Sabtu, 07 November 2015

Sinopsis She Was Pretty Episode 15 Part 1

Shin Hyuk mulai mengolesi semua bagian bawah wajahnya dengan foam, dengan menatap cermin mencukur dari bagian dagu ke arah atas, lalu dibagian bawah pipi menuju kearah kumis. Setelah itu mencuci wajahnya yang sudah bersih dan mengeringkannya dengan handuk.
Dengan jas kotak-kotak, dasi berwarna hitam, rambut yang dibuat klimis, tatapannya tajam saat merapihkan pakaianya. Sebelum pergi sempat memejamkan mata seperti meyakinkan dirinya, lalu pergi dari hotelnya. 

Shin Hyuk memberikan sebuah MP3 lengkap dengan earphonenya, memberitahu Sung Joon semuanya tentang siapa dirinya dan alasannya hidup dengan cara seperti itu ada disana, jadi meminta agar bisa mendengarnya lalu menuliskan artikel dan dimasukan ke dalam majalah.
“Jadi... kau mau bilang kalau kau itu Ten yang terkenal, dan kau ingin mengungkapkan semua pada dunia melalui THE MOST, begitu?” tanya Sung Joon dengan tatapan masih shock
“Bingo! Ah, pasti kau tak percaya.”kata Shin Hyuk lalu mengeluarkan puplennya dan juga tulisan tangan yang sama dengan foto, menurutnya itu sudah cukup sebagai bukti.
“Jadi kau yang menghentikan penjilidan?” tanya Sung Joon masih dengan tatapan tak percaya. Shin Hyuk mengangguk.
“Cukup dengar ini untuk wawancaranya, lalu Foto aku, dengan begitu artikelnya bisa lebih dahsyat” ucap Shin Hyuk memberikan sebuah camera.

Sung Joon masih saja terdiam, Shin Hyuk meminta Sung Joon segera mengambil foto karena sengaja sudah merapihkan wajahnya dan memberikan senyuman manisnya. Sung Joon tetap saja menatap dingin, lalu bertanya alasan Shin Hyuk mengungkapkan diri, apakah Untuk menyelamatkan MOST.
Shin Hyuk tak menjawab hanya  meminta Sung Joon segera mengambil fotonya saja. Akhirnya ia sendiri yang melakukan Selfie dengan kamera digitalnya. Sung Joon menatap dingin membiarkan Shin Hyuk melakukan apa yang diinginkanya.
“Eii, wajah asliku lebih keren, nanti tolong diedit supaya lebih MOST.” pinta Shin Hyuk setelah mengambil gambar dirinya.
“Pasti ada alasan kenapa kau merahasiakan diri.”ucap Shin Hyuk yakin.
“Tak ada rahasia yang abadi. Kalaupun akhirnya terungkap, aku harap terungkap oleh MOST. Lagipula tak ada waktu yang lebih tepat dari ini.” jelas Shin Hyuk dengan diakhir senyuman manis, Sung Joon masih saja ingin tahu alasanya.

“Kau orangnya profesional dalam bekerja , kan? Kalau kau seperti ini, alasanmu datang kesini jadi hilang. Tadinya aku mau minta tolong Jacson. Saat kau mendengar rekaman ini, kau mungkin akan sedikit kecewa. Aku membayangkan bicara dengan Jackson saat merekamnya, jadi pakai banmal.” jelas Shin Hyuk tentang rekamanya.
“Aku tak suka orang lain bicara tentang hidupku. Tapi kalau Jackson... maksudku, kalau Hye Jin aku tak keberatan. Kau pasti sudah tahu, dia terlalu baik dan pasti tak tega mengungkapkan siapa aku, dan bingung sendiri. Jadi aku memanggilmu.” ungkap Shin Hyuk.
Sung Joon masih saja tak terima, Shin Hyuk meminta Sung Joon untuk menulis artikel dan mengajaknya agar menjadikan Most nomor satu, dengan menyelamatkan Most maka tak ada yang akan menangis. Sung Joon pikir apabila mengungkapkan semuanya, apa yang akan terjadi dengan mungkin hidupnya akan berubah.
“Yah, mungkin awalnya bakal heboh, tapi akan tenang setelah itu.Aku tak masalah dan baik-baik saja.” ucap Shin Hyuk, Sung Joon tetap masih tak terima dan ingin mengembalikan rekaman tapi Shin yuk lebih dulu berdiri.
“Aku serahkan padamu.,,Artikel pertama tentangku, aku sangat berharap MOST yang menulisnya.” kat Shin Hyuk dengan wajah serius lalu meninggalkanya, Sung Joon hanya menatap MP3 yang ditinggal diatas meja. 

Semua tim Most masuk ke dalam ruangan, Joo Young masih tak percaya dengan situasi yang menurutnya tak masuk akal. Han Sul tersenyum karena mungkin seniornya itu merasa bersalah memperlakukan Poong Ho selama ini.
Ah Reum juga masih benar-benar tak percaya Poong Ho itu adalah seorang wakil Presdir dari Jisung Magazine dan seorang Chaebol. Eun Young dan Yi Kyung juga masih kaget, Joo Young dengan gugup merasa seperti melihat hantu, lalu Nyony Kim masuk ke dalam ruangan mengandeng keponakanya.
Poong Ho langsung melepaskanya, Joo Young binggung awalnya memanggil sebagai junior lalu memanggil dengan formal “wakil presdir” Semua mengeluh dengan sikap Poong Ho yang tega melakukan ini padanya. Joon Woo juga mengumpat Poong Ho si penghianat.
“Attenzione. Kalian semua... pasti sangat penasaran. Sapalah anggota timmu secara formal.” ucap Nyonya Kim, lalu Poong Ho mendorong bibinya agar cepat masuk ke dalam ruangan. 

“Selamat siang. Aku wakil presdir Jin Sung yang baru, Kim Poong Ho.” ucap Poong Ho seperti orang yang sangat berwibawa.
Semua menjerit merasakan semua bulu kuduk berdiri, Joo Young langsung memukul juniornya karena tega melakukan itu pada mereka, Joon Woo merasa seharusnya Poong Ho memberitahu mereka lebih dulu. Poong Ho tersenyum melihat semua timnya shock, sambil memukul kepala Joon Woo membela diri kalau tak ada yang menanyakan hal itu padanya.
“Kenapa kalian bisa tak tahu. Aku sudah sangat berwibawa dan sekarang Aku wakil predir, paling tidak hormat sedikit padaku.” perintah Poong Ho walaupun masih terlihat seperti orang biasa.
“Itu tidak penting. Apa bisa sunbae minta tolong presdir untuk menyelamatkan kami?” tanya Ah Reum memohon
“Aku sudah bilang padanya...Tapi itu keputusan MOST pusat, jadi kami tak bisa apa-apa.” jelas Poong Ho
Eun Young menanyakan alasan Poong Ho ada di tim editor Most, Poong Ho mengaku harus memeriksa seperti apa keadaan perusahaan dan dengan bangga merasa dirinya bisa diandalkan dalam tim. Joo Young yang kesl mencoba untuk menghajarnya. Joon Woo pun menahan agar dua seniornya tak berkelahi. 

Sung Joon mengendarai mobilnya dengan wajah benar-benar gelisah, ponselnya berdering. Ia langsung memasang handsfreenya. Hye Jin menanyakan keberadaan sang pacar. Sung Joon berbohong sedang ada rapat. Hye Jin bertanya dengan siapa, Sung Joon mengaku dengan seseorang.
“Kau tak tahu ada kejadian besar di timmu,  Jangan kaget. Wakil presdir yang diangkat hari ini Adalah Poong Ho sunbae! Dia anak dari grup Jin Sung! Bagaimana bisa seperti ini? Di dunia ini banyak hal tak terduga, kan?” jerit Hye Jin tak percaya.
“Begitulah. Banyak hal tak terduga.” ungkap Sung Joon yang juga masih tak percaya bahwa Shin Hyuk adalah penulis Ten dan dengan sengaja membuka semua identitasnya demi majalah Most. Keduanya pun saling menutup telp. 

Sung Joon mendengarkan rekaman suara Shin Hyuk dirumahnya. “Hai, Jackson! Mulai saat ini , akan kuceritakan semuanya, dengar baik-baik. Nama Korea : Kim Shin Hyeok dan Nama pena : Ten. Sampai sini kau pasti sudah tahu.”
Dengan wajah penuh keyakinan, Sung Joon menelp bagian percetakan kalau tak jadi menambahkan  artikel jadi tak perlu lagi menunda proses cetak dan melanjutkan sesuai jadwal. 

Pagi Hari
Hye Jin langsung keluar kamar dengan wajah panik karena mendengar jeritan dari luar. Ha Ri  menjerit karena melihat hasil setelah melakukan tes kecerdasan. Hye Jin yang tadinya melonggo mendekati laptop ingin tahu hasilnya.
“Aku berhenti jadi hotelier karena aku malu. Kenapa hasilnya aku cocok sekali jadi hotelier? Pengunduran diriku sia-sia.” keluh Ha Ri
“Kau malu karena dapat pekerjaan berkat ayahmu, Bukan malu karena jadi hotelier. Sepertinya kau senang bekerja disana.” komentar Hye Jin
“Yah... aku memang tak membencinya.” akui Ha Ri
“Hei, kau bicara seolah-olah kau menyedihkan. Bukankah itu berarti kau menyukai pekerjaanmu?” komentar Hye Jin. Ha Ri seperti masih tak yakin tapi Hye Jin berusaha meyakinan bahwa temanya memang menyukai pekerjaanya. 

Sung Joon tersenyum melihat hasil cetak majalanya yang baru saja turun dari mobil box, matanya langsung melotot kaget melihat dibagian depan tertulis “wawancara exclusive dengan Ten” lalu berusaha membuka majalah, terlihat artikel yang sengaja tak dimasukan ke dalam majalah.
Ia masuk ke dalam gedung, menelp bagian pecetakan dengan wajah panik, menanyakan apa yang terjadi karena sebelumnya sudah memberitahu tak ada penambahan apapun dan bertanya sudah berapa banyak yang disebarkan. Di bagian toko buku, majalah yang baru saja masuk langsung diserbu pengunjung karena ada wawancara ekslusif dengan Ten.
“Reporter Kim datang kemari dan bilang ada artikel yang harus ditambahkan.Aku bilang mau tanya anda dulu, tapi katanya anda sudah setuju. Dan Dia bilang akan bertanggung jawab.” jelas bagian percertakan, Sung Joon langsung menuju lift berusaha menelp Shin Hyuk. 

Joo Young pun mengambil salah satu majalah Edisi ultah ke-20 yang sudah membuat tubuh mereka mendidik akhirnya terbit juga. Matanya langsung melotot kaget melihat bagian cover ada Wawancara eksklusif dengan Ten, semua langsung bergegas mengambil majalah untuk melihatnya.
Sun Min tak percaya bahwa Shin Hyuk adalah penulis Ten yang misterius dan sangat terkenal. Semua anggota tim, melotot tajam melihat Shin Hyuk adalah penulis dengan nama Pena adalah Ten.
Hye Jin yang baru kembali mengambil air untuk bawang bombaynya terlihat binggung lalu mengambil majalah yang dipegang Ah Reum. Lalu melihat ada foto Shin Hyuk dengan jas dan hasil wawancaranya, teringat sebelumnya Shin Hyuk mengatakan akan menjadi hasil yang special dan Hye Jin akan mengetahuinya esok. 

Sung Joon menuju parkiran sambil menelp hotel Ara tempat Shin Hyuk selama ini tinggal, meminta untuk menghubungkan ke kamar nomor 22045. Receptionist memberitahu kamarnya sudah kosong. Sung Joon kaget dan memberitahu bahwa kamar itu atas nama Kim Shin Hyuk. Receptionist mengatakan Shin Hyuk sudah keluar pagi ini, saat masuk akan masuk ke dalam mobil pesan Shin Hyuk masuk.
“Kau tidak apa-apa? Kau pasti kaget, kan? Maaf.... Lihat kan, harusnya kuungkap lebih awal, Kau membuatku turun tangan sendiri. Tak usah mencariku di hotel. Aku takkan ada disana. Aku pamit... Bye!”
Sung Joon hanya bisa lemas membaca pesan dari Shin Hyuk yang tak mungkin bisa ditemuinya. 

Nyonya Kim baru membaca artikel tentang Shin Hyuk, melihat pulpen yang diberikan Shin Hyuk padana seharusnya tak diberikan padanya. Poong Ho baru selesai membaca majalan Most, mengumpat Shin Hyuk memang orang bodohon bisa mengungkapkan semuanya, lalu mengeluh bosan hanya duduk saja didalam ruangan sebagai Presdir.
Ha Ri sedang sibuk mencari pekerjaan melihat nomor satu pencarian dan menemukan artikel berjudul [Ten mengungkapkan jadi dirinya] dengan foto Shin Hyuk, mata melotot mengenali tamu dikamar 22044 dan tak percaya sebagai penulis. 

Di dalam ruangan Most masih membicarakan Shin Hyuk yang tak terduga sebagia penulis Ten. Hye Jin sendiri mencoba menelp Shin Hyuk tapi ponselnya tak aktif, Ha Ri mencoba menelp menyakinkan apakah benar bahwa “reporter bodoh” itu adalah penulis Ten. Hye Jin binggung karena temanya bisa mengenal Shin Hyuk, beberapa saat kemudian Hye Jin sudah berlari menuju lift.
‘”Dia orang yang kucetitakan padamu, Orang yang tingga di suite room.  Dia minta aku merahasiakannya darimu karena alasan pribadi dan ia orang yang sangat memperhatikanmu.” cerita Ha Ri saat di telp. 

Hye Jin dengan wajah panik bertemu dengan Sung Joon didepan pintu lalu memberitahu tentang Shin Hyuk. Sung Joon mengaku sudah mengetahuinya. Hye Jin binggung karena majalah sudah tersebar di toko buku dan ingin menemui Shin Hyuk yang ada dikamar Suite tempat Ha Ri berkerja dulu.
Sung Joon memberitahu kalau sudah mencarinya dan Shin Hyuk sudah pergi. Hye Jin tetap ingin pergi untuk mencarinya. Sung Joon memberikan MP3 yang ditinggalkan Shin Hyk sebagai kata-kata terakhir sebelum pergi. Hye Jin pun menerimanya dari tangan Sung Joon. 

Hye Jin mendengarkan rekama suara Shin Hyuk di depan mejanya dengan wajah serius.
“Hai, Jackson! Akan kuceritakan tentang diriku, dengar baik-baik. Nama korea Kim Shin Hyeok, Nama pena Ten. Saat ini kau pasti sudah tahu. Aku juga punya nama lain, David Joseph, itu Nama Amerikaku. Aku diadopsi saat usiaku 12 tahun. Saat ini aku pikir,  kau akan berkata "Ah, jadi seperti ini." Mungkin seperti itulah ekspresimu. Meski mungkin kau sudah tahu, orang tuaku sangat baik, dan memberiku banyak cinta. Aku sangat bahagia.” cerita Shin Hyuk
Flash Back
Shin Hyuk melakukan video call dengan orang tua angkatnya yang ada di Amerika memuji ibunya yang sudah beruban masih terlihat cantik. Ibunya pun membalas bahwa anaknya semakin tampan. Shin Hyuk memuji dirinya yang tetap seksi. Shin Hyuk menyapa ayahnya dan meminta agar makan lebih banyak.
Sang ayah mengoda anaknya akan makan banyak dan mengurangi Soju, keduanya saling menyatakan saling mencintai dan merindukanya. Setelah itu Shin Hyuk sering sekali mengirimkan tulisanya melalui email dengan penerbit.
“Aku jadi penulis kisah fiksi sungguhan dalam waktu singkat. Saat SMA, aku mengunggah tulisanku sebagai hobi, lalu ada penerbit yang tertarik Mereka ingin menerbitkannya sebagai buku, dan aku pikir bukan ide yang buruk. Tapi anehnya, fokus mereka berubah. Bagi mereka, remaja asia yang diadopsi bisa memberikan daya tarik.”
“Sementara Aku cuma ingin melakukan hal yang kusuka,ternyata makin banyak orang yang ingin tulisanku dan berubah sesuai keinginan mereka.Sampai akhirnya, tulisanku jadi bukan seperti tulisanku lagi.” 

Shin Hyuk menuliskan postingan tulisanya dengan pulpen khasnya diatas meja makan di hotelnya.
“Aku pikir akan menyenangkan kalau kurahasiakan diriku, jadi aku merahasiakan jenis kelamin, usia, dan warga negaraku dan menggunakan nama Ten. Ironisnya, satu-satunya cara aku bisa menunjukkan diriku dan tulisanku yang sebenarnya, adalah dengan menyembunyikan diri. Aku memilih gaya hidup seperti ini, supaya aku bisa bekerja dengan senang.”
Shin Hyuk membaca kembali berkas tulisan Memorynya dan terlihat sangat puas dengan tulisannya tanpa diketahui identitasnya.
 “Jackson, kau tahu motto-ku kan? "Saat ini aku bersenang-senang." Aku pikir bakal menyenangkan bekerja sebentar di majalah,karena itu aku masuk MOST. Saat ini artikelnya pasti sudah dirilis, kan? Baiklah, sampai sini dulu.Aku harap kau menyukai artikelku, Jackson.”
Hye Jin yang mendengar rekamanya berkaca-kaca, tiba-tiba terdengar jeritan yang membuatnya kaget. Shin Hyuk tahu adiknya itu akan menganggap bahwa rekaman itu sudah berakhir, tapi sebelumnya ingin menyanyikan lagu dengan lirik bahwa selama ini ia hanya berbohong dan Hye Jin merasa tertipu. Hye Jin menghapus air matanya yang mengalir di pipinya. 

Joon Woo mengeluh pada Shin Hyuk yang pergi tanpa pamit lalu melihat laptop diatas meja lalu membukanya. Terlihat wajah Shin Hyuk langsung terlihat dilayar besar dengan memperingatkan untuk tak menyentuh barangnya dan menduga itu pasti Joon Woo. Semua tim kaget langsung melihat ke layar dengan rekaman video Shin Hyuk.
“Aku pikir kalian akan sedih kalau aku pergi tanpa pamit.Aku mau pamitan, kalian tahu aku orangnya sopan, kan?  Cha sunbae, tak banyak yang bisa kukatakan untukmu.Kau orang yang hebat... Sangat hebat.” puji Shin Hyuk, Joo Young tersipu malu menerima pujianya.
“Ah Reum, selamat atas pernikahanmu. Akutak kenal suamimu, tapi dia sangat beruntung. Periksa dibawah kursi.” perintah Shin Hyuk, Ah Reum menjerit melihat amplop hadiah yang diberikan Shin Hyuk.
“Poong Ho sunbae,kau jorok dan  bau, cepat mandi sana Rapikan rambutmu itu.” ungkap Shin Hyuk, Joo Young berkomentar kalau Poong Ho sudah menjadi wakil Presdir. Joon Woo pun berjanji akan menyampaikan pesan itu.
“Lalu Joon Woo dan Han Sul,jangan terang-terangan kalau kalian pacaran! Kalian kelewatan! Aku sampai merinding.” ujar Shin Hyuk, keduanya terlihat malu-malu. Sung Joon yang ada didalam ruangan mendengar suara berisik akhirnya keluar dari ruangan.

“Untuk trio cantik, aku harap kalian bertahan sampai jadi editor hebat. Semangat!” pesan Shin Hyuk, Eun Young, Sun Min, Yi Kyung mengangkat tanganya untuk terus Semangat.
“Wapimred yang menyukai angka 525,kau pasti kaget, kan? Maafkan. Kau menyesal, kan! Kalau tahu bakal begini, pasti sudah kau berikan beberapa celana dalam untukku! Saat inipun aku memakainya karena  sangat nyaman sekali, ini Celana dalam.” ucap Shin Hyuk bangga, Sung Joon tersenyum mendengarnya.
Semua terlihat menahan tawanya karena Shin Hyuk membahas celana dalam dengan semua tim. Shin Hyuk mengakhi videonya dengan berpesan agar hidup dengan baik dan menjaga kesehatan serta memberikan semangat. Eun Young binggung karena Shin Hyuk tak berpamitan pada Hye Jin. Tiba-tiba Shin Hyuk kembali ke arah kamera karena melupakan seseorang, Hye Jin terlihat sangat bersemangat mendengarnya.
“Aigoo, aku lupa seseorang!! Bisa-bisanya aku melakukan hal ini? Pimred, bagaimana hadiah terakhirku? THE MOST, dengan fashion yang sangat MOST, tolong jaga itu.” pinta Shin Hyuk dan Nyonya Kim memberikan tanda hati diatas kepalanya.
Lalu Shin Hyuk benar-benar pamit dan keluar dari videonya, Joon Woo binggung karen Shin Hyuk tak pamit dengan Hye Jin karena selama ini memang dekat. Han Sul menyenggol sang pacar karena takut membuat Hye Jin sedih. Hye Jin tak bisa menutupi rasa kecewa karena Shin Hyuk tak memberikan pesan apapun untuknya. 

Di depan pintu masuk, terliha spanduk dan standing banner bertuliskan [Selamat atas peringkat pertama 'penjual THE MOST Korea] tapi didalam ruangan Joo Young heran mereka tak bahagia padahla sudah sampai di peringkat pertama.
Joon Woo bertanya-tanya apakah Shin Hyuk meninggalkan Korea karena nomor telpnya sudah ganti. Sun Min pun bertanya apakah Hye Jin juga akan kembali ke tim manajemen. Hye Jin membenarkan mulai besok akan kembali. Han Sul mengeluh sekarang semua malah pergi dari tim Most.
“Bagaimana kalau adakan pesta perpisahan?” ucap seseorang yang berdiri dibelakang, semua langsung setuju, Hye Jin yang pertama kali melihat Poong Ho langsung memberikan hormat.
Semua baru sadar kalau ada Poong Ho disana, Poong Ho mengeluh ruanganya sepert penjawa jadi merindukan semua timnya jadi akan  kembali kerja di ruangan itu. Han Sul mengeluh dan menyuruhnya untuk kembali saja. Poong Ho langsung mengeluarkan kartu kreditnya untuk mengadakan pesta perpisahan untuk Hye Jin. Han Sul langsung menyambarnya dan semua tim menjerit akan memesan makanan mahal, seperti lobster King crab dsb. 

Sung Joon menerima telp dari Most pusat karen sudah menjadi pringat satu maka bisa meminta hadiah dan harus kembali ke Amerika, dengan wajah serius Sung Joon mengerti akan segera kembali dan melirik tabnya dengan table Most sebagai peringat pertama.
Hye Jin dan Sung Joon pulang bersama dengan bergandengan, Sung Joon khawatir melihat Hye Jin banyak minum tapi tak makan. Hye Jin pikir karena itu pesta perpisahanya jadi harus minum dan dengan bangga kala sangat kuat minum alkohol dengan nada mengejek. Sung Joon tersenyum memujinya, lalu mengajak Hye Jin bicara dulu dan akan membeli minuman hangat lebih dulu. 

Sung Joon kembali tak melihat Hye Jin ada di dalam, tiba-tiba Hye Jin keluar dari perosotan lalu berpura-pura melihat Bulannya terang sekali. Kejadian sebelunnya. Sung Joon keluar dari perosotan dengan kata-kata yang sama. “Bulannya terang sekali.” Sung Joon tersenyum karena Hye Jin bisa mengodanya.
“Seperti ini sudah tak asing, kan? Ayo kita ke ayunan!!!” goda Hye Jin sambil berpura-pura bermain ayunan. Sung Joon semakin tersenyum melihat Hye Jin yang mengodanya. 

Hye Jin meminum minuman yang dibelikan Sung Joon agar tubuhnya hangat, Sung Joon mengaku sangat kedinginan lalu meraih tangan Hye Jin dan menaruh didalam jaketnya. Hye Jin pun sengaja menyandarkan kepalanya di bahu Sung Joon.
“Mereka menyuruhku kembali ke pusat dan akan menaikkan jabatanku.” cerita Sung Joon, Hye Jin tersenyum bangga dengan pacarnya yang terlihat sangat keren.
“Aku akan dapat hadiah karena MOST jadi nomor satu.Tapi... semua itu bukan karena aku, Aku takkan bisa melakukannya tanpa bantuan reporter Kim. Karena itu aku...akan menolak kenaikan jabatan.” ucap Sung Joon, Hye Jin terlihat benar-benar kaget.

“Sudah kubilang aku akan melamarmu kalau kita peringkat satu, dan aku ingin bersama disaat yang terbaik tapi saat ini tidak seperti yang kubayangkan. Aku harus kembali dan mengurus semuanya, lalu mulai semua dari awal. Mungkin aku takkan bisa segera menunjukkannya padamu. Tapi Hye Jin... maukah kau... tetap disisiku dan Ikut denganku?” tanya Sung Joon.
Hye Jin dengan mata berkaca-kaca mengangguk, berjanji akan ikut denganya dan akan tetap bersamanya. Sung Joon pun memberikan pelukanya dengan senyuman, lalu dengan wajah serius meminta Hye Jin tak salah paham dengan yang ucapkanya karena itu bukan lamaran yang sesungguhnya.
“Suatu saat akan kulakukan lagi, tunggu saja.” ucap Sung Joon, Hye Jin berpura-pura terkejut dan akan menunggunya.
“Tapi, bulannya indah sekali, kan?” goda Hye Jin, Sung Joon kesal melihat Hye Jin yang selalu bercanda, Hye Jin menarik tanganya dan berlari untuk bermain perosotan, Sung Joon tersenyum mengaku kalau itu perosotan miliknya. 

Semua tim berkumpul, Hye Jin sudah membawa kotak kardus mengucapkan terima kasih atas segala selama ini. Semua terlihat sedih dan meminta agar Hye Jin tak pergi dari tim. Sung Joon pun ikut keluar melihat Hye Jin yang akan pergi.
Joon Woo yang sangat sedih kehilangan kakaknya, memeluk Hye Jin. Sung Joon yang melihatnya seperti merasakan cemburu menyuruh Hye Jin untuk cepat pergi saja dan menarik Joon Woo agar menjauh. Hye Jin pun berjanji akan sering-sering main ke ruangan Most nanti, melihat Nyonya Kim ada dilantai atas langsung memberikan hormat dan Nyonya Kim memberikan kedipan matanya serta kiss bye dengan senyuman. 

Joo Young mengikuti Hye Jin yang baru keluar dengan memuji juniornya itu sudah berkerja sangat bagus.  Hye Jin terharu melihat seniornya yang keluar menghampirinya.
“Dibandingkan saat baru datang dulu, kau sudah banyak berubah. Bagus.” ungkap Joo Young
“Terima kasih banyak, sunbaenim Aku sudah banyak belajar.” kata Hye Jin
“Ah, kenapa aku merasa seperti ini? Rasanya seperti mau berpisah dengan anakku.” kata Joo Young seperti akan menitikan air mata lalu buru-buru pamit pergi dan Hye Jin terlihat sangat bahagia. 

Hye Jin kembali ke ruangan management dengan menyapa Kepala Bong, semua terlihat sangat bersemangat menyambut Hye Jin. Kepala Bong pun sangat menunggu Hye Jin datang kembali pada timnya dan memberikan tepuk tangan karena anggota timnya sudah kembali.
Setelah itu semuanya kembali ke tempat duduknya masing-masing, Hye Jin menatap mejanya yang akan kembali terisi dengan menaruh bawang bombaynya lebih dulu, lalu penuh semangat meminta pekerjaan. Kepala Bong mengatakan kalau sudah jam 6 jadi mereka akan pulang.
bersambung ke part 2  

2 komentar:

  1. Makasih mba dee untuk sinopsisnya
    Ah...dah mau tamat
    Engga rela msh mau liat hye jin ma sung joon lbh lama...

    BalasHapus
  2. Sukaaaaa banget sm episode ini..tp sedih jg sih soalnya tinggal 1 episode lagi...ada kemungkinan nambah episode ƍä> ya??

    BalasHapus