PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 20 November 2015

Sinopsis Reply 1988 Episode 3


[Agustus 1988]
Karakter lain lagi, teman dari Duk Sun, Wanita berkawat gigi berama: Jang Mi Ok dengan Panggilan: Maggie Cheung dan satunya bernama: Wang Ja Hyun dengan Panggilan: Jang Jo Hyun, pintar menarikan lagu Sabongcha *boyband Korea terkenal tahun ’88*
Terlihat sangat fasih dalam gerakan dance Sabongcha dan liriknya, makanya mengancam Duk Sun harus bisa melakukan hal yang sama dengan mereka, selagi mencontohkan tarianya, mereka langsung tertunduk diam karena ada gerombolan pria masuk. 

Jung Hwan, Sun Woo, Dong Ryung masuk ke dalam kedai, ketiganya memesan ramen dengan Jung Hwan yang mentraktirnya. Duk Sun pun mencari kesempatan dengan memesan toppoki juga. Jung Hwan berteriak kesal tapi Duk Sun mengartikan kalau boleh memesannya untuk kedua temannya juga.
Sun Woo yang baik hati meminta teko di meja Duk Sun untuk keduanya temanya. Dong Ryung seperti mengejek Duk Sun dkk sedang latihan lagu Sabongcha. Ketika ramen sudah siap, Sun Woo menawarkan Duk Sun untuk memesan ramen juga, Jung Hwan berteriak memperingatinya, Duk Sun langsung ikut berteriak menolaknya.
Ketiganya akhirnya keluar dari kedai dan Sun Woo memberitahu semuanya sudah dibayar oleh Jung Hwan dengan senyumanya. Ja Hyun dan Mi Ok langsung berpendapat kalau Sun Woo itu menyukai karena dengan sikap yang baik dan perhatian. 

Di tahun 1988, ga ada kutek jadi mewarnai kukunya pake stabillo, kaya di awal biar sepatunya berwarna paket cat. *ekstrem untuk jaman sekarang* ^_^ 


Duk Sun yang percaya dengan ucapan dua temanya langsung berlari ke kamar saat Sun Woo berteriak memanggilnya dari luar, padahal keluarganya sedang makan malam. Sun Woo akhirnya masuk ke dalam rumah kaget melihat Duk Sun keluar kamar dengan full make up dengan style rambut tanpa poni.
No Eul dan ayahnya pun kaget melihat dandan Duk Sun yang berlebihan padahal hanya ingin makan mie ramen dirumah Taek. Duk Sun bersikap anggun dengan suara manja mengajak Sun Woo untuk pergi bersama. Di Musim panas, 1988 menjadi awal cinta pertama dengan Duk Sun keluar bersama dengan Sun Woo. 

Episode 3: 
[Yang Kaya tak Berdosa, 
dan Yang Miskin yang Bersalah]

Ayah Duk Sun suka sekali membeli barang-barang yang dijual oleh nenek atau wanita tua karena dianggap seperti kakaknya dan merasa kasihan, jadi sengaja membelinya yang menurutnya hanya sedikit, padahal berkantung-kantung.
Ibu Duk Sun kesal dengan suaminya dengan ekonomi mereka bukan saatnya untuk menolong karena mereka tak bisa membiayai anak mereka bahkan kaos kaki yang dipakainya bolong karena harus menekan pengeluaran. Ayah Duk Sun malah melihat itu bagus karena bisa membuat ventilasi di lubang udarany
“Geez, selalu uang yang jadi masalah buatmu. Kau takkan pernah puas berapapun uangmu!” keluh ayah Duk Sun
“Kau tak tahu karena kita tak punya uang, iya kan? Dasar Sialan!!!” umpat Ibu Duk Sun lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal  

Sementara di Rumah Keluarga Kim, Ayah Jung Hwan membeli 5 butir jeruk dengan dua buah untuk sang istri. Ibu Jung Hwan mengeluh pada suaminya yang tak bisa hidup seperti orang lain dengan mengunakan sesuai yang dibutuhkan. Ayah Jung Hwan merasa tak ada yang salah karena 3 tahun lalu mereka tak bisa makan buah jeruk bahkan hanya makan rebusan karena tak punya uang untuk membeli beras.
“Masa lalu itu lagi! Jika kau sangat suka membahasnya, kenapa tidak kembali ke masa itu saja? Siapa peduli kita punya uang? Sikapmu tak seperti orang kaya. Aku khawatir anak-anak kita akan menirumu!” teriak Ra Mi Ran, ibu dari Jung Hwan
Akhirnya esok paginya, Nyonya Ra meminta suaminya untuk membeli jaket baru dan meminta agar beli kualitas bagus dan bermerek supaya terlihat lebih mewah. Ketika pulang, Tuan Kim memperlihatkan jaket barunya dengan harga 150rb Won, tapi ternyata resletingnya langsung rusak dan Nyonya Ra marah karena suaminya dibohongi oleh temanya sendiri dengan harga mahal tapi kualitas murah dan meminta untuk diganti. Tuan Kim mengatakan tak ingin meminta uangnya kembali. 

Duk Sun kesal sendiri karena tak bisa menarikan lagu Sobangcha “tentang malam itu” seperti teman lainya lalu meminta tolong pada Dong Ryong dirumah Taek. Tapi Dong Ryong melihat tarian seperti itu sangat mudah dan semua bisa, Duk Sun bertanya pada Sun Woo dan Jang Hwan apakah mereka bisa juga melakukan.
Mulut Duk Sun melonggo saat melihat keduanya menari Sabangcha, lalu mengumpat dengan wajah kesal. Dong Ryong pun meminta Duk Sun untuk menarikan Sabongcha dan Sun Woo juga ingin melihatnya.
Jung Hwan dan Sun Woo hanya bisa menahan tawanya saat melihat Duk Sun menari, awal Dong Ryong melihatnya sesuai dengan ketukan sampai akhirnya Duk Sun menari semaunya. Taek yang baru pulang sampai tak jadi masuk ke dalam kamarnya sendiri. 

Ibu Duk Sun berusaha mengeluarkan cream wajah dari botolnya yang sudah habis, lalu membukanya dengan peniti dan mengambil sisa dibagian ujung botol. Ayah Duk Suk pulang dengan kembali membawa buku Panduan Musik untuk bayi dalam kandungan karena tak tega dengan anak dari sepupunya, padahal mereka sendiri belum memiliki uang untuk Duk Sun pergi esok.
Sementara Ibu Jung Hwan yang kaya raya dengan berlebihan mengunakan cream diwajahnya. Sang suami keluar dari kamar dengan kaos dalam yang sudah melar dengan payudara kelihatan, istrinya kembali memarahi suaminya yang masih mengunakan pakaian yang seharusnya sudah dibuang. Tuan Kim masih merasa baju itu masih bisa dipakai karena belum sobek. 

Ayah Duk Sun berdiri didepan rumah Keluarga Kim untuk meminjam uang, tapi akhirnya Ibu Duk Sun yang masuk karena kesal melihat suaminya yang hanya diam. Di dalam rumah, Ibu Jung Hwan cerita tentang suaminya yang masih suka tak sesuai dengan kehidupan sekarang ketika memiliki uang banyak, masing memiliki sikap miskinnya.
Sementara Ibu Duk Sun mengeluh suaminya yang sudah menghamburkan uang padahal mereka sendiri kekurangan. Ibu Jung Hwan pun bertanya tujuan tetangganya datang, Ibu Duk Sun terlhat ragu untuk meminjam uang. Nyonya Ra melihat raut wajah tetangganya berpikir kalau ibu Duk Sun datang belum bisa membayar hutangnya, dengan baik hati membiarkan tetangganya untuk membayar kapan saja. Ibu Duk Sun pun tak bisa berkata-kata lagi.
Di malam harinya, terdengar suara ibu Jung Hwan yang memanggil tetangganya dengan memberikan jagung oleh-oleh dari saudaranya. Ibu Duk Sun terselip amplop sebuah kalau uang itu sebagai tambahan untuk Duk Sun pergi Trip semalam di sekolah. Ibu Duk Sun berkaca-kaca melihat kebaikan tetangganya yang pengertian. 

Saat Trip satu malam, Duk Sun siap pergi dengan kamera milik keluarganya yang sangat berharga, awalnya kedua orang tuanya sangat khawatir tapi Duk Sun menyakinkan untuk menjaganya.
Jung Hwan siap dengan membawa Whiski yang sudah disimpan dalam laci kamarnya dan akan diminum bersama-sama. Dong Ryong terlihat sangat bahagia mengunakan foam dengan membuat rambutnya belah tengah.
Sun Won sebagai anak baik hati menemani ibunya membuat kimbap yang pasti rasanya kurang enak, tapi adik Sun Won seperti sangat menikmati satu gulungan kimbap. Ibunya memasukan dua kotak kimbap dalam tas anaknya, saat Sun Won pamit adiknya hanya menyisakan sedikit kimbap ditanganya. 

Lagu Nothing Change My Love for You dari George Benson diputar dengan radio battery yang sengaja di gantung dekat jendela tempat duduk Duk Sun dengan dua temanya, semua yang ada dalam bus pun ikut menyanyikan lagu yang sangat ngetop di Era tahun 80an.
Sementara di bus laki-laki, Dong Ryong yang sudah siap dengan style rambutnya sudah tertidur pulang tanpa sadar badanya digambar seperti mengunakan spidol oleh Jung Hwan dan Soon Won. 

Semua anak perempuan baru saja keluar dari stasiun Kyongju, Ja Hyun meminta Duk Sun untuk mengeluarkan kamera karena ingin foto sebelum masuk bis. Duk Sun mencari kameranya dalam tasnya lalu berteriak sangat kencang ingin kembali saja. Sementara Kameranya tertinggal di Kereta yang sudah kembali menuju Pusan.
Duk Sun menangis dan hanya ingin pulang saja, akhirnya sang guru berusaha menenangkan Duk Sun agar bisa menelp ibunya. Ibu Guru menelp rumah Jung Hwan agar bisa berbicara dengan Ibu Duk Sun, terdengar ibu Duk Sun terlihat tak marah, sampai akhirnya Duk Sun tak percaya berbicara dengan ibunya.
Nyonya Lee berpesan pada anaknya untuk bersenang-senang saja dengan temanya tak perlu memikirkan dengan kamera. Duk Sun pun akhirnya bisa tersenyum menikmati malam trip bersama temanya. 

Malam harinya, Duk Sun mencoba berlatih tarian Sadongcha agar tampil esok dengan baik karena hadiahnya sebuah walkman yang sangat dingingkan. Dua temanya malah asik makan es krim lalu berusaha untuk pergi ke penginapan SMA lain sedang berlangsung dengan meloncat tembok, tapi ternyata dindingnya sangat tinggi saat meloncat.
Duk Sun sedih duduk diantara dua temanya yang harus di gips bagian tangan dan kaki, Ja Hyun membujuk Duk Sun kalau mereka akan menabung supaya bisa membelikan Walkan Mymy, Duk Sun tetap diam. Min Ok akan meminta pada ayahnya agar bisa membelikan walkman. Duk Sun menyuruh keduanya diam saja.
Gurunya datang menyuruh keduanya agar istirahat, Duk Sun tetap ingin temanya harus menari denganya. Gurunya melarang karena pasti akan makin parah, Duk Sun terlihat menatap kedepan penuh amarah. 


Duk Sun mencoba memanggil Sun Woo, tapi sebagai ketua kelas temanya itu diberi tugas dari gurunya. Jung Hwan baru turun dari mobil langsung dipanggil oleh Duk Sun, ketika menghampirinya tetangganya itu langsung memberikan Whisky pada Duk Sun untuk menyembunyikan takut ada pemeriksaan dimalam hari.
Akhirnya ia menemukan Dong Ryong yang suda turun sambil makan es, sambil meminum didepan tempat penjual minuman, Duk Suk memohon pada Dong Ryong agar bisa menari di festival pertunjukan sekolahnya karena tahun lalu ada juga pernah melakukan hal yang sama.
Dong Ryong mengaku sangat alergi dengan perempuan, Duk Sun memberitahu temanya Ja Hyun yang mirip Joey Wang dan satunya adalah Maggie Chang, Dong Ryong seperti tergiur akhirnya menyetujunya, tapi agak sangksi dengan Jung Hwan yang akan ikut, Duk Sun hanya menyampaikan kalau akan memberikan “something spesial” 

Ayah Duk Sun harus datang ke sekolah anak bungsunya karena menjalankan bisnis “cafe satu hari” disekolah dengan teman-temanya. Gurunya meminta agar No Eul diberi pengarahan saja dan karena peraturan sekolah akan mendapatkan hukuman membersihkan kamar mandi selama 10 hari.
No Eul langsung memeluk ayahnya saat menunggu didepan sekolah, meminta maaf dan berjanji tak akan melakukanya lagi. Ayahnya dengan baik hati merasa seorang anak laki pasti melakukan kesalahan dan memberikan bungeppang untuk anaknya.
Dua teman No Eul yang sama-sama melakukan bisnis “Cafe satu hari” memanggilnya dengan panggilan “basement room”. Ayah Duk Sun seperti sedih anaknya harus mendapatkan julukan itu tapi No Eul terlihat senang saja menghampiri temanya untuk membagikan bunggeppang yang dibawakan oleh ayahnya. 

Di malam festival
Akhirnya Dong Ryong dkk datang ke sekolah Duk Sun, awalanya terlihat malu-malu untuk naik ke atas panggung, saat lagu Sobangcha dengan judul “last night” di putar, ketiganya tampak sangat lincah bahkan Jang Hwan dan Sun Woo bisa koprol beberapa kali. Duk Sun melihat penampilan ketiganya terlihat sumringah, beberapa penonton berteriak mengelu-ngelukan mana Sobangcha.
*Lagunya enak banget didenger*
“Semalam, ku tak menyukaimu.Semalam, kumulai membencimu.Saat kutatap langit yang berputar,Aku sakit hati sendirian.”
“Mengapa temanku tak melihat betapa sedihnya diriku, saat kupegang tanganmu dan menari bersamamu? Pesta semalam rasanya sepi. Bahkan meski kuberikan dunia padamu takkan ada yang berubah. Mengapa tak kau sadari?”
“Semalam ku tak menyukaimu. Semalam kumulai membencimu. Saat kumenunggu musik yang tiada hentinya berhenti Aku depresi sendirian.”

Duk Sun akhirnya mendapatkan hadiah walkman Mymy kesukaanya, Sun Woo yang melihatnya supaya berhati-hati karena akan diambil oleh kakaknya. Duk Sun meminta agar kakaknya jangan sampai tahu. Padahal Bo Ra sempat melihat selebaran dalam festival satu malam juara pertamanya akan mendapatkan walkman.
Sebelum pulang, Dong Ryong menagih janji untuk dikenalkan dengan dua orang yang membuatnya ngiler. Duk Sun langsung mengenalkan dua temanya, Dong Ryong langsung terkejut karena wanita cantik dalam bayangnya tak nampak dari keduanya. Min Ok dan Ja Hyun memuji tarian Dong Ryong jauh lebih hebat dibanding Park Nam Jung.
Dong Ryong berusaha rendah hati merasa tak seperti itu lalu ingin buru-buru keluar dari penginapan perempuan menarik kedua temanya untuk pergi. Jung Hwan memanggil Duk Sun untuk ikut dengan mereka juga. 

Di tengah jalan, Jung Hwan menarik Duk Sun untuk memberikan minuman yang dititipkan tadi. Duk Sun teringat dengan botol minuman itu, padahal sebelumnya masih ada dalam tanganya, Jung Hwan terlihat kesal. Duk Sun mengingat terakhir kali menaruh dimeja sambil berbicara dengan Dong Ryong.
Tiba-tiba Dong Ryong berteriak kalau bus Duk Sun akan berangkat,  Duk Sun pun berlari dengan meninggalkan botol whisky begitu saja. Sementara di tempat Duk Sun duduk, si pemilik melihat botol whisky diatas meja sengaja memasukan kedalam bajunya dengan senyuman bahagia. 

Dong Ryong dan Sun Woo tiba-tiba berlari kearah Jung Hwan dan Duk Sun kalau ada guru yang berpatroli karena sudah masuk jam malam. Duk Sun sengaja berteriak memanggil ayah Dong Ryong kalau ketiganya akan kabur. Jung Hwan akhirnya menarik Duk Sun dengan menutup mulutnya untuk kabur.
Ayah Dong Ryong melihat para murid yang kabur langsung mengejarnya, Dong Ryong dan Sun Woon lari lurus ke depan semantara Duk Sun dan Jung Hwan berbelok ke kanan dan masuk ke dalam sebuah lorong. Sementara Dong Ryong harus terjatuh akhirnya kena pukul ayahnya sendiri.
Duk Sun dan Jung Hwan terjebak dalam lorong yang sempit dan harus saling berhadapan, Duk Sun merasakan nafas Jung Hwan terengah-engah depan sempat mengomel lalu menyandarkan kepalanya seperti kelelahan. Jung Hwan terlihat gelisah saat Duk Sun menyadarkan kepalanya.
Terdengar suara Ayah Dong Ryong yang mencari Jung Hwan, Duk Sun berusaha menarik nafasnya dan Jung Hwan makin tak karuan karena dada Duk Sun bergerak menyentuh badanya. Duk Sun menyandarkan kepalanya, wajahnya terlihat kaget seperti merasakan jantung Jung Hwan yang berdegup kencang. 

Di rumah Keluarga Kim
Nyonya Ra mengomel pada suaminya yang tak juga memulangkan jaket yang dibelinya dengan harga mahal tapi kualitas tak baik, dan ingin tahu siapa teman yang menjual itu padanya. Tuan Kim hanya diam dengan berbaring memiringkan wajahnya.
Lalu Nyonya Ri teringat dengan teman suaminya yang datang ke Seoul padahal mereka sedang miskin ternyata temanya itu malah memberika mereka uang 50ribu won padahal temanya itu juga dalam keadaan sulit. Ayah Jung Hwan mengaku bahwa temanya itu yang menjaul jaket itu padanya. Nyonya Ra pun akhirnya terdiam karena teman suaminya itu satu-satunya yang membantu keluarga saat sedang susah. 


Duk Sun pulang ke rumah dengan membawakan pengaruk punggung, ibunya tak bisa menahan amarahnya mengejar anaknya karena sudah menghilangkan harta benda yang paling berharga bagi keluarga. Duk Sun mencari perlindungan dari Jung Hwan yang baru masuk rumah karena tak ingin di pukul ibunya.
Nyonya Lee mencoba memukul anaknya karena berani melakukan semuanya, Duk Sun terlihat ketakutan karena sikap ibunya beda saat ditelp. Nyonya Lee berusaha memukul Duk Sun, tapi yang terjadi malah terkena kepala Jung Hwan. Suasana langsung hening, Nyonya Lee merasa bersalah, sementara Jung Hwan tak bisa marah karena itu orang tua dari temannya. 

Flash Back
3 Tahun Silam, Mei 1985.
Di ruang bawang tanah, depan rumah Jung Hwan dan Duk Sun.
Nyonya Ra terlihat seperti wanita yang lelah dengan dandan biasa dan rambut diikat seperti ibu rumah tangga biasa. Diatas meja terlihat hanya menu sup tahu  tauco dengan kimchi dan kacang, duduk dimeja kecil yang melingkar.
Jung Bong seperti tak konsetrasi saat makan karena mengikuti tiket untuk yang ditayangan di TV, sampai di digit terakhir semua terdiam karena nomor tiket sama dengan milik Jung Bong. Dong Ryong datang ingin memberikan makan, terlihat keluarga Kim sedang menangis haru sambil berpelukan, Dong Ryong melonggo binggung, Jung Hwan menarik temanya agar bisa sama-sama berpelukan. 

bersambung ke episode 4  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar