PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 04 Januari 2019

Sinopsis Encounter Episode 10 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Tuan Lee berbicara dengan Jin Tae kalau  Ini bisa menjadi peluang emas, Jin Tae lalu mengubah panggilanya jadi Asisten Manajer Kim. Tapi Tuan Kim pikir Ini bisa menghancurkan Hotel Donghwa nantinya. Tuan Choi meyakinkan kalau Itu hanya akan menghancurkan Presdir Cha. Tuan Kim terlihat masih ragu.
“Anggaplah kamu cukup beruntung untuk bekerja sampai pensiun. Itu berarti kau setidaknya akan menjadi direktur utama. Aku sudah menawarkan apa yang bisa kamu dapatkan, jadi, kenapa kau menolaknya?” ucap Tuan Choi
“Aku bisa saja dituntut.” Kata Tuan Kim ragu, Salah seorang pria menyakinkan kalau Taegyeong akan menyewa firma hukum terbaik untuknya.
“Tapi tentu saja, ini harus dirahasiakan.” Jelas Si pria
“Jika aku manajer senior di Tim Strategi Luar Negeri, aku pasti sudah menyetujui. Aku tidak bisa melakukannya karena itu bukan wewenang Tim Humas.” Kata Tuan Lee
“Aku ingin kau mengundurkan diri setelah menangani hal ini. Semuanya akan diurus begitu kau kembali dari perjalanan ke luar negeri bersama keluargamu. Dan soal tanggung jawab secara hukum... Tidak seorang pun akan berada di sana untuk menggugatmu. Bu Cha akan dipecat saat itu. Dia tidak berhak mengambil tindakan hukum apa pun lalu aku tidak akan menuntutmu.” Kata Tuan Choi yakin
Saat itu seorang pria duduk didekat mereka sengaja merekam pembicaran dengan ponselnya. 


Soo Hyun ada diruangan kaget mengetahui mereka harus membatalkan semuanya. Pegawainya menjelaskan mencoba menjelaskan bahwa ada kesalahan dengan cetak birunya, tapi mereka tidak mau berubah pikiran. Dan Ini terjadi karena seorang karyawan tidak sengaja keliru mengirim email Jadi cukup bingung tentang hal itu.
“Pak Kim, pengirim surel tersebut, mengakui bahwa itu kesalahannya dan menghilang setelah meninggalkan surat pengunduran diri. Ponselnya mati dan rumahnya kosong.” Cerita pegawai Soo Hyun
“Mereka mengirimkan email yang dia kirim dan aku membacanya. Aku tahu dia bertekad untuk menghancurkan segalanya. Dia menuliskan "Hotel Donghwa tidak berniat mempertahankan taman itu. Taman itu sangat tidak efisien dan kuno. Kami akan membangun kolam mewah daripada mempertahankan taman yang hanya memperlihatkan kejatuhan ekonomi Kuba. Jika kau menolak tawaran yang masuk akal ini, kami hanya perlu mempertimbangkan kembali pembangunan hotel kami." Kata si pria.
“Beri tahu mereka dia tidak berbicara atas nama Hotel Donghwa dan kita akan memastikan karyawan itu meminta maaf kepadanya.” Ucap Soo Hyun
“Kami sudah mengatakan itu, tapi itu percuma. Sepertinya itu sangat melukai harga diri mereka. Selain itu, pihak pemilik tanah bersikeras untuk menolak kita membangun hotel di sana. Satu-satunya syarat yang dia berikan adalah taman itu dipertahankan, tapi entah bagaimana situasinya berakhir seperti ini.” Jelas Pegawai satu
“Bisakah kau memberiku nomor pemilik tanahnya? Aku akan menemuinya” ucap Soo Hyun
“Bu Cha, kami sudah mencoba segalanya sebelum melaporkan kepadamu. Kami berusaha sangat keras untuk mendapatkan nomor kontaknya agar aku bisa menemuinya di Kuba. Tapi sepertinya staf di Kuba menolak untuk memberi tahu kami.” Jelas pegawai satu yang juga terlihat binggung.
“Kini setelah artikel itu dirilis, semua hotel di Eropa berusaha keras untuk menghubungi Kuba. Semua hotel tidak ingin kehilangan lahan itu.” Ucap Soo Hyun juga bingung
“Ibu Cha, mereka mengadakan rapat dewan darurat... Menurutku Ibu harus pergi.” Kata Sek Jang masuk ruangan



Tuan Choi masuk ruangan memberitahu Harga saham kita turun 50 persen dana menurutnya Ini tidak masuk akal dengan menyakinkan kalau Hotel Donghwa hancur begitu cepat. Petinggi yang lain yakin kalau ini hanya fenomena sementara jadi Tuan Choi tidak boleh menyesatkan.
“Apa kau serius? Ini insiden fatal, tapi kau menyebutnya fenomena sementara? Inilah sebabnya kita membutuhkan presdir yang profesional. Presdir kita mengambil jurusan komunikasi massa. Dia tahu apa tentang manajemen bisnis?” ucap Tuan Choi merendahkan.
“Skala hotel kita makin besar. Sejujurnya, Taegyeong bersiap-siap untuk mengajukan gugatan untuk mengeklaim hak mereka atas Hotel Donghwa.” Kata Tuan Choi saat itu Soo Hyun masuk
“Tim Hukum belum mendapatkan gugatan resmi dari Taegyeong. Pak Choi, kamu sangat cepat dalam mendapatkan informasi.” Sindir Soo Hyun. Tuan Choi pun akhirnya menutup mulutnya.
“Kalian pasti terkejut. Itu tindakan jahat yang dilakukan oleh seorang karyawan. Tim Strategi Luar Negeri sedang berusaha memperbaiki keadaannya.” Ucap Soo Hyun menenangkan
“ Itu sangat memengaruhi kami. Analis saham nasional kita dan analis saham asing sangat pesimistis terhadap kita.” Kata salah satu petinggi khawatir.
“Semuanya akan kembali normal setelah kita meluruskan masalah dengan hotel di Kuba. Aku memercayai rasa cinta kalian terhadap hotel kita. Kuharap kalian akan mendukung hotel kita dengan sabar menunggu alih-alih terpengaruh oleh masalah ini.” Komentar Soo Hyun sengaja menyindir Tuan Choi lalu beranjak pergi.
“Presdir terlalu sibuk dengan kehidupan pribadinya. Mungkin itu sebabnya kejadian seperti itu terjadi.” Sindir Tuan Choi
“Aku mengambil jurusan komunikasi massa. Jadi, setiap kali aku ingin tahu tentang sesuatu, maka aku memikirkannya dari sudut pandang wartawan. Pak Kim menghilang tepat setelah menyebabkan kekacauan ini dan aku akan mencari tahu siapa yang ada di belakangnya. Jadi, kuharap kalian menunggu dengan sabar. Terima kasih.” Tegas Soo Hyun lalu keluar dari ruangan. Tuan Choi pun tak bisa berkata-kata. 


Jin Hyuk menelp Hye In meminta izin untuk bicara. Hye In pikir Jin Hyuk sudah menonton beritanya, memberitahu kalau Perusahaan kacau balau dan mereka dalam situasi darurat. Jin Hyuk ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
“Apa semuanya benar-benar dibatalkan?”tanya Jin Hyuk terlihat khawatir.
“Mereka mengadakan rapat dewan dan situasinya kacau.” Ucap Hye In. Jin Hyuk heran karena mendadak sekali
“Rupanya, seorang karyawan mengirim surel ke Kuba. Kudengar kami telah berjanji untuk mempertahankan taman itu, tapi dia mengirim cetak biru di mana tamannya akan digali dan digantikan dengan kolam. Tapi satu-satunya syarat terpenting bagi pemilik tanah adalah melindungi taman itu. Mungkin itu keinginan istrinya. Aku hanya tahu bahwa taman itu sangat penting baginya. Tapi karyawan itu mengacau.” Cerita Hye In. 

Jin Hyuk terdiam lalu memikirkan tentang sebuah taman di Kuba.
Flash Back
Jin Hyuk masuk ke sebuah taman, Si pria menceritakan “Itu masa-masa yang indah. Semua itu ada di sini. Sangat sulit menjaganya tetap utuh. Itu taman milik istriku.”
Lalu ia mengingat ucapan Hye In “Tapi satu-satunya syarat terpenting bagi pemilik tanah adalah melindungi taman itu. Mungkin itu keinginan istrinya.”
Jin Hyuk seperti bisa merasakan sesuatu. 

Jin Hyuk pergi menemui managernya, Managernya kaget Jin Hyuk yang ingin mengambil cuti beberapa hari, Jin Hyuk tahu seharusnya memberi tahu sebelumnya, tapi situasinya begitu mendadak.
“Kantor pusat memberimu beberapa hari libur tambahan sebagai hadiah. Jadi, kau bisa menggunakannya.” Kata Manager. Setelah itu Jin Hyuk langsung memesan tiket pesawat. 

Woo Suk melihat video yang diponselnya tahu kalau pria disamping Tuan Choi adalah pria yang bekerja untuk ibunya. Sek Kim membenarkan kalau namanya Tuan Jo yang mengurus masalah pribadi Bu Ketua. Woo Suk pun bertanya pria disamping Tuan Lee.
“Dia Kim Jin Tae, karyawan yang mengirim surel bermasalah itu ke Kuba. Sekarang dia sedang bersembunyi.” Ucap Sek Kim.  Woo Suk mendengar semua ucapanya keempatnya.
“Kau Terus awasi Pak Choi.” Ucap Woo Suk mulai gelisah karena ibunya kembali membuat jalan Soo Hyun terhenti. 

Tuan Cha membaca berita tentang anaknya "Akankah Hotel Donghwa Gagal Membangun Hotel di Luar Negeri? Tahun lalu, presdir Hotel Donghwa, Cha Soo Hyun, pergi ke Kuba" lalu menelp Tuan Nam ingin tahu keadaan Soo Hyun sekarang.
“Aku belum bertemu dengannya. Dia sibuk rapat. Kurasa masalah ini akan menjadi cukup serius. Menurut Sekretaris Jang, Taegyeong akan menuntut dia. Mereka akan mengeklaim hak atas hotel dengan kontrak perceraian...” ucap Tuan Nam, Tuan Cha mengerti dan mengucapkan terima kasih, wajahnya terlihat makin gelisah

Jin Hyuk sibuk merapihka bajunya, Tuan Kim masuk kamar anaknya kaget melihat ada dikamar bertanya kapan datang. Jin Hyuk mengaku Saat fajar dan berusaha masuk dengan tenang agar orang tuanya tidak terbangun. Tuan Kim mengeluh anaknya masuk diam-diam padahal Sudah lama tidak pulang.
“Tapi ayah senang bisa bertemu denganmu. Lalu Kenapa kau mengemas pakaian musim panasmu?” tanya Tuan Kim binggung
“Hari ini aku akan ke Kuba untuk perjalanan bisnis. “ kata Jin Hyuk. Tuan Kim kaget karean Jin Hyuk langsung pergi lagi begitu tiba di rumah
“Aku akan mampir setelah perjalanan bisnis sebelum kembali ke Sokcho.” Cerita Jin Hyuk
“Kau sangat sibuk. Ayah cemas kesehatanmu terganggu.” Ungkap Tuan Kim. Jin Hyuk menyakinkan kalau makan dan beristirahat dengan teratur.
“Apa Ayah akan pergi ke pasar?” tanya Jin Hyuk, Tuan Kim membenarkan
“Apa ayah perlu membangunkan ibumu? Apa Kau mau makan?” tanya Tuan Kim
“Tidak, aku masih punya waktu. Aku akan menunggu Ibu bangun dan makan sarapan sebelum pergi.” Kata Jin Hyuk. Tuan Kim pun mengucapkan Selamat berkemas.
“Kau terlihat tampan di foto itu.” Puji Tuan Kim, Jin Hyuk dengan bangga kalau dirinya memang tampan.
“Itu karena kau mirip ayah.” Kata Tuan Kim, Jin Hyuk pun menganguk setuju. 


So Hyun bertanya apakah Apa dua pegawainya itu gagal menghubungi si pemilik tanah. Pegawai satu memberitahu kalau Pemilik tanah tampak bersikeras dan staf hotel juga tidak mau memberikan nomor kontaknya. Soo Hyun memutuskan untuk lebih baik datang ke Kuba.
“Aku harus mencegah staf hotel berubah pikiran. Kita tidak bisa membiarkan hotel Eropa merebutnya. Setibanya di Kuba, aku akan melaporkan perkembangannya.” Ucap Soo Hyun.
Saat itu Jin Hyuk sudah ada dibandara mengirimkan pesan, Soo Hyun menelp Sekretaris Jang agar memesankan penerbangan dan hotel di Kuba lalu membaca pesan Jin Hyuk
“Jika tugas laut membuat ombak, tugasku adalah memikirkanmu. Itulah sebabnya aku akan melakukan tugasku. Semangat.” Soo Hyun mencoba menelp Jin Hyuk, tapi Jin Hyuk sudah ada didalam pesawat.  

Sek Jang masuk ruangan memberitahu baru saja memeriksa dan penerbangan paling awal akan tiba di sana saat hari libur Jadi mereka  tidak bisa menjadwalkan rapat. Soo Hyun pikir  Tidak ada pilihan lain meminta agar memesankan saja. Sek Jang menganguk mengerti.
Jin Hyuk sudah ada di Kuba bertemu dengan seseorang. Seorang pria datang meminta maaf karena membuat Jin Hyuk menunggu, mengaku aklau baru saja menerima telepon dari bosnya, karena mereka hanya perusahaan koperasi jadi untuk meyakinkan pemilik tanah hotel itu.

“Dia sudah memutuskan.” Ucap Si pria, Jin Hyuk pun meminta izin untuk mendapatkan nomor kontaknya
“Sepertinya itu mustahil.” Kata sipria. Jin Hyuk pun meminta agar menyerahkan surat yang dituliskan.
“Dia tidak berniat menemui kami secara langsung karena tidak menyukai perusahaan kami juga. Apa pentingnya taman itu? Sepertinya kami tidak bisa lagi membantumu.” Ucap Si pria. Jin Hyuk terlihat kecewa karena tak bisa membantu Soo Hyun. 

Soo Hyun baru tahu kalau Jin Hyun sedang berlibur. Tuan Nam memberitahu kalau sudah bertanya  ke hotel di Sokcho dan katanya  Jin Hyun berlibur dan yakin kalau Jin Hyuk pasti juga melihat berita soal Kuba. Soo Hyun terlihat gugup.
“Dia tidak menghubungi Ibu, kan?”ucap Tuan Nam. Soo Hyun hanya bisa diam saja. 

Jin Hyuk masuk ke sebuah rumah yang sebelumnya pernah didatangi, tapi tak ada orang didalam. Akhirnya Jin Hyuk duduk sambil meihat taman yang terlihat indah didepanya, malam pun tiba Jin Hyuk menaikan saklar dan lampu taman menyala.
“Aku akan tidur saja di sini.” Ucap Jin Hyuk berbaring di tangga sambil menatap langit yang penuh bintang.
"Di antara jutaan bintang, Satu bintang menatapku.. Di antara jutaan orang, Aku menatap satu bintang itu. Di mana, kapan, dan sebagai apa kita berdua, Yang begitu hangat dan lembut akan bertemu lagi kelak?" ucap Jin Hyuk yang sama dengan dikatakan oleh Soo Hyun.
Ingatnya kembali saat tak sengaja membiarkan pundaknya, karena Soo Hyun yang mengantuk. Lalu Soo Hyun bertanya apakah punya uang, lalu Jin Hyuk tertawa mendenganya. Soo Hyun mengeluh karena Jin Hyuk malah tertawa karena ucapanya serius.
“Maksudku, bir di saat seperti ini sepertinya... Sungguh menggemaskan.” Kata Jin Hyuk. Mereka pun duduk minum kopi.
“Apa Kau punya uang lagi? Apa Cukupkah untuk membeli dua tiket pertunjukan salsa?” kata Soo Hyun. Jin Hyuk akan mengambil uang simpannya, tapi Soo Hyun tak bisa menahan tawanya.
“Ada apa? Kenapa kau mengembalikannya?” ucap Soo Hyun heran.
“Kau tertawa padahal aku tidak lucu dan itu membuatku kesal.” Kata Jin Hyuk kesal
“Tadi kau juga tertawa. Kamu bilang aku menggemaskan dan aku tertawa karena alasan serupa.” Ucap Soo Hyun.
Jin Hyuk mengingat semua kenanganya bisa tersenyum bahagia. 


Pagi hari, Jin Hyuk tertidur dengan wajah di tutup buku, Kakek tua datang membangukan Jin Hyuk yang tidur pulas. Jin Hyuk pun terbangun. Si kakek bertanya apakah mereka pernah bertemu. Jin Hyuk pun hanya bisa tersenyum. Si kakek membaca surat yang dituliskan Jin Hyuk dengan bahasa spanyol.
“Aku paham kenapa taman ini sangat berharga. Ada taman bermain di tempat tinggalku yang sudah lama ada. Sayangnya, taman bermain itu akan segera hilang. Masa kecilku, teman-temanku, dan keluargaku. Bahkan kenangan akan wanita yang kucintai. Taman bermain yang menyimpan semua kenangan berhargaku akan lenyap. Karena itulah aku bisa memahami kemarahanmu. Aku kemari untuk meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Hotel Donghwa dan presdirnya sungguh ingin melindungi taman ini.”


“Apa kau pandai berbahasa Spanyol? Kau menulis surat ini dengan baik. Kau harus bersyukur aku mantan guru Bahasa Inggris.” Kata si kakek.  Jin Hyuk pun mengucap syukur
“Apa kau tidur di sini?” tanya kakek. Jin Hyuk membenarkan.
“Aku ingin bertanya kepadamu. Tapi kau harus berpikir dengan saksama sebelum menjawab. Karena itu mungkin akan mengubah keputusanku.” Kata si kakek. Jin Hyuk mempersilahkan.
“Jadi, apa maksudmu dalam surat ini adalah kamu mencintai presdir perusahaan ini?” kata si kakek.
“Itu alasan pribadiku, kenapa bisnis hotel di sini harus berlanjut. Hotel Donghwa sangat menghargai taman ini.” Kata Jin Hyuk
“Jadi, maksudmu tidak? Apa Kau tidak mencintai dia?” tanya si kakek. Jin Hyuk mengaku sangat merindukannya.
Si kakek mengerti, karena Saatnya sarapan meminta agar Jin Hyuk jangan terus berada di tamanya lalu melihat foto Jin Hyuk di majalah.  Jin Hyuk kaget Si kakek bisa tahu. Si kakek menceritakan Sepeninggal istrinya, bepergian tidak lagi menyenangkan.
“Membaca majalah ini menjadi salah satu hobiku. Kau terlihat lebih tampan dilihat langsung daripada di foto... Jangan menunggu di sini lagi. Aku akan memberimu jawaban besok pagi.” Ucap Si kakek. Jin Hyuk pun tak bisa berkata-kata lagi lalu merasa sangat lapar. 


Soo Hyun baru saja di Kuba, Sek Jang mendengar dari Dae Chan akalu  Jin Hyuk sedang dalam perjalanan bisnis ke Kuba tapi tak tahu rencananya tapi menurutnya Soo Hyun harus tahu. Sesampai di hotel, Soo Hyun sampai di hotel mencoba menelp Jin Hyuk tapi ponselnya belum aktif.
Jin Hyuk sedang ada di tepi pantai , sementara Soo Hyun mencari ke restoran tempat pernah bertemu dengan Jin Hyuk tapi tak menemukanya. Soo Hyun melihat dari depan pintu restoran mengingat kenanganya
“Jika kau senggang besok pagi, traktir aku sarapan di kafe itu. Apa kau bisa pukul 9 pagi?” ucap Jin Hyuk. Soo Hyun pikir tidak bisa datang.
“Aku belum tahu jadwalku untuk besok.”kata Soo Hyun.
“Aku akan menunggu selama 30 menit dan pergi jika kau tidak datang. Jangan merasa terbebani.”ucap Jin Hyuk
Jin Hyuk masih melihat laut lepas didepanya, Soo Hyun akhirnya masuk ke cafe melihat sebuah note dengan tulisan hanggul "Aku ingin menanyakan ini jika kita berjumpa lagi Apa kau sudah punya kekasih?" mata Soo Hyun berkaca-kaca membacanya, pesan itu yang dituliskan Jin Hyuk sebelum meninggalkan cafe sebelumnya
“Apa kau punya uang?” ucap Jin Hyuk saat masuk restoran melihat Soo Hyun membaca notenya. Soo Hyun menatap Jin Hyuk dengan berkaca-kaca.
“Kau butuh berapa banyak?” balas Soo Hyun. Jin Hyuk membalas apakah cukup untuk membeli roti dan kopi
“Apa kau akan mengembalikan uangku?” ucap Soo Hyun. Jin Hyuk menganguk karena akan segera menerima gaji.




Keduanya akan masuk ke sebuah tempat tapi tertutup, Soo Hyun pun mengajak pergi saja. Jin Hyuk menahanya, lalu melempar tas dan melompat menaiki pagar dan mengajak Soo Hyun untuk mengikutinya. Soo Hyun hanya menatapnya akhirnya bisa melewati pagar dari celah pagar yang besar. Jin Hyuk hanya bisa menahan tawa karena ada jalan yang lebih baik.

Keduanya duduk diatas dinding sambil minum bir. Soo Hyun tak percaya kalau Jin Hyuk bertemu dengan pemilik taman. Jin Hyuk membenarkan.tapi tidak tahu apa yang akan terjadi karean kakek itu akan memberikan jawaban besok.
“Aku yakin semua akan berjalan lancar dan Pasti lancar karena kamu sudah melakukan yang terbaik.” Kata Soo Hyun
“Semoga dia melihat ketulusan kita.” Ucap Jin Hyuk. Soo Hyun pun berharap yang sama.
“Berkat masalah ini, kita bisa berjumpa lagi di sini.”kata Jin Hyuk. Soo Hyun pikir semua ini sungguh ajaib.
“kau sudah melihat memo itu.” Ucap  Jin Hyuk, Soo Hyun membenarkan.
“Akhirnya aku merasa lega sekarang. Memo itu membuktikan bahwa aku yang pertama menyukaimu” akui Jin Hyuk. Soo Hyun hanya bisa tersenyum lalu sebuah telp masuk.
Soo Hyun berbicara serius, lalu setelah menutup telp memberitahu Jin Hyuk kalau Samuel baru saja memberi mereka hadiah besar. Ia tak percaya ingin tahu cara Jin Hyuk mengubah keputusannya, berkomentar kalau Jin Hyuk pasti seorang ahli alkimia.
“Samuel, terima kasih!” teriak Jin Hyuk sambil bertepuk tangan bahagia, Soo Hyun panik melihat kesekeliling karena suaranya terlalu keras.
Jin Hyuk melihat Soo Hyun dari belakang dan langsung memberikan “Back Hug” lalu memanggil nama “Cha Soo Hyun....Soo Hyun.” Soo Hyun yang mendengarnya tak percaya kalau sekarng akan memanggil namanya bukan CEO Cha lagi, lalu dengan senyuman berkomentar kalau tidak buruk.
Keduanya saling menatap, Jin Hyuk dengan sangat yakin mengucapkan “Aku mencintaimu.” Soo Hyun terdiam seperti tak bisa berkata-kata. Jin Hyuk pun mencium Soo Hyun lebih dalam dari sebelumnya, Soo Hyun pun membalasnya seperti tak akan peduli lagi dengan keadaan disekelilingnya,
Mereka pun terlihat berciuman dibalkon hotel dengan pemandangan yang sanga indah.
"Aku ingin menanyakan ini jika kita berjumpa lagi Apa kamu sudah punya kekasih?' Dari Penjual Buah"

EPILOG
Pemilik restoran melihat note Jin Hyuk yang tersembunyi lalu menarik dibagian atas, terlihat note Jin Hyuk "Aku ingin menanyakan ini  jika kita berjumpa lagi. Apa kamu sudah punya kekasih? Dari Penjual Buah"
"Ada beberapa huruf  yang tampak aneh"
Saat itu Jin Hyuk berteriak bahagia karena rencananya berhasil membuat Samuel percaya
"Terima kasih, Samuel"
Seorang petugas berkeliling mengecek keadaan tempat bersejarah, saat itu lampu senternya mengarah pada Jin Hyuk dan Soo Hyun yang sedang berciuman. Ia pun hanya bisa tersenyum lalu pergi membiarkanya.
"Masa-masa yang indah"
Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Senrng banget bacanya 😍😍😍

    BalasHapus
  2. Menunggu lagi deh pekan depan,hadeh...

    BalasHapus
  3. Kak q tunggu kelanjutan y tp kalau bisa jgn lama-lama,makasih.

    BalasHapus
  4. Ehmmm... Jd baper, di tunggu kelanjutannyaπŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  5. Semoga cepet ya buat kelanjutannya. . Keren bgt jd senyum2 sendiri bacanya hehehhe....

    BalasHapus
  6. Akhirnya sampai juga di sinopsis ini, ditunggu kelanjutanya kakak... 😍😍😍

    BalasHapus