Senin, 02 November 2015

Sinopsis Mrs Cop Episode 17 Part 2

Semua Tim memberikan penhormatan terakhir pada Kepala Yum dan Jong Ho sebagai wali sementara dengan menyambut para tamu yang datang. Di kantor, Sek Yoon memberitahu Tae Yoo kalau memang benar polisi memiliki file dana rahasia tertentu, apabila mereka tak hati-hati bisa membahayakan seluruh perusahaan.
“Ada banyak orang yang terkait dengan ini, jadi Polisi tidak mampu menanganinya, bahkan seluruh Jaksa akan terlibat juga. Aku bisa membuat kesepakatan dengan seseorang pada waktu yang tepat dan melupakannya. Oh Yah, dimana pemakaman Kepala Yum? Aku pikir harus melihatnya.” ucap Tae Yoo yakin
“Jika anda menunjukkan wajah di sana, hubungan anda denganya akan terungkap.” kata Sek Yoon khawatir
“Aku tidak peduli. Semua orang takut karena file itu dan orang-orang melihat rendah padaku, jadi Aku harus menunjukkan pada orang-orang bahwa Kang Tae Yoo masih hidup, bersiaplah sekarang” perintah Tae Yoo. 

Young Jin dengan timnya berpapasan dengan Tae Yoo yang akan masuk, Tae Yoo menyapa dengan senyuman karena bertemu lagi. Young Jin mengejek untuk apa “sampah” seperti Tae Yoo datang ke pemakanan. Tae Yoo memperingatkan untuk tak bicara sembarangan karena bisa menuntutnya atas pencemaran nama baik.
“Kau bilang itu Fitnah? Itu Kejujuran, semua orang tahu. kau hanya sampah yang tidak lebih baik dari binatang” ejek Young Jin tertawa.
“Apa dia tidak memberitahumu bagaimana berbicara dengan benar?” umpat Sek Yoon ingin menyerang, Jin Woo langsung memelintir tanganya.
“Aku ingat dimana pernah melihatmy sekarang. Aku melihatmu di golf driving range dengan Presiden Kim yang sekarang hilang, dia hilang setelah bertemu denganmu.” ucap Jin Woo, Young Jin meminta anak buahnya untuk melepaskanya saja.
“Aku biasanya benci berbuat dosa dan mengampuninya. Tapi denganmu, aku tidak bisa mengampuni dosa dan memaafkan orang yang berdosa.” tegas Young Jin
“Detektif Choi Sang Ik.... Aku tidak bisa menghadiri pemakamannya. Meskipun, aku membunuhnya. Sekarang Aku harus datang untuk mengucapkan selamat tinggal, maafkan aku” kata Tae Yoo dengan nada mengejek.

Young Jin tak bisa menahan amarahnya langsung mencengkram baju Tae Yoo, Jae Duk mohon agar Young Jin bisa menahanya. Young Jin mengancam apabila Tae Yoo berani menyebut nama ayahnya seperti tadi.
“Justru terlalu buruk kalau aku tidak dapat menghadiri pemakaman Kang Jae Won. Aku harus datang untuk melihat meski sedang cuti, dasar brengsek dan sangat menyesal menembaknya sampai mati. Jika kau mati, aku akan pastikan untuk datang nanti.” ungkap Do Young yang berani melawan,
Tae Yoo tak bisa menahan dan ingin memukulnya, pengawalnya menahan agar atasanya tak melakukan hal yang bisa merusak segalanya. Jin Woo menegaskan dirinya juga akan datang, Se Won menegaskan walaupun sibuk tetap berusaha akan datang, Jae Duk pikir akan ada acara peringatan jadi mereka bisa datang. 

Di ruang praktek
Do Young memperlihatkan surat [DIAGNOSA MEDIS] dan sudah memiliki rumah sakit lain untuk memverifikasi laporan medis Kang Jae Won, tapi ternyata hasilnya semua diagnosis konyol.
“Haruskah kita melihat ke dalam akun rekening bank?” ucap Jin Woo mengancam, si dokter mulai gelisa.
“Ini semua sengaja dibuat, kan? Jika kau tetap diam seperti ini, kami akan menginformasikan media pertama kali” kata Young Jin
“Aku rasa rumah sakit ini akan ditutup.” pikir Jin Woo, Young Jin memberitahu supaya dokter itu mengaku maka masalah tak akan menjadi besar.

Jae Duk melihat semua berkas sudah cukup, menurutnya apabila mereka mengeluarkan surat perintah dengan bukti sebanyak itu maka masa depan Korea dalam bahaya yang serius. Jin Woo pikir mereka harus meminta surat perintah sekarang.  Do Young pun ingin melakukannya sendiri. Young Jin memperingatkan anak buahnya untuk tidak terlalu berlebihan nantinya. Do Young tersenyum sudah mengerti dengan tugasnya.
Do Young dan Jin Woo datang menemui Jaksa Ko untuk meminta surat perintah, Jaksa Ko mengejek alat fax dikantor polisi sedang rusak jadi harus datang untuk meminta surat perintah. Do Young pikir nanti Jaksa Ko ingin menolaknya jadi sengaja datang menemuinya. Jaksa Ko dengan senyuman mengejek keduanya memang sudah gila.
“Satu-satunya orang yg Gila disini adalah Kau yang menghidupkan orang waras menjadi pasien rumah sakit jiwa  untuk dibebaskan dengan alasan medis?” ungkap Jin Woo dengan nada tinggi
“Ini adalah pernyataan dari dokter yang memalsukan laporan medis Kang Jae Won. Jika kau lihat di sini, ia mengatakan bahwa kau Jaksa Ko Byung Wook dari Kejaksaan Seoul.”ucap Do Young.
“Hei..... Aku jaksa yang bertugas yang mengawasi penyelidikan kalian!!!” teriak Jaksa Ko tak terima
“Kau menerima uang dari Presdir Kang, kan? Ini adalah rekening dana rahasia tertentu perusahaan KL. Aku melihat nama kau, Jaksa Ko Byung Wook dari Kejaksaan Seoul.” ucap Do Young mempelihatkan namanya yang sudah diberi pulpen merah.
“Jaksa, aku bertanya karena benar-benar tidak tahu. Tapi bisakah jaksa membuat surat perintah penangkapan untuk dirinya sendiri?” ejek Jin Woo
Do Young mengeluarkan borgolnya, berpikir apakah Jaksa Ko ingin diborgol atau ikut mereka dengan tenang. Jaksa Ko terlihat diam dengan wajah gelisah. 

Sek Yoon dengan wajah panik memberitahu mereka mendapatkan masalah bahwa Jaksa Ko dibawa ke Kantor Polisi Seoul sekarang. Tae Yoo kaget mengetahui Jaksa Ko ditangkap. Sek Yoon menjelaskan tentang Diagnosa medis palsu anaknya telah terungkap Dan juga tuduhan menerima suap dari mereka.
Tae Yoo menyuruh Sek Yoon untuk memanggil Pengacara Kim segera. Sek Yoon menelp Pengacara Kim tapi tak diangkat. Tae Yoo panik menyuruh Sek Yoon untuk segera mencarinya, Sek Yoon ingin pergi, Tae Yoo kembali memanggilnya agar menghubungi Kongres Kim lebih dulu.

“Aku mendengar surat perintah penangkapanmu akan dikeluarkan hari ini. Bukankah lebih baik kau untuk merencanakan melarikan diri bukannya menelponku? Aku cukup sibuk jadi aku tutup sekarang.” ucap Kongres Kim dengan Pengacara Kim yang duduk didepannya.
“Semua uang yang anda terima akan terpisah dan tersembunyi sebagai kontribusi.” ucap Pengacara Kim, Kongres Kim pun memuji kerja yang bagus.
Tae Yoo tak percaya dan langsung membanting-banting telp, lalu memeritahkan Sek Yoon untuk segera menyiapkan mobil, karena Kongres Kim sudah berkhianat dan surat perintah penangkapanya sudah dibuat jadi polisi akan segera datang. 

Di Kantor polisi, Young Jin memperlihatkan surat perintah penangkapan Presdir Kang Tae Yoo dan mereka pasti akan mendapatkan perlawan dari Tim keamanannya jadi mereka tak boleh membiarkanya pergi dan menangkapnya.
Sesampainya dikantor, meja Tae Yoo sudah kosong dan bagian receptionist mengatakan bosnya itu pergi tanpa mengatakan apapun. Akhirnya Pegawainya mencoba menelp Sek Yoon, Jin Woo mengancam kalau sampai berbohong dan membantu Tae Yoo maka ia bisa dibawa penjara juga.
Young Jin pikir Tae Yoo sudah tahu kalau mereka akan datang, Do Young tak percaya karena sudah tak ada kepala Yum yang membocorkanya. Jae Duk menanyakan apakah jaksa yang memberikan perintah itu tidak ada dalam daftar tersangka suap. Do Young sangat yakin. 

Sementara Sek Yoo dan Tae Yoo pergi ke restoran untuk mengambil uang yang disimpan dalam lemari es, lalu mengunakan mobil berwarna putih. Young Jin dkk melihat rekaman CCTV saat pergi Sek Yoon menyetir mobil sedan bersama Tae Yoo meninggalkan gedung. Young Jin langsung memerintahkan untuk memberikan pemberitahuan nasional atas pencarian Tae Yoo.
“Kepala Yum tidak lagi disini sekarang, jadi darimana kebocoran berasal sekarang?” tanya petinggi polisi, Joon Ho juga tak tahu
“Dapatkan keterangan pers disiapkan untuk mengingatkan media, selain itu minta semua bantuan dari tentara untuk menangkap Presdir Kang.” perintah si petinggi. 

Sek Yoon dan Tae Yoo yang tinggal di hotel yang kecil, ia memberitahu Situasi sekarang tidak terlihat baik karena Tae Yoo berada di daftar orang yang dicari dan dilarang keluar negeri. Tae Yoo menyuruh untuk memanggil Pengacara Kim agar bertemu dengan anggota Kongres Kim.
“Presdir, semua polisi di negara ini pada perburuan untuk menemukan anda. Jika anda bergerak sembarangan,  maka Anda mungkin akan tertangkap untuk saat ini, akan lebih baik untuk tetap tenang.” saran Sek Yoon
“Ini tidak akan terselesaikan dengan tetap tenang! Hubungi Dokter Hwang dan suruh Pembunuh bayaran lagi pada Choi Young Jin.” perintah Tae Yoo
“Dokter Hwang telah tertangkap. dan Rekening kita juga telah ditemukan, lalu Distrik Barat geng telah diambil alih. Kita tidak memiliki orang-orang untuk digunakan sekarang. Untuk saat ini, kita perlu membuat kesepakatan dengan Cina dan melarikan diri lalu aku akan mengurus persiapan pergi dan paspor palsu..” jelas Sek Yoon
“Jadi Kau ingin Presdir besar Kang Tae Yoo lari?” ucap Tae Yoo. 

Sebuah ruangan dijadikan MARKAS INTVESTIGASI KHUSUS, dengan semua berkas peta, telp dan deretan kursi. Jae Duk berjaga-jaga di ruang CCTV mencari keberadan Tae Yoo, Jin Woo dan Do Young mencari petunjuk di ruangan dengan bertanya kembali pada bagian receptionist yang ada didepan ruangan, tapi pegawai itu tetap saja mengatakan tak tahu.
Young Jin sedang membaca berkas langsung diambil oleh Jong Ho karena belum makan apapun selama melakukan investigasi. Young Jin merasa baik-baik saja, Jong Ho mengakui dirinya yang mati kelaparan jadi mengajak Young Jin untuk makan bersama. 

Young Jin dan Jong Ho makan di restoran milik istri Jae Duk, sambil menuangkan soju Jong Ho meminta Young Jin untuk tidur lebih dulu baru kembali berkerja. Young Jin pikir tak bisa karena semua orang sedang berkerja keras. Jong Ho yakin Tae Yoo itu sekarang sedang bersembunyi, karena bukan warga negara biasa jadi tak mungkin bisa cepat ditemukan.
“Tapi Kita akan menangkapnya, kan?” tanya Young Jin ragu
“Tentu saja, kita akan menangkapnya! Dimana lagi di negara ini, dia bisa bersembunyi? Di Bandara akan sulit dan juga jalan lainnya. Dengan kata lain, lihat saja sampai kapan dia bisa bertahan Jadi, jangan terlalu cemas dan jangan bekerja begitu keras. Aku akan mengawasi situasi, pulanglah dan istirahat” ucap Jong Ho, Young Jin pun mengucapkan terimakasih dengan mengoda
“Jangan hanya memberikan kata-kata kosong. kau harus menunjukkanku beberapa sikap ketulusan. Kau tak tahu malu selalu mencoba untuk mendapatkan kebaikan dengan kata-katamu” ejek Jong Ho
“Baiklah Setelah kita menangkap Kang Tae Yoo, kita akan menghabiskan malam Intens (semacam kencan) untuk minum-minum” kata Young Jin, Jong Ho menolak menyuruh melakukanya saja sendiri. 

Do Young dan Jin Woo mengintai Pengacara Kim yang masuk ke dalam gedung miliki Kongres Kim. Lalu di kantor melapor pada Young Jin bahwa Pengacara Kim masih bekerja di perusahaan KL kontruksi Tapi  tampaknya lebih peduli  mengerjakan sesuatu di kantor Kongres Kim.
“Semua orang yang ia temui hanya anggota Kongres Kim.” ungkap Jin Woo
“Aku tidak berpikir dengan mengikutinya akan membawa kita ke mana Presdir Kang bersembunyi.” komentar Do Young
“Dia tidak berencana untuk bertarung di jalur hukum.  Aku tidak berpikir dia akan perlu pengacaranya” jelas Jin Woo
Do Young setuju merasa  mereka harus mencari ke tempat lain. Young Jin yakin Pengacara Kim itu bukan hanya sebagai Pengacara Tae Yoo, melihat dari aku daftar dana tertentu sebagian besar orang yang terhubung ke Pengacara Kim, dengan begitu wanita itu menjadi  otak Presdir Kang, jadi pasti berhubungan lagi dengan atasanya. 

Tae Yoo menelp Pengacara Kim untuk memberitahu Kongres Kim akan keluar negeri saat ini. Pengacara Kim mengerti dan meminta agar menghindari untuk menelpnya.
Do Young dan Jin Woo datang menemui Pengacara Kim yang ada diruangan Tae Yoo untuk menanyakan tentang atasanya. Jin Woo memberitahu kalau Pengacara Kim bisa menolak untuk ikut, Do Young memberitahu kalau menolak akan membuat masalah jadi besar. 

Young Jin mengetahui Hakim Pengadilan Seoul Lim Woo Jae adalah Senior Pengacara Kim dan sangat mengenal baik, sementara Jaksa Seoul, Ko Byung Woo, keduanya melakukan pelatihan magang bersama-sama
“Park Seok Jin, asisten direktur di Kantor Pajak Nasional. Jaksa Lee Han Min, Direktur Kejaksaan Agung. Jo Kyung Chan, anggota Perindustrian Komite Sumber Daya. Kim Ki Joon, anggota Kongres dari Legislasi dan Yudikatif.” ucap Young Jin, Pengacara Kim sinis sebenarnya apa yang diucapkanya.
“Apa yang kau pikir dengan ucapanku tadi? Ini adalah daftar semua orang-orang yang menerima uang melalui koneksimu. Kau tahu tentang rencana untuk membunuh serikat pekerja Future City. Jika Kau terus berkonsultasi dengan Presdir Kang maka Kau tahu itu melanggar tugasmu sebagai pengacara.” jelas Young Jin, Pengacara Kim melihat lembara rekening dana tersembunyi.
“Ya, Kau seorang kaki tangan pembunuhan. Pikirkan tentang bagaimana untuk keluar dari masalah ini dengan mengatakan kau tidak tahu karena aku berniat untuk menangkap Presdir Kang. Dan sebelum kau dapat bertindak sebagai pengacaranya, aku akan menempatkanmu pergi pertama kali!” teriak Young Jin
“Hukum hanya bekerja dengan bukti.” komentar Pengacara Kim sinis
“Jika kau membuat keputusan yang tepat dan bekerja sama dengan polisi, membiarkan satu orang sepertimu lolos tidak terlalu sulit sama sekali.” ucap Young Jin memberikan tawaran tapi Pengacara Kim memilih untuk pergi saja apabila Young Jin sudah selesai.
Young Jin yakin Pengacara Kim tahu keberadaan Tae Yoo sekarang, Pengacara Kim dengan lirikan sinis akan menghubunginya apabila sudah mengetahuinya, lalu meninggalkan ruangan. 

Pengacara Kim langsung melapor pada Kongres Kim diruanganya. Do Young melihat catatan telp milik Pengacara Kim, lalu melihat  salah satu nomor dan memeriksa namanya, tapi sepertinya ponsel burner. Jin Woo bertanya berapa banyak panggilannya.
Do Young melihat akhir-akhir ini ada lima padahal sebelum itu tak pernah ada panggilan. Jin Woo memerintah Do Young memeriksa kembali karena kemungkinan itu nomor ponsel yang dipakai Presdir Kang. Setelah itu menemui Young Jin dkk sedang makan malam kalau sudah menemukan keberadaan Tae Yoo, Jong Hoo menanyakan cara mereka menemukanya.
“Kami memeriksa catatan telepon Pengacara Kim dan menemukan nomor telepon burner dan melacaknya dan lokasinya semua berbasis di satu wilayah, Tempatnya ada Kanghwa-do.” ucap Jin Woo
“Panggilan datang dan mari kita pergi sekarang”ucap Jae Duk, Young Jin pun meminta agar semua bersiap-siap untuk pergi sekarang. 

Tae Yoo duduk di kamarnya lalu menuliskan surat, setelah itu pergi ke pom bensin mengisi dirigen. Di tengah lapangan yang luas, menyiram bensin diatas mobilnya dengan tertawa tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
Jong Ho mulai meminta tim cadangan agar memeriksa semua lokasi, Do Young memberikan sinyal dari ponsel milik Tae Yoo yang ada disekitar itu. Jong Ho meminta mereka semua bergerak karena daerah itu kecil jadi agak mudah menemukan orang asing. Semua tim masuk ke dalam mobil. Ketika Jong Ho dan Young Jin ingin masuk ke dalam mobil terdengar ledakan dan kobaran apa dibagian atas.

Mobil yang di gunakan Tae Yoo sudah terbakar, surat penyataan di atas meja bertuliskan permohonan maafnya. Sek Yoon terlihat sudah ada di lokasi menjerit histeris karena mobil sudah terbakar dan Tae Yoo yang ada didalamnya.
Young Jin datang mengeluarkan pistolnya bertanya keberadaan Tae Yoo sekarang. Sek Yoon malah mengeluarkan pisaunya, Jong Ho langsung menendangnya, dengan memberikan pukulan dan membekuknya.
Sek Yoon menegaskan semua sudah selesai. Young Jin berteriak keberadan Tae Yoo sekarang, Sek Yoon mengatakan sekarang Tae Yoo sudah pergi, Young Jin melihat mobil yang sudah terbakar hangus dan terjadi beberapa ledakan, dengan wajah kesal.

bersambung ke episode 18

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar