Kamis, 04 Mei 2017

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 9 Part 2


PS : All images credit and content copyright : KBS

Jaksa Kim melihat File kasus Shinjeong-dong lalu membutuhkan  laporan kesimpulan investigasi, buku besar dan laporan personil yang ditunjuk, serta butuh juga daftar supir yang mabuk. Ketua polisi mengeluh dengan yang dilakukan Jaksa Kim.
“Kau hanya perlu melihat file tersangka. Itu sama sekali tidak perlu.” Ucap Kepala polisi, Jaksa Kim tetap meminta agar membawa itu.
Ketua Baek pun merasa kalau itu tak penting. Kepala Polisi tak bisa menolak menyuruh Ketua Baek agar mengambilkan saja. 

Wan Seung masuk dengan nada marah, Ketua Baek menahanya. Wan Seung mengeluh Jaksa Kim datang tanpa pemberitahuan lalu berpikir jaksa telah berhenti untuk meminta setiap file yang diinginkan. Jaksa Kim mengeluarkan ponselnya, Ketua Polisi binggung kenapa Jaksa Kim menelpnya, Jaksa Kim menyuruh Ketua Polisi mengangkatnya.
“Aku Jaksa Kim dari Kantor Kejaksaan Distrik Seoul datang untuk melakukan pemeriksaan.” Ucap Jaksa Kim lalu mengejek agar Wan Seung bisa puas mendengarnya.
“Jaksa Kim.. Kau memeriksa laporan kami. Apa Kau tidak bosan? Kami di sini tanpa ada waktu untuk tidur atau makan, Jadi kami selalu makan roti.” Ucap Wan Seung
“Berikan semua yang dia inginkan dan cepat suruh dia pergi.” Keluh Kepala Polisi tak ingin banyak bicara lagi keluar ruangan.
“Jaksa Kim... Apa lagi yang kau minta? Kau sudah meminta banyak file. Apa kau ingin aku mencatatnya segala? Aku akan membawa semuanya dan akan ingat.” Kata Ketua Baek dengan nada menyindir. 

“Jaksa Penuntut Umum di Divisi Pidana bertanggung jawab atas 150 kasus per bulan. Jika polisi melakukan tugas mereka dengan benar. Mengapa aku harus berada di sini meski jadwalku sibuk? Lepaskan tersangka yang ditahan secara ilegal” ucap Jaksa Kim
“Dia hampir membunuh seseorang. Ini percobaan pembunuhan.” Kata Wan Seung
“Kau bilang Percobaan pembunuhan?Apa kau memiliki buktinya?” kata Jaksa Kim menantang.
Jaksa Kim menegaskan kalau ia punya korban, lalu mengingat kembali pesan Ji Won “Yang membuat Nn. Yoo dalam bahaya adalah kau, bukan Ha dan Jung.” Jaksa Kim menyuruh Wan Seung agar membawa kesaksian korban. Akhirnya ia hanya bisa meremas ponsel ditanganya tanpa bisa bicara.
“Kau tidak memilikinya, 'kan? Jadi Lepaskan dia segera.” Tegas Jaksa Kim. Wan Seung pikir apakah Jaksa Kim harus melakukan ini
“Ini bagian dari pekerjaanku untuk melindungi para tersangka dan terus mengawasi polisi.” Tegas Jaksa Kim, Wan Seung mengumpat marah.
“Detektif Ha... Apa Kau tahu Pasal 311 KUHP tentang penghinaan? Apa kau ingin dilempar ke dalam penjara? Aku yakin kau berusaha lebih keras daripada kasus tahanan biasa. Jadi Bagaimana? Apa kau akan membebaskan penahanan ilegal dan aku akan mengakhiri pemeriksaan hari ini?” kata Jaksa Kim. 


Poster [Konser Buku Inspektur Woo] dua wanita menatap poster dengan wajah bahagia, kalau itu Inspektur Woo. Dan berpikir kalau mirip dengan Kyung Mi. 

Keduanya membereskan kotak makan Seol Ok mengatakan sangat ingin pergi ke konser Inspektur Woo.
“Bisakah aku libur hari ini saja?” ucap Seol Ok. Kyung Mi mengeluh kalau Seol Ok yang  mau pergi ke sana.
“Sebentar saja... Kita tutup restoran dan pergi kesana bersama.” Kata Seol Ok merengek.
Kyung Mi mengaku kalau harus setia pada pelanggan yang datang dan Seol Ok bisa melihat  jam tutupnya jadi  Toko harus tetap buka sampai saat itu serta Tidak ada pengecualian bahkan untuk Inspektur Woo.

“Beritahu Tn. Ha kalau aku akan menangani hal itu. Aku punya banyak kasus lain...Tapi karena ini bantuan pribadi Aku akan menangani ini dulu, jadi katakan padanya.” Kata Jaksa Kim berbicara di telp lalu masuk ke dalam mobil.
Sek Tuan Ha pun memberikan laporan dengan membisik pada Tuan Ha yang sedang makan malam dengan Kepala Polisi merasa Tuan Ha pasti sibuk. Tapi Tuan Ha merasa kalau dirinya yang berterima kasih pada Kepala Polisi. Kepala Polisi pun membahas Karena Tuan Ha yang tidak ada waktu untuk berlatih. Jadi ia menang setiap kali bermain golf.
“Kau selalu menang karena kau lebih hebat.” Komentar Tuan Ha, lalu kepala polisi memanggil anak buahnya.
“Ini Tn. Ha Jae Ho dari Ha and Jung. Tn. Jang Gi Taek yang bertanggung jawab atas Kantor Polisi Seodong.” Ucap Kepala Polisi pada Tuan Jang.
“Suatu kehormatan bertemu dengan anda.” Kata Petugas Jang, Tuan Ha pun menanyakan apakah menyukai bermain golf. Petugas Jang mengaku menyukainya.
“Kalau begitu kita harus bermain bersama nanti.” Ucap Tuan Ha seperti berusaha untuk bernegosiasi. 

Seorang wanita berbicara di telp dengan pacarnya seperti ingin tahu rencananya dan mengaku ingin menontonnya, lalu mengucapkan Selamat bersenang-senang. Kyung Mi mengejek si wanita itu kelinci karena  hanya makan sayuran. Si wanita mengaku sedang diet. Seol Ok melihat si wanta itu sudah kurus.
“Aku ada kencan buta besok. Ini pertama kalinya bagiku.” Kata Si wanita
“Apa ini Kencan buta pertamamu?” tanya Seol Ok, Si wanita mengangguk.
“Jika kita kencan buta... Desas-desus mengenai asal tempat kita pasti tersebar.” Ucap Seol Ok
“Aku sangat iri. Kau pasti merasa senang dan bahagia.” Komentar Kyung Mi
“Iya. Setelah aku pindah ke Seoul, mimpiku adalah Memakai celana pendek dan berkencan.” Ucap Si Wanita

Seol Ok binggung kenapa mimpinya ingin pakai Celana pendek. Si wanita mengaku kalau memakai celana pendek, ayahnya akan memukulnya. Kyung Mi melihat kalau Mimpi Si wanita  akhirnya jadi kenyataan. Si wanita juga merasa bahagia karena Sekarang mimpinya adalah mendapatkan pacar.
“Aku akan membeli perasaan itu darimu jika aku bisa. Rasa kegembiraan dan kesenangan.” Ucap Kyung Mi
“Kau pasti bosan menunggu temanmu menonton film.” Kata Seol Ok, Si wanita kaget Seol Ok bisa mengetahuinya.
“Aku bisa mengetahui psikis seseorang. Jika kau bosan, maukah kau menjaga toko kami?” kata Seol Ok menawarkanya.
Kyung Mi mengingatkan kalau Si wanita adalah pelanggan. Si wanita mengatakan kalau itu tak masalah untuknya, Kyung Mi pun memberikan bayaran untuk memberikan makan siang gratis. Si wanita mengucapkan terimakasih dan berpikir untuk mengambil satu lagi. Kyung Mi mengaku kalau hanya itu saja. Si wanita mengangguk mengerti. 


Do Jang pun pulang dengan menaiki mobil dan bisa menghirup udara bebas. Ketua Baek memberitahu Wan Seung kalau Jang Do Jang sudah bebas, lalu mengumpat marah kalau sangat menjengkelkan. Ia pun bertanya Mengapa Seol Ok yang tidak memberikan kesaksian dan mereka tidak akan pernah bisa menangkap Jang Do Jang Kecuali jika mereka menangkap basah Do Jang.
“Tapi kurasa... Kim Ho Cheol melarang dia untuk bersaksi. Apa dia baik-baik saja? Bagaimana jika Jang Do Jang...” ucap Ketua Baek tapi akhirnya memilih untuk tak peduli saja.
“Dia tidak akan menyentuh istri jaksa. Haruskah kita mengajak Dong Gi dan makan sesuatu?” kata Ketua Baek, Wan Seung sedari tadi diam menyuruh mereka saja dan akan pergi. 

Wan Seung masuk ke restoran, si wanita menyapa Wan Seung lalu bertanya Apakah sudah menemukan pencurinya. Wan Seung binggung. Si wanita mengingatkan Pencuri pakaian dalam. Wan Seung mengatakan kalau akan menangkapnya.
“Aku kehilangan lagi beberapa hari yang lalu. Akan ku tunjukkan yang mana hilangnya.” Kata Si wanita
“Tidak perlu. Tunjukkan saja pada Petugas Hong. Aku sudah dipindahkan kembali. Aku tidak dapat membantumu menemukannya sekarang. Aku akan menyerahkan kasus ini” kata Wan Seung.
Si wanita mengangguk mengerti dengan wajah kecewa. Wan Seung mengingat namanya Mazinger pink. Si wanita memberitahu kalau namanya Magenta pink. Wan Seung pikir akan menyampaikan informasi itu.
“Aku dengar kau detektif yang terkenal Dan mengira kau akan menangkap pencurinya.” Keluh Si wanita mencari tahu harga CCTV tak percaya kalau semahal itu.
“Dimana dua Ahjumma itu?” tanya Wan Seung penasaran. 

Dua ahjumma berjalan masuk ke dalam sebuah tempat dan buru-buru duduk di kursi kosong tempat pertemuan dengan Inspektur Woo. Seol Ok merasa sangat bersemangat. Inspektur Woo mengatakan  Pembunuh berantai memilih korbannya dengan cara yang sama seperti binatang liar yang menangkap mangsanya.
“Dari kawanan herbivora... Mereka memilih individu terlemah. Itulah sebabnya orang tua. dan wanita yang biasanya menjadi korban. Beberapa pembunuh berantai juga mengambil uang. Tapi mereka hanya punya satu tujuan.” Ucap Inspektur Woo di Konser Buku yang diluncurkannya.
“Membunuh. Dalam rekaman pembunuh, kasus dingin yang aku sebutkan tadi Pembunuh itu tidak mengambil sesuatu yang berharga. Kalian akan berpikir bahwa Pembunuh berantai kebanyakan membunuh wanita muda.Tapi banyak juga yang membunuh pria.” Ucap Inspektur Woo
“Dia sangat pintar, Dia mencocokkan dasi dan bajunya. Celananya sangat pas.” Bisik Kyung Mi, Seol Ok sedang serius menyuruh diam.
“Dia menyebutkan rekaman pembunuh.” Kata Seol Ok.
Sementara disisi bangku lainya, Wan Seung duduk berkomentar Inspektur berbicara seperti orang yang benar padahal belum pernah menangkap penjahat dan merasa tak pantas bicara tentang penyelidikan yang sedang terjadi. Seol Ok pun sadar Wan Seung ada dideretanya, Wan Seung pun menyapa Seol Ok yang duduk sejajar denganya. 


Saatnya memberikan tanda tangan dan Kyung Mi pun mengantri. Seol Ok dan Wan Seung berada di pinggir panggung. Wan Seung mengejek kalau  Polisi seharusnya menangkap penjahat tapi Wan Seung itu alah menulis buku seolah dirinya itu spesial dan akan menghasilkan banyak uang dari itu.
“Kenapa kau disini?” ucap Seol Ok sambil memanggil Kyung Mi. Wan Seung memberikan ponsel milik Seol Ok.
“Dimana kau menemukan ini?” tanya Seol Ok binggung. Wan Seung mengaku kalau itu ditemukan di dalam mobil.
“Ahh.. Aku akan mendapatkan ponsel baru hari ini.” Kata Seol Ok tersenyum bahagia.
“Ahjumma, apa kau ada melihat pria aneh didekatmu?” tanya Wan Seung mengetes. Seol Ok mengatakan kalau Wan Seung yang paling aneh.
“Syukurlah... Orang aneh ini akan meninggalkan unit untuk kembali ke kantor polisi.” Kata Wan Seung
Seol Ok pun bertanya apakah Wan Seung dipekerjakan kembali dan mengatakan kalau masih berutang padanya. Wan Seung pikir ia yang harus mengatakan hal itu sudah menyelamatkan hidup Seol Ok. Seol Ok pikir Wan Seung tidak menyelamatkannya dan menyelamatkan dirinya di pulau itu. Wan Seung tak peduli dan memilih untuk pamit pergi dan memberitahu  mereka tidak akan pernah bertemu lagi.


Do Jang makan daging dengan anak buahnya, lalu membahas tentang  Wanita di loker. Anak buahnya mengatakan kalau Seol Ok itu  lebih dekat dari yang mereka duga. Do Jang pikir harus membayarnya.
Seol Ok memanggil Wan Seung yang berjalan keluar dari ruangan. Wan Seung mengejek Seol Ok yang benar-benar cepat. Seol Ok pun menanyakan tentang kesaksiannya, apakah bisa menangkap Jang Do Jang dengan itu.
“Siapa yang akan mempercayaimu? Aku meminta itu untuk jaga-jaga, Tapi itu tidak berguna.” Kata Wan Seung berdalih
“Bagaimana bisa kesaksian korban tidak berguna?” keluh Seol Ok
“Kau tidak perlu tahu.” Ucap Wan Seung, Seol Ok pikir kalau Wan Seung tidak pernah membiarkannya tahu.
“Ahjumma, jangan ikut campur lagi. Aku akan menangkapmu jika kau ikut campur.” Ucap Wan Seung memperingatkanya.
Seol Ok pikir juga sibuk dengan urusannya jadi tidak akan pernah ikut campur dan tak perlu mengkhawatirnya. Wan Seung menyuruh Seol Ok menghapus nomor ponselnya.  Seol Ok pikir akan melakukannya sekarang juga.
“Ahjumma...Hiduplah dengan normal dan seperti biasa. Jangan sampai aku menangkapmu lagi.” Kata Wan Seung
“Kau lebih baik berharap aku tidak pernah menemuimu karena kau tidak ada gunanya.” Komentar Seol Ok. Wan Seung mengingat sesuatu.
“Kau tidak salah. Aku akan menangani kasus yang kau mau. Tidakkah kau ingat taruhan kita?” kata Wan Seung 


Flash Back
Seol Ok mengajak taruhan kalau memang benar maka meminta agar menunjukan sebuah kasus. Wan Seung menegaksan kalau dirinya polisi jadi akan mendapatkan tindakan indisipliner jika menunjukkan sesuatu pada warga sipil.
Seol Ok masih tak percaya kalau Wan Seung tidak lupa tentang itu. Wan Seung bertanya Kasus apa yang diinginkan Seol Ok untuknya. Seol Ok mengatakan kalau itu adalah Pembunuhan sopir taksi Shinim-dong yang Itu terjadi pada tanggal 14 November 2007. Wan Seung menganguk mengerti.
Seol Ok pikir akan menghapus nomor telpnya, Wan Seung pikir tak perlu karena akan menelepon Seol Ok  jika menemukan sesuatu lalu berjalan pergi. Seol Ok merasa Wan Seung itu orang yang aneh.


Wan Seung duduk minum soju, Si bibi heran melihat Wan Seung yang datang sendirian dan menanyakan keberadan istrinya. Wan Seung mengatakan kalau Mereka semua selingkuh padanya. Si bibi melihat Wan Seung terlalu banyak minum jadi menyuruhnya agar pelan-pelan saja.
“Aku banyak minum malam ini dan masih belum mabuk. Bisakah aku pesan ramyun?” kata Wan Seung
“Apa Kau mau ramyun lagi?” ucap si bibi heran, Wan Seung mengaku  ingin semua yang dimasak oleh bibi itu. 

Flash Back
Wan Seung menunggu didepan gedung theater, lalu memanggil Hyun Soo yang baru pulang. Hyun Soo melihat Wan Seung seperti malas karena datang lagi. Wan Seung mengaku Ada yang ingin dikatakan.
“Aku tidak tahu apa itu Tapi berhentilah datang.” Ucap Hyun Soo
“Aku suka noona.” Ungkap Wan Seung mengakui perasaanya blak-blakanya.
“Kau suka mengalihkan perhatianku,  aku jadi tidak bisa apa-apa.” Ucap Hyun Soo tak peduli lalu pamit pergi. 



Esoknya, Hyun Soo kembali berakting diatas panggung selama ini Wan Seung duduk sebagai penonton, tapi di hari itu Wan Seung tak ada dibangku penonton.  Wan Seung kembali datang menemui Hyun Soo dengan berlari, Hyun Soo heran kenapa Wan Seung datang lagi.
“Aku...memiliki ini” kata Wan Seung memperlihatkan sebuah kartu. Hyun Soo binggung apa yang diberikanya.
“Ini... hanya hadiah.” Kata Wan Seung, Hyun Soo seperti terharu lalu melihat ada luka dibagian wajah Wan Seung.
“Ini hanya tergores saja.” Kata Wan Seung tersipu malu karena Hyun Soo memperhatikanya. 

Hyun Soo mengajak di dalam kamarnya lalu membuka tutup pancinya, Wan Seung tersenyum melihat ramyun buatan Hyun Soo untuknya. Hyun Soo mengaku bukan juru masak yang hebat dan bertanya pakah menyukai ramyun, Wan Seung mengangguk dan berpikir akan makan semua ini dan mengucapkan Terima kasih.
“Jangan terluka lagi.” Pintah Hyun Soo memberikan perhatian, Wan Seung mengangguk mengerti.
Wan Seung makan dengan cepat ramyun buatan si bibi, seperti melampiaskan rasa rindunya pada Hyun Soo. Si bibi menyuruh Wan Seung makan perlahan karena akan membakar mulutnya. 

Si wanita pulang ke rumah di malam hari, lalu merasakan seperti ada orang yang mengikutinya tapi ketika membalikan badan tak melihat siapapun. Akhirnya Ia mencoba menelp temanya kalau  sedang dijalan dan hampir sampai di rumah.
“Jangan tutup teleponnya sampai aku pulang.” Ucap si wanita lalu berjalan cepat sampai kerumah. Di lantai atas terlihat seorang pria yang mengambil celana dalam merah miliki si wanita.
Si wanita sampai dirumah lalu teringat dengan cucianya di atap dan bergegas menaiki tangga mengambil cucian, tapi seperti merasakan sesuatu lalu kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Tapi ternyata si pria itu sudah ada didalam rumahnya dan langsung menyeretnya dengan menutup mulutnya. 


Di kantor
Wan Seung dengan bangga mengaku tidak mau ada pesta perpisahan, menurutnya tak ada gunanya karena mereka bisa bertemu lagi. Si Junior pikir Wan Seung tak perlu khawawtir kalau mereka tidak ada rencana seperti itu. Joon Oh menatap Wan Seung yang akan kembali.
Terdengar suara pemberitahuan “Ada seseorang yang sedang mabuk di Baebang-dong. Tolong datang ke Baebang 4-dong sekarang.” Si junior mengatakan akan mengurus kasus ini lau memberitahu kalau ada laporan, Wan Seung memberitahu harus kembali ke kantor utama.
“Aku yang akan mengurus kasus ini.” Kata Joon Oh lalu berjalan keluar dari kantor. 

Joon Oh siap memakai sabuk pengamanya, Wan Seung masuk ke dalam mobil. Joon Oh bertanya apakah Wan Seung  mau ikut dengannya, tapi untuk apa. Wan Seung mengaku sudah dipekerjakan kembali. Joon Oh heran Wan Seung yang harus ikut denganya.
“Aku minum tadi malam Dan mobilku tertinggal disana. Antar aku ke persimpangan jalan.” Kata Wan Seung
“Kau tidak akan nginap lagi dirumah aku malam ini, 'kan?” ucap Joon Oh.
“Ah benar, aku harus mentransfer sebuah kasus padamu.” Kata Wan Seung dengan memberikan berkas yang disimpan pada dasbord.
Joon Oh binggung, Wan Seung memberitahu kalau itu magenta pink. Joon Oh heran melihat isinya celana dalam merah. Wan Seung memberitahu kalau itu Kasus karena korban memintanya  untuk menangkap pencuri pakaian dalam.
“Aku tidak bisa karena harus menangkap ikan yang lebih besar. Ini bukan tugas yang rendah, tapi  pencurian pakaian dalam bukan kasus berat. Ini akan menjadi pengalaman kerja yang bagus.” Jelas Wan Seung.
Joon Oh pikir itu kasus Wan Seung,  Wan Seung melihat Joon Oh yang sangat terbuka dengan mengejek kalau tak perlu menangis kalau nanti merindukannya. Joon Oh kesal dengan tingkah Wan Seung yang selalu mengodanya seperti anak kecil.
Terdengar pemberitahuan dari radio, “Code zero, nomor kasus 4793. Terjadi pembunuhan di Baebang 4-dong. Ini pembunuhan, bukan kasus mabuk biasa”
Joon Oh pikir akan menurunkan Wan Seung di pinggir jalan, Wan Seung pikir Joon Oh sedang bercanda denganya karena Kejahatan kekerasan adalah keahliannya jadi akan ikut.


Seol Ok dan Kyung Mi membersihkan kaca lalu melihat Joo Yeon meninggalkan makanannya. Kyung Mi bertanya apakah itu Gadis yang menjaga toko mereka kemarin. Seol Ok menganguk dan Kyung Mi merasa makanan akan basi jika ditinggalkan seperti itu.
Seol Ok pikir  akan mengantarkannya. Kyung Mi setuju karena Seol Ok juga tahu nomor ponselnya dan menyampaikan pesan agar Jo Yeon datang mencoba kepiting asin. Seol Ok mengangguk mengerti. 

Wan Seung dan Joon Oh masuk ke TKP dengan suasana yang gelap dan hanya bisa melihat dengan senter. Sementara Seol Ok datang binggung melihat di tempat Jo Yeon tinggal banyak polisi dan orang berkerumun lalu berpikir ada kemalingan. Jo Yeon sudah terbujur kaku diatas tempat tidur dengan penuh luka dibagian kakinya.
“Kita tidak bisa mengidentifikasi dia  sampai mendapatkan rekamannya. Kita harus mengambil mayatnya Dan memeriksa identitasnya selama autopsi.” Ucap petugas Park dari forensik.
Wan Seung hanya diam saja dan melihat di kalender bertuliskan kalau hari ini “Kencan buta pertamaku” lalu berjalan keluar seperti ada rasa penyesalan. Joon Oh pun berjanji berusaha keras agar kejahatan tidak terjadi lagi.Si wanita pikir Itu bukan masalahnya tapi menurutnya kasus ini menyeramkan dan belum pernah melihat keadaan korban sebelumnya.


Wan Seung diatap rumah bertanya-tanya apakah ia  punya ikan yang lebih besar untuk ditangkap lalu mengumpat marah karena Seharusnya menangkap pencuri itu. Joon Oh ikut naik keatas lalu menyakinkan Wan Seung kalau ini bukan salahnya.
“Mengapa bukan salahku? Aku tidak menyelidikinya karena aku dipekerjakan kembali. Lalu Aku menyerahkannya padamu.” Kata Wan Seung merasa kalau sudah meremehkanya.
“Detektif Ha” ucap Joon Oh. Wan Seung merasa tak pantas di panggil “Detektif” karena tidak bisa mencegah setiap kejahatan.
“Bisakah kau mengatakannya kepada gadis yang sudah meninggal itu? Dia berumur 23 tahun dan belum pernah berkencan. Seharusnya hari ini...  Seharusnya aku menghentikannya. Seorang detektif yang baik. pasti sudah menghentikannya.” Ucap Wan Seung dan menyakin diri akan menangkap si pelaku.
Saat itu Wan Seung melihat di bawah ada Seol Ok, Seol Ok pun dibuat binggung dengan banyak orang seperti belum menyadari kalau korban adalah Jo Yeon yang sebelumnya menjaga toko mereka.
Bersambung ke episode 10

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


1 komentar: