PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 29 April 2018

Sinopsis Suits Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Yeon Woo tak tahu siapa sebenarnya Tuan Chae, tapi akhirnya duduk diruangan. Geun Sik memegang bola golf bertanya apakah tidak tahu siapa dirinya. Yeon Woo mengelengkan kepela. Geun Sik pikir kalau  Kang Seok sudah  memberitahu, Yeon Woo mengaku belum diberitahu.
“Apa Kau sudah bilang halo, ke ikan masku?” ucap Geun Sik. Yeon Woo binggung tapi akhirnya menyapa ikan mas di aquarium dengan wajah canggung.
“Kudengar kau jenius... Semua orang di sini jenius... Apa Kau juga lulus dalam setahun?” ucap Geun Sik. Yeon Woo binggung dan gugup.
“Itu sebabnya sejak perusahaan kita didirikan, ada pepatah populer yang berbunyi, "Aku tidak bisa menang  jika hanya kompeten. Lawan juga tidak hanya kompeten."” Jelas Geun Sik. 

Saat itu seorang pria masuk ruangan karena Geun Sik mencarinya, Geun Sik ingin tahu Di mana laporan litigasi  Samil Group. Pria itu mengaku berada di luar kota akhir  pekan lalu karena harus menghadiri  pernikahan temannya jadi lupa mengerjakanya. Geun Sik menganguk mengerti.
“Aku akan menyelesaikannya besok pagi.” Ucap si pria. Geun Sik pikir  tidak perlu.
“Kau dipecat.. Kau tidak perlu datang besok.” Ucap Geun Sik. Si pria shock mendengarnya.
“Tapi ini... Anda... Anda tidak bisa...memecatku seperti ini.” Ucap Si pria. Geun Sik mengeluh si pria yang terlalu cerewet.
“Aku bisa memecatmu  seperti ini. Aku bisa memecatmu  dengan banyak cara... Jadi, pergi...” kata Geun Sik. Si pria akhirnya keluar ruangan. Yeon Woo pun hanya terdiam. 

Geun Sik mengaku sebagai  mentor pembimbing  Kang dan Ham rekan masa percobaan jadi itu artinya akan menunggu saat  Yeon Woo membuat kesalahan, bahkan saat membuat kesalahan terkecil, maka ia akan menangkap dengan intuisi  dan kegigihan dan akhirnya kau akan meledak  menjadi bencana.
"Aku tidak bisa menang  jika hanya kompeten.” Ucap Geun Sik dan Yeon Woo tahu kelanjutanya “Lawan juga tidak hanya kompeten."
“Benar. Lawan juga tidak hanya kompeten. Begitulah caraku bisa memecatmu. Dan Berikan bola itu pada Kang Seok  dan katakan padanya bahwa dia seharusnya tidak perlu  membuang waktu dengan membuat ancaman. Dadu telah digulirkan, dan kami sudah berperang.” Ucap Geun Sik. 

Di ruangan, Kang Seok membaca artikel ["Joseong Group Mengambil Alih Perusahaan Taejin"] Yeon Woo datang memberikan bola Golf, kalau Geun Sik memberitahu jangan membuang waktu membuat ancaman. Kang Seok sudah tahu kalau Geun Sik bilang “dadu telah digulirkan  dan kami sudah berperang.
“Itu mottonya. Dia telah seperti itu sejak masih kuliah. Jangan pedulikan dia. Bagaimana kasus pro bono?” ucap Kang Seok. Yeon Wook melihat artikel yang ada diTablet Kang Seok.
“Kenapa si Brengsek itu ada di foto ini? Dialah orang yang menjebakku dengan kantong narkoba.” Ucap Yeon Woo melihat si pria.
“Apa Maksudmu, orang yang menjebakmu  dengan narkoba adalah putra dari Presiden Park Joseong Group?” kata Kang Seok. Yeon Woo baru tahu kalau pria itu anak dari Joseong Group
“Menarik... Kudengar dia sering pergi ke klub.” Ucap Kang Seok.
“Dia menyukai klub  dan yang lebih dia sukai dari alkohol...” ucap Yeon Woo dan Kang Seok tahu maksudnya itu Narkoba.
“Omong-omong, kau bisa berakting?” tanya Kang Seok. Yeon Woo terlihat gugup. 



Di sebuah ruangan, dua wanita menemani anak Tuan Park yang sudah sedikit mabuk. Saat itu ponselnya berdering, Yeon Woo mengatakan hal yang sama karena anak Tuan park yang bisa mengangkat telpnya jadi artinya belum ditangkap. Anak Tuan Park tak tahu siapa yang menelpnya.
“Aku seseorang yang ingin mengajarimu  bagaimana menakutkannya manusia.” Ucap Yeon Woo.  Anak Tuan Park tak mengubrisnya memilih untuk menutup telpnya.
Saat itu Kang Seok masuk ruangan, dua wanita ketakutan dan langsung bergegas pergi. Anak Tuan Park meminta wanita itu tak pergi dan bertanya pada Kang Seok yang tiba-tiba masuk ruangan.
Yeon Woo berada di sebuah ruang sauna, memastikan pria yang ditemuinya itu Presiden Park Myeong Hwan  dari Joseong Group, dan juga menggugat Pengacara Choi  yang saat ini bekerja di Kang dan Ham dengan memperlihatkan surat gugutan. Tuan Park dengan nada sinis bertanya siapa yang berani menemuinya. 

Di ruang bar Karaoke.
“Pengacara Choi Kang Seok bekerja di Kang dan Ham... Ada saksi yang melihat kau menyalahgunakan  jenis narkoba baru tanggal 7 April. Tapi di sini, kau melakukannya lagi. Pokoknya, orang itu melaporkanmu ke polisi.” Ucap Kang Seok. Anak Tuan Park terlihat binggung.
Saat itu beberapa polisi datang dan langsung mencari target operasi, anak Tuan Park sedikit tersadar. Kang Seok memberikan berkas meminta anak Tuan Park memberikan tanda tangan maka  akan membela atas nama perusahaan.
Anak Tuan Park ketakutan langsung memberikan tanda tangan, polisi mencoba membuka semua pintu ruangan. Saat itu juga Kang Seok langsung mengunci pintu maenahan agar polisi tak masuk. 

Yeon Woo akhirnya menyambungkan ponselnya dengan Kang Seok yang ada dibar, Kang Seoo mengaku Pengacara Choi,  dan akan bertanggung jawab membela anaknya di pengadilan. Tuan Park malah menyindir Kang Seok yang  mencoba  memanfaatkan ananya untuk mengancam.
“Tapi yang perlu kulakukan adalah memanggil beberapa polisi dan jaksa...” ucap Tuan Park licik
“Dia ketahuan bertingkah hari ini, dan ada cukup bukti  untuk membuktikan dia bersalah, jadi tidak ada koneksi Anda  yang bisa. menghentikan dia masuk penjara. Selain itu, Anda masih bisa mengajukan  gugatan padaku seperti yang disarankan Jaksa Chae.” Ucap Kang Seok. Tuan Park tak mengerti maksudnya.
“Jika Anda menarik gugatan itu, maka aku akan membela putra Anda di pengadilan.” Ucap Kang Seok memberikan tawaran.
“Siapa pun bisa membela  putraku di pengadilan.” Kata Tuan Park yakin. Kang Seok mengejek kalau mendengar kata “Siapa pun”
“Aku satu-satunya  yang ada di TKP bersamanya. Apa Anda tidak keberatan dengan itu?” kata Kang Seok
“Pengacara Choi selalu berhasil  mencapai kesepakatan, entah itu dengan membuat  kesepakatan atau membuat ancaman.” Kata Yeon Woo menyakinkan
“Seperti yang dia katakan,  aku menawarkan kesepakatan sekarang. Tapi, Anda menganggapnya sebagai ancaman dan menggiring konflik.” Komentar Kang Seok
Kang Seok pikir akan merobek kontrak yang sudah ditanda tangani oleh anak tuan Park lalu membuka pintunya. Anak Tuan Park panik lalu berbicara pada anaknya kalau sungguh akan mati dan apakah ayahnya tidak akan menyelamatkan putranya atau malah akan membunuhkunyajadi meminta agar menolongnya.
Tuan Park akhirnya menahan amarah dan langsung merobek surat gugutan. Yeon Woo memberitahu Presiden Park memutuskan  untuk menerima tawaran Kang Seok. Akhirnya Polisi mengetuk pintu meminta agar membukanya, Kang Seok pun membuka dengan santai dan membiarkan anak Tuan Park dibawa keluar. 


Anak Tuan Park dibawa oleh dua polisi ke dalam mobil, di pakiran terlihat Tuan Park melihat anaknya dari dalam mobil. Kang Seok pun melihat Tuan Park yang menatap dari jauh. Yeon Woo pun menemui Kang Seok sambil mengumpat pada anak Tuan Park yang memang bajingan.
“Kita harus membuatnya  menjalani hukuman maksimal.” Ucap Yeon Woo
“Tidak... Jika Presiden Park membayar banyak orang  dan menggunakan semua koneksinya, aka dia akan mengeluarkannya. Kau tidak bisa menangkap orang seperti itu kecuali dia tertangkap basah.” Kata Kang Seok
“Bukankah Anda berpikir,  aku aktor yang hebat hari ini?” ucap Yeon Woo ingin melakukan high five dengan kepalan tangan. Tapi Kang Seok tak mengubrisnya dan memilih pergi. 


Yeon Woo pulang ke rumah, kaget melihat Se Hee sudah duduk sambil menangis lalu bersadar pada Yeon Woo sambil mengomel karena tidak mengangkat  teleponnya. Akhirnya keduanya masuk rumah yang sudah berantakan, Yeon Woo tak percaya kalau preman itu mencoba menyakiti Se Hee.
“Ini tidak benar... Mari laporkan polisi.” Ucap Se Hee. Yeon Woo pikir tidak bisa melakukan itu.
“Jika kita melapornya,  Cheol Soon juga akan ditangkap.” Kata Yeon Woo. Se Hee kaget karena ternyata Yeon Woo sudah mengetahuinya dan ingin tahu apa yang terjadi.
“Tenanglah. Kita bicara nanti.” ucap Yeon Woo melepaskan jaketnya. Se Hee melihat ID Card yang terjatuh  [Kang dan Ham, Pengacara Go Yeon Woo]
“Kurasa tidak aman bagi kita  berada di sini untuk sementara waktu. Kau harus...” ucap Yeon Woo langsung disela oleh Se He.
“Yeon Woo... Apa ini? Jadi Begitu rupanya.  Kau menjadi seorang pengacara... Aku tidak tahu... Kau pasti sangat sibuk.... Aku minta maaf  tidak cepat tanggap.” Ucap Se Hee dengan nada sinis.
“Se Hee, bukan begitu... Tapi aku tidak begitu yakin.” Ucap Yeon Woo mencoba menjelaskan.
“Tentang Oppa dan kau. Aku merasa seperti berada  dalam kegelapan. Apa begitu?” ucap Se Hee dengan wajah sedih. Yeon Woo pun hanya bisa terdiam tanpa bisa membela diri. 


Da Ham masuk lobby, Geun Sik dengan senyuman bahagia bertanya  Apa rencananya mulai sekarang. Dan Ham mengaku penasaran mengapa k Geun Sik bertanya tentang rencananya. Geun Sik pikir Da Ham telah  melihat gugatan tersebut, kalau Kang Seok yang akan meninggalkan perusahaan.
“Apa Pak Choi akan keluar?” tanya Geun Sik pura-pura tak tahu. Da Ham mengerti yang dimaksud karena Joseong Group. Geun Sik membenarkan.

“Mereka menarik gugatannya.” Ucap Da Ham. Geun Sik kaget merasa kalau itu tak mungkin dan bertanya kapan itu terjadi lalu ingin menelp Tuan Park
“Dia mungkin tidak akan mengangkatnya. Mengenai memorandum yang dia teken  ketika menarik gugatan, dia bilang tidak akan menghubungi  pengacara Kang dan Ham nantinya. Dan kurasa, terkhusus untuk  seseorang bernama Chae...” ucap Da Ham dan Geun Sik langsung bergegas pergi. Da Ham dengan sinis menunjuk kalau yang dimaksud adalah Geun Sik. 


Gina membawakan berkas menaruh diatas meja Yeon Woo memberitahu kalau itu manual protokol internal  Kang dan Ham jadi harus mendapatkan informasi jika tidak ingin  Pak Chae menginjaknya. Ia merasa  kalau sikanya agak keras, memberikan  bantuan khusus, tapi Yeon Woo seperti tak medengarkan sampai akhirnya Gina memanggil. Yeon Woo pun tersadar.
“Kau bilang meminta bantuan  padaku kemarin.” Ucap Gina. Yeon Woo bingggung malah bertanya kapan, lalu teringat kalau kemarin datang ke ruangan Gina. 

Yeon Woo pun melihat forum yang dibuatnya. Gina mengerti kalau Yeon Wooharus meningkatkan jumlah pengunjung, jadi mengingikan agar membantu  menemukan orang untuk mengikuti forumnya.  Yeon Woo membenarkan.
“Sepertinya kau sangat genius, Pak Go... Kau jenius dalam hal  membuat orang marah.” Sindir Gina, Yeon Woo hanya bisa melonggo.
“Apa Kau pikir kami lelucon? Menurutmu Kang dan Ham adalah tempat di mana kami menciptakan selebriti media sosial?” keluh Gina dengan nada tinggi. Yeon Woo heran melihat Gina yang terlihat kesal dan memanggil dengan nama belakan.
“Astaga, kau baru saja  memanggilku Gina? Aku tidak percaya ini. Kau pasti berpikir aku lelucon... Luar biasa.” Ucap Gina marah. Yeon Woo menahan Gina agar tak pergi. 
Gina makin kesal mendengar Yeon Woo memanggilnya dengan nama belakang. Akhirnya Yeon Woo dengan sopan memanggil “Nona Kim”. Keduanya duduk bersama Yeon Woo memperlihatkan sebuah gambar kalau korbannya, Bu Kim Mi Sook,  dan putrinya, Hee Soo,  dan bertuliskan "Terima kasih, Pak Pengacara."
“Aku sungguh ingin membantu mereka dan menerima rasa terima kasih mereka. Tapi, aku belum menjadi  pengacara sungguhan, dan tidak ada yang bisa  kulakukan di sini. Aku bisa mati frustrasi.” Akui Yeon Woo. Saat itu Kang Seok datang melihat keduanya.

“Jika kau bisa mati karena frustrasi,  tidak akan banyak orang yang hidup. Kau menemukan dadu  lalu melemparkannya. Lalu, mengapa berdiri di sini? Kau harus bergerak maju  sesuai dadu.” Ucap Kang Seok melihat layar komputer.
Ia melihat forum yang dibuat Yeon Woo [Mencari Korban Pelecehan Seksual dan Pemecatan Geumjeong] dan langsung mengirimkan pada Ryu Hyun Jin, Park Inbee, Kim Yuna, Yeon Woo kaget seperti tak berpikir yang dilakukan atasanya. Kang Seok pikir Yeon Woo sudah melihat foto di ruang kerjanya.
“Anda seharusnya bisa membantuku sebelumnya.” Keluh Yeon Woo
“Kita tidak punya waktu dan  perlu meningkatkan jumlah kunjungan dan mulai trending malam ini.” Ucap Kang Seok berhasil mengirimkan email.
Yeon Woo dan Gi Na hanya bisa terdiam, Kang Seok menegurnya menyuruh mereka agar Mulai bekerja, keduanya pun bergegas duduk kembali. Gina akhirnya meminta maaf karena sudah marah sebelumnya. Yeon Won pun ingin tahu apakah akan membantunya sekarang. Gina menganguk.
“Aku juga memiliki beberapa kenalan. Aku bisa membagikan ini  di media sosialku. Itu akan menyebar lebih cepat.” Ucap Gina mengambil mouse. 


Beberapa saat kemudian, Tulisan Yeon Woon tentang [Kelompok Korban Pelecehan Seksual  dan Pemecatan Geumjeong, baru ada 3 Pengunjung, lalu lama kelamaan meningkat,  sampai ke 56 Pengunjung, bahkan 113 Pengunjung, mereka pun terlihat bahagia.
“Aku seharusnya meminta  bantuanmu sebelumnya. Mengapa aku begitu bodoh tidak melakukan ini lebih cepat?” keluh Yeon Woo
“Ini bukan kebodohanmu... Ini karena aku jenius.” Ungkap Gina bangga. 

Esok paginya, Yeon Woo mendapatkan Petisi untuk menutup situs web, padahal butuh waktu semalaman  untuk menjadikannya situs web nomor satu. Dan Nam menjelasnkan Perusahaan besar seperti itu  tidak akan membiarkan Yeon Woo berjalan dengan baik
“Mereka tidak akan tinggal diam dan membiarkanmu merusak citra mereka.” Jelas Dan Ham, saat itu Yeon Woo baru datang pun bertanya  Apa yang terjadi.
“Aku merilis semua berita  yang kau berikan padaku ke surat kabar harian,  TV, dan jaringan berita kabel. Itu menjadi artikel  teratas di setiap situs web.” Ucap Da Ham. Kang Seok melihat judul berita  ["Kontroversi Pelecehan Seksual Geumjeong Digitech"]
“Apa semuanya berjalan lancar sesuai rencana kita?” tanya Yeon Woo ragu.
“Ikut aku. Kita bisa memeriksa  dan melihat apa semuanya berjalan  dengan lancar.” Kata Kang Seok. 

Yeon Woo terdiam saat akan melangkah menaiki tangga  Pengadilan Tinggi Seoul. Kang Seok memangilnya agar segera mengikutinya. Dalam ruang sidang, Seorang pengacara mengadu pada hakim. argumen penggugat,  yang tidak beralasan, telah merusak harga diri kliennya dan perusahaan.
“Ini pengadilan kasus perdata. Aku tidak berurusan  dengan kasus-kasus pengadilan. “ kata Hakim. Pengacara ingin menyela tapi hakim lebih dulu bicara.
“Tapi bukan berarti apa yang Anda lakukan itu benar. Kasus ini belum diputuskan. Tapi, Anda telah menyimpulkan dan menggunakan media  untuk keuntungan pihak sendiri. Ini dapat mempengaruhi  citra buruk Anda.” Tegur hakim pada Kang Seok
“Saya tahu itu.. Namun, tolong lihat data  yang dikirimkan oleh terdakwa kepada kami.” Ucap Kang Seok memberikan berkas dan ternyata isinya kosong.
“Seperti yang Anda lihat,  tidak ada apa-apa. Kami tidak punya cara untuk menemukan  korban lain, saksi kunci, atau saksi mata. Itu satu-satunya pilihan kami.” Ucap Kang Seok membela diri
“Omong kosong.. Itu tidak pernah terjadi, jadi...” kata Pengacara
“Dan bukan kami yang mengeluarkan artikel terlebih dulu. Itu karena menyebar dengan sangat cepat. Kami menunda rilisan berita  untuk menghentikan siapa pun yang berasumsi.” Ungkap Kang Seok.
“Jadi, apa yang Anda inginkan?” tanya Hakim
“Daftar karyawan wanita yang dipecat atau mengundurkan diri  ketika korban sedang bekerja di sana.” Ucap Kang Seok. 



Yeon Woo yang ada  diruang sidang sebelumnya berkomentar kalau KanG Seok memiliki aturan untuk tidak terikat secara emosional dengan klien dengan menolak untuk mencapai kesepakatan  melindungi Kim Mi Sook. Kang Seok pikir Jika tidak bisa menemukan bukti, saksi, atau korban  dengan kasus serupa, maka kasusnya akan berakhir menghilang.
“Dan tentu saja, itu yang mereka inginkan.” Jelas Kang Seok
“Jadi, Anda menggunakan media  untuk menghentikan kasus itu agar tidak menghilang.” Kata Yeon Woo
“Media pasti berpihak pada gugatan karena mereka merasa lebih banyak  beban daripada pengadilan. Inilah langkah bergerak maju  sesuai dengan skakmat. Namun dalam kasus pelecehan seksual,  kita mungkin akan menghadapi serangan balik. Kita akan berpura-pura menyerah  untuk maju dan mendapatkan daftar. Jika ada korban lain...” ucap Kang Seok
“Dia akan melanggarnya dan orang-orang akan semakin marah.” Uap Yeon Woo
“Seorang pengacara hanya membela. Dia tidak melindungi  atau mendukung seseorang. Jika kau merasa tersentuh, maka kau bisa menempatkan klienmu  ke dalam jebakan. Semuanya bisa menjadi  makin sulit mulai sekarang. Menurutmu bagaimana selanjutnya? Sekarang giliran mereka  untuk melempar dadu.” Jelas Kang Seok. 


Akhirnya tumpukan berkas ada dalam ruangan, Da Ham pikir kalau semua bukan hanya daftar yang dipecat dan pensiun. Tapi catatan personil  dari seluruh karyawan, slip gaji, dan bahkan rencana liburan. Yeon Woo tahu kalau pihak mereka mencoba  membuang waktu,
“Apa mereka boleh melakukan ini?” ucap Yeon Woo tak terima.
“Mereka sudah melempar dadu. Jadi mereka harus memindahkan  setidaknya satu kotak. Kau bilang bisa menghafal semuanya. Ini tidak akan lama. Itulah hal terbaik yang bisa kau lakukan. Jadi, bagus, kan?” ucap Kang Seok
“Kurasa begitu cara Anda berpikir.” Kata Yeon Woo
“ Yang bisa mereka lakukan adalah membanjiri kita dengan kertas.” Keluh Kang Seok lalu bergegas pergi. Da Ham pun hanya bisa memberikan semangat pada Kang Seok. 


Se Hee menerima telp dari Cheol Soon mengatakan kalau melihat sesuatu di rumah dalam firma hukum.  Se Hee seperti berusaha mengelak. Cheol Soon memohon pada Se Hee kalau  tidak menemukannya, maka akan mati.
“Apa Yeon Woo di Kang dan Ham? Benarkan?” ucap Cheol Soon memastikan. Se Hee hanya bisa diam saja.
Cheil Soon sudah babak belur memberitahu dua preman kalau yang dikatakan memang benar, dan tidak tahu mengapa Yeon Woo merangkak kesana tapi menurutnya temanya itu bersembunyi  di Kang dan Ham.

Yeon Woo duduk memeriksa semua berkas, Gina melihatnya dan langsung duduk membantu tanpa bicara. Akhirnay keduanya pulang bersama , Gi Na pamit untuk pulang lebih dulu. Yeon Woo mengucapkan  Terima kasih untuk  kemarin dan hari ini. Gi Na pikir Tidak perlu dibahas.
“Omong-omong, sepertinya itu sudah rusak. Bukankah kau harus memperbaikinya?” ucap  Gina melihat jam tangan yang dipakai Yeon Woo
“Kau melihatnya,Ada cerita dibaliknya. Omong-omong, apa kau tertarik padaku seperti yang lain?” ucap Yeon Woo. Gi Na bertanya apa maksudnya.
“ Kurasa... Kau tidak menyukaiku  sejak pertama kali kita bertemu. Jika ada orang yang membencimu  tanpa alasan,orang bilang, setengah dari mereka pasti tertarik padamu  sebanyak mereka membencimu.” Jelas Yeon Woo
“Rekan-rekan lain mungkin  merasa seperti itu. Maaf memberitahumu ini, tapi aku punya alasan jelas.” Ucap Gi Na, saat itu juga Se Hee melihat keduanya sedang berbicara dan terlihat akrab, lalu mengeluarkan ponselnya. 


Esok pagi, Gina melihat bangku Yeon Woo kosong dan melihat sebuah surat "Alasan pemecatan, Absen tanpa cuti, Baek Eun Young." Yeon Woo sudah ada di sebuah apartement, dan memanggil Baek Eun Young, saat melihat seorang wanita akan masuk rumah. Si wanita hanya diam saja akan membuka pintu.
“Kau Baek Eun Young, kan? Kau dulu bekerja  di Geumjeong Digitech. Aku meneleponmu sebelumnya.  Aku dari Kang dan Ham...Aku tidak berusaha mengganggumu, Pertama...” ucap Yeon Woo
“Jika aku bersaksi,aku akan berakhir menjadi orang jahat, kan?” kata Nyonya Baek
“Tidak. Itu tidak akan terjadi. Aku berjanji bahwa kau  akan dikompensasi atas kerugian. Kami, tidak, aku... Aku tahu kau khawatir  karena tertutup padaku. Tapi tolong, ketahuilah bahwa aku mengerti apa yang kau rasakan.” Ucap Yeon Woo menyakinya Nyonya Baek. 

Da Ham dan Kang Seok sudah menunggu didepan ruangan, Yeon Woo datang langsung diberi pertanyaan apakah Nyonya Baek ingin bersaki atau tidak. Yeon Woo menjawab tidak. Da Ham tak percaya kalau hanya itu saja.
“Tidak. Jadi aku bilang padanya, "Bagaimana rasanya jika putrimu  mengalami hal yang sama sepertimu? Dia juga punya seorang putri. Bukankah kita harus membuat negara ini. sebagai tempat yang lebih baik di mana wanita dan anak-anak bisa bahagia? Jadi..."” ucap Yeon Woo
“ Terlalu panjang... Dia akan menceramahimu.” Komentar Da Ham tak sabar.
“Jadi, Apa Dia bersaksi atau tidak?” tanya Kang Seok penasaran. Yeon Woo membenarkan kalau Nyonya Baek akan bersaksi. Dan akan segera datang. Kang Seok terlihat senang meminta agar mereka meminta Pihak Tuan Jung datang dan akan melihat bagaimana  reaksi mereka.

Suasana terasa tegang di ruangan, Nyonya Baek lalu melihat Tuan Jung dan pengacaranya datang lalu mengeluh pada Yeon Woo yang bilang mengerti perasaannya. Yeon Woo ingin menjelaskan tapi Pengacara Tuan Jung sudah lebih dulu berbicara.
“Baek Eun Young, kau bekerja  selama enam bulan dari Maret hingga September 2016. Sepertinya kau tidak pernah bekerja  di perusahaan lain. Ahh... Tidak... Dari Juni hingga Agustus 2012, dan dari Mei 2013 hingga Juni 2014, kau bekerja di Sunshine, Shuttle, dan Chohon. Ini adalah bar,  yang kita sebut "kafe ruang". “ ucap Pengacara Tuan Jung
“Apa yang akan mereka lakukan  dengan kasus ini?” ucap Kang Seok
“Pemilik Chohon... menggugatnya karena penipuan dan pemerasan. Dia langsung didakwa.” Kata Pengacara Tuan Jung mengancam,
“Itu karena dia tidak membayar gajiku...”kata Nyonya Baek membela diri.
“Tidak... Kau meminjam uang lebih banyak  darinya sebelum itu. Kau bahkan mengancam  untuk melaporkannya ke polisi atas pemerkosaan  jika dia tidak memberimu uang. Apakah Departemen Kehakiman percaya akan kesaksiannya?” balas Pengacara Tuan Jung.
Nyonya Baek terlihat malu memilih untuk keluar ruangan, Yeon Woon pun mengejar Nyonya Baek. Sementara Pengacara Tuan Jung mengejek dengan kasus Pro bono.
“Kang Seok... Kau tidak biasanya seperti ini... Kenapa kau mengambil kasus  seperti ini?” sindir Pengacara Tuan Jung. Kang Seok hanya bisa terdiam, saat itu Nyonya Kang menatap dari luar ruangan. 


Yeon Woo mengejar Nyonya Baek sampai keluar gedung dan berusaha menahanya agar bisa mendengar penjelasanya. Nyonya Baek pikir Tidak ada yang ingin didengar lagi. Yeon Woo pikir seharusnya memberitahu jika hal semacam itu..
“Kau Bilang "Hal semacam itu"? Apa Kau bilang ini semua salahku?” ucap Nyonya Baek marah
“Tidak, maksudku...” kata  Yeon Woo dan Nyonya Baek memutuskan tidak akan bersaksi.

Akhirnya Yeon Woo kembali ke kantor lalu masuk lift tanpa sadara ada dua preman mengikutinya, pesan dari Se Hee masuk “Oppa sudah tahu. Mereka mungkin pergi ke sana.” Yeon Woo pun mengingat wajah dua pria yang sebelumnya berada didepan rumah.
Yeon Woo akhirnya bergegas keluar dari lift, berjalan melalui lorong. Dua pria terus mengikutinya. Yeon Woo terlihat panik dan melihat Kang Seok sudah menunggu, lalu menahan tangan Yeon Woo karena dengan bertanya siapa Yeon Woo sebenarnya karena ada dua preman yang mengikuti.
Bersambung ke episode 3

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar