Sabtu, 13 Mei 2017

Sinopsis Queen Of Mystery Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Dalam ruang interogasi, Seol Ok terlihat bahagia melihat Inspektur Woo yang menurutnya bernar-benar keren. Insp.Woo pun mulai mengaak mereka mulai membahas kasus. Sementara di luar Kepala Park mengeluh dengan Insperktur Woo yang  bahkan mengawasi akses masuk.

“Mengapa mereka sangat tertutup?” ucap Kepala Park berusaha mendengar dari depan pintu. Salah seorang anak buahnya memanggil,
“Apa Detektif Ha dipindahkan ke Hubungan Masyarakat?” tanya Reporter Woo lalu mengeluh tak akan mendapatkan berita lagi.
“Dia perlu membuat masalah, jadi aku bisa menulis artikel.” Ucap repoter Woo. Kepala Park pun langsung mendekat bertanya bagiamana bisa mengetahuinya.
“Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Repoter Woo makin penasaran ingin melihat ke dalam ruangan Kepala Park kembali bertanya bagaimana Reporter Woo mengetahuinya. 


Terlihat selembaraan di papan “Pemberitahuan Pemindahan Anggota yang pertama [Bae Kwang Tae, Divisi Keselamatan Jalan]. Ketua Bae sudah ada didepan bus untuk Pendidikan Keselamatan di Jalan bagi Lanjut Usia,  didepanya sudah banyak para nenek dan kakek yang siap mendengarkan penjelasanya.
“Ada tiga aturan yang harus kalian ikuti saat menyeberang jalan. Berhenti, Lihatlah kedua arah itu. Lalu jalan. Apa kalian mengerti?” ucap Ketua Bae, salah satu anggota penjelasan Ketua Bae tidak menyenangkan.
“Polisi yang datang terakhir kali menyanyikan sebuah lagu yaitu Lagu trot.” Kata salah satu anggot. Ketua Bae menolak karena  bukan penyanyi yang bagus.
Tapi akhirnya demi menyenangkan para nenek dan kakek, Ketua Bae menyanyikan lagi trot. Mereka pun menari-nari dengan wajah bahagia. Daftar nama kedua [Lee Dong Gi, Kantor Polisi Sinan, Provinsi Jeonbuk] tanpa terlihat wajahnya hanya ada ombak yang terlihat di tepi pantai tempat Dong Gi berkejar.

Daftar nama ketiga [Hong Joon Oh, Divisi Wanita Muda] Semua anak sekolah mengantri panjang, terkesima dengan Joon Oh yang sangat tampan. Joon Oh pun mewawancari seorang murid menanyakan tujuanya datang menemuianya.
“Sebenarnya, aku lagi patah hati. Apa patah hati itu penyakit menular? Mengapa semua orang patah hati?” ucap si pelajar. Joon Oh pun dengan senyuman melayani semua anak yang mengajukan keluhan.
Sementara [Ha Wan Seung, Divisi Humas] Beberapa petugas berbisik tentang Wan Seung yang dikirim ke Divisi Humas, Mereka tahu Wan Seung sebagai Image dari Polisi Seodong dan melihatnya berlatih menari di aula. Mereka tak percaya kalau Wan Seung ikut menari.
Di pinggir jalan, beberapa polisi menari dengan membawa papan yang bertuliskan peringatan [Hentikan kekerasan dalam rumah tangga!] [Kekerasan dalam rumah tangga adalah sebuah kejahatan.] [Katakan tidak pada kekerasan dalam rumah tangga]
Wan Seung duduk di samping kelelahan dengan kepala boneka polisi yang dilepaskanya. Tiba-tiba anak-anak berlari mendekatinya meminta agar bermain bersama. Wan Seung terlihat sangat kelelahan dengan pekerjaan barunya.


Insp. Woo mulai memperlihatakn foto kobar Ko Joo Yeon. 23 tahun, seroang pedagang pakaian di Pasar Seodongmun. Joo Yeon terlihat sedang membujuk pelanggan agar membeli datangnya.
“3 Mei adalah hari liburnya, Tapi dia menghadiri acara makan malam dengan rekan kerjanya.” Ucap Insp Woo. Joo Yeon pun minum-minum bersama dengan teman-temanya.
Joo Yeon pun meminta temanya agar mengatur kencannya, akhirnya Joo Yeon pulang dengan bus, dengan wajah tersenyum karena akan kencan untuk pertama kalinya.
“Setelah makan malam, dia pulang ke rumah, sekitar jam 00.30 malam dengan menggunakan bus. Kami memiliki rekaman CCTV. waktu dia turun dari bus di Baebang 4-dong.” Ucap Insp. Woo. Joo Yeon turun dari bus dan akhirnya menghilang.
“Mayatnya ditemukan besok paginyasekitar jam 9:30. Yang menemukan mayatnya adalah pemilik apartemen, Park Kyung Mo.” Ucap Insp. Woo. Tuan Park melihat pintu rumah Jo Yeon terbuka dan memanggilnya tapi dikagetkan dengan melihat Jo Yeon lalu berlari keluar mencari pertolongan. 
“Dia berpakaian lengkap. Ada tanda pembelaan diri, Tapi bukan serangan seksual. Pergelangan tangannya yang memar menunjukkan kalau dia diikat. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah Tubuhnya sudah dibersihkan. Seluruh wajahnya ditutup dengan lakban searah jarum jam.” Jelas Insp. Woo
Seol Ok yang melihat mayat Jo Yeon tertunduk sedih melihat korban adalah orang yang dikenal sebelumnya. Insp Woo melihatnya lalu memutuskan akan istirahat dan melanjutkannya 10 menit lagi.

Seol Ok pun dipanggil Insp Woo keluar dari ruangan, Insp. Woo pun bertanya Apa Seol Ok kenal dengan Ko Joo Yeon. Seol Ok mengangguk dengan wajah sedih.  Inspe. Woo langsung menegaskan kalau Seol Ok  tidak boleh menangani kasus ini. Seol Ok langsung kaget mendengarnya.
“Jika kau melibatkan emosional, Kau akan merusak semuanya.” Ucap Inspe Woo.
“Aku akan bekerja lebih keras karena itu. Jadi Inspektur Woo, tolong biarkan aku tetap menjadi bagian ini. Aku akan menangkap penjahat yang membunuh Joo Yeon.” Ucap Seol Ok menyakinkan. 

Sementara Wan Seong dan Ketua Bae terlihat kelelahan berbaring di sofa dengan wajah letih. Wan Seung pikir mereka itu harusnya menangkap penjahat dan bertanya kapan bisa berhenti menari menggunakan kostum.
“Hei, apa menurutmu... Aku suka menyanyikan lagu di panti jompo? Cobba kau Lihatlah Dong Gi. Dia berada di pantai Sinan, Berpatroli di tanah garam.” Kata Ketua Bae
“Dong Gi yang malang. Dia memiliki masalah dengan ususnya.” Ucap Wan Seung merasa kasihan.
“Aku tahu, tapi Untungnya dia bisa pergi kemanapun.” Kata Ketua Bae
Wan Seung pikir Sebenarnya, pantai memang sesuai dengan Dong Gi tapi saat itu sudah terdengar bunyi dengkuran dari Ketua Bae, sambil menatap Wajah ketua Bae yang sudah penuh dengan keriput.

Di dalam ruangan, Inspe. Wook memperlihatakn foto Lee Sung Hee, sebagai Korban pembunuhan Baebang-dong Dan foto kasus pembunuhan di Pasar Seodongmun. Ia menjelaskan Dari tahun 2008 sampai 2010 Ada lima kasus pembunuhan disekitar kawasan Pasar Seodongmun.
“Apa Kasus pembunuhan berantai? Apa dia mengatakan... Ini kasus pembunuhan menggunakan lakban yang terkenal itu?” ucap Seol Ok dengan suara perlahan.
“Ini dikenal sebagai kasus pembunuhan menggunakan lakban. Lebih tepatnya, ini adalah kasus-kasus pembunuhan di Pasar Seodongmun.” Kata Inspe Woo. Seol Ok seperti tak percaya mendengarnya. 



Wan Seung duduk diam menatap laptopnya, melihat foto pakaian yang ditumpuk dengan rapih. Joon Oh datang meminta maaf datang terlambat karena banyak permintaan konseling. Wan Seung yang melihat seragam Joon Oh mulai mengejeknya.
“Ini Seragam untuk Divisi Wanita Muda.” Ucap Joon Oh. Wan Seung merasa Joon Oh itu lebih beruntung daripada dirinya yang harus mengunakan kostum polisi. Ketiganya pun mulai melakukan rapat.
“Aku masih menganggap ini mencurigakan. Berapa banyak orang yang akan melipat pakaian mereka dengan rapi?” ucap Wan Seung
“Bajunya dilipat sama seperti di lemari.” Kata Joon Oh. Wan Seung merasa kalau  Itu sangat berbeda.
“Itu sama persis... Dia bekerja ditoko pakaian. Aku yakin dia pandai dalam melipat pakaian.” Kata Ketua Bae
Tapi Wan Seung merasa yakin kalau Ada yang mencurigakan Ketua Baek menyuruh Wan Seung agar Berhenti mengatakan sesuatu yang mencurigakan, kalau mereka itu perlu petunjuk untuk menyelidikinya, seperti Hasil autopsi atau semacamnya. Wan Seung menegaskan kalau  akan menanganinya.
“Bagaimana aku bisa bicara dengan Ahjumma itu supaya memberikanku hasil otopsinya?” kata Wan Seung saat itu anak buah lain masuk.
“Detektif Han... Kau harus mengambil foto untuk poster kampanye.” Ucap anak buahnya. Wan Seung mengangguk mengerti.
“Apa aku satu-satunya pria tampan disini?” keluh Wan Seung. Ketua Baek pikir dirinya yang akan mengantikanya. Wan Seung menolak ingin mengerjakanya sendiri. 


Di ruangan
Inspe Woo menjelaskan kalau  semua korban terlihat memiliki kemiripan. Seol Ok pun bertanya apakah Boleh  mengetahui penyebab kematian mereka. Inspe Woo menjawab kalau Hasil otopsi bersifat rahasia.
“Lalu apa mereka memiliki kesamaan dalam penyebab kematiannya?” tanya Seol Ok
“Seperti yang aku katakan, itu rahasia. Seperti yang kau lihat... Semua tubuh mereka sudah dibersihkan.” Kata Inspe Woo.
“Apa saja yang dibersihkan? Apa mereka semua dibersihkan dengan cara yang sama?” tanya Seol Ok
“Dan wajah mereka semua dibungkus dengan lakban.” Kata Inspe Woo

“Cara mereka dibungkus itu berbeda. Dalam kasus Nn. Ko, itu dari kiri ke kanan. Kau bisa tahu dari cara ia memotong lakbannya. Pelakunya menggunakan tangan kanan. Namun, korban lainnya... Dibungkus dari kanan ke kiri. Pelakunya itu kidal. Perbedaan terbesarnya adalah... Bagaimana lakban itu bisa kusut. Lakban Nn. Ko terlihat bagus. Namun, lakban di wajah korban lainnya sangat kusut.” Kata Seol Ok
Inspe Woo seperti tak mengerti dengan ucapan Seol Ok, Seol Ok menjelaskan kalau Penyebab kematian mereka berbeda Jika  melakban wajah seseorang saat mereka masih hidup pasti akan kusut dan akan mati karena lemas. Ia melihat Joo Yeon dilakban setelah meninggal, karena tidak mati karena lemas. Inspe. Woo memperingatinya.
“Inspektur Woo... Dengan segala hormat Kasus pembunuhan Baebang-dong, Bukan kasus pembunuhan berantai.” Ucap Seol Ok
“Berhenti ikut campur dan tolong pergi.” Tegas Inspe Woo
“Ini adalah pembunuhan tak disengaja. Korban sangat sering kehilangan pakaian dalamnya. Beberapa pakaian dalamnya juga hilang pada hari itu. Kita harus menangkap pencuri pakaian dalam itu terlebih dahulu.” Ucap Seol Ok tak peduli dengan ucapan atasanya.
“Aku secara khusus memintamu untuk pergi.” Teriak Inspe Woo marah
“Mengapa kau menyembunyikan hasil otopsinya? Mengapa semua rapatmu harus dirahasiakan? Mungkinkah... Karena kau sudah tahu ini bukan... ini Kasus pembunuhan berantai?” kata Seol Ok ingin tahu yang sejelas-jelasnya. Inspe Woo hanya menatap Seol Ok dengan tatapan sinis. 


Seol Ok akhirnya ada diluar ruangan meminta agar bisa masuk ke dalam ruangan pada petugas yang berjaga di depan pintu.   Ia pikir Kasus ini tidak akan selesai Jika Inspe Woo terus berpikir kalau ini pembunuhan berantai dan akan berakhir sebagai kasus yang tidak terpecahkan. Petugas meminta Seol Ok agar bisa pergi.
“Yoo Seol Ok.. Kau tidak perlu datang lagi.” Ucap Inspe Woo akhirnya kelua dari ruangan. Seol Ok ingin tahu alasanya.
“Apa karena aku mengatakan kebenarannya?” ucap Seol Ok. Inspe Woo mengejek Seol Ok yang merasa kalau itu Kebenaran.
“Yoo Seol Ok , apa kau punya hak untuk mengatakan itu? Aku berharap banyak padamu, Karena kau rekomendasi dari Ketua. Tapi aku kecewa.” Ucap Inspe Woo
“Ini yang kau mau. Iniah yang bisa kau lakukan untuk membuat Kasus pembunuhan Baebang-dong menjadi pembunuhan berantai. Kau mendapat ruangan terbesar di Kantor Polisi Seodong. Kau memiliki semua para ahli, Anggaran yang besar, dan tenaga kerja yang kau butuhkan. Pasti ini mimpi bagi polisi manapun.” Kata Seol Ok sinis
“Apa itu yang kau pikirkan?” kata Inspe Woo. Seol Ok pikir memang seperti itu.
“Kau harus menangkap pelakunya sendiri. Aku tidak bisa menghentikanmu melakukan itu.” Kata Inspe Woo lalu kembali masuk ruangan. Seol Ok menegaskan kalau akan menangkap penjahat itu.


Saat itu Wan Seung melihat dilorong menemukan Seol Ok lalu berteriak memanggil Pengkhianat. Seol Ok mengeluh dengan bisa mengetahui suara Wan Seung dan datang disaat seperti ini. Wan Seung mengejar Seol Ok menuruni tanga memanggil namanya.
“Panggil saja aku Ahjumma.” Kata Seol Ok lalu menegaskan lebih baik jangan memanggilnya lagi.
“Bagaimana kau bisa pelit begini? Beri aku hasil autopsi-nya.” Ucap Wan Seung
“Segala sesuatu dari Unit Khusus bersifat rahasia.” Tegas Seol Ok. Wang Seung merasa Seol Ok sedang membual sekarang dan memohon. Seol Ok tak peduli memilih untuk pergi meninggalkanya.

Para remaja kembali mengantri sambil memuji Joon Oh yang sangat tampan dan imut. Salah satu pelajar menceritakan tidak bisa tidur nyenyak Dan juga tidak bisa makan. Joon Oh pikir itu karena nilainya yang buruk.  Si pelajar mengaku kalau itu sudah lama tidak memikirkannya.
“Aku pikir ini adalah penyakit hati Lalu aku akan menemukan seorang terapis untukmu.” Cerita Si anak
“Antriannya terlalu panjang, jadi Berikutnya.” Kata Joon Oh seperti mencari-cari kesempatan
“Apa Sudah selesai? Aku sangat membutuhkan konseling ini.” Keluh si anak. Joon Oh hanya bisa meminta maaf.

Sementara di luar ruangan, Petugas Jang bertanya pada anak remaja lainya jam berapa hilangnya. Si wanita hanya diam saja, Petugas Jang pikir si anak itu  perlu menangkap pencuri tempat duduk sepeda ini.
“Bisakah kau menangkap pencuri yang mencuri hatiku? Coba Lihat wanita itu. Dia berakting.” Ucap Si wanita melihat Joon Oh digoda oleh wanita lainya.
“Hei, kapan tempat duduk sepedamu hilang?” tanya Petugas Jang ingin membantu menemukanya.
“ Itu bukan masalah sekarang. Luar biasa.” Ungkap Si wanita terkesima dengan Joon Oh
Petugas Jang melihat ke dalam dan kaget melihat Joon Oh ada di dalam ruangan padahal berpikir akan ke Divisi Intelijen.



Kyung Mi menyusun kotak makan sambil mengeluh Seol Ok yang  tidak pernah datang karena sibuk. Seol Ok minta maaf. Kyung Mi bertana Apa menyenangkan bekerja sama dengan Inspektur Woo. Seol Ok mengaku belajar banyak darinya.
“Tapi aku tidak begitu yakin dengan Inspektur Woo.” Ucap Seol Ok menatap iklan Inspe Woo.
Wan Seung berjalan mengetahui Seol Ok lagi tapi pasti pasti ada di rumah atau ditempat makan siang, menurutnya tak ada tempatnya untuk pergi. Saat itu melihat Do Jang bertanya-tanya kenapa berdiri di dekat situ, Do Jang melihat Wan Seung langsung mengumpat kesal dan buru-buru masuk mobil.  Wan Seung berusaha mengejar tapi Do Jang sudah pergi jauh dengan mobilnya.

Do Jang menerima telp dari Tuan Kim, mengeluh  khawatir karena tidak meneleponnya. Tuan Kim bertanya keberadaan Do Jang sekarang.  Seo Jang yang sedang ada di dalam mobil mengaku sedang makan. Tuan Kim menyindir kalau dirinya itu bertanya karena tak mengetahuinya.
“Ada wanita yang aku khawatirkan. Semuanya akan jadi rumit jika kau bermain-main dengannya. Kau tahu itu.” Ucap Do Jang
“Kau tidak boleh terlibat dengan Wan Seung. Jangan pergi di dekat Kantor Polisi Seodong. Aku akan menyiapkan kapal untukmu.” Ucap Tuan Kim
“Apa kau menyuruhku untuk meninggalkan semuanya dan lari?” kata Do Jang terlihat kesal
“Kapal itu adalah kesempatan terakhirmu.” Tegas Tuan Kim 

Salah seorang masuk ke sebuah kamar lalu meminta anak buahnya agar mencarinya. Lalu Si Bos menerima telp dengan bahasa jepang meminta maaf kalau Mereka semua sudah pergi. Lau Wan Seung masuk ruangan yang sama dengan keadaan sudah di obrak abrik, tak percaya kalau targetnya  semua sudah pergi.  

Akhirnya Wan Seung bertemu dengan ketua Bae. Ketua Bae pikir itu adalah narkoba yang mereka cari, tapi ternyata Triad dan Yakuza, semuanya mengejarnya,dan Agen perjalanan Jang Do Jang disebut Global. “Apa kau tahu kemana dia pergi?” tanya Wan Seung. Ketua Bae sudah bertanya pada semua informannya tapi  Tidak ada yang tahu.
“Si Brengsek itu seharusnya tetap tinggal di penjara.” Keluh Ketua Bae, Joon Oh datang meminta maaf datang terlambat karena Lalu lintasnya sangat macet.
“Apa ini makan malam tim?”ucap Joon Oh menerima minuman. Wan Seung mengeluh mendengarnya.
“Kita memang bubar, tapi kita masih tim.” Kata Ketua Bae, Joon Oh pun bertanya kenapa tim mereka  dibubarkan.
“Aku juga tidak tahu. Ini membuatku frustrasi.” Kaya Tuan Baek. Wan Seung dengan sinis memberitahu kalau itu terjadi setelah Joon Oh bergabung dengan tim.

Wan Seung terdiam mengingat saat Tuan Ha datang ke kantor, Ketua Jang mereka harus bergerak cepat sekarang karena Tuan Ha sangat tertarik, seperti tahu kalau itu pasti pengaruh dari Tuan Ha. Joon Oh mengeluarkan obat kalau itu mencegah mabuk.
“Tidakkah kau peduli dengan hatiku juga?” sindir Wan Seung. Joon Oh pun memberikan juga pada Wan Seung. 

Kepala Park Sung Man duduk diam dalam ruangan. Kepala Jang masuk sambil berteriak  Kepala Park memberitahu kalau Ini adalah urusan Badan Kepolisian Nasional tapi kenapa bawahannya terus mengurusi itu dan membuat masalah.
“Aku minta maaf. Aku akan memperingatkan mereka. Aku sudah memberikan mereka pekerjaan khusus.” Ucap Kepala Park
“Mengapa mereka masih berusaha menangkap penjahatnya? Mereka harusnya memfokuskan semua usaha guna mempromosikan kantor ini!” keluh Kepala Jang. Kepala Park pun meminta maaf. 

Joon Oh pergi ke ruangan Unit Khusus lalu berusaha untuk mengetahui yang terjadi didalam tapi tidak bisa mendengar apapun.Sementara Wan Seung bertemu dengan bagian forensik bertanya Apa mereka tidak memiliki hasil otopsi-nya.
“Aku juga ingin sekali memperlihatkannya padamu. Tapi Bagaimana mereka bisa melarang kita untuk bekerja? Mereka mengambil semua laporan dan tidak mau berbagi.” Ucap Petugas juga kesal
“Bisakah aku tahu apa saja yang kau dapatkan di TKP?” kata Wan Seung. Petugas pun memberikan amplop berisi sebuah berkas. 

Ketua Baek bertemu dengan kepala Park, seperti ingin merayunya. Kepala Park melihat anak buahnya mengeluh karena tingkahnya itu sangat menakutkan. Ketua Baek bertanya apakah tidak memiliki apapun. Ketua Park pun mengatakan tidak punya apa-apa.
“Aku bahkan tidak diberi pengarahan oleh atasanku. Aku berkata benar.” Kata Ketua Park menyakinkan.
“Begini... Kapten Bae. Bisakah kau meninggalkan kasus ini?” ucap Kepala Park. Kepala Bae mengeluh kalau dirinya itu  seorang detektif.
“Begitu aku memiliki sebuah kasus... Aku tidak akan pernah menyerah. Kau tahu itu.” Ucap Kepala Bae. Kepala Park bisa tahu tapi akhirnya tak bisa berkata-kata. 


Wan Seung dengan wajah penuh amarah memberitahu si bawahanya kalau pernah duduk di ruangan tapi sekarang tidak bisa masuk ruang konferensi lalu bertanya apakah itu perintah bos besar.  Si anak buah meminta maaf.
“Aku seharusnya tidak menangkap pembunuh. Kau seharusnya tidak boleh seperti ini, kau tahu itu?” kata Wan Seung kesal lalu segera pergi besama dengan Joon Oh. 

Seol Ok berbelanja di minimarket, Bibi bertanya apakah Apa Seol Ok terlibat dalam kasus itu. Seol Ok menegaskan kalau mereka  akan mengakhiri dan menangkap pembunuhnya. Si Bibi mengaku pernah melihat gadis itu beberapa kali.
“Dia tersenyum saat membeli pop mie beberapa hari yang lalu. Aku masih tidak percaya dia sudah mati. Jadi Tangkap pembunuhnya.” Kata Si bibi. Seol Ok mengangguk mengerti.
“Ada yang bilang pencuri pakaian dalam yang melakukannya.” Ucap si bibi. Seol Ok kaget darimana mendengar hal itu.
“Tidak ada yang tidak aku ketahui. Apa menurutmu dia yang melakukannya?” kata Si Bibi penasaran.
Saat itu di lorong terlihat Wan Seung datang dan memanggilnya,  Seol Ok terlihat kesal tapi akhirnya bertanya apa yang dinginkan sekarang. Wan Seung menegaskan punya tawaran yang tidak bisa  tolak. Seol Ok langsung menolaknya seperti tak peduli.
“File kasus Shinim-dong ada di dalamnya.” Kata Wan Seung  
“Bagaimana bisa kau melakukan ini? Kau bilang akan mengurusnya untukku.”keluh Seol Ok
“Kau bilang tidak akan masuk urusan polisi.” Ucap Wan Seung sambil makan jeli kacang. 


Di depan Supermarket Masa Kini
Wan Seung bertanya dimana mereka akan bertemu apakah di  Restoran atau Kafe jadi menurutnya mereka harus membuat kesepakatan, yaitu Seol Ok yang akan dapat filenya dan Ia akan dapat laporan autopsinya.
“Bagaimana jika seseorang melihat kita? Mari kita bertemu di sini.” Kata Seol Ok. Wan Seung pun setuju.
“Tapi Siapa yang peduli jika ada yang lihat?” keluh Wan Seung heran. 

[Kantor Polisi Shinim]
Wan Seung bertemu dengan rekan kerjanya dengan membawakan secangkir kopi, menyapa temanya yang tampak sehat. Ia lalu bertanya apakah temanya itu tidak memiliki kasus, karena terlihat bosan. Teman Wan Seung merasa tidak ingin menyusahkan dirinya Dan pergi ke unit seperti Wan Seung.
“Aku akan kembali ke kantor lamaku. Walaupun ada beberapa perubahan.” Kata Wan Seung yakin. Temanya pun sedikit mengejek.
“Ah benar, kasus Shinim-dong yang aku tanyakan.” Kata Wan Seung, temanya mengatakan kalau itu kasus lama jadi
“Filenya sangat sulit didapat.Ini seperti disembunyikan. Apa kau tahu sesuatu?” tanya Wan Seung
“Filenya sudah hilang. Aku tidak bisa menemukannya. Itu kasus lama Dan kami menyimpulkan itu adalah pasangan bunuh diri. Tidak ada yang peduli. Kau jarang meminta bantuan. Tapi Maaf aku tidak bisa membantu.” Kata Temanya merasa bersalah. Wan Seung pikir tak perlu seperti itu lalu mengajak mereka minum nanti.
“Jika kau menemukan file-nya, hubungi aku.” Kata Wan Seung, temanya pun mengangguk setuju. Wan Seung pun akhirnya pergi meninggalkan kantor. 

Si pria melihat berkas Kasus Taksi Shinim-dong dengan foto  di dalamnya, lalu berkata kalau berharap tidak bertemu dengan Seol Ok lagi, tapi akhirnya kembali dan sangat tangguh juga.
Akhirnya Detektif Ko menelp Tuan Kim, telihat poster pemilihan presiden Jung Min Ki. Tuan Kim yang mendengarnya sedikit kaget mengetahui Kasus Shinim-dong lalu menurutnyaharus melakukan sesuatu sebelum ini menyebar.

Seol Ok berjalan mengendap-ngendap, saat itu Inspektur Woo melihatnya langsung menegur Seol Ok berada di lantai unit khusus dan Kantor Pengawas, padahal Pusat Pelayanan Publik ada di lantai bawah sementar ini
“Aku ingin ke kamar kecil. Lantai dibawah sudah penuh, banyak yang antre dan tidak pernah ada tisu toilet. Yang di lantai ini selalu kosong dan  selalu ada tisunya.” Ucap Seol Ok. Inspek. Woo merasa Seol Ok itu hanya omong kosong dan langsung pergi. Seol Ok hanya bisa menghela nafas mendengarnya.

Wan Seung membawa berkas lalu berpikir akan Seol Ok  akan memberikannya, tapi menurutnya akan mengambil hasil otopsi-nya dan lari.  Keduanya pun duduk bersama, Seol Ok menatap berkas ditangan Wan Seung akan langsung kabur setelah mendapatkanya.
Seol Ok akhirnya memberikan berkas lebih dulu dan Wan Seung pun juga memberikanya. Seol Ok langsung mendorong meja dengan kaki dan membuat Wan Seung jatuh terjungkal. Seol Ok tersenyum membayangkanya.

Wan Seung yang melihat Seol Ok tersenyum bahagia, berpikir itu karena  cuacanya. Seol Ok meminta Wan Seung memberikan berkasnya lebih dulu., Wan Seung menolak meminta Seol Ok yang memberikanya lebih dulu.
“Bagaimana aku bisa mempercayaimu?” ucap Seol Ok. Wan Seung juga berkata yang sama kalau tak mungkin bisa mempercayai Seol Ok.
“Baik. Kalau begitu... Kita akan menukarkannya pada saat bersamaan.” Kata Seol Ok. Wan Seung setuju.
Mereka pun mulai dengan hitungan sampai ketiga, tapi Seol Ok ingin mengambil berkas dari Wan Seung tanpa memberikan berkas miliknya. Wan Seung mengejek kalau sudah tahu pasti Seol Ok seperti itu akhirnya memperingati Seol Ok agar jangan berbohong kali ini. Seol Ok berjanji.
Mereka akhirnya bertukar berkas dan sedikit berlari langsung melihat isinya. Wan Seung melihat isinya langsung berteriak marah pada Seol Ok. Saat itu bibi datang membentangkan Peta Baebang-dong. Seol Ok bertanya kenapa si bibi membawa itu.
“Aku menggunakan peta ini untuk pesan antar. Jadi Lihatlah.” Ucap Si bibi. Wan Seung mengeluh merasa tak ada gunanya berpikir si bibi itu memilki jasa pesan antar. Seol Ok juga terlihat tak mengerti.
“Orang yang mencuri pakaian dalam mereka. Pencuri itu pembunuhnya, 'kan? Jadi aku tanyakan kepada semua pelangganku. Itu bukan sekali.” Kata Bibi menunjuk di peta yang dibawanya.
Bersambung ke Part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

2 komentar: