Rabu, 24 Mei 2017

Sinopsis Fight My Way Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Tahun 1997
Tiga orang berlari diatas tebing wajah mereka terlihat sangat bahagai, Ae Ra berteriak memanggil Dong Man dan Sul Hee. Sul Hee si anak yang berambut panjang memarahi Ae Ra si anak yang berambut pendek i karena mabuk dan harusnya berkerja.
“Aku akan menyiarkan berita.” Kata Ae Ra dengan gaya laki-laki potongan rambut pendek.
“Itu bukan cara memakai dasi yang benar.” Omel Sul Hee. Ae Ra seperti sedang bermain rumah-rumah memanggil Sul Hee sebagai istrinya, sementara Dong Man sibuk duduk dengan pakaian taekwondo.
Akhirnya Ae Ra mulai memberikan laporan berita,”Kim Il Sung Korea Utara menyatakan akan menghentikan perjanjian Non-Proliferasi, yang menyebabkan ketegangan diantara kedua negara. Bersama KBC News, Saya Baek Ji Yeon.”

Sul Hee kembali memarahi Ae Ra agar  jangan mengatakan hal-hal yang tidak dimengerti, karena tidak bermain "Berita". Ae Ra mengeluh kalau  Bermain rumah-rumahan itu membosankan. Sul Hee mendengus kesal. Ae Ra pun merayu temanya agar tak marah kalau bermain itu Sangat menyenangkan.
“Sayang, aku akan pergi ke studio sekarang.” Kata Ae Ra. Sul Hee memanggil Dong Man sebagai anaknya untuk makan dan segera pergi sekolah.
“Taekwondo!” ucap Dong Man sambil memberikan pukulan dan membuat semua mainan masak-masakan Sul Hee jatuh. Sul Hee pun hanya bisa menangis layaknya anak perempuan.
“Dong Man! Kau membuat Sul Hee menangis lagi! Kenapa kau selalu merusak segalanya?” teriak Ae Ra langsung memberikan pukulan pada Dong Man.
Kali ini Dong Man yang menangis sambil memegang kepala dan berteriak mengaku pada ibunya kalau Ae Ra memukulnya. Ae Ra pun langsung merayu Dong Man agar tak menangis dengan meminta maaf dan berkata “Sorry!” 


[Seoul 2017, Villa Namil]
Ae Ra mengatakan hal yang sama “Sorry!” lalu meminta Dong Man agar melakukan yang diminta olehnya. seperti di masa lalu. Dong Man mengumpat kesal Ae Ra yang sangat menyebalkan. Ae Ra mengucapkan Terima kasih dan menaruh beberapa sampah didepan pintu rumah Dong Man.
Sul Hee keluar dari rumah sambil membawa koper menuruni tangga, Dong Man berpikir temanya itu ingin pindah. Sul Hee memberitahu  pergi bekerja akhir pekan ini dan mengucapkan salam pada temanya.  Ae Ra pun berteriak pada Sul Hee seperti pacarnya agar mencari uang yang banyak.
“Sayang, buang itu semua.” Ucap Ae Ra sengaja merayunya.
“Kau bilang Sayang? Jangan panggil aku "Sayang". Aku akan membunuhmu.” Ucap Dong Man kesal
“Baiklah sayang. Terima kasih.” Kata Ae Ra sengaja mengejek lalu masuk ke rumah. Dong Man mengumpat Ae Ra itu si brengsek tak tahu malu itu.


[Ronde 2: Apa pun yang mereka katakan, kita akan tetap dijalan kita.]

Ae Ra dan Dong Man keluar bersama dari rumah, Dong Man pun melihat pakaian Ae Ra bertanya apakah akan pergi. Ae Ra memberitahu kalau akan pergi ke Pernikahan teman sekelas dan menanyakan penampilanya, berpikir kalau sudah terlihat seperti wanita karir.
“Kau seperti Australopithecus. Aku menyaksikan evolusi setiap hari berkatmu. Bagaimana bisa berubah dengan cepat dalam satu jam?” ucap Dong Man mengejek
“Apa aku terlihat cantik?” kata Ae Ra dengan gaya mengoda. Dong Man mengeluh Ae Ra agar jangan cantik dan belum makan.
“Aku menjengkelkan jika bersikap begini, 'kan? Tapi Ini juga dilema bagiku. Aku tidak bersikap sok cantik tapi memang terlahir cantik.” Kata Ae Ra sombong. Dong Man tak bisa berkata-kata sampai membuat jaketnya terjatuh dari tanganya.
“Aisshh.. Aku bisa menendang seorang wanita.” Ucap Dong Man sudah siap menendangnya.

“Tapi orang bilang aku cantik, jadi ini sangat sulit bagi Ae Ra.” Kata Ae ra dengan nada Aegyo.  Dong Man hanya bisa menatap milih untuk pergi karena sangat menyebalkan. Ae Ra pun berlari meminta agar Dong Man pergi bersamanya. 
Dong Man melihat tas yang digunakan Ae Ra menurutnya pasti temanya itu sangat menyukai tas pemberiannya jadi  sering membawanya. Ae Ra membenarkan karena tasnya ini sangat nyaman. Dong Man pun menawarkan  tas yang ingin satu lagi untuk jalan-jalan.
“Apa Oppa mau membeli tas Ae Ra lagi?” kata Ae Ra kembali mengeluarkan Aegyo dan merayunya.
“Hentikan. Aku bilang hentikan!” teriak Dong Man lalu ingin memiting leher Ae Ra karena kesal. Ae Ra pun mengeluh Dong Man yang bisa mencekik seorang wanita. 


Manager Choi tak percaya Joo Man bisa menemukan Kakek Tteokbokki karena Itu terjual habis selama lima pertunjukkan sejak diluncurkan. Joo Man merasa Orang-orang pikir dirinya itu gemuk karena makan apapun Tapi kenyatanya adalah orangnya cukup pemilih.
“Saat pertama kali mencicipinya di Pasar Gyeongdong. Aku terkejut karena cita rasanya dan merasa memiliki tanggung jawab seperti.... Jadi aku berpikir "Orang-orang di negara ini harus mencicipinya."” Cerita Joo Man bangga
“Ini Mengagumkan. Kita menjual 200.000 dolar kue beras yang harganya 23.400 dolar untuk 100 bungkus.” Kata Manager Choi. Joo Man kaget mengetahui harga jualnya 10kali lipat.
“Lalu komisiku...” tanya Joo Man, Manage Choi mengatakan kalau  sudah pasti akan mendapat bagian.
“Setelah dikurangi pajak... Itu akan menjadi 195 dolar. Kau akan mendapatkannya. Yah... Kau pegawai yang sangat berharga.” kata Manager Choi memuji. Joo Man pun terlihat pasrah menerimanya walaupun dengan wajah sedikit kecewa.
Joo Man duduk di meja kerjanya lalu melihat berkas [Menunggu persetujuan] ketika membuka mapnya melihat sebuah dua buah tiket nonton. Ia mulai panik takut ada orang yang melihat dan mengetahui hubunganya dengan Sul Hee, lalu wajahnya tersenyum bahagia, pesan masuk dari Sul Hee “Tunggu di lift E8 lantai 1.” 


Sul Hee sudah berdiri di depan lift, dengan kopernya. Joo Man datang berdiri didepan lift dan bersikap seperti tak saling kenal, lalu masuk ke dalam lift dan menatap kearah kamera CCTV. Joo Man pun mencari kesempatan dengan memegang tangan Sul Hee.
“Aku menyiapkan alat cukurmu di dalam saku dan beberapa uang jika terdesak.” Ucap Sul Hee. Joo Man tersenyum bahagia mendengarnya.
“ Mengapa kau tidak berkemas untuk perjalanan bisnismu?  Kau lebih baik jangan seperti ini lain kali.” Komentar Sul Hee.
“Kau sangat berani. Kapan kau datang ke mejaku?” kata Joo Man tersipu malu. Sul Hee binggung.
“Aku dengar film "Yong Ja" sangat seru.” Kata Joo Man. Sul Hee mendengar nama film "Yong Ja" bertanya apakah sudah ditayangkan? Dan kapan. 

Tiba-tiba beberapa pegawai masuk ke lift, Joo Man dan Sul Hee langsung melepaskan tanganya. Yee Jin menyapa Joo Man dengan memanggilnya Tuan Kim, lalu membahas tentang film "Yong Ja" sangat seru. Joo Man binggung dan menduga kalau tiket filmnya itu dari Yee Jin.
“Mereka bilang filmnya sangat seru. dan sulit untuk mendapatkan tiketnya.” Kata Yee Jin. Sul Hee mendengarnya dengan wajah cemberut. Joo Man salah tingkah karena ternyata bukan Sul Hee yang mengirimkan tiket tapi Yee Jin.
Pintu lift terbuka, beberapa pegawai keluar termasuk Sul Hee dan membiarkan Joo Man berdua saja dengan Yee Jin. Yee Jin memberitahu kalau melupakan barang bawaannya. Sul Hee dengan sinis kalau Itu bukan miliknya.
Semua terkejut mengetahui kalau Joo Man suka warna pink. Joo Man pun hanya bisa terdiam sambil mengambil koper pink yang sudah disiapkan oleh Sul Hee. Dua pegawai langsung membahas tentang ternyata pria itu  yang membuat Ye Jin kepincut?
“Tapi apa Dia memberinya tiket nonton film"Yong Ja"?”bisik salah satunya.  Pegawai lainya merasa seperti itu.  Sul Hee mendengarnya hanya bisa menahan amarah dengan cemberut. 


Manager memberitahu aklau alat-alat itu berasal dari Jerman... jadi harga barang-barangnya sangat mahal. Dan memarahi Manager yang tak   melatih anak buahnya, karena motornya akan rusak kalau tidak membersihkan penyaringnya.
“Sudah aku katakan sampai 1.000 kali untuk membersihkannya. Apa Kau lagi? Kenapa kau selalu menimbulkan masalah?” ucap Manager pada Dong Man
“Bukan aku. Ini bukan milikku. Ini punya dia.” Kata Dong Man membela diri pada managernya.
“Hei.. Apa Kau minum lagi tadi malam? Ini milikmu... Dasar Kau memang pecandu alkohol.”ucap ketua. Si Manager tak ingin keduanya aduk mulut menyuruh kembali berkerja.
“Semoga harimu menyenangkan. Kami mohon maaf.” Kata Manager 

Dong Man langsung mengeluh pada ketua tim kalau itu mesim pembersih miliknya. Si ketua mengejek Dong Man yang  tidak pernah ikut militer karena bersikap seperti tidak pernah ikut militer. Dong Man pun hanya bisa diam saja karena senioritas di kantor yang membuat dirinya selalu disalahkan.
“Kau terlihat sangat frustasi. Apabila Kau tidak mau melakukannya. Berhenti saja, Aku tidak memaksamu.” Ucap Ketua dan menyuruh membersihkan yang lainya.  Dong Man pun hanya bisa menahan amarah saja. 


Dua anak sedang berkelahi bermain games didepan toko buku. Dong Man melihat keduanya lalu meminta agar mereka minggir, karena akan memberi kesempatan satu putaran lagi. Dua anak pun berteriak marah kenapa harus memberikan kesempatanya pada Dong Man.  Akhirnya Dong Man memberikan sebuah koin agar mereka bisa bermain lagi lagi ingin mengambil kesempatan satu lagi saja.
“Kalian Puas ‘kan? Aku akan melakukannya, jadi Kalian juga akan mendapatkan bonus putaran nanti.” Ucap Dong Man.
“Wow. Dia sangat percaya diri.” Keluh si anak kecil meremehkan Dong Man
Dong Man pun mengambil ancang-ancang lalu memberikan tendangan kerasnya pada permainan samsak.  Dua anak kecil yang meremehkanya langsung melonggo.Sementara bibi pemilik toko melotot melihat Dong Man yang mengunakan permainanya.
“Apa Kau tidak lihat itu? Disana tertulis, "Jangan Ditendang."” Kata si bibi. Dong Man hanya bisa meminta maaf.
“Ini Luar biasa, 'kan? Coba kau Lihat? Aku sudah bilang akan memenangkannya.” Kata Dong Man bangga lalu berjalan pergi.
Dua anak melihat Dong Man berpikir kalau robot dan bersiap-siap harus melakukan pemanasan. Saat it Kyung Koo menelp, Dong Man berbicara kalau sedang tak sibuk sekarang. Lalu berpikir kalau  ikut kencan buta. 

Ae Ra dengan sepatu heels berjalan menanjak dengan kelelahan, wajahnya sudah penuh dengan peluh. Dengan nafas ngos-ngosan mengeluh dengan Chan Sook yang mengunakan tempat yang cukup jauh. Beberapa tamu pun datang, sampai akhirnya ia dengan percaya diri masuk ke dalam tempat pernikahan.

“Ini dia pengantin wanitanya.” Ucap pembawa acara. Chan Sook pun masuk dengan di gandeng oleh ayahnya masuk ke altar pernikahan dan memberikan senyuman pada tamu yang sudah datang.
“Dia terlihat sangat bahagia. Berkencan sejak SMA merupakan praktek yang bagus.”komentar salah satu temanya.
“Dia menikahi seorang dokter.” Ucap teman lainya bangga. Teman satunya merasa tak ada yang istimewa. Tapi temannya pikir kalau itu hasil Operasi plastik.
“Kudengar Choi Ae Ra akan datang.” Bisik teman satunya. Mereka pun mencari keberadaan teman mereka dan merasa kalau tak akan datang.
Saat itu Ae Ra masuk dan langsung duduk di deretan teman-temanya, Semua kaget melihat Ae Ra yang sudah lama tak bertemu dan berpikir tak akan mungkin datang. Ae Ra mengaku  ingin datang lebih awal, tapi terlalu sibuk. Tapi temanya merasa pasti mengerti jika Ae Ra tidak bisa datang. Ae Ra yang tak memiliki masalah kalau  Tentu saja harus datang karena sangat merindukan teman-temanya. 


Dong Man menunggu Kyung Koo didepan sebuah stasiun TV, Kyung Hoo menemui Dong Man langsung mengajak segera masuk dengan tergesah-gesah karena sudah terlambat. Dong Man binggung karena harus sekarang juga perginya.
“Aku datang karena kau memintaku, tapi apa bisa aku tampil di acara itu?” ucap Dong Man tak yakin
“Kau mengganti orang yang tidak datang. Kami tidak akan meminta apapun. Kau hanya perlu berdiri di sana.” Kata Kyung Koo. 

Acara dimulai pembaca acara memberika pertanya "Tidak ada tempat yang memiliki pegunungan, air bersih, dan ini." Dengan pilihan 1, Mata air. 2, Paviliun. 3. Harga rumah. Lalu meminta nomor 12 untuk memberi tahu pendapatnya, mana jawaban yang benar. Dong Man berdiri di podium nomor 12.
“Nomor satu terdengar sedikit tidak mungkin. Nomor dua... itu... Aku pikir kata itu tidak cocok untuk ditelevisi.” Ucap Dong Man seperti bergaya orang pinter.
“Apa yang dia bicarakan? Mengapa kata itu tidak cocok untuk ditayangkan di TV?” keluh PD yang ada di ruang kontrol kesal.
“Aku pikir jawabannya nomor tiga, harga rumah.” Kata Dong Man

“ Aku pikir pertanyaan ini dipilih untuk mencerminkan situasi perumahan saat ini yang sedang trend. Harga rumah di Seoul sangat gila.” Ucap si peserta seperti percaya pada Dong Man memilih pilihan yang sama.
“Jawaban yang benar adalah... Nomor dua, paviliun.” Kata Si pembaca acara dan membuat lampu Dong Man mati.
Dong Man binggung karena podiumnya mati sementara yang lainya masih menyala. PD lain menanyakan siapa yang membawa orang itu, Kyung Koo merasa malu karena membawa Dong Man tapi membela kalau temanya itu bukan orang jahat.
Pertanyaan lain pun diberikan salah seorang memberikan jawaban, lalu akhirnya salah satu pria yang berdiri di podium berhasil memenangkan pertanyaan. Moo Bin ternyata berdiri di samping Dong Man menjadi peserta juga. Dong Man kaget melihat Moo Bin adalah teman yang dikenalinya. 


Dong Man keluar dari studio dengan berita yang ditayangkan “Park Hye Ran bergabung dengan KBS sebagai Penyiar pada tahun 2013. Dikenal karena penampilannya yang cantik, dia merupakan host variety show dan talk show tentang isu-isu terkini sehingga ia mendapatkan kepercayaan dan cinta dari masyarakat.”
Moo Bin mengantri di kantin dengan Dong Man diberada dibelakangnya. Dong Man seperti ingin menyapa lebih dulu dengan membantu memberikan minuman pada Moo Bin, Moo Bin mengaku kalau tidak minum kopi susu.
“Apa kau keberatan jika itu untukku?” kata Dong Man. Moo Bin pun mempersilahkan. Dong Man pun mengucapkan Terima kasih dengan senyuman.
“Benar... Kau rupanya, siswa pintar! Aku langsung mengenalimu... Aku Ko Dong Man dari SMA Chunbang.” Ucap Dong Man mengenalnya. Tapi Moo Bin seperti tak mengenalinya.
“Halo, aku produser Jang Kyung Koo. Maukah kau bergabung dengan kami?” kata Kyung Koo menyapanya. Dong Man terlihat senang karena Sudah lama sekali dan ingin ikut bergabung. 

Kyung Koo duduk bersama dengan Moo Ki dan menyuruh Dong Man agar duduk disampingnya bukan disamping Moo Bin agar tak canggung. Lalu Kyung Koo memberitah kalau mereka  menayangkan akhir tahun spesial dengan. semua pemenang, jadi ingin Moo Bin ikut juga.
“Hei.. Apa Kau tidak ingat aku? Aku Ko Dong Man dari SMA Chunbang.” Kata Dong Man berusaha mengingatkanya.
“Aku tidak mengenalimu.” Kata Moo Ki seperti berpura-pura mengingatnya.

“Coba kau Ingat-ingat lagi. Aku Ko Dong Man. Kau meminjamkanku kaos. dan juga datang untuk mendukungku. Aku menang dan membuka baju seragam untuk merayakannya di depan semua orang. Apa Kau tidak ingat itu?” kata Dong Man berusaha mengingatkan.
Tapi Moo Ki seperti memang tak mengingatnya dan terlihat sedikit panik. Kyung Koo merasa temanya itu malah membuat Moo Bin jadi tidak nyaman. Moo Bin merasa canggung meminta izin agar pergi sebentar untuk mengangkat telepon dulu.

“Hentikan... Dia tampak terganggu.” Kata Kyung Koo. Dong Man terlihat binggung karena Dong Man seperti tak ingin mengenalnya. 

Kyung Koo menemui Dong Man meminta maaf kalau mereka  memberikan hadiah bintang tamu berupa sertifikat, tapi untuk temanya itu terdaftar dengan nama orang lain jadi tidak bisa mengambilnya. Dong Man pun tak bisa berkata apa-apa lagi karena memang sebagai penganti peserta.
“Apa Kau kenal Dokter itu? Si Pemenang hari ini. Bisakah kau memintanya muncul di akhir tahun untuk acara khusus para pemenang?” kata Kyung Koo. Dong Man seperti enggan melakukanya.
“Sudahlah.. Lupakan Aku pikir kalian... berdua sedekat itu. Jadi Lupakan permintaanku.” Kata Kyung Koo
“Kami tidak begitu dekat.” Ungkap Dong Man dan Kyung Koo memberikan uang dari dompetnya. Dong Man menolak merasa tak perlu.
“Aku sudah meminta bantuanmu” kata Kyung Koo. Dong Man pun menerimanya dan mengucapkan terimakasih lalu Kyung Koo pun pamit pergi.
Dong Man akan pergi keluar dari stasiun TV, saat itu sebuah mobil berhenti Hye Ran masuk menaiki tangga. Dong Man sempat terdiam melihatnya, beberapa fans mendekati Hye Ran sebagai penggemarnya. Dong Man memilih untuk berbalik arah dan menghindari Hye Ran. 
Chan Sook berdiri di depan mic memberitahu Sebentar lagi. akan memulai bagian kedua dari perayaan ini jadi para tamu berhenti melakukan aktifitasnya dan duduk dikursi masing-masing. Ibu dari pihak laki-laki memanggil Chan Sook.
“Kapan bibimu bisa menyanyi Pansori? Sebentar lagi waktunya dia tidur Haruskah dia menyanyi sekarang?.” Kata Ibu mertuanya. Chan Sook meminta agar bisa menunggu sebentar. Ibunya memanggil Chan Sook juga. 


“Hei... Kenapa kau menjadi MC pernikahanmu sendiri? Dimana MC-nya?” ucap keluarga ibu mertuanya. Chan Sook memilih untuk pamit pergi. Ibunya mengingatkan kalau bibinya harus menyanyi sekarang.
“Apa yang kau lakukan? Dimana teman penyiarmu yang akan menjadi MC-nya? Kau mempelai wanita dan tidak boleh melakukannya.” Kata ibunya.
Chan Sook mengaku tidak tahu sambil mengeluarkan ponselnya, karena bekerja di Hong Kong jadi Penerbangannya tertunda, dan tidak bisa menghubunginya. Ia merasa kalau temanya itu tidak akan datang. Ibunya pun panik mendengarnya.
“Kau memberi tahu mertuamu kalau punya teman Penyiar. Ini sangat memalukan. Mengapa kau memanggil temanmu yang dari Hong Kong?” keluh ibunya.
“Dia fasih berbahasa Korea dan dari teman luar negeri yang akan membuat aku terlihat keren.” Kata Chan Sook
“Ya ampun. Itu benar, tapi... Apa Kau punya penggantinya?” tanya ibunya panik. Chan Sook pun memastikan siapa saja. 

Ae Ra duduk bersama tiga orang temanya di tempat makan, mereka pun menyapa kabarnya dan menanyakan apakah memiliki pacar.  Ae Ra mengaku kalau sekarang lebih fokus pada pekerjaan. Salah satu temanya merasa mereka akan datang ketempat Ae Ra dan bertemu lagi lain waktu.
“Datanglah. Aku akan melayani kalian.” Ungkap Ae Ra percaya diri. Mereka pun senang mendengarnya.
“Jangan sampai melewatkan pertemuan kita. Kita harus saling menyapa lain waktu. Itulah gunanya teman.” Kata salah satu temanya.
“Kami akan membiarkanmu membayar setengah biaya keanggotaan saja.” Kata teman lainya.
Ae Ra seperti merasa direndahkan lalu menanyakan alsan dirinya harus harus membayar setengah saja. Tiganya seperti merasa bisa mengerti kedaaan Ae Ra tapi untuk merendahkan. Ae Ra merasa kalau mereka  sedang memudahkan atau menghinanya.
“Aku tidak punya pacar, tidak kuliah di luar negeri dan tidak memiliki pekerjaan yang bagus. Apa aku tempat amal bagi kalian? Aku baik-baik saja dan  menikmati hidupku dengan baik. Aku senang dengan hidupku. Mengapa kau merendahkanku?” ucap Ae Ra kesal.
“Kami hanya bermaksud...” kata teman-temanya merasa tak enak. Tapi Ae Ra yang geram memilih untuk pamit pergi ke kamar kecil.
“Kau tidak langsung pulang, 'kan?” kata temanya seperti merendahkan.
“Aku akan memberitahumu kapan aku akan pergi.” Tegas Ae Ra dengan nada tinggi lalu bergegas pergi. 


Ae Ra berjalan keluar dari ruangan mengumpat kesal, dirinya lemah dans udah sinting, karena Seharusnya membiarkannya saja lalu berpikir lebih baik berhentilah memalukan diri sendiri dan pergi saja karena teman-temanya juga tidak akan sadar kalau pergi.
Saat itu Chan Sook datang memanggil temanya dengan wajah panik,  meminta agar meminta tolong padanya. Ae Ra mengetahui permintaan temanya menegaskan kalau dirinya Choi Ae Ra, bukan Cindy Jung dan menyuruh Chan Sook menyuruh orang lain saja karena tidak akan melakukannya.
“Kau suka berbicara di mikrofon. Jika bukan Baek Ji Yeon selanjutnya, siapa yang akan menjadi MC-nya?” ucap Chan Sook menyakinkan.
“Aku bahkan tidak tahu siapa itu Cindy Jung dan semua teman kita tahu kalau aku bukan dia.” Kata Ae Ra
“Aku akan pastikan mereka tidak mengucapkan sepatah katapun dan tidak ada orang lain yang tahu siapa Cindy Jung. Apa Kau tidak membaca berita Hong Kong? Cindy adalah penyiar di Hong Kong dan dibesarkan di luar negeri jadi Tidak ada yang tahu wajahnya.” Jelas Chan Sook.
Ae Ra seperti masih tak yakin. Chan Sook menyakinkan kalau Ae Ra setuju maka akan menjadi Cindy Jung malam ini. Ae Ra tetap menolak dan menegaskan tidak akan melakukanya.
“Hei, kau berutang padaku... Kau pernah mencuri pacarku.” Ucap Chan Sook menahan Ae Ra sebelum pergi.
“Hei, apa ini yang ingin kau katakan di hari pernikahanmu?” kata Ae Ra kesal
“Jika kau tidak membantuku, pernikahanku akan hancur. Tolong bantu aku.” Ucap Chan Sook memohon. Ae Ra heran dengan Chan Sook yang malah membuat keadaanya jadi tak nyaman. 


Chan Sook membawa Ae Ra ke sebuah ruangan dan memperlihatkan sebuah gaun pada patung, memberitahu kalau memang setuju maka bisa memakainya, karena itu pakaian yang akan digunakan untuk Cindy Jung. Ae Ra terpana melihat gaun yang sangat cantik dan pasti sangat mahal.
“Ini Tidak salah kalau Pangeran jatuh cinta pada Cinderella karena gaunnya.” Gumam Ae Ra terpana dengan gaun yang sangat cantik. 

Ae Ra berjalan masuk ke acara pesta resepsi dengan gaun yang sangat cantik, semua menatap kearahnya. Tatapan tamu terpana melihat kecantikan Ae Ra dengan gaun dan cara berjalan ke atas panggung untuk memulai acara. Saat itu Moo Bin baru datang meminta maaf pada teman-temanya karena datang terlambat.
“Aku memakai gaun itu dan di ujung lorong ini ada sebuah mikrofon. Semua orang menatapku. Aku ingin mengatakan kalau aku gugup tapi aku merasa sangat bahagia. Begitu aku memegang mikrofon... Dunia menjadi milikku.” Ucap Ae Ra dengan wajah penuh semangat menatap mic didepanya. 

Akhirnya Ae Ra berdiri diatas panggung memberitahu untuk semua tamu Sebentar lagi, akan memulai pesta pernikahan Kim Young Gyu dan Park Chan Sook jadi meminta agar tetap duduk dikursi masing-masing dan tunjukkan keceriaannya dan memulai pestanya.
Di Meja Moo Bin dkk saling bertanya-tanya siapa wanita yang ada diatas panggung karena sangat cantik. Ae Ra memberitahu kalau Sebelum melihat penampilan dari bibi mempelai pria lalu menyanyikan lirik “Mari kita lihat apa kau tidak bisa menikah jika tidak pandai bernyanyi.” Dan akan menemukanya dengan mata kesana kemari.
 Flash Back
Chan Sook menegaskan bahwa kalau Ae Ra bisa melakukan semua yang diinginkan tapi hanya butuh satu hal. Ia meminta agar Ae Ra menyuruhnya  bernyanyi dan membuat agar caranya senatural mungkin. Ae Ra hanya menatap permintaan dari temanya. 

Ae Ra pun berpura-pura mencari keberadaan pengantin wanita. Chan Sook terlihat berakting seperti malu-malu di minta agar naik keatas panggung. Para teman-temanya menyuruh Chan Sook agar segera naik keatas panggung saja. Chan Sook pun naik keatas panggung dengan malu-malu.
“Dia penyiar dari Hong Kong dan dibesarkan di luar negeri. Namanya Cindy Jung. Dia memiliki talenta global.” Ucap salah satu teman Moo Bin yang sangat kagum. Moo Bin pun menatap Ae Ra seperti ikut kagum.
Chan Sook yang ada diatas panggung menyanyi dengan penuh rasa percaya diri dengan gayanya. Ibunya yang mendengar anaknya bernyanyi merasa kalau sengaja menyanyikan sebuah lagu seperti menceritakan kisahnya, serta sangat emosional.

Sang suaminya yang terlihat sudah botak, terlihat gelisaha. Chan Sook terus menyanyi dengan penuh semangat. Ibu mertuanya merasa kalau Chan Sook itu tidak pernah belajar menyanyi dan langsung tahu ketika pertama kali lihat.
“Mengapa dia memilih seorang wanita yang tidak selevel dengannya?” keluh ibu mertuanya merasa kesal dengan anaknya.
“Pengantin Young Gyu sangat berbakat. Dia sangat bagus” komentar bibinya melihat Chan Sook
“Mengapa dia menyanyikan lagu "Resignation" pada hari pernikahannya?” keluh temanya tertunduk malu mendengar temanya menyanyi.
Ibunya memberikan kode agar temanya berhenti bernyanyi. Akhirnya Ae Ra mengambil alih mic dengan meminta tepuk tangan yang meriah. Chan Sook pun akhirnya duduk dengan wajah bahagia. Ae Ra kembali bicara di depan mic kalau tidak percaya Chan Sook akan menikah hari ini.

“Ini suatu keajaiban. Aku tidak pernah membayangkan kalau Chan Sook akan menikah sebelum aku. Saat kami bersama di Pungmul Band, dia memiliki rahasia sesuatu.” Ungkap Ae Ra. Semua teman mengumpat Ae Ra sudah gila.
“Apa dia akan membicarakan pria band itu?” ucap temanya. Chan Sook pun terlihat panik berpikir Ae Ra membongkar rahasianya.
“Park Chan Sook-ku... Hanya tahu cara memainkan gong. Dia tidak pernah tahu cara untuk berdekatan dengan pria. Aku tidak percaya orang bodoh itu bertemu dengan seorang pria. Dia bertemu dengan pasangan seumur hidupnya dan akan menikah hari ini. Aku merasa tersentuh dan ingin menangis.” Ungkap Ae Ra
Chan Sook dan yang lainya sedikit bernafas lega,  Ae Ra mengatakan kalau Putri yang berharga dari keluarganya akan menjadi menantu perempuan yang berharga pula. Ia memberitahu kalau Pengantin yang masih muda dan sensitif jadi berharap jalannya menuju kehidupan baru akan dipenuhi dengan bimbingan dari orang dewasa.
“Kita sekarang akan memanggil orang yang memiliki pengaruh besar yaitu Bibi mempelai pria, silahkan tunjukkan penampilanmu.” Kata Ae Ra. Sang bibi pun terlihat bersemangat lalu naik keatas panggung untuk menyanyi.
Temanya memuji Ae Ra itu Kerja bagus dan akan akan mengganti MC penikahanya  dengan Ae Ra. Teman yang lain berpikir itu sama seperti Ae Ra sebelumnya dengan mikrofon itu dan Baek Ji Yeon sudah kembali. Ae Ran pun kembali duduk disamping Chan Sook.
“Aku tidak pernah mencuri pacarmu tapi aku membayar kembali hutangku. Berbahagialah.” Ucap Ae Ra. Chan Sook dengan senyuman bahagia pun mengucapkan Terima kasih.

“Kau membuatku jadi tidak nyaman.” Ejek Ae Ra. Chan Sook terlihat senang melihat acaranya berhasil. 
Teman Moo Bin melihat Ae Ra memuji kalau sangat pintar dan melihat aura di sekelilingnya. Teman yang kacamata pun melihat kalau Ae Ra  sangat menawan dan harus bertemu orang seperti dia.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar