Kamis, 17 September 2015

Sinopsis Yong Pal Episode 13 Part 2

Di depan rumah, Tae Hyun langsung di perkenalan seorang penjaga keamanan yang akan mengurusnya, ia pun hanya bisa tertawa  karena merasa tidak perlu penjaga. Sek Min meminta untuk meninggalkan mereka sebentar. Tae Hyun mengejek bahwa jarak mereka itu hanya beberapa langkah saja dari penjaga.
“Apa kau sudah terbiasa dengan panggilan “Tuan”? Sebelum kau melangkah masuk kesana... Aku ingin berbicara dengan Dr. Kim Tae Hyun untuk terakhir kalinya. Apa kau mengizinkan aku?” ucap Sek Min, Tae Hyun pun mengangguk.
“Selamat! Kau telah menjadi salah satu orang yang berkuasa. Tapi tidak peduli siapa yang berkuasa, dia pasti akan lemah pada seseorang, setidaknya pada Presdir. Kemudian kau bisa menggunakan kekuasaanmu pada kita semua.” ucap Sek Min
“Jangan khawatir. Aku tidak ingin menggunakan kekuasaanku pada siapapun.” kata Tae Hyun
Sek Min langsung meminta maaf karena prilakunya yang kasar, Tae Hyun terlihat makin kesal karena mengetahui Sek Min itu minta maaf dan tak sungguh-sungguh. Sek Min hanya tersenyum lalu mengajak Tae Hyun untuk masuk ke dalam rumah. 

Tae Hyun merasa di dalam Rumah sangat tenang. Sek Min memberitahu bahwa memang untuk saat itu tenang tapi untuk berjaga-jaga agar Tae Hyun merasa tak nyaman makan mereka akan memulangkan semua pegawai, lalu pamit pergi.
“Selamat datang.... Presdir sedang menunggu di dapur.” ucap Kepala Pelayan yang terlihat sinis. Tae Hyun pun sempat bergidik lalu mengikuti arah kepala Pelayan. 

Di depan pintu dapur, Tae Hyun tersenyum melihat Yeo Jin sambil membaca Tab menyuruh koki agar memasukan ikan ke dalam air mendidih  setelah itu menambahkan pasta kacang kedelai, Koki melihat Tae Hyun yang sudah berdiri melihat Yeo Jin yang masak tapi Tae Hyun meminta supaya Koki tak bicara.
Koki itu pelan-pelan meninggalkan dapur dan Yeo Jin sibuk melihat resep dari tabnya, merasa semua itu mudah dan baru sadar kalau kokinya tak ada lagi didapur.
Tae Hyun sudah berdiri dibelakang Yeo Jin lalu memeluknya dengan erat dan keduanya tersenyum bahagai. Ia memberitahu bahwa memasak sup itu tidak akan sesederhana yang dipikirkanya. Yeo Jin rasa tae Hyun sudah bisa melihat seberapa hebatnya ia sekarang. Tae Hyun pun mengakuinya.
Yeo Jin membalikan badanya lalu memeluk Tae Hyun sambil mengucapkan selamat datang, Tae Hyun mencium kening Yeo Jin seperti ingin membuat pacarnya itu tak khawatir, keduanya berpelukan didapur dengan sangat erat. 

Chae Young memilih untuk minum dibar, ketika akan pergi tak sengaja menumpahkan minumannya pada seorang pria yang berjalan. Pria itu pun memanggilnya Ahjumma dengan nada marah, Chae Young tak terima dipanggil Ahjumma.
“Ya, wanita tua. Wanita tua, jika kau membuat kesalahan...” teriak Si pria, Chae Young ingin membalas tapi ditahan oleh bartender
“Pak, tolong tenang. Kami akan membayar untuk pencucian pakaianmu.” ucap Bartender
“Hei, apa kau tahu siapa aku?” teriak Chae Young tak terima
Pria itu bertanya siapa Chae Young itu, Chae Young diam dan baru menyadari statusnya sekarang bukan lagi sebagai istri Do Joon, si pewaris HanShin Grup dan dirinya itu bukan apa-apa lagi sekarang. 

Yeo Jin duduk diatas meja mengatakan bahwa ia bisa melakukanya sendiri, tapi Tae Hyun tetap sibuk memasak didapur, Koki dan salah satu pelayan tersenyum melihat Tae Hyun yang sangat lihat memotong bahan-bahan dan mengiris daun bawah, terlihat Kepala pelayan juga melirik sindir.
“Aku ingin kau merasakan kedelai rebus ibuku, jadi Tunggu saja.” ucap Tae Hyun
“Aku ingin membuatnya untukmu.” kata Yeo Jin
“Ketika kau selesai terapi fisikmu, maka kau bisa membuatkannya untukku, oke?” balas Tae Hyun lalu mencari-cari sesuatu
Yeo Jin menanyakan apa yang dibutuhkannya sekarang,  Tae Hyun memberitahu bahwa membutuhkan Sentuhan Ibunya. Yeo Jin binggung dari mana sentuhan ibu Tae Hyun itu. Tae Hyun tersenyum memberitahu bahwa ia butuh MSG dan tak ada di dapur.
“Haruskah aku mendapatkannya untukmu?” ucap Yeo Jin
“Tidak Perlu,  Siapa yang akan kau panggil untuk tugas ini pada jam segini?” kata Tae Hyun lalu kembali sibuk memasak, Yeo Jin tersenyum melihat Tae Hyun. 

Di ruang interogasi
“Dalam pekerjaan teknik sipil, kita bisa melakukan ledakan. Tetapi ketika kau meledakkan sesuatu dengan dinamit, tanah kadang-kadang akan benar-benar terguncang. Maka semua tikus akan bersembunyi ke dalam lubang mereka sendiri.” kata Presdir Go berbicara omong kosong dengan tertawa licik, Detektif Lee yang mendengarnya memilih untuk makan permen.
“Tapi tak lama...ketika mereka menyadari bahwa langit tidak terbalik... lalu semua tikus akhirnya akan merangkak keluar. Apa kau tahu kenapa? Mereka ingat... di mana mereka harus pergi untuk mendapatkan makanan.” kata Presdir Go menunjuk kepalanya sendiri.
Detektif Lee masih saja diam, Predir Go menyandar tubuhnya sambil bercerita bahwa sudah menjalani bisnis konstruksi selama 40 tahun dan melalui setiap kesulitan, menurutnya ketika orang meninggal dari keruntuhan bangunan yang dibangun atau jembatan yang di bangun hampir runtuh, tapi ia masih tetap ada dunia dan baik-biak saja. Detektif Kim masuk memberitahu bahwa pengacara untuk Presdir Go sudah datang. Presdir Go sengaja mengejek bhawa pengacaranya datang lebih cepat dari yang diduga. 


Sup kacang kedelai sudah selesai, Tae Hyun sengaja mengunakan mangkuk besar untuk mengambil nasi dan menaruh sup diatasnya. Yaeo Jin heran kenapa mereka tak duduk diatas meja makan saja. Tae Hyun pikir lebih lezat duduk didapur, Yeo Jin seperti belum terbiasa makan tanpa lauk lainnya.
“Memanggil seseorang untuk menemukan lauk dan mengatur meja pada jam segini? Tidak ada yang menyukainya. Mereka akan menggunjing dibelakang kita.” komentar Tae Hyun
“Sekarang aku melihat kau punya sopan santun. Aku mempelajarinya selama kelas etika ketika masih kecil.” kata Yeo Jin memuji dengan nada mengejek. Tae Hyun membalas Yeo Jin  sudah mempelajari banyak hal tapi menurutnya hal seperti itu sudah sangat jelas
“Beberapa orang tidak memperhatikannya bahkan setelah mereka belajar.” ucap Yeo Jin


Tae Hyun menyuapi Yeo Jin nasi dengan sup kacang kedelai buatanya, Yeo Jin menyuruh Tae Hyun untuk mencobanya lebih dulu tapi Tae Hyun bersikukuh agar Yeo Jin mencicipinya lebih dulu. Yeo Jin mencobanya dan langsung mengungkapkan rasanya supnya enak. 
Setelah selesai makan, Tae Hyun langsung mencuci mangkuk bekas mereka makan. Yeo Jin menyuruh Yeo Jin untuk membiarkan saja, Tae Hyun merasa apabila pelayan melihat ada piring kotor menumpuk dipagi hari maka pelayan tak akan menyukainya. Koki dan pelayan yang melihat seperti terkesima dengan tingkah laku Tae Hyun yang sangat rendah hati dan juga tampan.
“Ngomong-ngomong, kapan kita akan melakukan upacara pernikahan?” tanya Yeo Jin
“Upacara pernikahan? Kita sudah mendaftarkan pernikahan kita. Dan kau tahu berapa banyak biaya untuk melakukan pernikahan?” kata Tae Hyun yang mengingat ucapan seperti itu dari seseorang.
“Lalu, aku tidak bisa mengenakan gaun pengantin?” keluh Yeo Jin, Tae Hyun membenarkan
Yeo Jin cemberut karena para pria itu tak tahu keinginan seorang wanita. Tae Hyun memegang tangan Yeo Jin, sambil menyuruh melakukan apapun yang dinginkan dan ia akan menurutinya dengan panggilan “sayang” diakhir kalimat. Ye Jin langsung tersenyum lalu tersadar Tae Hyun memanggilnya dengan panggilan “sayang”

Tae Hyun pun kembali memanggil Yeo Jin dengan panggilan “sayangku” dengan nada mengoda. Yeo Jin merasa dirinya merinding saat Tae Hyun memanggil seperti itu, lalu mengelus wajah Tae Hyun yang terlihat lelah karena Memasak bahkan mencuci piring, jadi mengajaknya untuk istirahat.
“Kau pasti juga lelah. Ngomong-ngomong, dimana kamar kita?” ucap Tae Hyun.
“Kamar Kita??? Apa yang sedang kau pikirkan?” balas Yeo Jin
Tae Hyun balik bertanya apa yang sedang dalam pikiran Yeo Jin dengan nada mengoda, Yeo Jin dengan melipat tanganya mereka tidak melakukan pesta pernikahan, jadi.... Tae Hyun memotong sudah mengerti karena Yeo Jin belum sehat dan mengingatkan bahwa ia bisa menunggu sampai Yeo Jin terbebas dari masa lalu yang menyakitkan.Yeo Jin sempat tertawa lalu mengucapkan Terima kasih, lalu mengatakan alasanya bukan karena itu dengan menceritakan bahwa  Masa lalunya yang menyakitkan telah menghilang.

Tae Hyun mengajak Yeo Jin pergi sekarang dengan mengendongnya keluar dari dapur. Di ruang tengah, sudah menunggu pelayan dan kepala pelayan, Tae Hyun menurunkan dan membantunya duduk diatas kursi.
Yeo Ji mengucapkan selamat malam dan meminta kepala pelayan memberitahu kamar untuk Tae Hyun tidur. Kepala pelayan berjalan keluar untuk mengantar Tae Hyun tapi kakinya menubruk dinding dan berusaha tetap berjalan seperti biasa tanpa mengeluh sakit.
Tae Hyun melihat mencoba mengoyang-goyangkan tanganya disamping kepala tapi terlihat kepala Pelayan tak mengubrisnya. Kepala Pelayan meminta Tae Hyun untuk naik mobil yang biasanya digunakan untuk golf. Tae Hyun bertanya kemana mereka akan pergi.
“Tempat tinggalmu berada di Gedung Timur. Para tamu selalu tinggal di Gedung Timur.” ucap Kepala Pelayan, Tae Hyun hanya mengangguk mengerti dirinya dianggap sebagai tamu. 

Di ruang interogasi
Pengacara Kim memberitahu bahwa Keluarga Presdir Go tampaknya sangat khawatir, Terutama anaknya lalu memberikan selembar kertas. Presdir Go kaget membaca pesan dari anaknya, lalu bertanya apa yang harus dilakukanya sekarang. Pengacara Kim merasa Presdir Go harus membuat penilaiannya sendiri.Detektif Lee masuk memberitahu bahwa waktunya sudah habis, Predir Go pun menyembunyikan kertasnya.  
“Semua orang akan memberitahumu bahwa kau sudah bekerja keras untuk sampai ke titik ini. Jadi serahkan saja aku ke Kantor Kejaksaan.” ucap Presdir Go
“Begitu surat perintah dikeluarkan, aku akan meninjau legalitas penangkapan.” Kata pengacara Kim keluar ruangan.
“Silakan lakukan dan Tolong masukkan kata-kata bagus untuk bos. Jadi Mereka tidak perlu khawatir.” ucap Presdir Go
Setelah itu Presdir Go  meminta sup daging sapi, karena harus makan dulu sebelum pergi. Kepala Tim melihat Presdir Go itu seperti ular, Detektif Kim menanyakan apa yang harus mereka lakukan karena ia sudah diperintah untuk menyerahkannya sekarang. Kepala Tim pun menyuruh Detektif Kim untuk memberikan semangkuk sup sapi dan menyerahkan pada pihak kejaksaan. 

Kepala Pelayan membawa Tae Hyun ke kamar yang cukup luas dan akan memberi sarapan apabila memberitahunya 30 menit lebih awal. Sebelum pergi, Tae Hyun menyuruh Kepala perawat untuk  duduk dan melihat ada bekas luka memar dibagian dengkul dan pahanya.
“Tutup satu mata dengan tanganmu dan lihat hidungku.” pinta Tae Hyun, Kepala Pelayan sempat binggung, Tae Hyun dengan sopan menaruh tangan Kepala Pelayan untuk menutup mata kanannya.
Ia mengerakan tangannya dengan meminta Kepala Pelayan memberitahu berapa jari yang ditunjukan padanya. Kepala Pelayan hanya diam lalu bertanya apa sebenarnya yang dilakukan Tae Hyun padanya.
“Ini adalah kelainan di kelenjar hipofisis. Ketika ada tumor di kelenjar hipofisism, maka itu menekan pada saraf dan menyebabkan penglihatan menyempit. Itu sebabnya kau tidak bisa melihat dalam penglihatan periferalmu dengan baik dan kau memiliki begitu banyak memar pada kakimu.” jelas Tae Hyun
Penjaga yang dibelakang ikut mencoba menutup satu matanya, Tae Hyun meminta Kepala Pelayan tak usah khawatir dan menyuruhnya untuk datang kerumah sakit. Lau apabila memang dugaannya itu benar maka harus dilakukan operasi karena kalau tidak maka Penglihatannya akan  makin menyempit. Kepala Pelayan terlihat gugup dengan kebaikan Tae Hyun, mengangguk mengerti. 

Di ruang interogasi, Presdir Go menyantap sup daging sapi sementara Detektif Kim dan Kepala Tim memilih makan jajangmyun di ruang kontrol. Detektif Lee yang terlihat kesal merasa tak nafsu makan dengan keadaan seperti ini.
Presdir Go baru saja menghabiskan setengah mangkuk sup sapinya, melihat kembali kertas yang diberikan pengacara Kim lalu tertawa. Setelah itu sengaja menuangkan kuah sup diatas nampanya. Dengan tangan gemetar dan mata merah ia melempar mangkuk di dinding.
Detektif Kim yang melihatnya dari CCTV, berpikir membiarkan saja setelah makan akan membereskanya. Tapi Kepala tim melihat Presdir Go mengambil pecahan mangkuk dan langsung menyayat lehernya sendiri.
Keduanya berteriak dan langsung berlari masuk ke dalam ruangan interogasi. Detektif Lee yang baru datang kaget melihat keduanya yang masuk ke dalam ruang interogasi. Presdir Go sudah berlumuran darah dan kertas diatas meja bertuliskan [Ayah, tolong selamatkan aku.] Detektif Lee terlihat kesal karena tak bisa menghalanginya, Predir Go terlihat sudah muntah darah dengan memegang kertas dari anaknya.

Yeo Jin memasangkan anting-anting ditelinga sambil berbicara pada pelayan karena ingin tahu apakah Tae Hyun nyaman di kamarnya. Pelayan merasa Yeo Jin tak perlu khawatir karena mereka bisa mendengar dengkuran Tae Hyun melalui lorong. Yeo Jin sempat tersenyum tapi berpikir bantal yang digunakan Tae Hyun tak nyaman jadi membuatnya mendengkur.
Tae Hyun sudah bangun akan keluar kamar, Kepala pelayan memintanya untuk sarapan. Tae Hyun menolak karena tak ingin sarapan dan berpesan agar kepala Pelayan untuk bertemunya dirumah sakit.
“Tapi Mereka akan kecewa.” ucap Kepala Pelayan yang menahan Tae Hyu untuk pergi. Tae Hyun binggung siapa mereka, Kepala Pelayan memberitahu itu adalah Staf dapur.

Tae Hyun masuk  ke dalam ruang makan, langsung melonggo melihat berbagai jenis masakan ada diatas meja untuk sarapan. Ia pun duduk dan koki dengan senang hati meminta untuk mencoba masakanya. Tae Hyun menolak dengan senyuman karena sudah benar-benar kenyang dan sudah terlambat.
Yeo Jin datang bertanya apakah tidurnya nyenyak, Tae Hyun mengangguk dan bertanya balik, tapi ia menyuruhnya untuk tidur lagi saja. Yeo Jin beralasan seorang istri harus melihat suaminya berangkat kerja.
Tae Hyun sempat terkejut lalu tersenyum karena Yeo Jin mengakuinya sebagai suaminya. Yeo Jin binggung melihat semua masakan yang ada diatas meja, Tae Hyun tersenyum lalu melihat jam karena harus segera pergi dan memeluk Yeo Jin terlebih dulu sebelum meninggalkan rumah.
“Apa sekarang ini sarapan disiapkan sebanyak ini?” tanya Yeo Jin binggung, Koki dan pelayan tersenyum, sepertinya mereka sengaja membuatkan masakan hanya untuk Tae Hyun yang tampan dan baik hati. 

Tae Hyun memejamkan matanya saat ada diperjalanan, Penjaganya merasa Tae Hyun seharusnya duduk dibelakang, Tae Hyun  merasa lebih nyaman duduk di depan. Penjaga mengerti dan akan menyiapkan mobil yang lebih besar besok.
“Aku tidak mengatakan apa-apa!!, Jadi Tidak usah.” keluh Tae Hyun yang merasa hidupnya langsung berubah. Penjaga sedikit tersenyum tapi kembali membuat wajahya terlihat dingin seperti perjaga lainya. 

Yeo Jin didorong dengan kursi roda oleh Sek Min sampai ke rumah tempat biasa Do Joon berkerja, beberapa petinggi langsung memberikan hormat, didepan pintu ia meminta Sek Min berhenti lalu berjalan ke tempat duduknya. Dengan santai Yeo Jin merasa kursinya itu harusnya lebih dekat dengan pintu karena kakinya masih gemetar berjalan sejauh itu dan mengusulkan mereka harus bertemu di ruangan kecil.
Semua yang ada di ruangan tertawa dengan lelucon yang dibuat Yeo Jin, Wakil Presdir pun mengungkapnya sangat senang melihatnya dalam kondisi yang baik. Yeo Jin mengaku keadannya tak begitu baik Setelah berbaring di tempat tidur selama tiga tahun, semua otot-ototnya berhenti berkembang bahkan tidak bisa berjalan dengan baik dan sulit untuk hidup dengan lengannya, sambi mengambil minum diatas meja.
“Kau akan lebih baik segera. Jangan terburu-buru. Luangkan waktumu dengan terapi fisik. Jika kau menyerahkan pekerjaan pada kami...” ucap Wakil Presdir
“Aku berada di tempat tidur selama tiga tahun sementara tubuhku memburuk tapi tidak ada yang membangunkanku. Bahkan ketika aku ingin bunuh diri...Aku tidak punya kekuatan di lenganku, jadi aku tidak bisa memotong tenggorokanku.” cerita Yeo Jin yang menyindir dengan tertawa, Semua yang ada diruangan hanya bisa tertunduk diam.

“Aku melihat rencana restrukturisasi Han Do Joon tadi malam, Beberapa bagian masuk akal. Dan setelah melihat semuanya, Aku bisa menebak mengapa kalian di sini.” jelas Yeo Jin,
“Presdir... Aku dapat berbicara berdasar giliran, tapi aku ingin mengatakan sesuatu. Para Presiden yang berkumpul di sini hari ini adalah orang-orang yang mendukungmu. Ikatan antara Presdir Han dan Presiden Go masih kuat Dan kau belum melakukan rapat umum resmi. Tapi jika kau menekan kami seperti ini, aku percaya itu tidak akan membantumu melawan kekuatan dari Presdir Han dan Presiden Go nantinya.” jelas Wakil Presdir
Yeo Jin melirik sinis membenarkan hal itu, Wakil presdir tersenyum lalu meminta untuk menutupi masa lalu diam-diam dan  membahas masa depan dengan mereka. Semua petinggi tertawa sebagai tanda setuju
Salah satu Petinggi menerima pesan dari ponselnya [Presiden Go meninggal di kantor polisi tadi malam.] semua akhirnya bersamaan menerima pesan yang sama tak percaya bahwa Presdir Go meninggal. Wakil Presdir dibisikan bahwa Presdir Go sudah meninggal. 
“Apa yang sedang terjadi? Apa seseorang mati tadi malam atau sesuatu?” kata Yeo Jin seperti pura-pura tak mengerti.
Lalu ia bertanya apakah harus melanjutkan rapatnya, Wakil presdir mempersilahkan dengan nada gugup. Yeo Jin pun bertanya-tanya bagaimana mereka harus merencanakan untuk masa depan yang cerah, dari saku bajunya memperlihatkan USB bentuk kunci lalu memasangkan di laptop, Wakil Presdir terlihat panik melihat USB ditangan Yeo Jin.
“Ya. Ayahku memberikannya padaku, Haruskah kita melihat, siapa yang akan menjadi Presiden Go selanjutnya?” kata Yeo Jin menatap laptopnya.
Semua petinggi hanya bisa tertunduk dan merasa tak berdaya, Sek Min mengeluarkan kursi roda dari ruangan dan menutup kembali pintu. Mata Yeo Jin seperti elang yang sudah siap menang untuk melawan Do Joon dan semua orang yang jahat padanya.



5 komentar:

  1. Semangat mbak dyah keep writing terimakasih untuk sinopsisnya

    BalasHapus
  2. Kesungguhan cinta blm terlihat, bgtupn perlawanan doo jon,,, kita tunggu aja

    BalasHapus
  3. Seru seru seru...
    Yeo Jin sama Tae Hyun romantis lucu wkwkwk
    Ditunggu sinopsisnya selanjutnya. Semangat!

    BalasHapus