PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 02 Januari 2019

Sinopsis Mama Fairy and the Woodcutter Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

 Geum sedang melamun didepan pintu taman gedung, Kyung Sik dan Jung Min melihat dari kejauhan. Jung Min yakin kalau Kyung Sik pasti dicampakkan. Kyung Sik juga berpikiran yang sama jadi merasa kasihan kepadanya.
“Seharusnya dia tetap mengobrol dengan serangga saja.” Ucap Jung Min
“Walau mengagumi Profesor Lee, aku tidak bisa menerima ini. Dia membodohi kita.” Kata Kyung Sik marah
“Kita? Kapan kau menjadi Geum? Sekarang aku yang kesal. Kita bertiga adalah satu kesatuan. Jadilah Tiga Musketeer bersama dua temanmu yang lain. Jangan menjadikanku anggotamu. Ibuku akan sungguh menangis.” Ucap Jung Min
“Inilah sebabnya aku tidak suka berpacaran. Aku akan membahas ini dengan Profesor Lee. Kenapa dia tega melakukan ini kepada seseorang? Jika kau akan melakukan itu, belikan aku mi ayam pedas saat kembali.” kata Kyung Sik
“Aku bukan pesuruhmu. Ibuku juga akan menangis jika melihat ini.” Keluh Jung Min, keduanya pun menatap Geum yang sedang sedih. 

Yi Hyun yang sedang kebingungan menelp Dokter Lee bertanya apakah sudah makan siang. Dokter Lee mengaku belum, Yi Hyun pun mengajak untuk makan bersama karena ada yang harus dikatakan. Sementara di kedai, Ok Nam hanya melamun dalam kedaia.
“Ibu, bisnis hari ini lebih sepi daripada biasanya.” Komentar Jeom Soon lewat kedai
“Tidak apa-apa. Suasana tenang terasa menyenangkan.” Ucap Ok Nam mencoba tersenyum
“Wajah Ibu berkata lain. Apa tentang Hari ini Ayah kemari? Aku juga belum melihat Pak Kim. Apa Kemarin kalian bertengkar?” tanya Jeom Soon. Ok Nam menyangkalnya.
“Kau Teleponlah dia.” Kata Jeom Soon. Ok Nam tak mengerti maksudnya.
“Karena Pak Kim tidak punya ponsel, tapi Ibu harus menelepon Ayah.” Kata Jeom Soon. Ok Nam mengalihkan pembicaraan dengan bertanya kemana Jeom Soon akan pergi.
“Aku? Aku mau mengerjakan film.” Ucap Jeom Seom penuh semangat. Ok Nam bertanya Apa semuanya lancar
“Sebagai ibumu, seharusnya ibu bersikap lebih tertarik.” Kata Ok Nam sedih
“Jangan cemas. Aku tahu yang kulakukan.” Ucap Jeom Soon. Ok Nam pun percaya dengan yang dilakukan anakanya meminta agar menjaga diri lalu beranjak pergi 


Ok Nam terlihat ponselnya berpikir kalau nanti ada yang datang ke ponselnya. Akhirnya Ia menekan ponselnya dan melihat nama "Profesor Jung Yi Hyun" tapi buru-buru dimatikan. Akhirnya melihat nama "Profesor Lee Ham Suk" wajahnya terlihat gugup. 
Dokter Lee sedang sibuk menyiapkan kopi yang baru di belinya, lalu mulai berdandan. Ia melihat nama "Kim Geum" menelpnya lalu mengangkatnya.
“Hai, Geum... Profesor Jung akan kemari. Aku akan meneleponmu satu jam lagi... Maaf” kata Dokter Lee lalu menutup telpnya. Ok Nam mendengarnya langsung panik keluar dari kedai.
“Apa Dia meninggalkan kedai lagi? Apa Dia rehat panjang padahal sudah kugaji?” keluh Nyonya Oh melihat dari atas kedai lalu mengumpat kesal. 

Ok Nam akhirnya sampai ke depan pintu ruangan Dokter Lee, dengan wajah gugup meminta maaf pada Penguasa Bintang Utara karena dibutakan oleh kecemburuan hingga bersikap tidak tahu malu. Ia lalu mengetuk pintu meminta agar dibuka pintunya.
“Tidak penting bagimu jika bukan dia orangnya, tapi itu penting bagiku. Jadi, kumohon... Kumohon relakan suamiku.” Ucap Ok Nam berbicara didepan pintu. 

Saat itu pintu terbuka, Ok Nam penasaran melihatnya. Tapi Kyung Sik yang membuka pintu lalu dengan gugup mengaku datang untuk menemui Profesor juga. Ok Nam hanya bisa melonggo. Kyung Sik mengatakan sdang  menunggu karena Dokter Lee tidak ada di sini.
Ok Nam tak bisa berkata-kata, akhirnya Kyung Sik memilih untuk pamit pergi. Ok Nam pun hanya bisa menatapnya. 

“Hei... Aku punya berita skandal. Soal Nenek Barista yang bekerja di kafe sebelah perpustakaan... Ya, nenek itu juga menyukai Geum. Ini cinta segitiga... Wahh... Memalukan sekali... Aku segera tiba, jadi mulailah membuat ramyeon. Aku akan menceritakan semuanya secara mendetail.” Ucap Kyung Sik berbicara di telp. 

Yi Hyun duduk ditaman melihat roti sandwich, lalu teringat kembali saat pertama kali Ok Nam memberikan nasi kepal dengan bungkus daun, wajahnya terlihat bahagia.  Ia lalu berpikir Seharusnya membeli nasi kepal. Dokter Lee yang duduk disampingnya bertanya Apa terjadi sesuatu.
“Sepertinya aku bersikap aneh lagi... Sebelumnya semua baik-baik saja. Aku tidur nyenyak tanpa bermimpi buruk.” Cerita Yi Hyun
“Apa Kau mengalami insomnia lagi?” tanya Dokter Lee. Yi Hyun mengaku kalau melihat penampakan selama mengajar hari ini.
“Seperti Ada yang menyerangku dan aku tidak bisa menggerakkan tubuhku. Tapi, makhluk itu tidak muncul dari suatu tempat. Makhluk itu keluar dari tubuhku. Rasanya familier dan itu menjadikannya makin mengerikan. Ini sangat buruk, kan?” ucap Yi Hyun. Dokter Lee langsung memeluk Yi Hyun
“Kau benar.... Kau sakit... Tapi kau bisa diobati. Aku pasti akan melindungimu.” Ucap Dokter Lee memeluk erat
Tiba-tiba buah jatuh dari atas mengenai wajah Dokter Lee, Yi Hyun yang melihatnya menanyakan keadaanya. Dokter Lee mengaku kalau berpikir  ditembak dan rasanya sakit sekali. Yi Hyun ingin melihat kepala Dokter Lee.
Sepertinya pohon disekitar mereka tak merestui keduanya, langsung terjadi seperti angin besar dan daun-daun langsung menampar wajah Dokter Lee. Yi Hyun binggung, Dokter Lee kesal membuat umpatanya keluar, Yi Hyun hanya bisa melonggo, lama kelamaan angin makin kencang. Akhirnya Yi Hyun memegang tangan Dokter Lee untuk mengajaknya pergi. Dokter Lee melihat tanganya dipegang tertawa bahagia. 


Jung Min dan Kyung Sik makan ramyun bersama, saat itu Geum duduk sambil di mejanya. Jung Min menyenggol temanya agar mulai bicara. Kyung Sik menceritakan tentang temannya yang bernama Man Sik, ternyata sedang mengalami cinta segitiga.
“Cinta segitiga? Apa Pria yang mengunjungi laboratorium kita tempo hari?” tanya Geum. Kyung Sik membenarkan.
“Kupikir dia lajang.” Kata Geum. Kyung Sik mengaku kalau Man Sik  Sebenarnya tidak lajang.
“Satu wanita agak lebih muda daripada dia dan wanita yang lain jauh lebih tua daripada dia. Andai kau menjadi dia, siapa yang akan kau pilih?” ucap Man Sik. Geum tak banyak menjawab.
“Aku harus pergi ke kantor departemen.” Kata Geum. Kyung Sik heran karena Geum pergi begitu saja karena waktu yang tepat. Geum pun memilih untuk pamit pergi.
“Itu pasti jawabanya Nenek Barista... Geum memang mengesankan... Hei.. Kau juga harus berhati-hati karena kau juga bisa terpikat oleh pesona luar biasanya.” Ucap Kyung Sik kesal
“Yang benar saja... Tidak ada yang spesial soal pesonanya. Kau lebih baik darinya.” Kata Jung Min. Kyung Sik melonggo mendengarnya.
“Hei.. Berhentilah berandai-andai... Begitulah perasaanku soal Geum.” Jelas Jung Min. Kyung Sik menganguk mengerti. 



Geum masuk gedung mendengar dua mahasiswa yang mengeluh mengantuk, temanya menawarkan kopi. Tapi mahasiwa itu menolak karena nanti malam tidak akan bisa tidur. Temanya memberitahu kalau Truk kopi itu juga menyajikan kopi yang bisa membantunya tidur.
Mereka pun akhirnya pergi, Geum hanya bisa terdiam karena tak bisa pergi menemui Ok Nam.  Saat itu pegawai di departement melihat Geum memberitahu sudah mencetak dokumen yang diminta.  Geum mengucapkan terimakasih lalu melihat bunga yang ada didalam pot. 

Flash Back
Ok Nam ada diatas perahu bebek berkomentar kalau Geum  punya imajinasi yang indah. Geum mengaku kalau Ok Nam membuat jantungya berdebar dengen menceritakan Setiap hari menemui Ok Nam di truk kopi membuat harinya indah.  Wajah Ok  Nam bersemu merah dan langsung mengeluarkan bunga.
“Ibu Peri.” Ucap Geum dengan wajah bahagia mengkhayal tentang Ok Nam, pegawai yang sedang makan mengeluarkan makanya lagi menyadarkan Geum.
“Kau tidak boleh membawanya... Apa Tidak ada kertas di laboratorium?” ucap pegawai sinis. Geum kaget ternyata yang dibawa kertas baru lalu meminta maaf.
“Dia licik, tidak seperti penampilannya.” Komentar Pegawai melihat Geum membawa dokumen yang sudah dibuatnya. 


Dokter Lee dan Yi Hyun masuk ke sebuah restoran. Yi Hyun pikir mereka tak harus jauh-jauh kemari untuk makan siang. Dokter Lee pikir mereka harus menghabiskan makan siang bersama bahkan merasa kelaparan karena ini sudah lewat jam makan siang.
“Kita bisa kembali dan mengambil roti isi kita di sana.” Ucap Yi Hyun merasa sayang dibuang begitu saja.
“Tidak mau. Kau melihat sendiri biji kastanya itu beterbangan.” Kata Dokter Lee. Yi Hyun pikir Sekarang sudah tidak berangin.
“Disini Nyaman sekali. Ada apa dengan tempat itu? Wah... Aneh sekali” ucap Dokter Lee memegang kepalanya.
“Tempat ini bahkan lebih aneh. Kenapa di sini gelap?” kata Yi Hyun. Dokter Lee mengelak dan meminta Yi Hyun agar memilih makannya saja. 
Mereka pun makan steak bersama, Dokter Lee melihat tangan Yi Hyun teringat kembali saat mengenggam tangan berlari bersama. Yi Hyun melihat tatapan Dokter Lee berpikir kalau ingin  mencicipi makanannya. Dokter Lee tersadar dari lamunanya.
“Makanan kita sama... Jangan serakah...” ejek Yi Hyun. Dokter Lee mengaku bukan seperti itu.
“Ini, makanlah. Makanlah semuanya.” Kata Yi Hyun memberikan potongan dagingnya. Dokter Lee tak bisa menahan diri lagi akhirnya bergeser mendekati Yi Hyun.
“Yi Hyun, kau tahu...” ucap Dokter Lee dengan wajah serius, Tiba-tiba Yi Hyun melihat Dokter Lee berkomentar kalau menginjak kacang ginkgo.
Dokter Lee melihat sepatunya, Yi Hyun langsung menutup hidungnya karena seperti dugaanya tak salah walupun berpikir kalau Dokter Lee yang sakit perut tapi selera makannya besar.  Dokter Lee kesal membersihkan sepatunya. Yi Hyun menyuruh Dokter Lee untuk menjauh karena bau sekali. Dokter Lee mengeluh karena rencananya tidak ada yang berhasil.

Jeom Soon dan Kyung Sul masuk ruangan, mereka seperti sangat lelah karena Hari ini merekam banyak video. Jeom Soon bertanya apakah mereka cukup merekam seperti ini untuk dokumenter. Kyung Sul mengaku  Beberapa orang menyiapkan naskah, tapi ia tak melakukanya.
“lalu ini film Dokumenter soal apa?” tanya Jeom Soon. Kyung Sul menawarkan diri agar Jeom Soon untuk melihatnya.
Keduanya melihat video yang sudah direkam oleh Kyung Sul. Jeom Soon tersenyum tapi kaget saat melihat kamera Kyung Sul merekam tiga orang peri wajahnya langsung panik dan berdiri. Kyung Sul bertanya Ada apa. Jeom Soon ingin tahu siapa tiga orang itu.
“Mereka berdandan sebagai pengemis. Mungkin mereka syuting film.” Kata Kyung Sul menahan tawa
“Di mana kau bertemu dengan mereka?” tanya Jeom Soon panik. Kyung Sul mengingat  bertemu di bangku depan gedung mahasiswa. Jeom Soon langsung pamit pergi.
“Jeong Soo, ada apa? Apa Aku membuatmu kesal?” tanya Kyung Sul binggung. Jeom Soon mengaku lupa ada urusan keluarga.
“Aku akan mengantarmu pulang” uca Kyung Sul, Jeom Soon menolak bergegas membawa barang-barangnya. Kyung Sul mengejar keluar kaget melihat Jeom Soon yang berubah menjadi kucing keluar dari kampus.



Tiga peri berbaring kelelehan tanpa sadar kalau jarak dengan Ok Nam sangat dekat ada dibalik semak. Peri Oh mengeluh kalau Bukan Stasiun Mokpo, Bukan di rel kereta api atau kapal penangkapan udang tapi mereka  sekarat di Universitas Yiwon.
“Ada kafe di mana-mana, tapi hati nuraniku melarangku mencuri dan harga diriku melarangku mengemis.” Ucap Peri Goo
“Kalian tahu, kurasa aku sakit keras. Setelah malam ini, akankah kita bertemu dalam keadaan hidup?” ucap Peri Park
“Aku mencintaimu.” Kata Peri Oh sambil menangis. Peri Park meminta agar tak melakukan itu padanya.
“Kalian berdua bersikap bodoh.” Keluh Tuan Goo, saat itu Jeom Soo datang menemukan ketiganya lalu memanggilnya. Ketiganya melihat Jeom Soon berteriak sambil menangis haru melihatnya. 


Ketiga makan lahap makanan yang ada di meja, Ok Na mengaku merasa sangat bersalah karena mereka melalui semua ini karena dirinya. Tuan Park mengaku bukan seperti itu. Nyonya Oh berkomentar kalau  Ini tampak sangat individual dan sangat menyukainya.
“Seorang pemuda bertanya apakah aku aktor.” Kata Tuan Park. Jeom Soon hanya bisa terbatuh karena yang dimaksud adalah Kyung Sul.
“Peri Oh, Apa kau sudah menemukan suamimu?” tanya Peri Goo, Ok Nam pikir seperti itu.
“Kenapa Ibu yakin? Bagaimana Ibu bisa yakin padahal dia tidak mengingat Ibu? Ibu belum menemukan gaun bersayapmu” keluh Jeom Soon.
“Sebenarnya, kami kemari karena cemas soal pohon kopi yang kau tanam mulai layu. Makhluk abadi tidak boleh pergi terlalu lama.” Ucap Peri Oh
“Itulah takdir kita... Bukankah semua ini kehendak kayangan?” keluh Nyonya Oh
“Apa dewi pelindung boleh bersikap tidak sopan? Aku dari era Goryeo dan sudah cukup tua” keluh Peri Park
“Apa kau Mau gigi kalian rontok di lantai semen?” kata Nyonya Oh mengancam. Peri Park mengelengkan kepala.
“Jika kalian sudah selesai makan, mari keluar dan membuat rumah.” Kata Nyonya Oh 


Mereka pun berada didepan sebuah ruangan, Nyonya Oh membuat kembali garis putih dengan batu bata setelah itu meminta mereka membuka pintu. Peri Goo dkk terlihat penuh semangat membukanya, Jeom Soon mengaku  akan iri jika rumah ini lebih bagus daripada rumahnya.
Tapi ternyata didalamnya masih terlihat seperti gudang, Nyonya Oh sibuk dengan games di handphonenya. Ok Nam menepuk pundaknya ingin memberitahu kalau tak berhasil. Nyonya Oh pun baru sadar terlihat kaget. 

Akhirnya mereka berlima tidur di rumah Ok Nam dengan tidur berjajar. Mereka tak bisa tidur karena suara dengkuran Jeom Soon yang keras. Peri Park bertanya Saat suami Peri Seon pulang membawa kayu bakar apakah menaruhnya berjajar tidur seperti sekarang.
“Apa Rasanya tidak nyaman?” tanya Ok Nam . Peri Park mengaku tidak tapi hanya akan berpura-pura menjadi kayu dan berbaring di atas Tuan Gu.
“Apa Ada yang membuat Peri Pelindung kesal?” tanya Peri Oh
“Dia hanya pemarah. Sepertinya dia cukup berkuasa.” Ucap Peri Goo. 

Nyonya Cho terlihat kesal diatas kedai karena kejadian tadi sangata Memalukan sekali.
“Bagaimana aku bisa mempermalukan diri sendiri di depan mereka? Cho Bong Dae... Apa Kau kehilangan sentuhanmu? Aku nomor dua, urutan kedua.” Ucap Nyonya Cho mengoceh sendiri. 

Yi Hyun kembali ke ruangan mengeluh karena pekerjaannya begitu banyak hari ini. Ia lalu menatap gelas kopinya seperti baru sadar kalau  Hari ini tidak bertemu dengan Ok Nam,lalu bertanya-tanya Apa Ok Nam menunggunya. Akhirnya Ia mengambil jaket untuk keluar saat itu Prof Park menelp.
“Profesor.. Apa Kau masih bekerja?” tanya Prof Park. Yi Hyun membenarkan.
“Bagus... Acara TV yang kukatakan kepadamu... Nanti aku akan bertemu dengan produser dan penulisnya. Mereka sangat tertarik kepadamu, jadi...” ucap Prof Park
“Aku tidak berminat tampil di TV. Aku tidak akan datang.” Tegas Yi Hyun
“Kenapa? Apa yang lebih penting daripada ini?” tanya Prof Park, Yi Hyun menegaskan ada yang jauh lebih penting lalu menutup ponselnya.

Saat itu terdengar ketukan pintu, Tuan Goo bertanya Siapa yang datang selarut ini.  Nyonya Oh pikir  Ini belum larut, tapi masih sore dan mengeluh mereka yang berbaring padahal tidak tidur. Tuan Park pikir kalau Nyonya Cho yang kembali untuk membuatkan mereka rumah.  Ok Nam pun membuka pintu.
“Pak Geum, ada perlu apa?” tanya Ok Nam kaget melihat Geum yang datang. Geum bertanya apakah Ok Nam sudah tidur. Ok Na mengaku belum.
“Apa Ada tamu yang datang?” tanya Geum melihat banyak alas tidur. Tuan Goo melonggokan kepalanya.
“Bukankah kita bertemu di pagoda?” ucap Geum. Tuan Goo mengingatnya.
“Apa Si Musang Mutan?” kata Tuan Park, Nyonya Oh pikir yang datang suami Ok Nam
“Bukan. Dia adalah Pak Geum.” Ucap Ok Nam. Kim Geum pun memperkenalkan diri. 



Akhirnya mereka duduk ditaman, Kim Geum bertanya Kapan merekatiba di Seoul. Tuan Goo binggung mereka  harus mengatakan tiba tadi mala atau tadi pagi. Geum ingin tahu apakan mereka punya tempat untuk bermalam. Tuan Park pikir Geum tak bisa melihat tadi
“Kami berbaring bertindihan dan kau membangunkan kami.” Ucap Tuan Park. Geum pikir Kamarnya terlalu kecil
“Ini Mengerikan... Cho Bong Dae atau Cho Bang Dae itu menawarkan untuk membuatkan rumah, tapi malah kabur dan sekarang kami harus tidur bergantian.” Keluh Tuan Park marah
“Apa Kalian mau menginap denganku?” tanya Geum, Tuan Park dan Tuan Goo terlihat senang.
“Tidak perlu. Aku bisa mencarikan mereka tempat.” Ucap Ok Nam karena tak enak hati.
“Hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah membuat kami berbaring seperti kayu. Aku ingin menginap bersama pemuda ini.” Kata Tuan Park
“Profesor Jung juga tinggal di sana. Rasanya pasti tidak nyaman.” Kata Ok Nam
“Anda bisa langsung masuk ke lantai 2 seperti tempo hari. Ibuku ada di sana, tapi jika aku memintanya tidur di sofa, dia akan bersedia melakukannya.” Kata Geum. Ok Nam masih tak merasa enak hati.
“Mari menginap bersamanya semalam saja dan mencari pilihan lain besok. Sejujurnya, aku tidak bisa bilang tidak takut dipukul oleh Jeom Soon saat malam.” Kata Tuan Goo.
“Kalau begitu, ikutlah denganku.” Kata Geum. Ok Nam tetap merasa tak enak hati karena merepotkan.
“Kau Tenang saja. Mereka dari kampung halamanku. Jika Anda sungkan, maka aku akan menelepon Profesor Jung dalam perjalanan ke sana.” Ucap Geum.
“Aku minta Maaf. Besok aku akan mencarikan mereka tempat lain.” Kata Geum. Dua peri bersikap baik dengan Geum ingin membawakan tasnya. 



Yi Hyun berjalan dengan botol air minumnya karena hari ini tidak sempat minum kopi lalu bertanya-tanya apakah Ok Nam sudah tidur. Saat mengeluarkan ponselnya Yi Hyun ketakutan karena merasakan sesuatu, ponselnya berdering pun membuat kaget.
“Ponsel Geum? Apa Berarti Nona Seon meneleponku?” ucap Yi Hyun akan mengangkatnya, tapi saat itu tiba-tiba seorang rusa datang.
“Kau harus menebus kesalahan... ucap rusa. Yi Hyun terlihat binggung.
Di masa lalu, Rusa berjalan di tepi tebing, lalu melihat sosok Yi Hyun yang terjatuh di jurang.
Yi Hyun mencoba menyadarkan diri tapi si rusa masih ada didepanya, lalu rusa itu pergi. Yi Hyun panik memilih untuk kabur dan berusaha untuk bisa sadar. 

Ok Nam dan Geum berjalan bersama pergi menuju rumahnya dengan tiga peri berjalan dibelakang. Geum bertanya alasan Ok Nam yang pulang lebih awal kemarin, Apa terjadi sesuatu. Ok Nam mengaku  Tidak terjadi apa-apa.
“Kenapa hari ini kau tidak datang untuk membeli kopi?” tanya Ok Nam Geum bertanya apakah Ok Nam menunggunya. Ok Nam mengangguk.
“Apa menu makan siang Anda?” tanya Geum dengan senyuman. Ok Nam menjawab Sosis pemberian Jeom Soon serta nasi kepal dan akar burdock.
“Dia tidak pernah melupakan sosisnya.” Komentar Geum. Ok Nam pun bertanya Apa menu makan siang Geum.
“Aku makan mi ayam pedas.” Ucap Geum. Ok Nam tak tahu menu itu karena hanya tahu ayam sumac.
“Rasanya sangat pedas. Mari menyantapnya di lain waktu.” Cerita Geum. Ok Nam pun setuju, tiba-tiba tangan mereka bersentuhan dan keduanya terlihat canggung.
“Bunga teratainya sudah mekar.” Ucap Geum. Ok Nam mengaku sudah mendengarnya.
“Bunganya cantik.” Puji Geum sambil menatap Ok Nam. Saat itu Geum dari kejauhan melihat keduanya terlihat sangat marah. 



[Epilog]
"Pilihlah! Siapa yang menurutmu lebih tampan?"
Tuan Goo mengaku sudah memikirkan ucapan Tuan Park tadi dan tidak bisa melupakan ucapannya. Tuan Park mengeluh temanya itu  lama sekali mengatakannya
“Dia bilang tinggi badan dan fisikku tidak langsung menjadikanku tampan. Kenapa kau bilang begitu?” ucap Tuan Goo tak terima
“Apa? Kau merenungkan perbincangan kita tadi?” ejek Tuan Park
“Aku hanya tidak mengerti. Jadi Coba pikirkan. Dalam hal penampilan, kau tidak berhak mengomentariku.  Aku akan mengatakan ini selagi kita membahasnya. Kau tidak tampak seperti manusia, tapi mirip katak.” Ucap Tuan Goo mengejek
“Kau bilang Katak? Wahh.. Ini sungguh sulit dipercaya. Kau mirip unta yang murung, tapi aku tidak berkomentar selama ratusan tahun. Kau malah membalasku dengan menyebutku katak.” Balas Tuan Park marah.
“Apa? Unta yang murung? Entah soal hal lain, tapi standarku lebih tinggi dalam hal berpenampilan. Selama masa berburuku, akulah yang paling pemberani!.” Kata Tuan Goo
“Maaf karena mengatakan ini, tapi penampilanku yang membuatku diusir dari kayangan Haruskah kita mengadakan pemungutan suara? Apa Setelah itu maukah kau sadar?” kata Tuan Park marah
“Hentikan, kalian berdua... Setidaknya kalian lihatlah itu sebelum menyombongkan penampilan.” Keluh Nyonya Oh, saat itu Yi Hyun datang memanggil Ok Nam
Bersambung ke episode 10

 Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar