Sabtu, 26 September 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 3 Part 2

Di malam hari, Ha Ri menjelaskan bentuk-bentuk Jeans, sambil memberikan tips bahwa orang yang pendek cocok dengan skinny Jeans lalu menjelaskan Jeans dengan bagian lebar itu adalah bell-bottomed pants karena bentuknya sepeti lonceng dan trend di tahun 2015 adalah yang selalu dipakainya setiap hari
Hye Jin terus belajar mengingat-ingat istilah semua yang berhubungan dengan kecantikan dan fashion didalam bus, tapi lama kelaman matanya tertutup karena kelelahan dan tersadar dengan mata melotot membaca semua yang ada didalam majalah. 


Ha Ri mengetes Hye Jin dengan mengangkat salah satu alat make up. Hye Jin dengan lancar bisa menyebut “Screw brush” lalu “Penjepit bulu mata, Highlighter Pensil ali, Maskara, Lip tint, Blush on”
Keduanya sudah duduk diluar cafe, Ha Ri menunjuk salah satu perempuan yang berjalan didepan mereka, menyuruh Hye Jin menjelaskan pakaian tersebut. Hye Jin dengan mudah menjawabnya.
“Fedora bertepi lebar dengan kaus bercorak bunga Dan rok tembus pandang unbalance, Serta spangle clutch lalu sepatunya Boot bertali!” ucap Hye Jin, keduanya tampak sangat gembira. 

Nyonya Kim menuruni tangga melihat baju dan rok yang dipegang Joon Wo menurutnya itu bukan seperti Most lalu menyuruh Joon Wo mengambil Fringe Skirt. Hye Jin dengan cepat mengambil rok tersebut dan memberikan, Joo Young binggung melihat Hye Jin yang bisa dengan cepat membawanya.
Joon Mo pun mencocokan bagian atas dan bawah pakaian, Nyonya im meliaht pakaian itu sudah seperti most. Joo Young pun akan melakuan seperti perintah Nyonya Kim, lalu Nyonya Kim mengedipkan matanya pada Hye Jin lalu pergi meninggalkan ruangan. Sung Joon lewat tapi tetap memalingkan wajahnya dan pergi, Hye Jin mengubar senyumnya karena bisa memperlihatkan kehebatanya pada Sung Joon. 

Rapat kembali diadakan Joo Young pikir mereka  tidak boleh melewatkan tampilan Hepburn selama tahun 40 - 50an seperti Capri pants, sepatu balet dari film Sabrina, gaun tembus pandang hitam dan kacamata dari film Breakfast at Tiffany's. Hye Jin dengan lancar mengetik tanpa wajah melonggo seperti sebelumnya.
“Aku mendengarnya! Aku dengar semuanya! Aku dengar semua bahasa alien sekarang!” gumam Hye Jin lalu menjerit Yiheee..... seperti suara michael Jackson.
Semua yang ada di ruangan terdiam dan melonggo melihat kearah Hye Jin, Sung Joon pun mengomel karena Hye Jin malah menjerit Yi Hee. Shin Hyuk pun kembali mencoba menahan tawanya. 

Sung Joon membaca laporan rapat yang dibuat Hye Jin lengkap dengan grafik, didalam hati Hye Jin bergumam bahwa Sung Joon tidak menemukan kekurangan dan semuanya sempurna. Sung Joon pun menyuruh Hye Jin keluar.
Hye Jin penuh bahagia memutar badanya keluar tapi map file malah menyenggol beberapa berkas diatas meja. Akhirnya ia pun merapihkanya dan keluar dengan nada penyesalan karena semuanya seharusnya sempurna. 

Shin Hyuk tiba-tiba mengeser bangkunya dan mendekatkan wajahnya mengajak Hye Jin melakukan sesuatu. Hye Jin binggung, Shin Hyuk pikir Hye Jin sudah lupa dengan janjinya untuk membelikan hotdog, Hye Jin mengatakan tak punya niat untuk membelikanya.
“Aku yang mau. Aku tahu tempat Tteokbokki yang paling enak di depan. Mau ke sana?” ajak Shin Hyuk, Hye Jin menolak dengan tegas
“Kalau begitu begini saja. Aku akan makan sendiri. Beri uangnya padaku.” pinta Shin Hyuk, Hye Jin mengeluarkan dompetnya untuk memberikan 3 ribu Won.
Shin Hyuk kesal karena Hye Jin tak bisa diajak bercanda dan membuatnya malu, lalu menemukan satu koin dalam dompet, dan mengajaknya melakun undian, apabila kepala yang muncul maka Hye Jin yang bayar, tapi kalau ekor tidak perlu bayar.
Hye Jin binggung kenapa ia harus melakukanya juga, Hye Jin tak peduli bertanya kepala atau ekor, Hye Jin dengan cepat memilih kepala, ternyata yang keluar adalah ekor, Hye Jin berteriak tak terim sampai semua orang menutup kuping.
Shin Hyuk memberitahu dalam uang koin, Angka itu kepala dan Jenderal itu ekor. Hye Jin merasa Jenderal Lee Soon Shin itu kepala dan angka itu ekor. Shin Hyuk bertanya apakah Hye Jin sudah mengkonfirmasi lewat hukum atau tim penguji. Hye Jin pun terdiam, Shin Hyuk tetap memint traktir makan toppoki di depan kantor. 

Hye Jin memberikan berkasn pada Joo Young yang sedang mengetik, Joo Young bertanya apakah ia sudah melihat email yang di kirim untuk mentraslatenya. Hye Jin menjelaskan Sambil meneliti, menemukan lebih banyak sumber yang berkaitan, jadi mencoba terjemahkan juga jadi harap itu bisa membantu.
Joo Young memuji Inderanya itu berfungsi juga dan mengucapkan Terima kasih lalu menyuruh Hye Jin mengembalikan buku-buku itu saat pulang kerja. Hye Jin mengerti tapi akhirnya kembali lagi bertanya kemana ia harus mengembalikan buku itu. 

Hye Jin mengembalikan buku ke perpus dan tak percaya melihat di dalam kantornya itu memiliki sebuah perpus yang cukup besar. Sung Joon yang sudah diparkirn memberitahu pada Hye Jin akan berangkat.
Ha Ri yang menyetir mobil meminta Sung Joon untuk menundnya selama dua jam karena punya janji yang lain tapi melupakanya. Sung Joon mengerti dan akan menunggunya nanti lalu kembali masuk ke dalam gedung
Hye Jin masih melihat buku-buku yang banyak dan terjejer rapih, melihat ada buku cerita berjudul “Mencari gambar tersembunyi” dengan senyuman bahagia mengingat buku itu dari percetakannya Ayah dan dulu sering membacanya.
Di samping rak, Sung Joon berjalan melihat salah satu buku yang bergambar lukisan. Ponsel Hye Jin tiba-tiba berdering, Shin Hyuk merengek karena Hye Jin yang lari padahal sudah berjanji untuk mentraktirnya. Hye Jin pun buru-buru menaruh buku kembali dan segera pergi. Sung Joon berjalan dan menemukan buku yang sama sambil tersenyum mengingat kenanganya dengan Hye Jin. 

Di dalam rumah yang cukup besar dan luas, Ha Ri masuk ke dalam, ibunya sudah  duduk menunggunya lalu memperlihatkan kotak kado untuk memberikan pada ayahnya sebagai hadiah, dan mengejek Ha Ri itu masih putri dari suaminya.
Ketika dimeja makan, Ha Ri memberikan hadiah pada ayahnya sebuah ikat pinggang sebagai hadiah ulang tahunya. Ayahnya pikir Ha Ri tak perlu repot-repot, Ha Ri memberikan penekanan bahwa ia masih anak dari ayahnya dan melirik ibunya yang terlihat sinis.
Ayahnya merasa dengan Ha Ri sering pulang kerumah sudah seperti hadiah untuknya, lalu ponselnya berdering, Presdir Jin menelpnya. Tuan Min menyuruh keduanya makan lebih dulu karena pasti akan lama menerima telp lalu meninggalkan meja makan. 

Ibunya menyindir Ha Ri yang tak memiliki waktu membalas sms tapi punya waktu untuk membeli hadiah, Ha Ri menegaskan prinsipny melakukan sesuatu yang harus dilakukan. Ibunya kembali mengejek Ha Ri yang pandai bergaul khusunya dengan pria.
“Aku mendengar beberapa pria mengajakmu keluar dan kaupergi  ke hotel untuk senang-senang. Melihatmu bermain-main seperti itu, bukankah pilihanmu terlalu mencolok? Yah, dari mana sifatmu itu?”ejek Ibunya
“Aku merayakan ulang tahun dengan teman-temanku.” jelas H Ri
“Tempat itu adalah hotel milik teman Ayahmu dan Tempat fitness dan spa di sana ada banyak yang aku kenal. Kalau kau mau main-main, bisa kau melakukan tindakan yang benar? Setidaknya kau harus mematuhi aturan agar aku bisa mengatur ekpresi wajahku.” ungkap Nyonya Hang
“Kalau kau melunak seperti ini, harusnya bisa kau lakukan dengan lebih tenang. Kalau begitu kau pasti pasang beberapa ekspresi. Kali ini apa kebanyakan  Suntikannya?” ejek Ha Ri menunjuk wajah Nyonya Hang
“Dengan sikap kasar dan tingkah murahan itu, sepertinya bukan hanya tampangmu, tapi juga kepribadianmu, sangat mirip Ibumu.” balas Nyonya Hang
“Dengar. Kau tahu apa soal Ibuku? Memangnya kau siapa?” teriak Ha Ri sambil berdiri. 

Tuan Min datang berteriak menanyakan sedang apa keduanya, Ha Ri mengadu bahwa wanita yang ada didepanya berbicara buruk tentang ibunya, Tuan Min langsung menampar anaknya, Nyonya Hang dan Ha Ri kaget.
“Kau panggil dia "wanita ini"? Sekarang juga minta maaf. Cepat minta maaf!” perintah Tuan Min berteriak
“Aku melakukan kesalahan. Kalau kau mau memaafkanku, aku akan sangat berterima kasih.” ucap Ha Ri dengan menahan air matanya lalu menurutnya sudah cukup dan pamit pulang. Nyonya Hang hanya terdiam, Ha Ri berada didepan rumahnya mencoba menelp Hye Jin,tapi tak diangkat. 

Hye Jin ternyata mengeletakan ponselnya diatas meja kaki lima, Shin Hyuk mengeluh Hye Jin yang pergi buru-buru saat pulang, Hye Jin pikir Shin Hyuk tak perlu mengeluh karena sekarang sudah mentrakirnya. Shin Hyuk menusuk toppoki tapi terlihat kesal karena toppikinya terjatuh dan mengotori pakaianya.
“Jackson, boleh aku makan eomuk? Aku bakalan menyesal kalau tak sampai memakannya.?” tanya Shin Hyuk sambil memeluk Hye Jin untuk merayu.
“Pengganggu sialan ini selalu minta lebih.” umpat Hye Jin memalikan wajahnya lalu mengizinkan Shin Hyuk mengambilnya.
Shin Hyuk mengucapkan terimakasih dan langsung memakanya, tapi menjerit karena lidahnya kepanasan dan merasa segar setelah memakan kimchi lobak, Hye Jin mengerutkan dahi melihat tingkah Shin Hyuk yang berlebihan. Shin Hyuk pikir Hye Jin melihatnya karena ada sesuatu diwajahnya.
Hye Jin mengelengkan kepala lalu mempersilahkan Shin Hyuk makan kembali, lalu bertanya apakah tiap hari Shin Hyuk makan Mie cup instan, sosis, dan kimbap segitig saja. Shin Hyuk merasa seorang Pria yang hidup sendirian bisanya dan selalu makan seperti itu.
“Jadi kau hidup sendirian? Bagaimana dengan rumahmu?” tanya Hye Jin, Shin Hyuk yang mengambil kuah malah menumpahkan ke baju Hye Jin.
Hye Jin menjerit karena panas, Shin Hyuk panik mengambil tissue, meminta maaf dan mengelapnya tapi bagian yang panas itu ada dibagian dada. Hye Jin mencoba  menolaknya tapi Shin Hyuk tetap tak enak hati untuk mengelapnya, keduanya masih adu mulut. Ponsel Hye Jin bergetar pesan Ha Ri masuk “Lagi di mana? Aku ingin kau menemaniku sekarang.” 

Sung Joon datang ke restorang tempat atas nama Kim Hye Jin, sementara Ha Ri malah duduk di sebuah bar untuk minum wine sendirian. Sung Joon masih menunggu Hye Jin ( Ha Ri) di restoran sambi meminum air putih, sambil menghela nafas melihat jamnya karena sudah molor dari waktu janjian mereka. Ponselnya berdering, Sung Joon bertanya keberadan Hye Jin lalu matanya melotot kaget mengetahui keberadaan Hye Jin ( Ha Ri) 

Shin Hyuk merasa sangat kenyang karena makan satu piring penuh lalu berkomentar dengan senang hati menerima traktiran dari Hye Jin kembali. Hye Jin mencoba tersenyum lalu memberitahu akan naik bus dari halte dan bertanya Shin Hyuk akan naik apa. Shin Hyuk memukul perutnya yang kekenyangan jadi akan jalan kaki pulang ke rumah.
Hye Jin pun pamit pada Shin Hyuk sebagai seniornya, Shin Hyuk pun mengucapkan salam perpisahan dan mengucapkan terimakasih atas traktiranya, lalu berjalan meninggalkan Hye Jin. Terlihat Shin Hyuk yang mengaruk celananya sambil menguap.
“Benar. Dia pasti lebih melarat daripada aku. Dengan pinjaman biaya kuliah dan gaji dari perusahaan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan aku anggap sudah membantu orang yang sedang mengalami kesulitan.” komentar Hye Jin melihat Shin Hyuk seperti gembel yang memintanya traktir.
Setelah itu baru membaca pesan dari Ha Ri da mencoba menelpnya, Ha Ri terlihat tertidur setelah minum banyak. Bartender yang ada disana menerima telp memberitahu Ha Ri sudah mabuk berat. Hye Jin pun bertanya keberadan temanya dan akan segera datang. 

Seorang pria yang sedari tadi memperhatikan keseksian tubuh Ha Ri, memberanikan diri mendekatinya. Ha Ri terlihat mulai sedikit sadar, mengangkat kepalanya. Pria itu menegur Ha Ri yang minum sendirian bisa membuatnya mabuk, Ha Ri pikir minum memang untuk mabuk bukan untuk kenyang. Pria itu pun membenarkan hal itu.
“Kau lihat berita hari ini? Ada berita mengenai pemanasan global. Ternyata kau penyebab pemanasan globalnya. Maksudku, kau itu... sangat panas.” ucap si pria mengoda sambil menyentuh lengan Ha Ri, sementar Ha Ri merasa rayunya itu itu sudah basi dan tak lucu
“Kau Sudah punya pacar? Tapi Kelihatannya sudah punya. Kau mungkin punya 1, 2 atau bahkan  lebih. Apa mau keluar denganku?” ucap si pria meremehkan
“Bisa pergi tidak? Aku sangat terganggu kau itu seperti pengemis.” umpat Ha Ri mengusir
Pria itu tetap mengajak Ha Ri untuk pergi ke tempat yang bagus, Ha Ri mengusir pria yang terus mengodanya. Pria itu merasa kalau Ha Ri sengaja datang ke tempat itu untuk bersenang-senang, Ha Ri mengusir pria itu dengan mengejek apakah istrinya sudah tahu dengan tingkah laku suaminya karena melihat cincin yang melingkar dijarinya, mengumpat si pria seperti pengemis yang brengsek.  

Ha Ri ingin pergi dari dari bar, tapi pria itu sangat marah karena umpatan Ha Ri menariknya. Sung Joon datang langsung melepaskan tangan pria yang menyentuh tangan Ha Ri, tanpa pikir panjang Ha Ri langsung memukul kepala si pria itu dengan buah nanas diatas meja.
Sung Joon mencoba menahanya, pelayan lain juga melihat keadaan si pria yang mengaduh kesakitan. Ha Ri berteriak negara itu akan rusak dengan orang-orang seperti pria itu. Keduanya mulai adu mulut dan pria itu memegang botol untuk membalas, Sung Joon dan Seorang pelaya mencoba merelai perkelahian. 

Pria itu melihat lukanya didalam toilet, Sung Joo datang menaruh jam pasirnya lebih dulu diatas wastafel sambil melihat wajahnya di cermin. Pria itu bertanya siapa pria yang  ada disampinganya. Sung Joon pikir tak perlu tahu siapa dirinya tapi hanya mengingikan agar pria itu meminta maaf dan memberikanya dalam waktu 3 menit.
 “Memangnya kau siapa? Memangnya aku microwave? Menuntutnya bahkan tidak cukup, minta maaf padanya?” ungkap si pria tak terima. 

Eun Young menjerit kesal dengan Sung Joon yang sangat pilih-pilih jadi pertemuan mereka seperti tak penting. Sun Min pikir tak seperti itu, ada beberapa yang lolos, Eun Yong dan Yi Kyung binggung dari mana Sun Mi mengetahui hal itu.
“Kalian bisa tahu. Selama pertemuan, coba perhatikan tangannya.” ucap Sun Mi yang mengingat saat Sung Joon mulai mengulung kemejanya.
Sementara Sung Joon melihat jam pasirnya hampir habis dan menyuruh pria itu minta maaf. Tapi pria itu malah mengejek ada anjing yang mengonggong didekatnya. Sung Joon mulai menarik lengan bajunya karena tak suka membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tak berguna.
“Saat dia berfikir atau mau memutuskan sesuatu, dia menggulung lengan bajunya. Sudah pasti itu kebiasaannya.” cerita Sun Min
Hye Jin yang menaiki taksi pun akhirnya sampai ditempat Ha Ri yang mabuk berat. 

Sung Joon melihat keadaan Hye Jin (Ha Ri) dan mengajaknya pergi, Ha Ri tiba-tiba menjerit sakit dan terlihat ada luka bekas memegang nanas. Sung Joon pun mengajak Hye Jin (Ha Ri) untuk keluar lebih dulu dari tempat itu.
Hye Jin menuruni tangga kaget melihat pria yang ada didepanya, lalu sang pria terlihat tak menyadari bahwa hidungnya sudah berdarah. Lalu Hye Jin menanyakan pada pelayan, wanita yang mabuk sendirian.
Pegawai itu mengingat namanya “suami” lalu Hye Jin membenarkan bahwa itu adalah temanya. Pegawai itu malah binggung karena mereka  tak berpapasan, karena ada pria yang datang dan membawa wanita itu pergi. Hye Jin binggung siapa pria yang membawanya dan berpikir pria yang diciumnya saat di depan rumah. 

Dirumah sakit, Ha Ri menuliskan nama aslinya. Sung Joon yang mengantar menyindir temanya itu sudah berganti nama selama mereka berpisah dan memberitahu salah menuliskan namanya. Ha Ri berpura-pura masih marah dan tak bisa berpikir, Sung Joon pun menuliskan nama untuk Hye Jin.
Suster itu berpikir Sung Joon juga harus menuliskan biodatanya, karena ada goresan dikeningnya. Ha Ri mengingat sebelumnya, Sung Joon terkena lemparan botol dari si pria pengemis. Sung Joon merasa lukanya tak parah, tapi Ha Ri terlihat khawatir ingin menyentuhnya, Sung Joon menahan tangan Ha Ri mengatakan ia baik-baik saja dengan memanggilnya Kim Hye Jin.
Keduanya keluar dari apotik, Sung Joon memberitahu karena habis disuntik tetanus jadi jangan lupa dan minum obatnya. Ha Ri sudah dibalut tanganya dengan perban menanyakan alasan Sung Joon yang tak bertanya karena melupakan janji mereka lalu minum sendirian.
Sung Joon seperti sudah tahu terjadi sesuatu yang buruk, jadi tak mau membicarakanya. Ha Ri terdiam melihat kebaikan Sung Joon, lalu ingin memberitahu tentang tujuanya mengajaknya bertemu. Sung Joon menarik Ha Ri untuk mengikutinya. 

Di restoran
Ha Ri mengeluh dengan sup yang disajikan sangat mengandung kalori yang banyak, Sung Joon pikir temanya itu harus makan dan sup haejangguk bisa meredakan mabuknnya. Ha Ri pun akan memakan satu sendok saja. Sung Joon merasakan kuah sup berkomentar rasanya tak begitu enak, Ha Ri terlihat sangat laha memakan sup dengan nasi.
 “Seperti yang kau tahu, dulu saat kecil aku sedikit gemuk.” ucap Sung Joon
“Apa maksudmu sedikit gemuk? Kau benar-benar seperti babi... Ahh...Tidak, kau hanya sedikit kelebihan berat badan” kata Ha Ri tersadar sudah mengejek berlebihan. Sung Joon malah tersenyum mendengarnya
“Ibuku bilang wajahku kecil dan selalu menyuruhku makan ini. Saat itu, makanan ini yang paling aku benci. Setelah Ibu meninggal, aku sering memikirkannya. Dimanapun aku makan, rasanya tidak seperti masakan Ibu-ku.” cerita Sung Joon.
Ha Ri terdiam, Sung Joon tahu rasanya enak tapi melihat sup itu jadi memikirkan tentang ibunya yang masak berjam-jam dan membuatnya sangat menyesal karena ibunya sudah meninggal. Menurutnya karena mereka bisa bertemu, jadi bisa menceritakan banyak hal kaena sudah lama sekali tak bertemu orang yang bisa diajak bercerita mengenai dirinya. Ha Ri seperti terpana dengan cerita Sung Joon.
“Oh iya. Hari ini kenapa kau ingin bertemu? Ada yang ingin kau katakan padaku?” tanya Sung Joon, Ha Ri terdiam. 

Pegawai pria di hotel melihat kertas yang terjatuh dilantai dan mengenal itu tulisan milik Manager Min, Pegawai Wanita pun ikut melihatnya dan mengetahui Ha Ri yang menulis sebelum pulang, terlihat permainan seperti ulang tangga, dengan pilihan pertama "Dipindah ke Pulau Jeju" yang kedua “Tunanganku tidak suka aku bertemu pria lain" lalu ketiga "Dipecat, jadi aku pergi ke luar negeri lagi" dan ke empat ”Seluruh keluarga pindah ke luar negeri"  Pegawai pria itu pun bertanya-tanya alasan apa yang dilakukan Ha Ri sampai membuat itu. 

Sung Joon mengetuk meja menyadarkan Hye Jin (Ha Ri) yang tertunduk, bertanya apa yang ingin dibicarakanya sampai terlihat gugup, Ha Ri menatapnya. Sung Joon berpikir itu sesuatu yang sulit diceritakan
“Ti ... tidak. Terakhir kali saat bertemu di hotel, belum puas rasanya kita hanya bertemu sebentar. Aku ingin mengajakmu makan.” kata Ha Ri
“Apa maksudmu? Kau... ternyata hambar juga.” ejek Sung Joon, Ha Ri pun mengodanya untuk menambahkan garam apabila hambar, Sung Joon tersenyum lalu menyuruh Hye Jin makan karena nanti supnya dingin.
“Benar. Dia terluka karena aku, Aku tak bisa mengatakan hari ini karena waktunya tak pas, jadi lain waktu akan mengatakan” gumam Ha Ri melihat Sung Joon yang makan dengan lahap. 

“Ada yang bilang kau hanya melihat dunia sebatas yang kau tahu,dan mungkin sama halnya untuk manusia.” gumam Hye Jin yang berjalan-jalan mondar-mandir didepan rumah menunggu Ha Ri.
Ha Ri pulang berjalan kaki menuju rumah, Hye Jin langsung berlari menghampirinya menanyakan apa yang terjadi saat mengirimkan pesan padanya, lalu panik melihat tangan Ha Ri yang terluka. Ha Ri mengatakan hanya lecet karena terjatuh.
Diatas tempat tidur terdapat bungkus obat yang bertuliskan Kim Hye Jin, Ha Ri melihat nama yang tertulis bukan namanya lalu ponselnya bergetar. Pesan dari Sung Joon masuk “Apa kau Selamat sampai rumah? Hingga benar-benar sembuh,hati-hatilah dengan tanganmu Tidur nyenyak. Sampai jumpa.”
“Meski orang yang tak melihatmu saat kau tak mengenal mereka...” Kau mulai memperhatikan mereka saat kau mengenal mereka. Seperti halnya Ha Ri, hari itu.”

Sung Joon kembali tak mendengar suara kalau pesanan kopinya sudah siap, pelayan kembali membawa Americano Ristretto. Sung Joon terdiam, sampai pelayan itu memanggilnya keduanya kali baru mengucapkan terimakasih. Tanganya kembali mengambil vas bunga, si pelayan langsung mengambil vas dari tangan Sung Joon dan membawanya pergi.
Akhirnya Sung Joon akan pergi tapi ternyata seseorang baru saja mengirimkan email untuknya, akhirnya ia duduk lagi untuk mengeceknya tapi tak sengaja menemukan sebuah buku yang tak sengaja didudukinya.
Hye Jin berjalan ke kantor sambil menelp mengatakan tak punya waktu untuk makan bersama dengan adiknya dan memperingatkan agar tak menemui Ha Ri karena selalu saja melakukan sesuatu semaumu sendiri, tapi akhirnya menyerah untuk bertemu dengan adiknya.
Sung Joon melihat buku yang didudukinya, Hye Rin berteriak buku itu miliknya. Sung Joon menatap wajah Hye Rin yang sangat mirip dengan Hye Jin waktu kecil. Hye Jin baru masuk cafe menjerit kaget melihat adiknya bertemu dengan Sung Joon. Tapi Sung Joon mengumbar senyumanya melihat Hye Rin.
bersambung ke episode 4 

4 komentar:

  1. Aku penasaran hye jin nanti sama song Joon atau sin hyun?

    BalasHapus
  2. Makasih ya..tetap semangat ϑαη sehat selalu..

    BalasHapus
  3. Ternyata hye jin punya adik ya, trus selama ini tinggal sama siapa? :-D
    Fighting mbk dee,

    BalasHapus