Sabtu, 13 Mei 2017

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Mereka bertiga pun duduk bersama, Wan Seung pun menanyakan pada Bong Hee Apakah melihat sesuatu. Bong Hee melihat pola mencuri pakaian dalamnya. Wan Seung tahu kalau Pencuri itu pasti pembunuhnya, Bong Hee menyindir kalau memang bukan maka mereka tetap harus menangkapnya.
“Tentu. Tangkap pencuri pakaian dalam yang membuat kita merinding. Dan orang biasanya tidak melaporkannya.” Kata bibi
“Kau benar. Joo Yeon melaporkannya. Tapi ada detektif yang tidak menyelidiki kasusnya dengan serius dan menyerahkan kasus ini ke orang lain. Detektif itu mengatakan dia harus menyelesaikan kasus yang lebih besar.” Sindi Seol Ok pada Wan Seung.
“Negara ini berantakan karena detektif semacam itu.” Teriak si bibi kesal. Wan Seung hanya bisa tertunduk dan pura-pura sibuk. 

Polisi lain datang, Si bibi meminta polisi junior melihat peta karena sudah  bertanya kepada setiap pelanggan yang datang ke tokonya. Petugas Jang berjalan dengan kesal karena rekan kerjanya yang sebelumnya ingin berpartroli tapi tak bisa melihatnya, bahkan membiarkan kantor polisi kosong. Lalu matanya kaget melihat polisi muda sedang berkumpul dengan Seol Ok dkk
“Aku mendapat laporan dari sini.” Ucap Polisi muda menunjuk ke tempat saat menerima laporan.
“Apa yang kau lakukan di sini?” ucap Polisi Senior dan menyapa Wan Seung.
“Kopral Jang pasti lebih tahu. Kau menghabiskan sebagian besar waktumu di sauna. Di situlah kau mendapatkan semua rumor itu.” Ucap Bibi. Petugas Jang panik karena selama ini beralasan kalau pergi patroli.
“Aku pergi ke sana kadang-kadang saja untuk mandi.” Ucap Petugas Jang lalu bertanya apa yang sedang mereka lakukan.
“Kami mencoba menangkap pencuri pakaian dalam Jadi menandai semua laporan pencurian.” Jelas Si Bibi
“Harusnya lebih banyak dari ini.” Kata Petugas Jang lalu menunjuk ke bagian tempat yang diketahuinya. Wan Seung dan Bong Hee melonggo tak percaya melihat tempat-tempat pencurian. 

Bibi tak percaya  kalau Kopral Jang tahu segala sesuatu tentang kompleks ini. Saat itu seorang wanita menyapa semuanya,  Seol Ok mengenal Yeon Hee. Yeon Hee pun memberitahu Seol Ok kalau  Ibu mertuany sedang mencari.
“Ahjumma, pulanglah. Ibu mertuamu sedang mencari.” Ucap Wan Seung. Seol Ok pikir tak masalah untuknya karena ibu mertunya selalu mencarinya.
“Apa pakaian dalammu pernah dicuri?” tanya si bibi. Yeon Hee mengaku tak pernah.
“Apa Kau benar-benar tidak pernah kehilangan itu?” ucap Si Bibi heran. Yeon Hee mengelengkan kepala kalau tak pernah kehilangan pakaian dalamnya.
“Keluargaku juga tidak pernah kehilangan.” Kata Seol Ok. Wan Seung pikir itu artinya Pencurinya tinggal di dekat situ.

Wan Seung membayangkan seseorang yang mengambil pakaian dalam dari jemuran dan itu terlihat adalah Jaksa Kim dengan kacamatanya. Ia pun langsung berpikir kalau pelakukanya Kim Ho Cheol. Seol Ok mengumpat Wan Seung itu gila.
“Pencuri itu bisa jadi pembunuhnya. Kau menyuruhku tidak berprasangka buruk.” Kata Seol Ok kesal
“Tidakkah seorang Jaksa bisa mencuri pakaian dalam? Jadi Dia bisa saja.” Ungkap Wan Seung. Seol Ok makin kesal mendengar Wan Seung yang bisa menuduh suaminya. 

Saat itu ponsel Seol Ok berdering, telp dari ibu mertuanya. Seol Ok pun mengangkat telpnya, Wan Seung menyuruh Seol Ok lebih baik pulang saja. Seol Ok mengaku kalau sedang belanja di supermarket. Nyonya Park mengatakan sedang menuju kesana, karena ingin membeli sesuatu yang manis.
“Aku akan membelinya.” Ucap Seol Ok panik. Nyonya Park mengatakan kalau hampir sampai. Seol Ok melihat Nyonya Park sedang berjalan diujung jalan.
“Kita sedang menandai semua rumah. Kau harus pulang.” Ucap Wan Seung. Seol Ok memberitahu ibunya kalau berada di supermarket yang lain lalu menutup telpnya
“Aku tahu tempat yang bagus untuk mengadakan rapat.”kata Seol Ok. Wan Seung menolak karena ingin tetap di depan minimarket. Seol Ok langsung mengambil peta dan membawa kabur. Semua berteriak dan langsung mengejarnya. 
Seol Ok masuk lebih dulu ke restoran, Kyung Mi bingung melihat Seol Ok kejar-kejaran dan masuk berurutan dengan yang lainya. Petugas Jang pun menyapa Kyung Min yang Bisnisnya berjalan dengan lancar. 


Sementara Ketua Bae berjalan dengan Joon Oh mengeluh karena di minta datang.  Joon Oh tahu kalau Wan Seung bilang ada rapat rahasia. Ketua Bae kesal karena Wan Seung bahkan tidak menceritakan apa itu padahal itu atasannnya jadi seharusnya yang datang padanya.
“Kau Jangan seperti dia, Jangan pernah menyuruh atasanmu.” Pesan Ketua Bae. Joon Oh mengangguk mengerti.
“Yah, aku memang bukan Kapten lagi.” Ucap Ketua Bae sedih
“Kaulah Kapten yang pertama dan terakhir bagiku.” Kata Joon Oh memujinya. Ketua Bae pun merasa  beruntung memiliki bawahan seperti Joon Oh yang sangat menawan. 

Kyung Mi berdiri didepan counter, Si bibi yang bertubuh tambun barusa ja sampai dengan nafas terengah-engah, lalu bertanya kemana semua orang. Kyung Mi menunjuk arah kanan. Joon Oh pun masuk bersama dengan Ketua Bae dibelakangnya, belum saja bertanya Kyung Mi sudah menunjuk arahnya.
“Mengapa kita bertemu di tempat makan siang?” komentar Kepala Bae lalu masuk mengikuti Joon Oh.
Diruang bawah tanah, semua sudah berkumpul membahas peta-peta dengan rumah-rumah yang hilang pakaian dalamnya. Kyung Mi pun seperti pasrah melihat temanya yang mengunakan ruangan untuk rapat rahasia. 

Inspe Woo menjelaskan Tersangka memiliki preferensi tertentu dan bergerak dengan pola. Ia memperlihatkan peta kalau Berdasarkan delapan tempat tinggal tersebut maka mereka sudah menganalisis waktu dan frekuensi kejahatan.
“Mengikuti kejahatan terakhir kali yang dilakukannya, Dia melakukan kejahatan ditempat baru yang berdekatan dengan tempat kejadian awal ditandai di lingkaran berikut.”kata Inspe Woo memperlihatkan bentuk bulat pada tiap kejadian
“ Berdasarkan pola dan arah kejahatannya,  Dengan margin kesalahan yang minimum,  Kami memprediksi Tempat berikutnya adalah...” kata Inspe. Woo. 

Seol Ok membuat lingkaran yang sama pada peta, dengan senyuman merasa mereka sudah berhasil membuat profil geografisnya. Wan Seung pikir Unit Khusus tidak tahu banyak. Tuan Bae yakin karena mereka orang luar jadi  tidak tahu tentang daerah ini.
“Kita tahu lingkungan kita sendiri.” Kata Seol Ok. Si bibi menyetujuinya karena Tidak ada yang lebih tahu dari dirinya.

Petugas Jang juga sama kalau lebih tahu, Kyung Mi juga merasa dirinya cukup tahu.Bibi setuju karena Semua orang di kompleks ini makan di restoranya. Seol Ok mulai menatap peta yang sudah yang membentuk pola.
“Seperti yang Detektif Ha katakan, Pencuri itu tidak mencuri apa pun di sekitar rumahku. Dia mencuri dalam pola tertentu.” Ucap Seol Ok
“Apa Kau harus memperhatikan suamimu?” sindir Wan Seung. Seol Ok terlihat kesal. Wan Seung pun akhirnya berpura-pura kalau tidak bicara dengan Wan Seung.
“Waktu terjadinya pencurian, Sebelum jam 8 pagi dan setelah jam 7 malam.” Kata Seol Ok. Joon Oh pikir itu bisa jadi seperti itu.
“Lalu apa sekarang waktunya?” kata Seol Ok. Wan Seung melihat Seol Ok itu sangat rajin.
“Dia memakai topeng.” Kata Seol Ok Wan Seung pikir si pencuri yang tidak mencuri apapun di sekeliling rumahnya.
“Tapi dia juga tidak pergi terlalu jauh.” Pikir Seol Ok. Wan Seung melihat kalau itu seperti rutinitas paginya.
“Punyaku tidak pernah dicuri Tapi di sekitar kompleksku banyak yang dicuri.” Kata si bibi
“Bahkan Ada rumah di mana mereka dicuri puluhan kali.”tambah Petugas Jang
Seol Ok pikir kalau celana dalam mereka dicuri, Wang Seung pikir maka akan terus hilang lalu berpikir-pikir tentang rumah itu.  Seol Ok melihat kalau Semua rumahnya berada di gang dekat jalan besar. Lalu keduanya menduga pelakukanya pasti mengunakan mobil.
Semua terlihat binggung melihat keduanya. Sementara Wan Seung merasa bangga kalau dengan Seol Ok itu cocok. Kyung Mi merasa Ada sesuatu yang mencurigakan tentang keduanya. Ketua Bae juga merasa seperti itu. 
Seorang pria dengan masker menaiki sebuah apartement dan mengambil sesuatu. Ruang bawah tanah, Si bibi mengaku tidak pernah mendengar apapun tentang mobil. Petugas Jang juga melihat Sebagian besar area ini hanya parkir perumahan saja.
“Jadi jika dia memarkir mobil, dia bisa saja bertengkar dengan seseorang.” Kata petugas Jang. Petugas Junior pun pikir kalau ia juga pasti menghentikan perkelahian itu.
“Sebagian besar jalan ini memiliki CCTV.” Kata Joon Oh, Wan Seung pikir si pelaku tidak akan mengekspos mobilnya dengan mudah begitu.
“Jika dia memarkir mobilnya di suatu tempat...” ucap Seol Ok. Ketua Bae pikir Si pelaku mungkin memiliki tempat yang ada tamannya.
“Tempat dimana dia tidak akan bertengkar dengan siapapun.  Rumah kosong? Penitipan anak? Panti jompo?” kata Ketua Baek yakin

“Kau benar. Tidak ada mobil di sana pada malam hari. Itu berarti dia punya tempat.” Kata Wan Seung
Seol Ok langung membuka spidolnya, Si bibi menunjuk rumah-rumah kosong yang baru saja pindah. Semua pun menunjuk tempat-tempat yang mereka ketahui kalau itu rumah kosong. Seol Ok akhirnya menunjuk tempat-tempatnya yang ada 5 titik.

Wang Seung pikir merka akan menangkapnya jika bersembunyi di sana. Ketua Bae mengajak mereka agar berpencar.  Seol Ok menunjuk ke sebuah tempat, Joon Oh melihat kalau Ini terlalu berbahaya jadi akan ikut dengan Seol Ok. Semua langsung melirik curiga. Tapi akhirnya mereka pun membagi tugas di lima titik. 


Inspe Woo keluar dari kantor polisi memberitahu kalau itu adalah mobil SUV hitam, dengan plat nomor 53G4854, lalu membagi tugas Tim 1, cari di 45-2 Baebang 2-dong, Tim 2, cari di 69-2 Baebang 3-dong dan Tim 3, cari di 665 Baebang 4-dong. Ia pun membagi jadi tiga tim dan meminta mereka segera bergegas. 

Seol Ok bersama dengan Joon Oh lalu berpikir si pelaku tak datang tempat mereka menunggu sekarang. Joon Oh mengeluarkan sebuah kotak dan memberikan pada Seol Ok, Seol Ok binggung apa yang diberikan itu. Joon Oh meminta agar Seol Ok melihat saja. Seol Ok melihat isinya kalung berbandul pluit.
“Mengapa kau memberikan ini padaku?” tanya Seol Ok melihat kalung yang lucu.
“Karena kau terlibat dengan kami, maka Aku pikir kau akan menemukan banyak bahaya. Tapi itu bukan sesuatu yang aneh.Aku akan mengambil pistol gas atau pistol setrum Tapi mereka sangat berbahaya Dan itu bisa membuatmu jika berada dalam bahaya.” Jelas Joon Oh. Seol Ok pun melihat kalung yang cantik, lalu mengucapakan terimakasih dan memakainya. 

Wan Seung menelp Joon Oh memberitahu agar cepat datang karen si pelaku sudah datang. Seol Ok dan Joon Oh datang bertemu dengan Wan Seung. Seol Ok melihat kalau itu memang tempat yang tepat untuk memarkirkan mobilnya. Wan Seung juga Tidak ada lampu jalan atau CCTV Dan ada tempat parkir dengan rumah kosong dan mengajak mereka bergegasnya.
Seorang pria terlihat sedang melihat pakaian dalam hijau, Wan Seung langsung mendekat mengunakan senter.  Joon Oh langsung memborgolnya dengan menangkapnya karena pencurian dan memiliki hak untuk menyewa seorang pengacara. Si pelaku binggung tiba-tiba di tangkap polisi.
“Aku bukan pencuri. Aku hanya membawa beberapa celana dalam.” Ucap Si pelaku. Wan Seung langsung mengejeknya padanya tidak pernah mengatakan celana dalam.
Wan Seung pun melihat ada celana dalam di saku jaket si pria. Seol Ok pikir pasti tidak sedikit. Wan Seung membuka koper, Seol Ok kaget ada banyak tumpukan celana dalam di dalam koper.
Seol Ok menatap wajah pria. Wan Seung pun bertanya apakah Seol Ok mengenalinya. Seol Ok mengangguk kalau itu adalah Tetangga sebelah rumahnya. Ia mengingat saat itu pernah menyapa tetangganya, yang selalu pulang lebih awal.
“Aku tahu dia tinggal di sekitar sana. Aku pikir kau tidak mencuri di daerah kompleksmu. Tapi kurasa dia bukan pembunuhnya.” Ucap Seol Ok yakin. Wan Seung menyindir Seol Ok yang memihak tetangga
“Kita bahkan belum menyelidikinya. Bagaimana kau bisa tahu? Dia membawa semuanya dan Kau punya benang dan pisau. Jadi Kau mungkin mengikat korban dengan ini. Apa kau mengancamnya dengan ini? Itu sebabnya tidak ada yang mendengar dia menjerit Dan kau membungkus wajah korban dengan lakban ini. Itu kau, 'kan? Kau membunuh Ko Joo Yeon.” Kata Wan Seung yakin melihat isi mobil. 


Si pria menyangkalnya saat itu Inspe Woo datang, Wan Seung menegaskan kalau  akan membawa dan menangkapnya terlebih dahulu. Inspe Woo tak peduli menyuruh menangkap Wan Seung yang melanggar aturan.
“Apa sebuah kejahatan bagi seorang detektif untuk menangkap penjahat?” keluh Wan Seung
“Akulah yang memborgolnya.” Kata Joon Oh tak ingin Wan Seung ditangkap
“Yoo Seol Ok , kau ditangkap karena mengungkapkan informasi rahasia.” Kata Inspe Woo. Seol Ok binggung tiba-tiba ditangkap.

Dua polisi berjalan sambil mengeluh dengan Wan Seung yang   sudah menangkapnya di tempat itu padahal  memilih tempat itu sebelum Wan Seung melakukannya. Polisi Junior juga merasa kalau sudah memilih tempat itu duluan. Si bibi mengeluh melihat keduanya adu mulut dan binggung karena banyak orang yang bergerombol.
“Kau bilang Mengungkapkan informasi rahasia? Aku bahkan tidak berada di Unit Khusus. Bagaimana aku bisa mengetahui informasi rahasia?” ucap Seol Ok. Wan Seung pun baru mengetahui kalau Seol Ok itu sudah dipecat.
“Lalu bagaimana kau tahu penjahatnya parkir di sini?” tanya Inspe Woo. Bibi datang membeitahu kalau ia yang menebaknya.
“Kau harus membawaku.” Ucap Si bibi. Polisi senior tak mau kalah akalu ia yang menduga tempat itu.
“Inspektur Woo.. Kau mungkin tahu bahwa ini bukan pembunuhan berantai dan dia bukan pembunuh sebenarnya. Mengapa kau sampai sejauh ini?” kata Seol Ok 
Tuan Bae yang baru datang binggung melihat ada banyak orang yang berkumpul. Inspe. Woo pun menyapa seniornya. Tuan Bae mengetahui Inspe Woo sebagai Kepala Unit Khusus. Joon Oh menegaskan kalau Seol Ok yang  tidak mencuri rahasianya dan Tuan Bae bisa bersaksi atas itu. Tuan Bae binggung, Joon Oh akhirnya memberitahu dengan berbisik.
“Akulah yang menyebutkan lokasi ini. Tangkap aku sebagai gantinya.” Kata si bibi. Polisi senior meminta si bibi diam saja. Seol Ok dan Inspe Woo saling menatap.
“Kau biasanya sangat teliti dan tidak pernah membuat kesalahan.” Ucap Tuan Bae

“Kau tidak berhak untuk menyelidikinya. Ini peringatan terakhirku. Jika kau mengganggu penyelidikan kami lagi, maka kau harus membayarnya.” Kata Wan Seung memperingatinya. Seol Ok ingin tahu alasan Wan Seung melakukan ini.
“Kalau begitu beritahu kami apa yang sedang kau selidiki. Kami perlu tahu apa yang harus dihindari. Kau menyimpan semua file dan tidak membagikannya. Apa kau mau pamer?” ucap Wan Seung marah, Kepala Bae yang meminta anak buahnya agar menahan amarahnya.
Inspektur Woo menegaskan akan membawanya, Wan Seung menegaskan  mereka juga perlu mengajukan pertanyaan padanya. Inspe Woo menyuruh Wan Seung untuk Fokus saja pada promosi kantor polisinya. Joon Oh menegaskan mereka yang menangkap penjahatnya terlebih dahulu.
“Ini bukan kasus seorang konselor SMA.” Kata Inspe Woo
“Ini juga bukan untuk Unit Khusus. Karena... Dia bukan pembunuh.” Ucap Seol Ok. 


Saat itu seorang polisi masuk ke sebuah rumah kosong, Si pria mengaku dan bersumpah kalau tidak pernah membunuh siapa pun dan hanya mencuri beberapa pakaian dalam untuk bersenang-senang. Seol Ok memperlihatkan sebuah benang didalam mobil.
“Benang plastik, Tidak ada tanda-tanda kalau ini sudah dipakai. Lalu Lakban di dalam kotak itu juga berdebu. Tidak ada sidik jari di atasnya. Kemungkinan besar dia tidak memakainya. Kau juga bisa tahu karena dia membeli lakban yang baru. Pria ini... Bukan pembunuh Joo Yeon.” Kata Seol Ok yakin
Si bibi pun bertanya apakah memang pria itu bukan pelakunya. Petugas Jang juga tak tahu. Inspe Woo pun akhirnya melihat isi mobil,  Lakban, benang plastik, pisau dapur kecil menurutnya Bahkan jika pria itu tidak melakukan pembunuhan.
“Itu adalah bukti bahwa dia sedang berusaha. Dia menjadi bringas dan kejam. Pada akhirnya, dia akan melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.” Kata Inspektur Woo.
“Walaupun demikian, Dia belum melakukan pembunuhan.” Ucap Seol Ok


Seorang polisi membuka penutup mobil dan terlihat sebuah mobil polisi yang tersembunyi. Si pria yang dituduh pelaku menyakinkan dengan yang dikatakan Seol Ok, ia menjelaskan kalau  hanya mencuri beberapa celana dalam untuk bersenang-senang.
“Lalu kenapa kau membeli semua ini?” tanya Inspe. Woo.
“Untuk jaga-jaga jika aku membutuhkannya di rumah.” Kata si pria
“Kalau begitu, itu seharusnya ditaruh di rumah. Semua yang ada di mobilmu, berhubungan dengan kasus ini. Rumahmu dan mobil. Seorang pencari nafkah yang setia dan pencuri pakaian dalam. Dua identitas yang tidak kita sadari.” Kata Inspe. Woo
“Tidak, aku tidak pernah menyakiti siapapun.” Kata si pria menyakinkan.
“Pembunuhan pertama memang tidak mudah. Tapi pada akhirnya, kau akan menjadi pembunuh berantai. Kau akan menjadi monster. Itu tidak bisa dihentikan.” Ungkap Inspe Woo. 

Sementara di rumah kosong, mobil polisi pun melaju meninggalkan rumah kosong.
“Jadi Mari biarkan dia dan Kau bisa menangkapnya. Dia bukan pembunuh berantai yang kami cari. Kami tidak punya waktu untuk penjahat kelas kecil.” Kata Inspe Woo menyerahkan pada Wan Seung.
“Apa ada beberapa kejahatan yang lebih penting dari ini?” ejek Wan Seung seperti diremehkan.
“Bukankah kau sudah tahu ini semua?”kata Seol Ok. Inspe Woo tak mengubrisnya memilih untuk pergi.
Wan Seung tak percaya melihat Inspe Woo seorang manusia menjadi menjijikkan begitu. Seol Ok pun bertanya-tanya siapa sebenarnya yang membunuh Joo Yeon. 

Si pria yang mengunakan mobil polisi melihat seorang wanita duduk sendirian di pinggir jalan, seperti ingin mencari mangsa. Tapi beberapa saat kemudian seorang pria membawa si wanita mabuk.
Wan Seung menyuruh Seol Ok agar segera pulang dan Jangan berbohong kepada ibu mertuanya serta  harus kekantor besok pagi dan ia akan mendapatkan kesaksiannya. Seol Ok menganguk mengerti. Si pelaku yang dibawa Joon Oh memanggil Seol Ok.
“Tolong jangan... Beritahu istriku... Aku mohon... Istriku tidak tahu aku melakukan ini.” Kata Si Pelaku mohon. Seol Ok hanya menatapnya. 

Pria mengemudikan mobil polisi melihat wanita di seberang jalan yang tak mendapatkan taksi. Seol Ok pulang berjalan kaki, lalu tak sengaja bertemu dengan Yeon Hee istri dari si pria yang mengambil pakaian dalam.  Yeon Hee melihat Seol Ok yang pulang terlambat. Ia pun merasa aneh karena suaminya juga belum pulang sambil mengendong anaknya.
Seol Ok seperti tak tega melihat wajah istri yang menunggu suaminya,  Yeon Hee menceritakan suaminya yang tidak mengangkat teleponnya dan tidak pernah seperti ini. Seol Ok tak ingin banyak bicara memilih untuk pamit masuk ke dalam rumahnya.
Si polisi gadungan mengentikan mobilnya didepan halte, si wanita yang menunggu bus pun mendekat. Si polisi memberitahu Bus terakhir sudah berangkat. Si wanita binggung karena Tidak ada taksi. Polisi  memberitahu kalau Tempat halte busnya cukup jauh sekitar 30 menit. 
Ruang interogasi
Wan Seung pikir mereka harus melupakan omong kosong profiling karen masih mencurigai si pria dan merasakan bau yang diciumnya dan menyakinkan kalau pria itu punya sesuatu. Si pria mengaku kalau  Sebenarnya.... Wan Seung bisa tahu pria tidak hanya mencuri pakaian dalam dan ingin tahu apa lagi selain itu.
“Aku melihatnya... Malam itu.” Ucap si Pria. Wan Seung binggung malam apa yang dimaksud apakah Malam pembunuhan itu.
“Aku tidak bisa mengatakannya karena takut  tertangkap sedang mencuri.” Ucap si pria ketakutan. Wan Seung meminta agar Si pria melanjutkan saja.
“Apa kau melihat pembunuhnya?” tanya Wan Seung penasaran. 


Si wanita akhirnya menaiki mobil polisi mengucapkan  Terima kasih telah memberinya tumpangan. Si polisi merasa kalau melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagia seorang polisi. Saat itu mobil melaju dengan cepat, si waniat binggung kaalu itu halte busnya. Si polisi langsung mengunci pintu dan terlihat senyuman dinginya. Si wanta tahu kalau diculik dan berusaha untuk keluar dari mobil.
Bersambung ke episode 12


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar