PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 17 Januari 2020

Sinopsis Love With The Flaws Episode 30

PS : All images credit and content copyright : MBC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Seo Yeon hanya bisa melonggo melihat pakaian dalam yang dibelikan temanya. Mi Kyung dengan  bangga kalau pasti sangat seksi.  Seo Yeon pikir Ini tidak berfungsi sebagai pakaian dalam dan lebih baik tetap telanjang? Mi Kyung merasa temanya memang sangat norak.
“Kau bisa melihat, tapi tidak bisa. Kau ingin menunjukkan, tapi tidak juga. Apa Paham?” ucap Mi Kyung
“ Lupakan saja.. Aku tidak mau berusaha sekeras itu.” Ucap Seo Yeon mengembalikan pada temanya dan mengajak pulang.
“Menurutmu kenapa Kang Woo tidak menelepon sejak hari itu?” kata Mi Kyung. Seo Yeon akhirnya balik dan mengambil tas berisi pakaian dalam.  Mi Kyung hanya bisa mengejek sikap Seo Yeon. 

Mi Kyung masuk kamar Seo Yeon lalu membahas kalau  Jang Mi agak aneh dan bertanya-tanya Bagaimana dia tahu tempat tinggal Kang Woo. Ia melihat foto-foto yang diambil Jang Mi merasa penasaran  Bagaimana dia tahu Seo Yeon di sini.
“Yang paling kukhawatirkan adalah dia berpura-pura menjadi dirimu. Dia menirumu.” Ucap Mi Kyung. Seo Yeon kaget kalau Jang Mi menirunya.
“Apa Kau benar-benar buta? Kukira kau diam saja karena sibuk dengan Kang Woo. Apa Kau tidak tahu?” ucap Mi Kyung heran.
“Kenapa dia melakukan itu?” tanya Seo Yeon. Mi Kyung juga ingin tahu dan berpikir sesuatu.
“Mungkin dia mata-mata yang dikirim negara ini untuk menggantikanmu dalam keadaan darurat. Mereka berusaha melestarikan DNA yang sangat tampan dari tiga bersaudara Joo.” ucap Mi Kyung.
“Omong kosong apa itu?” keluh Seo Yeon menaruh pakain dalam di lemari dan langsung menutupnya.
“Apa Kau tidak punya mata?” ucap Mi Kyun melotot kaget melihat Jang Mi ada didalam lemari. Seo Yeon pun membuka lemari hanya bisa melonggo karena Jang Mi bersembunyi. 



Mi Kyung membawa tas Jang Mi diruang tengah, seperti akan mengeledahnya. Seo Yeon pikir kalau Mi Kyung itu tak perlu melakukan ini. Mi Kyung menyuruh temanya diam saja karena Joo Hee bilang melihat tumpukan uang di sini.
“Tidak!” kata Jang Mi mencoba agar tak membukanya. Mi Kyung mengeluh dengan sikap Jang Mi dan langsung membuka tasnya.
“Ini hanya sampah.” Ucap Mi Kyung heran melihat hanya berisi barang-barang.
“Ini bukan sampah. Ini milikku... Bukankah ini milikku?” kata Seo Yeon. Jang Mi langsung meminta maaf. Mi Kyung pikir Ini tidak bernilai.
“Aku ingin menjadi seperti Seo Yeon. Kukira aku bisa menjadi seperti dia jika aku mulai meniru semua yang dia lakukan.”akui Jang Mi
“Apa yang dia katakan?” kata Mi Kyung heran. Seo Yeon langsung menghampiri Jang Mi dan megang tanganya.
“Jang Mi... Aku bukan siapa-siapa. Kenapa kau ingin menjadi sepertiku?” ucap Seo Yeon terharu.
“Kau seorang putri, adik perempuan, kakak, ibu, nenek, leluhur, putra, dan suami untukku.” Kata Jang Mi. Mi Kyung melihatnya terlihat bingung.
“Sejak dulu aku gadis tidak berguna. Tapi selagi tinggal di sini, aku sadar diriku bisa membantu seseorang.” Ucap Jang Mi
“Bagaimana kau membantunya?” tanya Mi Kyung. Keduanya sama-sama menjawab kalau itu foto Kang Woo.
“Seo Yeon... Kalau begitu, aku akan pindah dari rumah ini.” Ucap Jang Mi. Seo Yeon kaget Jang Mi akan pindah.  Jang Mi pun langsung pamit pergi.
 “Tunggu, jadi, siapa kamu sebenarnya?”teriak Mi Kyung bingung. 




Seo Yeon pun bertanya apakah Jang Mi sungguh akan pergi seperti ini. Jan Mi menganguk dengan wajah sedih. Mi Kyung memberitau kalau Polisi mencarinya. Jang Mi mengaku Mereka bukan polisi tapi dipekerjakan ibunya.
“Apa Kau yakin akan baik-baik saja?” tanya Seo Yeon khawatir.  Jang Mi meminta Seo Yeon agar Jangan khawatir.
“Aku jauh lebih kuat sekarang.” Ucap Jang Mi. Seo Yeon menyuruh Jang Mi agar menelp dan Datanglah ke rumah juga.
“Tapi jangan terlalu sering.” Komentar Mi Kyung sinis. Jang Mi menatap Seo Yeon dan langsung memeluknya.
“Tidak. Tidak usah. Jangan!” ucap Mi Kyung panik melihat Jang Mi akan memeluknya.
Tapi Jang Mi tak peduli memeluk Mi Kyung juga. Akhirnya Mi Kyung pun membiarkanya. Jang Mi akhirnya pamit pergi. Seo Yeon pun melambaikan tanganya, lalu menyenggol Mi Kyung agar mengikutinya. Jang Mi pun melambaikan tangan dengan wajah sedih.
“Jang Mi... Kukira kau akan pulang.” Ucap Seo Yeon melihat Jang Mi akan masuk ke gedung yang ada didepan rumahnya.
“Rumahku di sini... Aku pemilik gedung ini. Aku terlalu malas membayar sewa bulanan, jadi, aku membelinya.” Ucap Jang Mi dengan senyuman. Keduanya hanya bisa melonggo. 


Mi Kyung mencari infomasi di internet  melihat Penjualan tahunan Perusahaan Baekga, lalu mengatakan akan berteman baik dengannya. Seo Yeon menyindir Mi Kyung menuduhnya menjadi mata-mata, lalu terlihat bahagia karena Kang Woo menelp.
“Halo.. Sekarang? Tentu saja. Sampai jumpa.” Ucap Seo  Yeon.penuh semangat lalu menutup telpnya.
“Dia ingin bertemu denganmu?” tanya Mi Kyung. Seo Yeon menganguk.  Mi Kyung pun memberikan pakaian dalamnya.
“Tidak usah... Aku merasa tidak enak. Orang tua Kang Woo berpikir kami akan putus.” Ucap Seo Yeon menolak.
“Kau dari era mana? Jika akhirnya kalian putus, maka hubungan berakhir. Tapi jika ingin melakukannya, lakukan saja.” Ucap Mi Kyung.
“Tidak. Aku tidak bisa.” Ucap Seo Yeon lalu melangkah pergi dan meninggalkan rumah.
“Hei! Berbeda denganmu, Kang Woo tidak akan bisa mengendalikan diri! Dia sangat bebal.” Teriak Mi Kyung. 


Seo Yeon makan sambil mengaruk-garung punggungnya. Kang Woo yang duduk di depanya terlihat gugup menatap bibir Seo Yeon seperti jantungnya berdebar kencang dan langsung mengumpat kalau sudah gila. Seo Yeon seperti tak sadar masih terus makan.
“Kau sengaja menemuinya di luar. Memalukan! Dasar memalukan!” ucap Kang Woo mencoba menenangkan diri.
“Kenapa? Apa tidak enak?” tanya Seo Yeon bingung. Kang Woo mengaku Tidak bahkarn menyukainya. Seo Yeon mengaku juga suka dan makan dengan lahap. 

Saat itu Won Jae datang dan langsung berkomentar Tatapan Kang Woo sangat mesum. Kang Woo menyapa Won Jae dengan sopan. Seo Yeon mengeluh kakaknya bahkan mengikutnya. Won Jae mengeluh dianggap Mengikutinya karena tidak selancang itu.
“Salah siapa asal masuk ke rumah orang di malam hari?” ucap Seo Yeon kesal. Won Jae kesal mendengarnya.
“Kakak ingin berkencan dengan pacar kakak di sini.” Ucap Won Jae bangga. Seo Yeon tak percaya mendengarnya.
“ Ini kali pertamaku mendengar Kakak berkata "pacar".  Siapa itu?” tanya Seo Yeon.
“ Apa Kau ingin bertemu dengannya?” ucap Won jae. Seo Yeon kaget Kakaknya akan mengenalkannya
“Dia akan segera datang.. Tapi makanan ini tampak mahal.” Komentar Won Jae.  Kang Woo mengaku punya banyak uang.
“Aku ragu kau lebih kaya dari pacarku.” Kata Won Jae. Kang Woo merasa tak setuju.
“Dalam hal kekayaan, aku selalu yang terdepan.” Ucap Kang Woo yakin. 


Saat itu Kang Hee menaiki tangga mengaku baru tiba dan terhenti melihat sosok Kang Woo bertemu dengan Won Jae. Akhirnya ia menuruni tanga menyuruh Keluarlah sekarang. Won Jae bingung, Seo Yeon akhirnya bertanya Ada apa
“Bukan apa-apa. Nikmati makananmu. Pastikan kamu pulang malam ini.” Ucap Won Jae memperingati adiknya.
“Aku belum pernah melihatnya seperti itu. Dia pasti sangat menyukainya.” Kata Seo Yeon heran. 

Kang Hee duduk di mobil melihat Won Jae akhirnya keluar restoran lalu teringat dengan yang dikatakan Kang Woo “Aku menyukainya. Tidak ada yang rumit.” Lalu menyakinkan kalau Tidak ada yang rumit. Won Jae pun masuk mobil bertanya “Apa ada masalah?”
“Won Jae... Aku belum pernah segegabah ini. Maukah kau menikah?” ucap Kang Hee melamar. Won Jae terlihat kaget.
“Pikirkanlah... Tapi jangan terlalu lama. Nanti kita kehabisan waktu.” Kata Kang Hee. Won Jae hanya bisa terdiam


Won Seok menunggu didepan jalan dan melihat Ho Dol datang dengan masker. Ia heran Ho Dol yang bolos les lagi. Ho Dong mengaku kalau terserang flu sambil terbatuk-batuk. Won Seok langsung membuka masker Ho Dol dan ada bekas luka.
“Ayahku sangat sehat, bukan? Saat aku memastikan yang dilihatnya, dia langsung memukulku. Dia sudah lama menjadi petani, jadi, tubuhnya sangat berotot.” Cerita Ho Dol berusaha untuk senang.
“Dia akan hidup selama 50 tahun lagi, jadi, dia pasti akan menerimaku saat itu.” Kata Ho Dol. Won Seok tiba-tiba memegang wajah Ho Dol
“Katakan. Aku ingin melakukan sesuatu untukmu, tapi aku tidak bisa memikirkan apa pun. Jadi, katakan.” Ucap Won Seok merasa sedih
“Tidak, itu tidak perlu... Sudah cukup.” Kata Ho Dol. Won Seok mengaku  ingin melakukan sesuatu untuknya. 


Won Jae membuka pintu kamar adiknya berpikir kalau ada dikamar tapi kamarnya masih gelap. Ia pun menyalakan lampu dan langsung menaruh jaket di lemari gantung, dengan wajah bahagia karena adiknyapasti tidak akan sadar kalau ia mengambilnya.
Ia lalu tiba-tiba terdiam mengingat yang dikatakan Kang Hee “Maukah kau menikah? Pikirkanlah. Tapi jangan terlalu lama.”
“Ada apa? Apa keluarganya tahu dia mengencani orang sepertiku?” keluh Won Jae bingung.
Ia lalu melihat sebuah foto diatas meja adiknya, sambil mengeluh Won Seok yang menaruh diatas meja  agar semua orang melihat. Ia merasa seharusnya menyobek saja ini lalu keluar kamar sambil menelungkupkan fotonya. 


Kang Woo mengantar Seo Yeon pulang, dan memberitahu sudah sampai. Seo Yeon pikir ini rumahnya bukan rumah Kang Woo. Kang Woo bingung bertanya Ada apa. Seo Yeon bingung mengaku Bukan apa-apa dan menyuruh Kang Woo pergi saja.
“Sampai jumpa. Mimpi indah.” Kata Kang Woo. Seo Yeon gugup mengatakan Kang Woo juga. Akhirnya Kang Woo pun pergi.
“Ayolah. Ini tidak perlu” keluh Seo Yeon melihat ke dalam bajunya. 

Flash Back
“Hei! Berbeda denganmu, Kang Woo tidak akan bisa mengendalikan diri! Dia sangat bebal.” Teriak Mi Kyung
“Seperti katamu, siapa yang tahu...” ucap Seo Yeon akhirnya mengambilnya.
Sementara Kang Woo di dalam mobil memukul dirinya yang Seharusnya malu. Ia menyuruh agar bisa mengendalikan dirinya karena seorang manusia.  Ia yakin alau Seo Yeon akan takut jadi harus mengendalikan dirinya. 

“Astaga, tidak. Ini tidak seperti dugaanmu... Kau salah paham. Tidak. Ini tidak seperti dugaanmu. Kamu salah paham. Aku akan berusaha keras untuk tidak menyukaimu lagi.” Ucap Min Hyuk duduk sendirian sambil makan permen.
“Tidak menyukaimu. Untuk tidak menyukai... Aku akan berusaha keras untuk tidak menyukaimu lagi. Ini tidak seperti dugaanmu. Kamu salah paham. Aku akan berusaha tidak menyukaimu mulai sekarang. Tidak menyukaimu.” Ucp Min Hyuk seperti sedang berlatih. 

Min Hyuk bertemu dengan neneknya untuk makan malam. Nenek Han menceritakan  Belum lama ini, datang ke sini dengan paman dan bibi Min Hyuk dan Makanannya lumayan enak. Min Hyuk mengaku kalau makanannya ini enak.
“Min Hyuk... Ini tentang Joo Seo Yeon... Apa Kau menyukainya?” tanya Nyonya Han. Min Hyuk bertanya Bagaimana jika benar
“Jika kau memang menyukainya, nenek bisa membantumu.” Kata Nenek Han. Min Hyuk hanya bisa diam saja. 

Seo Yeon masuk ruangan Min Hyuk karena meminta agar menemuinya.  Min Hyuk ingin tahu Bagaimana keadaan Seo Joon. Seo Yeon merasa Pikiran adiknya sangat sederhan jadi pulih dengan cepat dan baik-baik saja. Min Hyuk pikir itu bagus.
“Bu Joo... Aku minta maaf sebelumnya.” Ucap Min Hyuk. Seo Yeon bingung.
“Aku tidak mau kamu membenciku. Tapi kupikir membenciku mungkin lebih baik daripada tidak menyukaiku.” Kata Min Hyuk
“Aku tidak mengerti maksudmu.” Ucap Seo Yeon. Min Hyuk meminta maaf lalu berjalan pergi. 


Seo Yeon masuk ruangan dengan wajah bingung bertanya-tanya, Apa terjadi sesuatu kepada Min Hyuk. Saat itu telpnya berdering.  Seura neneknya terdengar bertanya Apa ini Nona Joo Seo Yeon. Seo Yeon membenarkan.
“Ini nenek Kang Woo.” Kata Nyonya Han. Seo Yeon langsung berdiri dan memberikan hormat. 

Sebuah video tersebar di internet "Peserta trainee yang masih SMA tinggal dengan wanita pendamping" Terlihat Seo Joon yang menahan Joo Hee agar tak masuk bar,  Hyun Soo pun melihat video yang menyangkut anak didiknya.
“Dia peserta latihan yang terkenal. Orang-orang membahas agensi kita.” Ucap Sek-nya.
“Suruh dia datang ke ruanganku.” Ucap Hyun Soo. Sek-nya kaget.
“Apa Anda ingin bicara langsung dengan seorang peserta latihan?” tanya Sek-nya bingung.
“Begitukah menurutmu? Apa itu tidak adil bagi orang lain?” ucap Hyun Soo. 

Seo Joon terdiam melihat videonya tersebar di internetdan bertanya-tanya Siapa yang mengunggah ini. Sek datang memanggil Seo Joon dan berpikir sudah melihatnya. Seo Joon hanya bisa diam saja.
“Mulai saat ini, kamu bukan bagian dari HS Entertainment lagi.” Ucap  Sek-Hyun Soo. Seo Joon ingin membela diri tapi Sek kembali berbicara.
"Jika individu ini melakukan hal yang tidak senonoh dalam masyarakat, kontraknya bisa diberhentikan berdasarkan kebijakan agensi.” Kau ingat itu, bukan? Jika tidak, pulanglah dan periksa kontraknya.” Tegas Sek Hyun Soo
“Maafkan aku.” Kata Seo Joon tak bis membela diri dan memilih pergi.
“Apa Ada hal lain yang ingin kau katakan? Siapa gadis di video itu? Jika ini bisa ditangani, kami bisa membantumu.” Ucap Sek Hyun Soo
“Apa Anda akan menyelamatkanku dengan menghancurkan hidupnya? Terima kasih untuk semuanya.” Kata Seo Joon lalu melangkah pergi. 


Seo Joon pulang ke rumah, Joo Hee berlari menuruni tangga langsung memarahi Seo Joon yang tidak menjawab teleponnya. Seo Joon kaget tiba-tiba Joo Hee langsung berteriak padanya . Joo Hee pikir Seo Joon sudah melihat video itu juga.
“Apa agensimu tahu?”tanya Joo Hee panik. Seo Joon berkomentar kalau HS Entertainment memang hebat.
“Mereka langsung membatalkan kontrak.” Ucap Seo Joon. Joo Hee tak percaya mendengarnya dan ingin tahu alasanya.
“Jika tidak, mereka akan mengusikmu. Aku bisa apa? Karena orang-orang sudah tahu wajahku, aku tidak peduli opini orang...”ucap Seo Joon.
“Aku tidak melakukan itu... Aku bukan wanita pendamping.” Kata Joo Hee. Seo Joon pikir Joo Hee sudah berhenti.
“Itu bagus... Kau harus berhenti sebelum Seo Yeon tahu. Jika Seo Yeon tahu, tamat riwayatmu.” Ucap Seo Joon. Joo Hee mengumpat kesal.
“Dasar bodoh! Aku memang bukan wanita pendamping!”ucap Joo Hee. Seo Joon hanya bisa melonggo. 


Won Jae melihat mobil yang ada dishowroom lalu teringat saat bertemu dengan Kang Hee di show room dan mengatakan “Mobil-mobil ini pasti sangat sesak di dalam sini. Saat mereka melihat mobil lain, balapan di jalanan, mereka pasti iri, bukan?”
“Apa Kau juga merasa sesak di kantormu?” tanya Won Jae.
Sementara di kantor Kang Hee menatap ponselnya, seperti sangat berharap tapi berpikir Won Jae itu pasti melarikan diri. Beberapa detik kemudian telpnya berdering dan nama "Joo Won Jae" dan langsung mengangkatnya.
“Mari kita lakukan... Mari kita menikah.” Ucap Won Jae yakin. Kang Hee kaget.
“Aku ingin menjadi orang yang kamu datangi untuk beristirahat saat kamu merasa sesak. Jadi, menikahlah denganku, Nona Lee.” Ucap Won Jae yakin. 


Seo Yeon berjalan dengan wajah termenung, pesan dari Kang Woo masuk “ Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu memikirkanku?” seperti Kang Woo ada didekatnya. Saat itu Min Hyuk tiba-tiba datang,  bertanya apakah mau makan malam dengannya dengan memberikan permen.
Seo Yeon melihat permen yang diberikan gambar cinta, akhirnya keduanya makan lolipop sambil minum teh dicafe. Min Hyuk pikir Seo Yeon sudah tahu kalau tidak bisa berbohong,  jadi meminta Seo Yeon bertanya “apa aku bisa berhenti menyukaimu?” 

“Tolong tanyakan itu.” Ucap Min Hyuk. Seo Yeon terdiam dan akhirnya mulai bertanya.
“Bisakah kau berhenti menyukaiku?” tanya Seo Yeon. Min Hyuk menjawab  akan berusaha sebaik mungkin tidak menyukai Seo Yeon mulai sekarang.
“Kurasa aku bisa melakukannya.” Ucap Min Hyuk. Seo Yeon meminta maaf karena sudah merepotkannya padahal bukan siapa-siapa.”
“Momen saat perasaanku bertumbuh besar kepadamu sangat berharga bagiku. Jadi, jangan berpikir begitu. Terima kasih sudah mengizinkanku menyukai orang hebat sepertimu, Bu Joo.” ucap Min Hyuk
“Terima kasih atas makan malamnya.”kata Min Hyuk akan pergi. Seo Yeon menahanya.
“Bolehkah aku memelukmu sekali saja? Aku ingin memelukmu tiap kali melihatmu. Itu saja.” Kata Seo Yeon. Min Hyuk kaget tapi akhirnya memperbolehkanya.
“Terima kasih, Pak Lee.” Ucap Seo Yeon, Min Hyuk pun berharap  masih bisa bertemu di sekolah. Seo Yeon bingung.
“Aku punya firasat mungkin aku tidak akan bertahan hari ini.” Kata Min Hyuk lalu bergegas pergi.
“Min Hyuk! Aku akan membunuhmu!” teriak Kang Woo mengejar Min Hyuk
“Hei, bukan begitu! Kamu salah!” teriak Seo Yeon kaget melihat Kang Woo. 



Keduanya masuk ke dalam rumah, Seo Yeon bertanya apakah Kang Woo marah. Kang Woo marah karena Seo Yeon yang memeluk Min Hyuk dan itu artinya memeluk pria lain. Seo Yeon pikir kalau sudah mengatakan alasanya.
“Kenapa kamu pergi dengannya? Kau bisa menolaknya.” Ucap Kang Woo marah
“Kang Woo, jika kamu tetap marah, aku tidak bisa memberitahumu.” Kata Seo Yeon. Kang Woo penasaran memberitahu apa.
“Tadi, aku bicara dengan nenekmu.” Ucap Seo Yeon. Kang Woo kaget ingin tahu alasan bertemu dengan neneknya.
“Apa Dia mengatakan hal buruk kepadamu? Kenapa dia tidak bicara denganku? Kenapa dia meneleponmu?” ucap Kang Woo bingung
“Dia bilang akan mengawasi kita. Dia memberi kita dukungannya. Dia menyuruhku berkencan denganmu.” Cerita Seo Yeon.
“Apa? Tiba-tiba? Kenapa?” ucap Kang Woo bingung. Seo Yeon juga tak tahu
“Tapi dia jelas mengatakan, "Jagalah Kang Woo-ku dengan baik." Ucap Seo Yeon. 



Min Hyuk duduk sendirian di cafe sambil memakan permen yang sangat banyak, seperti saat sedih temanya adalah permen.
Flash Back
Nenek Han membahas tentang Joo Seo Yeon dan bertanya apakah Min Hyuk menyukainya. Min Hyuk bertanya bagaiaman kalau benar seperti itu. Nenek Han mengatakan Jika memang menyukainya, maka nenek bisa membantunya.
“Tidak... Nenek salah paham... Ini tidak seperti dugaan Nenek. Nenek salah paham....” Ucap Min Hyuk dicafe.
“Ini tidak seperti dugaan Nenek.. Nenek salah paham.” Ucap Min Hyuk. Nenek Han memastikan seperti tak percaya.
“Nenek tahu aku tidak bisa berbohong.” Ucap Min Hyuk. Nenek Han pun percaya dengan ucapan cucunya.
“Bu Joo adalah orang hebat. Kang Woo hampir tidak pantas mendapatkannya. Jadi, tolong jangan menyusahkannya.” Kata Min Hyuk yang mengepalkan tangan seperti berusaha untuk berbohong.
“Aku senang sudah berlatih.” Ucap Min Hyuk merasa kalau kebohongnya itu harus berlatih lebih dulu. 


Kang Woo bertanya pendapat Seo Yeon apakah menyukainya. Seo Yeon pikir itu pasti karena nenek Han sudah memberi restu. Kang Woo mengartikan kalau Seo Yeon setuju dan mencoba mendekat. Seo Yeon panik.
“Tapi ibu dan ayahmu belum merestui...” ucap Seo Yeon Kang Woo. pikir bisa menang melawan mereka.
“Tidak ada kemenangan atau kekalahan antara orang tua dan anak. Kita bahkan belum yakin...” ucap Seo Yeon.
“Aku yakin.... Aku sangat yakin, Seo Yeon.” Kata Kang Woo akan mencium, tapi Seo Yeon langsung menghentikan dengan jarinya.
“Tunggu Sebentar... Aku harus pulang lebih dahulu... Sebentar. Sebentar saja.” Ucap Seo Yeon. Kang Woo menahanya.
“Tunggu, jika kau merasa risi atau gelisah soal ini...”kata Kang Woo. Seo Yeon mengaku tidak tapi ingin melakukan sesuatu.
“Bukan begitu. Bukan begitu, tapi... Aku punya pakaian dalam cantik dari Mi Kyung,.. Aku harus pulang.” Kata Seo Yeon malu-malu.
“Seo Yeon, Apa kau selamban itu? Apa Kau pikir aku peduli soal itu sekarang? Kini aku sudah buta. Kau satu-satunya yang kulihat.” Ucap Kang Woo dan langsung mengendong Seo Yeon pergi ke kamar tidurnya.
Saat itu si pak kentang yang terlihat tumbuh subur, bersemu merah.
Bersambung ke episode 31


 Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar