Senin, 21 September 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 7 Part 2

Pagi hari, Hyun Suk langsung pergi ke loker melihat No Ra sudah berdiri disana dan langsung menyuruh untuk mengosongka barang-barangnya. No Ra melirik sinis, dengan ketus Hyun Suk tak melihat kalau ia sedang mengosongkan lokernya, Hyun Suk malah binggung No Ra sudah mengosokanya lebih dulu
“Kau buta tau tuli? Ini aku kosongkan!” teriak No Ra kesal
“ah.... Malah dia yang membentak, Cepat, cepat. Cepat!” kata Hyun Suk ketus
No Ra mengeluarkan semua buku lalu menendang pintu loker, Hyun Suk memarahi karena bisa rusak, No Ra membalas kalau akan mengantinya apabila rusak lalu pergi dengan ngedumel, menurutnya Hyun Suk melakukan semua hal yang tak diminta dan mengambil yang sudah diberikan.
Hyun Suk ingin mengunci loker, melihat ponsel No Ra yang tertinggal, melihat No Ra yang sudah pergi menjauh memilih untuk membiarkan saja dan mengunci lokernya kembali lalu pergi. 

Semua sedang berlatih menari temasuk No Ra, Soon Nam dan yang anggota senior lainnya melakukan rapat diruangan lainnya untuk membuat konsep festival. Woo Sae menanyakan tentang No Ra karena mereka sudah membagi kelompok sebelum No Ra gabung.
“Apa tak ada tempat untukknya?” tanya Soon Nam
“Kalau dimasukab sekarang, kelompok jadi tak seimbang. Bagaimana kalau jadi tim pendukung? Dia bisa naik panggung musim gugur nanti.” saran Woo Sae
“Nanti dikira diskriminasi.” komentar Soon Na,
“Tidak, kok. Aku tak ingin naik panggung, hanya dengan Masuk klub ini saja aku sudah senang.” ungkap No Ra yang membawa semua buku saat masuk ruangan.
Soon Nam mengejek No Ra seperti orang pindahan lalu membantu membawakan semua buku, No Ra pun lebih memilih untuk menjadi tim pendukung saja. Woo Sae memberitahu saat hari festival No Ra bisa bebas melihat festival. No Ra pun senang karena ia bisa melihat festival. 

No Ra baru tersadar ponselnya tak ada didalam tas, lalu pergi ke loker ternyata sudah terkunci akhirnya meminjam mahasiswa lainya untuk menelp ponselnya yang hilang, terdengar suara bunyi ponselnya didalam loker. Ia pun pergi ke ruangan Hyun Suk tapi pintu terkunci dan salah satu dosen memberitahu Hyun Suk baru saja pergi.
Hyun Suk berjalan ke parkiran mendengar No Ra yang memanggilnya, tapi berpura-pura tak mendengar dan masuk ke dalam mobilnya. No Ra berusaha mengejarnya, Hyun Suk pun memberhentikan mobilnya. No Ra mengejarnya tapi Hyun Suk kembali menjalan mobilnya. Akhirnya Hyun Suk menurunkan jendela mobilnya, No Ra mengomel karena Hyun Suk tak mendengarnya saat berteriak memanggilnya.

“Kalau dengar kenapa? Kalau tidak kenapa? Kalau kau memanggilku, apa aku harus menoleh?” kata Hyun Suk dingin
“Saat mengunci loker, kau tak lihat HPku?” tanya No Ra, Hyun Suk berbohong tak melihatnya.
No Ra meminta Hyun Suk memberikan kunci karena ponselnya tertinggal disana. Hyun Suk memberitahu kunci ada dilaci. No Ra meminta kunci ruanganya saja dan akan mencarinya sendiri. Hyun Suk mengumpat No Ra sudah gila karena ingin melihat ruanganya, karena ia juga mengunci lacinya.
“Maukah kau membukanya sebentar? Aku menunggu telepon.” ucap No Ra memohon,
“Aku ada janji makan siang.” kata Hyun Suk sambil menutup jendelanya, No Ra menahan sambil memohon meminta waktu lima menit saja.

“Kenapa harus kugunakan lima menitku untukmu? Disini kau yang kehilangan barang karena ceroboh. Pergilah. Dosenmu ini sibuk.” ucap Hyun Suk ketus
“Kalau begitu, kapan kau kembalikan HPku? Bisakah kau membawanya saat di kelas nanti?” pinta No Ra, Hyun Suk menyuruh No Ra memindahkan tanganya dan menutup jendelanya.
No Ra yang kesal menendang mobil Hyun Suk yang berjalan, Hyun Suk mengumpat No Ra itu mau celaka, No Ra pergi dengan memberikan kepalan tinju lalu melirik sinis. Hyun Suk kesal karena No Ra itu tak pernah marah dengan sesuatu hal yang seharusnya mengumpat marah, bahkan membantah suaminya saja tak berani. 

Woo Chul membanting naskah diatas meja, Hyun Suk memberitahu bahwa itu adalah naskah Project “You and Now” lalu berpikir Sang Ye tak memberitahu sebelumnya. Woo Chul terlihat sangat marah karena isinya sangat beda dengan yang mereka diskusikan. Hyun Suk mengakui kalau memang beda 180 derajat. Woo Chul mengingat Hyun Suk memilih tentang keluarga korban.
“Sepertinya kau belum membacanya.Ada bagian tentang keluarga korban.” kata Hyun Suk berjalan ke pantry untuk mengambil minum
“Yang aku maksud adalah... Korban bencana stasiun Daigu, jatuhnya pesawat Korean Air, lalu Menggunakan kecelakaan besar sebagai bahan...” ucap Woo Chul dengan nada tinggi, Hyun Suk menegaskan tak pernah mengatakan itu.

“Lalu kenapa setuju untuk konsultasi denganku?” tanya Woo Chul binggung
“Aku hanya konsultasi bukannya minta izin anda.” balas Hyun Suk
Woo Chul melihat semua cerita itu Cuma karangan, jadi bagaimana bisa memberikan konsultasi. Hyun Suk pikir dirinya tak meminta saran tapi kampus yang menyuruhnya dan ia menyanggupinya. Woo Chul merasa semua ini karena ia adalah suami dari No Ra, sebelumnya Hyun Suk menolak lalu mengajak bertemu. Setelah itu menolak sponsor, Lalu mengajaknya lagi, menurutnya ucapan dan Sikap Hyun Suk tak konsisten dan agak keterlaluan.
“Cha Hyun Suk, kau bersikap seperti ini karena tertarik pada No Ra?” ucap Woo Chul

“Kalau iya Kau mau apa? Apa Kau akan menahan istrimu?” balas Hyun Suk sinis
“Dia bilang kau cuma teman SMA. Sepertinya perasaanmu tak terbalas jadi aku tak perlu merasa kalah.” komentar Woo Chul bangga
“Aku juga... Aku sudah tak tertarik pada No Ra. Kalian memang pasangan dari langit. Sepertinya No Ra sangat membutuhkanmu, prof. Kim. Aku bisa apa kalau dia begitu mencintaimu? Ketertarikanku pada dia, sudah hilang sama sekali. Aku harap No Ra bahagia bersamamu, orang yang paling dia cintai.” tegas Hyun Suk lalu pamit pergi karena harus mengajar. Woo Chul hanya bisa benggong mendengarnya. 

No Ra makan kimbap segitiga mengingat saat Hyun Suk memberikan bubur dikarenakan dirinya itu dianggap sedang sakit, lalu menyesal harusnya tak memakanya saja.
Di kelas Hyun Suk, satu kelompok menampilkan drama tentang romeo dan juliet tapi Romeo yang bangkrut dan hanya tinggal di apartement murah meminta Juliet menerima cintanya. Juliet menolak karena tak bisa tinggal diapartment bulanan. Semua memberikan tepuk tangan atas penampilan kelompok pertama
“Ini Menarik, Perpisahan Romeo dan Juliet dilihat dari sudut pandang modern. Ah... tadi hanya sudut pandang. Penilaian setiap orang berbeda. Aku nantikan pertunjukan tim yang lain.” ucap Hyun Suk melirik sinis pada No Ra, dan No Ra memalingkan wajahnya dengan sinis juga. 

No Ra manggil nama Hyun Suk tapi setelah Hyun Suk berhenti memanggilnya  "profesor". Hyun Suk bertanya apa maunya sekarang, lalu teringat dengan ponsel. No Ra pikir tak ada alasan lain memanggilnya. Hyun Suk beralasan kunci lacinya tertinggal dirumahnya. No Ra pun binggung apa yang dilakukan sekarang, Hyun Suk pikir tak ada yang bisa dilakukan karena lupa.
“Kau bilang, akan makan siang dikampus Kenapa kuncinya bisa di rumah?” kata No Ra
“Memangnya aku tak boleh makan di ruangan ku?” balas Hyun Suk sinis 
“Sudahlah! Apa Sang Ye di ruangamu?” kata No Ra
Hyun Suk binggung untuk apa No Ra mencari Sang Ye, No Ra menegaskan akan meminta kuncinya, Hyun Suk mengumpat No Ra yang berani masuk kedalam rumahnya karena tak semberang orang bisa masuk, lalu akan menyuruh Sang Ye ke ruangan club jadi bisa mengambilnya esok. 

No Ra akhirnya menangis di dalam toilet karena rasa kesalnya pada Hyun Suk yang sangat jahat sekali, Yi Jin masuk ke dalam toilet bisa mendengar orang yang menangis berpikir seorang Gadis putus cinta lalu merasa tak penting menangis seorang pria. Tiba-tiba No Ra keluar dari toilet, melihat ada orang memilih untuk masuk kembali.
Yi Jin pikir wanita itu ada mendengarnya lalu memilih buru-buru keluar. No Ra mengintip apakah Yi Jin sudah keluar dan berpikir tangisan terdengar, lalu melihat ponsel Yi Jin yang tertinggal di dekat wastafel. Ia pun mengejar Yi Jin untuk memberikan ponselnya karena keponakanya menelp. 

Woo Chul melihat dari kejauhan, istrinya sedang berbicara dengan Yi Jin sambil menelp. Yi Jin berpura-pura bahwa keponakanya itu menelp untuk meminjam uang. Woo Chul akhirnya memilih untuk kabur menaiki tangga untuk menghindari keduanya.
Seorang kurir bunga tiba-tiba memberikan bunga untuk No Ra, Yi Jin terlihat kaget karena No Ra bisa mendapatkan bunga. Si kurir memberitahu bahwa bunga itu untuk Ha No Ra jurusan sastra di kampus Woocheon. No Ra ingin tahu siapa pengirimnya, kurir pun menunjuk ada kartu yang terselip diatas bunga.
Yi Jin penasaran siapa yang mengirimkan bunga untuk No Ra, menyuruh No Ra membuka kartunya. No Ra membaca tulisan di kartu “Untuk wanita yang ingin kujaga.” dan tak ada namanya. Yi Jin terlihat tak percaya No Ra yang belum menikah tapi bisa mendapatkan bunga dan dikirim ke kampus. 

Hyun Suk menerima pesan ke dalam ponselnya [Bunga pesanan anda sudah kami antarkan. Terima kasih.] matanya langsung melotot berteriak memanggil Sang Ye yang belum membatalakn perngiriman bunga. Sang Ye mengelengkan kepalanya karena yang memesan Hyun Suk sendiri.
“Oh iya... hari ini, kan pengirimanya? Mau Bagaimana lagi? Dia pasti belum pernah menerima bunga.” komentar Sang Ye
“Dia tidak sekarat, buat apa kuberi bunga? Kalau pun dia tak pernah menerima bunga, kenapa harus aku yang memberi?” teriak Hyun Suk frustasi lalu teringat tulisan dikartunya “Untuk orang yang ingin kujaga.” dan mengumpat dirinya itu sudah gila. 

Yi Jin mengikuti No Ra dari belakang, dengan wajah sedih seperti iri dengan anak muridnya yang mendapatkan bunga, lalu teringat ucapan Hyun Suk “Cepat cari pacar, Sebelum terlambat. Apa "W" itu hatimu? Kau tak bisa memeluknya ataupun menciumnya.”  lalu bertanya-tanya perasaan aneh apa didalam hatinya ini.
Sementara Woo Chul melihat keduanya dari atas melonggo melihat keduanya, sambil bertanya-tanya “Bagaimana mereka saling kenal? Kenapa mereka jalan bersama.” dan menegaskan istrinya itu tak boleh masuk satu kelas dengan Yi  Jin. 

No Ra melihat bunga ditanganya, teringat dengan suaminya dalam tiga tahu terakhir selalu memberikan hadiah yang sama yaitu voucher belanja 200rb won saja, tanpa ada perayaan apapun, bahkan sempat terlihat lupa.  Ketika pulang kerumah menaruhnya didalam vas, sambil memandanginya merasa bunga didepanya itu sangat cantik lalu mencium  harumnya bunga mawar merah. 


Yi Jin berdiri sendirian di depan lukisan, Woo Chul datang berdiri disampingnya, lalu berkomentar Pemandangan yang indah dan mengatakan kalau ia tak begitu suka dengan lukisan cat air. Yi Jin melirik,
“Maksudku adalah aku suka pemandangan wanita yang melihat lukisan. Seperti waktu itu.” ungkap Woo Chul
“Begitulah, Aku selalu teringat saat pertemuan pertama kita.” komentar Yi Jin 

Flash Back
Woo Chul terlihat terpana dengan orang – orang yang datang saat pemeran lukisan dan itu menjadi ajangnya untuk meluaskan hubungan kerjanya, matanya terpana melihat Yi Jin dari belakang yang melihat lukisan. Yi Jin tiba-tiba ingin pingsan dan Woo Chul pun menyelamatkan agar tak jatuh. Beberapa orang ingin menelp ambulance tapi Yi Jin menolaknya karena hanya terasa pusing saja.
“Sepertinya kau terkena “Stendhal Syndrome” Anda pasti sangat memahami seni. Saat anda melihat lukisan, anda melihat warna seperti musik, lalu Anda akan tersedot warna itu. Itu semua Diucapkan oleh Mark Rothko.” jelas Woo Chul
“Anda hebat sekali, Aku ingin bicara lebih\Nbanyak tentang lukisan.” ucap Yi Jin yang terpana dengan Woo Chul 

Keduanya sudah duduk dicafe bersama, Yi Jin merasa pertemuan mereka itu seperti takdir. Woo Chul pikir mereka juga tak bisa menolak takdir. Yi Ji ingat mereka mengobrol ditempat ini selama 3 jam. Woo Chul membenarkan tepatnya 3 jam 45 menit.
“Dulu kita tidak saling memperingatkan dan Tak terasa sudah 4 tahun. Apa saja yang lakukan 4 tahun ini? Kita menghindar, bersembunyi, dan pura-pura tidak kenal. Aku lelah, Kenapa kita tak bisa bergandengan dan berciuman didepan orang? Menerima bunga saja tak pernah.” keluh Yi Jin
“Aku ada perjanjian...di Bulan Mei Atau paling tidak 2 Juni.” kata Woo Chul mengingatkan
Yi Jin ingat dengan hal itu lalu bertanya alasan Woo Chul ingin menemuinya, Woo Chul ingat dengan pertemuanya dengan Hyun Suk yang membuat cerita hanya karangan jadi tak bisa memberikan konsultasi, jadi didalam hatinya ingin memberitahu masalah project. Tapi teringat pertemuan No Ra dengan Yi Jin sebelumnya.
“Aku dengar ada lukisan baru, jadi aku ingin mengejutkanmu.” kata Woo Chul berbohong, Yi Jin tersenyum bahagia.
“Ngomong-ngomong, Yi Jin...Kau agak sensitif hari ini. Apa terjadi sesuatu?” tanya Woo Chul mencoba mencari tahu
“Sepertinya aku juga punya batas. Aku punya murid yang sudah tua.Hari ini dia menerima kiriman bunga di kampus, Dia belum menikah dan Sepertinya dia baru kuliah karena harus menghidupi keluarga, tapi Dia lembut dan cantik.” cerita Yi Jin, Woo Chul kaget ternyata No Ra adalah anak muridnya dan dikenal lembut dan cantik. 

Woo Chul pulang kerumah melihat No Ra yang sudah tertidur pulas dikamar, lalu seperti mengajak istrinya bicara walaupun sedang tertidur.
“No Ra.... Tolong berhenti kuliah... Apa sulitnya berhenti kuliah? Tolong berhentilah kuliah.” pinta Woo Chul lalu menyakinkan diri bahwa istrinya akan berhenti kuliah, setelah itu keluar dari kaamr sambil memegang kepalanya yang pusing. 

Ponsel No Ra sudah ada di atas meja rumah Hyun Suk, terlihat dilayar tulisan “suami” yang menelpnya. Hyun Suk terlihat membiarkan saja dengan membahas project dan meminta Sang Ye menghubungi persatuan aktris korea untuk memeriksa latar belakang aktor arena kemungkian  cerita yang dikirim palsu. Sang Ye tak menyangka pendaftarnya akan sebanyak itu, Woo Chul menyuruh mencari orang untuk membantu mereka juga. .
Sang Ye berbisik menurutnya Hyun Suk keterlaluan tentang Hpnya No Ra yang berdering. Hyun Suk melihat ponsel No Ra membaca pesan yang masuk “Sepertinya kau tak ingin mengangkatnya, Ayo  makan berdua.Telpon aku.”
“Kenapa dia telpon berkali-kali? Bagaimana ini Sang Ye? Kim Woo Chul terus menelpon Ha No Ra. Apa yang ingin dia bicarakan?” kata Hyun Suk binggung
“Itulah maksudku, sunbaenim. Harusnya kau kembalikan HP itu kemarin. Kau terus mengganggunya seperti anak kecil.” komentar Sang Ye
“Aku tak punya pilihan. Kau lihat sendiri kan? Matanya melotot, dan dia mengejekku. Harusnya aku diperlakukan lebih baik ketimbang pada suaminya.” kata Hyun Suk membela diri
Sang Ye memberitahu bahwa bukan No Ra yang membohonginya, Hyun Suk mengaku dirinya yang salah tapi menurutanya tak ad cara lain karena No Ra seperti tak peduli dengan kesalahan suaminya.Tapi ketakutan datang apabila Woo Chul tak menghubunginya bahkan keduanya tak saling bicara, akhinya memutuskan untuk mengembalikanya. Sang Ye pikir Hyun Suk tak tahu keberadaan No Ra, Hyun Suk menegaskan No Ra itu selalu dalam gengamanya. 

Ketika keluar, Hyun Suk dan No Ra saling bertabrakan karena sama-sama terburu-buru. No Ra ingin marah tapi Hyun Suk menyuruh No Ra menunda marahnya lalu memberikan ponselnya karena suaminya menelp 3 kali dan juga mengirim pesan.
No Ra binggung melihat “ayah Min Soo” menelpnya. Hyun Suk masih terengah-engah menyuruh No Ra cepat menelp suaminya. Tapi Woo Chul sudah kembali menelpnya, ia pun berjalan pergi. Hyun Suk yang melihatnya berpikir No Ra itu sangat senang. 

Di restoran
Woo Chul sudah memesan makanan sebelum istrinya datang dan mengajaknya makan lebih dulu sebelum bicara, No Ra menolak menyuruh Woo Chul cepat bicara saja.
“Aku mengaku kalah. Sifat keras kepalamu membuatku, Kim Woo Chu, menyerah. Aku tak tahu perasaanmu padaku masih sebesar ini. Keinginanmu untuk kuliah, supaya tingkatan kita sama. Sungguh mengagumkan. Jadi, masalah kuliah...” ucap Woo Chul lalu mengeluarkan selembar kertas, No Ra melihat itu formulir pengunduran diri dari kampus.
“Berhentilah kuliah Dan akan kubatalkan perceraian kita. Aku sudah pernah bilang. Kampus itu adalah tempat yang paling penting untuk pekerjaanku dan tempat hidupku. Dari pada menghabiskan waktuku melihatmu disana. Lebih baik aku melihatmu dirumah.” kata Woo Chul terdengar meremehkan, No Ra ingin Woo Chul menegaskan saja apa sebenarnya yang dinginkan.
Woo Chul memberitahu apabila No Ra berhenti kuliah maka akan membatalkan perceraian. No Ra seperti tak percaya lalu menegaskan dirinya akan melajutkan perceraaian dan tetap kuliah. Woo Chul hanya bisa melonggo terdiam mendengar keputusan istrinya.
bersambung ke episode 8 

7 komentar:

  1. Keren no ra udah berani menegaskan sikapnya gumawo mba dyah

    BalasHapus
  2. Thanks ya onnie gk sabar nunggu lanjutanya semangat

    BalasHapus
  3. Aku pengen lihat min so menyadari bahwa ibu nya lebih sayang minso daripada ayahnya

    BalasHapus
  4. Makasi chingu lanjut sinopsisnya yah

    BalasHapus
  5. Wuaaa sukaaa bgt, makasi ya lanjutan sinopsisnya. Kereeeeen bgt bahasanya. Semangat ya

    BalasHapus
  6. No ra sudah mengambil keputusan yang tepat dgn tetap kuliah,, :-D

    BalasHapus