PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 27 November 2020

Sinopsis Tale of the Nine Tailed Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 

Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Rang akhirnya terbangun dan langsung melihat Su Ho yang terus menangis. Ia pun bertanya Bagaimana dengan Yu-ri, Di mana dia. Su Ho menjawab Dia pergi mengikuti pria yang menakutkan dan tidak akan kembali.


Yeon bertemu dengan Nyonya Bong di restoran bertanya Apa kata peramal itu dan apa menemukan sesuatu. Nyonya Bong mengaku sudah meminta pelanggannya untuk bertanya menurutnya  tidak tampak seperti dewa kelas rendah yang asli.

“Apa pekerjaannya?” tanya Yeon. Nyonya Bong pikir  Ini terkesan seperti rumor yang tidak berdasar,

“tapi kudengar salah satu dewa yang mengatur Akhirat cenderung menghilang sesekali dari posisinya.” Kata Nyonya Bong

“Menarik sekali. Beri tahu aku jika kau tahu sesuatu tentang itu.” Kata Yeon 


Ji A memberikan kantung tas di pada orang tuanya. Keduanya mengeluarkan isi tas dengan wajah bingung. Ji A merasa belum sempat memberi pakaian dalam panjang sejak menerima gaji jadi selalu memikirkannya.

“Ayah yakin kau sibuk. Kapan kau sempat membeli ini?” ucap Ayah Ji A dan memuji kalau pilihan Ji A keren. Ibunya pun ikut senang. Ji A meminta agar bisa mencobanya.

“Ayah tidak bisa memakainya. Putri kami bersusah payah mencari uang dan membeli ini. Kami harus memakainya dengan baik.” Kata Ayah Ji A. Ji A bisa tersenyum melihat kedunya yang tersenyum bahagia. 


Yoo Ri mengemudikan mobil melihat Immogi yang sibuk membaca lalu mengarahkan ke jalur lain. Immogi sadar kalau Ini bukan jalan ke rumahnya. Yoo Ri meminta waktu lima menit. Di klinik, Shin Joo sedan memberikan makanan untuk anjingnya.

Tiba-tiba Yoo Ri datang, Shin Joo terlihat bahagia melihatnya. Dan Yoo Ri langsung menciumnya. Shin Joo tersipu malu tiba-tiba Yoo Ri menciumnya dan ingin tahu alasanya. Yoo Ri menjawab Ini perpisahan dan mereka harus putus. Shin Joo kaget mendengarnya.

“Gu Shin Joo.. Kau baru saja diputuskan. Jadi, jangan menungguku lagi. Jangan mencariku juga.” Ucap Yoo Ri

“Kenapa? Aku melakukan kesalahan?” tanya Shin Joo kaget. Yoo Ri mengaku tidak menyukai Yoo Ri lagi.

“Aku tipe orang yang mudah bosan.” Kata Yoo Ri berbohong. Shin Joo tak percaya begitu saja.

“Kau bukan tipe seperti itu. Butuh waktu, tapi saat membuka diri,kau menghargai mereka dalam waktu lama. Kau bersikap kejam,tapi sebenarnya baik dan ramah.” Ucap Shin Joo

“Apa yang kau tahu tentangku?” kata Yoo Ri marah. Shin Joo mengaku tahu tentang Yoo Ri.

“Dari sikapmu pada Lee Rang dan anjing.” Kata Shin Joo. Yoo Ri kesal meminta Shin Joo agar Berhentilah bersikap baik.

“Aku menjadi geram tiap kali kau menceramahiku tentang aku butuh teman dan keluarga. Aku benci kau tampak tidak modis dan tersenyum setiap hari. Aku benci semuanya.” Kata Yoo Ri marah

“Aku tidak akan menceramahimu. Aku hanya akan memakai pakaianyang kau pilihkan untukku. Aku akan berhenti senyum jika kau mau.” Kata Shin Joo

“Tolong hentikan. Aku tidak menyukaimu! Aku membencimu!” tegas Yoo Ri. Shin Joo yain kalau Yoo Ri bohong.

“Berhenti menempel padaku juga. Aku pergi.” kata Yoo Ri. Shin Joo langsung mengejar dan memeluknya dari belakang. 




“Aku tidak bisa membiarkanmu pergi.” ucap Shin Joo. Yoo Ri meminta agar melepaskanya.

“Tidak. Aku tidak bisa...Aku tidak bisa sampai kau bilang kita tidak putus.” Ucap Shin Joo

“Gu Shin-joo.. Ini hanya membuatku makin tidak menyukaimu.” Ucap Yoo Ri. Shin Joo menangis meminta maaf atas segalanya. Yoo Ri tak peduli langsung melepaskan tanganya. Shin Joo mengejarnya.

“Jangan ikuti aku... Tolong pergilah dari hidupku.” Ucap Yoo Ri marah.Shin Joo akhirnya menatap Yoo Ri yang pergi. Di dalam mobil Imoogi melihat Shin Joo yang berpisah dengan Yoo Ri. 

Shin Joo menangis menceritakan pada Yeon kalau Yoo Ri pikir yang berpura-pura baik, tidak suka penampilannya atau caranya berpakaian. Yeon pun mengaku Sebenarnya bisa sedikit memahaminya lalu mengumpat Pencuri ceplukan itu sangat jahat!

“Beraninya dia mempermainkan rubah.” Kata Yeon. Shin Joo mengeluh meminta agar Berhentilah menjelekkan Yu-ri.

“Berhentilah menangis.” Kata Yeon. Shin Joo mengaku Yoo Ri cinta pertama dan terakhirnya.

“Aku berniat melamarnya. Aku bahkan membeli cincin emas di Jongno kemarin. Teganya dia melakukan ini padaku.” Kata ShinJoo

“Pasti ada alasan dia tiba-tiba memutuskanmu.” Ucap Yeon. Shin Jo mengaku tidak tahu.


“Ini ulah Imoogi. Dia membawanya.” Kata Rang tiba-tiba datang. Shin Joo kaget melihat Rang dan Yeon bahagia melihat Rang yang akhirnya tersadarkan diri dan langsung memeluknya dengan erat.

“Apa yang kau lakukan?” keluh Rang. Yeon senang adiknya  sudah siuman dan sudah kembali.

“Hentikan ini, atau aku ingin mati lagi.” Kata Rang.  Yeon pun ingin tahu Bagaimana Rang bisa siuman

“Apa maksudmu?  Imoogi membawanya?” tanya Shin Joo. Rang memberitahu kalau Yoo Ri  mengikutinya dengan syarat ia bisa hidup dan Su-ho melihatnya.

“Tidak. Aku harus mencari Yu-ri.” Kata Shin Jooo emosi, Yeon menahan Shin Joo karena tak boleh pergi menemuiny.

“Bagaimana jika dia membunuhnya? Lepaskan aku!” kata Shin Joo. Rang langsung memberikan pukulan pada Yeon.

“Dasar bodoh. Kau ingin kalian berdua terbunuh? Aku memukulnya karena tahu kau tidak tega.” Ucap Rang kesal. Yeon bisa menganguk mengerti.

“Aku berjanji akan menyelamatkan pacarmu dan membawanya kepadamu. Aku akan membunuh Imoogi.” Ucap menenangkan Shin Joo.

 “Serahkan kepadaku. Dia berusaha membunuhku dua kali.” Ucap Rang. Shin Joo pun ingin tahu keberadaan Su Ho

“Apa Dia di rumah sendirian?” tanya Shin Joo khawatir. Rang membenarkan.

“Jangan meninggalkan anak kecil sendirian! “ teriak Shin Joo kesal. Rang menyuruh Shin Joo agar menyeretnya keluar.



Su Ho sibuk dengan banyak mainan di rumah dan terlihat tak ingin keluar dari rumah. Ji A datang dengan Sae Ron dan juga Jae Hwan dan melihat  Semua orang berkumpul, meski tidak semua orang diterima. Rang bertanya Siapa mereka.Yeon menjawab mereka Pekerja paruh waktunya.

“Apa yang kau lihat?” ucap Rang sinis melihat Sae Ron terus menatapnya. Sae Ron merasa  bisa tahu dari penampilan luar biasanya. 


“Kau bukan manusia, bukan? Ucap Sae Ron. Rang memperingatkan  Berhenti bicara dengannya atau  akan menggigitnya.

“Sudah kuduga... Tiga manusia dan dua rubah. Kau di pihak mana?” ucap Jae Hwan pada Shin Joo

“Ada tiga manusia dan tiga rubah.” Ucap Shin Joo. Jae Hwan melonggo. Ji A pikir Karena mereka sudah bertemu jadi akan mulainya.

“Kudengar ini rapat strategi. Kenapa kau di sini?” sindir Rang pada Ji A. Ji A mengaku lebih berpengalaman dengan Imoogi daripada Rang.

“Kau juga punya Imoogi dalam dirimu.” Ucap Rang. Ji A melotot mendengarnya. 


“Usir gadis ini. Bagaimana jika Imoogi dalam dirinya mendengarkan?” kata Rang pada Yeon.

“Tidak. Ji-ah berperan penting dalam operasi ini. Jika kau keberatan, pergilah.” Ucap Yeon. Akhirnya Rang hanya bisa terdiam.

“Semua orang di sini pernah bertemu Imoogi setidaknya satu kali. Beberapa dari kita hampir dibunuh olehnya. Dia menyandera kenalan kita. Selain itu, dia ada dua orang.” Ucap Yeon

“Kita buat mereka mengakhiri pertarungan ini. Yang terburuk...” ucap Yeon ragu.

“Yang terburuk... Ini tubuh utamanya.” Kata Ji A memperlihatkan tanganya yang mulai bersisik.

“Hei, sarang Imoogi. Kenapa kau tidak kembali sebelum membuat semua orang dalam masalah?” sindir Rang.

“Kenapa kau harus siuman? Putri Tidur cocok denganmu.” Ejek Ji A. Keduanya pun berhenti adu mulut. 


“Serangan fisik seperti menusuk dan menebas tidak bisa membunuh Imoogi. Dia bisa mengendalikan pikiran orang. Hanya aku dan Ji-ah yang bebas dari hal itu. Ini akan sulit, tapi jangan sampai menghadapinya sendirian.” Kata Yeon.

“Bagaimana kita bisa melawannya tanpa menghadapinya?” ucap Jae Hwan

“Kau bisa apa jika menghadapinya? Kau hanya akan berteriak minta tolong.” Kata Rang. Yeon menjawab kalau ini Peringatan.

"Peringatan." Apa yang ingin dicapai Tae-ri melalui semua ini?” tanya Sae Ron.

“Dia akan membunuh semua orang. Setelah itu...” ucap Ji A mengingat yang dikatakan Tae Ri.

“Setelah itu, akan ada wabah di seluruh dunia. Dengan begitu, tidak akan ada yang bahagia.” Ucap Tae Ri. Sae Ron dan Jae Hwan kaget mendengar Wabah

“Lee Rang, berhentilah bermain gim.” Keluh Shin Joo. Rang  mengau bisa mendengarkan jadi Langsung saja ke intinya.

“Sejauh ini, aku takut menyakiti Ji-ah dan hanya mencoba melawan Imoogi yang kita kenal. Tapi sekarang, target kita berubah.” Ucap Yeon

“Bagaimana caramu membunuh Imoogi di dalamnya?” kata Rang. Ji A  bertanya apakah Yeon sudah menemukan cara. Yeon mengaku Sudah.



Nyonya Bong membawakan sebuah tas dan dan masuk ke retoran Makanan Korea tradisional, Pengantin Siput. Yeon pikir Ji A ingat peramalyang mereka temui di Desa Rakyat. Ji A mengaku pasti mengingatnya.

“Kita kehilangan kelereng rubahmu karena seseorang.” Ucap Ji A menatap pada Rang

“Rumornya dia orang penting. Benarkah?” ucap Rang. Yeon menjawab Salah satu dari sepuluh raja Neraka. Rang  kaget mendenagrnya.  

“Tampaknya, dia bahkan punya pedang Uiryeong.” Kata Yeon. Ji A tak percaya mendengarnya.  Jae Hwan tak mengerti Apa itu

“Pedang yang menebas dosa.” Kata Shin Joo. Jae Hwan masih tak mengerti Menebas dosa?

“Konon, pedang itu dibuat oleh Raja Yeomra dengan cabang pohon penimbang dosa.” Kata Jae Hwan.

“Kukira pedang itu menghilang dari dunia ribuan tahun lalu.” Ucap Jae Hwan.

“Pengantin Siput baru saja mengambilnya.” Kata Yeon. Jae Hwan pikir  Tapi jika Yeon  ayunkan pedang itu, Produser Nam akan terluka

“Tidak akan... Pedang Uiryeong terbuat dari kayu. Pedang itu menebas hal yang tidak bisa ditebas. Dalam hal ini, roh Imoogi.” Kata Shin Joo. Sae Ron pun mengucap syukur.

“Kapan kau melakukannya?” tanya Rang. Yeon menjawab Besok. Nyonya Bong sudah menyiapkan pedang dan menaruh dalam kotak. 





Di sebuah kedai kopi, Yeon menatap adiknya yang meminum kopi bertanya Bagaimana rasanya lahir kembali. Rang mengaku Karena  pernah mati menurutnya kopi terasa nikmat. Yeon mengejek adiknya yang bodoh agar bisa hidup lebih lama.

“Jika mati lebih cepat, kau tidak bisa minum kopi lagi. Bukankah itu menyedihkan?” ucap Yeon.

“Kau takut aku akan mati?” ejek Rang. Yeon mengaku kalau takut kehilangan adiknya.

“Apa pesananmu? Boleh kucoba?” ucap Rang melihat minuman Yeon yang berwarna. Yeon mengaku cukup enak lalu memberikan gelasnya.

“Kenapa kau bersikap baik?” kata Rang heran. Yeon pikir Hanya karena mereka belum pernah melakukan ini.

“Aku hanya perlu menjangkau lebih dahulu. Kenapa itu sulit sekali?” ucap Yeon bersikap sebagai kakak.

“Ada apa denganmu? Kau bicara seolah akan segera mati.” Ucap Rang dan mencicipi minuman Yeon yang cukup enak.

“Rasanya seperti pelangi, bukan? Biar kucoba pesananmu.” Kata Yeon. Rang melarangnya.  Yeon mengumpat kesal dan tetap akan mengambilnya.

“Jangan meminumnya!” kata Rang dan langsung mendorong dada Yeon. Yeon mengeluh kesakitan. Rang bingung ada apa dengan kakaknya.  Yeon mengaku Bukan apa-apa. Rang membuka baju Yeon dan melihat ada perban.

“Apa Karena wanita itu?” tanya Rang sinis. Yeon berbohong kalau itu bukan. Rang tahu Yeon melindunginya jadi pasti Ji A.

“Pedang Uiryeong atau apa pun itu akan berhasil padanya?”tanya Rang. Yeon pikir sudah 600 tahun.

“Aku akan mengakhiri pertarungan panjang ini selamanya.”kata Yeon yakin. Rang memikirkan kalau Yeon gagal.

“Apa yang terjadi kepadaku?” tanya Rang. Yeon mengaku Karena itu membutuhkan adiknya. 




Di dalam sel penjara. Tuan Kwon mengeluh sudah berusaha keras dan hanya selangkah lagi dari puncak negeri ini. Ia mengumpat kesal karena  berakhir di ruangan kecil ini. Tiba-tiba ia tertawa bahagia karena selamat. Dan bisa hidup.

 Ia merasakan tubuhnya mulai gatal dan melihat ada bintik-bintik merah yang keluar. Di ruangan kepolisian, seorang detektif terus meraskan bagian lehernya yang gatal. Saat itu detektif Kim merasa heran seperti penyakit menular dan melihat ada bintik merah yang keluar. 


Ji A dan dua juniornya pergi ke restoran toppoki. Ia meras heran tooppoki rasanya bisa selezat ini bahkan dalam situasi ini. Mereka menyetujuinya. Ji A lalu memperingatkan agar Jangan carinya untuk sementara arena Tetap bersamanya mungkin akan menyulitkan mereka berdua.

“Aku bebas bertindak.” Ucap Sae Ron. Ji A mengingatkan keduanya  hampir mati.

“Kau ingat saat ibuku datang ke Seoul untuk operasi cakram hernia?” ucap Sae Ron.

“Ada acara yang tayang hari itu, jadi, dia tidak bisa ke rumah sakit dan menangis.” Kata Jae Hwan.

“Dan kau pergi ke rumah sakit untukku. Kau menjaga ibuku tetap aman. Andai meninggalkan Ibu sendirian, aku pasti lebih sedih setelah ibuku meninggal.  Biarkan kami membantumu juga.” Ucap Sae Ron.

“Dia benar. Kami hanya orang biasa dan tidak punya kekuatan, tapi aku ingin melakukan apa pun untuk menyelamatkan nyawamu.” Kata Jae Hwon.


“Saat ini, kembali ke kantor adalah membantuku. Jika Pak Choi melihat kita bertiga pergi, maka dia akan marah.” Ucap Ji A

“Dia sudah pergi.” ucap Jae Hwan. Ji A kaget mendengarnya. 

Yeon mengetahui kalau Tuan kwon menyerahkan diri. Rang pikir Mustahil Imoogi membiarkannya hidup lalu Yeon berbicara dengan Ji A meminta agar periksa apa yang terjadidi kantor polisi.

Jae Hwan mencoba menelp Tuan Kim dan memberitahu kalau Atasnya itu tidak menjawab teleponnya.  Sementara Tuan Kim sedang ada di kantor polisi kaget karena ada satu pria yang terlihat kejang-kejang. Ia pun meminta polisi lain untuk memanggil ambulance.

Polisi yang sebelumnya merasa  gatal dan langsung mengeluarkan sesuatu dari mulut. Mereka pun kaget seperti buah telur besar yang keluar. 



Yeon memberitahu Nyonya Bong kalau harus melanjutkan rencana mereka. Nyonya Bong langsung menutup restorannya. Rang memasang jimat dan juga tali seperti perangkap. Shin Joo berlari membawa sesuatu pada kotaknya. Ji A sudah siap didepan restoran dan yakin akan masuk ke dalam.

“Dia mulai membuat gerakan. Waktu kita tidak banyak. Hari ini, kita akan menangkap Imoogi dalam Ji-ah lebih dahulu. Mulai sekarang, kita tidak boleh membuat kesalahan.” Ucap Yeon.

“Aku mengerti. Katakan saja.”kata Rang. Yeon  mengatakan Rencananya sederhana.

“Ji-ah akan berdarah untuk memanggil Imoogi. Saat dia muncul, akan kutebas dia dengan pedang Uiryeong sekaligus. Shin-ju, saat Ji-ah dan aku masuk, kunci pintunya dari luar. Sebelum aku mengirim sinyal, jangan ada yang mendekat.” Kata Yeon.

“Kenapa?” tanya Shin Joo. yeon pikir Jika dia kabur dari tubuh Ji-ah, mereka semua bisa berada dalam bahaya.

“Dia mungkin akan menempel di tubuh kalian.” Kata Yeon. Rang memberitahu  Karena itu membuat batasan dengan darah kuda.

“Dia berbeda dari Imoogi yang pernah kita lihat. Untuk saat ini, kita tidak tahu bagaimana penampilannya dan ke mana dia akan pergi. Jangan sampai ada satu pun kesalahan.” Ucap Yeon

“Bagaimana jika dia menempel padamu?” tanya Rang. Yeon pikir  Asalkan ia sadar, itu tidak akan terjadi dan meminta sesuatu pada Shin Joo.


“Ini ular. Aku memilih yang paling cocok dengannya. Ucap Shin Joo. Yeon menganguk mengerti.

“Jadi, sebaiknya kau menebasnya sekaligus. Sekalipun dia berhasil kabur, satu-satunya tubuh yang akan dia temukan adalah tubuh ular itu. “Kata Nyonya Bong. Yeon menganguk.

“Ayo. Aku ingin segera menyingkirkannya.” Kata Ji A sudah memegang sebuah peniti. 




Mereka pun bersiap masuk ke ruangan dengan berisi jimat. Ji A sempat takut  tapi menguatakan diri. Yeon masuk dan Nyonya Bong memberikan pedangnya. Yeon mengucapkanTerima kasih dan memperbolehkan Yeon pergi. Nyonya Yeon meminta agar berhati-hati. Rang dkk mulai memaku pintu agar Immogi tak keluar.

“Sekarang... Bisa kita mulai?” ucap Yeon. Ji A pikir  Sebelum itu, ikat tubuhnya di kursi dengan ini.

“Bagaimana jika aku menyakitimu lagi?” ucap Ji A. Yeon pikir Tidak perlu. Ji A meminta Yeon agar mendengarkanya.

“Kenapa kau terus berusaha melindungiku?” keluh Yeon menatap Ji A. 





Rang berjalan berkomentar kalau Firasatnya buruk. Shin Joo meminta agar  Jangan bilang begitu karena Itu bisa membawa sial. Didalam ruangann, Yeon pikir akan mengikat Ji A. Ji A menghela nafas dan meminta  memeluknya. Yeon pun mendekat dan langsung memeluk Ji A.

“Jangan ragu karena aku..” kata  Ji A. Yeon pikir Jangan gugupkarena Ini pedang kayu yang bahkan tidak tajam.

“Aku bersiap untuk terluka.” Ucap Ji A. Yeon pikir tak ada alasa membiarkannya terluka

“Pedang ini hanya bisa menebas hal yang tidak bisa ditebas, seperti roh Imoogi.” Kata Yeon.

“Artinya pedang ini bisa menebas nyawamu?” ucap Ji A dan tersenyum licik, seperti sudah dirasuki Immogi.

“Tentu saja bisa. Tapi... Aku ingin bertanya kepadamu. Siapa kau?”kata Yeon bisa tahu kalau Immogi sudah keluar.

“Roh yang akan menghilang adalah rohmu.” Kata Immogi dan langsung memegang pisau. Yeon tak bisa meraihnya. Pisau pun langsung mengenai Yeon dan jatuh tak sadarkan diri. 



Rang bisa tahu kalau terjadi sesuatu didalam ruangan dan akan masuk. Shin Joo langsung menahanya. Rang marah menyuruh minggir karena Jika sesuatu menimpa Lee Yeon, maka akan membunuh wanita itu.

“Kau tidak boleh masuk. Jika ingin masuk ke sana, singkirkan aku dahulu.” Ucap Nyonya Bong.

“Kau pikir aku tidak mampu?” kata Rang marah. Nyonya Bong dan Shin Joo berusaha agar terus menahan Rang masuk.

***

“Ini Menyedihkan sekali. Tidak kusangka dia bisa mendapatkan pedang Uiryeong.” Ucap Immogi yang ada ditubuh Ji A terlihat bahagia.

“Hei. Kau berpura-pura tidur? Apa ini?Apa Rohnya benar-benar menghilang?” kata Ji A memastikan Yeon yang tak sadarkan diri saat menarik kepalanya. 


Ia pun mencoba melepaskan sisik dibagian lehernya. Immogi yang ada dimobil merasakan dibagian lehernya yang sakit. Yoo Ri menatap bingung dan terus mengemduikan mobilnya.

“Lagi pula, ini akan tetap terjadi. Aku akan memberimu rumah lama. Jadi, berikan aku yang baru.” Ucap Ji A memberikan sisiknya pada mulut Yeon. Tiba-tiba Yeon membuka mata dan melepaskan sisiknya.


“Kau tidak tahu kini rumah mahal? Kau benar-benar pencuri.” Kata Yeon. Ji A kaget melihat Yeon yang sadarkan diri.

“Bagaimana menurutmu? Aku ingin memastikan ini. Kau bertukar tubuh dengan sisikmu, bukan?” ucap Yeon. 



Flash Back

Nyonya Bok menelp Yeon kalau  Tidak ada yang tahu keberadaan peramal itu sejak Desa Rakyat. Bahkan tetua di Sungai Styx yang punya penerawangan tidak bisa menemukannya. Yeon mengumpat kesal mendengarnya.

“Apa tindakan kita?” tanya Nyonya Bok khawatir. Yeon meminta Nyonya Bok mendapatkan pedang kayu apa pun.

“Pedang kayu? Apa rencanamu dengan pedang yang tidak bisa memotong?” ucap Nyonya Bok binggung.

“Aku akan menebas sesuatu yang tidak bisa ditebas.” Ucap Yeon tersenyum bahagia. 


“Haruskah kita mulai bermain dengan cara berbeda?” kata Yeon bahagia.

Didalam mobil, Immogi memegang lehernya yang sakit dan meminta Yoo Ri agar menghentikan mobilnya. Immogi pun mengerti Berarti sejak awal, pedang ini... Yeon mengaku membelinya di Pasar Loak Cheonggyecheon, 10.000 won.

“Peramal sialan itu hanya muncul kapan pun dan di mana pun dia mau.” Kata Yeon. Immogi langsung mengumpat Dasar bajingan.

“Siapa yang kau panggil bajingan? Kenapa Ji-ah bersikap konyol?” ucap Yeon. Immogi tahu tentang itu.

“Mencurigakan. Saat kita masuk ke sini, aku mencium bau darah. Indra penciumanku sangat tajam. Bagaimanapun, terima kasih atas donasimu.” Ucap Yeon memegang sisik Immogi

“Kau pikir bisa mengubah keadaan hanya karena punya sisikku? Meski kau memasukkannya ke tempat lain, aku akan kembali ke wanita ini sampai kau menyerah dan merelakan tubuhmu.” Kata Immogi 



“Jadi, aku bisa memasukkanmu ke tempat lain dengan ini. Misalnya, apa pendapatmu tentang ular seperti ini?” kata Yeon yang sudah membawa ular.

“Cobalah. Kau tidak berpikir aku akan diseret keluar secara paksa dan melepaskan tubuh ini dengan mudah, bukan?” ucap Immogi

“Kau benar. Sejujurnya, aku lebih menyukaimu daripada Imoogi yang lain. Sudah sewajarnya penjahat bersikap kurang ajar sepertimu. Aneh sekali Imoogi mendambakan romansa.” Ucap Yeon akhirnya mengurunkan niatnya memberikan sisik.

“Bagiku, wanita ini hanyalah sandera.”ucap Immogi. Yeon  yakin pria itu lebih tertarik kepada Ji-ah daripada menyempurnakan tubuh mereka.

“Pria itu hanya bagian dari tubuhku.” Ucap Immogi. Yeon merasa dia tidak merasa begitu.

“Kau pikir bisa memisahkan aku darinya? Jangan harap.” Kata Immogi. Yeon pikir Immogi itu harus tahu pria itu.Tiba-tiba Ji A meraskan kepalanya sangat sakit lalu jatuh pingsan. 



Immogi terlihat sangat marah dan tak merasakan sakit lagi. Yoo Ri pun hanya bisa menatapnya. Nenek Yeon pun melihat komputerny [Daftar. Nama, Nam Ji-ah. Lahir, 3 Maret 1991, Mati, Hari Ini] Tuan Hyun berkomentar kalau Nyawa yang tidak bersalah akan mati.

“Jika kita biarkan seperti ini, dunia akan hancur dalam sekejap.” Ucap Nenek Yeon.

“Tidak. Kau salah... Itulah dirimu sejak awal.” Ucap Tuan Hyun marah. Nenek Yeon memanggil “Sayang.”

“ Jangan memanggilku begitu. Aku memutuskan untuk tidak menjadi suamimu lagi.” Kata Tuan Hyun keluar dari rumah

“Jangan bercanda. Siapa yang mengizinkanmu? Berhenti.Apa Kau tidak mendengarku? Begitu membuka pintu itu dan pergi, kau akan kehilangan semuanya. Akan kupastikan itu!”teriak Nenek Yeon. Tuan Hyun tak peduli terus keluar dari rumah. 



Immogi terlihat sangat marah dan berjalan di trotoar, setiap orang yang menabraknya langsung tak sadarkan diri.Semua orang yang melihatnya pun bingung karena teman mereka jatuh pingsan. Ji A akhirnya terbangun dan melihat Yeon didepanya.

“Mari bergegas... Aku ingin menghabiskan momen terakhirku sebagai diriku sendiri. Di sampingmu... Mari kita akhiri pertarungan membosankan ini. Untuk selamanya.” Kata Ji A.

Di ruangan, Nenek Yeon memastikan [Nam Ji-ah. Lahir, 3 Maret 1991. Mati, Hari Ini]

Bersambung ke episode 14



Cek My Wattpad...   First Love

Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

 

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar