seseorang harus merawat anak kita!” ucap Yu Ri
“Benar juga. Kau benar... Yeol-mu, maafkan ayah. Ayah gegabah. Aku bisa membesarkannya sendiri. Dia yang tidak bisa hidup tanpa wanita. Bagaimana bisa dia menikah lagi?” keluh Kang Hwa
“Apa Menurutmu aku akan terkesan? Jangan bicara sembarangan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Pasti awalnya dia sepertimu. Kau baru tahu setelah mengalaminya.” Jelas Yu Ri
“Tidak sama. Aku tidak akan menikah lagi... Menikah lagi? Kenapa aku menikah lagi? Aku tidak mudah berpaling.” Ungkap Kang Hwa yakin



Kang Hwa mondar mandir terlihat sangat gugup. Yu Ri mulai berbicara. Kang Hwa pun ikut bicara bertanya Bagaimana Yu Ri bisa tahu, mengenai Aku...
“Kau menikah lagi? Aku kebetulan tahu.” Ucap Yu Ri mencoba untuk tetap santai.
“Apa karena itu kau tak menanyakan kabarku? Kenapa kau tak tanya alasanku menikah lagi?” keluh Kang Hwa
“Apa alasanmu?” tanya Yu Ri. Kang Hwa terlihat bingung memikirkan jawabnya alasan dan mengaku kalau itu terjadi tiba-tiba saja.
"Kau sudah meninggal, dan aku harus tetap hidup." Apa Karena itu? Itu bukan terjadi secara tiba-tiba. Dia juniormu saat kuliah, 'kan?” ucap Yu Ri. Kang Hwa membenarkan.
“Maafkan aku.” Kata Kang Hwa. Yu Ri pikir untuk apa meminta maaf karena Kang Hwa tidak bersalah.
“Untuk... Untuk semuanya.” Ucap Kang Hwa. Yu Ri menegaskan kalau  tak mau merusak hidup Kang Hwa.
“Mungkinkah kau ingat sesuatu? Apa Kau ingat bagaimana bisa hidup kembali?” ucap Kang Hwa dengan wajah serius.
“Bukan begitu.. Tapi, sepertinya ada sesuatu yang harus kulakukan.” Ucap Yu Ri berusaha untuk tak gugup.
“Sesuatu yang harus kau lakukan? Apa itu?” tanya Kang Hwa. Yu Ri tak bisa memberitahu dan mengalihkan dengan bertanya apa yang dibawa oleh Kang Hwa. 



Di kamar Yu Ri, Nyonya Jeon menatap ponselnya seperti sangat merindikanya. Yeon Ji masuk memanggil Ibu bertanya apa yang dilakukanya. Nyonya Jeon mengaku Tidak ada dan Hanya menentukan tanggal arisan dengan teman-teman.
“Kenapa tidak ketuk pintu?” keluh Nyonya Jeon. Yeon Ji pikir Untuk apa.
“Dan ini Sudah kutanya, bukan punya tetangga juga. Siapa yang meninggalkan ini? Mustahil Robin Hood.” Ucap Yeo Jin. Nyonya Jeon menatap sinis.
“Ini Sungguh! Bukan Kang-hwa... Kang-hwa hanya meracau, lalu pergi. jadi Kau sudah makan saja.” Kata Yeon Ji
“Jangan berhubungan dengan Kang-hwa lagi. Ibu akan marah.” Tegas Nyonya Jeon. Yeon Ji menganguk mengerti lalu keluar dari kamar.
Nyonya Jeon diam-diam melihat foto cucunya dari SNS, terlihat Seo Woo dengan pakaian yang lucu dan caption SENANG JALAN-JALAN. Yeon Ji bisa tahu dari celah pintu lalu berkomentar kalau ibunya sendiri masih belum bisa melupakan masa lalu
“Tapi kau berharap orang lain bersikap seperti tidak terjadi apa pun.” Keluh Yeon Ji dan saat itu Tuan Cha menepuk Yeon Ji lalu menariknya. 


Yeon Ji mengeluh kalau sangayah itu sudah mengagetkan saja. Tuan Cha langsung menarik Yeon Ji masuk ke dalam kamar dan memastikan istrinya tak tahu. Yeon Ji bertanya ada apa dengan ayahnya.
“Ibu tiri Seo-woo tidak mengunggah foto Seo-woo belakangan iniCoba Lihat... Ini unggahan foto dari tiga bulan lalu. Dia tak mengunggah apa pun sejak saat itu... Mungkinkah terjadi sesuatu?” ucap Tuan Cha khawatir.
“Bisakah kau pura-pura menjadi orang lain, dan meminta dia mengunggah foto Seo-woo?” ucap Tuan Cha yang sangat ingin melihat cucunya walaupun hanya dari SNS.
“Dia pasti sedang sibuk... Jangan terlalu sering melihat. Nanti ketahuan Ibu.” Pesan Yeon Ji
“Bisakah kuberi tahu Seo-woo bahwa aku kakeknya? Aku tak bisa memberinya hadiah. Saat berpapasan pun, harus pura-pura tak mengenalnya. Hatiku terasa sangat sesak sekali.” ungkap Tuan Cha menepuk dadanya yang sakit.
“Astaga. Robin Hood yang asli ternyata ada di sini.” Keluh Yeo Ji sambil memikirkan sesuatu.
“Aku tahu! Coba lihat akun Geun-sang. Anaknya satu TK dengan Seo-woo. Pasti ada foto bersama.” Kata Yeon Ji
“Benar juga. Mereka pasti berteman.” Ucap Tuan Cha. Yeon Ji pun mencari account “GYE GEUN-SANG”
“Apa-apaan ini? Kenapa semua fotonya tanpa kepala? Aneh sekali. Dia hanya mengunggah fotonya sendiri tanpa kepala! Astaga, berandal ini.” Keluh Tuan CHa kesal melihat account Geun Sang. 


Di restoran, Geun Sang mengingat yang dikatakan Kang Hwa “Yu-ri hidup kembali... Kubilang Yu-ri hidup kembali!” Lalu mengumpat kalau Kang Hwa itu berandal gila. Hyun Jung tak peduli hanya menatap plastik ditanganya seperti masih bingung.
“Hampir tidak ada yang tahu bahwa aku menyukai belut dari toko ini.” Ucap Hyun Jung
“Kau berhenti ke sana sejak Yu-ri wafat. Itu Sudah empat tahun.” Kata Geun Sang. Hyun Jung pun membenarkan.
“Hyun Jung! Ini pasti Arwah!” kata Geun Sang. Hyun Jung dan anaknya langsung membekap mulut Geun Sang dengan makaroni.
“Kau bilang Arwah? Omong kosong. Berhenti mengatakan arwah.” Ucap Hyun Jung kesal 

Seorang pelanggan memanggil kalau mereka pesan satu bir lagi. Hyun Jung mengerti. Geun Sang berbicara dengan istrinya kalau pelanggan tak menyukainya tapi  Kenapa selalu ke sini. Hyun Jung melihat orang tua murid sekolah anaknya.
“Jangan-jangan dia mau menyabotase makananmu.” Ucap Geun Sang heran.
“Perasaan bisa ditipu, tapi tak bisa menipu lidahmu sendiri.” Kata Hyun Jung yakin.
“Ha-jun, ayo kita pergi... Ayo ikut dengan ayah.” Kata Geun Sang mengajak anaknya mengisi bir dalam gelas.
Si pelanggan mengejek Hyun Jung yang anaknya ada di restoran lagi padahal ini tempat untuk minum. Ia berpikir kalau sangat  buruk untuk tumbuh-kembang anak dan Anak seharusnya tumbuh melihat yang baik saja. Geun Sang menatap si pelanggan yang terus bicara.
“Jangan biarkan dia melihat kami.” Ejek Ibu, Sang pria meminta agar tak bicara lagi. Si ibu pikir tak masalah.
“Bu, nasihat yang tidak ingin didengar oleh pendengar itu omong kosong. Entah dalam bar atau bawah jembatan, yang terpenting adalah dia bersama orang tuanya.” Ucap Hyun Jung membela anaknya.
“Aku hanya mencemaskannya. Apa yang bisa dia pelajari di tempat ini?” ejek sang ibu.
“Belajar apa pun, di mana pun, jika sikapku bermoral, anakku juga. "Ini dilarang. Itu dilarang." Kenapa merawat anak saja banyak larangan? Ini bukan militer. Silakan urus anak masing-masing.” Ucap Hyun Jung dengan tegas.
Si wanita hanya diam saja. Geun Sang pun tak banyak komentar memberikan minuman bir dan merkea silahkan menikmati. Si wanita pun hanya bisa mengucapkan Terima kasih. Hyun Jung pun mengajak anaknya bermain bersamanya. 

Hyun Jung membersihkan dapur dan Hyun Jung pun menaikan kursi ke atas meja lalu membahas ucapan yang tadi dan berpikir kalau ditujukan untukny. Hyun Jung tak mengerti maksudnya. Geun Sang terlihat gugup untuk berbicara.
“Itu... Saat Yu-ri wafat, ibuku...” ucap Geun Sang gugup. 

Flash Back
Ibu Geun Sang mengejar Hyun Jung yang menuruni tangga apartement. Hyun Jung terus berlari sambil terus menangis. Ibu Geun Sang  menahan Hyun Jung agar tak pergi. Hyun Jung memohon pada ibu mertuanya agar bisa pergi.
“Kau Baru melahirkan tak boleh ke sana. Usia kandunganmu bahkan belum 20 hari, untuk apa kau pergi ke pemakaman? Bagaimana kalau sampai tertimpa sial?” ucap Ibu Geun Sang. Geun Sang melihat ibunya ikut marah.
“Kau Kirim saja uang.” Ucap Ibu Geun Sang. Hyun Jang terus memohon agar bisa pergi menemui Yu Ri terakhir kalinya.
“Jangan berani melakukanya!” tegas Ibu Geun Sang. Hyun Jung terus menangis karena kehilangan sahabatnya.
“Ibu.. Mereka sudah seperti saudari kandung. Dia pasti merasa sedih... Kau... Pergi, Hyun-jung.” Ucap Geun Sang membela sang istri.
“Jangan ikut campur!!! Mereka pasti mengerti. Semua orang yang baru melahirkan atau akan menikah tidak boleh ke makam. Ayo pulang... Kau bisa tertimpa sial..” Kata Ibu Geun Sang. Geun Sang mengeluh dengan sikap ibunya.
“Itu tidak ada hukumnya! Kenapa tak boleh?” keluh Geun Sang. Ibu Geun Sang yakin kalau nanti akan membawa sial.
“Kenapa kau begini? Bagaimana Kalau aku yang mati? Jika ini pemakamanku, apa dia tidak boleh juga?” ucap Geun Sang marah
“Dasar Bodoh. Kenapa bicara begitu? Itu berbeda!” ucap Ibu Geun Sang. Hyun Jung masih terus menangis.
Apa bedanya? Yu-ri sudah seperti keluarganya sendiri!” tegas Geun Sang Ibu Yu Ri pun menantang kalau nanti anak Geun Sang tertimpa sial.
“Ini Konyol. Hyun-jung, pergi. Yu-ri menunggu.” Ucap Geun Sang . Ibunya tetap melarang Geun Sang kalau tidak boleh pergi.
“Maafkan aku, Ibu Mertua.” Ucap Hyun Jung lalu berjalan pergi. Ibu Geun Sang panik berteriak takutterjadi sesuatu dengan anaknya. Geun Sang memohon pada ibunya agar tak berlebihan. 


Hyun Jung heran Geun Sang yang tiba-tiba dibahas. Geun Sang terlihat bingung. Hyun Jun ingin tahu alsan Geun Sang mengungkit hal itu menurutnya Pikiran Geun Sang itu yang aneh selalu saja negatif. Geun Sang mengaku Bukan begitu.
“Ibuku sering sekali melarangmu macam-macam. Dia selalu begitu.” Uca Geun Sang merasa bersalah.
“Astaga.. Apa Kau masih memikirkan masalah itu? Aku saja paham perasaan ibumu. Semakin tua, biasanya mereka lebih berhati-hati mengenai apa pun yang mungkin akan terjadi. Itu membuktikan bahwa Ibumu menyayangiku. Aku yakin ibuku juga akan bersikap sama.” Ucap Hyun Jung yakin
“Sayang... Sini, aku mau cium.” Kata Geun Sang terharu. Hyun Jung mengeluh suaminya itu aneh.
“Karena sudah tua, pemikiranmu dewasa sekali.” ejek Geun Sang. Hyun Jung langsung memukul suaminya yang terus mengejeknya. 

Yu Ri membuka ponsel dengan sidik jarinya lalu terkesima dengan ponsel pintarnya. Ia lalu masuk ke account facebooknya, dan melihat banyak tulisan Hyun Jung walaupun ia sedang tak ada.
[Yu-ri.. Jangan menyalahkan Kang-hwa.]  [Ayo beri dia selamat. Ini hari pertama Seo-woo dan Ha-jun masuk sekolah TK.]  [Aku memarahi suamimu hari ini supaya dia sadar.] [Teman yang selalu kuingat, Cha Yu-ri. Yu-ri, aku merindukanmu.]
Yu Ri yang bahagia tak sengaja menekan tanda love dari accountnya. 

Hyun Jung mengambil foto makanan diatas meja, setelah puas akan menguploudnya dengan caption “Kami punya menu baru... Salad dan sebuah hati.”  Saat itu ada notif masuk ke dalam ponselnya dan langsun melempar ponselnya dengan wajah kaget. “CHA YU-RI SUKA POSTINGANMU”
Yu Ri pun di hotel kebingungan dan berpikir akan membatalkan tapi bertanya-tanya apakah Hyun Jung sudah dapat notifikasi. Ia pun gelisah dan panik sendiri karena sudah melakukan kesalahan. 

Sementara dikamar mandi Kang Hwa ingin memberitahu kalau Ibunya Seo-woo hidup kembali tapi berpikir kalau tak masuk akal apabila membicarakan hal itu.
“Ini Omong kosong... Sungguh konyol... Misalnya sudah kuberi tahu Min-jeong, apa reaksinya nanti? Aku sendiri sudah gila karena ini... Jangan sampai Min Jung ikut gila juga.” Ucap Kang Hwa berbicara sendiri di kamar mandi.
Ia lalu teringat dengan ucapan Yu Ri tentang Min Jung “Dia juniormu saat kuliah, 'kan?” lalu bertanya-tanya bagaimana Yu Ri bisa mengetahuinya.  Ia pikir Seharusnya ia sendiri yang memberi tahu itu

Didepan abu terlihat nama SIM GEUM-JAE, wajah Tuan Sim mendekati tempat abu dan melihat ada note yang tertempel dikaca "Geum-jae, aku mencintaimu sampai maut memisahkan."
“Apa ini Jang-mi dari Kafe Jeong? Ah.. Mustahil, dia sudah menikah. Pasti Sun-ja! Cheon Sun-ja! Ahh... Benar, dia rupanya... Astaga, gadis konyol... Sudah kubilang lupakan aku.” Ucap Tuan Sim bahagia.
“Dasar... Dia masih tak bisa melupakanku... Benar juga... Aku memang tak mudah dilupakan.” Ucap Tuan Sim bangga. 

Tiba-tiba beberapa anak datang dengan wajah sedih melihat tempat Kang  Sang Bong lalu menempelkan banyak note. Mereka menangis karena Sang Bong yang melakukan hal itu dan bertanya Siapa yang bisa meneruskan Sang Bong sekarang
“Siapa mereka?” tanya Tuan Sim kesal. Tuan Kwon memberitahu kalau  Mereka penggemar Sang Bong.  Tuan Sim kaget melihat Tuan Kwon yang tiba-tiba datang.
“Dia hanya atlet bisbol. Dia bukan pesohor.” Keluh Tuan Sim kesal melhat Sang Bong duduk dengan wajah angkuhnya.
“Orang-orang menganggapnya seperti idola Korea. Jika dia tak sibuk mengurusi penggemarnya, hanya fokus bisbol, pasti sudah bermain di Liga AS.” Ucap Tuan Kwon.
“Hei... Berdiri kau...” ucap Tuan Sim. Sang Bong pun berdiri seperti tak takut dengan Tuan Kwon.
“Apa? Kau pikir aku takut? Jangan sampai mengganggu tempatku.” Tegas Tuan Sim sinis dan langsung mengumpat kesal. Sang Bong pun hanya diam saja. 


Yu Ri mengendap-ngendap akan masuk tapi terlihat ketakutan saat melihat Nenek Jung masuk sambil mengumpat si tua bangka itu. Ia pun kembali bersembunyi sambil mengeluh karena sudah waktunya konseling. Di dalam ruangan Nenek Jung bertemu dengan Mi Dong
“Dasar tua bangka itu... Anakku pasti sangat menderita hingga kankernya kambuh lagi. Pria tua bangka ini hidupnya terlalu panjang. Dia menggangguku seumur hidup, kini dia mengganggu anakku juga.” Keluh Nenek Jung
“Aku berharap dia cepat mati agar anakku bisa hidup tenang.” Kata Nene Jung marah
“Kau tak mau reinkarnasi karena kanker anakmu kambuh, atau karena suamimu belum wafat? Tolong jangan berbelit-belit.” Ucap Mi Dong
“Aku tidak peduli dengan tua bangka itu. Aku hanya ingin melihat anakku sehat.” Ucap Nenek Jung. Akhirnya Mi Do memberikan cap “Lewat” diatas nama JUNG GWI-SUN. 

Yu Ri akan keluar dan menemui Mi Dong tapi saat itu Tuan Sim datang terburu-buru sampai bertabrakan dengan Nenek Jung. Di tempat abu, Sang Bong sedang melihat tempat Tuan Sim lalu Hye Jin mengangekanya dan bertanya seperti ingin berkelahi saja.
“Sebaiknya jangan. Kau pasti kalah.” Ucap Hye Jin. Sang Bong menegaskan kalau dirinya itu Kang Bin.
“Dia bekas preman... Dia mantan rentenir. Dia terkenal suka menghajar pengutang.” Ucap Hye Jin. 

Flash Back
Tuan Sim berteriak pada pegawai bangunan yang berhutang, bertanya “Kapan utangmu bisa lunas jika bekerja seperti ini?Kau mampu bekerja berarti mampu bayar! Biar kuambil salah satu organmu. Cepat bayar!”
Akhirnya Tuan Sim keluar dari bangunan lalu tiba-tiba seorang memperingatkanya. Sebuah besi terjatuh dari lantai atas, Tuan Sim pun jatuh dengan bersimba darah dan tanganya yang memegang uang.  Padahal dibagian depan sudah diberi peringatan [SELAIN YANG BERKEPENTINGAN DILARANG MASUK] dan harus mengunakan hel.
***
Hye Jin memberitahu kalau Tuan Sim tewas karena tertimpa pipa baja saat keluar dari tempat konstruksi. Sang Bong pun bersyukur karena  Berkat itu, para pengutang bebas dari utang. Hye Jin menceritakan kalau Tuan Sim tak bisa terima begitu saja.
“Lalu apa Kau suka sesama jenis?” tanya Hye Jin dengan cepat. Sang Bong langsung membenarkan dan tersadar dengan pertanyaan Hye Jin. 

Sementara ditempat Mi Dong, Tuan Sim mengeluh kalau hanya ingin Mi Dong  memberi tahu ibunya tentang leetak buku kas miliknya lalu akan reinkarnasi. Mi Dong mengelh dengan Buku kas milik Tuan Sim karena Jika mencampuri urusan manusia,maka  bisa dihukum Langit!
“Kenapa tak dari awal saja kau memberi tahu keluargamu? Itu balasanmu.” Kata Mi Dong
“Dasar Sial... Mereka yang berutang uangku hidup berkecukupan tanpa melunasi.” Ucap Tuan Sim marah
“Memang begitu seharusnya kehidupan mereka. Penyesalan datang saat kau sudah mati. Jadi Cepat pergi. Sekarang juga!” ucap Mi Dong
“Apa Kau berani memerintahku? Aku tak mau! Hari ini, kau dan aku akan mati bersama! Ayo Mati semua!” ucap Tuan Sim guling-gulingan merengek seperti anak kecil.
Mi Dong mengeluh Tuan Sim itu sudah gila lalu memberikan cap LEWAT pada SIM GEUM-JAE

Seorang pria terlihat sudah sangat tua dan berbicara sangat perlahan “Tubuhku, Jasadku.. Kesepian ” Mi Dong yang lelah menunggu bertanya  apakah Ia  tak bisa meninggalkan anaknya dan menyuruh agar pergilah dengan anaknya.
“Panggil anakmu!” teriak Mi Dong dan saat itu juga ruangan Mi Dong langsun penuh dengan banyak hantu.
“Jadi, ini anakmu... Dan pria ini anaknya.” Ucap Mi Don melihat ayahTuan Kwon turun termurun berkumpul lalu Tuan Kwon dan istrinya juga datang.
“Jadi, karena anakku masih hidup, aku akan menunggunya, dan pergi bersama.” Kata Tuan Kwon. Nyonya Jung meminta agar membawanya juga.
“Kau Diam! Berani sekali kau! Hanya pria yang boleh bersuara di sini!” ucap Tuan Sim marah
“Keluarga sialan! Aku bisa saja memutus garis keturunan kalian! Aku bisa saja memutusnya! Dasar keluarga bodoh! Semuanya lebih mudah jika kuputus garis keturunan kalian!” teriak Mi Dong kesal melempar kacamerah. 
“Jangan reinkarnasi! Jangan ada yang pergi! Walaupun kalian memohon-mohon meminta reinkarnasi, tidak akan kuberikan! Dasar bajingan... Astaga. Sial.” Teriak Mi Dong membuka pintu dan menyuruh semua keluar.
Keluarga Kwon dan Nyonya Jung akhirnya keluar, saat itu Mi Dong melihat Yu Ri lalu bergegas menghampirinya. Nyonya Jung sempat menengok dan M Dong bisa menutupi tubuh Yu Ri lalu bertanya alasan datang menemuinya.
“Tolong buatkan jimat. Jimat yang kuat.” Bisik Yu Ri. 
Sebuah print mencetak jimat di kertas kuning, Mi Dong heran dengan Yu Ri  kalau sebelumnya  ribut sekali akan reinkarnasi dan berpikir kalau sudah berubah pikiran bahkan sampai melamar kerja di TK anaknya. Yu Ri melihat Mi Dong yang memasukan jimat ke dalam plastik.
“Coba kita lihat.. Ini Sempurna...Tapi, aku masih ragu... Aku tak yakin bisa digunakan untuk arwah anak kecil.” Ucap Mi Dong
“Apa ini? Jimat apa ini? Bukankah perlu dilukis?” ucap Yu Ri heran. Mi Dong mengeluh Ini bukan zaman purba dan sudah ada mesin cetak warna.
“Semua dukun terkenal di Gangnam menggunakan desain jimat buatanku, apa kau tahu?” ucap Mi Dong
“Benarkah? Apa kau yakin?” kata Yu Ri. Mi Dong kesal menyuruh Yu Ri  mengembalikan saja kalau memang tak mau.
“Astaga. Aku tak bilang begitu... Kenapa pemarah sekali?” keluh Yu Ri menyimpan jimatnya.
“Apa Kau ingin menggunakan jimat itu untuk mengusir arwah di dekat anakmu?” tanya Mi Dong
“Ya, aku tak mau Seo-woo bisa melihat arwah karena aku. Kasihan bagi dia.” Ucap Yu Ri
“Akhirnya kau sadar juga. Jalan hidup ini memang sulit. Sangat kesepian. Lalu bagaimana denganmu? Kapan kau menemukan tempatmu? Kau bisa terus menemui anakmu di TK. Dan suamimu... Lalu suamimu?” ucap Mi Dong
“Suamimu... Astaga. Buat mereka bercerai saja! Siapa tahu? Mungkin mereka sedang proses cerai? Waktumu tak banyak.. Tersisa 46 hari lagi.” Kata Mi Dong
“Lupakan saja... Usai mengusir semua arwah di dekat Seo-woo, lalu aku akan pergi.” ucap Yu ri
“Pergi katamu? Apa kau Pergi begitu saja? Kenapa?” tanya Mi Dong heran. Yu Ri menegaksan kalau karena memang menginginkanya. Mi Dong mengeluh agar Yu Ri jangan pergi. 

Min Jung keluar dari PUSAT PSIKOTERAPI ANAK SOYUL seperti ingin tahu keadaan Seo Woo. Lalu menatap Seo Woo meminta agar  rahasiakan bahwa mereka pergi ke sini hari ini. Seo Woo menganguk mengerti lalu memberikan permen jeli.
“Ibu tak suka permen jeli.” Ucap Min Jung seperti tak begitu suka dengan anak-anak.
Tiba-tiba Hyun Jung datang dan langsung menyapa Seo Woo tanpa mempedulikan Min Jung. Min Jung pun hanya diam saja. Seo Woo  memberikan permen pada Hyun Jung, Hyun Jung terlihat senang menerimanya.
“Astaga.. Apa ini untuk bibi? Bibi makan, oke?” ucap Hyun Jung berpura-pura makan dan berkomentar rasanya enak sekali. Seo Woo pun langsung tersenyum lebar.
“Sepertinya Seo-woo baru pulang.” Kata Hyun Jung ramah. Min Jung menganguk dan langsung pamit pergi.
Hyun Jung melihat gedung “PUSAT PSIKOTERAPI ANAK SOYUL” seperti merasakan sesuatu dan ingin menelp tapi mengurunkan niatnya. 

 Bersambung ke part 2
Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar