Jumat, 25 September 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 3 Part 1

Sung Joon yang melihat Hye Jin ( Ha Ri ) dari kaca spion langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam hotel menarik Hye Jin. Ha Ri kaget melihat Sung Joon yang bisa menemukanya sedang berkerja di dalam hotel. Sung Joon binggung melihat Hye Jin ada ditempat itu dengan seragam hotel.
Ha Ri langsung memeluk Sung Joon dan melepaskan nama tagnya dan membuangnya kebelakang, pegawai lain yang berdiri tak jauh dari Ha Ri merasakan sakit dibagian kepalanya. Ha Ri berpura-pura terkejut bertemu dengan Sung Joon dan bertanya balik, sedang apa Sung Joon ditempat itu. Sung Joon pikir harusnya ia bertanya seperti itu karena Ha Ra bukan ada diluar negeri.
Pegawai melihat nama tag yang jatuh terkena kepalanya, melihat itu nama milik Min Ha Ri, kepalanya menoleh lalu memanggil Ha Ri. Sementara Ha Ri yang mendengar namanya di panggil langsung mendorong Sung Joon untuk berbicara di tempat lain.
Di depan hotel, petugas meminta Sung Joon untuk memindahkan mobilnya karena menghalangi mobil yang keluar dari hotel. Sung Joon meminta maaf dan pergi untuk memarkirkan kembali mobilnya, Pegawai yang menemukan name tag Ha Ri datang mengembalikan name tag milik managernya. Ha Ri menjerit histeris kebingungann. 

Kaki Ha Ri terlihat bergoyang-goyang karena gugup sambil meminum jusnya dengan cepat, mata Sung Joon menatap dengan pandangan terlihat sangat marah. Ha Ri pun memberitahu sebelumnya akan pergi belajar diluar negeri, Sung Joon tahu karena Hye Jin mengirimkan foto saat ada disana.
“Lalu, menurutmu kenapa aku di sini?” kata Ha Ri sambil tertawa mengajak bercanda tapi Sung Joon menatapnya dengan tatapan dingin dan tak bergeming.
“Aku pergi, tapi... Tak lama kemudian aku dapat telepon dari Korea. Aku dapat kesempatan kerja di hotel ini, dan jadi serakah. Akhirnya aku segera pulang ke Korea.” cerita Ha Ri berbohong sambil mengoyang-goyangkan kakinya, lalu memberikan wajah manisnya. Sung Joon tetap saja diam sambil menatap tanpa berkomentar.

“Harusnya kau menelponku kalau kau sudah kembali. Aku hampir saja mau pergi saat melihatmu tadi karena aku pikir kau masih di London.Aku pikir aku salah lihat.” ungkap Sung Joon tersenyum.
Ha Ri berhenti mengoyangkan kakinya memperlihatkan tanganya yang merinding, lalu berdalih akan menelpnya nanti malam tapi ternyata mereka bertemu di tempat itu. Sung Joon juga merasa senang bisa bertemu karena sebelumnya merasa sedih karena harus berpisah dan tak percaya Hye Jin (Ha Ri) bisa berkerja di sebuah hotel.
“Aku juga tidak pernah berfikir kau akan jadi Wakil Pemimpin Redaksi majalah fashion.” ungkap Ha Ri, Sung Joon binggung bagaimana bisa Hye Jin (Ha Ri) mengetahui hal itu.
“Kau memberitahuku saat kita bertemu kemarin!” ucap Ha Ri berbohong, Sung Joon seperti mengingat-ingat tapi melupakanya karena merasa senang bisa bertemu dengan teman lamanya. 


Di kantor the most, suara ponsel terus berdering tertulis nama “SUAMI” dan tak ada yang mengangkat. Joo Young berteriak menyuruh mengangkat ponsel yang terus berdering. Shin Hyuk akhirnya mengangkat dengan menyebut namanya, tapi jeritan Ha Ri mengalahkan suaranya.
“Heiiii !!!!!!  Bagamaa ini? Apa kau tahu aku baru bertemu siapa? Ya Tuhan...Kau pasti akan terkejut saat dengar...” teriak Ha Ri
“Yang harusnya kaget tidak bisa mendengarnya saat ini.” ucap Shin Hyuk
Ha Ri binggung mendengar suara pria yang mengangkat ponsel Hye Jin lalu bertanya siapa itu. Shin Hyuk memberitahu namnya lalu mengatakan apabila ada cerita yang menarik maka bisa menceritakan padanya dan bisa menyampaikan pesan itu. Ha Ri pun mengatakan akan menelpnya kembali lalu menutup telpnya.
“Ada apa ini? Dia menyerahkan surat pengunduran diri atau tidak?” ucap Ha Ri heran, Shin Hyuk juga menatap ponsel Hye Jin dengan tatapan heran. 

Ha Ri sudah menunggu Hye Jin dirumah dengan sangat gugup, ketika Hye Jin pulang langsung nyerocos tentang yang terjadi saat di hotel. Hye Jin yang datang dengan penuh amarah meminum air langsung dari botolnya, lalu berteriak mengumpat. Ha Ri yang kaget menyebut baru saja bertemu dengan bajingan.
“Aku tidak akan pernah berhenti kerja!” teriak Hye Jin lalu masu ke dalam kamarnya, Ha Ri binggung apa sebenarnya yang terjadi.
“Kau tidak berikan surat pengunduran diri? Kau bilang mau berhenti.” ucap Ha Ri masuk ke dalam kamar Hye Jin
“Kenapa aku harus berhenti? Aku akan berubah! Lihat saja.” tegas Hye Jin menganti celana lalu duduk dengan muka masam diatas tempat tidurnya.
Ha Ri setuju tapi binggung siapa bajingan yang dimaksud temanya itu. Hye Jin berteriak bajingan itu adalah Ji Sung Joon. Ha Ri tak percaya dipagi hari Hye Jin masih menyebut bahwa hubungan mereka itu special tapi dimalam hari malah mengumpatnya.
Hye Jin menceritakan tentang ejekan Sung Joon dengan gonggongan anjing yang lewat didepan rumah. Ha Ri tak percaya karena melihat Sung Joon terlihat sangat baik dan hangat. Hye Jin melihat Sung Joon itu psikopat yang berkepribadian ganda dan berteriak cinta pertamanya itu lebih baik berikan saja pada anjing. Ha Ri masih binggung apa sebenarnya yang terjadi. 


Hye Jin pergi kamar mandi, dengan menatap kaca merasa bahwa kebohongan Ha Ri pergi ke pergi keluar negeri itu seperti sudah rencana Tuhan. Menurutnya apabila ia menyerahkan surat pengunduran diri karena takut dan bodoh maka akan menyesal. Ha Ri duduk diatas tutup kloset sambil mengigit bibirnya mencoba menjelaskan tapi Hye Jin yang marah terus menyerocos.
“Amarahnya seperti setan dan cara bicaranya sangat gila. Kenapa menurutmu dia dapat julukan "Joon Sinting" pada hari pertamanya?Dia pasti berkeinginan untuk mencariku.” ucap Hye Jin mengingat ucapan Ha Ri sebelumnya.
“Dia mungkin punya alasan datang ke Korea, dan Dia tidak punya pacar saat itu. Haruskah aku bertemu dan menjemput wanita tercantik di sekolahku?”
Hye Jin mengulang kata-kata yang diucapkan Ha Ri sebelumnya, Ha Ri dengan wajah polosnya merasa pernah mendengar kalimat itu sebelumnya. Hye Jin memutuskan semuanya sudah berakhir dan tak aka memikirkan orang seperti itu dan hanya mau sibuk bekerja, lalu meminta Ha Ri untuk tidak pernah membicarakan Sung Joon didepananya lagi lalu keluar dari kamar mandi.

“Kenapa situasinya jadi seperti itu? Lalu haruskah aku beritahu mengenai pertemuan dengan Ji Sung Joon atau tidak?”ucap Hye Jin binggung
“Oh iya. Kau ingin memberitahu apa yang terjadi di hotel tadi? Ada apa? Kau bilang aku pasti terkejut.” kata Hye Jin kembali membuka pintu kamar mandi. Ha Ri berpura-pura terkena penyakit pikun dan tak ingat, Hye Jin mengeluh itu karena temanya yang terlalu banyak minum tapi mengajak Ha Ri minum untuk terakhir kalinya.
“Benar. Dia bertekad untuk terus bekerja, jadi dia akan khawatir kalau aku beritahu. Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan baik.” ucap Ha Ri 

Alat pemberitahu coffee Americano Ristretto sudah siap dan bisa diambil tapi Sung Joon masih sibuk dengan tab tanpa mendengarnya. Akhirnya pelayan mengantarkan ke meja Sung Joon, tapi Sung Joon tetap tak bergeming menatap tabnya. Sampai akhirnya pelayan mengetuk meja memberitahu kopinya sudah jadi.
Sung Joon mengucapkan terimakasih kembali menatap tabnya, tanganya ingin memegang gelas coffee tapi yang diambil malah vas bunga dan langsung meminumnya tanpa ada merasakan ada keanehan. Pelayan yang melihatnya binggung.
Akhirnya Sung Joon. keluar dari cafe dan kembali menabrak pintu kaca, ia pun pindah ke sisi kaca lainnya sambil menekan tombol agar pintu terbuka, beberapa orang yang melihat tersenyum menahan tawa, seorang pengunjung masuk, Sung Joon baru sadar salah berdiri dan langsung keluar dari cafe. 


Di Perempatan jalan, Sung Joon menunggu lampu jau untuk pejalan kaki, saat lampu hijau terlihat teriakan “Oh? Ayo jalan!” mata Sung Joon langsung melotot kaget mendengar teriakan itu lalu mencari kesekeliling. Di bagian depan, terlihat Hye Jin berjalan dengan pejalan kaki lainnya.
Flash Back
Hye Jin berteriak dengan kata-kata yang sama saat lampu hijau pejalan kaki menyala.  Sung Joon bertanya kenapa Hye Jin yang menyebut lampu hijau yaitu "Ayo jalan" . Hye Jin menjelaskan itu karena mereka harus jalan. Sung Joon bertanya bagaimana dengan lampu merah, Hye Jin mengatakan lampu merah tetap lampu merah. Sung Joon merasa itu sangat aneh.
“Keluargaku selalu bilang begitu Tapi setelah dengar perkataanmu, jadi sedikit aneh.” jelas Hye Jin lalu pergi begitu saja.

Sung Joon masih terdiam melihat orang yang lalu lalang menyeberang jalan.

Hye Jin menyeberang jalan menyakinkan dirinya untuk memikirkan gaji bulanan sambil menyeberang jalan. Pundak Hye Jin tiba-tiba ditepuk, Shin Hyuk menyapanya dan menawarakan kimbap segitiga yang sudah dimakan, Hye Jin memilih untuk pergi meninggalkanya. Shin Hyuk mengejarnya sambil mengigit kimbap dimulutnya.

Ha Ri yang sedang memakai lipstik panik melihat nama Sung Joon yang menelpnya dipagi hari. Sung Joon menelp Hye Jin ( Ha Ri) ingin tahu keberadaanya. Ha Ri memberitahu sedang ada dirumah dan balik bertanya alasan Sung Joon menenyakan itu.
“Aku hanya ingin tanya, apa kau mau berangkat ke kantor.” ucap Sung Joon
“belum.....Tapi kenapa kau bertanya?” tanya Ha Ri
“Bukannya apa-apa. Tapi apa kau ingat dulu saat kau menyebrang jalan... Tapi Lupakan saja. Bersiaplah unyuk kerja, lebih baik kita bicara nanti. Aku akan menelponmu lagi.” kata Sung Joon, Ha Ri berteriak agar Sung Joon tak menutup telpnya.
“Kau ada waktu? Ada yang ingin kukatakan padamu. Ayo bertemu.” kata Ha Ri 


Han Sul yang ingin tahu anak dari Ketua Ji Sung memperlakukan Poong Ho, Joon Wo dengan memberikan segelas kopi dipagi hari, padahal Poong Ho tak suka minum kopi dipagi hari. Shin Hyuk yang baru masuk bersama Hye Jin pun mendapatkan segelas kopi.
Shin Hyuk pikir Han Sul ingin meminjam uang jadi menyuruhnya untuk meminjam uang pada yang lain saja. Han Sul dengan senyuman tawanya berpikir Shin Hyuk sedang bercanda lalu pergi meninggalkanya. Shin Hyuk binggung melihat Han Sul yang terlihat baik.
Sung Joon masuk ke dalam kantor, tiga dara langsung saling mengirim message dalam grup bahwa “si Joon gila sudah datang” Eun Young membalas  Sepertinya dia akan menembak dengan lidah jahatnya hari ini ****”  Sun Min ikut menuliskan Aku pikir hidupnya akan penuh dengan sumpah serapah” lalu pesan  Sung Joon masuk ke dalam semua pegawai 10 menit lagi kita akan ada pertemuan.”
“3 bulan itu cepat. Bahkan jika kau digantung terbalik, Tim Editor masih tetap ada. Aku tidak akan takut lag dan akan menjadi  kartu as di Tim Manajemen. Akan aku tunjukkan seberapa pintarnya aku ini.” tegas Hye Jin sambil memberikan tanda silang pada agendanya yang sudah lewat dan matanya melotot memegang pensil sampai patah. 

Di dalam rapat, Hye Jin hanya bisa tertunduk dengan wajah melonggo mendengar penjelasan Ah Reum yang akan menuliskan tentang Grooming Men [Perawatan Pria]" dan merk cosmeceutical. Hye Jin bertanya-tanya apa nama merek yang sebut itu matanya melihat sekeliling seperti mengerti dengan penjelasan Ah Reum.
“Apa ini di bumi? Semua orang bicara bahasa alien, kan? Aku tidak mengerti satu pun.” gumam Hye Jin binggung.
“Ini bukan topik yang belum pernah kita tangani, Jadi, kita lakukan pendekatan dengan cara baru, bukan hanya mendaftar keseluruhan produk.” jelas Sung Joon lalu meminta dari tim fashion dengan memutar jarum pasirnya.
“Aku berpikir untuk menulis tentang tren setiap periode\Ndan menghubungkannya dengan pakaian di film. Seperti Garconne yang mewakili fashion Eropa pada tahun 1920-an,” jelas Joo Young,
Hye Jin bertanya-tanya siapa itu “Garconne”, sementara yang ada didalam ruangan mengangguk-angguk mengerti, Sun Min duduk didekat Sung Joon melihat dengan teliti atasannya mengulung kemeja saat mendengarnya penjelasan Joo Young. 

Lalu Joo Young meminta Hye Jin agar menghidupkan layar agar bisa melihat video klip yang sudah dibuatnya. Hye Jin binggung memilih remote yang berjejer didepanya, tapi yang dipencet adalah lampu untuk menunjuk saat presentasi dan mengenai wajah Sung Joon.
Shin Hyuk yang melihatnya menahan tawanya, Hye Jin binggung dan tak menyadari kalau lampunya mengenai wajah Sung Joon, dengan gugup meminta maaf dan memilih remote yang lain tapi yang terjadi lampu yang sangat terang langsung menyala.
“Sepertinya aku sudah pernah bilang padamu kalau aku sangat benci membuang waktuku dengan percuma.” tegas Sung Joon, akhirnya Hye Jin pun hanya bisa diam.
Selesai presentasi Joon Young dengan proyektor, Sung Joon mengatakan akan mengembangkan item yang mereka bicara di pertemuan berikutna lalu bertanya siapa yang mencatat agenda rapat. Hye Jin mengangkat tanganya, Sung Joon menghela nafas lalu menyuruh Hye Jin agar memberikan padanya apabila sudah selesai. 

Hye Jin membereskan semua remote, tiba-tiba Shin Hyuk mengikuti nada suara Sung Joon yang membuat Hye Jin panik, Shin Hyuk pun tertawa karena Hye Jin bisa tertipu olehnya.  
“Tapi, apa kau takut terhadap Wakil Pemimpin Redaksi?” ucap Shin Hyuk melihat wajah Hye Jin
“Ke-ke... kenapa aku harus takut begitu?” balas Hye Jin menutupi rasa takutnya.
“Aneh sekali! Kau biasanya pintar bicara dan bekerja, Tapi saat kau melihat Wakil Pemimpin Redaksi, kau menjadi gugup dan terburu-buru. Ada apa? Kau bertingkah seperti akan terjadi masalah besar kalau sampai ketahuan.” dugaan Shin Hyuk dengan mata melotot
“Omong kosong apa itu! Apa maksudmu ketahuan? Lucu sekali!” ujar Hye Ji buru-buru keluar ruangan dan berpura-pura tertawa. Shin Hyuk melihat Hye Jin itu bukan orang biasa. 

Hye Jin mengetik laporan agenda rapat tapi bener-benar tak mengerti dengan istilah-istilah fashion dalam rapat. Lalu ingin bertanya pada Eun Yong didepanya tapi si gadis kacamata langsung pergi begitu saja.
Ia pun mendatangi Han Sul untuk menanyakan apakah itu “cosmos” yang mereka bicarakan saat pertemuan tadi. Han Sul langsung mengatakan dirinya sibuk menfotocopy.
Poong Ho berjalan sambil mengunakan pengaruk badanya, Hye Jin memanggil ingin menanyakan sesuatu. Tapi Poong Ho pikir Hye Jin bisa bertanya nanti karena sudah sangat lelah.
Joo Young lewat, Hye Jin ingin bertanya tapi seniornya malah memberikan berkas untuk menerjemahkanya sekarang. Hye Jin ingin menanyakan tentang "ga loo seong" yang disebut saat pertemuan tadi, Joo Young yang sibuk menerima telp pergi keluar ruangan. 

Sung Joon melihat laporan Hye Jin langsung melemparnya dan menduga bahwa ia itu kiriman dari atasan, seperti nepotisme. Hye Jin memceritakan masuk kemari dengan mengikuti tes dan Berdasarkan kemampuannya. Sung Joon menduga Hye Jin memiliki dua pekerjaan. Hye Jin mengaku hanya punya satu.
“Itu juga bukan. Lalu kenapa ...kau ada di sini, di perusahaan ini? Di atas semua itu, kau ada di Tim Editing tapi kau tidak tahu istilah dasarnya?” ucap Sung Joon heran
“Aku tiba-tiba dipindahkan dari Departemen Manajemen Layanan ...jadi aku masih belum belajar istilah dasar itu.” jelas Hye Jin
“Jadi maksudmu, aku harus membiarkanmu begitu saja? Kau tidak masalah hanya dengan menghabiskan waktumu di sini dan memperoleh gaji?” sindir Sung Joon.
“Tidak. Bukan begitu maksudku, Pekerjaan di sini sangat berbeda dengan Departemen Manajemen Layanan. Semua orang sibuk, jadi tidak ada yang mengajari...” kata Hye Jin yang langsung di potong

“Tempat ini bukan tempat di mana kau belajar dari orang lain. Kau harus melakukannya sendiri. Aku pikir bukan urusanku kau berasal dari mana. Aku hanya berusaha kerja secara profesional.Jika kau terus bertingkah, aku bisa membuatmu keluar dengan kekuasaanku sekarang. Dan aku tidak peduli dengan kemampuan komputermu, jadi ... rapikan saja catatannya dengan benar. Jangan hanya menghiasinya saja.” tegas Sung Joon lalu melempar laporan Hye Jin kelantai.
Hye Jin terlihat menahan tangisnya melihat Sung Joon yang mengomel dan mencoba membela diri. Sung Joon pikir lebih bagus lagi kalau Hye Jin sadar ktiak akan memecatnya tapi ungkapa dirinya yang sedang bosan lalu menyuruh Hye Jin segera keluar. Hye Jin ingin berbicara tapi Sung Joon sudah memegang tabnya.
“Sudah berapa kali aku bilang? Aku sangat benci membuang waktuku dengan percuma.” teriak Sung Joon menatap tabnya, Hye Jin hanya bisa diam membawa kembali laporan rapat yang dibuatnya. Sung Joon mengeluh karena ada orang yang menyarankan Hye Jin bergabung dalam timnya. Hye Jin menarik nafas mendengarnya lalu keluar ruangan. 

Hye Jin menarik nafas kaget melihat ada banyak barang yang berjejer, Han Sul memberitahu mereka harus mengembalikan semua barang yang sudah dipakai, lalu meminta Hye Jin membantunya. Hye Jin pun duduk walaupun dengan wajah binggung
Han Sul memberikan perintah untuk Mulailah dengen memisahkan sesuai dengan merk dan mereka akan letakkan di tempat yang sama, jadi akan mengkategorikan sesuai merk nya. Hye Jin membaca merek dalam botol terlihat kesusahan, Han Sul melirik dengan wajah melonggo.
Hye Jin kembali membaca merek lain tapi tetap merasa kesusahan menyebutnya, Han Sul berpikir Hye Jin itu penderita disleksia, Hye Ji mengaku baru Pertama kali lihat semuanya.
“Apa?? Pertama kali melihat merk ini? Apa Kau tidak membeli kosmetik?” tanya Han Sul, Hye Jin mengaku membelinya di pasar.
Han Sul lalu meminta Hye Jin memberikakan Brush. Hye Jin binggung yang mana dimanakan “brush” Han Sul tak percaya Hye Jin tak tahu yang mana  namanya “brush” lalu memperlihatkan CC Cream, blush On, Primer. Hye Jin hanya melonggo mendengar nama-nama kosmetik. Sung Joon yang sedang lewat melihatnya, Hye Jin hanya bisa memasang wajah sedih karena dimata Sung Joon nilainya nol besar. 

Hye Jin yang baru selesai dipanggil oleh Joo Young untuk mengambilkan “BK Corduroy Blouson” Hye Jin binggung dengan istilah BK, berpikir itu seperti jenis warna biru lalu mengambil salah satu pakaian. Joo Young memberitahu bagian deretan yang ketiga dari kanan, tapi Hye Jin terlihat kebinggungan.
Joo Young berteriak menyuruh untuk mengambil dibagian kiri akhirnya mengambil sendiri pakaian yang diinginkanya, Hye Jin melihat Sung Joon dan Sung Joon hanya memalingkan wajahnya dengan menghela nafas menganggap remeh. 

Hye Jin membanting kepalanya sendiri diatas meja karena frutasi merasa tak cocok di majalah, tiba-tiba kepala sakit karena sebungkus mie ada dibawahnya. Shin Hyuk tersenyum jahil karena Hye Jin bisa memecakan mie dengan kepalanya.
“Kau sedang menghancurkan sel otakmu karena kau punya banyak? Tapi kau terlihat tidak begitu pintar. Apa kau Mau?” ucap Shin Hyuk, Hye Jin memegang kepalanya yang sakit lalu pergi meninggalkanya.
“Sepertinya dia sangat jengkel pada seseorang, tapi Siapa?” kata Shin Hyuk lalu makan mienya tanpa rasa bersalah. 

Kepala Boo dn Kwang Hee melonggo melihat Hye Jin yang mengepel lantai ruangan. Hye Ji berteriak meminta pekerjaan karena akan menyelesaikan dengan mudah, lalu dengan penuh semangat mengajak semua tim management untuk makan bersama selesai pulang kantor.
“Kenapa dia?” tanya Kepala Boo binggung
“Benar. Dia sangat bersemangat.” kata Kwang Hee, Seul Bi merasa selera makannya jadi hilang. Hye Jin terus bersemangat agar bisa makan bersama. 

Kepala Boo menarik ID Card Hye Jin kembali ke bagian majalah Most, Hye Jin berjalan mundur enggan untuk masuk ke dalam lagi. Kepala Boo mendorong Hye Jin sampai didepan pintu, meminta juniornya itu sadar karena waktu 3 bulan tak lama jadi menyuruhnya untuk masuk.
Hye Jin meminta Kepala Boo tak melupakannya setelah 3 bulan, saat pintu terbuka Kepala Boo langsung mendorong masuk ke dalam ruangan most. Ketika sampai didalam Hye Jin benar-benar di tarik untuk membawa barang kosmetik pakaian, dengan sigap memberikan kopi pada semua pegawai dimalam hari.
Ia juga dengan cepat membuat kopian berkas dan mengerjakan perintah dari Poong Ho, semua berteriak memanggil Hye Jin untuk meminta pertolongan. Ketika pulang menaiki bus, Hye Jin sampai tertidur dengan mulut menganga. 

Seorang pria sudah menunggu didepan gang untuk meminta maaf dengan membawa bunga. Ha Ri acuh melihat pria yang mencemooh Hye Jin, tapi pria it merasa Ha Ri berlebihan karena hanya kesalahan kecil.
“Kesalahan kecil? Kau masih belum sadar, kan? Haruskah aku membuatmu sadar lagi?” ucap Ha Ri siang mengangkat kakinya, pria itu pun ketakutan dan Ha Ri pun meninggalnya begitu saja.
“Hanya dengan sekali lihat, kau pasti sangat kacau.” ucap seorang anak kecil yang wajahnya mirip saat Hye Jin masih kecil, pria itu kaget melihat anak kecil yang tiba-tiba muncul.
“Ajussi, kau bersalah pada Unnie-ku, kan?” ucap si anak kecil, Pria itu tak percaya anak itu adalah adik dari Ha Ri
“Kau tidak lihat seberapa cantiknya aku? Haruskah aku beri tips bagaimana caranya membuat Unnie-ku merasa lebih baik?” ucap Anak kecil itu, Pria itu langsung merasa seanang, anak kecil itu lalu mengajak pria itu pergi ke cafe untuk makan cheese cake dan minum smoothie strawberry. 

Hye Jin datang langsung menjewer anak tersebut, lalu meminta pria itu pergi karena anak itu seorang penipu. Anak kecil itu menjerit kesakitan karena jeweran Hye Jin. Pria itu terlihat binggung melihat Hye Jin ada ditempat itu, Hye Jin memberitahu bahwa anak itu bukan adik dari Ha Ri. Pria itu kesal karena anak itu ternyata bukan adik dari Ha Ri lalu memilih untuk meninggalkanya.
“Sudah kubilang jangan kemari sesukamu!” teriak Hye Jin
“Lepas! Aku datang bukan untuk melihatmu. Aku ingin bertemu Ha Ri Unnie!” teriak si anak kecil
“Dasar kau ini! Kalau kau berani memanfaatkan pria yang mengikuti Ha Ri itu, mak aku akan melemparmu! Bisa-bisanya kau datang ke rumah kami begini? Cepat pergi!” balas Hye Jin mengusir
“Karena kau jelek membuatku jadi jijik!” teriak si anak kecil
Hye Jin melotot ingin mencengkramnya tapi anak itu lebih dulu menginjaknya dan berlari pergi sambil mengumpat kembali kejelakan wajahnya itu membuatnya jiji. Hye Jin memanggil nama anak itu “Kim Hye Rin” dan mengeluh bukan seperti adiknya tapi menjadi musuhnya. 

Ha Ri baru keluar dari kamar mandi dikagetkan melihat Hye Jin yang berbaring didepan pintu, lalu berjongkok menanyakan apa yang dilakukan temanya itu berbaring didepan pintu dan mengajaknya masuk dan tidur didalam.
“Ha Ri, kau tahu apa itu BK Corduroy Blouson atau semacamnya?” tanya Hye Jin.
“Iya, aku beli satu minggu lalu.” ucap Ha Ri, Hye Jin langsung duduk tak percaya temanya tahu dengan BK Corduroy Blouson. 

Hye Jin makan cemilan diatas meja sementara Ha Ri melakukan gerakan Yoga, Hye Jin mengeluh dengan pergantian nama jaket hitam korduroi menjadi bahasa alien, BK Corduroy Blouson, menurutnya mengapa mereka mengunakan bahasa asing apabila bahasa korea itu lebih indah, menurutnya baju dan kosmetik itu sama saja.
Ha Ri terlihat masih konsetrasi dengan senam yoganya, Hye Jin terus mengoceh semua itu hanya pamer lalu mengeluh sebelumnya akan menunjukan kemampuanya pada  Sung Joon tapi malah melanggarnya sendiri padahal dirinya itu adalah kartu AS di tim manajement.
“Kau memang salah. Kenapa kau pikir itu pamer? Mereka adalah istilah teknis yang digunakan dalam bidang industri. Sikap yang mengatakan bahwa fashion dan kecantikan itu tidaklah penting, dan merendahkannya dengan mengatakan semua itu hanya sebatas pamer. Bukankah itu kau? Bukankah hal alami atasan memarahi bawahannya bahkan ketika mereka tidak punya akal sehat?” kata Ha Ri.
“Hei, Min Ha Ri. Kau ada di pihak mana? Aku juga ingin melakukan yang terbaik. tapi...itu karena aku baru melihat dan mendengarnya untuk pertama kalinya.” ucap Hye Jin membela diri
“Terus, Apa kau sudah berusaha? Kau hanya berlarian dan memikirkan Ji Sing Joon saja. Setelah kau ada di Tim Editing, Apa kau pernah melihat dan membaca majalah mereka? Jadi kau mengatakan pamer atau apapun, aku pikir itu tidak benar.” komentar Ha Ri, Hye Jin terlihat kesal lalu memilih untuk masuk kamar dan tidur lebih dulu. 


Hye Jin mengumpat temanya itu wanita jahat yang tak mau berpihak padanya, lalu teringat kembali ucapan Ha Ri.
“Sikap yang mengatakan bahwa fashion dan kecantikan itu tidaklah penting, dan merendahkannya dengan mengatakan semua itu hanya sebatas pamer Bukankah itu kau?Terus, kau sudah berusaha?”

Hye Jin berusaha untuk melupakanya dan memiringkan tubuhnya, tapi kata-kata Ha Ri semaki teringiang-ngiang dalam pikiranya “Setelah kau ada di Tim Editing, kau pernah melihat dan membaca majalah mereka?”

Hye Jin akhirnya masuk ke dalam gudang melihat ada deretan majalah yang terjejer rapih lalu terselip sebuah note disana,
“Dipikir-pikir, semua yang kukatakan benar, kan? Sangat menggangguku kalau kau berlarian dan di marahi orang-orang. Beri tanda yang kau tidak tahu. Kau tahu aku sering membaca majalah fashion daripada buku, kan? Aku, sebagai orang profesional, akan menjelaskan padamu!”
Hye Jin membaca tulisan temanya tersenyum bahagia, semalaman ia memberi tanda bagian-bagian yang tak diketahuinya dan mencorat-coret majalah Most, setelah itu Ha Ri memberikan note untuk menjelaskan dari note juga.
Di Pagi hari, Hye Jin pergi ke kantor sambil mengingat penjelasan Ha Ri dengan note yang tertempel dalam majalah. Tiba-tiba bus mengerem mendadak, Hye Jin yang tak berpegangan harus duduk dipangkuan seorang pria tambun. Sang Pria tambun pun  tersenyum tapi setelah melihat wajah Hye Jin langsung melipat tangannya didada terlihat sangat kecewa.
bersambung ke part 2  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar