PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 06 Mei 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 19 Part 2


 PS : All images credit and content copyright : KBS

Jae Bok masuk ke dalam gedung dengan tergesa-gesa, Bong Goo meminta Jae Bok agar bisa tenang lebih dulu. Jae Bok pikir tak mungkin bisa tenang karena psikopat menakutkan sudah kembali.
“Eun Hee sudah berubah. kita kan sudah melihatnya terakhir di sana” ucap Bong Goo.
“Apa kau percaya itu? Jawab dengan Jujur. Kau takut aku terbebani ‘kan? Jadi Aku harus bertemu dengan Adik Lee Eun Hee. Kita harus mengirimnya lagi kembali ke RSJ” ucap Jae Bok berjalan pergi. Bong Goo pun tak bisa berbuat apa-apa membiarkan Jae Bok masuk. 

Jae Bok bertemu dengan Bryan merasa tidak masuk akal menurutnya Bahkan jika putrinya sangat berharga, menurutnya tak mungkin harus mengeluar dari RSJ. Bryan menjelaskan dari pihak rumah sakit mengatakan hasil nya yang baik baik saja  dan bisa dilepaskan.
“Hei brengsek.. Apa masuk akal dia sembuh secepat ini? Dia berada di sana hanya sebulan.” Ucap Bong Goo sempat kesal
“Aku akan mengeceknya Jangan Khawatir.” Kata Bryan
“Tidak... Aku tidak akan tenang selama dia ada di luar sini. Kau harus mengambil tanggung jawab dan memastikan” kata Jae Bok merasa Bryan tetap menutup matanya. Bryan mengangguk setuju.
“Ini masalah besar. Seseorang yang  menakutkan bebas berkeliaran di mana mana. Ini masalah besar.” Tegas Bong Goo memperingati. 


Eun Hee memasak nasi goreng dengan membentuk tanda smile diatas telur dengan saus lalu mengingat dulu terkadang membuat nasi goreng yang sama untuk adiknya.  Ia menceritakan tiba-tiba teringat masakan untuk anaknya  di rumah sakit lalu duduk di depan adiknya.
“Bryanku sudah besar sekarang” ungkap Eun Hee melihat adiknya yang sudah dewasa.
“Setelah kau menerima pukulan Ibu demi aku. Kau membuat ini untukku, meskipun kau sakit tapi Kau tetap tersenyum padaku” ucap Bryan yang sangat dengan kakaknya.
“Bryan... Jangan khawatir” kata Eun Hee. Bryan menyakinkan kalau kakaknya itu benar-benar sudah sembuh sekarang.
“Aku sangat menyesal karena membuatmu khawatir... Bryan.... Aku mencintaimu lebih dari siapapun.” Ungkap Eun Hee
Bryan meminta Eun Hee menemui ibu,  karena sudah sangat merindukannya. Eun Hee pikir memang harus pergi dan harus berbaikan dengannya, Ia pun akan memaafkannya sekarang. Ia juga berpikir itu satu-satunya cara untuk menemukan kedamaian. Bryan seperti tak percaya mendengar ucapan kakaknya. 


Jung Hee sedang berkerja melihat Eun Hee yang datang menemuinya, lalu mendekat dan menegaskan tidak akan kembali ke rumah. Eun Hee bertanya apakah Jung Hee yang akan hidup susah. Jung Hee merasa tak ada yang salah dengan hidupnya.
“Aku senang sekarang karena hatiku damai. Mungkin melelahkan, tapi aku akan bangkit kembali mulai dari sini.” Kata Jung Hee.
“Aku tahu betapa jahatnya aku dihadapanmu. Aku tahu ini sangat sulit Aku sudah banyak bertobat saat berada di rumah sakit. Aku benar-benar menyesal dan lebih baik sekarang. Aku bukan Eun Hee yang dulu” kata Eun Hee menyakinkan.
“kau ungkit itu lagi.. Sebelumnya Kau sudah mengatakannya juga” keluh Jung Hee. Eun Hee menyakinan kalau perkataan kali ini sungguh-sungguh
“Aku tidak akan membuatmu kesulitan lagi, karena keobsesianku terhadapmu. Aku akan menjadi istri yang baik.” Ucap Eun Hee.
Jung Hee pun bertanya apakah Eun Hee benar-benar merasa lebih baik. Eun Hee mengangguk. Jung Hee pikir Eun Hee sekarang  harus memulai hidup yang baru. Ia meminta agar melupakan dirinya serta hidup bahagai dengankehidupan yang baik dan ingin bergegas pergi.
“Bagaimana bisa aku bahagia ... tanpamu disisiku?” ucap Eun Hee. Jung Hee hanya menatap seperti tak peduli dan akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Eun Hee pun sedih melihat Jung Hee yang tak mau kembali padanya. 


Hye Ran dan Won Jae kaget mengetahui Eun Hee akhirnya kembali. Jae Bok meminta keduanya agar memelankan suaranya karena Anak-anak akan mendengar. Hye Ran bertanya apakah Eun Hee  kembali ke rumah itu. Won Jae pikir itu Mungkin.
“Aku ingin tahu apakah Ayah Jin Wook baik-baik saja.” Ucap Jae Bok khawatir
“Aku lebih khawatir denganmu, Kau tampak mengerikan.” Kata Won Jae. Hye Ran menyakinkan Jae Bok agar tak khawatir kalau masih punya teman-temanya.
“Haruskah aku.. pindah saja? Aku terlalu khawatir tinggal di sini . aku sendiri, aku akan bekerja entah bagaimana, Tapi Jin Wook dan Hae Wook..” ucap Jae Bok lalu terdengar suara bunyi bel rumah. 

Bong Goo dan Sam Kyu datang ke rumah Won Jae. Sam Kyu menceritakan kalau Bong Goo melihat Jae Bok yang kelihatan gugup dan bersikeras. Bong Goo menegaskan akan tinggal dirumah Won Jae selama beberapa hari, serta akan menjaga pintu, jadi Jae Bok bisa tidur yang nyaman
“Kau tidak akan bertahan hidup tanpa tidur dan dengan banyak ketakutan.” Kata Bong Goo. Jae Bok pikir Bong Goo tidak perlu melakukan ini dan tak mungkin bisa tidur dirumah temanya.
“Kami akan datang malam hari hanya untuk tidur. Selama waktu itu, percayakan pada kami dan tidurlah yang nyenyak.” Ucap Sam Kyu
“Apa kau akan baik-baik saja?” tanya Hye Ran, Sam Kyu pikir akan aik-baik saja karena sudah tidur di luar ruangan selama 30 tahun.
“Ini akan jadi tidak nyaman.” Pikir Won Jae, tapi Sam Kyu pikir tidak. Jae Bok hanya diam saja. Bong Goo menatap Jae Bok seperti bisa merasakan kekhawatiranya. 


Hae Wook duduk di ayunan dan meminta tolong pada temanya agar bisa mendorongnya, tapi temanya tak peduli dan memilih untuk meninggalkanya. Hae Wook terlihat sedih, tiba-tiba datang seseorang yang membantu mendorong ayunanya. Wajah Hae Wook pun tersenyum bahagia menaiki ayunan.
Jae Bok melihat anaknya yang dekat dengan Eun Hee berteriak agar anaknya menjauh karena berbahaya, Ketika ingin mendekat menolongnya, kakinya seperti ditahan oleh tangan. Hae Wook terus berada diatas ayunan dengan wajah gembira.
Jae Bok terbangun tapi matanya masih terpejam dan berteriak memanggil Hae Wook seperti tak sadarkan diri. Dua anaknya ketakutan melihat ibunya. Bong Goo pun terbangun mendengar jeritan Jae Bok dari kamar. Hye Ran dan Won Jae pun akhirnya masuk kamar membangunkan Jae Bok.
Jae Bok akhirnya membuka mata dan terlihat masih ketakutan, Hae Wook dan Jin Wook menangis melihat ibu mereka. Hye Ran dan Won Jae terus menenangkanya. Bong Goo dan Sam Kyu melihat sedih dengan keadaan Jae Bok yang terus bermimpi buruk. Jae Bok pun memeluk anaknya menyakinkan keadaanya baik-baik saja. 

Anak-anak pun kembali tertidur, Ketiganya duduk bersama menyakinkan kalau Jae Bok merasa lebih baikan sekarang. Jae Bok mengaku lebih baik dan meminta maaf pada temanya karena  membangunkan mereka.
“Kami hanya sedih karena kau tidak berbagi berbagi bebanmu dengan kami tapi, Lee Eun Hee jadi tenang tenang seperti ini membuatku takut lagi. Won Jae, Ini berarti keadaannya  memburuk, kan?” kata Hye Ran
“Bener,  Lebih baik baginya untuk menunjukkan dirinya yang sebenarnya dan Akan lebih buruk karena dia menyembunyikannya. Kau harus mengawasi Jung Hee. Siapa yang tahu apa yang akan dia lakukan?” ucap Won Jae.
“Benar juga.. Bahkan jika dia menolak, aku akan tetap mengawasinya Aku harus menjaganya. Dia ayah anak-anakku” kata Jae Bok menyakinkan dirinya. 

Ibu Jung Hee berkerja sebagai pembersih di gedung, salah satu rekan kerjanya mengejeknya. Ibu Jung Hee kesal berani mengejeknya dengan memberitahu kalau beberapa bulan yang lalu sebagai nyonya dari keluarga kaya. Temanya pun merasa Ibu Jung Hee itu hanya pamer saja.
“Kau bahkan tidak dapat melakukan  pekerjaan dengan benar” ejek Si rekan kerja. Ibu Jung Hee kesal dan ingin berkelahi.
Tiba-tiba Eun Hee datang memanggil Ibu Jung Hee. Ibu Jung Hee kaget melihat Eun Hee yang datang menemuinya. Rekan kerjanya pun sempat binggung melihat ibu Jung Hee yang didatangi oleh wanita cantik. 

Keduanya bertemu di sisi gedung lainya, Eun Hee menyakinkan ibu Jung Hee Abenar-benar sudah sembuh sekarang dan akan bersikap baik. Ibu Jung Hee seperti tak peduli menyuruh Eun Hee pergi saja. Eun Hee merasa tak percaya melihat sikap Ibu Jung Hee yang dulu tak pernah bersikap kasar.
“Hei...Kau kenapa? aku harus bekerja jadi Pergi saja” ucap Ibu Jung Hee mengusirnya.
“Ibu. Aku akan jadi baik dan Aku tidak bisa pergi ketika ibu sedang bekerja keras seperti ini. Ibu tidak harus pulang denganku jadi Biarkan aku membantu ibu” kata Eun Hee mengambil kain pel dan membantu ibu Jung Hee. 

Jung Hee yang ada di motel kaget mengetahui kalau ibunya kembali ke rumah Eun Hee.  Ibu Eun Hee dengan pakaian bagus mengaku kalau Ternyata Moon Eun Kyung lalu mengubah panggilanya jadi Lee Eun Hee sudah lebih baik sekarang, bahkan menangis sambil meminta maaf.
“Seseorang kan harus bisa memaafkan orang lain” kata Ibu Jung Hee yang merasa nyaman dirumah yang besar.
“Ibu Keluar dari sana! Sekarang! Apa ibu tahu,  dia itu berbahaya!” ucap Jung Hee sedikit berteriak
“Tidak! Jangan datang kalau kau tidak mau, Aku akan tinggal di sini.” Kata Ibu Jung Hee
Jung Hee pun menanyakan keberadaan Eun Hee sekarang, Ibu Jung Hee tak tahu tapi menurutnya Eun Hee sedang pergi lalu dengan gaya seperti nyonya memanggil pembantu agar memberesihkan meja. 

Jae Bok berjalan di telp memberitahu akan mempersiapkan dokumen dan mengirimnya, lalu tiba-tiba dikagetkan dengan Eun Hee yang sudah ada di depan kantornya. Eun Hee pun menyapa Jae Bok, Bong Goo keluar dari ruangan heran melihat Eun Hee yang datang ke kantornya.
Mereka pun berempat bertemu dalam ruangan dengan Jae Bok dan Eun Hee yang duduk saling berhadapan. Eun Hee pun merasa kalau  Lebih tepatnya ia yang datang duluan. Karena saat Terakhir kali, Jae Bok tampak gugup karena dirinya.
“Lee Eun Hee..Kau berkeliaran ke mana mana dan kau pikir keadaanmu lebih baik tapi itu tidak mungkin. Aku tidak percaya denganmu” tegas Jae Bok

“Maafkan aku kakak.. Kau... dulu sangat kuat...Itu semua salah ku.Aku merasa sangat bersalah.” Ucap Eun Hee dengan bersikap baik.
“Lee Eun Hee Berhenti berpura-pura menjadi orang baik pa kau benar-benar sudah lebih baik?.” Tegas Bong Goo benar-benar tak yakin dengan sikap Eun Hee.
“Aku yakin kau tidak akan percaya, tapi aku sungguh ... “ ucap Eun Hee mencoba menyakinkan.
“Kalau begitu biarkan polisi menyelidikimu.. Na Mi ku.. Kasus Na Mi  dijebak oleh ibumu, tetapi kau harus menjawab beberapa pertanyaan tentang kasus itu. Aku akan menyelidiki kasusmu Jadi Lihatlah.” Kata Bong Goo

Eun Hee mengaku akan pergi untuk penyelidikan Jika harus dihukum, maka akan menerimanya dan kembali meminta maaf pada Bong Goo. Lalu ia kembali menyakinkan Jae Bok kalau tidak akan menyakiti Jin Wook dan Hae Wook.
“Aku minta maaf karena tiba-tiba muncul .. Permisi..” ucap Eun Hee akan pamit pergi.
“Kau... belum berubah... Aku tahu... Aku akan tetap memperhatikanmu” tegas Jae Bok. Eun Hee pun tak bisa berbuat apa-apa lalu keluar dari ruangan. 

Bong Goo melihat Jae Bok memastikan kalau keadaan baik-baik saja karena pasti shock. Sam Kyu pikir merka bisa memberitahu jika melihatnya ketika sedang sendirian. Dari CCTV di lorong depan melihat Eun Hee yang berjalan keluar.
Eun Hee mengusap air matanya seperti merasa sedih, Jae Bok masih yakin kalau Eun Hee tidak terlihat seperti sudah berubah, menurutny Eun Hee masih seorang wanita gila yang masih tidak akan berubah dan tidak akan pernah berubah lalu tiba-tiba langsung jatuh pingsan. 

Jae Bok sudah berbaring dirumah sakit, Jung Hee masuk dengan wajah khawatir melihat mantan istrinya yang ditemani oleh Bong Goo. Bong Goo memberitahu Jae Bok merasa gugup dan tidak tidur dan akhirnya pingsan.
“Semuanya karena Lee Eun Hee. Sebelumnya Shim Jae Bok selalu kuat” ungkap Bong Goo.
“Itu semua salah ku.... “ kata Jung Hee dengan mata berkaca-kaca.

Jung Hee berjalan sendirian di trotoar sambil bergumam kalau semua salahnya karena Membuat Jae Bok menderita seperti itu. Ia mengingat saat pertama kali melihat Jae Bok sebagai penontonya dari atas panggung, lalu berkencan dan bermain di taman hiburan dengan kedua anaknya.
“Aku satu-satunya orang ... yang dapat memperbaiki hal ini. “ gumam Jung Hee lalu berjalan dan sampai didepan rumah Eun Hee.
“Jika aku ingin melindungi Jae Bok dan anak-anak, Aku perlu melakukan sesuatu. Aku harus Menghentikan Moon Eun Kyung. Bahkan jika aku harus menjadi kambing hitamnya dan menghilang,Aku harus bertindak seperti seorang ayah yang sebenarnya. jika aku ingin ... melindungi keluargaku” ucap Jung Hee menyakinkan diri dan menekan pintu bel rumah Eun Hee. 

Eun Hee tak percaya Jung Hee datang ke rumah karena sebelumnya  tidak bisa mempercayainya. Jung Hee mengaku mengkhawatirkannya. Eun Hee berkaca-kaca mendengarnya.  Jung Hee mengatakan akan tinggal di sisinya. Eun Hee mengucapkan terimakasih dan langsung memeluknya sambil mengungkapkan kalau sangat mencintainya. Jung Hee pun terpaksa menerimanya agar bisa melindungi keluarganya. 

[SJ Konstruksi]
Jung Hee pun turun dari mobil tanpa mengunakan dasi kembali ke posisinya, Tuan Oh melihat Jung Hee kembali langsung membungkuk mengaku  sudah membuat kesalahan besar dan hanya melakukan apa yang mereka perintahkan. Jung Hee mengaku sudah tahu dan Tuan Oh yang  juga menjalani kehidupan yang sulit lalu berjalan pergi. Tuan Oh binggung melihat sikap Jung Hee yang tak marah padanya. 

Papan nama “Direktur Koo Jung Hee” berada diatas meja. Jung Hee kembali pada posisinya dan mengingat kembali kejadian semalam.
Flash Back
Eun Hee mengembalikan ponsel yang disadap olehnya dan mengaku  tidak akan memata-matai Jung Hee lagi dan menyingkirkan semuanya, bahkan memecat Tuan Ha jadi tidak akan mengikuti Jung Hee.
“Aku tidak akan menempatkan pelacak GPS . Apa pun yang kau lakukan, aku akan mempercayaimu Karena aku mencintaimu” kata Eun Hee.
“Terima kasih, Eun Kyung, karena mempercayaiku. Aku akan memutuskan semua hubungan dengan Jae Bok. Aku tidak akan melihat anak-anak lagi . Aku akan hidup hanya untukmu, Biarkan kita berdua bahagia sekarang.” Kata Jung Hee menyakinkan.
Eun Hee mengangguk mengerti, dan mengajak mereka akan hidup bahagia selamanya lalu kembali mengungkap perasaan kalau sangat mencintainya. Jung Hee pun mencium Eun Hee tapi matanya terbuka, seperti terpaksa memberikan ciuman agar Eun Hee mempercayainya. 

Jung Hee menuliskan di buku harianya “Sekarang 15 Juni , Sejak Aku mulai menulis catatat harian rahasiaku, maka buku harian ini. adalah pengakuanku”
Eun Hee membereskan lemari es. Ibu Jung Hee merasa Eun Hee yang tak pernah belajar untuk menjaga rumah dengan banyak makanan.
“Ini akan menjadi ... pengamatanku terhadap Moon Eun Kyung”                      
Eun Hee terlihat bahagia mengantar Jung Hee yang akan bersiap pergi ke ke kantor menuruni tangga. Ibu Jung Hee keluar dari kamarnya, Eun Hee menyapa ibu mertuanya bertanya apakah tidur dengan nyenyak. Ibu Jung Hee mengeluh kamarnya kering membuat  Tenggorokanya sakit jadi meminta agar membelikan pembersih udara. Eun Hee dengan senyuman akan membelikanya.
“Aku tidak bisa mengatakan jika penyakit mentalnya  sudah sembuh/tidak Yang bisa aku lakukan untuk Jae Bok, Jin Wook dan Hae Wook adalah menjaga gerak gerik Moon Eun Kyung  dan menghentikan kegilaan nya.”
Ia pun menaruh buku harianya pada sebuah kotak yang dikunci, lalu melihat nama Jae Bok dari ponselnya dan mengangkatnya. 


Jae Bok benar-benar tak mengerti dengan ayah anak-anaknya yang pindah kembali ke rumah Lee Eun Hee dan menurutnya itu gila. Jung Hee menyakinkan kalau Lee Eun Hee sudah membaik dan tidak seperti sebelumnya.
“Kau mungkin berharap dia begitu. Dia tidak akan jadi baik. Kau dalam bahaya jadi Pergilah segera dari sana.” Kata Jae Bok. Jung Hee menanyakan keadaan Jae Bok sekarang.
“Aku baik baik saja, tapi kau melakukan hal ini .membuatku gila. Bagaimana jika terjadi sesuatu ketika kau tinggal dengan Lee Eun Hee?” kata Jae Bok khawatir.
“Bagaimana dengan anak-anak? Bahkan jika sesuatu terjadi, tidak ada yang bisa aku lakukan.” Kata Jung Hee. Jae Bok kaget mendengarnya.
“Koo Jung Hee, Apa kau masih tidak bisa .menyingkirkan keserakahanmu? Apa Hidup dalam kemewahan itu penting sampai sampai kau hidup dengan wanita itu?” ucap Jae Bok, Jun Hee pikir seperti itu.
“Koo Jung Hee... Bagaimana sesuatu terjadi padamu? Kau tidak akan mendengarkan apapun yang aku katakan lagi. Aku rasa kau sudah gila “ kata Jae Bok benar-benar tak habis pikir dengan tingkah mantan suaminya.
“Yahh... memang benar....Aku mungkin sudah gila Sejak lama.. Itu sebabnya aku akan berakhir di sini.” Tegas Jung Hee. 


Saat itu Bong Go datang mengeluh dengan Jae Bok yang datang menemui Jung Hee tanpa memberitahukanya, lalu membahas Jung Hee yang  pindah ke rumah Lee Eun Hee. Jung Hee membenaranya, Bong Goo mengejek Jung Hee yang benar-benar luar biasa.
“Koo Jung Hee...Aku tidak bisa ... melakukan apapun untukmu  lagi. Walaupun begitu Kau masih temanku, Hubungi aku jika terjadi sesuatu. Selalu berhati-hati.” Ucap Jae Bok lalu berjalan pergi.
“Kang Bong Goo... Tolong jaga dia.. Aku tahu kalau  aku ini tak tahu malu, tapi anak-anak kami juga” pesan Jung Hee.
“Apa Kau yakin tidak akan bertemu dengannya lagi?” tanya Bong Goo heran, Jung Hee menganguk kalau Itu rencananya dan meminta agar jangan menghubungi lagi lalu pergi. Bong Goo tak mengerti yang terjadi sekarang.
Jung Hee sempat melihat Bong Goo yang pergi bersama dengan Jae Bok. Jae Bok bergegas pergi, tapi di tengah jalan berhenti dan langsung menangis, Bong Goo pun memeluknya untuk menenangkan Jae Bok. 


Eun Hee masuk kamar perlahan seperti ingin memastikan Jung Hee tertidur lalu keluar dari kamar. Jung Hee membuka mata seperti mengetahui Eun Hee yang masuk kamarnya. Eun Hee menuruni tangga dan masuk ke dalam ruang bawah tanah. Ia masuk ke sebuah ruangan hanya ada sebuah kursi seperti raja.
Di rumah
Jae Bok kembali terbangun karena mimpi buruk, dan melihat anaknya yang tertidur pulas. Ia mengingat kembali pertemuanya dengan Bryan sebelumnya.
Flash Back
Bryan mendengar kalau Koo Jung Hee sudah ceroboh dengan pekerjaannya dan tidak punya dorongan lagi jadi khawatir kalau Jung Hee akan melakukan sesuatu yang drastis dan ingin tahu apakah Jung Hee mengatakan sesuatu.
Jae Bok mengingat saat terakhir bertemu dengan Jung Hee “Bahkan jika sesuatu terjadi, tidak ada yang bisa aku lakukan.”  Jae Bok pun panik dan mencoba menelp. 


Eun Hee sedang asyik membersihkan kursi dan mengatur ruangan bawah tanah. Bong Goo dan Jae Bok datang kerumah Eun Hee. Saat turun dari mobil Bong Goo menyuruh Jae Bok menelp Jung Hee sambil mengeluh dengan pikiran Jae Bok yang berpikir terjadi sesuatu.
Jung Hee melihat ponsel yang berdering dan telp dari Jae Bok, Eun Hee menatap tiang-tiang dengan lilin. Bong Goo kesal Jung Hee yang tak mengangkatnya dan memutuskan untuk menekan bel saja. Eun Hee melotot kaget begitu juga Jung Hee akhirnya terbangun dari tempat tidurnya. Jae Bok terlihat gugup didepan rumah.
Bersambung ke episode 20

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

4 komentar:

  1. terima kasih mba atas sinopsis nya.. ditunggu ep 20 nya. semangat nulis nya mba...

    BalasHapus
  2. Deg2an dengan endingnya...trims ya mbak

    BalasHapus
  3. Nanti eun hee nya mati Karna rumah nya kebakaršŸ˜… maaf spoiler

    BalasHapus
  4. Mba D kayanya jadi males nulis episode terakhir karena ada yg ngasih spoiler... Semangat mba D...

    BalasHapus