Selasa, 15 September 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 6 Part 1

No Ra melihat suaminya yang berjalan dengan wanita lain, ingin melangkah untuk mendekat. Tiba-tiba tangan Hyun Suk sudah menutup matanya dan menariknya, tapi No Ra langsung mendorong untuk melepaskanya. Ia kembali lagi melihat dengan jelas sang suami yang berjalan memeluk pinggang si wanita.
Woo Chul tiba-tiba melupakan sesuatu di pakiran dan berbalik arah, No Ra panik lalu berlari dan tak sengaja menabrak Hyun Suk, tapi sepertinya No Ra tak sadar bahwa yang ditabrak itu temanya dan memilih untuk langsung pergi. Hyun Suk melihat Woo Chul yang berjalan ke arahnya memilih ikut pergi seperti No Ra. 

Hyun Suk menarik No Ra yang menuruni tangga gedung pertunjukan, dan akhirnya No Ra baru sadar bahwa ada Hyun Suk ada disana. Hyun Suk binggung melihat No Ra yang sendirian tapi No Ra balik bertanya kenapa Hyun Suk ada ditempat itu.
Akhirnya Hyun Suk berbohong kalau datang untuk menonton pertunjukan, lalu bertanya kenapa No Ra tak bersama Yoon Young. No Ra memilih untuk pergi, tangan Hyun Suk menahanya, No Ra berteriak menyuruh temannya itu melepaskan tanganya, Hyun Suk sampai kaget mendengar teriakan No Ra.
“Ada sesuatu yang terjadi. Maksudku... aku harus menemui Yoon Young.” kata No Ra lalu meninggalkan Hyun Suk. Sementara Hyun Suk hanya bisa menatap sedih No Ra yang mengetahui perselingkuhan suaminya. 

No Ra berjalan sendirian di trotoar dengan wajah sedih,dari arah belakang Hyun Suk sengaja mengikutinya dengan mobil, terlihat sangat mengkhawatirkan No Ra.
Flash Back
[September 2011]
No Ra mengambilkan jas untuk suaminya, Woo Chul memberitahu akan ke acara simposium lalu mengambil jas warna abu-abu. No Ra kembali mengambilkan dasi, Woo Chul kembali mengulang perkataannya, dengan mengambil dasi dengan corak yang lain. No Ra merasa selera suaminya itu sudah berubah.
Woo Chul menyindir istrinya itu sebenarnya tak tahu seleranya, No Ra melihat suaminya seperti tak bersemangat akhir-akhir ini. Woo Chul meminta sang istri untuk tidak semakin mempersulit hidupnya. No Ra binggung

“Kita seperti makanan yang berbeda, tapi kau makan apa yang aku makan.Jadi Selera kita sama sekali berbeda dan Kita tidak bisa berkomunikasi dengan baik,Kita memiliki hobi yang berbeda. Bahkan kita seperti pasangan tidak menikah lagi.Aku tahu kau juga menghadapi situasi yang sulit.” jelas Woo Chul, No Ra merasa tak mengalami kesulitan apapun.
“Seseorang pasti pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya, jadi bagaimana bisa orang lain tidak?” tegas Woo Chul, No Ra semakin binggung dengan ucapan Woo Chul
“Bisakah kita... segera bercerai?”kata Woo Chul. No Ra kaget mendengarnya.
Woo Chul membahas tentang kayu yang ada di ruangan kerjanya, No Ra mengatakan sudah membuangnya, Woo Chul menceritakan bahwa kayu pinus merah itu diberikan oleh Penulis Seo dan seharusnya itu menjadi hadiah, No Ra berpikir bahwa itu sampah jadi membuangnya begitu saja.

“Aku katakan berkali-kali bahwa rektor sangat suka mengkoleksi ukiran dari kayu. Tidakkah kau tahu bahwa mereka menggunakan kayu pinus merah sebagai bahan ukiran kayu? Bagaimana aku bisa mengajarimu hal kecil seperti itu di sepanjang hidupku?” omel Woo Chul
“Kau pernah bilang jika aku gak boleh bertanya tentang apapun ,Namun, sekarang aku harus bertanya. Maafkan aku, Lain waktu aku akan lebih berhati-hati.” kata  No Ra
“Tidak, kau telah melakukan semua yang bisa kau lakukan, bahkan Kau sanggup menggubah semuanya dan juga Kau tidak pergi bekerja. Aku masih merasa tak nyaman sekarang dan  lelah.” keluh Woo Chul
No Ra berjanji akan berusaha lebih keras, Woo Chul berkata Ketika orang memutuskan untuk berkencan atau menikah,maka mereka akan sama-sama memilih satu sama lain. Tapi merreka berdua sudah tak cocok dan tak ada kebahagian karena mereka sangat berbeda. No Ra mengejar suaminya yang keluar lebih dulu dari kamar. 

[Agustus 2013]
Yoon Young kaget mengetahui Woo Chul yang ingin bercerai, No Ra menceritakan mereka akan sepakat bercerai ketika Min Soo sudah masuk kuliah. Yoon Young menduga-duga Woo Chul itu memiliki pacar atau wanita yang lain.
“Setelah perpisahan dua tahun yang lalu, ia selalu pulang sebelum. Bahkan aku mencoba untuk menghubunginya beberapa kali, menelpon kantornya melalui telpon umum.tengah malam. Dia mengangkat telpon meski di malam hari.” cerita No Ra
“Itu tak terlihat seperti suatu kebohongan.” ungkap Yoon Young, sementara No Ra merasa suaminya itu seperti bisa berdiri sendiri tanpa harus terus mengajarinya.
“Tapi itu salah siapa? Salah siapa hingga kau hamil dan tidak bisa lulus SMA? ,,Apakah kau hidup selama 17 tahun dan diperlakukan seburuk itu?” kata Yoon Young mengomel, No Ra merasa tak semuanya buru dan yakin bisa bertahan. 

No Ra yang mengingat kejadian-kejadian sebelumnya menghela nafas lalu tertawa terbahak-bahak. Hyun Suk yang melihatnya mengerutkan dahi, lalu terdengar No Ra yang berteriak keras, dalam pikirannya temannya itu sudah mulai gila karena mengetahui kebenaranya. No Ra terus berteriak lalu Hyun Suk ingin turun dari mobil.
Ponsel No Ra berdering, Hyun Suk pun menghentikan niatnya. Yoon Young menanyakan keberadaan No Ra karena sudah ada di gedung pertunjukan. No Ra memberitahu sudah tak ada di sana dan memint temanya untuk mendatanginya sekarang. 

Keduanya sudah duduk ditaman, Yoon Young mengumpat bahwa sangat jijik saat tahu Woo Chul meminta bercerai, lalu mengeluh karena No Ra malah lari bukan penasaran ingin tahu siapa wanita itu. No Ra mengakui dirinya sangat takut saat menghampiri Ayah Min Soo.
“Sejak aku berumur 18 tahun, aku hanya memiliki Min Soo dan ayahnya. Aku sendirian ...tanpa mereka berdua dalam hidupku.  Aku tidak bisa membayangkan itu, jadi Aku takut, dan itu membuatku takut.Bahkan sekarang aku masih merasa seperti itu.” cerita No Ra sambil menangis,
Yoon Young yang mendengar cerita No Ra akhirnya memalingkan wajahnya mencoba menahaan tangis tapi air matanya tetap saja ikut mengalir. Di belakang mereka Hyun Suk berdiri melihat keduanya yang sama-sama menangis dibangku taman. 

Hyun Suk pulang ke kantornya sambil membanting pintu karena marah, Sang Ye langsung berdiri minta maaf karena melakukan kesalahan. Hyun Suk memarahi Sang Ye yang memberikan tiket itu ke Profesor Kim tanpa bilang padanya terlebih dahulu
“Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Profesor Kim Woo Chul ? Jadi Apakah karena wanita lain?” dugaan Sang Ye kaget
“Aku hanya ingin dia pergi dengan tenang, tanpa di ketahui oleh siapapun. Dan Aku ingin dia mati ketika dia masih mencintai suaminya, selain itu aku ingin agar dia mencari tahu.Tapi aku tidak bisa melakukan itu untuknya. Sekarang Bagaimana aku bisa membiarkan No Ra mati sebagai wanita paling menyedihkan?” keluh Hyun Suk sedih
Sang Ye pun menanyakan apa yang harus mereka lakukan untuk No Ra, Hyun Suk tahu mereka tak bisa membantu untuk melanjutkan kuliahnya, tapi mereka harus melakukan sesuatu yang bisa mereka lakukan.

No Ra yang membereskan kamar anaknya langsung diajak bicara oleh suaminya yang baru pulang. Woo Chul pun memberikan surat penjanjia, yaitu meminta untuk berhenti kuliah atau menceraikanya, No Ra pun duduk di depan suaminya. Woo Chul sudah melihat No Ra yang pergi kuliah jadi ingin langsung saja tanpa membuang energi untuk marah.
“Pertama, alasan mengapa kau harus berhenti kuliah di Universitas Woocheon. Aku tidak meminta tolong atau membujukmu, tapi hanya memberikan alasannya. Alasannya adalah berarti kita memutuskan untuk bercerai. Kau ingat bagaimana hidup kita kering seperti debu,kan?” kata Woo Chul dengan memperlihatkan surat perjanjian.
“Kita bercerai karena kita tak bisa hidup bersama-sama, Tapi Sekarang, kita malah berada di Universitas yang sama? Itu tidak masuk akal.” tegas Woo Chul
“Kau yang pertama tak mau berbicara denganku, Bahkan Kau mengeluh tentang komunikasi dan frustrasi. Tapi kau tak ingin berusaha untuk memperbaikinya.Itu semua, kau yang memulainya.” balas No Ra
Woo Chul memberikan amplop sebagai biaya hidup untuk satu bulan, jadi walaupun mereka sudah bercerai, tetap saja memberikanya nafkah dikarenakan No Ra adalah ibu dari Min Soo dan mereka masih tinggal satu rumah. Tapi ia tak akan memberikan untuk uang kuliah. No Ra terlihat binggung.

“Kau tidak mengharapkan untuk menggunakan uangku untuk biaya kuliahmu, kan? Aku sama sekali tidak berniat membiayai kuliahmu.” ucap Woo Chul dan memaksa menaruh amlop ditangan istrinya, No Ra menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca
“Dan Aku hanya memberikanmu nafkah sampai bulan Mei, Karena perjanjian kita akan berakhir tanggal 2 Juni. Jika kau melanggar perjanjian itu, kau akan kehilangan toko Yeonam-dong juga.” ucap Woo Chul dengan menyerahkan amplop uang ke tangan No Ra.
Ia memberikan penawaran apabila No Ra berhenti kuliah dan menepati perjanjian yang disepakati, maka toko akan menjadi milih mereka ditambah dengan sebuah apartement satu kamar dengan begitu sekarang, No Ra tahu suaminya ingin ia berhenti kuliah lalu bercerai.
“Aku tidak bisa bilang kita akan melakukannya besok atau kapan, tapi akan memberikan kesempatan sampai tanggal 2 Juni untuk berpikir dan membuat keputusan.” kata Woo Chul, No Ra bergumam dirinya sudah tahu alasan suaminya melakukan ini semua.
“ini adalah Surat perceraian ditandatangani olehmu sendiri.” ucap Woo Chul dengan menunju ke surat yang diatas meja. No Ra menegaskan bahwa akan melakukanya.
Woo Chul berpikir No Ra tak ingin bercerai dan tak mau berhenti kuliah, No Ra meminta suaminya untuk berhenti mempermasalahkanya. Woo Chul menegaskan dalam 4 tahun kedepan apabila No Ra ada dikampus akan membuat dirinya dan Min Soo seperti ada dineraka. No Ra mengerti, Woo Chul meminta istrinya itu melihat kenyataannya sekarang. 

No Ra memukul kepala ikan dengan pisau sekuat tenaga, Woo Chul heran melihat sang istri di dapur tengah malam lalu menghentikanya, meminta untuk melupakan masa lalu.
“Kita seperti mangkuk yang rusak, atau segelas air yang tumpah.Dengan Memegang masa lalu seperti memborgol tanganmu sendiri.” jelas Woo Chul
“Sejak kapan kau merasa perlu menjelaskannya padaku? Apakah berselingkuh dariku?” kata No Ra sinis, Woo Chul kaget mendengarnya.
“Aku melihatnya di TV. Bahwa Pria yang selingkuh tiba-tiba bertingkah seperti ini dan selalu banyak alasan.” jelas No Ra kembali memukul ikan
Woo Chul mencari-cari alasan dengan meminta No Ra untuk tak kurang ajar dan memarahi siapa yang akan memakan ikan karena dipukul sampai remuk. No Ra berteriak dirinya yang akan memakanya, lalu menegaskan kembali dirinya akan memilikirkan sampai 2 Juni jadi menyuruh suaminya untuk kembali berkerja saja. 

Hyun Suk sedang menunggu No Ra lewat didalam mobil, lalu melihat Woo Chul baru datang turun dari mobil. Ia menghampiri dengan membahas kemarin baru saja mendapatkan sebuah keberuntungan, Woo Chul terlihat binggung.
“Aku mendengar Sang Ye memberimu tiket. Apakah No Ra menikmatinya?” tanya Hyun Suk memancing
“Ah! Kemarin aku harus pergi ke pemakaman, jadi tiketnya aku berikan pada mahasiswa.” kata Woo Chul berbohong, Hyun Suk langsung mengepalkan tangan menahan amarahnya.
“Sayang sekali. Massa Maren tidak akan kembali selama sepuluh tahun atau lebih.” komentar Hyun Suk, Woo Chul dengan santai akan melihatnya nanti 10 tahun lagi
“Aku pikir proyek kita mendesak.Bagaimana perkembangannya?” tanya Woo Chul
Hyun Suk dengan sinis akan menghubunginya nanti, Woo Chul bertanya apakah ibu dari Min Soo itu ada gunanya sekarang. Hyun Suk melirik sinis ingin memukulnya tapi matanya melihat No Ra yang berjalan dengan wajah tertunduk, lalu memilih untuk pamit pergi karena Woo Chul bisa terlambat mengajar.  

No Ra baru saja dari loker, Hyun Suk yang melihatnya langsung bertanya apakah No Ra mendapatkan sesuatu kemarin, No Ra mengangguk lalu bertanya kembali apakah Hyun Suk  menikmati pertunjukanya.
Hyun Suk sudah tahu No Ra tak melihatnya lalu memarahi karena betapa sulitnya mendapatkan tiket itu. No Ra dengan wajah lesu meminta maaf dan pamit pergi karena harus ke ruang latihan untuk bersih-bersih sekarang. Hyun Suk tak percaya No Ra akan melakukan itu.
No Ra berkata kalau ini adalah tahun pertamnay, serta menjadi anggota baru jadi sudah biasa seorang junior melakukanya. Hyun Suk menatap sedih No Ra yang malang. 

No Ra membersihkan kaca tempat latihan dance, dengang penuh semangat. Hyun Suk yang melihatnya berpikir No Ra berkerja untuk melupakan masalahnya, padahal ia tahu temanya itu tidak sehat dengan begitu maka bisa sakit. No Ra menatap wajahnya, seperti memikirkan keputusan yang harus diambil. 

Hyun Suk memikirkan sesuatu, lalu menelp Yi Jin yang da didalam mobil. Ia sadar kemarin seperti tiba-tiba menelpnya, lalu menanyakan keberadaan Yi Jin sekarang. Yi Jin mengatakan sedang ke sekolah dengan ayahnya karena akan ada pertemuan dengan para dewan kampus dan akan sampai 15 menit lagi. Hyun Suk pun menegaskan akan menunggunya lalu menutup telpnya.
“Kalau begitu, kau harus bertemu putra Saemyung Group. Apa kau ingin menjadi perawan tua tanpa pernah pergi berkencan?” ujar ayahnya.
“Tolong, biarkan aku seperti ini, sampai akhir tahun.” kata Yi Jin yang menutupi hubungannya dengan Woo Chul yang sudah memiliki istri dan anak. 

Hyun Suk  sudah menunggu saat Yi Jin dan ayahnya datang,  Tuan Kim tak percaya Hyun Suk yang sibuk bisa menyambutnya, Hyun Suk pun mengakui sedang sangat sibuk tapi masih memiliki waktu.
Tuan Kim lalu membahas Hyun Suk yang belum saja menikah, Hyun Suk pun berpikir Tuan Kim ingin mencarikan untuknya, Tuan Kim dengan santai meminta Hyun Suk untuk menyebutkan wanita idamanya dengan begitu bisa menjodohkanya.
“Wanita idamanku... Ada satu wanita...  Dia adalah istri Profesor Kim Woo Chul.” kata Hyun Suk blak-blakan, Yi Jin dan Tuan Kim kaget mendengarya.
“Ya, ia kuliah di sini, Sekarang kita hanya berteman.” jelas Hyun Suk, Yi Jin benar-benar tak percaya bahwa istri Woo Chul berteman dengan Hyun Suk.
Hyun Suk pikir harus segera kekampus sekarang, Tuan Kim melirik pada anaknya seperti membandingnya dengan tipe wanita yang dicari Hyun Suk. Yi Jin berpura-pura tak tahu menahu dan merasa tak tertarik, sang ayah pun langsung masuk ke dalam lebih dulu. 

Min Soo kembali ke tempat duduknya di perpus, ada sebuah kertas yang terselip disana. Ia melihat sebuah peta kampus tempat ia kuliah dengan jalur-jalur. Lalu pesan dari ibunya masuk
“Ini adalah peta yang sudah aku gunakan. Nanti di masa depan, aku tidak akan menyebabkan masalah dalam kehidupan kuliahmu.Jadi jangan merasa terbebani olehnya. Aku minta maaf.” Min Soo membaca pesan dari ibunya merasa tak percaya bahwa selama ini tak bisa bertemu karena peta itu. 

Di kelas Yi Jin, semua mahasiswa melihat hasil tugas mereka yaitu foto bersama. No Ra sudah duduk bersama Soon Nam, menatap Hye Mi lalu bergumam anaknya itu pintar juga dalam memiliki seorang wanita, Yi Jin melihat hasil fotonya, menyimpulkan semua terlihat seperti pasangan.
“Kalian semua mengambil gambar di beberapa lokasi di kampus dan harus memilih lokasi,serta memilih pose.Selama acara ini, apa ada perbedaan pendapat antar pasangan kalian?” tanya Yi Jin, satu pasang pun mengangkat tanganya.
“Ya, meskipun kalian bukan pasangan yang sesungguhnya Kalian mungkin punya pendapat yang berbeda atau selera dari pasanganmu. Mengapa pria menyukai pose seperti ini? dan Mengapa wanita ingin melakukan hal-hal seperti ini? Hari ini, kita akan mengetahui seberapa jauh perbedaan antara pria dan wanita?” jelas Yi Jin 

Setelah selesai kelas, Yi Jin berpapasan dengan No Ra lalu memujinya karena sudah menyesuaikan kelas dengan baik. No Ra mengakui bahawa Perkuliahannya sangat menyenangkan. Yi Ji pun mengucapakan terimakasih
“Permasalahan antara pria dan wanita bertahan seumur hidup, kan?” kata Yi Jin
“Profesor, kau belum menikah, Tapi Kenapa kau sangat miliki pengetahuan mengenai permasalahan yang terjadi antara laki-laki dan wanita?” tanya No Ra polos
“Aku hanya menyampaikan apa yang di teliti oleh para ilmuwan Dengan cara yang mudah dimengerti. Kau tahu apa yang harus dilakukan jika kau punya pertanyaan, kan? Silahkan memasangnya di papan buletin dan bis menuliskan anonim.” kata Yi Jin ramah, No Ra pun mengerti lalu berpisah jalan. 

Teman Hye Mi melihat Min Soo sekarang sudah banyak berubah. Min Soo berlari masuk ke dalam kelas dan mengeluh karena ternyata kelas pacarnya itu sudah selesai lebih dulu, Hye Mi menjelaska dalam kelas ini ingin mengatakan bahwa Min Soo adalah teman bukan pacarnya.
Min Soo tak percaya Hye Mi tetap ingin ikut kelas itu. Hye Min memberikan alasan bahwa ini semua demi IPKnya jadi bisa membantu. Min Soo mencoba mengerti lalu  mencari tahu tentang rumor bahwa ada seorang mahasiswa yang usianya sudah tua dan itu seniornya.
Hye Mi membenarkan hal itu, Min Soo bertanya tentang wanita tua itu, Hye Mi mengatakan tak tahu karena tak berteman dengannya. serta tak begitu tertarik. Min Soo pun tersenyum, Hye Mi pun mengajak Min Soo untuk pergi sekarang. 

No Ra melihat Seung Hyun yang sedang duduk di depan komputer dengan mengetik keyword [Kerjaan Akhir Pekan] lalu berpikir temanya itu berhenti bekerja di bar. Seung Hyun mengatakan masih tetap berkerja disana tapi sekrang hanya mencari pekerjaan khusus di akhir pekan.
“Jadi  kau bekerja di akhir pekan juga? Apa kau bekerja pekerjaan paruh waktu di 2 tempat berbeda?” tanya No Ra
“Aku punya 3 tempat dan semuanya kerja paruh waktu. Pertama  bekerja sebagai tenaga pengiriman, dan bekerja di bar. Di hari Sabtu, aku bekerja sebagai operator di kantor pernikahan. Sekarang aku mencari pekerjaan paruh waktu untuk hari Minggu.” cerita Seung Hyun
“Mengapa sangat banyak mengambil pekerjaan, Saat kau masih kuliah? Kau bahkan tak punya waktu untuk bermain.” ucap No Ra kasihan
“Aku harus membayar biaya kuliah, sewa, dan biaya hidup, jadi Aku harus melakukan semua itu.. Ya seperi itulah aku.” kata Seung Hyun
No Ra memuji Seung Hyun sangat luar biasa, karena Tak banyak mahasiswa sepertinya lalu ia bertanya apakah mungkin dirinya itu bisa mendapatkan pekerjan paruh waktu diusianya sekarang. Seung Hyun yang bisa diam. 

Yoon Young menyetir mobil, menerima telp dari Hyun Suk yang sudah lama tak bertemu. Setelah itu keduanya bertemu disebuah cafe dengan rak buku yang cukup tinggi. Yoon Young berpikir Hyun Suk butuh penari di acaranya. Hyun Suk dengan wajah serius membahas tentang Ha No Ra, Yoon Young binggung
“Tak sengaja aku melihat buku harian milik Ha No Ra. Jadi, aku melihat No Ra menulis surat kepada anaknya.” cerita Hyun Suk, Yoon Young menyimpulkan bahwa Hyun Suk yang menemukan diary No Ra yang hilang.
“Omong-omong, dalam buku harian itu...Aku melihat catatan-catatan No Ra yang ingin dilakukan sebelum dia meninggal.” ucap Hyun Suk,
Yoon Young bergumam bahwa Hyun Suk benar-benar tak tahu kalau itu hanya sebuah kesalahan. Hyun Suk pun memberitau ingin melakukan sesuatu yang bisa dilakuanya. Yoon Young mengomel tentang Hyun Suk yang membuat No Ra malu saat pertama kali masuk kelasnya, menurutnya semua itu hanya omong kosong.
Hyun Suk mengetahui hal itu salah jadi ingin melakukan semua ini karena sangat menyesal. Yoon Young bergumam bahwa Hyun Suk benar-benar tak tahu dan temanya itu sudah tertipu, lalu dengan wajah tersenyum bertanya alasan meminta bantuanya, Hyun Suk memberitahu salah satu keinginan No Ra.

Pagi hari
No Ra berjalan masuk ke dalam kampus terlihat binggung karena banyak sekali orang yang mengunakan pakaian seragam SMA, tiba-tiba ia dikejutkan dengan Yoon Young yang mengunakan seragam SMA dengan memberikan gaya paling cantiknya.
Setelah itu keduanya sudah ada dikamar mandi, No Ra keluar dengan seragam SMA merasa malu mengunaka pakaian itu. Yoon Young pikir untuk apa mereka malu karena pada tanggal 1 april pada mahasiswa diminta untuk mengunakan seragam ke kampus, dan No Ra sekarang adalah mahasiswa jadi mengajaknya untuk pergi. 

No Ra makin binggung mau kemana mereka sekarang, saat ditaman Hyun Suk dengan kacamata hitamnya sudah mengunaka seragam SMA pula, sambil menyapa keduanya yang ada dijurusan tari. No Ra seperti tak mengenali Hyun Suk yang mengunakan kacamata.
Hyun Suk memberitahu bahwa ia adalah Cha Hyun Suk, pemain teater lalu bertanya apakah keduanya ingin bermain dengannya. No Ra benar-benar kaget sambil menutup mulutny untuk tawa,tak percaya melihat Hyun Suk yang mengunakan seragam.
Yoon Young mengaku bahwa ia sengaja mengajak Hyun Suk agar datang dengan mengancam aka menghukumnya apabila tak datang. Hyun Suk kemali mengajak mereka untuk bermain theater. No Ra masih tak percaya Hyun Suk seorang prof mengunakan seragam. Hyun Suk menegaskan tak akan di kampus jadi mengajaknya untuk pergi sekarang. No Ra tak percaya Hyun Suk terlihat lucu. 

Woo Chul baru saja masuk ke  dalam kampus, betapa kagetnya melihat ibu Min Soo yang berjalan dengan mengunakan seragam SMA. Hyun Suk mengenal mobil yang digunakan Woo Chul lalu dengan sengaja berjalan ditengah-tengah Yoon Young dan No Ra sambil memeluknya.
No Ra dan Yoon Young heran dengan Hyun Suk yang tiba-tiba berjalan ditengah-tengah. Woo Chul melonggo melihat keduanya yang berjalan melewati mobilnya. Hyun Suk berdalih bahwa sangat menyukai teman-teman masa SMA. Woo Chul memberhentikan mobilnya lalu mengeluarkan kepalanya dengan wajah penasaran melihat No Ra dan Hyun Suk dengan seragam sekolah. 

Ketiganya sampai di sekolah Seni Haekwang, Dong Chul si pria tahu lalu menegurnya karena datang telat. No Ra tak percaya melihat temannya dulu menunggu dibawah pohon.
Dong Chul sambil makan toppoki, memuji No Ra yang masi terlihat cantik dan mengejek Yoon Young yang terlihat tua, lalu tertawa. Setelah itu mengajak mereka melakukan sebuah konsep pertemuan dan ia akan berpasangan dengan No Ra.
No Ra heran Dong Chul bisa tahu, Dong Chul menceritakan Hyun Suk yang menelpnya untuk datang karena akan bertemu salah satu alumni SMU Haekwang. Hyun Suk tak ingin berlama-lama lagi mengajak semuanya untuk masuk lagi ke dalam sekolah mereka.

bersambung ke part 2  

5 komentar: