PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 18 Februari 2020

Sinopsis Crash Landing On You Episode 16 Part 3

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Barang-barang Dan dibawa keluar dari rumah, ia lalu masuk ke dalam kamar melihat kotak diatas tempat tidur.
Flash Back
Dan melihat Seung Jung hanya menatapnya dari balkon bukanya turun. Seung Jung tersadar dari lamunannya kalau akan ke sanada meminta waktu sepuluh menit lalu mengubahnya jadi lima menit saja. Dan langsung menegaskan kalau waktu Seung Jung itu hanya tiga menit.
“Aku harus pakai apa?” ucap  Seung Jung bingung memilih jas yang akan dipakai lalu mengemudikan mobilnya.
“Tiga menit terlalu singkat... Apa Kau suka pakaianku? Aku berusaha tampak rapi.” Ucap Seung Jung memakai jas warna biru.  Dan hanya menatap dingin seolah tak peduli
“Maksudku, ini kencan pertama kita.” Kata Seung Jung. Dan menegaskan  Ini bukan kencan.
“Cuacanya cerah.” Ucap Seung Jung. Dan membalas kalau Tak sebagus itu.
“Tapi aku suka. .. Tempat ini akan seperti apa saat bunga bermekaran?” ucap Seung Jung terus tersenyum. Dan membalas kalau tak tahu.
“Kurasa lumayan.” Kata Seung Jung. Dan pun tak peduli Seung Jung pikir  harus kembali bersama Dan saat bunga mekar.
“Aku tak bilang aku mau.” Kata Dan. Seung Jung pikir  akan senang jika  Dan mau lalu mulai menyanyi.  “Saat angin musim semi berembus. Menyebarkan kelopak bunga sakura. Pertama, kau cantik.”
 Dan bisa tersenyum  mendengar suara Seung Jung yang menyanyai. Ia akhirnya hanya bisa memeluk baju Seung Jung lalu menangis karena mengingatnya. Nyonya Go melihat anaknya didepan pintu pun ikut menangis. 


Dan berjalan sendirian di jembatan, mengingat kembali dengan yang dikatakan Seung Jung saat memujinya.
Flash Back
 “Dan kau membuatku ingin menjadi pria yang lebih baik. Kau sungguh luar biasa, sampai membuatku merasa begitu. Kau wanita yang hebat.” Ucap Seung Jung.
Dan akhirnya memberikan ciuman untuk Seung Jung, Seung Jung pun membalas ciuman Dan karena perasanya yang sudah tak bisa ditahan. Keduanya pun berciuman untuk pertama dan terakhir kalinya.
Dan menangis histeris mengingat semua kenangan dengan Seung Jung, walaupun hanya sebentar tapi hanya dia yang membuatnya menerima pujian, cinta dan perhatian. 

Nyonya Go bertemu dengan Ibu Jung Hyuk dirumah, suasana terlihat tegang lalu berkomenta kalau Menurutnya mereka harus lebih sering bertemu. Ibu Jung Hyuk mengucapkan Terima kasih sudah datang jauh-jauh.
“Aku bingung harus berkata apa.” Kata Ibu Jung Hyuk. Nyonya Go pikir Tak apa-apa.
“Aku harus datang karena aku ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Nyonya Go lalu berdiri dan membungkuk. Ibu Jung Hyuk bingung kenapa Nyonya Go melakukan itu.
“Aku akan mengatakan sesuatu yang tak mengenakkanmu. Jadi, aku minta maaf lebih dahulu.” Ucap Nyonya Go lalu kembali duduk
“Sayangnya putriku tak berjodoh dengan putramu.” Kata Nyonya Go. Ibu Jung Hyuk pikr itu karena mendengar tentang cerita keluarga mereka.
“Kita tak perlu alasan lain lagi. Dan bilang, dia tak mau menikahi Jung Hyuk. Aku merasa bersalah selama sepuluh tahun terakhir, tapi..” Ucap Nyonya Go
“Aku sungguh minta maaf atas itu.” Kata Ibu Jung Hyuk. Nyonya Go pikir Ibu Jung Hyuk tak perlu meminta maaf.
“Akulah yang harus minta maaf. Jung Hyuk dipindahkan tanpa memberi tahu tunangannya. Orang tuanya juga tak bilang apa-apa selain pernikahannya ditunda. Aku kesal saat itu. Aku ingin kau meminta maaf kepadaku.” akui Nyonya Go
“Tapi, segalanya berbeda sekarang. Aku akan menyudahi pertunangan ini karena putriku tak lagi menginginkannya. Aku harus minta maaf. Kami memang tidak pengertian.” Ucap Ibu Jung Hyuk
“ Kala itu situasinya rumit, tapi kami tak sempat menjelaskannya.” Ucap Nyonya Go merasa bersalah.
“Akan kujelaskan mengenai situasi kami... Dan sudah mencintai seseorang. Pria itu mencintai Dan, bahkan lebih dari nyawanya sendiri. Jadi, aku tak punya pilihan. Hidup kita hanya sekali. Mereka saling mencintai melebihi nyawa mereka. Aku tak bisa apa-apa soal itu.” Kata Nyonya Go sambil menangis.
“Kau benar... Aku setuju.” Ucap Ibu Jung Hyuk. Nyonya Go tak percaya mendengarnya.
“Ya... Bu Go... Aku sungguh minta maaf Dan terima kasih.” Kata Ibu Jung Hyuk yang juga mengingat tentang anaknya. 



Jung Hyuk sedang membereskan barang-barangnya,lalu melihat seseorang yang datang. Dan datang lalu mereka duduk bersama. Jung Hyuk pikir sudah bilang akan mampir di akhir pekan ini. Dan mengaku sudah tahu Tapi, sengaja mau datang kemari lagi.
“Aku pernah ke rumah ini saat kau pergi.” akui Dan. Jung Hyuk kaget Dan datang ke rumahnya. Dan menatap tempat saat Seung Jung memberikan cincin
“Aku tahu pria sepertiku tak pantas melakukan ini kepada wanita sepertimu, Dan. Tetap saja, aku mau berikan kepadamu” ucap Seung Jung lalu memberikan cincin padanya.
“Aku datang dengan Seung Jung” akui Dan. Jung Hyuk pun bisa mengerti.
“Dia banyak membantuku. Jadi Di mana dia sekarang? Aku tak bisa menghubunginya.” Kata Jung Hyuk yang tak tahu tentang kabar Seung Jung.
“Dia pergi jauh. Dia tak akan pernah kembali.” kata Dan. Jung Hyuk bingung, Jung Hyuk yang tak bisa kemari lagi.
“Entahlah. Aku tak tahu alasannya. Banyak hal yang terjadi dalam hidup. Dan kita tak bisa menjelaskan kenapa bisa terjadi. Saat aku pergi ke Swiss untuk menemuimu, aku pun tak mengerti saat itu.” Kata Dan
“Alasanmu terus mengambil foto pemandangan saat aku jauh-jauh menemuimu.” Ucap Dan. 


Flash Back
Keduanya jalan bersama,  Dan menawarkan kopi tapi Jung Hyuk sibuk mengambil gambar dengan kameranya. Keduanya pun naik ke kereta, Seorang wanita datang memberitahu kalau tempat duduknya di duduki Dan. Akhirnya Dan bergeser dengan saling berhadapan dengan Jung Hyuk.
Jung Hyuk terlihat gugup begitu juga Dan, Tapi Jung Hyuk mengalihkan dengan mengambil pemandangan diluar jendela. Saat menaiki bukit, Dan sudah mulai kelelahan tapi Jung Hyuk tetap sibuk mengambil gambar tanpa bisa melihat Dan yang kelelahan, seolah tak peduli. 

“Tapi, pada malam aku datang ke rumah ini, akhirnya aku mengerti.” Ucap Dan lalu memberikan kamera diatas meja. Jung Hyuk kaget kameranya ada pada Dan.
“Aku sedang mencari lilin malam itu, dan tak sengaja menemukan ini. Aku benci melihat kamera itu di Swiss. Jadi Aku langsung mengenalinya. Aku bawa agar bisa membuangnya. Lagi pula, aku tunanganmu selama sepuluh tahun terakhir.”kata Dan.
“Kukira aku berhak melakukannya. Kamera ini sudah lama, pasti sudah rusak.  Jadi Aku memperbaikinya dan Aku akhirnya menemukannya.” Ucap Dan.
“Menemukan apa?” tanya Jung Hyuk heran. Dan menjawab  Alasannya tak mau melihat Dan saat ada di Swiss.
“Kurasa, ini memang sudah takdir.” Ucap Dan lalu keluar dar rumah. 

Jung Hyuk akhirnya melihat foto-foto yang diambil dari kameranya. Saat di swiss, Jung Hyuk terus mengambil gambar pemandangan. Mereka turun dari kereta dan tak sadar kalau Se Ri duduk dibelakang Jung Hyuk terlihat kebingungan lalu bergegas turun.
Saat naik lift, Jung Hyuk bersama Dan keluar lift sementara Se Ri akan masuk lift. Saat di jembatan Jung Hyuk tak sengaja mengambil foto Se Ri yang sedang membuat rekaman suara untuk terakhir kalinya. 

Se Ri seperti hidup dengan wajah bahagia membaca pesan dari Jung Hyuk setiap hari “Hari ini musim Mangzhong. Waktunya kami menanam bibit.” Se Ri bingung apa itu “Mangzhong”
“Memangnya dia petani di kehidupan sebelumnya?” ucap Se Ri heran dengan Jung Hyuk
“Kau sebaiknya membeli pot bunga.” Se Ri pun menerima pot bunga dari seorang kurir dirumahnya
“Kau akan tahu setelah memeliharanya Tanaman itu mungkin sensitif dan rewel, tapi jika kau lakukan sesuai caraku, tanaman itu akan tumbuh dalam dua pekan. Kau harus menyiramnya. Karena sensitif, jangan terlalu sering diberi air. Berikan dalam jumlah yang wajar.”
Se Ri yang sedang sarapan melihat tanaman yang ada disampingnya, lalu mulai menyiram dan bertanya-tanya seberapa banyak "jumlah yang wajar"
“Ia butuh sinar matahari juga. Tapi, jangan terlalu lama. Letakkan di bawah sinar matahari sewajarnya.” Se Ri pun menaruh pot ditempat yang  terkena sinar matahari.
“Dan terakhir, ini yang terpenting dalam merawat bunga. Kau pasti tahu. Ucapkan sepuluh pujian untuknya tiap hari.”
Se Ri menatap pot tananam sambil mengeluh Ini sungguh merepotkan. Akhirnya ia menyebut kata-ata yang bahagia “Bu Laris, batas atas harga, opsi saham, penjualan besar, merek ternama, keuntungan besar, menjual saham di KOSDAQ, terbaik di bidangnya, edisi terbatas, dan Ri Jung Hyuk.”




Tuan Park keluar dari cafe memberikan kopi pada Sek Hong lalu bertanya Bagaimana kabar Bu Yoon. Sek Hong merasa Se Ri agak aneh tapi berbeda kali ini. Tuan Park pun ingin tahu ada apa lagi dengan Se Ri.
“Dia agak.. bersemangat.” Ucap Sek Hong. Sementara Se Ri merengkak otot-ototnya seperti menari berputar-putar.
Ia mengingat pesan dari Jung Hyuk “Saat bekerja, jangan lupa merenggangkan otot dan olahraga.” 

Saat rapat, Se Ri mulai membahas setelah perjalanan bisnis pekan depan dan merkea akan berkolaborasi dengan perusahaan dagang elektronik dari Tiongkok untuk produk mendatang. Sek Hong mengatakan sudah menggunakan pola desain baru lalu memberikan sampel pertama
“Kami akan modifikasi menurut pendapat kalian, jadi, silakan beri pendapat.” Ucap Se Ri. Semua menganguk mengerti.
Saat itu suara bunyi ponsel terdengar, semua tegang dan Se Ri menatap dingin.
“Biasanya dia kesal terhadap suara sekecil apa pun saat rapat. Dia orang yang paling sensitif. Meskipun begitu...”
Si pegawai panik langsung meminta maaf dan mematilan ponselnya. Se Ri dengan senyuman tahu kalau itu lagu karya Chopin dan mengaku juga suka musiknya bahkan memberitahu kalau "Nocturne" adalah favoritnya. Semua melonggo melihat sikap Se Ri tak seperti biasanya.
“kau Angkatlah... Berkat dia, kita bisa istirahat juga.” Ucap Se Ri lalu semua pun keluar dari ruangan. 

Se Ri dudk membaca pesan dari Jung Hyuk “Aku suka Chopin. Aku paling suka "Nocturne".”
“Musim sudah berubah, tapi pesannya masih berdatangan.”
Se Ri terbangun mendengar pesan Jung Hyuk “Hari ini awal mula Malbok.” Dengan wajah bahagia merasa karena Jung Hyuk bisa jadi ahli kalender candra.
“Hargailah bunga-bunga yang mekar di tiap musim. Makanlah hidangan yang harus dimakan di tiap musimnya” tulis Jung Hyuk
Se Ri makan ayam bersama dengan karyawan lalu memberitahu karena  masa Malbok merka bis makan puas dan pulang lebih awal. Semua pun berteriak bahagia.
“Semoga kau bisa melihat kebahagiaan kecil yang bisa kau temukan di keseharianmu.” Tulis Jung Hyuk
“Kami tak pernah menyambut musim semiatau berkeringat saat musim panas bersama. Tapi, berkat pesan darinya yang berdatangan layaknya hadiah tiap beberapa hari, terasa seperti kami menghabiskan tiap musim bersama.”
“Aku takut dia ikut sedih jika aku bersedih Aku berusaha untuk tertawa, bersyukur, dan berbahagia.”
 Se Ri duduk di dalam rumahnya sendiri, lalu menerima pesan lagi dari Jung Hyuk “Sekarang sudah tengah malam, sudah masuk hari ulang tahunmu. Selamat ulang tahun.” Se Ri pun mengucapkan “Terima kasih.”
“Sayangnya, ini akan jadi pesan terakhirku. Tampaknya pesan terjadwal terbatas selama setahun. Aku harus pergi sekarang. Aku penasaran apakah bunganya sudah mekar.”
Se Ri tak percaya Jung Hyuk akan pergi lalu menjawab kalau bunganya sudah mekar.
“Itu bunga edelweiss. Mari kita bertemu di negara tempat bunga ini mekar. Aku tak bisa bilang kapan. Tapi jika kita melakukan yang terbaik, mungkin takdir akan membantu kita.” Se Ri hanya bisa menangis menatap bunga yang bermekaran.
“Apa ini? Dia sangat rancu.” Ucap Se Ri heran. 


Di korea utara
Seorang pejual tahu datang, anak-anak pun berbaris untuk pergi ke sekolah bersama. Nyonya Ma dkk keluar rumah untuk membeli tahu yang masih hangat.Nyonya Ma lalu bertanya ada Nyonya Na memastikan akalu apakah hari ini dengan wajah bahagia. Nyonya Na membenarkan.
“Sulit kupercaya sudah dua bulan. Aku merasa begini tiap saat, tapi sudah lama.” Ucap Nyonya Ma bahagi. Nyonya Na pun juga merasa seperti itu.
“Tiap kali aku merasakan ketiadaan Jung Hyuk di desa ini, aku menjadi punya keinginan mengirim suamiku, yang sedang menganggur di rumah, ke pos garis perbatasan.” Kata Nyonya Ma
“Pikiran kita sama.” Ungkap Nyonya Na. Nyonya Ma pikir mereka akan merebus telurnya. Semua pun setuju. Nyonya Yang pikir akan mencuci piringnya. Nyonya Yang akan mengisi tempayannya.
“Bagus. Mari kita lakukan ini dan bertemu saat siang.” Ucap Nyonya Ma. Semua pun bersemangat pulang ke rumah. 


Nyonya Hyun sibu memasak di rumah Jung Hyuk, saat itu Nyonya Yang datang dengan gaun yang tipis lalu bertanya apakah tak kedinginan. Nyonya Yang mengelak dan Nyonya yang itu tak tahu kalau Tubuhnya memang panas jaditak merasa kedinginan.
“Hei, Kawan-kawan.”sapa Nyonya Na masuk rumah. Nyonya Yan melonggo melihat dandanya Nyonya Ma.
“Apakah bibirmu terbakar?” ucap Nyonya Yang. Nyonya Na mengaku  beli dengan harga mahal di pasar dan barang dari Selatan.
“Nama produk ini "Bibir yang Memanggil Musim Semi." Kata Nyonya Na bangga
“Ini pendapatku. Ikan bilis akan berpikir itu chojang, dan menyerangmu.” Kata Nyonya Na mengejek. Nyonya Ma ingin marah tapi saat itu Nyonya Ma pun datang.
“Apa katamu tadi? Kenapa kalian tak bekerja, dan malah berkumpul di sini?” kata Nyonya Ma datang dengan  gaun dan mencoba menahan dingin.
“Astaga, berputarlah... Kau terlihat cantik.” Komentar Nyonya Na melihat Nyonya Ma dengan gaun panjang yang elegan.
“Aku hanya senang karena musim semi telah tiba. Tubuhku pun panas secara alami.” Akui Nyonya Ma. Semua pun menganguk mengerti.
“Angin musim semi. Mari kita masuk.” Kata Nyonya Ma. Mereka mulai mengejek kalau Nyonya Ma pikir sudah panas.


Akhirnya semua pun berkumpul dimeja makan, Nyonya Ma pikir Menyenangkan bisa berkumpul di rumah Jung Hyuk. Nyonya Na pikir sebagai kepala desa maka seharusnya melakukan lebih awal dan janji akan melakukan ini lebih sering.
“Terima kasih... Aku pun akan senang jika kalian sama ramahnya kepada kapten baru.” Kata Jung Hyuk.
“Tentu saja, jangan khawatir... Apa? Kau bilang apa?” kata Nyonya Ma yang tadinya tersenyum kaget. 

“Aku telah diberhentikan oleh atasanku dan terpilih sebagai pianis Orkestra Simfoni Nasional.” Kata Jung Hyuk. Nyonya Ma tiba-tiba merasakan tekanan darahnya naik.
“Apa Tiba-tiba saja? Ini terlalu mendadak. Kami akan sangat merindukanmu.”ucap Nyonya Na kaget.
“Kapten baru akan tinggal di sini, jadi, tolong bantu dia.” Kata Jung Hyuk.Nyonya Ma pun ingin tahu kapten barunya. 
“Kalau begitu, siapa kapten barunya?” ucap Nyonya Ma berpikir kalau Tentara Park.
Ju Meok memberitahu bukan dia, lalu menunjuk pria yang duduk di ujung meja. Mereka kaget melihat Tentara Pyo dengan bangga sebagai kapten baru.
“Namaku Pyo Chi Su. Kudengar warga desa ini begitu baik hati sampai tempayannya selalu terisi dengan daging. Aku tak sabar ingin tinggal di sini.” Ucap Tentara Pyo bahagia.
“Sebenarnya itu kabar angin. Dan desa kami tak sebaik itu. Sejujurnya, kami cukup pelit.” Akui Nyonya Na. Nyonya Yang pun membenarkan
“Kami bukan orang yang sangat akrab dengan yang lain.” Ungkap Nyonya Ma. Semua pun menyetujuinya.
“Jika kau pergi seperti ini, kapan kita bisa bertemu lagi?” tanya Nyonya Ma sedih
“Kita pasti bertemu lagi. Jika aku bisa tampil sekali lagi, akan kuundang kalian ke Pyongyang. Jadi Mari kita makan.” Ucap Jung Hyuk. Semua pun mulai makan dengan acara perpisahan untuk Jung Hyuk.
Jung Hyuk melihat semua orang yang ada disekelilingnya selama ini, semua terlihat bahagia walaupun hanya makan dengan sederhana. Jung Hyuk pun akhirnya pergi meninggalkan Desa. 


Se Joon masuk rumah menyapa ibu dan istri sedang minum teh bersama. Se Ri pun menyapa kakaknya. Se Joon  mengeluh kelelahan karean main golf seharian. Nyonya Do menegaskan tak hanya main golf tapi itu bagian dari bisnisnya dan memuji sang suami.
“Itu pilihan terbaik yang pernah Kakak ambil.” Ucap Se Ri. Se Joon bingung kalau maksudnya Bermain golf
“Bukan. Sepakat menyerahkan bisnis ke tangan manajer profesional.Lihat betapa suksesnya perusahaan sekarang.” Kata Se Ri
“Apa Kau menyindirku?” keluh Se Joon. Se Ri mengaku bukan seperti itu. “Ibu, tolong nasihati dia, walau perusahaan kita sudah diurus, aku masih sibuk. Aku masih harus memeriksa semuanya. Memberi perintah, dan mengonfirmasi. Tanpaku, perusahaan ini akan runtuh.” Ucap Se Joon.  Se Ri mengejek seperti tak percaya. 

“Ya, asal kau tahu saja.” Ucap Se Joon kesal. Se Ri piki bisa memberikan saran
“Itu bisnis yang paling ideal jika ingin merombak perusahaan kita.” Ucap Se Ri. Se Joon pikir adiknya bisa mengatakan dan akan mendengarnya lebih dulu.
“Lupakan. Kakak juga tak punya wewenang.” Kata Se Ri. Se Joon kesal dengan sikap adiknya seperti merendahkanya
“Ibu, katakan sesuatu... Sepertinya Ibu enggan. Lihat jumlah saham kami. Kami punya banyak. Terlebih, aku adalah anak sulung. Kenapa tak punya wewenang? Coba katakan.” Ucap Se Joon.
“Ini soal membangun yayasan beasiswa. Yayasan yang mendukung anak-anak dari keluarga miskin, baik di Korea atau luar negeri, dan mengajarkan musik klasik jika mereka berbakat. Banyak perusahaan melakukan itu. “ ucap Se Ri
“Kurasa kita bisa kirim mereka ke sekolah musik terkenal di Swiss, tempat para musikus genius berkumpul... Ahh.. Lupakan.. Tak semua orang bisa melakukan ini.” Kata Se Ri
“Apa maksudmu? Kami bisa.” Kata Se Joon. Nyonya Do pun memberikan semangat kalalu Se Joon bisa melakuanya.
“Kau bisa mendidik para musikus genius. Itu hebat sekali, 'kan?” kata Nyonya Do. Se Joon seperti masih belum yakin tapi sang istri menyakinkan.
“Apa kakak yakin bisa?” ucap Se Ri. Se Joon kesal adiknya merendahkanya.
“Kau pikir aku tak bisa? Itu mudah. Aku akan memperkenalkanmu dengan salah satu staf, bersiaplah.” Ucap Se Joon.
Se Ri mengerti lau mengajak ibunya untuk pergi ke mall bersama. Nyonya Han pun menyetujuinya. Se Ri pun pamit dan memina sang kakak untuk terus mengabarinya.
“Kau akan menyokong musikus genius dari seluruh dunia. Sayang, kau luar biasa. Kau sungguh hebat.” Puji Nyonya Do
“Dan pria hebat ini suamimu.” Kata Se Joon bangga. Nyonya Do pun bahagia lalu mereka saling berpelukan.
Bersambung ke part 4

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar