Minggu, 27 September 2015

Sinopsis Yong Pal Episode 16 Part 1

Tae Hyun ingin ikut masuk ke dalam mobil yang akan dinaiki Yeo Jin, Sek Min memberitahu Presdir Han Yeo Jin akan menuju kantor sekarang. Tae Hyun melirik istrinya, Yeo Jin meminta Tae Hyun pulang karena  ia masih ada pekerjaan.
“Pekerjaan? Apa?” ucap Tae Hyun binggung
“Perang.” jawab Yeo Jin penuh dendam lalu masuk ke dalam mobil, Tae Hyun pun membiarkan Yeo Jin pergi tanpa dirinya. 

Di dalam mobil.
Yeo Jin meminta Sek Min untuk memanggil Wakil Presdir dan presiden kunci dari perusahaan terkait ke kantornya,Sek Min memberitahu semuanya sudah menuju ke kantor sekarang juga.
“Beritahu pihak Strategi, Sekretaris, dan Perencanaan Darurat untuk datang ke ruang perang dengan analisis pada Daejung.” perintah Yeo Jin,Sek Min memberitahu semua sudah bersiaga.
“Jangan libatkan pemimpin administrasi.Pilih tim dari anggota elit di lapangan.” tegas Yeo Jin, Sek Min mengerti walaupun dari matanya terlihat ada sesuatu yang disembunyikan. 

Tae Hyun kembali ke rumah bersama Sang Chul, si pengawal pribadinya dan tetap memilih untuk duduk didepan. Ia berbertanya apakah Daejung juga kuat, Sang Chul membenarkan,
“Apa mereka Lebih kuat dari Hanshin?” tanya Tae Hyun penasaran
“Itu tidak mungkin... selama aku ada di sini.” ucap Sang Chul, Tae Hyun binggung.
“Orang-orang itu... Aku bisa menghabisi mereka dengan satu tangan saja, karena Aku ahli bela diri.” jelas Sang Chul salah presepsi
Tae Hyun mengiyakan saja, Sang Chul lalu memberitahu umurnya itu hanya setahun lebih muda dari Tae Hyun sambil meminta maaf. Tae Hyun mengancam pengawalnya itu mau mati, Sang Chul hanya mengatakan akan mengurus semuanya. 

Wakil Presdir dan empat Presdir lainya berkumpul diruangan, Presdir Cha masih tak percaya Yeo Jin  akan berperang. Presdir Han pikir Yeo Jin itu belum tahu tentang status perusahaan sekarang dan tak yakin Yeo Jin bisa melakukanya.
“Seorang CEO perempuan yang masih muda yang baru saja mulai di bidang ini, dan melawan Presdir Choi yang sudah sangat berpengalaman, apa menurutmu itu tidak berlebihan?” komentar Wakil Presdir, Presdi Han setuju mereka  harus menghentikannya.
“Selain itu, kita dapat memahami Presdir Choi dan Menyerahkan Presdir Han Do Joon...” kata Presdir Cha lalu terhenti karena Yeo Jin masuk ke dalam ruangan.
“Ini akan sulit bagi seorang  gadis muda yang bahkan belum tahu status perusahaan untuk memenangkan perang melawan Presdir Choi dari Daejung. Apa itu yang kalian bicarakan?” ucap Yeo Jin duduk dengan elegan sambil membuka anting-antingnya.
Semua langsung tertunduk, Yeo Jin lalu mengajak semua petinggi itu menyerah,  dan memberikan Han Do Joon, tanganya sibuk membuka sepatu high heels meminta sekertarisnya mengambl sandal. Wakil Presdir ingin mengutarakan pendapat, Yeo Jin langsung menyuruh Wakil Presdir Pergi dan menyuruh Sekertarisnya kembali membawakan baju ganti untuknya.
.”Jika ada yang masih menentang perang ini, berdiri sekarang.” tegas Yeo Jin

“Presdir, apa maksudmu menentang perang ini? Yang ingin kukatakan adalah... bahwa kita semua akan mendukungmu, Presdir.” jelas Wakil Presdir, semua langsung setuju walaupun dengan wajah tertekan.
“Oh, begitu? Aku pikir terlalu terburu-buru.” ungkap Yeo Jin dengan senyuman dinginnya.
“Jika kita kehilangan pondasi disini maka semua sudah berakhir. Tidak akan sulit untuk menyerahkan mayat Han Do Joon. Tetapi jika aku melakukan itu maka rumor tentang bagaimana kita mengabulkan permintaan Daejung akan menyebar. Kita akan benar-benar diabaikan oleh pihak ekonomi, politik, media, dan lingkaran keuangan. Itulah bagaimana peringkat konglomerat akan berubah.” jelas Yeo Jin dengan melipat tanganya didada, semua hanya bisa diam dengan wajah gugup.
“Jika group di bawah kita bersemangat untuk mengambil posisi kita dan menyerang kita di setiap bidang, maka kita akan hancur dalam sekejap. Setelah perubahan peringkat,semua akan berakhir.” tegas Yeo Jin duduk tegak, Semua petingi mengatakan mengerti
Yeo Jin kembali menyadarkan diri sambil melipat tanganya didada memberitahu  mereka punya tiga hari, menurutnya itu waktu yang singkat tapi awal yang baik. 


Yeo Jin masuk ke dalam ruangan yang mengontrol perusahan, melihat semuanya terlihat pakaian rapi dengan dasi lalu menyuruh melepaskanya, setelah itu melihat pegawainya yang lembur dengan sepatu kerja, lalu menyuruh menganti sandal dan mereka semua bisa melepaska kaos kakinya.
“Kalian bisa meletakkan kaki kalian di atas meja. Pesan apapun yang kalian mau, Kalian juga bisa bicara kotor Tapi jangan bicara kotor padaku. Aku ini Presdir.” ucap Yeo Jin sambil tersenyum
“Kalian bisa melakukan apapun sesuka kalian. Tidak perlu terlalu formal dan kaku, Tetapi jika kalian tidak bisa menemukan Kelemahan Daejung maka kalian semua akan mendapatkan pekerjaan di tempat dengan udara bersih. Apa kalian mengerti?” kata Yeo Jin sambil bertolak pinggan seperti seorang pemimpin, pegawainya pun mengerti.
Di bagian depan terlihat waktu mundur selama 3 hari, salah satu pegawai mempresentasikan grafik memberitahu mereka harus menargetkan Daejung Motors,perusahaan inti dari Daejung Group dengan keuntungannya menurun drastis. Yeo Jin mendengarnya seperti tak masuk kedalam telinganya. Yeo Jin lalu mendengarkan penjelasan lain tentang  Kunci Daejung adalah kecepatan dan keadaan Presdir Choi, wajahnya mulai  gelisah.

Tae Hyun berjalan ditaman yang sudah rusak karena Do Joon tak suka dengan taman lavender, tiba-tiba wajahnya tersenyum sendirian. Lalu kembali ke rumah melihat sarapan kali ini benar-benar sederhana, terlihat hanya dua potong roti kecil dan daging ukuran kecil.
“Apa kita kehabisan beras? Mengapa wajah kalian sedih?” tanya Tae Hyun heran
“Ketika akan ada peperangan, maka sudah seharusnya merenung dengan tenang.” jelas kepala pelayan dengan wajah sedihnya.
“Oh, begitu, Kenapa Merenung? Apa ada yang sakit?” tanya Tae Hyun polos
Kepala Pelayan ingin menjelaskan tapi tae Hyun mengatakan hanya bercanda dan sudah tahu keadaanya, menurutnya mereka semua juga harus berjuangan, tidak boleh hanya duduk dan menonton dan memerintahkan semua pegawai ke ruangan kaca setelah makan. Semua saling berpadangan dengan wajah binggung. 

Sang Chul membawakan trolly yang penuh dengan tanaman, Tae Hyun memberikan dua pot tanaman pada Kepala Pelayan untuk menanam bunga. Kepala Pelayan memberitahu saat ini sedang mempersiapkan peperangan dan ingin menyela karena tak masuk akal.
Tae Hyun pikir itu sebabnya mereka harus menanam bunga dan membagikan masing-masing dua pot untuk menanam dan menyingkirkan semua tanama liar yang ada disana. Kepala Pelayan terlihat binggung dengan Tae Hyun. 

Hanya tinggal satu hari saja, terlihat suasana terlihat benar-benar santai dengan pegawai tanpa kaos kaki dan menaikan keatas kursi sambil makan ramen. Yeo Jin terlihat binggung belum menemukan kelemahan dari Daejung, lalu melihat sekeliling ruangan.
Matanya terhenti pada seorang pria yang terlihat sibuk sementara wanita disampingnya sudah tertidur. Yeo Jin bertanya apakah pegawainya itu memiliki ide. Pria itu mengatakan belum banyak, lalu dengan nada sedikit gugup mengakui yang diutarakan belum bisa membantu. Yeo Jin menyuruh pria itu mengatakan apapun saja.
“Aku menganalisis lalu lintas email berdasarkan alamat IP di Daejung...” ucap Si pria, pegawai lainnya berteriak bahwa itu tindakan hacking!
“Bukankah kita sedang berperang?” kata Yeo Jin, pria itu pun memujinya lalu Yeo Jin meminta supaya melanjutkanya.
“Dalam istilah sederhana,  mereka menggunakan kode dalam email. Kecuali mereka mengganti nama dengan sengaja, ketika susunan  surat tertentu muncul berulang kali.”  jelas si pria berkacamata.
“Maksudmu, mereka berkomunikasi tentang sesuatu yang penting secara rahasia? Apa yang mereka gunakan sebagai kode?”  tanya Yeo Jin penasaran
“Kata "lavender". Aku tidak yakin kenapa mereka menggunakan kata itu...” jelas si pria.
“Ini jelas merupakan suatu bisnis  yang berasal dari rahasia ang dicuri Sung Hoon.” gumam Yeo Jin
Ia bertanya  Dimana lokasi dengan kemunculan kata "lavender" paling banyak, pria kacamata memberitahu itu dari Morgan di New York. Yeo Jin tersenyum meminta untuk  menemukan perusahaan yang terkait dengan  Daejung Bio selain yang pimpin oleh Morgan, Pria itu menemukan perusahaan bioteknologi yang disebut Alexon.
Yeo Jin makin tersenyum karena pria itu sudah menemukanya dan berkomentar pria itu jenius. Tapi pria itu merasa semua yang diruangan itu termasuk pria-pria yang jenius. Semua tertawa mendengarnya, Yeo Jin berdiri  memerintahkan untu mencari tahu segala tentang Daejung Bio dan Alexon Bio sekarang.

Di dalam mobil, Tae Hyun melamun mengingat ucapan istrinya yang akan membunuh Do Joon ditanganya. Sang Chul melihat bosnya terlihat gugup, Tae Hyun mengatakan pengawalnya itu harus membantunya. Sang Chul langsung menolak. Tae Hyun tetap meminta supaya Sang Chul membantunya. Sang Chul menegaskan dirinya tetap tak bisa membantu.
“Hanshin akan berada dalam masalah besar. Kita harus membantu Han Do Joon melarikan diri. Jangan khawatir. Ini untuk Presdir.” tegas Tae Hyun
“Bagaimana itu bisa membantu Presdir?” tanya Sang Chul
“Dia tidak bisa  menyerahkan Han Do Joon ke Daejung atau membunuhnya.  Jadi Kita akan mengambil tekanan dari dirinya. Jangan khawatir. Aku yang akan bertanggung jawab.” jelas Tae Hyun
Dr Lee yang sedang diruangannya menerima pesan dari Tae Hyun “Aku butuh bantuanmu, Kepala Lee.”  wajah Dr Lee terlihat tegang membaca pesan dari Tae Hyun. 

Pada Hari-H, Wakil Presdir dan pertingi lainya masuk ke dalam ruangan dengan wajah melonggo. Wakil Presdir berteriak marah melihat semua pegawai terlihat kurang ajar dengan Presdir dengan pakaian dan sikap mereka.
“Biarkan saja. Mereka mungkin telah menyelamatkan perusahaan hari ini.” tegas Yeo Jin dingin, semua petinggi pun binggung.
Presdir, pasarnya sudah buka.” ucap si pria kacamata
“Sekarang, haruskah kita mulai? Targetnya adalah Alexon Biotech, Kita harus membelinya. Daejung telah menggerogoti perusahaan itu sedikit demi sedikit untuk waktu yang lama. Perusahaan memiliki paten yang diinginkan Daejung Bio. Hari ini, kita akan menangkap perusahaan itu. Semua anak perusahaan dari Hanshin akan menginvestasikan uang mereka ke dalam kesepakatan ini. Kirim bukti dana untuk total jumlah cadangan perusahaan ke Morgan di New York sekarang.” jelas Yeo Jin
Sek Min yang berdiri disampingnya melirik sinis, Presdir Cha panik karena melihat total nilai pasar perusahaan sangat besar. Yeo Jin pikir karena mereka akan melawan Daejung, jadi bukanya lebih baik naik 10 kali lipat, tapi mengubahnya mungkin 20 kali di hari ini. Setelah itu menyuruh Sek Min mengumpulkan semua ponsel petinggi dan tak memperbolehkan semua meninggalkan ruangan.
Semua terlihat panik, Yeo Jin juga meminta ada penjaga didepan pintu, Sek Min memberitahu semua sudah siap. Yeo Ji menegaskan tak perlu khawatir karena semuanya akan berakhir hari ini, lalu memulai membeli dengan peningkatan  10 persen sehingga pihak Daejung tidak akan menyadarinya, dengan membuat pesanan. 

Presdir Choi sedang santai di pijat menanyakan apakah berita kematian belum keluar juga, Sek mengatakan belum mendengarnya. Presdir Choi pikir Yeo Jin ingin melawan, Sekertarisnya pikir Yeo Jin tak mungkin bisa melakukanya karena pasti sedang berpikir.
“Tentu saja, dia berpikir keras. Orang yang cerdas terlalu banyak berpikir. Dia sangat cerdas. Jika dia menjadi menantuku, dia pasti sangat besar kepala.” ejek Presdir Choi, Sek nya pun tertawa mendengarnya.
“Ngomong-ngomong, apa pengkhianat itu sudah menghubungi?” tanya Presdir Choi. Sek memberitahu baru saja menerima telp kalau  Akan ada kabar baik segera.
“Kebaikan, apa gunanya menjadi cerdas, ketika pengkhianat itu tepat di sebelah dia?” ungkap Presdir Choi merendah. Ponsel Sek bergetar, Presdir Choi berteriak menyudahi pijatannya. 

Presdir Choi langsung masuk ke dalam ruangan berteriak “Siapa yang mengincar Alexon” salah satu pegawai mengatakan belum mengetahuinya, tapi Seseorang mengumpulkan  mereka melalui perdagangan OTC. Presdir Choi duduk dibangkuanya menurutnya tidak ada yang tertarik pada perusahaan itu lalu bertanya-tanya siapa yang berani mengaduk-aduknya.
Pegawai lain pun mengatakan sedang mencari tahu, Presdir Choi memerintahkan  bawahanya untuk mencari tahu segera. Pegawai berkacamata menanyakan apa yang harus mereka lakukan. Presdir Choi berteriak mereka harus cepat membeli saham mereka kembali. 

Di ruangan HanShin Grup
Pegawai kacamata memberitahu pihak Daejung sedang mencoba mencari tahu siapa mereka. Yeo Jin pun menyuruh untuk memberitahukan saja. Semua petinggi panik, Yeo Jin pikir nanti pihak Daejung akan tahu jadi mengajak semua untuk berperang dengan bersih.
Pihak Daejung pun menemukanya dan memberitahu bahwa itu Hanshin. Presdir Choi mengerutkan dahinya lalu tertawa mengejek, wajahnya langsung berubah tegang, menegaskan mereka akan turun bersama-sama. Sek-nya memperingatkanya. Presdir Choi pikir yang muda ingin memulai perang jadi tak mungkin dirinya lari.
“Bawa semua buku rekening Dan kau tahu perusahaan yang ingin membeli anak perusahaan kita? Panggil mereka semua.” perintah Presdir Choi, Sek binggung apa yang akan dilakukan atasnya.
“Jual mereka dengan harga murah!! !Pasang semua sahamku sebagai jaminan perbankan Dan bawakan aku uang!” pinta Presdir Choi, Sek memberitahu bank belum buka, Presdir Choi menyuruh untuk membangunakn Presdir Perbankan 

Di Hanshin, Pegawai kacamata memberitahu pihak Daejung tampaknya sudah tahu, karena Pemesanan pembelian meroket. Yeo Jin mengajak untuk menaikan taruhan menjadi 30%. Semua Presdir makin panik, Sek Min melirik. Yeo Jin tersenyum karena peperangan belum dimulai tapi paus itu akan segera muncul.
Ruangan Area Terlarang, Dr Lee mondar mandir menatap Do Joon yang terbaring disana, sambil mengingat ucapan Tae Hyun “Kepala Lee, jangan khawatir. Ini untuk Yeo Jin. Aku akan bertanggung jawab.”  Akhirnya Dr Lee menyuntikan cairan ke infus Do Joon.
Pria yang ada di Daejung Grup memberitahu bahwa sudah masuk, Presdir Choi pun tersenyum. Di Hanshin, Pegawai berkacamata juga memberitahu bahwa sudah masuk. Yeo Jin tersenyum menatap layar. Wakil Presdir binggung siapa sebenarnya “paus” yang mereka tunggu-tunggu.

“Mereka adalah lembaga yang memiliki sebagian besar dari saham Alexon.” jelas Sek Min, Wakil Presdi percaya dari OTC menjadi lembaga. Sek Min memberitahu Sekarang taruhannya jauh lebih tinggi.
Presdir Choi bahagai mengetahui tentang lembaga jadi bisa mempercepat untuk menaikan harga. Di bagian Hanshin, melihat “paus” suda masuk tapi Daejung tidak memasang harga jual. Yeo Jin pikir pihak Daejung ingin mereka melakukan lelang. Presdir Choi kaget mengetahui pihak Hanshin melakukan lelang.
“Ini berarti mereka akan memberikan semuanya untuk yang menawar dengan harga yang lebih tinggi.” jelas pegawai Daejung, Presdir Choi langsung menaikan dua kali lipat.  Pegawai terlihat kaget, Presdir Choi sambil mengebrak meja mengatakan menawar dua kali lipat. 

Tubuh Do Joon mulai bergerak tapi matanya belum terbuka, tetesan infus mengalir dalam tubuhnya. Perawat yang menjaga area terlarang, melihat ponselnya yang memberitahau Do Joon bergerak lalu meminta perawat Song memanggil Kepala Lee.
Perawat melihat tubuh Do Joon yang bergerak keras, Dr Lee baru datang menanyakan apa yang terjadi dengan wajah panik. Perawat kebinggungan juga tak  tahu, Dr Lee menyuruh Perawat memanggil Dr Kim dari bedah saraf. Perawat terlihat kaget karena harus memangil Tae Hyun.
 “Apa kau akan membiarkan dia mati? Denyut nadinya 180! Kita semua akan mati pada tingkat ini! Sepertinya aku tidak punya pilihan. Mari kita bergegas dan memindahkannya ke ruang operasi. Siapkan penjaga di luar.” perintah Dr Lee, perawat keluar ruangan. Dr Lee memperlihatkan wajah aslinya karena sesuai dengan rencananya. 

Si pria kacamata memberitahu pihak Daejung memberikan tawaran dua kali lipat, Yeo Jin tersenyum. Di Daejung, melihat grafik kalau HanShin kemungkian anakn menyerah, Presdri Choi pun tertawa  bahagia mengetahuinya. Tapi beberapa saat kemudian grafik berubah, Hanshin mengambil kembali dengan menaikan 10%. Presdir Choi tak terima akan menaikan tawaran jadi 20%, Sek-nya berteriak supaya Presdir Choi tak melakukanya. 

Dirumah sakit ketegangan juga terjadi, beberapa penjaga bersama Dr Lee dan perawat membawa Doo Joon disebuah lorong menuju ruang operasi. Terlihat seorang pria dengan baju operasi lewat dan langsung melumpuhkan pengawal dengan cepat.
Sang Chul dengan mengunakan masket membantu, Tae Hyun keluar dari persembunyian melihat Do Joon yang tak sadarka diri dimeja dorong. Perawat binggung melihat kejadian yang ada didepan matanya. Tae Hyun dan Dr Lee pun membawa Do Joon keluar dari rumah sakit. Kepala penjaga melihat dari ruangan CCTV langsung mengeluarkan ponselnya. 

Si Pria kacamata memberitahu Daejung menaikkan harga lelang jadi 20%. Ponsel Sek Min bergetar, ia mengangkat telp dengan keluar dari ruangan. Yeo Jin melirik lalu akan menaikan taruhan 10 % lagi, semua menjerit karena itu tak mungkin
Sek Min yang mengetahui Tae Hyun membawa Do Joon keluar dari rumah sakit memerintahkan untuk tak menangkapnya dan membiarkan. Kepala Penjaga sempat kaget tapi sebagai bawahan mengikuti perintah atasan untuk membiarkan. Di layar CCTV, Tae Hyun sudah membawa Do Joon dengan ambulance meninggalkan rumah sakit. 

Presdir Choi dengan wajah penuh amarah untuk memberikan penawaran menaikan sampai 40 %, pegawai melonggo mendengarnya. Sek menerima telp dari Sek Min di luar ruangan, yang mengatakan akan membuat dirinya lebih sibuk lagi.
Di Hanshin, pegawai memberitahu penawaran Presdir Choi naik jadi 40%, semua terlihat tak percaya. Sek Min kembali ke tempatnya dengan tatapan sinis, Yeo Jin pikir tawaran itu terlalu mahal, jadi akan membatalkan pesanan sekarang juga. Presdir lain panik tapi pegawai pun melakukan perintah Yeo Jin.
Sek kembali ke ruangan membisikan sesuatu pada Presdir Choi setelah menerima telp. Presdir Choi tak percaya Do Joon melarikan diri dan mengartikan ini semua seperti pengalihan. Pegawainya memberitahu Hanshin sudah menyerah karena tak ada lagi penawaran dengan membatalkan pesanan.

Presdir Choi tertawa memutuskan untuk membatalkan pesanan juga. Pegawai mulai melakukan pembatalan tapi wajahnya terlihat tegang. Presdir Choi bertanya apa yang terjadi dengan raut wajah yang berubah. Pegawainya memberitahu kesepakatan sudah ditutup dengan tawaran harga dipihak mereka. Presdir Choi kaget dan duduk lemas, tak percaya mayat dari Do Joon itu sangat mahal.
“Sung Hoon... Aku menghabiskan banyak uang demi dirimu.” ucap Presdir Choi menatap keatas seperti berbicara dengan anaknya.
Di Hanshin, Yeo Jin menanyakan berapa banyak uang yang dikeluarkan Daejung untuk membeli perusahan. Pegawai dengan wajah sumringah memberitahu Sekitar 2,5 triliun won. Semua terlihat tak percaya, Yeo Jin berharap dengan pelajaran yang begitu mahal maka Presdir Choi pasti belajar sesuatu, lalu menyuruh untuk menjual semua yang mereka punya saat harga masih kuat. 

Sang Chul mengemudikan ambulance dan Tae Hyun duduk dibelakang menelp Chae Young memberitahu hampir sampai jadi mereka bisa menyalakan mesinnya, Chae Young sudah berhenti di landasan helikopter mengucapkan terimakasih pada Tae Hyun, lalu menelp ayahnya untuk mempersiapkan kapal karena akan membawa Do Joon ke Yeuso.
Di ambulance, Do Joon mulai sadar dan Tae Hyun memberitahu akan membantukan melarikan diri dari lantai 12. Do Joon tak percaya lalu bertanya akan dibawa kemana sekarang. Tae Hyun meminta tak khawatir karena istrinya sudah menunggu di landasan helikopter dan mungkin akan membawanya ke luar negeri. Do Joon binggung menanyakan alasan dirinya harus pergi ke luar negeri. 
bersambung ke part 2 

1 komentar: