Selasa, 29 September 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 10 Part 1

“Apa yang akan kau lakukan...jika aku menyukai dia?”tegas Hyun Suk menatap, Woo Chul meremas botol obatnya dengan penuh amarah dan tetap menatap Hyun Suk merasa tak mau kalah.  Hyun Suk tersenyum melihat Woo Chul yang terlihat marah.
“Apakah kau cemburu sekarang?” ejek Hyun Suk, Woo Chul mengingat Hyun Suk yang bilang tak suka dengan No Ra.
“Aku pikir itu bukan masalah bagimu... selama Ha No Ra tak ada kaitannya denganku” balas Hyun Suk, Woo Chul sebelum itu mengatakan bahwa No Ra hanya menganggap Hyun Suk sebagai teman SMAnya jadi tak ingin terlihat lemah dihadapannya

Woo Chul menatap Hyun Suk seperti kedudukanya terasa lemah, Hyun Suk pikir kali ini tak perlu persetujuan darinya. Woo Chul kembali bertanya apaka Hyun Suk benar-benar menyukainya dan itu salah satu sebabnya mengajak istrinya itu berkerja di kantornya.
“Kau sudah mempersulit hidupmu sendiri. Jika kau merasa khawatir, bawa saja istrimu Dan segera rawat dia. Jika kau melakukannya, apa artinya seorang pria sepertiku berani membelai wanita yang sudah menikah? Mengapa kau tidak pergi? Aku pikir istrimu sedang menunggumu Atau mungkin dia mencariku?” ucap Hyun Suk dengan ponsel yang berdering. Woo Chul hanya bisa diam. 

Hyun Suk berjalan menjauh, meminta maaf karena lama mengangkat telpnya. Woo Chul tak percaya istrinya itu menelp Hyun Suk dibanding dirinya. Hyun Suk lalu berbisik bertanya pada Sang Ye “Apa yang akan kau coba lakukan?”
“Aku akan membiarkan Ha No Ra kesempatan untuk bersama suaminya. Ha No Ra tidak bisa menyerah pada suaminya, kan? Jadi aku pikir itu bisa menjadi kesempatan besar, itulah sebabnya aku mengirimnya untuk menggantikan aku. Apakah aku melakukan sesuatu yang bodoh lagi?” jelas Sang Ye terlihat ketakutan
“Tidak, kau melakukannya dengan baik... Kerja bagus. Jika itu yang diinginkan oleh No Ra, aku kan lakukan sebagai sebagai teman.” tegas Hyun Suk, sambil mengingat ucapan Woo Chul yang mengakui No Ra adalah istrinya.
“Sejak No Ra datang ke sini, maka Aku akan menghentikan semua ini.” ucap Hyun Suk lalu menutup telpnya, tapi ketika melihat lagi kebelakang Woo Chul sudah pergi menaiki tangga. 

Disisi villa lainya, Yi Jin sudah menunggu mengeluh Woo Chul yang datang terlambat. Woo Chul beralasan bertemu dengan seseorang, lalu seperti merasa tak nyaman mereka bisa bertemu seperti sekarang. Yi Jin malah merasa menyukainya karena sangat mendebarkan lalu mengajaknya jalan bersama. Di belakang Hyun Suk melihat peselingkuan Woo Chul dengan Yi Jin.
Sementara Di kamar, No Ra beristirahat teringat saat Hyun Suk yang memberikanya teh lalu akan pergi ke kamar untuk menyalakan pemanas. Ia melihat teh yang dibuat Hyun Suk itu teh putih. Lalu bertanya-tanya bagaimana Hyun Suk bisa tahu teh putih untuk pereda gangguan perencanan. Terdengar ketukan pintu, Hyun Suk memintanya untuk keluar. 

Hyun Suk mengajak No Ra untuk berjalan-jalan karena Bergerak sangatlah baik untuk menyembuhkan perutnya yang sakit. No Ra juga ingin menghirup udara segar, Hyun Suk memberikan jaket milik Sang Ye yan tertinggal di mobilnya karena malam hari udaranya cukup dingin.
Woo Chul dan Yi Jin juga jalan bersama, membahas mereka yang akan pulang bersama besok sore. Tapi Woo Chul merasa sangatlah berbahaya bagi mereka apabila pulang bersama. Yi Jin heran karena dari awal mereka sudah merencanakanya, lalu mengerti itu karena Hyun Suk kenal dengan istrinya.
Tiba-tiba Yi Jin melihat kearah bawa, Hyun Suk yang berjalan dengan No Ra, Woo Chul langsung bersembunyi di balik pohon dengan curiga, Yi Jin pikir keduanya itu ada sesuatu.
“Tapi aku berpikir bahwa Ha No Ra.cukup karismatik.Dia bahkan mendapat karangan bunga dari pengagum rahasia.” kata Yi Ji, Woo Chul mengingat terakhir kali melihat No Ra mendapatkan buka, lalu melihat Hyun Suk terlihat mendekat dan merapatkan risleting jaket yang dipakai No Ra, Woo Chul terlihat panik. 

No Ra merasa keadaannya baik-baik saja, tapi Hyun Suk yang perhatian kalau No Ra bisa masuk angin dan menambah parah sakit pencernaan. Tiba-tiba mata mereka saling menatap dan terlihat canggung. Hyun Suk menegaskan melakukan itu supaya No Ra tak kedinginan
“Ngomong-ngomong, Bagaimana kau tahu cara mengobati gangguan pencernaanku?” tanya No Ra penasaran.
“Aku tahu ketika berada di warung nenekmu.” akui Hyun Suk
“Oh, aku tahu. Tapi kenapa aku tidak pernah tahu tentang hal ini?” ucap No Ra
“Itu Karena kau dan nenekmu tidak mengenal satu sama lain. Dan aku berpura-pura jika aku tak mengenalmu dengan baik.” jelas Hyun Suk lalu berjalan, No Ra mengerti itu jadinya ia tak pernah tahu dengan hal itu.
“Cha Hyun Suk. Kau sangat luar biasa. dan sangat tak terduga.  Hari ini, kau merawatku seperti kakakku.” komentar No Ra sambil berjalan, dengan bangga Hyun Suk merasa dirinya cukup cekatan dan temanya itu tak bosan denganya.
“Hei, jika sekali lagi kau berubah padaku maka itu akan menjadi hari terakhir untuk hubungan kita berdua. Selamanya!” ancam No Ra, Hyun Suk mengerti sambil tersenyum. 

Yi Jin dan Woo Chul sengaja datang berbeda arah, sementara No Ra dan Hyun Suk datang bersamaan. Sebelum masuk ke dalam kamar, Hyun Suk memberikan baju ganti untuk No Ra tidur agar lebih nyaman.
“Darimana kau dapatkan baju itu?” tanya Woo Chul dengan lirikan sinis, Hyun Suk dengan senyuman memberitahu kalau itu baju miliknya. No Ra pun mengucapkan terimakasih sambil berbisik lalu masuk ke dalam kamar. Woo Chul hanya bisa melonggo karena Hyun Suk bisa memberikan perhatian pada istrinya sementara ia hanya bisa diam.
Di rumah, Min Soo duduk sendirian didalam kamarnya membaca surat perjanjian cerai ayah dan ibunya, “Mulai dari tertera sampai seterusnya, Kim Woo Chul dan Ha No Ra akan dianggap benar-benar bercerai.” lalu Woo Chul mengirimkan pesan pada anakna kalau tak bisa pulang kerumah karena ada seminar. Sementara No Ra beralasan tak pulang karena harus lembur dari pekerjaan paruh waktunya. Min Soo tak percaya ibunya harus bersusah-susah berkerja paruh waktu. 

Pagi hari
Woo Chul terlihat sengaja melirik istrinya yang berdiri disampingnya, Yi Jin dan Hyun Suk datang bergantian. Hyun Suk pun mengajak semuanya untuk melakukan sesuatu sebelum pergi dari tempat itu.
“Profesor Choi dan Profesor Jung, Kau membawa peralatan golf. Bagaimana denganmu, Profesor Kim Yi Jin?” tanya Hyun Suk, Yi Jin terlihat binggung menjawabnya.
“Mari kita pergi bersepeda bersama-sama. Bersepada di disini sangat indah. Dan cukup romantis juga.” ajak Hyun Suk
Yi Jin berpikir Hyun Suk mengajaknya untuk berkencan, Hyun Suk lalu mengajak No Ra dan Woo Chul ikut bersama mereka juga. Yi Jin malah berpikir seperti double date. Hyun Suk pun menyindir Woo Chul yang terdiam karena ingin segera pulang ke Seoul, Woo Chul dengan wajah sinis menegaskan akan ikut bersepeda. 

Yi Jin yang melihat sepeda pasangan tak pernah menaikinya begitu juga No Ra, Woo Chul melirik karena keduanya terlihat begitu akrab. Hyun Suk datang memberitahu mobil mereka akan dibawa sampai ke restoran.
“Aku belum pernah naik sepeda ini sebelumnya. Sepertinya aku bisa mencobanya, ini karenamu juga.” kata Yi Jin dengan nada genit.
“Tentu saja. ada seorang pun yang tak akan mendapatkan keuntungan, jika berkenalan denganku. Bagaimana jika kita bertaruh dengan balapan dari sini sampai ke restoran?”ajak Hyun Suk, Woo Chul pun menyanggupinya.
Hyun Suk langsung mengambil tas No Ra lalu menaruhnya didepan dan mendudukan No Ra dibelakang Woo Chul binggung melihat Hyun Suk sudah duduk di atas sepeda. Hyun Suk menyindir Woo Chul hanya berdiri dan mungkin hanya bertiga saja yang balapan. Woo Chul pun akhirnya naik ke sepeda, tapi kalah cepat dengan Hyun Suk karena Yi Jin melupakan standar sepedanya yang belum dinaikan. 

Woo Chul mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga agar bis membalap Hyun Suk, tapi Hyun Suk terlihat santai mengayuh sepedanya bersama No Ra. Melihat suaminya ada disampingnya, No Ra memalingkan wajahnya dan Hyun Suk kembali mengayuh sepeddanya dengan cepat, No Ra terlihat sangat bahagia. Woo Chul kembali mencoba mengalahkan Hyun Suk.
Akhirnya Hyun Suk dan No Ra saling berhigh-five karena yang pertama kali sampai direstoran. Woo Chul mencari-cari alasan tempat duduk sepedanya yang harus diperbaiki dan mengajaknya mengulang kembali. Hyun Suk menunjuk mobil mereka sudah ada terparkir disana. Yi Jin pikir sudah tak ada gunakan jadi lebih baik mereka mentraktir Hyun Suk dan No Ra makan siang. 

Hyun Suk terlihat sedih memberikan makananya, lalu mengambalikan tas pada No Ra, lalu mengajak mereka sebelum pulang. Woo Chul binggung, Hyun Suk pikir mereka bisa ditraktir makan nanti saja lalu menarik Yi Jin untuk menaiki mobilnya.
Yi Jin tak bisa menolak karena Hyun Suk suda mendorongnya masuk kedalam mobil. Hyun Suk pun pamit, No Ra dan Woo Chul binggung melihat Hyun Suk yang menarik Yi Jin masuk kedalam mobil dan pergi, keduanya saling menatap binggung. 

Di dalam mobil
Yi Jin heran karena Hyun Suk yang melakukan ini padanya. Hyun Suk membalas tak ada hukum yang mengatur tindakanya itu tak boleh dilakukan. Yi Jin binggung karena Hyun Suk melakukan secara tiba-tiba. Hyun Suk pun berdalih  Jika, niatnya ketahuan maka  tidak akan menyenangkan lagi.
“Aku hanya ingin mencoba melakukan hal ini. “Ayo, kita ke mobilku.” tegas Hyun Suk
“Apa yang kau ... maksud dengan itu?” tanya Yi Jin makin bingung
“Pikirkan hal itu sampai kita ke Seoul, Kau itu pintar.” ucap Hyun Suk santai, Yi Jin bergumam dalam hati kalau Hyun Suk itu benar-benar menyukainya. 

Di dalam mobil lainya, Woo Chul menanyakan apa sebenarnya yang terjadi dan sejak No Ra itu berkerja paruh waktu dengan Hyun Suk, lalu ingin tahu apa yang dikatakan Hyun Suk saat memintanya untuk berkerja. No Ra malah menyuruh Woo Chul untuk menatap kedepan karena mungkin mereka akan mengalami kecelakaan.

Woo Chul melihat mobil Hyun Suk ada didepannya, lalu dengan sengaja menginjak gasnya dan berada disamping mobil Hyun Suk. Yi Jin terlihat ketakutan karena berpikir Woo Chul itu cemburu dengan Hyun Suk karena pulang bersama. Woo Chul tersenyum licik lalu dengan sengaja membanting stir agar berada di depan mobil Hyun Suk.
No Ra sampai menjerit lalu berpegangan, sementara Hyun Suk yang baik sempa menahan Yi Jin akan tak terbentuk ke dasbord. Yi Jin terlihat gugup dengan perhatian Hyun Suk padanya. Woo Chul merasa bangga dengan cara mengemudinya, No Ra malah memarahi Woo Chul yang membuat bahaya.
“Yang berbahaya itu si bajingan, Cha Hyun Suk, Si Playboy itu! Lihatlah bagaimana kelakuannya, Bermain dengan dua wanita yang berbeda...” kata Woo Chul sinis mengingat sebelumnya mobil Hyun Suk yang dikendarai oleh seorang wanita.
“Bahkan ada seorang wanita yang meminjamkan mobilnya” ucap Woo Chul mulai bergossip.

“Apakah Hyun Suk melakukannya atau tidak, bagaimana itu bisa menjadi urusanmu?” komentar No Ra sinis
“Aku mengingatkanmu untuk berhati-hati. sampai tertipu olehnya karena dia hanya berpura-pura baik padamu.” kata Woo Chul
“Ini Terlihat sangat usil membicarakan kehidupan pribadi orang lain. Apa kau tidak mengatakan itu ikut campur?” balas No Ra
Woo Chul tak percaya No Ra bisa berkomentar bahwa dirinya suka ikut campur. No Ra menjelaskan Hyun Suk itu masih sendiri dan tak ada salahnya menyukai seorang wanita, menurutnya Woo Chul tak berhak untuk membicarakannya, lalu mengumpat suaminya itu brengsek. Woo Chul tak percaya istrinya banyak berubah padahal dulu terlihat sangat tenang.
No Ra menegaskan bahwa itu adala wataknya yang sebenarnya, Woo Chul mengejek istrinya yang seharusnya melakukan pekerjaan rumah tanggan dan semua karena semua pengaruh dari si bajingan Hyun Suk, No Ra mengingat ucapanya sendiri  ‘”Watakku yang sebenarnya...”

Di sebuah tempat pemberhentian.
Woo Chul mengajak No Ra untuk turun, No Ra pikir Woo Chul memang perlu ke kamar mandi. Woo Chul sengaja berhenti untuk mengajak No Ra makan mie kacang kesukaannya.
“Makan olahan dari tepung ketika kau sedang kram, itu hanya akan membuatnya lebih buruk. Apakah kau tidak melihat Hyun Suk membawakanku bubur pagi ini?” ucap No Ra dingin
“Lalu, bagaimana dengan manju...” kata Woo Chul, No Ra memberitahu itu juga mengandung tepung.
“Bagaimana dengan nasi, maka? Kau mau makan nasi...” ajak Woo Chul sengaja berusaha mengambil hati No Ra
No Ra menolaknya memberitahu  Hari Sabtu akan ada acara perjalanan, jadi mengajak mereka segera kembali. Woo Chul hanya bisa diam lalu matanya melihat nenek penjual bunga yang tak jauh dari tempat parkir, melirik No Ra yang sibuk bermain ponselnya.
Woo Chul  tiba-tiba kembali dengan memberikan bunga dengan alasan nenek yang menjualnya terlihat mengalami kesulitan jadi sengaja membeli untuk membantunya. No Ra melirik suaminya tapi terlihat dingin, Woo Chul tersenyum karena bisa memberikan bunga pada No Ra. 
Dalam perjalanan pulang, Woo Chul tersenyum melihat No Ra lalu meminta supaya berhenti berkerja di tempat Hyun Suk. No Ra menanyakan alasanya, Woo Chul sudah mengatakan bahwa Hyun Suk bekerja sama dengannya, lalu bergumam bahwa hanya untuk saat ini saja.
“Apa pekerjaanmu ada hubungannya denganku? Lebih simpelnya jika kita bercerai saja. Aku bener-benar bekerja paruh waktu di kantornya Hyun Suk dan   juga dibayar untuk bekerja.” ucap No Ra,  Woo Chul terdiam mengingat sebelumnya tak akan membayar uang kuliah dan hanya memberikanbiaya hidup sampai bulan Mei.
“Aku akan memberikan uang.” ucap Woo Chul
“Tidak, terima kasih. Aku tidak mau itu.” tolak  No Ra, Woo Chul kaget No Ra menolak pemberian uangnya.
“Aku mengambil biaya hidup itu untuk biaya Min Soo dan biaya rumah tangga tapi aku akan mendapatkan uang sendiri, yang akan aku gunakan untuk diriku sendiri dan membayar biaya kuliahku sendiri.” jelas No Ra, Woo Chul tak percaya No Ra akan membayar kuliahnya sendiri.

“Dan aku menikmati pekerjaan di kantor Hyun Suk. Diada adalah teman yang sangat baik bagiku, yang bisa membantuku sambil mendapatkan uang. Itu adalah situasi saling menguntungkan, tidak peduli bagaimana aku melihatnya. Mengapa aku harus menyerah pada kesempatan besar seperti itu? Demi siapa? Apa itu Demi kau?” kata No Ra ketus lalu meminta Woo Chul membangunkan apabila sampai rumah. Woo Chul hany bisa melonggo mendengar No Ra yang sudah bisa melawan ucapanya. 

Keduanya turun bersama dan masuk ke dalam apartement, Hyun Suk ternyata sudah menunggu dan melihat No Ra yang membawakan bunga ditanganya. Menurutnya usahanya tak sia-sia karena melihat Ha No Ra sangat bahagia.
Min Soo sudah menunggu dirumah tapi binggung melihat ayah dan ibunya pulang bersama bahkan ibunya membawa bunga, ia pun menyembunyikan surat cerai yang ditemukan. Woo Chul malah menegur anaknya sudah ada dirumah bukan di perpus. No Ra melihat anaknya tak begitu baik.
“Kenapa, kalian pulang bersama-sama?” tanya Min Soo binggung
“Apakah itu aneh jika orang tuamu pulang bersama-sama?” kata Woo Chul santai.
“Lalu karangan bunga itu?” tanya Min Soo, Woo Chul memberitahu yang membelikanya lalu masuk ke dalam kamar.
Min Soo bertanya apakah ibunya melakukan perjalanan bersama. No Ra menyangkal hanya bertemu di saat pulang dan mengunjungi pedesaan dan meminta maaf karena memberitahunya telat lalu mempersiapkan makanan untuk anaknya. Min Soo terlihat sangat binggung melihat apa yang ada dikertas tak terlihat didepan matanya. 

Hyun Suk masuk ke dalam kantornya sambil mengumpat karena sejak kapan Sang Ye jadi khawatir untuk mendamaikan Ha Nora dan suaminya. Sang Ye merasa telah membantumu sejak mereka pikir No Ra menderita kanker.
“Ini caramu agar kita bisa bersama-sama, kan? Kita sudah bersama-sama selama 4 tahun dan tak ada yang kau tak ketahui tentang ku” ucap Hyun Suk yang sudah tahu niat Sang Ye
“bukan seperti itu,  Ini demi Nona Ha No Ra tapi itu juga karena keserakahanku sendiri.” akui Sang Ye, Hyun Suk melirik sinis
Sang Ye mencoba menjelaskan kalau ia hanya benci melihat Hyun Suk yang bertindak bodoh dan memalukan didepan No Ra bahkan tak tahu apa yang harus dilakukan, jadi tidak ingin Hyun Suk terluka dan terpuruk  oleh seseorang yang tak bisa di miliki. Hyuk Suk mengatakan sudah tahu sambil menaiki tangga.
“Jika orang yang  kau suka itu seseorang yang baik, maka aku tidak akan pernah bertindak dengan cara ini!” terik Sang Ye, Hyun Suk meminta untuk tak mengkhawatirkan karena sudah mengerti. 

Hyun Suk mengambil kotak yang disimpan dan pergi ke balkon, menuruhnya dalam kaleng susu bekas dan menyalakan korek untuk membakarnya, Sang Ye datang melihat dari belakang, Hyun Suk menutup kembali korek apinya.
“Kenapa...kau tak membakarnya?” tanya Sang Ye
“Bukan bararti aku tidak bisa, tapi Aku hanya tak ingin saja. Semua ini akan segera berlalu tapi ini akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagiku jadi aku tak ingin membuangnya.” ucap Hyun Suk lalu menaruh kembali didalam kotak. 

No Ra yang merasa bunga dari Woo Chul itu tak bersalah jadi menaruhnya di vas, Woo Chul yang baru keluar kamar tersenyum merasa dugaanya itu benar, lalu meminta No Ra mengambilkan kopi. No Ra menolak karena harus pergi ke kantor Hyun Suk, Woo Chul heran karena hari ini hari minggu.
Di dalam kamar, No Ra menganti bajunya dengan jaket menatap wajahnya di depan cermin.
Flash Back
Hyun Suk membahas tentang kelas Yi Jin yang menyenangkan. No Ra pikir Hyuk Suk tak tahu kegiatan apa yang ada didalam kelas. Hyun Suk sudah pasti tahu karena membahas hubungan antar gender melalui berganti pasangan. No Ra menceritakan kali ini berganti partner dan harus pergi untuk berkencan. Hyun Suk berkomentar No Ra butuh pakaian baru.
No Ra binggung kenapa butuh pakaian baru, Hyun Suk  menjelaskan bahwa seorang Wanita membeli pakaian baru untuk kencan. No Ra baru tahu karena selama ini tak pernah berkencan. Hyun Suk memberitahu No Ra akan segera berkencan jadi menyuruhnya untuk memikirkan tentang pakaian. 

No Ra keluar kamar dengan dress dan juga rambut yang digerai dengan bandana. Woo Chul yang baru saja meminum kopi terpana sampai menumpahkan kopinya ketangan dan menjerit karena panas. No Ra mengambilkan tissue dan menyuruhnya agar lebih berhati-hati.
Woo Chul meminta untuk dibawakan es batu, No Ra dengan dingin memberitahu ada di lemari es. Woo Chul tak percaya No Ra tak ingin membawakan untuknya. No Ra rasa kopinya itu tak terlalu panas karena suaminya itu selalu mencampurnya dengan air dingin.  Woo Chul pun hanya bisa diam.
“Tapi Mengapa kau mau pergi ke kantor Produser Cha pada hari Minggu?” keluh Woo Chul
“Aku tidak harus menjawab pertanyaan itu, kan? Jika kau tak ada pertanyaan lain, aku akan pergi.” ucap No Ra lalu berjalan meninggalkan rumah.
Tapi Woo Chul menjawab ada pertanyaan, lalu ingin tahu mengapa No Ra tak bertanya padanya tentang kehidupan asmaranya yang baru seperti siapa orangnya, pekerjaan dan kapan pertama kali bertemu, menurutnya No Ra tak menanyakan itu karena takut.
No Ra juga tak tahu, tapi balik bertanya kenapa  Woo Chul yang memikirkan tentang hal itu. Woo Chul menegaskan bahwa ia yang bertanya, No Ra memilih untuk pergi karena sudah terlambat. Woo Chul mengejek pakaian No Ra seperti anak umur 20 tahun, lalu berpikir sekarang istrinya itu benar-benar semakin berubah. 

No Ra masuk ke kantor Hyun Suk, terlihat Hyun Suk yang membuat kopi terpana melihat No Ra yang sangat cantik dengan dressnya sampai lupa dengan air yang dituang diatas kopi. No Ra berteriak, Hyun Suk pun tersadar dan air yang dituangkan kedalam saringan terlihat penuh.
“Aku tak kagum dengan itu! Kau pikir aku anak kecil yang baru lahir kemarin?” ucap No Ra
“Mengapa kau tidak bisa bertindak untuk berpura-pura kagum, Aku bahkan sudah melakukannya sejauh ini.”kata Hyun Suk sambil mengelap air kopi yang tumpah.
“bagaimana bisa aku kagum untuk hal itu Aku sudah melihat “manly dash” mu kemarin. sejak kapan kau tertarik pada ”professor kami”?” ejek No Ra.
“jangan panggil dia "professor kami", Yi Jin bahkan bukan professor dari jurusanmu. Dan juga Aku tidak tertarik padanya.” ucap Hyun Suk
No Ra balik bertanya tentang sikap yang dibuat oleh Hyun Suk kemarin, menurutanya mereka berdua cocok bahkan Yi Jin terlihat lembut dan keren. Hyun Suk mengejek Lembut dari mana dan tak ada yang keren karena wanita itu terlihat standar. No Ra malah mengejek Hyun Suk yang terlihat jelas sangat menyukai Yi Jin dengan menyangkalnya. Hyuk Suk melotot menyuruh No Ra tak lagi membahas itu.

“Mungkin kemarin kau ingin naik sepeda tandem dengannya tetapi kau membonjengku untuk memamerkan kekuatanmu,  kan? Karena kau ingin agar dia tahu kau bisa menang Dan karena kau tahu jika aku sedikit atletis dan kompetitif.” ucap No Ra
“Aku memberitahmu, bukan seperti itu! bukan seperti itu! Tidak akan pernah!! Dia bukalah tipeku!” jerit Hyun Suk kesal
“Jika bukan apa? Kenapa kau menariknya masuk ke dalam mobil?” ucap No Ra
“Itu karena... Lalu, aku harus menyeretmu keluar sebagai gantinya, di depan suamimu? Kau mungkin ingin pulang bersama suamimu dan bukan denganku” jelas Hyun Suk, No Ra pun terdiam lalu melihat tatapan Hyun Suk tak seperti biasa menduga pakaian aneh. Hyun Suk malah mengejek temanya itu tak pernah mengaca.
No Ra sadar pakaian itu tak sesuai dengan usianya,  Hyun Suk menyuruh No Ra melihat wanita yang seumuran mungkin tak ada yang mengunakan pakaian itu, menurutnya itu memalukan, No Ra hanya tersenyum, Hyun Suk memberikan secangkir kopi lalu menyuruhnya untuk cepat berkerja. Diam-diam Woo Chul melihat No Ra yang duduk didepanya. 

Di rumah
Yi Jin membahas ketika Hyun Suk menariknya masuk kedalam mobil bahkan tak punya reaksi untuk menolaknya, jadi menurutnya kenapa Woo Chul memperlihatkan amarahnya karena takut nanti Hyun Suk curiga dan terlihat sangat cemburu. Woo Chul mengatakan tidak tau apa tujuannya.
“kenapa dia menarik Yi Jin jika ia menyukai No Ra?” gumam Woo Chul bertanya-tanya.
“Aku sudah bilang sebelumnya...sepertinya Producer Cha tertarik padaku.” ucap Yi Jin yakin, Woo Chul lalu bertanya apakah Hyun Suk menyatakan sesuatu padanya.
“Dia menyatakannya diam-diam. Rasa Cinta atau Suka. Menggunakan kata-kata yang jelas bukanlah tipenya, Perasaan yang terpendam akhirnya dia ungkapkan. Dia berusaha memberiku tumpangan, itu cukup untuk mengungkapkan perasaannya.” kata Yi Jin bangga

“Wow...Bajingan itu benar-benar playboy yang handal, benar kan?” komentar Woo Chul
“Sepertinya begitu, Dia memutuskan untuk mengajakku ke mobilnya. Charismanya benar-benar kuat.” ungkap Yi Jin
Woo Chul bertanya apakah Hyun Suk berbicara hal yang lain seperti sesuatu yang negatif. Yi Jin menegaskan seperti sebelumnya bahwa Hyun Suk itu bukan seseorang yang suka menggosip. Ponsel Woo Chul bergetar lalu membaca pesan yang masuk “Aku Kepala Bagian Jung Sang Gyu dari project tim Seongsam. Pembayaran Wakil Kepala sudah diselesaikan. Alasanku mengirim pesan padamu di hari libur adalah.. ia ingin bertemu denganmu besok. Apa Anda ada waktu?”
Yi Jin ingin tahu pesan apa yang membuat Woo Chul tersenyum, Woo Chul pun menegaskan dirinya itu bukan tipe orang yang memberitahu berita yang belum jelas sebelum memastikan apakah ini baik atau buruk. Yi Jin dengan nada mengoda mengetahui hal itu. 
bersambung ke part 2 


2 komentar:

  1. Sukaaa perhatian hyun suk ke No Ra,, ^_^

    BalasHapus
  2. Kok bentar si scan Min so dengan no ra. Ketika masih ada di sia-siakan, tapi ketika mau pergi baru menyadari bahwa kebersamaan itu penting, salut tuk Min so

    BalasHapus