PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 15 Februari 2018

Sinopsis Radio Romance Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Direktur Kang masih berbicara dengan Geu Rim meminta agar bisa merekam 10 dari 100 siaran.dan pastikan agar tidak terjadi insiden apapun dan mengancam kalau acaranya akan dibatalkan lagi. Ia juga meminta agar Geu Rim membuat Ji Soo Ho nyaman.
“Itulah bagian dari tugasmu. Kau tahu maksudku, 'kan?” ucap Direkur Kang. Geu Rim binggung tapi akhirnya menganguk mengerti. Direktur Kang pun memujinya. 

Geu Rim memanggil Soo Ho akan meninggalkan gedung, Akhirnya Soo Ho bertanya apakah Geu Rim tahu yang  sudah terjadi hari ini. Geu Rim hanya bisa meminta maaf mengaku ingin memberitah lebih dulu tapi Tuan Lee mengatakan ingin memberikan kejutan.
“Poin nomor 3 isinya, aku bisa berhenti kapanpun. Sudah kubilang aku akan mencoba selama sebulan tapi Aku masih memikirkannya.” Ucap Soo Ho sangat kecewa. Geu Rim menahan Soo Ho
“Kalau begitu, tolong bawa ponsel ini... Aku hampir gila karena DJ siaranku selalu saja menghilang. Ini bisa jadi penyelamat dan Angkatlah saat aku meneleponmu.” Ucap Geu Rim memberikan ponselnya.
“Penulis Song Geu Rim... Sudah cukup. Kenapa kau selalu membuat situasi yang tak terduga...” kata Manager Kim datang, Soo Ho tak ingin berlama-lama mengajak pergi saja.
“Aku takkan mengulanginya lagi.” Kata Geu Rim membungkuk meminta maaf dan mengeluh kalau Setiap hari selalu jadi seperti ini.

Nyonya Nam membaca artikel dari tabnya [Apa Ji Soo Ho Tidak Sadar Bahwa Dia Sedang Siaran Langsung?] lalu meminta Sek Ah agar Pecat semua anggota tim perencanaan Soo Ho dan menyuruhnya segera keluar.
Tuan Ji sibuk dengan ponselnya mengirimkan pesan pada Da Seul “Aku segera sampai. 5 menit lagi.” Lalu berkomentar Ji Soo Ho itu imut. Nyonya Nam berteriak marah kalau Putera Tuan Ji pasti sudah gila dan sekarang hanya dam saja.
“Aku akan menemuinya sekarang...” ucap Tuan Ji akan bergegas pergi. Nyonya Nam dengan sinis menyuruh suaminya duduk.
“Aku yang akan bicara dengannya.” Kata Tuan Ji. Nyonya Nam tak peduli menyuruh suaminya duduk kembali. Tuan Ji pun tak bisa melawan.
Nyonya Nam menelp Ra Hee ingin tahu persiapannya, merasa kalau sudah melakukan yang terbaik jadi sekarang giliran Ra Hee. 


Soo Ho masuk rumah melihat botol minumnya yang belum dibersihkan dan teringat kembali saat dirinya yang tak sadar sudah menyetujui kalau siaranya akan langsung. Ia akhirnya masuk ke dalam ruangan menemukan note yang ditinggalkan Jason dengan kursi untuk Ji Soo Ho.
“Aku menunggumu kau akan duduk disini dan bicara denganku. Aku akan pura-pura tak  mengenalmu lagi. Jangan cari aku” 

Soo Ho mencoba untuk tidur tapi teringat kegagalan yang dilakukan saat siaran langsung terkena umpatan ayah dari penelp. Tuan Lee yang mengatakan "Kontrak berdasarkan kepercayaan bersama. Dokumen yang berisi kesepakatan." Sama seperti yang dikatakan.
“Jika kau mengacaukan siaranku, maka aku tak segan untuk membunuhmu.” Tegas Tuan Lee.
Soo Ho menatap ponsel yang diberikan Geu Rim lalu melihat foto Geu Rim dengan Tuan Lee yang bersampingan. Ia teringat dengan ucapan Geu Rim yang meminta agar mengangkat ponsel kalau menelpnya. Soo Ho berusaha kembali tertidur dengan memainkan lampu tidurnya. 

Ra Hee sedang membentuk kukunya memanggil Tornado dengan panggilan  Tahun Ke-Tujuh” kalau baru saja dipecat. Tornado binggung, Ra Hee pikir kalau Tornado harusnya marah karena Geu Rim sudah enak kerjanya setelah merekrut seorang pria.
“Kapan kalian akan jadi penulis utama?” ejek Ra Lee lalu meminta agar membelikan roti.
“Tak ada yang bisa kusuruh-suruh lagi setelah  Mong Geu Rim pergi.” Kata Ra Lee akhirnya Tornado keluar dari ruangan. 

Geu Rim masuk ruangan menyapa Tornado, Tornado hanya menatap sinis. Geu Rim bingung dengan sikap seniornya lalu mendekati Ra Hee karena memanggilnya. Ra Hee menyuruh Geu Rim untuk duduk lebih dulu. Dan menyuruh dua penulisnya keluar karena Hanya penulis utama yang boleh tinggal.
“Song Geu Rim... Apa Kau mau membantuku?” ucap Ra Hee. Geu Rim bertanya membantu apa.
“Itu... Apa yang biasanya kau lakukan saat masih bekerja denganku.” Kata Ra Hee menunjuk banyak yang belum dibungkus. Geu Rim binggung karena harus melakukan Semuanya.
“Jadi mau bagaimana lagi,  Aku belum punya asisten penulis lagi.” Kata Ra Hee. 

Soo Ho melihat semua artikel tentang dirinya [Kekacauan Radio Ji Soo Ho] dan komentar dari para Netizen “Radio Ji Soo Ho akan gagal. Siaran itu bukanlah siaran personal. Tidak sopan sekali... Kecelakaan siaran yang terbaik... Kuyakin dia pasti kaget. Aku harap bisa lihat wajahnya.”
Ponsel Geu Rim berdering, saat itu terlihat nama  [Manajer Ji Soo Ho] dan Soo Ho mengangkatnya. Jason memanggil Geu Rim dengan panggilan Lady Kamikaze. Soo Ho dengan santai mendengarnya.
“Aku lagi marah dengan Soo Ho, jadi pergi menjauh darinya. Ada masalah apa? Aku sudah baca artikelnya dan Dia buat kacau semuanya. Dia tak apa-apa, 'kan?” ucap Jason.
Soo Ho menjawab kalau baik-baik saja. Jason panik kalau yang mengangkat Soo Ho dan langsung menutupnya. 


Geu Rim diluar ruangan membawa papan bertuslian "Jay's Let's Meet At 6PM" dimulai hari ini jadi  Untuk merayakannya, maka Jay yang akan mentraktir. Seung Goo berada diruangan bertanya Berapa penelepon yang menunggu. Ra Hee mengatakan ada Delapan. Keduanya penuh semangat, tapi saat akan high five langsung memalingkan wajah.
“Kalau Anda tahu jawabannya, Santa sedang menunggu di Sinchon Dia akan memberikan hadiah saat tiba. Pertanyaan pertama, berapa banyak jumlah yang ada di...” ucap Jay, tapi saat itu Tae Ri menyelanya.
“Untuk drama apa aku, Jin Tae Ri, memenangkan penghargaan aktris anak terbaik? Kalian bisa Tebak drama apa?” kata Tae Ri. Semua binggung dengan tingkah Tae Ri malah menyela ucapan Jay. Ra Hee pikir kalau Sudah menduga.
“Ji Soo Ho juga main  drama itu. Kami itu seperti Yeo Jin Goo dan Kim So Hyun.” Kata Tae Ri bangga
Akhirnya Jay menemuikan jawab “Highlight.” Dengan memberitahu penelp di nomor 4422 benar jadi bisa datang ke Sinchon. Ra Hee mengeluh kesal melihat tingkah Tae Ri. Geu Rim yang di luar memangil pemenang dan memberikan hadiah bahkan mengambil foto.
“Setelah lagu ini selesai,silahkan pergilah ke Hongdae dan dapatkan hadiah Anda.” Ucap Jay.
Geu Rim pergi ke bagian kosong dibawah gedung kembali membagikan hadian pada cara Ra Hee untuk promosi. Seorang pendengar yang menerima hadiah paling besar memberikan kue ikan karena cuaca yang dingin Geu Rim pun mengucapkan Terima kasih menerimanya. 


Tornado, GaMoom dan Jang Man duduk bersama. Ga Moom merasa   selalu ingin minum tiap hari karena bahkan tak bisa menghitung berapa jumlah penulis utama yang berada di atasnya. Tornado pikir mereka tahu  salah siapa hingga diperlakukan seperti ini. Jang Man ingin tahu siapa orangnya.
“Song Geu Rim.” Ucap Tornado,  Ga Moom pikir Bukan seperti itu karena  Geu Rim jadi Santa sendiri pada bulan Februari.
“Apa Kau tak kasihan dengannya?” ucap Ga Moom. Jang Man pikir lebih baik Geu Rim ergi ke JH saja karena Ada banyak penulis disana.
“JH sepertinya menyokongnya. Mereka menulis kontrak terpisah dan dia selalu ke kantor JH.” Kata Jang Man curiga
“Hei... Kalau kau tak tahu apa-apa, lebih baik tutup saja mulutmu.” Kata Gamoom memperingat Jang Man.
“Apa kalian sudah lihat kontrak yang ditandatangani Ji Soo Ho dan Geu Rim?” tanya Tornado penasaran. 


Geu Rim masuk dalam ruang siaran, semua orang sudah pulang dan akhirnya meninggalkan baju kostumnya lalu keluar dengan wajah sedih dan duduk di tempat persembunyianya. Tuan Moon datang dengan bir melihat Geu Rim heran karena penulis yang berhasil mendapatkan Ji Soo Ho malah murung.
“Pak..., aku hanya tak bisa menemukan jalan keluarnya.” Ucap Geu Rim. Tuan Moon bingung maksudnya apa.
“Maksudku, aku akhirnya jadi penulis utama, tapi aku tak bisa melakukan siaran berdasarkan naskahku dan penulis lain malah menjauhiku. Bahkan Hari ini pun, aku merasa lelah karena jadi Santa seharian tapi semua ini menghangatkanku” cerita Geu Rim
“Pak... Kenapa hidup seperti ini? Sebentar manis, sebentar pahit. Kenapa semua itu terjadi?” keluh Geu Rim seperti sudah melalaui hidup setengah abad.
“Berhenti bicarakan hidup seperti orang tua saja. Mengomentari kehidupan itu hal yang kuno, kau pasti tahu.” Ejek Tuan Moon.
“Bapak tak pernah mendukungku sekali pun.” Keluh Geu Rim lalu mengikutinya pergi. 

Keduanya duduk di ruangan siaran dengan memutar piringan hitam. Geu Rim membaca naskah merasa tak percaya kalau tulisan penulis senior bagus sekali menurutnya Kalau menulis di tempat seperti sekarang maka  pasti akan terinspirasi sekali dan bisa menulis dengan baik.
“ ItuMana mungkin...” ejek Tuan Moon. Geu Rim seperti tak mengubrisnya.
“Bukankah itu lebih bagus kalau tim kita bisa siaran di tempat ini? Apa kau mendengarkan siaranku tiap hari?” tanya Geu Rim
“Kemarin aku sibuk.” Kata Tuan Moon seperti tak peduli dengan Geu Rim.
“Acara kami juga sering gagal.” Ungkap Geu Rim sedih.
“Kau bilang Penggemar 10 tahun? Itu  tak berguna juga, 'kan?” kata Tuan Moon. Geu Rim pikir bukan seperti itu mendekati Tuan Moon.
“Apa Kau tahu bagaimana Sticky Notes ditemukan? Sticky Notes adalah barang gagal setelah mereka ingin membuat perekat yang kuat. Itulah kegagalan yang berbuah manis... “ jelas Tuan Moon tentang Note yang selama ini mereka gunakan.
“Jadi Geu Rim... Terus lakukan hal yang Kau pikir akan terus gagal hingga kau bisa membuatnya jadi sebuah hal yang berhasil.” Nasehat Tuan Moon. Geu Rim setuju. 


Saat perjalanan pulang Geu Rim melihat buku harian dengan note yang menempel dan menulis di bagian akhir "Kegagalan pasti akan berhasil." Sementara Soo Ho di rumah melihat kembali artikel yang ada di internet dengan tertulis  [Aktor Ji Soo Ho Membuat Kesalahan di Siaran Radio] lalu komentar lebih baik “Tetap saja lucu walaupun dia buat kesalahan. Besok, aku akan dengar radio lagi. Senang sekali bisa mendengarnya di radio.”
Lalu dikagetkan dengan artikel yang berkaitan [Ji Soo Ho Akan Berkolaborasi dengan Kim Sang Soo!] lalu membaca isinya dan keluar dari kamarnya. 

Nyonya Nam sedang melihat jaket bulu dan saat itu Tae Ri masuk tanpa bisa dicegah oleh pegawainya. Tae Ri memuji Nyonya Nam kalau  Hari ini hebat sekali. Nyonya Nam tak mengubrisnya terus memilih pakaianya. Tae Ri pikir bahkan berhasil membuatnya jadi pencarian teratas.
“Apa Anda mendengarnya?” ucap Tae Ri. Nyonya Nam tetap diam sibuk memilih pakaian yang digantung.
“Bagaimana kalau aku pakai dress ini untuk acara donasi JH besok? Dua minggu lagi, kan? Apa Ibu tak mau membelikannya untukku sebagai kado supaya aku bisa memakainya?” ucap Tae Ri. Nyonya Nam memanggil pegawai toko
“Dari sini sampai sana.” Kata Nyonya Nam menunjuk satu gantung baju. Pegawai pun mengatakan kalau akan menyiapkannya.
“Itu kado untukmu dan Sebaiknya aku pindah mal saja. Tempat ini tak bagus.” Kata Nyonya Nam pada Tae Ri lalu melangkah pergi. 

Nyonya Nam sibuk menata makanan di atas meja, Soo Ho mengeluh dengan yang Nyonya Nam lakukan. Tuan Ji meminta Soo Ho agar membuatnya  tak nyaman karena Sutradara Kim Sang Soo akan datang 10 menit lagi jadi menyuruh duduk.
“Berhentilah membawakan siaran radio. Kau pasti tahu kenapa meskipun Ibu tak memberitahumu alasannya.” Ucap Nyonya Nam.
“Jangan dianggap serius, Nak... Ayah disini karenamu. Reality show itu hanya bertahan sebulan saja... Kalau begitu, kita bisa melakukannya setahun.” Bisik Tuan Ji lalu mengajak untuk makan bersama
Saat itu terdengar suara bunyi ponsel berdering, Tuan Ji pikir itu bukan nada dering ponsel istrinya. Soo Ho mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya, Nyonya Nam melirik sinis dan juga kaget. Soo Ho melihat ponsel Geu Rim yang bertuliskan Ibu dan sengaja merejectnya.
“Apa Kau baru beli ponsel?” ucap Nyonya Nam. Soo Ho mengaku tidak. Ponsel Geu Rim kembali berdering, Soo Ho akhirnya mengangkat telp Ibu Geu Rim dan langsung bergegas pergi. Nyonya Nam menahan amarah seperti sangat marah melihat tingkah Soo Ho mulai membangkang. 
Ibu Geu Rim seperti tersesat di jalan, Soo Ho melihat dari kejauhan sempat binggung akhirnya menghampiri Ibu Geu Rim mengaku kalau ia adalah pria yang ditelepon tadi dan temannya Song Geu Rim. Ibu Geu Rim terlihat gembira bisa bertemu dengan Soo Ho.
Keduanya akhirnya naik mobil bersama, Suasana terasa canggung. Ibu Geu Rim akhirnya meminta izin agar bisa mendengar radio. Soo Ho pun menyalakan radio dan menanyakan keadaan Ibu Geu Rim.
“Tasku tiba-tiba hilang... Ini bukan pertama kalinya, tapi aku merasa aneh tanpa dompetku... Terima kasih..” ucap Ibu Geu Rim. Soo Ho seperti bisa bernafas lega.
“Tapi..., Apa kau dengar siaran Geu Rim kemarin?” ucap Ibu Geu Rim. Soo Ho sedikit gugup mengaku kalau mendengarnya.
“Ji Soo Ho manis sekali, ya... Dia sudah mirip seorang DJ  sungguhan di siarannya... Dia pasti anak kurang ajar.” Kata Nyonya Nam mengejek. Soo Ho hanya bisa terdiam karena Nyonya Nam seperti tak tahu kalau penyiarnya adalah dirinya. 


Nyonya Jo bisa dengan cepat berjalan ke depan kulkas hanya dengan merabanya, Soo Ho ingin membantu tapi Nyonya Jo bisa mengeluarkan semua makanan dalam plastik. Ia berpikir kalau Nyonya Jo itu tak bisa naik tangga sendiri.
“Semua itu bohong... Aku malah ingin menggenggam tanganmu dan membuatkanmu makan malam. Jadi Duduklah.” Ucap Nyonya Jo memasukan nasi dalam plastik ke dalam microwive.
“Aku sungguh ingin membuatkanmu makanan.” Kata Nyonya Jo. Soo Ho hanya bisa terdiam seperti tak percaya Nyonya Jo yang buta bisa menyiapkan semuanya. 

“Apa kau sedang menatapku dengan rasa kagum?” kata Nyonya Jo. Soo Ho mengelak walaupun bingung karena sekarang meja sudah penuh dengan lauk.
“Saat kau tak bisa melihat, ada banyak hal yang bisa kau lihat. Karena aku tak bisa melihat..., maka aku bisa tahu suara indah puteriku. Kau bisa merasakan kebaikan yang datang dari orang baik. Dalam hidup, kau mungkin akan gagal sekali.  Tapi kau pasti akan lebih banyak sukses.” Ucap Nyonya Jo mengajak Soo Ho duduk.
Soo Ho akan mulai makan, saat itu juga Geu Rim masuk rumah.  Geu Rim kaget melihat Soo Ho sudah ada dirumahnya. Soo Ho meminta agar Geu Rim tak memanggil namanya.
“Geu Rim... Aku jadi bersahabat dengan anak kurang ajar itu.” Kata Nyonya Jo. Soo Ho kaget ternyata Nyonya Jo mengetahui kalau ia penyiar.
“Apa maksud ibu? Ji Soo Ho bukan anak kurang ajar...” kata Geu Rim membela. Nyonya Jo pikir  Memang benar. Geu Rim membela.
Ketiganya akhirnya makan bersama, Geu Rim memberikan lauk di sendok ibunya. Soo Ho melihatnya seperti ini karena ada kehangatan, saat itu Tuan Lee masak berkomentar kalau Baunya enak sekali dan meminta sup pada ibu Geu Rim. Soo Ho kaget kalau Tuan Lee masuk rumah seperti sudah sering datang.  Nyonya Jo pun menyuruh agar Tuan Lee makan bersama. 


Tuan Lee memberikan hadiah pada Nyonya Jo mengaku kalau ingin memberikannya setelah makan malam tapi buku itu edisi paling baru. Nyonya Jo senang menerima buku braile dari PD Lee. Tuan Lee meminta agar Jangan panggil seperti itu karena mereka  selalu makan bersama.
“Kita sudah seperti ibu dan anak.” Ucap Tuan Lee. Soo Ho makin cemberut. Nyonya Jo seperti akan memikirkanya.
“Setelah ini, kita akan minum teh di rumahku.” Kata Tuan Lee. Nyonya Jo pun menyetujuinya. 

Di ruangan seperti taman buatan, Ketiganya duduk selain Soo Ho. Tuan Lee mengaku Karena yoga dan teh herbal jadi tidak gampang stres dan membagikan pada Nyonya Jo dan juga Geu Rim.   Ia lalu memanggil Maknae, menanyakan naskahnya. Geu Rim akan mengambilnya dan beranjak pergi.
“Apa kita akan siaran langsung besok?” tanya Soo Ho
“Kau terlahir untuk menjadi seorang DJ. Berkatmu, siaran kita akan meraup jumlah pendengar tertinggi.” Puji Tuan Lee.
“Bagaimana kalau aku menolak?” kata Soo Ho. Tuan Lee pikia tak  mungkin.
“Aku mungkin hanya tahu beberapa hal tentangmu, tapi kau itu tak punya nyali. Kau tak bisa menyusahkan orang lain. Terutama mengenai hal yang sudah kau sepakati.” Kata Tuan Lee memikirkan merasa kalau Semuanya ada di kontrak kalau Soo Ho yang tak punya keberanian.
“Kau ingat apa yang kau katakan, bukan? Kau akan berhenti apabila aku tak menyukai proposalnya. Aku masih boleh berhenti setelah satu bulan percobaan.” Ucap Soo Ho dengan nada tinggi.
“Soo Ho...” ucap Tuan Lee. Soo Ho menyahut, tapi Tuan Lee sedang berbicara dengan pohon didepanya.
“Nama tanaman ini namanya Soo Ho.. Tanaman ini  malaikat pelindung disini.” Jelas Tuan Lee kembali berbicara pada tanamanya.
“Soo Ho... Kau harus jaga amarahmu... Itulah satu-satunya cara agar kau bisa tumbuh besar.” Kata Tuan Lee seperti sengaja menasehati Soo Ho melalui tanaman. 


Geu Rim memberikan naskah segmen dan pembukaannya. Tuan Lee melihatnya lalu memuji kalau naskahnya sudah Bagus lalu menyindir kalau tak yakin tim Soo Ho akan memilihnya. Geu Rim pamit pergi dan memberikan syal Soo Ho yang dipinjamkan sebelumnya.
“Apa Kau pemiliknya? Pantas saja.” Komenta Nyonya Jo mengetahui Syal yang dipakai oleh anaknya.
“Perbaiki pembukaannya... Malam ini, kita akan bekerja.” Kata Tuan Lee pada Geu Rim
“Tidak... Aku butuh kau untuk melatihku.” Ucap Soo Ho. Geu Rim kaget mendengarnya.
“Ibu.... Boleh kupinjam puteri Ibu malam ini?” kata Soo Ho pada Ibu Geu Rim. Semua yang ada diruangan binggung.

Keduanya berada dalam mobil dengan suasana canggung. Geu Rim ingin bicara tapi Soo Ho lebih dulu mengaku khawatir soal siaran besok. Geu Rim pikir itu Benar karena selalu gugup setiap siaran langsung. Soo Ho meminta agar Geu Rim bisa mengajarinya dengan menatapnya.
“Tentu saja. Aku akan mengajarimu dengan baik.”kata Geu Rim terlihat kembali bersikap positif. Soo Ho hanya diam dengan wajah gugup. 

Geu Rim mengambar di papan seperti ada banyak bintang, lalu Soo Ho hanya menatap Geu Rim yang menjelaskanya.
“Apa Kau tahu ekuisi gelombang elektrik? Kita tak bisa melihatnya, tapi lapisan rekletif berada di langit. Inilah yang membuat kita bisa siaran radio. Suara radio menjadi cahaya di langit... Seperti ini. Berkilauan.” Jelas Geu Rim.
“Itulah sebabnya, suara yang kita hasilkan menjadi sebuah cahaya di langit. Suara itu dikirim kepada pendengar kita dan semua suara yang berasal darimu dan aku di stasiun berkilauan di langit. Inilah radio. Kita membuat suara menjadi sebuah cahaya.” Jelas Geu Rim. Soo Ho tetap menatap Geu Rim dalam diam. 

Geu Rim mengajak Soo Ho ke ruangan siaran yang sudah melegenda selama 30 tahun lalu pergi ke bagian papan yang ditempel surat pendengar dan ada satu surat milik Geu Rim yang masih di tempat. Geu Rim pikir Soo Ho sudah melihat di videonya.
“Mata ibuku pertama kali dioperasi saat aku berusia 14 tahun. Sejak saat itu, aku tak menonton TV lagi. Aku tak mau tertawa dan menangis sementara ibuku tak dapat melihat dunia yang kulihat. Itulah yang kurasakan saat aku kecil dulu.” Cerita Geu Rim. Soo Ho ikut menatap Geu Rim.
“Jadi, radio selalu kunyalakan saat aku dan ibu berada di rumah. Aku ingin mendengar dunia yang dia dengarkan. Tapi aku jatuh cinta pada saat itu. Semua cerita yang ada di radio seperti kehidupan sehari-hari sampai kukira itu ceritaku sendiri. Begitulah aku menenangkan diriku Aku belajar untuk menyemangati diri sendiri..” Cerita Geu Rim. Soo Ho tak banyak komentar berjalan pergi dan saat itu terlihat foto Soo Ho masa remaja tertempel disana. 


Keduanya dalam ruangan siaran, Geu Rim menjelaskan Di radio, tujuh detik tanpa suara dikategorikan sebagai kecelakaan siaran jadi tu sebabnya mereka harus mempersiapkan sebuah lagu. Ia pikir Soo Ho bisa  tak mengatakan apapun selama 7 detik tapi waktu yang sangat lama bagi siaran radio jadi meminta agar mencobanya.
Soo Ho terdiam dan Geu Rim mulai menghitungnya sampai 7 detik, kalau itu  dalam radio Rasanya lama sekali, jadi  Soo Ho tak boleh diam saja. Ia memberitahu tahu tombol kalau Soo Ho merasa terkejut, karena DJ bisa memainkan lagu.
“Dan Juga, kau sudah membuka e-mailnya.” Ucap Geu Rim. Soo Ho membenarkan.
“Bagaimana naskahnya? Maksudku... Apa Kau sudah membacanya?” tanya Geu Rim. Soo Ho mengaku sudah
“Kalau begitu, aku sudah melewati tahap pertama.” Jelas Geu Rim. 


Soo Ho menatap Geu Rim yang berbaring didepannya, Geu Rim seperti tertidur pulas di meja siaran.  Sampai akhirnya Geu Rim terbangun dari tidurnya dan keduanya saling menatap. Soo Ho mengaku kalau penasaran tentang Geu Rim. Geu Rim binggung dengan ucapan Soo Ho.
Bersambung ke episode 6

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar