Rabu, 30 September 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 10 Part 2

No Ra baru saja keluar dari stasiun bawah tanah, Dan (nama orang) sudah menunggunya didepan stasiun dengan memanggilnya “Nunna” lalu memuji yang terlihat cantik hari ini dan matanya langsung tertuju padanya. No Ra terlihat malu memintanya tak perlu berbohong, Dan menyakinkan ucapanya itu serius  dengan berkomentar bahwa Warnanya sangat cocok untukmu. No Ra pun mengucapkan terimkasih.
“Kau sudah lihat tempat date yang ku kirimkan padamu? Jalan Gyeonggi, Namsan tower, dan desa Hanok. Kau ingin pergi kemana?” tanya Dan
“Aku suka semuanya. Mari pergi ke tempat yang kau suka.” ucap No Ra
“Kalau begitu, mari putuskan sambil makan. Kau suka makan apa?” kata Don, No Ra mengatakn suka makanan apapun.
“Ayo makan yang ingin kau makan. Aku ingin makan yang ingin kau makan saja.” kata Dan, No Ra terlihat gugup mendengarnya.
Dan memberikan pilihan antara makanan menu Korean, American, Chinese, Japanese, Italian, Indian, or Spanish. No Ra memberitahu belum pernah makan masakan india, Dan pun setuju mereka akan pergi ke restoran india. 

No Ra binggung melihat Menu yang banyak sekali. Dan menyuruh NoRa untuk memilih pelan-pelan saja. No Ra makin gugup karena ada pelayan yang menunggu dan ia terlihat kebinggungan. Dan seperti mengerti lalu meminta pelayan untuk kembali lagi nanti.
“pilih saja sesuai keinginanmu sapi, babi, atau domba. Kau juga bisa pilih pedas, manis... Yang ini sangat enak. udang makhani, menunya ada udang didalamnya, rasanya manis dan lembut. dan Juga, ada yang plain, madu, dan rasa bawang.” jelas Dan yang terlihat sangat perhatian menjelaska dibuku menu.
“bisakah kita pesan masing-masing satu?” kata No Ra
“Kau bisa memesan seperti itu dan membaginya denganku.” ucap Dan, No Ra mengangguk dengan senyuman. 

Dan memberikan sepotong udang besar di piring No Ra lebih dulu, No Ra pikir karena Dan tinggal di Amerika, jadi Mungkin akan merasa kurang nyaman dengannya. Dan mengakui ada kalanya seperti itu tapi dirinya juga sangat tertarik padanya. No Ra menanyakan alasanya.
“Aku orang yang selalu ingin tau dan sedikit heran kenapa kau kuliah di usiamu sekarang dan menurutku itu sangat keren kau tidak pernah menyerah di kelas ini.” komentar Dan
“Ahh.. waktu Hari pertama di kelas? sampai sekarang aku masih malu.” ucap No Ra sambil meminum air digelas perak
“Saat pertama kali melihatmu di kelas, Aku pikir Nuna akan mengalami kesulitan untuk waktu yang cukup lama, Aku merasa tidak enak juga.” akui Dan lalu menuangkan air ke dalam gelas No Ra yang sudah habis.
No Ra terlihat tak bisa menerima pelayan seorang pria terhadapnya, Dan lalu membahas tentang No Ra yang mengambil pekerjaan paruh waktu lalu bertanya apakah ia mau melakukan "chill out" date, No Ra binggung dengan sebutan "chill out" date. 

Keduanya sudah pindah ke taman dan memilih untuk duduk dibawah pohon yang rindang. Dan menyiapkan tab dengan peyanggahnya, No Ra masih tak terpikir bisa nonton diluar seperti ini.  Dan menceritakan sering datang ke tempat itu akhir pekan untuk menghemat banyak uang. No Ra melihat judul film yang dipilih "Groundhog Day."
“Ini film pertama yang aku tonton dengan temanku di theater.” ungkap No Ra bahagia
“Benarkah? Menonton film lama adalah hobiku dan Film ini sangat menyenangkan. jika kau mengantuk, tontonlah sebelum tidur. Semua orang disini selalu melakukannya.” ucap Dan sambil memberikan earphone pada No Ra agar bisa mendengarkan bersama
No Ra awalnya menonton lalu matanya melihat pasangan yang berdua terlihat mesra sambil membaca buku bersama, lalu sepasang suami istri dengan anak balita. Sang suami terlihat sangat perhatian membaca anaknya yang menangis agar istrinya bisa tertidur sejenak.
Ia mengingat saat ada dijerman, Min Soo yang masih balita menangis. Tapi Woo Chul malah menatap marah dan No Ra akhirnya mengalah untuk membawa Min Soo keluar rumah agar Woo Chul bisa belajar. 

Di halte, No Ra menyuruh Dan untuk pulang saja lebih dulu karena ia bisa menunggu bus sendiri. Dan menjelaskan bahwa  Tidak ada pacar yang membiarkan pacarnya pulang sendirian, menurutnya ini sebuah pengorbanan tapi melihat No Ra terlihat terbebani. No Ra merasa menyangka Dan menganggapnya sebagai pacar.
“Aku tahu ini hanya role-play, Tapi anda adalah pacarku hari ini.” ucap Dan penuh perhatian layaknya pacar sungguhan.
“Terima kasih sudah memperlakukanku seperti pacar sungguhan hari ini. Aku sangat menyukainya.” ungkap No Ra, Dan juga merasakan hal yang sama. 

No Ra kembali ke kantor Hyun Suk meminta maaf karena datang terlambat 10 menit, Hyun Suk malah binggung melihat No Ra yang datang karena sebelumnya tak perlu datang. No Ra tahu hari ini Sang Ye libur jadi ingin mengambil gajinya. Hyun Suk menegaskan No Ra dibayar perjam dan itu tak lebih.
“Apa yang harus ku lakukan dengan anak muda itu? tiga setengah jam berlalu dengan menyenangkan.” ungkap No Ra bahagia
“Apa ada yang tidak mennyenangkan? Apa dia kasar padamu?” tanya Hyun Suk khawatir
“tidak!! Dia Menyenangkan, dan sangat rapi. Kami makan bersama, "chill out" date di taman.” cerita No Ra sumringah. Hyun Suk malah mengejek hanya itu saja yang mereka lakukan dengan pergi ke taman.

“Kami ingin bersantai, karena aku bekerja paruh waktu setiap hari. Dia sangat baik, bahkan Dia bertanya padaku "mau makan apa?", dan menjelaskan semua yang ada dalam menu, Lalu memuji pakaianku. Mungkin karena ia terbiasa tinggal di Amerika sama  sepertimu membukakan pintu” cerita No Ra bangga, Hyun Suk merasak pria itu bukan teliti tapi hanya tatakrama seorang pria
“Dia pendengar yang baik, dan juga pandai menangkap gurauanku, bahkan mengantarku kesini.” tambah No Ra, Hyun Suk malah menatap No Ra dengan waja heran, No Ra binggung dengan tatapan temannya itu.
“Ha No Ra. Lalu... bagaimana kau hidup didunia selama ini?” komentar Hyun Suk sedih yang melihat No Ra seperti baru pertama kali diperlakukan baik oleh seorang pria. No Ra memilih untuk tak membahasnya dan pergi untuk bersih-bersih. 


Hye Mi dan Min Soo juga berkencan, melihat pedagang jepitan Hye Mi mampir memilih jepitan dan meminta tanggapan Min Soo, tapi Min Soo terlihat tak bergairah saat meminta memilh mana yang bagus. Hye Mi ngambek dan pergi tanpa memilih, Min Soo mengejarnya menarik tangan Hye Mi menjelaskan bahwa semua pita itu cocok denganya dan terlihat cantik.
“Kau benar-benar aneh hari ini, Pikiranmu ada di tempat lain. Sepertinya kau sedang tidak ingin pergi ke taman hiburan, Jadi kita batalkan saja. Bahkan Kau tidak makan di restaurant favoritmu.”keluh Hye Mi, Min Soo meminta maaf.
“Apa ini karena kau di keluarkan dari club? Peraturannya aneh sekali. Aku yakin anggota club itu tidak akan bisa mendapatkan wanita.” umpat Hye Mi kesal, Min Soo tersenyum lalu teringat sebelum melihat ayah dan ibunya yang tidur terpisah
“Apa yang akan kau lakukan jika kau tahu kedua orang tuamu akan bercerai?” tanya Min Soo, Hye Mi menduga orang tua Min Soo akan bercerai.

Min Soo menyangkal kalau ini  cerita temanya dan bertanya tentang apa yang harus dilakukanya. Hye Mi malah heran dengan Min Soo yang mengkhawatirkan orang tua temanya yang bercerai. Min Soo beralasan bahwa ini teman baiknya dan menanyakan apa yang akan dilakukan apabila masalah ini datang pada pacarnya.
“Aku tidak pernah memikirkannya,tapi aku akan coba untuk menghentikan mereka. Tapi hanya karena anak mereka menghentikan mereka.. Tidak berarti mereka akan membatalkannya. Itu pilihan mereka.” komentar Hye Mi
“Tetap saja, Aku akan bilang padanya agar dia menghentikannya” kata Min Soo
“Cari dulu alasan kenapa orang tuanya ingin berpisah, Mungkin percuma saja menghentikan mereka. Tapi Mungkin juga ini kesempatan yang bagus bagi temanmu untuk hidup sendiri. Orang tuanya mungkin membelikan sebuah tempat tinggal untuknya dan membayar semua kebutuhan hidupnya. Selama mereka tidak bertanya dengan siapa ia tinggal apakah akan tinggal dengan ayah dan ibunya, maka  Dia harus hidup mandiri.” jelas Hye Mi, Min Soo terlihat menghela nafas dengan wajah binggung. 


Drama kelas Hyun Suk
Soon Nam memulai dengan judul "untuk menjadi atau tidak menjadi? Itu pertanyaan."  No Ra membalikan papan namanya bertuliskan dirinya sebagai [Malaikat Maut]
“Hamlet, semua yang kau khawatirkan, Sekarang berhentilah. Kau akan mati besok.” ucap No Ra, Soon Nam terlihat tak percaya  karena esok akan mati.
“Hamlet, jika kau mati... Aku akan mengambil ini. Aku tidak perlu khawatir soal biaya kuliah jika aku menjualnya.” ucap Seung Hyun mengambil mahkota emasnya.
“Tidak, jangan! Aku belum menikah!” kata Soon Nam mengambil kembali mahkota dari tangan Seung Nam.
No Ra mengeluarkan pedangan, mengatakan waktunya sudah telat. Soon Nam langsung berlutut agar meminta diselamatkan. No Ra pun bertanya apa yang akan dilakukan Soon Nam jika menyelamatkanya.

“Jika kau membiarkanku hidup... Aku akan giat belajar, dan mencari pasangan semampuku. Apapun itu! biarkan aku hidup!” kata Soon Nam memohon
“sebagai balasannya... Aku akan mengambil mahkota ini. Kau akan makan dengan sendok perak, bukan sendok emas. Apa Kau masih ingin hidup?” ucap No Ra mengambil mahkota dan Seung Nam memberikan sendok perak.
“Loteng atau gudang? Itu pertanyaannya.” ucap Soon Nam mengangkat sendoknya.
“Hidup? Itu pertanyaan.” kata No Ra dan Seung Hyun bersamaan lalu ketiganya tertunduk sebagai tanda pertunjukan mereka selesai. Semua memberikan tepuk tangan, Hyun Suk tersenyum melihat ide dari yang dibuat ketiganya karena membuatnya  sangat terkesan. Ketiganya pun tersenyum bahagia.
“Orang yang memilih untuk matipun pada akhirnya akan tetap meminta bantuan. Itulah manusia. Hidup karena tidak ingin mati, atau hidup untuk mencari sesuatu. Pilihan ada di tanganmu. Pada tim hijau yang sudah memberi kita kesempatan untuk merenungkan hidup... Ini hadiahmu.” ucap Hyun Suk memberikan hadiah 

Woo Chul baru saja selesai bertemu dengan Tuan Jung, untuk bertemu di pertemuan berikutnya, Woo Chu juaga meminta untuk menghubunginya jika sudah membuat keputuasn, Tuan Jung mengerti lalu keduanya berpisah. Woo Chul mengeluarkan ponselnya dengan senyuman.
Hyun Suk berjalan sendirian di trotoar sambil melamun teringat pertemuan pertamanya dengan No Ra ditaman “Aku sudah berbuat salah padamu beberapa waktu yang lalu, benar kan?” lalu terlihat ketakutan saat melihat suaminya dan berkata “Aku minta maaf karena tidak memberitahumu.”

Ponselnya berdering, terlihat nama  [Professor Kim Woo Chul] Hyun Suk langsung berkata sudah menunggu telp darinya dan bertanya akan bertemu dimana. Woo Chul malah membalas Hyun Suk itu memang musuhnya yang paling hebat karena tahu bahwa ia yang akan menelpya.
Keduanya bertemu dikantor, Hyun Suk sambil menungkan air bertanya Apa yang ingin dikatakan, Woo Chul menegaskan Ada dua hal yang ingin diperjelas, yaitu yang pertama adalah ia tidak mau jadi konsultan projectnya lagi. Hyun Suk heran mendengar Woo Chul mengatakan tidak mau. Woo Chul menegaskan bahwa ia tak mau.
“Aku senang mendengarnya, aku akan sangat mengapresiasinya jika kau mau mengulanginya lagi. Mari kita rekam.” ucap Hyun Suk mengeluarkan ponselnya
“Aku adalah orang brengsek jika memberimu konsultasi lagi. Puas?” kata Woo Chul, Hyun Suk mengejek apakah itu terekam suaranya.
“Yang kedua.... Jangan mempekerjakan istriku disini.” tegas Woo Chul, Hyun Suk menanyakan alasan dirinya tak boleh
“Aku pelindung Ha No Ra, jadi Jangan mengambil keuntungan dari wanita polos sepertinya.” uca Woo Chul

Hyun Suk mengejek dengan Woo Chul sebagai pelindung, Woo Chul membalas pemainan apa yang ditunjukan Hyun Suk sekarang, lalu bertany dengan nada tinggi alasan Hyun Suk menarik Yi Jin padahal yang disukainya adalah No Ra dan malah memberikan No Ra padanya dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang dinginkannya.
“Aku tidak tahan lagi. Di matamu, Apa aku terlihat mengembil Kim Yi Jin darimu? Aku memberikan No Ra padamu, karena dia menginginkan keluarganya, Jadi aku melakukan dua hal itu untuknya. Itulah kenapa aku menarik Kim Yi Jin, bajingan Aku mengambil Kim Yi Jin karena dia wanitamu.” Tegas Hyun Suk meluapkan semua emosinya, Woo Chul kaget
“Jangan mencoba untuk mengelak. Aku juga melihatmu di theater. Jadi... Cepat akhiri, atau aku akan menghabisimu dengan tanganku. Tapi... lebih baik kau mengakhirinya sebelum Kim Yi Jin kau tentang Ha No Ra dan No Ra mengambil kelas Kim Yi Jin. Jika kau membuat kehidupannya di sekolah tidak nyaman, maka Aku tidak akan tinggal diam.” ucap Hyun Suk tak memberikan waktu untuk Woo Chul berbicara.

“Jadi Kau sedang mengancamku sekarang?” kata Woo Chul membela diri, Hyun Suk menegaskan bahwa  ini peringatan.
Woo Chul malah mengejek Hyun Suk yang tak punya hak memberikan peringata seperti itu padanya. Hyun Suk menegaskan bahwa ia punya hak karena menyukai Ha No Ra. Woo Chul terdiam, Hyun Suk tahu Woo Chul itu sangat iri dan sebenarkanya masih punya perasaan pada No Ra.
“Professor Cha... Kau sangat aneh sampai-sampai aku tidak bisa memahamimu! Kau bilang kau punya perasaan pada No Ra.” ucap Woo Chul dengan nada tinggi
“Dia ingin keluarganya, dan selama kau masih jadi suaminya... Aku tidak akan mengatakan hubunganmu dengan Kim Yi Jin, tidak pada No Ra atau siapapun itu. No Ra tidak tau bahwa aku memperingatkanmu masalah ini. jangan sampai dia tau. Dan Juga, Kau sendiri yang bilang kau tidak mau membantu project ku. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.” tegas Hyun Suk dengan mata melotot, Woo Chul hanya bisa diam tak bisa berkata-kata. 


Yi Jin sedang berkerja diruangannya mendapatkan telp dari Ketua Yoo, Sungsam. Dengan sopan bertanya apakah ada yang bisa dibantu olehnya, lalu memberitahu bahwa kampus mereka mensponsori project Professor Cha "You and I".
“Apa? Hal yang sama telah diterima Grup Sumsang?” ucap Yi Jin kaget.
Woo Chul masih menatap kosong saat keluar dari tempat Hyun Suk, seperti tak menyangka selama ini Hyun Suk sudah tahu perselingkuhan dengan Yi Jin dan tak ingin Yi Jin mengetahuinya karena tepat ingin kembali ke keluarganya. Pesan Yi Jin masuk “Datang ke kantorku sekarang. Sekarang!” Woo Chul bertanya-tanya apakah terjadi sesuatu yang gawat. 

Yi Jin terlihat menahan tangisnya tak mau menatap sang pacar, Woo Chul menjelaskan menjadi konsultan di Sungsam group tidak bisa dibandingkan dengan project Professor Cha. Yi Jin menjelaskan bahwa kampus mereka itu membutuhanya dan dengan cara itu Woo Chul bisa menikahinya.
“Jika kita punya tempat yang lebih besar di luar sana. Bukankah itu akan memudahkanku untuk mendapat ijin dari ayahmu?” tegas Woo Chul
“Itu Kata siapa? Sejak kapan kau begitu sembrono memperhitungkan sesuatu?” komentara Yi Jin mengejek
“Aku pikir kau sangat menginginkan yang terbaik untukku.” kata Woo Chul

“Menunjukan sikap bijaksana, itu tidak apa-apa. Tapi jika kau mengupas lapisan itu untuk kedua kalinya. Aku benar-benar tidak bisa memahamimu.” ucap Yi Jin dengan wajah cemberut lalu duduk.
“Pria... akan mengorbankan hidupnya demi harga diri. Sebenarnya, bekerja dengan Professor Cha...Aku tidak ingin jadi penasehatnya lagi.” tegas Woo Chul
Yi Jin tak paham alasan Woo Chul yang sangat tidak suka pada Cha Hyun Suk. Woo Chul beralasan karena Hyun Suk yang tertarik padanya. Yi Jin melonggo lalu bertanya darimana Woo Chul barusan. Woo Chul mengakui  sudah bilang pada Professor Cha bahwa akan berhenti jadi penasehatnya. Yi Jin tak percaya Woo Chul Sudah berbicara itu semua. Woo Chul sadar kali ini sedikit gegabah.
“Kim Woo Chul...sebenarnya apakah menikahiku adalah prioritas pertamamu?” tanya Yi Jin, Woo Chul terdiam mendengar pertanyaan Yi Jin. 


Yoon Young sedang berlatih dan kaget melihat seorang anak muda yang bisa masuk ke dalam tempat latihan balet. Min Soo ingin memperkenalkan dirinya, tapi Yoon Young sudah berteriak memanggiln namanya dengan wajah bahagia. Min Soo binggung karena Yoon Young bisa mengenalnya.
“Ibumu menunjukan fotomu tiap hari. tentu aku tahu! Apa yang membawamu tiba-tiba datang ? Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?” tanya Yoon Young yang sudah ada didekat Min Soo
“Aku ingat ketika ibuku membawaku kesini saat aku masih SD dan tidak sengaja lewat sini, dan ingin menyapa bibi.” kata Min Soo, Yoon Young dengan wajah heran mengajak Min Soo untuk duduk. 

Dikantornya, Min Soo tertunduk dengan secangkir teh didepannya. Yoon Young bertanya kenapa Min Soo terlihat suram di usia 20 menurutnya ada suatu alasan untuk mencarinya. Min Soo menyangkal, Yoon Young memberitahu  sudah mengajar selama 13 tahun dalam urusan seperti ini lalu bertanya apa masalah Min Soo sekarang.
“Kau satu-satunya teman ibuku. Apa dia menceritakan semuanya padamu?” tanya Min Soo memberanikan diri.
“Tidak semuanya, tapi mungkin aku tahu apa yang ingin kau tanyakan.” kata Yoon Young seperti sudah tahu apa yang ingin ditanyakan Min Soo
“Kau tahu kenapa ibuku pergi kuliah?” tanya Min Soo
“Ceritanya rumit. Sebelum aku jelaskan padamu. Sepertinya kau harus mendengarnya langsung dari ibumu. Kenapa kau tidak tanya dia saja?” saran Yoon Young
“Aku lihat...perjanjian notaris kedua orang tuaku.” akui Min Soo, Yoon Young melotot kaget Min Soo bisa tahu tentang hal itu. Min Soo juga tak kalah kaget teman ibunya itu mengetahui juga hal itu.
“Apa mereka akan benar-benar bercerai? Apa alasannya? Kenapa mereka tidur di ruang terpisah? Dan kenapa ibu pergi kuliah jika ia tau ia akan bercerai?” tanya Min Soo sangat panik,
Yoon Young meminta Min Soo tenang karena dirinya hanya sebagai pihak ketiga. jadi hanya akan cerita padamu fakta yang di ketahui dan ia bisa mendengar sisanya dari orang tuanya sendiri. Min Soo terlihat bisa sedikit tenang walaupun terlihat tegang. 

Woo Chul duduk didalam ruangan kampusnya, dengan tangan disamping kepalanya berpikir dengan ucapan Yi Jin “Kim Woo Chul... apakah menikahiku adalah prioritas pertamamu?” lalu peringatan Hyun Suk “Segera akhiri hubungan kalian,Atau aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri.”  lalu teringat saat dirinya terpana melihat No Ra yang mengunakan dress pergi keluar rumah.
Ia lalu menatap timbangan diatasnya, seperti lebih memberatkan No Ra tapi Yi Jin memberikan papan bahwa  dengan memilikinya menjadi bagian Woo Cheon University dan menantu Rektor dan akhirnya terlihat memilih Yi Jin karena lebih banyak keuntungan.
“Cha Hyun Suk adalah masalahnya, Dia terlalu dekat dengan keduanya.” keluh Woo Chul 

Tiba-tiba Min Soo datang ke kantornya, Woo Chul heran melihat anaknya datang pada jam yang tak biasa. Min Soo meminta maaf karena Ada sesuatu yang ingin ditanyakan padanya.
“Apa ibu pergi kuliah karenamu?” tanya Min Soo, Woo Chul kaget mendengar penyataan anaknya.
“Aku sudah lihat perjanjian kalian dan sudah bertemu dengan bibi Ra Yoon Young. Tolong jawab. Apa kau meminta ibu untuk bercerai?” tanya Min Soo ingin mendengarkan penjelasanya.
“Kenapa dia cerita masalah orang dewasa seperti itu?” keluh Woo Chul pada Yoon Young
“Bagaimana bisa kau melakukannya? Dia ibuku. Bagaimana bisa kau ingin menceraikan ibu hanya karena kau menganggap ibu bodoh? Apakah hal seperti itu bisa disebut alasan? Ibu selalu baik pada kita...” tegas Min Soo tak terima
“Kau benar. Kalian punya ikatan yang tidak dapat terputus, Itu beda dengan ikatan suami istri. Meskipun begitu... Kau juga benci ibumu, menurutmu dia juga menjengkelkan. Tidak bisa komunikasi adalah kesalahan yang sangat fatal.” jelas Woo Chul lalu berpura-pura dirinya sedang sibuk,
“Karena dia ibuku. Tidak perduli apa yang ku katakan, ia tetaplah ibuku.” tegas Min Soo tak terima, Woo Chul ingin marah karena Min Soo ikut campur tapi memilih untuk membahasnya lain kali saja.

No Ra masuk ke dalam kamar anaknya yang berantakand dan sengaja e menganti selimut yang baru saja dibelinya. Min Soo datang dengan dingin bertanya apa sedang dilakukan ibunya dikamarnya, No Ra dengan lembut meminta maaf karena sebenarnya ingin menyelesaikannya sebelum anaknya pulang dan memberitahu membelinya dengan uanganya sendiri.
“Kenapa ibu beli barang seperti ini?” tanya Min Soo dingin, No Ra melihat selimut anaknya sudah jelek
“Aku tidak peduli mau selimutku bagus atau jelek. kenapa kau peduli? Kau sudah memutuskan untuk mati sendirian.” teriak Min Soo marah, No Ra binggung mendengarnya. Min Soo memperlihatkan surat penjanjian pada ibunya.
“Aku menemui bibi Yoon Young, Dia sudah cerita semuanya. Kau didiagnosa mengidap kanker dan Ibu sudah periksa kesehatan juga. tapi kau tidak cerita sedikitpun. bahkan padaku.” kata Min Soo, No Ra ingin menceritakan tapi Min Soo kembali berbicara
“Ibu mau mati, tanpa bicara sepatah katapun. Apa kau berencana mati sendirian? Aku masih anakmu,  Tidak peduli sejelek apapun kau, Aku masih anakmu.” ucap Min Soo menahan tangisnya.
No Ra tersenyum menurutnya tak mungkn tidak bercerita pada anaknya karena  Min Soo sedang tumbuh menjadi pria yang disukai banyak orang, jadi ingin bilang padamu setelah 3 bulan. Min Soo menanyakan alasannya,  No Ra melihat Min Soo baru saja jadi mahasiswa dan bertanya apakah Yoon Young tak bercerita padanya.
“Apa kau ingin mati sendirian dalam tiga bulan itu? Bagaimana jika ibu benar-benar mati sebelum saatnya tiba? Apa yang harus aku lakukan?” kata Min Soo menahan sedihnya, No Ra dengan mata berkaca-kaca mengatakan dirinya tak akan mati
“Apa itu penting? Kenyataannya kau memikirkannya, hal itu penting.” ucap Min Soo
“Maaf. Aku tidak tau kau akan berpikir seperti itu.” kata No Ra

Min Soo memegang tangan ibunya sambil meminta maaf karena membuatnya merasa kesepian,lalu memeluk ibunya dan menangis, No Ra juga ikut menangis sambil menempuk pundak anaknya. Min Soo bertanya kenapa ibunya tak bisa pada ayah tentang penyakitnya, menurutnya meskipun mereka sepakat bercerai ayahnya pasti tidak akan melarang kalau ibunya bercerita.
No Ra hanya menepuk punggung anaknya agar lebih tenang, saat itu Woo Chul lewat pintu kamar dengan wajah sinis tapi berlalu begitu saja. Akhirnya di atas tempat tidurnya, No Ra mengingat ucapan Min Soo “Kenapa ibu tidak cerita pada ayah bahwa ibu sakit kanker?”
Lalu teringat dengan komentar Hyun Suk yang terlihat heran “Ha No Ra... bagaimana bisa kau hidup di dunia dengan cara seperti ini?” dan ucapan Woo Chul yang terdengar meremehkan “Kenapa kau tidak tanya cerita romance baruku dengan wanita itu? Siapa dia, kerja apa dia, kapan aku bertemu dengannya. Kau tidak bisa menanyakannya? Apa Kau takut?”

Malam harinya, Woo Chul duduk memikirkan dirinya seperti terjepit batu dan tempat yang keras dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukanya, setelah berpikir keras wajahnya tersenyum karena menemukan solusinya.
Esok paginya dikantor, ia ingin mengirimkan pesan pada istrinya “No Ra, ayo bicara. Ini penting.” tapi berpikir nanti No Ra bisa mengabaikan SMS. Saat sedang berpikir tiba-tiba No Ra yang lebih dulu menelpnya, No Ra mengajak suaminya untuk bertemu dan penting. 

Woo Chul datang ke restoran, seperti terpana melihat No Ra yang duduk menunggunya. No Ra melihat Woo Chul yang datang terlihat seperti wanita yang sangat polos. Woo Chul pun duduk melihat No Ra yang datang lebih dulu, No Ra memberikan sudah memesan kopi lebih dulu  karena  suaminya lebih suka kopi dingin.
“Kau tidak tanya pendapatku. Kenapa kau ingin bertemu denganku?” tanya Woo Chul, No Ra bertanya balik pada suaminya dengan nada polos
“Kau dan aku punya point negosiasi yang baik, Aku lupa tentang itu. Kau bisa kuliah tahun depan, di Universitas yang berbeda. Mulai sekarang, Aku akan mendukungmu dengan keadaan apapun.” ucap Woo Chul, No Ra menyimpulkan Woo Chul ingin dirinya pindah ke kampus lain tahun depan.
“Ya. Kau bisa kuliah seperti yang kau inginkan Dan aku akan punya kehidupan yang bebas sepenuhnya. Jika kau mau keluar WooCheon, semuanya akan selesai.” jelas Woo Chul
“Semua masalah akan terselesaikan jika kau keluar dari Woo Cheon University. Lalu Aku bisa bilang pada Cha Hyun Suk bahwa aku berpisah dengan Yi Jin. Kita akan bercerai sebelum tanggal 2 Juni. Apa yang bisa Cha Hyun Suk lakukan jika kita bercerai? Dia pasti akan sangat menyukainya.” gumam Woo Chul bahagia dengan rencananya. 

Woo Chul pun bertanya apa pendapat istrinya, menurutnya itu bukan ide yang buruk, lalu tersadar dari lamunanya dengan teriakan No Ra yang memanggilnya. No Ra mengingatkan suaminya yang harus mengajar hari ini,  Woo Chul yang sedari tadi melamun membenarkan dirinya harus mengajar.
“Kalau begitu ayo ke Pengadilan dan atur perceraiannya.” kata No Ra, Woo Chul kaget dengan ucapan No Ra sambil menaruh kopinya. No Ra pun mengeluarkan surat perjanjian dan pengajuan surat cerai yang tinggal ditanda tangani.
Woo Chul tak bisa menutup wajahnya yang melonggo melihat dua surat didepan matanya, No Ra menegaskan kembali supaya mereka segera pergi ke pengadilan sekarang juga. Woo Chul makin tak percaya No Ra malah yang meminta mereka bercerai secepatnya.
bersambung ke episode 11


3 komentar:

  1. Makasi mb sinopsisnya.. lengkap.... ditunggu selanjutnya...

    BalasHapus
  2. Wah. .aku suka No Ra yang sekarang. .dia jadi tegas dan bisa ngelawan omongan woo chul. . ^_^

    BalasHapus
  3. Makin lama makin seru tingkal no ra, pa lagi sikap hyun suk kpd cinta pertamanya.. Jd penuh tanda tanya akan asmara hyun suk dgn no ro bersatu.

    Oia mba dyah, sinopsis Mrs. Cop nya ngga d lanjutin lg..?

    BalasHapus