Selasa, 02 Mei 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 17 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Bong Goo kembali masuk ke dalam ruangan merasa dengan firasatnya kalau Eun Hee yang memukul Jung Na Mi dengan tas kulit nya jadi secepatnya harus membersih kan Nama Shim Jae Bok. Sam Kyu bertanya apakah Jae Bok akan dipenjara kalau mereka tidak membantunya.
“Apa kau belum menemukan kata sandi nya?” tanya Bong Goo, Sam Kyu kesal kalau Ini bukan sesederhana yang didengar.
“Aku mau ketempat Jae Bok dulu” kata Bong Goo berjalan pergi, Sam Kyu berteriak memanggilnya kalau sudah menemukannya.

Bong Goo kembali duduk melihat layar komputer bersama dengan Sam Kyu. Akhirnya Bong Goo keluar dengan memegang tengkuknya seperti merasa sangat terkejut.
Flash Back
Na Mi yang terbaring dengan mata masih menatap keatas memegang ponslenya dan dengan hanya menekan satu jari saja bisa mengambil gambar baju yang digunakan Eun Hee dan akhirnya meninggalkan di tempat. 

Nyonya Choi duduk dikursi goyang sambil mikirnya, lalu bergegas mempersiapkan diri. Sementara Jin Wook dan Hae Wook duduk dimeja makan, Eun Hee memberikan roti untuk mereka makan. Ibu Jung Hee berlari menahan Jin Wook sebelum memakanya mencobanya lebih dulu seperti takut Eun Hee memasukan sesuatu. Eun Hee melirik sinis karena dicurigai oleh Ibu Jung Hee.
“Apa ibu pikir aku menempatkan sesuatu yang aneh di dalamnya?” ucap Eun Hee kesal, Ibu Jung Hee mengelak lalu memberikan roti yang menurutnya aman pada sang cucu lalu meminta Eun Hee memberikannya jus.
Nyonya Choi berada dalam kamar terlihat tegang lalu memberitahu Eun Hee kalau mau keluar sebentar. Eun Hee mengangguk mengerti, tapi merasakan sesuatu tentang ibunya dan langsung memberikan jus diatas meja dan berlari keluar. Ibu Jung Hee sampai berteriak kesal karena tak memberikannya gelas. 


Nyonya Choi keluar dari rumah, Eun Hee langsung bertanya apakah ibunya Tidak mau bawa mobil. Nyonya Choi mengaku kalau ingin udara segar, jadi hanya ingin jalan jalan. Eun Hee melihat tas yang dibawa oleh ibunya dengan tatapan curiga. Nyonya Choi mengaku Bukan apa apa
“Apa itu? Biarku lihat.” Kata Eun Hee ingin memaksa melihatnya. Nyonya Choi berusaha menahanya kalau bukan apa-apa. Keduanya saling tarik-tarikan sampai akhirnya Bong Goo datang dengan mobilnya. 

“Kau disini rupanya” komentar Bong Goo melihat Eun Hee sudah ada diluar rumah.
“Lee Eun Hee.. Kau tidak cemas karena sudah menyingkirkan telepon Na Mi  kan. Tapi kau tahu, bahkan jika ponselnya hilang, Foto yang Na Mi simpan dan dia kirim ke Clouds dan Tersimpan secara otomatis. Semuanya ada di sana. Kau memukulnya dengan tasmu, mengejarnya, dan mengancamnya. Itu karena kau memojoki nya dan Na Mi ... Itu sebabnya itu terjadi padanya.” Kata Bong Goo dan polisi pun datang
“Lee Eun Hee... Anda berada di tangkap atas pembunuhan Jung Na Mi. Ayo ikut denganku.” Kata Detektif ingin membawa Eun Hee.
“ Aku saja... Dia tidak tahu apa-apa... Itu sebabnya aku sekarang akan menyerahkan diri” kata Nyonya Choi membela anaknya. Eun Hee tak percaya ibunya bisa menutupi semua kelakukanya.
“Pembohong. Itu bukan dia. Tapi Eun Hee” kata Bong Goo. Nyonya Choi mengaku kalau punya bukti dengan memperlihatkan isi tas yang sudah dibawanya.
“Ini pakaian yang kupakai malam itu dan aku memukul kepala Jung Na Mi dengan tas ini” kata Nyonya Choi mengeluarkan tas yang dipakai oleh Eun Hee sebelumnya.
Eun Hee berkaca-kaca melihat ibunya. Bong Goo yakin kalau Nyonya Choi berusaha mengambil kesalahan putrinya dan itu akan bahaya buatnya.  Nyonya Choi akhirnya meminta maaf kalau  Seharusnya menahan emosi dan menurutnya  Jung Na Mi, penyihir itu, membuatnya sangat marah dan tidak seharusnya melakukannya
“Aku yang melakukannya. Aku berkelahi dengan Jung Na Mi ... dan itulah yang terjadi” ucap Nyonya Choi mengakunya, Eun Hee hanya diam saja, Bong Goo berusaha menahan emosi karena rencananya tak berhasil. 


Jae Bok baru saja keluar dari sel, melihat Nyonya Choi yang berjalan masuk. Polisi memberitahu Nyonya Choi sebagai tersangka dalam kasus Jung Na Mi dan sudah mengaku. Jae Bok yakin kalau bukan Nyonya Choi pelakunya tapi putrinya Lee Eun Hee.
“Tutup mulutmu! Kau tidak tahu apa-apa. Jangan menyudutkan putriku” teriak Nyonya Choi. Polisi meminta Nyonya Choi agar tenang dan meminta agar membawanya ke dalam sel.
“Detektif Yoon, Panggil Eun Hee dan interogasi dia Dia mungkin memalsukan bukti. Lee Eun Hee itu pembunuh!”teriak Jae Bok histeris, Polisi meminta agar tenang dan akan menyelidikinya
“Mereka sudah memalsukan semuanya” teriak Jae Bok marah, Bong Goo menahan Eun Hee kalau akan mengungkap kebenaran jadi meminta agar bisa tenang. 

Jung Hee sedang membahas tentang rencana peluncuran merek baru? akan diberi nama SJ Village. Ponselnya berdering dari Jae Bok, tapi enggan untuk diangkatnya. Sementara Jae Bok terlihat kesal merasa kalau mereka pergi ke rumah Lee Eun Hee.
Bong Goo hanya melihat Jae Bok terlihat tak bisa menahan emosi, Jae Bok ingin membuka pintu  mobil berteriak meminta agar membuka pintu segera. Bong Goo meminta agar Jae Bok tenang dan ia yang akan bertemu dengan Jung Hee.
“Bagaimana aku bisa tenang? Anak-anak ada di rumah Lee Eun Hee. Buka pintunya. Buka pintunya!! Aku harus kesana!!” teriak Jae Bok dan tiba-tiba langsung pingsan. Bong Goo panik melihat Jae Bok yang jatuh pingsan. 

Nyonya Choi ada dalam ruangan interogasi mengaku kalau Jung Na Mi, si penyihir itu.. terus mengancam dan mau uang yang banyak. Itu sebabnya marah dan memukulnya dengan tasnya.  Ia menceritakan kalau Na Mi yang datang padanya jadi mereka bertengkar dan jatuh dari sana
“Aku tidak berusaha untuk membunuhnya. Aku sungguh-sungguh.” Ucap Nyonya Choi menyakinkanya.
“Apa orang ini... Anda kan?” tanya polisi memperlihatkan foto yang diambil Na Mi dari ponselnya. Nyonya Choi panik karena itu pakaian yang dipakai Eun He, tapi mengaku kalau itu dirinya.
“Di mana ponsel Jung Na Mi?” tanya Polisi, Nyonya Choi sedikit panik lalu mengaku kalau sudah membuangnya di Sungai. Saat itu Bryan masuk ruang interogasi, Nyonya Choi kaget melihat anak bungsunya yang datang. 


Eun Hee terdiam mengingat sikap ibunya yang melindungi kalau yang mengaku melakukanya dan anaknya yang  tidak tahu apa-apa jadi  Itu sebabnya mau menyerahkan diri dengan membawa barang bukti baju yang digunakanya. Saat itu Jung Hee pulang ke rumah, Eun Hee pun melihat Jung Hee yang pulang lebih awal.
“Apa Ibumu menyerahkan diri? Apa kau berencana untuk membuatnya ditahan?” ucap Jung Hee tak percaya Eun Hee bisa melakukan hal itu pada ibunya.
“ Aku tidak punya pilihan. Ini Tidak masalah. Lagipula itu tidak terlalu buruk. Bryan yang akan menyelamatkannya” kata Eun Hee santai
“Moon Eun Kyung. Kau benar benar, wanita yang menakutkan.” Kata Jung Hee mulai marah, Eun Hee balik berkata kalau Jung Hee juga seperti itu.
“Kau tahu, tapi kau memilihku Bukankah itu tandanya kau lebih menakutkan?” kata Eun Hee, Jung Hee hanya bisa diam saja. 

Di ruang interogasi
Bryan dan ibunya duduk berhadapan, lalu bertanya apakah memang Nyonya Choi yang melakukannya. Nyonya Choi hanya diam saja, Bryan yakin kalau bukan Nyonya Choi melakukanya.
Flash Back
Nyonya Choi berbicara di telp lalu mengatakan kalau Tuan Ha yang akan membawanya dan menyingkirkan mereka dengan nada tenang menyakinkan anaknya Eun Kyung yan tidak melakukan apa-apa dan tidak melihat siapa pun malam itu, jadi harus kuat.
“Aku harus meninggalkan buktinya pada CCTV” gumam Nyonya Choi lalu sengaja mengunakan pakaian milik Eun Hee yang sama dan berjalan di depan rumah agar terekam oleh CCTV sebagai bukti. 

Bryan kembali menyakinkan kalau bukan Nyonya Choi pelakunya. Nyonya Choi tetap mengaku kalau itu dirinya yang melakukannya. Ia pikir akan tertangkap kalau membunuh Jung Na Mi menguntit Jung Hee  dan juga hampir membunuhnya bahkan sudah mengatakan semua pada polisi.
“Pengacara ibu menunggu di luar. Berhenti mengatakan hal-hal yang tidak penting tanpa berkonsultasi dengannya Aku akan melakukan yang terbaik sebisaku” kata Bryan
“Jangan lakukan.. Ini lah yang terbaik... Eun Hee dan kau ... Aku seorang penyihir jahat yang menyiksa kalian berdua” ucap Nyonya Choi yang mengingat saat memukul anaknya karena muak.
“Penyihir yang menjijikkan ... layak untuk dihukum. Aku akhirnya dihukum dan pantas mendapatkannya. Maafkan, Bryan. Jung Na Mi ... sudah dekat dengan mu.. Maafkan aku” kata Nyonya Choi merasa menyesal, Bryan sama diam saja. 

Bong Goo menemani Jae Bok yang terbaring di ruang rawat, lalu memegang tanganya saat tertidur. Saat itu ponselnya berdering telp dari Detekif Yoon dan akhirnya Bong Goo menutup tirai dan keluar dari ruangan.
“Aku bilang Lee Eun Hee itu pembunuh, bukan ibunya. Mereka memanipulasi CCTV dari luar rumah  untuk rincian waktunya. Kau perlu menyelidikinya lebih hati-hati. Sudah kubilang Moon Hyung Sun itu bekerja sama dengan Lee Eun Hee!” kata Bong Goo kesal dan akhirnya masuk ruangan dikagetkan dengan Jae Bok sudah tak berbaring. 

Jae Bok sudah ada didepan pintu rumah Eun Hee berteriak meminta agar membuka pintu karena tak bisa membuka dengan password. Ia terus memanggil dua anaknya agar membuka pintu, Eun Hee kaget melihat dari interkom dan langsung mematikanya agar tak terdengar.
Sementara Jin Wook sedang berlari bermain gitar dengan ayahnya dan Hae Wook membaca buku tak bisa mendengar teriakan. Jae Bok terus berteriak memanggil dua anaknya agar bisa membuka pintu untuknya.  Jung Hee melihat ponselnya dan melihat Jae Bok yang menelpnya. 

Akhirnya Jung Hee mengangkat telpnya, Jae Bok berteriak histeris menyuruh Jung Hee agar membuka pintu.  Jung Hee menyuruh agar ja Bok bisa tenang. Tapi Jae Bok yang kehilangan ankanya mengumpat marah menyuruh Jung Hee agar membuka pintu segera.
“Jangan lakukan ini. Kau kan tahu ini hanya akan menyakitimu Kau ditangkap, kondisimu tidak stabil, dan menyebabkan kerusuhan di rumah Mantan suamimu akan jadi buruk untukmu di pengadilan.” Ucap Jung Hee mengancam
“Kau... Koo Jung Hee ... Bagaimana bisa kau.. Aku bilang aku akan menjaga mereka selama beberapa hari.” Kata Jae Bok tak percaya
Jung Hee menyuruh Jae Bok agar beristirahat Jae Bok tak percaya Jung Hee bisa melakukan hal ini padanya dan terus berteriak agar membuka pintu. Jung Hee meminta agar Jae Bok memikirkan Hae Wook karena pasti tak ingin melihat keadaan ibunya sekarang dan menyuruhnya diam-diam agar pulang saja. Jae Bok terus berteriak agar meminta dibuka pintunya memanggil anaknya. 


Bong Goo akhirnya datang melihat Jae Bok yang datang sendirian. Jae Bok terus berteriak meminta agar membuka pintu rumah. Bong Goo berusaha menariknya, Jae Bok berteriak meminta agar Bong Goo melepaskanya.
“Tenanglah.. Jangan melakukan apapun, Kau harus tenang.. Kau akan mendapatkan anak-anakmu kembali. Aku akan membantumu” ucap Bong Goo menenangkanya dengan memeluk Jae Bok. Jae Bok duduk menangis di bersandar dengan Bong Goo.
“Kita berdua memang sedang marah dan frustrasi, tapi mari kita bertindak rasional saja Ada aku disini.” Kata Bong Goo menenangkan.
Jung Hee membacakan cerita untuk Hae Wook, dan melihat kalau anaknya sudah tertidur pulas. Lalu pikiran teringat kembali saat Jae Bok berteriak histeris meminta agar membuka pintu. Setelah bergumam  kalau tidak punya pilihan.
“Aku harus melakukan ini... demi anak-anak.” Ucap Jung Hee yakin. 

Bong Goo menemani Jae Bok di kamar sambil berkerja dengan laptopnya, Jae Bok mengingau sambil menangis memanggil Hae Wook. Bong Goo sedih melihatnya menghapus air mata dan juga mengenggam tangan Jae Bok agar tenang. 

Bryan pergi ke tempat pemakaman Na Mi dengan foto yang tersenyum, tatapan seperti sedih mengingat kenangan dengan orang yang pernah diselamatkan olehnya.
Flash Back
Na Mi memberitahu kalau sudah keluar sekarang, Bryan kaget karena sebelumnya Na Mi meminta agar tak memecatnya karena  harus mencari nafkah. Na Mi mengatakan akan mencari nafkah di tempat lain. Bryan bertanya apakah itu maksudnya Seperti gadis yang baik.
“Kau harus menepati janjimu.. Kau bilang akan membantu biaya perawatan ibuku” kata Na Mi. Bryan mengangguk.
“Aku mau kontrak.” Kata Na Mi, Bryan langsung menuliskan diatas telapak tangan Na Mi sebagai kontrak dan tanda tangan. Na Mi tertawa geli merasakan sentuhan di telapak tangan. Keduanya pun tertawa bahagia. 

Bong Goo datang melihat Bryan yang datang, Bryan langsung berjalan pergi. Bong Goo langsung menyindir Bryan apakah benar-benar punya Hati nurani. Bryan hanya diam saja. Bong Goo mengumpat melihat Bryan yang sepertinya punya hati nurani.
“Kau satu-satunya yang bisa menghentikan kegilaan Eun Hee dan mengungkap kebenaran. Kau harus mengambil langkah itu” ucap Bong Goo menyadarkan Bryan.
“Apa aku terlihat seperti itu?” balas Bryan sinis.
“Tidak, aku tidak berpikir kau begitu tapi Na Mi tampaknya berpikir begitu. Karena kau orang yang baik” kata Bong Goo. Bryan hanya bisa diam saja. 

Jae Bok akhirnya datang ke rumah, Jin Wook dan Hae Wook langsung berlari menghampiri ibunya terlihat bahagia. Jae Bok memeluk dua anaknya kalau sangat merindukannya. Hae Wook pun mengeluh ibunya yang melakukan perjalanan bisnis sangat lama. Jae Bok meminta maaf pada anaknya.
“Apa kau baik-baik saja? Kau tidak sakit atau apa kan?” tanya Jung Hee, Jae Bok mengaku baik baik saja. Eun Hee hanya diam di tangga dengan tatapan sinis.
“Eun Hee, bagaimana dengan ibumu? Dasar anak yang menakutkan” sindir Jae Bok lalu mengajak Eun Hee pergi.
Hae Wook menahan sebentar, berbicara pada ayahnya kalau aharus menepati janji untuk berempat akan pergi ke taman dan akan naik kereta gajah. Jung Hee tak ingin membuat anaknya kecewa pun berjanji lalu akan mengantarnya pulang, tatapan pada Eun Hee terlihat sinis dan tak peduli. 

Eun Hee membawakan segelas susu dan mendengar Jung Hee sedang berbicara di telp. Jung Hee menelp Jin Wook dengan memastikan kalau sudah sampai dirumah dan menanyakan keadaan Hae Wook. Jin Wook memberitahu kalau adiknya suadh tidur dan ibunya kerja di ruang tamu.
“Jin Wook..Kau harus merawat Hae Wook dan Ibu. mengerti?” pesan Jung Hee
“Ayah, tidak bisa kah ayah hidup bersama dengan ibu lagi? Ini sangat tidak nyaman.” Keluh Jin Wook
“Maaf... Sebenarnya...ayah sudah memikirkannya lagi. Ayah mencari cara untuk hidup ... Dengan Jin Wook, Hae Wook, ibu, seperti dulu. Kadang-kadang, orang dewasa tidak bisa melakukan apa yang benar-benar ingin mereka lakukan. Begitulah ayah. Seperti katamu, Ayah akan mencobanya Tunggulah sebentar lagi.. oke?” ucap Jung Hee mengucapkan terimakasih pada anak yang sangat dicintainya. 

Eun Hee mengingat kembali saat Hae Wook meminta ayahnya yang berjanji kalau berempat akan pergi ke taman lalu ditelp mengatakan pada Jin Wook “Ayah sedang mencari cara untuk hidup... bersama Jin Wook, Hae Wook, dan ibu, Seperti dulu Tunggu sebentar lagi.. oke?” wajah Eun Hee kembali terlihat sangat dingin dan tak berperasaan.
“Koo Jung Hee... Apa kau berencana untuk meninggalkanku Lagi? Dia tidak boleh pergi dan Tidak akan.. Bagaimana kalau dia meninggalkan aku lagi?” ucap Eun Hee sedikit marah tapi juga panik.
“Shim Jae Bok... Kalau dia menghilang... Pasti semuanya akan baik baik saja Dia harus menghilang.” Kata Eun Hee ingin menyelenyapkan Jae Bok. 

Eun Hee mengetahui dari anak buahnya kalau Perjalanan Direktur Koo ke Amerika sudah disiapkan. Jung Hee menuruni tangga memanggil Eun Hee, memberitahu kalau harus pergi ke Amerika Serikat untuk bekerja. Eun Hee berpura-pura kaget kalau harus pergi dengan tiba-tiba.
“Sepertinya ada masalah disana,Aku mendapat telepon tadi malam. Aku akan segera kembali.” Ucap Jung Hee.

Akhirnya Eun Hee mengantar sampai depan rumah dengan senyuman berharap agar calon suaminya Semoga selamat sampai tujuan. Jung Hee menatap Eun Hee memperingatkan kalau Jangan melakukan apapun selama dirinya pergi. Eun Hee pun menyakinkan kalau Jung Hee tak perlu mengkhawatirkannya. 


Jae Bok bergegas pergi karena sudah terlambat lalu meminta Hye Ran agar menjaga anaknya. Hye Ran menyakinkan kalau  akan membawa mereka ke sekolah. Won Jae bertanya apakah ada perjalanan bisnis lagi. Jae Bok membenarkan kalau akan pergi  ke Daejeon dan sangat sibuk.
Won Jae mengkhawatirkan keadaan Jae Bok karena tidak beristirahat setelah kejadian kemarin. Jae Bok mengaku baik-baik saja, bahkan sangat bersyukur karena bisa bekerja. Hae Wook keluar dari kamar memanggil ibunya. Jae Bok langsung berpesan pada anknya agar bisa Bersenang senanglah di TK dan akan bertemu nanti malam.
“Ibu..Cepatlah pulang. Ayo kita main boneka bersama” pesan Hae Wook. Jae Bok pun berjanji akan pulang cepat lalu pamit pergi pada anaknya. 

Anak buah Eun Hee pergi ke TKP, lalu menelp dengan melaporkan  sudah memeriksa secara menyeluruh, tapi tidak menemukan apa-apa. Saat itu Bong Goo datang melihat Tuan Ha yang ada di TKP tempat Na Mi meregang nyawa.
“Kau tahu aku, kan?” ucap Bong Goo. Tuan Ha mengaku tak mengenalnya.
“Ayolah.. Kau yang mengambil fotoku kan. Apa kau menghapus semua bukti pembunuhan Na Mi?” kata Bong Goo dan langsung memberikan pukulan dan tendangan pada Tuan Ha. 

Jae Bok menerima telp dari Bong Goo memberitahu  sedang dalam perjalanan. Bong Goo pun berharap Semoga berjalan dengan baik dan mengatakan kaalu punya hadiah untuk Jae Bok ketika sudah kembali. Jae Bok binggung hadiah apa yang akan diberikanya.
“Aku hari ini.. Sudah menangkap ikan yang besar” kata Bong Goo melirik pada Tuan Ha yang ada ditanganya. Jae Bok pun mengatakan akan segera kesana
Jae Bok kembali mengemudi tiba-tiba mobil didepan menyalip dan membuatnya harus menginjak rem. Akhirnya Dua pria pun turun dan Jae Bok mengeluh pada dua pria seharusnya tidak dapat memotong jalan tiba-tiba seperti itu. Si pria meminta maaf dan menanyakan keadaan Jae Bok tapi tiba-tiba ia langsung membekap mulut Jae Bok dan membawanya masuk ke dalam mobil hitam. 


Jae Bok berteriak meminta tolong dengan wajah panik, dan dibawa bawa masuk melalui loron dan dimasukan ke dalam sebuah ruangan. Seorang perawat mengetahui itu pasien baru bernama Lee Eun Hee dan suah siap dengan suntikan ditanganya. Jae Bok berteriak kalau ia bukan Lee Eun Hee tapi  Shim Jae Bok dan meminta agar menelpon seseorang dan meminta agar seseorang menyelamatkanya. Tapi si perawat tak peduli siap dengan jarum suntiknya, beberapa orang melihat dari balik jendela berjeruji.

Bersambung ke episode 18

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar