Kamis, 10 September 2015

Sinopsis Yong Pal Episode 11 Part 1

Tae Hyun kaget melihat Dr Lee yang tak sadarkan diri dengan selang yang masuk ke dalam mulutnya. Ia memeriksa luka bagian perut yang tak dilakukan apapun, Perawat So pun sudah tahu saatnya X-Ray darurat. Tae Hyun bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Perawat So menceritakan tak ada seorang dokter yang mau mengoperasinya.
Tae Yong yang lewat kaget melihat Tae Hyun yang ada dirumah sakit bukan dikantor polisi. Tiba-tiba pasien dari kamar lain keluar, suster yang berjaga berteriak melihat pasien Kim Young Mi yang bisa berjalan.
Semua mata tertuju pada Young Mi, Perawat So benar-benar kaget, Yeo Jin melirik terlihat mata khasnya saat melihat seseorang walaupun wajahnya masih diperban. Tae Hyun benar-benar kaget melihat Yeo Jin yang kembali ke rumah sakit Hansin. 

Yeo Jin dibawa ke ruangan dokter sebagai pasien Young Mi, setelah melihat foto bagian kepala, Dokter menanyakan apakah Young Mi tidak bisa mengingat apa-apa. Yeo Jin berakting seperti tidak ingat apapun. Dokter meminta menyebutan namanya, Yeo Jin terlihat mengangkat alisnya seperti berusaha untuk mengingatnya.
Dokter pun mengartikan pasien tak mengingatnya jadi meminta untuk tak memakskan diri. Tae Hyun yang ada diruangan sedikit tegang takut penyamaran Yeo Jin tertangkap. Dokter meminta suster untuk membaca Young Mi keluar dari ruangan.
Kepala pengawal bertanya apa yang terjadi sebenarnya, Dokter memberitahu bahwa pasien terkena afasia dan amnesia yang biasa didapat dari cedera otak. Pria yang lain bertanya kapan pasien itu bisa bicara dan mengingat ingatannya kembali. Dokter juga tak bisa mengetahuinya tapi melihat kondisinya pasien itu membutuhkan waktu yang lama. Tae Hyun mengigit bibirnya, seperti ingin cepat-cepat keluar dari ruangan. 

Yeo Jin masih ada didepan lorong dengan seorang perawat, ketiganya keluar dari ruangan, Kepala Penjaga merasa keadaan seperti ini lebih baik, pria yang satu merasa keadaan seperti ini juga bisa menganggu.
“Tolong rawat dia di lantai 12 sampai rapat umum pemegang saham. Pastikan dia tidak bisa berhubungan dengan keluarganya atau serikat pekerja.” perintah si pria
Kepala Penjaga melirik pada Tae Hyun, lalu bertanya apakah ia bisa melakuannya. Tae Hyun langsung menyanggupinya untuk bertanggung jawab atas pasien Young Mi. 


Perawat Han mengantar Tae Hyun dan Yeo Jin ke kamar rawat di lantai 12, ia terlihat peduli dengan sakit Afasia dan amnesia yang diderita pasien, lalu memberikan semangat supaya bisa sehat. Tae Hyun pun langsung mengucapkan terimakasih karena sudah baik terhadap pasien, Perawat Han tersenyum lalu meninggalkan ruangan,

“Apa kau sudah gila? Apa yang kau lakukan di sini? Apa yang kau pikirkan...” kata Tae Hyun panik karena Yeo Jin kembali kerumah sakit, Yeo Jin menarik dan langsung memelukanya.
“Apa itu surat perpisahan? Itu panggilan untuk bantuan.” kata Yeo Jin, Tae Hyun pun memeluk erat pacarnya.
“Tapi, tetap saja kau kemari...” balas Tae Hyun khawatir,
“Bilang saja kalau kau senang melihatku.” goda Yeo Jin tersenyum dipelukan Tae Hyun
Tae Hyun sedikit tersenyum, tapi menurutnya bagaimana bisa tersenyum dengan situasi seperti sekarang. Yeo Jin meminta Tae Hyun tak khawatir karena sekarang sudah memiliki senjata untuk melawan Do Joon jadi ia bisa menyelamatkannya. 

Tae Hyun melepaskan pelukan lalu bertanya apa yang akan dilakukanya, Yeo Jin tahu mereka sudah tidak bisa sembunyi lagi dan menghindari pertarungan ini jadi ia sekarang tak mau menghindar. Tae Hyun menatap Yeo Jin seperti ada keyakinan kalau mereka bisa melawan Do Joon. 

Do Joon, Presdir Go dan Sekertaris rapat bersama. Presdir Go pun mengucapkan terimakasih karena bisa diizinkan untuk menaiki kapal yang sama. Do Joon harap mereka tidak menjadi musuh bebuyutan karena itu. Presdir Go menyakinkan dirinya itu adalah pengikut yang setia, Seketaris melirik sinis seperti sudah mengenal Presdir Go yang sangat licik.
Ketiganya sempat terhenti bicara, saat Pelayan datang membawakan minuman. Do Joon membahas tentang restrukturisasi yang sudah diurus, lalu bertanya apakah mereka itu harus mengambil langkah berikutnya. Presdir Go menyetujuinya.

“Kau harus mengeluarkan Pemberitahuan Kematian Nona Young Ae Dan juga bersihkan sisanya.” kata Presdir Go,
“Sisanya? Kim Tae Hyun?” ucap Do Joon.
Pelayan yang menyediakan minum ternyata sengaja menguping pembicaran ketikanya, ketika sudah diluar ruangan, langsung melaporkan pada Chae Young yang ada dirumah sakit. 

Tae Hyun datang menemui Chae Young di ruang rawatnya, Chae Young mengatakan merea sudah tak punya waktu lagi karena Pemberitahuan Kematian Yeo Jin akan keluar segera, jadi ia harus cepat keluar dari rumah sakit. Tae Hyun menegaskan ia akan mengurusnya.
“Aku tahu... Kau akan mengatakan bahwa kau akan melarikan diri lalu kau akan bunuh diri.” komentar Chae Young yang mengetahui rencana Tae Hyun
“Bagaimana kau tahu?” tanya Tae Hyun kaget
“Aku juga punya orang dalam, Sekarang Dr Kim, kau tidak perlu bersamaku Jadi cepat keluar dari sini. Aku akan membantumu.” kata Chae Young
Tae Hyun terdiam, Chae Young melihat Tae Hyun yang berpikir kalau nanti ia akan meminta uang padanya, Tae Hyun bertanya alasan Chae Young mau membantunya, Chae Young mengakui menyukai gaya dari Tae Hyun.
Akhirnya Tae Hyun meminta maaf karena tak bisa pergi sekarang. Chae Young mengerti lalu menyuruhnya untuk memberitahu apabila berubah pikiran, karena apabila sudah terlambat maka ia tak bisa melakukan apa-apa.

Tae Hyun mendorong kursi roda ke arah area terlarang, masih ada dua penjaga disana. Yeo Jin sebelumnya memberitahu ada sesuatu yang ditinggalkan ayahnya didalam sana.
“Untuk mendapatkan statusku kembali, Aku harus kembali ke ruangan itu.” pesan Yeo Jin.
Perawat dilantai 12 sedikit berteriak karena Do Joon datang, Tae Hyun pun langsung membelokan kursi roda kearah ruang tunggu, Do Joon bersama Presdir Go dan Sek serta beberapa pengawal menyusuri lorong lantai 12. Seketaris yang melihat Tae Hyun meminta untuk ikut mereka kedalam ruangan juga. 

Do Joon melihat boneka yang terbaring lalu menyuruh untuk memulainya, Sek meminta Tae Hyun untuk menyatakan kematian pasien. Tae Hyun sempat terdiam, tapi akhirnya menyatakan kematian pasien sebagai dokter menatap boneka yang terbaring didepannya.
“Pasien Han Yeo Jin. Waktu kematian, 12:50, 9 September 2015,” ucap Tae Hyun yang terdengar berat hati, Presdir Go pun menanyakan penyebab kematianya.
“Sepertinya karena serangan jantung yang tiba-tiba terjadi karen dari shock hipovolemik.” kata Tae Hyun
Presdir Go dan Do Joon langsung berjabat tangan dengan wajah tersenyum, Do Joon pun bertanya pada Tae Hyun apakah perawat adiknya itu sudah berjalan dengan baik. Tae Hyun hanya bisa diam, Do Joon pun bertanya pada seketaris apakah sudah mempersiapkan pemakamannya.
“Kami akan membuatnya sesederhana mungkin sehingga kita tidak menarik perhatian media.” kata Seketaris.
“Tidak, Ketua. Pemberitahuan ini bukanlah pemberitahuan sederhana dari kematian Nona Young Ae. Tapi Pemberitahuan ini adalah pengumuman kepada dunia bahwa Hanshin sepenuhnya milikmu. Oleh karena itu, pemakaman tidak boleh hanya sekedar pemakaman. Seharusnya menjadi upacara penobatanmu.” jelas Presdir Go
Do Joon sedikit berpikir, Presdir Go menyakinkan kalau semua ini bukan urusan yang sederhana. Do Joon pun memuji pemikiran Presdir Go untuk melakukan  Upacara penobatan di pemakaman dan meminta sekertarisnya untuk membantu mempersiapkanya. Seketaris terlihat menahan amarahnya karena Presdir Go bisa menghasut Do Joon untuk tidak melakukan sesuatu yang disarankannya. 

Tae Hyun pergi ke kamar Yeo Jin dan memintanya agar keluar dari tempat ini, lalu menceritakan sebelumnya su dah menyatakan Yeo Jin meninggal dan akan mengirimkan pemberitahuan kematiannya segera.
“Proses pemakaman akan dimulai hari ini dan penguburan akan dilaksanakan besok atau lusa. Identitasmu akan terungkap, jadi Kau harus keluar dari sini.” kata Tae Hyun khawatir
“Pemakaman...Mungkin semuanya akan lebih mudah. Siapa yang ada di sana? Katakan padaku apa yang mereka bicarakan saat kau menyatakan aku mati.” ucap Yeo Jin 

Di sebuah ruangan konferensi, tertulis  [HANSHIN GROUP, NONA HAN YEO JIN] Presdir Go sudah berdiri diatas podium.
“Nona Han Yeo Jin, adik dari Ketua Han Do Joon yang juga merupakan pemegang saham inti dari Grup telah meninggal pagi ini setelah pertarungan panjang dengan penyakitnya. Semua karyawan di Hanshin Grup turut berbelasungkawa dengan kejadian ini. Pemakaman akan diadakan selama lima hari.Dan kepala pemakaman adalah Ketua Han Do Joon.” kata Presdir Go yang berakting sedih.
Salah satu wartawan menanyakan penyebab kematian, Presdir Go pun mengatakan seperti yang ditulis pada Press realease dikarekan serangan jantung. Wartawan lain menanyakan rumor tentang penyebabnya adalah bunuh diri, Presdir Go dengan santai meminta media tidak membuat laporan spekulatif.
“Apa daftar para petugas pemakaman sama dengan hirarki dalam Grup?” tanya wartawan
“Biar kuulangi. Aku akan sangat menghargai jika kau tidak membuat laporan spekulatif. Dan Aku tidak akan menjawab pertanyaan lagi.” kata Presdir Go lalu meningalkan ruangan.
Para Wartawan berteriak memanggilnya karena masih ingin mengajukan pertanyaan, Kepala Penjaga yang melihat Presdir Go berdiri disana, berkomentar seharusnya Seketaris ada diatas panggung dan melihat susunan di lembaran kertas  bahwa semua mengambil kursi depan. Sekertaris meminta Kepala Penjaga untuk berhenti berbicara. 

Yeo Jin sudah berdiri dengan penutup wajah dan topi mendengar semua pembicaraan seperti yang ada dalam dugaannya, lalu mengetik pesan dalam ponselnya. Sekertaris baru keluar ruangan kaget membaca pesan yang ada dalam ponselnya.
“Berikan aku pemakaman yang baik, Do Joon. Han Yeo Jin.”
Kepala Penjaga yang melihat mimik wajah Seketaris bertanya apa yang terjadi, lalu seketaris memperlihatkan pesan dari Yeo Jin. Kepala Penjaga merasa ada orang yang berani melakuakn lelucon seperti itu dan mereka harus melacaknya.
Sekertaris mengatakan tak bica dilacak karena ponsel itu milik Do Joon pribadi dan tidak ada yang tahu nomornya kecuali beberapa anggota keluarga. Kepala penjaga menduga itu dari Chae Young, Seketaris mengelengkan kepalanya. 

Tae Hyun menatap Dr Lee yang tak sadarkan diri, Tae Yong datang dengan dokter junior lainnya. Tae Hyun pun meminta Tae Yong untuk mengoperasi Kepala Lee karena kalau tidak maka ia akan segera mati.
“Kenapa bukan kau yang melakukannya?.” sindir Tae Yong
“Kau seorang dokter sungguhan, Aku cuma dokter mata duitan.” ucap Tae Hyun
“Tae Hyun, kami juga mau melakukannya, tapi pihak keamanan tidak mengizinkan.”ucap si dokter tambun, Tae Yong sudah membalikan badannya melirik sinis pada Tae Hyun
“Jika kau hanya melakukannya setelah pihak keamanan memberikan izin, apa kau bisa menyebutmu dokter sungguhan?” sindir Tae Hyun
“Hei! Dokter yang menangani nyawa pasien memiliki tanggung jawab untuk mereka. Aku membuat keputusan berdasarkan keuntungan dari seluruh departemen operasi.” kata Tae Yong sambil mencengkram baju Tae Hyun.
Tae Hyun mengerti jadi itu alasan Tae Yong melaporkanya, Karena ia bukan anggota dari departemen operasi. Dokter junior wanita bertanya apa maksud dari laporan yang dikatakanya. Tae Yong pun melepaskan tanganya, Tae Hyun merapihkan kerah bajunya, sambil memperingatkan pada Tae Yong.
“Jangan mengatakan hal-hal seperti, "dokter sungguhan" lagi di depan mereka.” tegas Tae Hyun lalu keluar ruangan. Tae Yong yang mendengarnya terlihat berkaca-kaca. 

Puluhan karangan bunga dimasukan kedalam rumah sakit, Kepala Perawat yang melihat dari lantai atas berkomentar seperti sebuah festival bukan pemakaman, Tae Hyun merasa tak boleh seperti ini dan harus mengeluarkan Yeo Jin segera. Kepala Perawat pun khawatir dengan keadaan Tae Hyun, apakah ia bisa keluar,
“Lihat saja untuk sekarang, Kau berbeda dari mereka. Mereka memiliki cara tersendiri dalam pertempuran.” jelas Kepala Perawat, salah satu penjaga terlihat mendengar pembicaraan keduanya.
“Apa tak masalah?” tanya Tae Hyun yang sekarang sedikit khawatir
“Tunggu dan lihat saja. Young Ae tidaklah lemah.” kata Kepala Perawat yakin
“Permisi, Kepala Perawat, Tolong bantu aku dengan satu hal lagi. Kita harus menyelamatkan Kepala Lee.” tegas Tae Hyun, Kepal perawat menghela nafas panjang, seperti rencana kali ini benar-benar gila. 

Penjagaan didepan rumah sakit sangat ketat, Do Joon pun turun dari mobil dengan senyuman licik melalui karpet merah. Dengan tanda di lengan dan jasnya, memasukin rumah duka, bangku-bangku dengan sarung hitam berjejer dan dibagian depan Foto Yeo Jin yang cukup besar ditaruh disana dan dikeliling  oleh banyak bunga.
Spandu bertuliskan [PEMAKAMAN NONA HAN YEO JIN] setangkai bunga sudah ada ditangan Do Joon, lalu bergumam menatap foto adiknya. “Silakan beristirahat dalam damai di surga. Aku senang hati akan pergi ke neraka.”
Do Joon menaiki panggung lalu menaruh bunga dan menyalakan dupa lalu menancapkanya, tapi dupa itu malah patah. Matanya menatap Yeo Jin bergumam, adiknya itu tak mau menerima dupa darinya. Akhirnya ia mencoba lagi dan bisa menancapkan dupa tanpa ada patah. 

Pihak penjaga membuka jalan untuk pelayat masuk ke dalam rumah duka, Presdir Go memberitahu Orang-orang yang setia pada Do Joon yang memakai dasi abu-abu. Do Joon melihat orang pertama yang menaruh bunga, lalu berdiri didepanya dan melihat dasinya berwarna abu-abu.
Presdir Go memperkenalkan pria berkacamata itu adalah Presiden Han Tae Seop, sambil menjabat tangan Presdir Han memberikan selamat pada Do Joon dengan senyuman lebar. Setelah itu Presdir Go memberitahu nama Presdir Choi, Do Joon melihat Presdir Choi memberikan komentar.
“Bukankah kau berpihak pada ibu Yeo Jin?” kata Do Joon
“Saya sangat berharap anda mau memaafkanku.” ucap Presdir Choi, Do Joon tersenyum lalu mengajaknya berjabat tangan sebagai tanda mereka satu pihak sekarang.
Presdir Go memperkenalkan presdir Jo Yong Joon yang memberika ucapan duka cita, Do Joon melihat pria itu mengunakan dasi warna hitam dengan ketus mengatakan ia juga merasakan sangat berduka. 

Ayah Chae Young baru selesai memberikan bunga, Do Joon pun menyapa dengan ramah pada ayah mertuanya. Ayah Chae Young langsung meminta maaf atas kelakuan anaknya.
“Semuanya adalah kesalahan dari kurangnya didikan yang kuberikan.” ucap Ayah Chae Young membungkukan badannya.
“Kenapa kau melakukan ini? Ayah mertua, banyak yang melihat.” kata Do Joon mengulurkan tangan untuk saling berjabat tangan.
“Chae Young harus mempertimbangkan posisi ayahnya, juga.” bisik Do Joon saat ayah mertuanya menjabat tangan dengan sedikit membungkuk. 

Pelayat pun semakin banyak, Seketaris kembali menerima pesan dari Yeo Jin “Oppa, ketika orang tahu bahwa aku masih hidup dan sehat, bukankah dunia akan terbalik 180 derajat?”  wajahnya benar-benar panik membaca pesan itu dan melihat kearah foto Yeo Jin yang terpajang disana.
Di ruang penyimpanan mayat, Sekertaris melihat mayat yang sudah disimpan dan berteriak kalau itu bukang Nona Young Ae, Kepala Perawat binggung. Seketaris pun menduga Young Ae itu masih hidup dan berkata mereka semua akan mati sekarang.
“Lusa adalah pemakaman. Jika Ketua tahu...” kata Seketaris ketakutan
“Tenanglah... Kita hanya perlu menemukannya sebelum itu. Sekarang Kita harus menemukan mayat Young Ae dan membawanya kembali ke sini.” tegas kepala Penjaga.
Sekertaris pun bertanya-tanya siapa mayat yang disimpan selama ini, Kepala perawat pun merasa itu adalah titik awalnya yang harus mereka cari.

Kepala Penjaga dan Seketaris membawa Kepala Perawat di sebuah lorong yang gelap dan sepi. Kepala Perawat langsung bertanya alasan kepala Perawat melakukan ini pada mereka. Kepala Perawat terlihat gugup dan binggung.
“Mengapa kau mengidentifikasi mayat orang lain sebagai Young Ae? Aku memperingatkanmu! dan Aku akan memberimu satu kesempatan terakhir.” kata Kepala penjaga mengancam. Kepala Perawat terlihat ketakutan.
“Itu Kepala Lee.... Dia yang menyuruhku. Kepala Lee mengatakan padaku untuk membawa mayat tak dikenal dari kamar mayat... dan menggantinya dengan Nona Young Ae. Aku hanya melakukan seperti yang diperintahkan.” cerita Kepala Perawat berbohong.
Sekertaris tak percaya karena sebelumnya melihat  Young Ae sudah mati hari itu dengan mataku sendiri. Kepala Perawat memberitahu Nona Young Ae belum mati tapi Kepala Lee membuatnya tampak seperti sudah mati dan membawanya ke suatu tempat.
Kepala Penjaga pun mengancam kalau Kepala Perawat mengatakan omong kosong lagi maka akan tahu akibatnya, Kepala Perawat mengangguk, lalu keduanya meninggalkanya. Kepala Perawat sedikit bernafas lega walaupun yang dikatakanya itu kebohongan. 

Seketaris sudah ada diruangan Dr Lee yang tak sadarkan diri, Tae Hyun datang bertanya apa yang sedang terjadi dengan wajah binggung. Sekertaris bertanya apakah ia bisa membuat Dr Lee untuk hidup kembali. Tae Hyun berpura-pura kaget
“Dia harus kembali sadar Bahkan hanya untuk beberapa saat.” tegas kepala Penjaga yang datang bersama Tae Hyun.
“Jika kau memberitahu seseorang yang akan mati untuk menyelamatkan orang lain, mengapa dia ingin melakukannya?” kata Tae Hyun
“Dr. Kim Tae Hyun...Kau harus mempertimbangkan adikmu.” kata Seketaris memberikan ancaman, Tae Hyun melirik lalu langsung menyanggupinya karena sesuai dengan rencananya. 

Pelayat terus berdatangan, Do Joon sempat duduk sejenak ketika tak ada yang datang. Presdir Go menyarankan Do Joon untuk istirahat karena harus menyapa lagi tamu yang datang esok. Do Joon pun mengaku sangat lelah, Presdir Go sudah mempersiapkan hotel didekat rumah sakit. Do Joon pun berdiri meninggalkan rumah duka. Sementara Tae Hyun sedang melakukan operasi untuk Dr Lee, untuk membedah bagian usus yang terkena sobekan pisau. 

Do Joon masuk kamar melihat istrinya yang sedang minum, sambil menegur bukan saat yang tepat untuk minum untuk hari ini. Chae Young duduk dikursi makan menyarankan mereka minum untuk perayaan penobatanya, Do Joon ikut mengambil gelas dan menuangkan wine dan duduk didepan istrinya lalu cheers bersama.
Chae Young bertanya, apakah suaminya itu senang karena menerima janji kesetiaan dari ayah mertuanya. Do Joon hanya diam sambil menatap gelas Winenya. Chae Young mengakui Do Joon sudah menang jadi meminta untuk membiarkan dirinya untuk aku pergi sekarang dan menghentikan situasi penyanderaan. Do Joon binggung dengan kata “Situasi penyanderaan”
“Bukannya begitu? Kau mengurungku dan ayahku disini sebagai sanderamu. Itu tidak cukup, jadi kau juga menjadikan Kim Tae Hyun sebagai sanderamu sekarang.” kata Chae Young, Do Joon menghela nafas sambil menaruh gelas winenya.
“Sekarang Aku mau cerai, Aku ingin mendapatkan Yeo Jin, untuk menjadi kaya, dan melakukan sesuatu yang baik untuk keluargaku. Tapi sekarang Yeo Jin sudah mati. Aku tidak punya alasan untuk hidup dengan cara ini. Hidup ini singkat.Jadi aku akan mendapatkan beberapa sen dari tunjanganku dan keluar.” ucap Chae Young

“Tunjangan? Jika ada tunjangan, kau harus memberikannya padaku. Kau tidak akan pernah bisa melarikan diri genggamanku.” komentar Do Joon licik
“Kenapa kau menahan istrimu yang bahkan tidak mau tidur denganmu?” ucap Chae Young
“Aku mencintaimu.” kata Do Joon
Chae Young tertawa, karena Do Joon itu tidak mencintainya tapi hanya terobsesi denganya. Do Joon seperti mengakuinya, karena menurutnya setiap orang yang dicintainya itu meninggalkannya, lalu menceritakan ibunya yang meninggalkanya ketika masih kecil dengan cara bunuh diir di pusat rehabilitasi untuk pecandu alkohol di New York.
“Ayahku yang menikah lagi akhirnya meninggalkan aku juga. Ibu tiriku, yang lebih kucintai dibanding ibu kandungku sendiri, meninggalkan aku setelah ia punya Yeo Jin.” cerita Do Joon dengan tatapan kosong lalu menatap istrinya dengan mendekatkan badannya dengan meja.
“Apa kau tahu apa yang terjadi dengan mereka? Aku mengubur mereka semua dengan tanganku sendiri dan Sudah waktunya untuk mengubur Yeo Jin sekarang Tidak ada yang bisa meninggalkan aku sekarang. Sampai aku meninggalkan mereka.” tegas Do Joon yakin 
bersambung ke part 2 

2 komentar:

  1. Thanks ya mbak dyah sinopsisnya semangat ^,^

    BalasHapus
  2. Mb dyaaahhh...sempet bingung kemaren-kemaren koq blog nya mba dihapus...
    padahal ini salah satu blog favorit aku...
    keep fighting mba dyah...😄

    BalasHapus