Rabu, 03 Mei 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 18 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Bong Goo melihat Jae Bok yang tidak mau makan padalah belum makan.  Jae Bok mengaku tidak bisa makan sambil mengompres kakinya yang bengkak. Bong Goo melihat merasa kasihan dan ingin membantunya.  Jae Bok menolak. Tapi Bong Goo tetap ingin membantu.
“Kenapa kau membuatku khawatir?” keluh Bong Goo mengompres kaki Jae Bok dengan wajah sedih
“Pengacara Kang... Apa kau menangis?” ucap Jae Bok melihat Bong Goo menangis. Bong Goo mengelak kalau tak menangis dan hanya pilek saja

“Keponakanku... Kau pasti menghawatirkanku kan? Aku baik-baik saja.” Kata Jae Bok menenangkan dengan menepuk pundaknya.
“Na Mi pergi seperti itu. Aku pikir... sesuatu akan terjadi padamu” kata Bong Goo benar-benar sedih. Jae Bok menyakinkan kalau keadaanya baik-baik saja dan memintanya agar tak menangis. Bong Goo mengelak kalau tak menangis.
“Kau selalu...menghiburku, dan mengatakan "tidak apa-apa"” Aku bisa menghiburmu hari ini” ungkap Bong Goo, keduanya tiba-tiba saling menatap dan terlihat canggung. Akhirnya Jae Bok lebih dulu mengubah suasana kalau  pergelangan kaki sudah lebih baik sekarang dan menurunkan kakinya.
“Shim Jae Bok, Aku ... Aku menyadari sesuatu.. Bagiku Kau orang yang sangat penting .. Jadi jangan pergi ke mana pun. Tetaplah di sisiku. Aku akan melindungimu.” Ucap Bong Goo. Jae Bok hanya bisa diam mendengarnya. 


Eun Hee kaget mengetahui Shim Jae Bok kabur dan ingin tahu keberadaanya. Anak buahnya mengaku tak tahu, Eun Hee mulai marah karena anak buahnya tak tahu padahal sudah menerima uangnya dan  harus menjaganya.  Jung Hee mendengar Eun Hee yang bicara di telp.
“Jung Hee. Kapan kau kembali? Aku pikir kau masih di Amerika Serikat ...” ucap Eun Hee kaget.
Jung Hee langsung mengambil ponsel Eun Hee dan menelpnya, Eun Hee panik. Seorang pria mempersilahkan Eun Hee yang berbicara. Jung Hee mengetahui kalau itu direktur yang selama ini di percayainya ternyata  terlibat dan itu sebabnya mengirimkan ke Amerika. Direktur terlihat panik.

“Aku rasa kau sudah tahu. Bukankah kau pergi ke AS ... Untuk mengetahui semuanya?” ucap Eun Hee
“Moon Eun Kyung, bagaimana bisa kau melakukan itu? Tapi Bagaimana bisa kau mengirimnya ke rumah sakit jiwa?” kata Jun Hee tak percaya
“Lalu, Apa Kau khawatir dan bergegas pulang seperti ini? Apa kau mencari informasi di belakangku?” ucap Eun Hee.
Jung Hee ingin tahu alasan Eun Hee yang melakukan hal itu dan apa salahnya Jae Bok denganny. Eun Hee menegaskan kalau Jae Bok  menyebabkan masalah dan ingin Jung Hee bercermin.
“Dia masih memegang teguh hatimu, Itulah masalahku” tegas Eun Hee, Jung Hee benar-benar tak percaya mendengarnya.
Ia lalu mengingat saat berbicara di telp kalau Jin Wook menanyakan akan memikirkannya lagi. Ia berkata Sebenarnya sudah berpikir lagi, cara untuk hidup bersama Jin Wook Hae Wook dan ibu sama seperti dulu. Ia yakin kalau Eun Hee mendengar pembicaraanya.
“Aku menyelamatkanmu dari kehidupanmu yang menyedihkan dan apa kau akan memikirkannya lagi?” ucap Eun Hee, Jae Bok membenarkan
“Aku akan memikirkannya karena sadar bahwa aku membuat pilihan yang salah. Karena aku tidak bisa hidup dengan Moon Eun Kyung.” Ucap Jung Hee menyindir, Eun Hee menahan amarah meminta agar Jung Hee tak memanggilnya seperti itu.
“Aku bilang aku bukan Moon Eun Kyung.” Ucap Eun Hee tapi Jung Hee berani melawan kalau Eun Hee memang Moon Eun Kyung si psikopat gila dan akan menaiki tangga

“Apa kau tahu ? Kalau kau sekarang adalah antek antekku, Ketika Jung Na Mi meninggal, Aku minum Wine denganmu Dan orang yang membantu merekayasa alibiku? siapa dia? Jadi Kira-kira siapa yang akan disebut orang dengan sebutan "setan"? Aku dengan riwayat penyakit mentalku  atau Kau yang mengabaikan kematian Jung Na Mi dan mengirim mantan istrinya ke rumah sakit jiwa?” ucap Eun Hee menyakinkan
“Siapa? Apa aku yang melakukan itu dengannya? Aku tidak tahu kalau itu terjadi dengannya. Apa Kau benar-benar tidak tahu? Apa kau pikir Direktur Oh akan bersaksi jika polisi bertanya?”ejek Eun Hee
“Koo Jung Hee..Kau sudah berakhir sekarang. Kau berada di perahu yang sama dengan ku. Kau tidak akan pernah bisa keluar. Tidak, kecuali jika kau mati lebih dulu.” Ucap Eun Hee
Jung Hee terlihat ketakutan dan langsung bergegas pergi masuk kamar langsung mengumpat Eun Hee itu penyihir gila, lalu panik yang harus dilakukan dengan Eun Hee. 


Pagi hari
Jung Hee memakai kemejanya, Eun Hee datang memberitahu kalau  membawakan beberapa dasi dan ingin tahu apa yang dipakain Jung Hee hari ini. Jung Hee terlihat rendah hati meminta maaf  tentang semalam dan sedikit keterlaluan. Eun Hee binggung melihat sikap Jung Hee dan memilih salah satu dasi yang bagus. Eun Hee terlihat benar-benar imut. 

Jung Hee membahas tentang sesuatu, sampai akhirnya bertemu dengan Direktur yang sebelumnya sempat beralih haluan pada Eun Hee. Si direktur terlihat ketakutan melihat Jung Hee karena ketahuan mengkhianatinya.
“Tuan Oh..  Apa presentasi pusat perbelanjaan kita sudah dipersiapkan dengan baik?” ucap Jung Hee santai. Tuan Oh dengan gugup mengaku  akan bekerja keras. Jung Hee pun mengangguk mengerti. Tuan Oh sampai binggung melihat sikap Jung Hee tak marah. 

Jae Bok pergi bersama Bong Goo dengan mobilnya. Bong Goo pikir setelah sampai ke Seoul, langsung tangkap Lee Eun Hee, walaupun mereka Tidak yakin apa yang akan terjadi karena kondisi mentalnya, Tapi harus menangkapnya.
“Aku tidak setuju. Bahkan kalau kita melakukan itu, dia akan menggunakan kekayaannya untuk keluar. Terlebih lagi..Aku ingin menggunakan apa yang paling dia takutkan untuk menghukumnya.” Ucap Jae Bok
“Apa Yang paling dia takuti?” tanya Bong Goo binggung
“Jung Hee meninggalkannya,  Koo Jung Hee masih mencintaiku” ucap Jae Bok, Bong Goo kaget mendengarnya dan langsung menghentikan mobil. 

“Apa maksudmu kau ingin memulai hubungan lagi dengan Koo Jung Hee?” kata Bong Goo dengan nada cemburu
“Kenapa? Apa tidak boleh?” kata Jae Bok dengan nada mengejek, Bong Goo langsung menolaknya kalau  Jae Bok tak boleh melakukanya.
“Kita akhirnya ... kita ... Ahh... Itu tidak bisa!!!” ucap Bong Goo tak bisa berkata-kata tentang perasaanya
“Itu tidak mungkin. Bagaimana bisa aku memulainya lagi dengan dia?” kata Jae Bok
Bong Goo pun ingin tahu apa maksud ucapanya tadi, kalau ingin menghukum Eun Hee dengan apa yang paling ditakuti dan mantan suaminya itu masih mencintainya. Jae Bok mengatakan kalau  akan menyerang jiwanya.
“Aku sudah menahan banyak sampai sekarang karena dia sakit mental. Koo Jung Hee , Orang miskin dengan banyak keinginan terpendam. Tapi orang-orang tidak menghargainya  dan hanya peduli makan keserakahan mereka. Itu sebabnya ... Aku ingin menghukum mereka. Aku sudah memutuskannya” ucap Jae Bok, Bong Goo pun seperti bisa mengerti.

Mereka pun akhirnya naik mobil kembali dengan bagian atas mobil sengaja dibuka. Jae Bok merasa sangat nyaman dan merasa  tidak tahu kalau menatap langit membuatnya nyaman. Bong Goo menatap Jae Bok dengan senyuman. 


Hye Ran dan Won Jae langsung berlari mendekati Jae Bok yang akhirnya kembali ke rumah lalu berteriak memanggil Jin Wook dan Hae Wook. Dua anak Jae Bok pun berlari menghampiri ibu mereka. Hye Ran pun mengucap syukur karena Jae Bok akhirnya kembali. Che Ri pun menanyakan kedaaan Jae Bok. Jae Bok mengaku baik-baik saja.
“Baik baik saja apanya!. Pergelangan kakinya terkilir tapi Ahjussi sudah mengobatinya” ucap  Bong Goo yang berdiri dibelakangany.
“Dasar Kau ini.. Biarkan aku memelukmu” ucap Hye Ran, Semua tak mau kalah saling memeluk Jae Bok karena sudah lama tak bertemu. Jae Bok pun senang menerima pelukan dari semua yang mencintainya, begitu juga Bong Goo yang berhasil membawa Jae Bok pulang.


Won Jae masuk ruangan melihat Sam Kyu sedang sendirian, Sam Kyu memberitahu kalau Jae Bok dan Bong Goo sedang mengunjungi klien. Won Jae melihat Sam Kyu yang kelihatannya tidak sehat, Sam Kyu mengaku sedikit menderita karena keraguannya.
“Aku datang untuk memberitahumu sesuatu.” Ucap Won Jae, Sam Kyu ingin tahu apa yang ingin dikatakanya.
“Aku bertanya sebelumnya Tentang kencan. Apa anda ingat?” kata Won Jae, Sam Kyu mengaku tentu saja pasti mengingatnya.
“Tetapi aku akan menarik kata kataku” kata Won Jae, Sam Kyu kaget dan binggung, lalu ingin tahu alasanya.
“Bahkan jika di antara Hye Ran dan kau, sudah berakhir, bagaimana aku bisa menikung mantan pacar sahabatku? Aku pikir itu tidak benar” ucap Won Jae memilih untuk memegang teguh persahabatanya.
“Profesor Kim... Pada usia ini, kita tidak perlu khawatir tentang moral yang ...” kata Sam Kyu tapi Won Jae lebih dulu menyela
“Terjebak antara cinta dan persahabatan, Aku lebih memilih persahabatan. Selamat tinggal” kata Won Jae ingin langsung pergi.
Sam Kyu tak ingin menghilangkan kesempatan langsung memeluk Won Jae dari belakang, Won Jae kaget menerima pelukan dari belakang, Sam Kyu memohon agar Won Jae tak melakukanya dengan mengaku kondisi tubuhnya sudah sangat turun akhir-akhir ini kalau sampai Won Jae meninggalkannya maka tak akan bisa bertahan
“Bagaimana ini?!! Hatiku goyah lagi. Hei... Kim Won Jae! Berhenti!” gumam Won Jae kebingungan karena sudah lama tak mendapat belaian dari laki-laki.
“Tolong hentikan. Ini salah... Berbahagialah” ucap Won Jae mendorong sam Kyu dan segera pergi. Sam Kyu berteriak memanggilnya dengan wajah sedih. 

Jae Bok datang menemui Jung Hee diluar kantor, Jung Hee melihat Jae Bok terlihat khawatir dan mengaku tidak tahu ini akan terjadi pada mantan istrinya dan meminta maaf serta benar-benar menyesal
“Apa menurutmu antek-antek Lee Eun Hee sedang mengawasi kita dari kejauhan Atau mungkin kita sedang disadap?” ucap Jae Bok
“Aku meninggalkan teleponku. Itu sebabnya aku ingin bertemu di sini.” Kata Jung Hee
“Koo Jung Hee... Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau akan tetap hidup dengan wanita yang menakutkan itu Atau dengan , Jin Wook dan Hae Wook. Apa kau akan terus hidup begitu?” ucap Jae Bok sengaja ingin mengoyahkan hati Jung Hee.
“Tidak.. Aku akan mengakhirinya... Sebenarnya aku ingin memulai lagi dengan mu dan anak-anak. Apa itu tidak bisa?” ucap Jung Hee ragu
“Entahlah... Yang mana yang terbaik, Aku tidak tahu ..apa yang harus aku lakukan. Tapi Coba Lihatlah dirimu... Kau terlihat mengerikan., Aku yakin kau pasti tidak bahagia” kata Jae Bok meraba rambut Jung Hee.
Jung Hee seperti merasakan sesuatu saat Jae Bok meraba rambutnya, Jae Bok pun berharap agar Jung Hee Semoga berhasil dan berpesan agar mencoba untuk tidak memperburuk Lee Eun Hee. Lalu mengingatkan ulang tahun pernikahan mereka beberapa hari lagi, tapi Walaupun sudah bercerai menurutnya untuk beberapa alasan, tidak bisa melupakan hari itu dan pamit pergi.



Eun Hee pun menerima laporan dari foto yang dikirimkan anak buahnya saat tangan Jae Bok menyentuh rambut Jung Hee, lalu dengan sinis melihat Shim Jae Bok kelihatannya baik-baik saja.
Nyonya Choi melihat anaknya yang datang dengan gugup menanyakan alasan datang. Eun Hee mengaku datang bukan untuk melihat ibunya tapi punya bisnis laindan mendengar polisi akan membawanya ke penjara.
“Aku minta maaf karena melakukan itu dan membuat semuanya .menjadi sulit untukmu dan Jung Hee. Jangan datang kemari lagi” ucap Nyonya Choi


“Jangan khawatir. Aku tidak akan pernah datang lagi dan Aku pergi dulu. Aku ada janji” ucap Eun Hee seolah tak peduli dengan ibunya.
“Eun Kyung... Aku membekukan sup. Ini dalam freezer. Pastikan kau makan dengan baik.” Kata Nyonya Choi, Eun Hee langsung keluar tanpa memperdulikanya. 
Eun Hee berjalan di trotoar sambil berbicara sendiria kalau ibunya, si penyihir itu kalau sekarang adalah yang terbaik untuk ibunya, karena  menyiksa Bryan dan dirinya jadi pantas dihukum.
“Ini yang terbaik... Ini yang terbaik.... Ini yang terbaik...” ucap Eun Hee sambil tertawa sendirian dijalan, Semua orang yang lewat menatap binggung dan ketakutan karena Eun Hee yang tertawa seperti orang gila. 

Jung Hee sedang berkerja mengingat ucapan Jae Bok “ulang tahun pernikahan kita beberapa hari lagi. Walaupun kita sudah bercerai, tapi untuk beberapa alasan, Aku tidak bisa melupakan hari itu.”
Bong Goo baru saja menerima telp dengan wajah kecewa, Jae Bok menanyakan apa yang terjadi. Bong Goo memberitahu kalau Ha Dong Soo, Anak buah Lee Eun Hee yang dibebaskan karena kurangnya bukti. Jae Bok sudah bisa menduga akan seperti itu. 

Saat itu Jae Bok menerima telp, Jung Hee menelp dari ponsel yang baru dibelinya dan mengaku ingin makan malam malam ini  karena itu hari ulang tahun pernikahan mereka. Jae Bok terlihat sedikit gugup dan bertanya kemana mereka akan pergi.
“Pilih kemanapun yang kau inginkan. Haruskah kita mengajak Jin Wook dan Hae Wook ?” ucap Jung Hee, Bong Goo terus menatapnya.
“Kita saja. Tapi Bagaimana kalau Lee Eun Hee tahu?” kata Jae Bok. Bong Goo pikir akan memilih restorannya. Jae Bok pikir lebih baik mencari udara segara lebih dulu.

Jae Bok keluar dari kamar ganti dengan dress dan rambut yang ditata rapih. Bong Goo langsung memuji Jae Bok terlihat cantik, Jae Bok mengeluh meminta Bong Goo agar Berhenti menggodanya. Bong Goo benar-benar melihat Jae Bok yang terlihat cantik.
“Aku ini seorang pria yang baik, Tapi Kenapa aku membelikan mu hadiah untuk ulang tahun pernikahanmu? Terutama kalau kau pergi untuk melihat mantan suamimu” keluh Bong Goo dengan gayanya
“Maaf... Sebagai gantinya aku akan mentraktirmu makan” kata Jae Bok tak enak hati lalu mengajaknya seperti pergi karena sudah terlambat.
“Aku membiarkanmu pergi hanya untuk hari ini.” Kata Bong Goo memperingatkan, Jae Bok menegaskan kalau akan pergi hanya untuk hari ini.
“Kau bilang "Aku akan pergi hanya untuk hari ini." Apa kau mengejekku?” keluh Bong Goo, Jae Bok hanya bisa tersenyum. 

Jung Hee menunggu dengan gelisah di pinggir jalan, Jae Bok datang dengan gaun dan berjalan anggun. Jung Hee sangat terpesona dengan kecantikan Jae Bok yang tak pernah dilihatnya. Jae Bok melihat Jung Hee yang menyewa mobil. Jung Hee membenarkan.
“Itu membuatku merasa lebih nyaman, Ayo pergi dari sini.” Kata Jung Hee Jae Bok ingin naik mobil dan Jung Hee dengan romantis membuka pintu untuk mantan istrinya.
“Ini pertama kalinya kau melakukan itu.” Komentar Jae Bok lalu masuk mobil. Mobil pun melaju meninggalkan tempat pertemuan mereka, saat itu Eun Hee mengikutinya dari belakang. 


 “Mereka ini!! ... Apa mereka mau kembali lagi?! Kalian berdua akan mati hari ini” ucap Eun Hee yang tak waras.
Jung Hee pun bertanya kemana mereka akan pergi, Jae Bok mengaku Suatu tempat yang bagus walaupun agak jauh, tapi itu bagus. Jung Hee terus memuji Jae Bok yang terlihat sangat cantik hari ini dan Sudah lama tak terlihat seperti itu. Jae Bok yakin pasti sudah lama Jung Hee tak melihatnya.
“Aku terlalu sibuk berusaha untuk bertahan hidup. Selama ini aku tidak punya waktu untuk berdandan. Aku pikir bekerja keras seperti itu yang terbaik tetapi akhirnya kau menyelingkuhiku” ucap Jae Bok menyindir, Jung Hee tak bisa berkata-kata karena merasa bersalah.

“Jae Bok.. masih lama.. Aku rasa tidak ada restoran didekat sini.” Ucap Jung Hee binggung. Jae Bok hanya tersenyum. 
Akhirnya mereka masuk ke sebuah taman, Jung Hee makin binggung dan turun dari mobil. Jae Bok pikir mereka mulai berdansa, Jung Hee pun mengikuti kemauan Jae Bok dengan berdansa.
“Ini ulang tahun pernikahan kita dan Sudah lama” ungkap Jae Bok, Jung Hee seperti merasakan sesuatu.
“Aku sangat menyesal dan juga banyak bertobat. Kalau kau memberi kan ku kesempatan lagi, maka aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku berjanji.” Ucap Jung Hee ingin kembali pada istrinya.

“Ayah Jin Wook.. Bagaimana bisa kau jadi egois begini? Hanya karena aku datang kepadamu, dengan alasan ulang tahun pernikahan kita, apa kau pikir aku benar-benar memaafkanmu? Apa kau pikir kau bisa diampuni  dengan semua dosa-dosa yang sudah kau lakukan terhadapku?” ucap Jae Bok
“Tidak,  Tapi kenapa... Kau sangat baik denganku kemarin dan hari ini, jadi ...” ucap Jung Hee binggung
“Kau terlalu polos, Itulah mengapa kau terperangkap dengan kepolosan Lee Eun Kyung.” Kata Jae Bok 

Saat itu Eun Hee melihat keduanya sedang berdansa, langsung menginjak pedal gas ke arah keduanya seperti ingin membunuh keduanya dengan menabrakan mobil. Jung Hee melihatnya langsung melindungi Jae Bok karena sangat berbahaya. Eun Hee bisa menghentikan mobil dengan jarak yang dekat lalu keluar dari mobil.
“Lucu sekali kalian ini dan Jung Hee. Bagaimana bisa kau melakukan ini?” sindir Eun Hee
“Shim Jae Bok... Harus kah aku mengurungmu lagi di rumah sakit jiwa?” kata Eun Hee pada Jae Bok
“Tidak... Kaulah orang yang perlu masuk kesana... Lee Eun Hee... Sekarang giliranmu.” Kata Jae Bok
Beberapa orang turun dari mobil langsung memegang Eun Hee untuk membawanya. Eun Hee binggung siapa orang yang akan membawanya. Eun Hee berteriak pada Jung Hee berpikir kalau bekerja sama dengan Jae Bok dan melakukan hal ini padanya dan berteriak agar meminta supaya dilepaskan. Eun Hee pun dibawa masuk ke dalam mobil. 

“Jae Bok. Apa kau meminta ku datang hari ini ... untuk menjebak Eun Hee kesini? Apa aku ini umpan?” ucap Jung Hee tak percaya
“Aku juga umpan, yaitu Umpan Eun Hee untuk memikatmu” ungkap Jae Bok
Saat itu Bong Goo datang menyapa Jung Hee, Jung Hee makin kaget karena Bong Goo datang dan berpikir keduanya yang merencanakn semua ini. Bong Goo mengatakan kalau Anggota terakhir ada Bryan, adiknya Lee Eun Hee karena mereka perlu persetujuan anggota keluarga untuk mengakui dan memasukkannya kedalam rumah sakit jiwa.
“Koo Jung Hee... Aku tidak akan memaafkanmu. Mungkin aku bisa memaafkanmu satu hari nanti tapi... itu akan memakan waktu yang sangat lama.” Ucap Jae Bok
“Jae Bok, Kau boleh tidak memaafkan aku Tapi jangan pisahkan Jin Wook dan Hae Wook dariku” kata Jung Hee memohon memegang tangan Jae BOk
“Ayo kita berpisah dan melakukan yang terbaik sebagai ibu dan ayah mereka. Koo Jung Hee.. Bagaimana dengan kebahagiaanmu yang mendadak ini, Apa Kau menyukainya? Aku rasa sekarang, Kau akan kehilangan semuanya lagi.. Selamat memulai kembali.. Mulailah dari sini.” Ucap Jae Bok meninggalkan Jung Hee bersama dengan Bong Goo. Jung Hee pun hanya bisa berdiri sendirian dalam taman,
Eun Hee sudah berada di rumah sakit jiwa, terlihat mulai marah dengan berteriak meminta agar dilepaskan dari sel penjara.
Bersambung ke episode 19

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

1 komentar:

  1. terimakasih mba dyah atas sinopsis nya.ditunggu ep 19 dan 20 nya. semangat mba nulisnya...

    BalasHapus