PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 02 Maret 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
CEO Jang datang menemui Hee Kyung di ruangan kampanyenya. Hee Kyung sudah mendengar yang terjadi kemarin kalau Choi Tae Ho mengikutimobil Penyidik Oh. CEO Jang mengaku kalau Tae Ho itu sering ceroboh karena ketidaksabarannya dan meminta maaf.
“Kalian berdua itu sebenarnya kenapa?Apa kau juga mencariponsel itu, CEO Jang?” ucap Hee Kyung curiga
“Ketua Jo... Sepertinya kau belummelihat ponselnya.Kenapa ekspresimu begitu?” komentar CEO Jang dan mengucap syukur karena  Hee Kyu belum mengetahuinya dan juga lega.
”Memangnya apa hubungan ponsel itu denganku?Kenapa kau jadi lega?” kata Hee Kyung makin penasaran
“Yang harus kau lakukan hanyalah menyerahkan ponsel itu padaku.Jika kau menyerahkannya padaku..., maka aku akan mengurus semuanya danmemastikan tak ada masalah yang terjadi. Dan kau tidak perlumengkhawatirkan apa pun..., serta takkanberada dalam bahaya.Tapi...jika isi dalam ponsel itu terungkap...” ucap CEO Jang terhenti
Hee Kyung penasaran dengan kalimat “Jika terungkap” CEO Jang mengatakan kalau mereka semua termasuk Hee Kyung akan dalam bahaya. Hee Kyung terdiam, CEO Jang mengatakan kaalu Hee Kyung akhirnya punya kesempatanuntuk dipilih ulang saat pemilihan bupati jadi menurutnya Tidak perlu menyusahkan keadaansebelum pemilihan umum.
“Tapi apa yang ada di dalam ponsel itu yang mungkin bisa mempengaruhiku?” tanya Hee Kyung
“Aku percaya, kau sebaiknya mengabaikan dantak usah ikut campur terkait ponsel itu.Tanpa banyak tanya lagi..., jadi serahkan saja ponselnya padaku. Aku berjanji takkan pernahmerusak reputasimu.” Kata CEO Jang
Hee Kyung merasa harus pikir-pikir dulu dan juga, perlu waktu memperbaiki ponsel itu. CEO Jang pun mengerti karena yakin Hee Kyung akan menghubungi dan menunggu  telepon darinya dan pamit pergi. 


Penyidik Oh terlihat kesal karena ada orang yang menguncinya di kamar mandi. Hee Kyung meminta agar segera memastikan  ponselnyasudah diperbaiki karena ingin tahu isi ponsel itu. Penyidik Oh mengangguk mengerti.
CEO Jang masuk ke dalam mobilnya memberitahu anak buahnya kalau Ponselnya ada di tempat servis dan memerintahkan agar mencaritahu dimana tempatnya.

Bong Hee bersama dengan Byung Jooo melihat sebuah benda seperti mice. Byung Joo memberitahu kalau benda itu jauh lebih bagus daripada kebanyakan video call. Bong Hee tahu kalau itu adalah speaker phone. Sat itu ponsel Bong Hee berdering. Penyidik ​​Oh menelp karena sebelumnya menelp. Joon Oh yang tadinya tertidur langsung duduk mendengar Bong Hee yang berbicara dengan penyidik Oh dari speaker phone.
“Ada yang ingin kutanyakan padamu.Belum lama ini, apa Komite Investigasi Khusus menerima benda yang tertinggal dari pulau?Kabarnya, ada ponsel di antara barang-barang tersebut..” Kata Bong Hee
“Ponsel itu milik So Hee, lalu Kau tahu darimana? “ tanya penyidik Oh heran
“Jadi, dimana ponsel itu sekarang?” tanya Bong Hee
“Rahasia, tapi Ponsel itu sedang diperbaiki.Apa karena itu kau meneleponku?Kenapa hal itu penting bagimu?” ucap Penyidik Oh makin heran
“Karena itu ponselnya So Hee,jadi aku ingin memeriksanya.” Ucap Bong Hee, Joon Oh pun bertanya pada Byung Joo dimana tempat memperbaiki ponsel. Sementara penyidik Oh mengeluh pada Bong Hee yang tak menanyakan kabarnya sama sekali. Saat itu ponsel Penyidik Oh berbunyi, pesan masuk [Ponselnya sudah diperbaiki.Harap datang dan ambil ponselnya.] Ia pun akan bergegas pergi. 

Joon Oh dan Bong Hee pergi ke sebuah tempat menurut Byung Joo kalau  dekat kantor kampanye Jo Hee Kyung ada 3 tempat servis ponsel yang terkenal cukup ahli memperbaikinya jadi merasa yakin kalau pasti ponselnya diservis di salah satu tempat itu.
Anak buah CEO Jang melihat Joon Oh masuk melaporkan, Tae Ho pun turun dari mobil. Ki Joon binggung dimana mereka. Beberapa anak buah CEO Jang pun masuk ke dalam gedung seperti sudah siap berkelahi.  Ki Joon bingung dimana mereka, Tae Ho pikir Ki Joon juga bisa melihat nanti.
“Kenapa kau bawa semua orang kesini? Aku perlu tahu kenapa aku di sini.” Ucap Ki Joon menahan Tae Ho sebelum masuk
“Kita harus menangkap Seo Joon Oh dan menemukan ponselnya.” Kata Tae Ho,
Ki Joon pikir untuk apa Tae Ho ada dalam gedung itu, lalu bertanya apa yang ingin dilakukanya. Tae Ho memerintaha agar Ki Joon tetap menemani disampingnya lalu masuk ke dalam gedung.
Bong Hee dan Joon Oh mencari tempat sesuau dengan nomor ruko yang mereka cari.  Anak buah CEO Jang memerintahkan agar Berpencar jadi dua gerombolan dan cari mereka. Ki Joon dan Tae Ho menaiki tangga terlihat Ki Joon sibuk dengan ponselnya.
Tae Ho dengan tatapan sinis bertanya apa yang sedang dilakukan Ki Joon Ki Joon dengan wajah tegang mengatakan kalau sedang mengirim pesan pada Byung Joo. Tae Ho langsung mengambil ponselnya, saat itu Ki Joon baru mengirimkan setengah. Ki Joon menjelaskankalau ingin meminta tolong pada Byung Joo kalau tahu keberadaan ponsel itu. Tae Ho seperti percaya menyuruh Ki Joon segera mengikutinya.


Beberapa anak buah Tuan Jang keluar dari ruangan, Byung Joo menahan salah satunya bertanya kemana mereka akan pergi. Anak buah Tuan Jang memberitahu kalau sedang mencari ponsel. Byung Joo pun bertanya keberadaan ponselnya.
Joon Oh dan Bong Hee sampai di depan ruko yang sudah tutup. Lalu merasa kalau bukan di gedung itu ponselnya berada. Bong Hee menerima telp dari Jaksa Yoon, Kakak So Hee itu memberitahu kalau Jaksa Cho tahu keradaan ponselnya dan akan mengirimkan alamatnya lewat SMS jadi segera pergi ke tempat itu.

Tae Ho berjalan di ujung lorong dengan anak buahnya, Joon Oh melihat dari kejauhan langsung mengajak Bong Hee untuk segera pergi. Saat itu Tae Ho bisa melihat keduanya ingin mengejarnya, Ki Joon memberitahu Tae Ho kalau Byung Joo mengetahui keberadan ponselnya dan CEO Jang mungkin akan menemukan ponselnya lebih dulu. Tae Ho pun memilih untuk pergi daripada mengejar Joon Oh. 

Penyidik Oh masuk ke tempat service sambil mengeluh karena  harus mengambilnya karena sangat Merepotkan sekali. Lalu bertemu dengan tukang service karena ponselnya sudah diperbaiki. Si tukang service binggung karna baru saja selesai memperbaikinya dan dari mana Penyidik Oh mengetahuinya.
“Kau tadi kirim SMS padaku.” Kata Penyidik Oh memperlihatkan ponselnya.
Saat itu anak buah Tuan Jang masuk merampas ponsel dari tangan penyidik Oh dan Penyidik Oh dengan dua tangan yang dipegang kena pukulan beberapa kali serta ponselnya pun lepas dari tanganya. Anak buah CEO Jang kembali ke mobil langsung memberikan ponselnya pada sang bos.
CEO Jang memujinya dan akan pergi tapi saat itu mobil berhenti, karena Tae Ho sudah menghadang mobilnya. Tae Ho pun masuk mobil dengan saling menatap sinis. Dibelakang mobil mereka, Jaksa Yoon seperti mengikutinya dari belakang. 

Penyidik Oh denga perut yang kesakitan menelp Hee Kyung kalau keadaanya gawat karena ada orang yang mengambil ponselnya. Joon Oh dan Bong Hee melihat Penyidik Oh yan masuk ke dalam mobil dengan kesakitan, lalu memutuskan untuk mengikutinya.
Jaksa Yoon menelp Bong Hee,  memberitahu sedang mengikuti mobil Jang Do Pal jadi menyuruh agar mengikuti mobilnya juga dari belakang, menurutnya CEO Jang sedang menuju ke kantor Legend Entertainment.


CEO Jang duduk dengan ponsel So Hee dalam jasnya, Tae Ho menceritakan bertemu dengan Reporter Kim waktu itu ada di pulau terpencil, dan reporte itu punya foto-fotonya yang terekam kamera CCTV pada hari Jae Hyun meninggal.
“Foto-foto yang kau bilang sudah kau buang itu. Tentang Foto-fotoku. Apa kau sendiri yang mengirim foto itu ke Reporter Kim?” ucap Tae Ho
“Apa maksudmu?Buat apa juga aku melakukannya?” kata CEO Jang merasa tak ada alasan melakukanya
“Aku juga tidak punya alasan  untuk yakin kau melakukan hal itu. Tapi, hal-hal seperti ini terus terjadi. Dan aku lama-lama makin yakin. Karena itulah aku harus menemukan ponsel itu untuk tahu alasan kenapa kau seperti ini.” Kata Tae Ho
Mobil sampai diparkiran dan Tae Ho mencekik leher sopir setelah itu berusaha mengambil ponsel dari CEO Jang dan keluar dari mobil. CEO Jang berteriak agar segere mengejar Tae Ho. Tae Ho berlari mencari pintu keluar tapi pintu terkunci.
Saat itu sebuah mobil datang, Tae Ho melihat anak buah CEO Jang sudah membawakan kayu. Tae Ho pun berusaha melawanya, saat itu Joon Oh dan Bong Hee sampai di kantor Legend Entertainment. Anak buah CEO Jang mengunakan pisau untuk menusuk Tae Ho.
Tae Ho sempat terjatuh dan kena pukul tapi bisa mengalahakan dengan mengambil alat pemadam kebakaran, lalu berusaha kabur dengan luka dibagian perutnya. CEO Jang baru datang melihat anak buahnya jatuh dan berteriak menyuruh agar mengejar Tae Ho karena belum jauh. 


 Tae Ho bersembunyi ditumpukan sampah dengan darah yang sudah banyak keluar. Ia pun membuka ponsel So Hee dan melihat ada sebuah rekaman dan terdengar suara CEO Jang.
“Tae Ho.. apa kau sungguh ingin hidup?”ucap CEO Jang, Tae Ho mengaku kalau ingin hidup.
“Baiklah...Orang yang masih hidup haruslah tetap hidup Kau bisa hidup dengan bantuanku.” Kata CEO Jang

Flash Back
CEO Jang dan Tae Ho membawa Jae Hyun sampai ke dekat balkon, setelah itu CEO Jang menerima telp dan memberitahu Tae Ho kalau CEO Hwang dan yang lain sedang dalam perjalanan ke apartement sekarang. Jadi Tae Hoo harus keluar dan ia yang akan membereskan masalah ini. Tae Ho binggung apa yang harus dilakukan.
“Naik taksi dan keliling kompleks ini sekali lagi. Kau harus sampai disini bersamaan dengan mereka. Dengan begitu, mereka tidak akan curiga.” Ucap CEO Jang, Tae Ho binggung kenapa ia harus melakukan itu.
“Apa Kau juga mau mati?” kata CEO Jang, Tae Ho pun akhirnya pergi keluar dari tempat Jae Hyun.
“ Kau selama ini selalu mengeluh dan selalu menyusahkanku. Dan siapa yang sangka kau akhirnya malah banyak membantuku? Marilah kita terima kenyataan ini dan melakukannya sekaligus.” Kata CEO Jang
Saat itu Jae Hyun sadar memohon agar jangan membunuhnya. CEO Jang makin panik langsung membenturkan kepala Jae Hyun di dinding, Jae Hyun pun akhirnya tak sadarkan diri dengan darah menempel pada dinding. CEO Jang langsung menghilangkan semua dari pada dinding dan lantai.
Tae Ho yang mendengar suara rekaman milik So Hee menangis karena bukan dirinya yang membuat Jae Hyun mati tapi CEO Jang, merasa menyesal karena seharusnya  bisa menyelamatkan nyawa Jae Hyun dan yang diperbuat sekarang malah benar-benar salah.
Bong Hee dan Joon Oh masuk ke dalam parkiran mencari Tae Ho, lalu melihat semua anak buah CEO Jang yang sudah tergeletak. Keduanya saling menatap kalau mungkin Tae Ho yang melakuanya. Tae Ho melihat lukanya semakin mengeluarkan darah, saat itu Ki Joon menelpnya. 

Tae Ho berjalan perlahan dan masuk ke sebuah mobil, saat itu anak buah CEO Jang melihat ingin mengejarknya. Ki Joon sudah lebih dulu melajukan mobil dengan cepat dengan wajah khawatir melihat Tae Ho menahan luka dengan tanganya. Tae Ho sadar melihat sosok Joon Oh duduk disamping Ki Joon, wajahnya terlihat marah. Bong Hee duduk gelisah dengan Jaksa Joon dalam mobil. 

Flash  Back
Joon Oh merengek meminta Ki Joon agar melakukan, Ki Joon menolak. Joo Oh terus merengek dan Ki Joon tetap menolaknya. Joon Oh meminta agar Ki Joon harus berpura-pura tidak membantunya. Ki Joon pikir tak mungkin karena keduanya pasti sudah tahu.
“Walau begitu, kau harus  berpura-pura tidak tahu. Hanya itu cara untuk melindungi kita berdua. Kau harus Lakukan saja apa yang disuruh Tae Ho dan Kau tidak perlu berbuat apapun untuk membantuku.” Ucap Joon Oh
“ Jika kau melakukannya, maka kau dan aku dalam bahaya.” Kata Ki Joon khawatir, tapi Joon Oh pikir Hanya itulah cara mereka berdua bisa bertahan hidup dan bisa saling membantu.
Ki Joon terus mengikuti perintah Joon Oh dengan mengikuti kemana Tae Ho pergi, saat masuk Lift, Ki Joon segera mengirimkan pesan pada Joon Oh. Joon Oh dalam mobil membaca pesan dari si Pengkhianat Jung Ki Joon.  “Aku bersama Tae Ho setiap waktu..., tapi aku tidak yakin apa keputusanku ini sudah tepat. Dia ingin sekali menemukanmu.”
Tae Ho lalu bertanya kemana mereka akan membawanya, Joon Oh pikir kemana lagi akan membawanya. Tae Ho sudah pingsan, Joon Oh pun membawa masuk Tae Ho ke dalam UGD setelah itu memilih untuk meninggalkanya. Perawat binggung karena pasien harus ada walinya. Untuk mengurus administrasi.


Bong Hee menerima telp dari Joon Oh lalu memberitahu bahwa Joon Oh sedang bersama Tae Ho. Joon Oh memberitahu akan pergi kesana sekarang. Bong Hee bertanya apakah Joon Oh akan segera pergi. Joon Oh pikir harus buru-buru dan Sudah malam sekarang.

Hee Kyung keluar dari ruangan terlihat memarahi Penyidik Oh yang terus meminta maaf dan ingin meminta agar tanggung jawab. Penyidik Oh menceritakan kalau anak CEO Jang yang menyerangnya dan  tidak sempat melakukan perlawanan.
“Jadi, bagaimana kau akan menemukan ponsel itu sekarang?” kata Hee Kyung, saat itu terdengar suara dari arah belakang mereka.
“Apa Kau mencari ini?” kata Joon Oh duduk diatas kardus dengan ponsel yang sudah berada ada bercak darah Tae Ho. Hee Kyung dan Penyidik Oh kaget melihat Joon Oh yang memegang ponsel So Hee yang diperebutkan oleh semua orang. 

Ki Joon pergi ke kepala Jaksa memberitahu kalau Pelaku...yang membunuh So Hee bukan Seo Joon Oh tapi Melainkan Choi Tae Ho. Jaksa terlihat shock lalu bertanya apakah Ki Joon sadar dengan yang dilakukan sekarang, Ki Joon mengaku kalau dirinya dalam keadaan sadar.
“Saya siap untuk dihukum.Saya sudah berbohongpada banyak orang...,tapi menurut saya inilah waktunyamengatakan yang sebenarnya sekarang.Orang yang membunuh YoonSo Hee adalah Choi Tae Ho...,bukan Seo Joon Oh. Dan Juga, Ha Ji Ah sebenarnyatidak ingin berbohong...,tapi karena saya yang memaksanya,  jadi kami harus memihak Choi Tae Ho.Dia tidak punya pilihan selainmemberikan kesaksian palsu.” Kata Ki Joon. 

Joon Oh duduk didepan Hee Kyung dan Penyidik Oh terlihat masih shock., Ia berharap agar Hee Kyung akanmempertimbangkan perlakuan khusus.Keduanya masih menatap seperti tak percaya, Joon Oh heran melihat keduanya menatap seperti itu.
“Kenapa kau bisa di sini, Seo Joon Oh?” tanya Hee Kyung
“Anda pasti bertanya-tanya aparencanaku hingga berani kesini.” Kata Joon Oh, Hee Kyung merasa dirinya terlihat penasaran seperti itu.
“Jaksa Yoon menyarankanku untukbertemu dan bicara denganmu terlebih dulu.Anda belum dengar isi ponsel ini, 'kan? Jadi Dengarlah.” Kata Joon Oh
Hee Kyung dan Penyidik Oh menajamkan pendengaran mereka “Tae Ho. Kau..apa kau sungguh  ingin hidup?” 

Jaksa memberitahu Ki Joon kalau  ini tak berpengaruh cukup banyak. Saat iu anak buahnya menmbawa sebuah kertas pernyatan. Ki Joon pun diminta agar pergi karena jaksa sudah mengerti apa yang dikataknya. Saat berjalan pergi Jaksa pun bertanya kenapa Ki Joon  baru melakukan ini sekarang
“Ini memang keputusanmuuntuk mengungkap kebenaran...,tapi pernyataanmu ini takkan punya pengaruh yang cukup.Jika kau melakukannya demi membuat dirimu merasa lega, bukankah tindakanmu ini sudah terlampau jauh? Dan Seo JoonOh takkan hidup lagi.” Kata Jaksa
“Saya mengatakan kebenaran ini,... yang seharusnya saya melakukannyalebih cepat.Saya tak mengambil langkah inikarena Seo Joon Oh masih hidup.” Tegas Ki Joon lalu keluar dari ruangan. 

Flash Back
Jae Hyun dengan setengah sadar melihat ponselnya yang bergetar dibawah kursi sengaja menyentuhnya dan itu telp dari pacarnya So Hee. So Hee dalam mobil bisa mendengar suara Tae Ho yang mengatakan kalau Jae Hyun meninggal.
Lalu terdengar suara Jae Hyun kembali yang meminta agar jangan membunuhnya, tapi CEO Jang yang marah memilih untuk menghabisinya dengan membenturkan kepala Jae Hyun di dinding. 
Ceo Jang pun membersihkan lantai yang penuh dengan darah saat itu menemukan ponsel Jae Hyun dan melihat diriwayat panggilan kalau So Hee yang menelp sebelumnya. 

“Inilah yang sebenarnya terjadi ketika Choi Tae Ho dan Jang Do Pal membunuh Shin Jae Hyun empat tahun lalu.Setelah itu...,kedua orang itu memanipulasi kematiannya sebagai bunuh diri.” Ucap Joon Oh
“Berarti, Yoon So Hee tak sengajamerekam semua itu saat dia meneleponnya.” Kata Hee Kyung, Joon Oh membenarkan.
“Dan menurutku So Hee dibunuh karena hal itu.Aku bisa saja pergi langsung ke kantor polisi tapi ada alasan kenapa. aku datang ke sini duluan. Kau adalah ketua KomisiInvestigasi Khusus dari kasus kecelakaan pesawatLegend Entertainment. Aku ingin meminta Anda untuk menyelamatkanku, korban terakhiryang selamat dari kecelakaan itu. Jadi Tolong ungkapkan pada dunia bahwa aku selama ini masih hidup...,dan aku sudah kembalidalam keadaan hidup.” Ucap Joon Oh
Hee Kyung dan Penyidik Oh terlihat kaget. Joon Oh menegaskan Meskipun tidak melakukan kesalahan tapi akan membuktikan kalau dirinya tidak bersalah lewat jumpa pers dan berjalan keluar dari ruangan. 

Penyidik Oh sadar bukan waktu yang tepat untuk memberitahukan hal ini pada Hee Kyung, lalu bertanya apakah masih mengingat kalau  mendapat telepon dari Cina, yaitu Ketika komisi waktu itu hampir dibubarkan, ada orang yang menelepon dan meminta kita membawa para jasad korban
“Dia memberitahukan pada kita dimana lokasi jasad korban yang tersisa lalu dia mengatakan padaku, dimana jasad Reporter Kim.Karena Seo Joon Oh masih hidup...,aku yakin orang yang  menelepon kita waktu itu pasti Seo Joon Oh.” Ucap penyidik Oh, Hee Kyung terdiam memikirkan semua kejadian dihadapanya sekarang dan juga Joon Oh terlihat duduk gelisah dilorong.
bersambung ke episode 14 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Missing Nine Episode 13 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Tae Ho masuk ke sebuah SPBU melihat Joon Oh membawa sebuah kotak. Sementara Bong Hee yang selesai mengunci Penyidik Oh menerima telp dari Ki Joon memberitahu kalau Tae Ho sedang dalam perjalanan sekarang jadi menyuruhnya cepat pergi. Joon Oh melihat isi kotak ternyata kosong.
Hee Young memberikan ponsel pada anak buah lainya kalau harus memperbaikinya dan harus mencari tahu apa isi dalam ponsel karena Pasti ada alasan kenapa semua orang menginginkan ponsel ini dan harus menyuruh lebih dulu dibanding yang lainya. Penyidik  Oh membawa kardus memberitahu akan menaruhnya di tempat yang di perintahkan.
CEO Jang mendengarkan dari alat sadapnya, Hee Young menyuruh Penyidik Oh pergi lebih duu dan akan menyusul. CEO Jang pun langsung bergerak untuk mengambil ponsel tapi tertahan oleh Jaksa Yoon. 

Bong Hee kaget melihat Tae Ho dan Joon Oh akhirnya sudah bertemu. Tae Ho tak percaya melihat dari mata Joon Oh kalau ternyata  masih hidup dan seharusnya tidak hidup. Joon Oh akhirnya menurukan masker yang dipakainya.
“Aku selama ini merasa tak hidup, Tae Ho. Karena itulah aku merasa bebas sekarang.” Kata Joon Oh lalu bergegas pergi menarik Bong Hee untuk pergi bersamanya.
Saat itu Penyidik Oh baru keluar dari toilet memeriksa bagian bagasinya, lalu melihat Tae Ho yang berdiri tepat didepan kardus yang sudah dibuka dengan isi lembaran kertas saja. 


Joon Oh terdiam seperti merasakan sesuatu dalam dirinya, Bong Hee meliriknya lalu memuji sikap Joon Oh itu bagus karena bisa menahan dirinya. Joon Oh menatap Bong Hee lalu menyuruhnya agar melihat kedepan saja. Bong Hee pun menurut pada sang artis. 

Bong Hee memasukan beberapa barang ke dalam tas, Jaksa Yoon sedang bersama dengan jaksa lainya, menelp Joon Oh bertanya apakah ponselnya ditemukan. Joon Oh mengatakan ponselnya tidak ada daTae Ho juga tidak menemukannya jadi Pasti ponselnya ada pada Hee Young. Penyidik Oh terlihat sedikit kecewa.
“dan Juga... Tae Ho melihatku.” Ungkap Joon Oh, Bong Hee yang mendengarnya terlihat khawatir.
“Dia ternyata tiba lebih cepat dari yang kita duga. Mulai besok, kita pasti sibuk.” Ucap Jaksa Yoon menatap dua anak buahnya yang selalu membantu. 

Tae Ho bertemu dengan CEO Jang di ruanganya. CEO Jang kaget mengetahui Joon Oh masih hidup seperti tak percaya dan meminta agar menceritakan secara jelas. Tae Ho kembali menegaskan bahwa Seo Joon Oh masih hidup.
“Bisa-bisanya kau mengatakan hal itu dengan  tenang-tenang begitu?” Sindir CEO Jang dengan nada tinggi.
“Jangan marah-marah padaku. Selang beberapa jam lalu, kau saja tak mau kalau aku ikut ambil bagian. Aku masih marah.” Tegas Tae Ho

“Kau bilang  Aku tak mau kau ambil bagian? Dengar.... Kau bilang tadi bersama Ji Ah dan Ki Joon. Aku tidak ingin membuatmu dicurigai kalau aku meneleponmu. Buat apa juga aku tak mau kau ikut ambil bagian? Ini Tak ada untungnya bagiku.” Ucap CEO Jang
“Jika aku berencana kau tak ikut ambil bagian... Lalu buat apa aku harus membantumu? Setelah aku menyelamatkanmu dengan mempertaruhkan segalanya..., kita sudah bekerjasama.” Kata CEO Jang menyakinkan.
Tae Ho mengaku kalau dirinya tak mengerti. CEO Jang merasa Tae Ho tidak percaya padanya. Tae Ho pun bertanya dimana ponselnya apakah  sudah menemukannya. CEO Jang mengaku Tidak ada dan harus mencarinya lagi. Tae Ho meminta agar memberitahu kalau sudah menemukanya.
“Aku akan mempercayaimu jika kau langsung memberitahuku ponselnya. Apa Paham? Sementara itu, aku akan mencari Joon Oh. Dan juga Aku butuh orang-orangmu.” Kata Tae Ho, CEO Jang mengerti
“Kita harus membuat Joon Oh ditangkap polisi..., agar kau tak bisa dituntut. Dan ponselnya, akan kita singkirkan. Dengan begitu, kita tidak akan dikendalikan oleh orang lain. Maka kau akan menjadi tak bercela.”ungkap CEO Jang. Tae Ho keluar dari ruangan, CEO Jang dengan tatapan dinginya mencukur habis rambutnya, seperti tanda siap melawan siapapun yang menghalanginya. 


Joon Oh duduk sendirian di luar, Bong Hee datang melihatnya ikut memandang langit seperti Joon Oh berkomentar kalau Langit malam Seoul gelap sekali, Joon Oh ingat saat Di pulau terpencil langit begitu cerah Bong Hee juga melihatPenuh bintang.
“Apa Kau ingat? Setiap kali aku kesusahan di pulau..., maka aku selalu menatap bintang-bintang. Menatap bintang membuatku merasa lebih baik.” Ucap Bong Hee
“Benar...  Di pulau terpencil. berusaha bertahan hidup sangat penting dilakukan. Hanya itu yang kupikirkan. Kalau dipikir-pikir, Bong Hee.. aku merasa lebih tenang di pulau.” Kata Joon Oh,
Ia lalu teringat sesuatu yang harus diberikan sebelum melupakanya dan mengeluarkan dari saku jaketnya. Bong Hee binggung apa yang ada didalam tempat seperti telur. Joon Oh mengaku kalau itu untuk penggunaan darurat.
“Barang ini membuatku memikirkanmu dan Aku membelinya. Ini barang berharga, tapi kauboleh memilikinya.” Kata Joon Oh.
“Kau harus Bilang dulu barang apa itu sebelum aku memutuskan menerimanya atau tidak” kata Bong Hee binggung
“Aku membelikannya karena memikirkanmu. Jadi Terima saja.” Keluh Joon Oh
“Makanya itu, sebelum aku menerimanya...” pikir Bong Hee, Joon Oh tetap memaksa agar Bong Hee menerima saja.
Bong Hee seperti tak enak ingin menerimanya, Joon Oh pikir kalau memang tak mau memilih untuk masuk rumah. Bong Hee menariknya tapi membuat Joon Oh berlutut seperti hendak melamarnya.

“Kenapa kau jadi kasar lagi? Kau bilang tidak akan menyakitiku.” Keluh Joon Oh
“Aku tidak bermaksud menarikmu seperti itu” kata Joon Oh menyuruh agar Bong Hee mengambilnya.
Bong Hee akhirnya menerima seperti menerima lamaran dari Joon Oh. Akhirnya Joon Oh berdiri sambil mengeluh kalau tadi Memalukan sekali lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Bong Hee pun menerima seperti sebuah mutiara yang cantik. 


Bong Hee menelp ibunya bertanya apakah tidurnya nyenyak malam tadi, ibu Bong Hee pikir sudah pasti tenang lalu bertanya balik pada Bong Hee. Bong Hee mengaku tidurnya juga nyenyak, lalu merasa kasihan pada ibunya yang kelelahan karena sering pergi ke Seoul. Ibu Bong Hee pikir tak seperti itu karena yang dilakukan hanya duduk dalam bus saja.
“Bukan itu, aku bilang begitu karena Ibu sudah semakin tua. Aku bakal sering-sering datang kesana untuk menengoki Ibu.” Kata Bong Hee, Ibu Bong Hee berkaca-kaca mendengarnya.
“Tentu. Cuaca cerah sekali belakangan ini..., jadi Ibu cukup disibukkan buat menyelam. Jangan lupa makan, jaga dirimu.” Pesan Ibu Bong Hee, Bong Hee pun meminta ibunya agar Tidur yang cukup.
Setelah menutup telpnya, Joon Oh seperti merasakan sesuatu wajahnya terlihat tegang. Bong Hee pun bertanya ada apa. Beberapa pria masuk ke bagian atap dan langsung mengobrak ngabrik semua barang. Joon Oh melihat anak buah Tae Ho yang datang mencari mereka dan langsung mengunci pintu atap.

Bong Hee mengajak Joon Oh agar cepat pergi walalupun nanti akan rusak didobrak. Keduanya pun pergi meninggalkan rumah yang selama ini mereka tempati.
Sementara Jaksa Yoon dan dua anak buahnya keluar dari gedungKantor Kejaksaan Changwon, beberapa pria dengan pakaian jas rapi seperti sedang berjaga-jaga.
Jaksa Yoon pikir kalau Orang-orang itu untuk memata-matai mereka merasa tak percaya kalau mereka itu terang-terangan memata-matai. Jaksa Yoon pikir Sepertinya mereka ingin tahu keberadaan Seo Joon Oh.Jaksa Yoon makin heran dengan para preman yang  berani memata-matai jaksa. 


Ki Joon berjalan dilorong tiba-tiba seorang ibu datang langsung mencengkramnya terlihat sangat marah. Ibu Ji Ah tak percaya harus anaknya padahal Ki Joon sudah mengenalnya sejak Ji Ah masih SMP. Dan sudah dianggap seperti adiknya. CEO Jang dan Tae Ho baru saja datang melihat Ibu Ji Ah yang sangat marah terlihat bahagia.
“Teganya kau melakukannya pada Ji Ah? Kenapa anakku harus terlibat dalam rumor mengerikan seperti itugara-gara kau?” ucap Ibu Ji Ah marah, Ki Joon menjelaskan bukan seperti itu maksudnya.
“Menjauhlah dari Ji Ah dan Hanya Ji Ah yang kumiliki sekarang.” Ancam ibu Ji Ah lalu melepaskan cengkram pada Ki Joon. 

“Kau harus Dengar, Manajer Jung. Ji Ah menghidupi keluarga kami ... menggantikan mendiang kakaknya. Dia anak berbakti yang hanya peduli dengan pekerjaannya dan aku, ibunya. Padahal kukira hari-hari kesuksesannya akhirnya datang. Aku tidak bisa melihat dia hancur... hanya karena rumor tentang dirimu dan dia.” Kata Ibu Ji Ah, Saat itu Ji Ah mendengar Ki Joon sedang berbicara dengan ibunya.
“Jika Anda peduli dengan Ji Ah, berhenti cari untung memakai namanya. Dia hampir mati di luar sana, tapi masih bekerja keras. Apa Anda tidak merasa kasihan padanya? Kau bilang Anak berbakti, katamu? Pada siapa? Ji Ah bekerja mati-matian..., dan Anda mengambil hasil kerjanya tanpa menyisakan sepeser pun buat dia. Kau bilang Anak berbakti?” ucap Ki Joon.

“Jika Anda sangat khawatir  dengan Ji Ah..., berhenti memanfaatkannya. Biarkan Ji Ah melakukan apa maunya. Kau sudah meminjam uang  yang cukup banyak dari perusahaan Dan Ji Ah harus bekerja sampai 60 tahun untuk mengembalikan semua uang itu.” Tegas Ki Joon
“Memangnya Siapa kau yang menyarankan apa yang harus kulakukan pada keluargaku? Apa kau tahu berapa banyak uang yang  kupakai buat membiayai Ji Ah? Uang yang kupinjam tidak bisa dibandingkan dengan uang pengorbananku.” Kata Ibu Ji Ah
Ji Ah akhirnya mendekat meminta agar ibunya mendekat. Ibu JI Ah pun menghasut anaknya kalau sudah mendengar perkataan Ki Joon padanya, Ji Ah tak ingin membahasnya mengajak ibunya segera pergi saja. Ki Joon seperti makin serba salah, lalu Ponselnya berdering CEO Jang menelpnya. 


Ki Joon pergi menemui CEO Jang dengan Tae Ho sudah berdiri didekatnya. CEO Jang langsung membahasa tentang Joon Oh  yang sudah kembali. Ki Joon berpura-pura kaget dengan memastikan bahwa itu maksudnya Seo Joon Oh sudah mati itu.
“Tak usah pura-pura tak tahu, Aku melihatnya kemarin.” Kata Tae Ho.
“Lagipula, aku tidak menyuruhmu kesini buat memastikan hal itu. Aku yakin, demi menyelamatkan Joon Oh maka kau takkan menyakiti orang lain. Aku tadi melihatmu bertemu ibunya Ji Ah. Padahal dia belum lama ini minta  uang, tapi sekarang dia minta uang lagi. Wanita itu tidak akan berubah sebelum Ji Ah meninggal.” Ungkap CEO Jang, Ki Joon mentap CEO Jang teringat kembali ancanman sebelumnya. 

Flash Back
“Karena itulah, kau dan Ji Ah harus...menegaskan tindakan kalian. CEO Hwang, Apa menurutmu dia sungguh mengalami kecelakaan? Tapi kau Jangan takut. Aku tidak akan membunuhmu. Ji Ah yang akan kubunuh. Aku penasaran  apa Ji Ah tahu, kenapa kau harus menyiakan impianmu menjadi dokter.” Ucap CEO Jang dengan pistol dikepala Ki Joon untuk mengancamnya.
CEO Jang pikir Ji Ah itu tidak perlu tahu, karena akan mati sebentar lagi. Ia menegaskan pada Ki Joon kalau hanya akan membunuh Ji Ah.
“Kau bilang akan memastikan kau dan Ji Ah tidak akan menghalangiku kalau aku tidak membunuhnya. Jangan lupa itu.” Kata CEO Jang

“Berapa kali aku harus memberitahumu? Kalau aku mengerti. Selain itu, Joon Oh pasti  marah denganku. Walaupun aku memihaknya sekarang..., maka dia juga pasti takkan mau berurusan denganku lagi. Aku sudah jahat padanya.” Ucap Ki Joon menyakinkan
“Kalau dia mau menerimamu lagi...,apa kau ingin memihak padanya?” ucap Tae Ho.
Ki Joon heran Tae Ho bisa menganggapnya seperti itu. CEO Jang ingin meminta bukti kalau Ki Joon memihak mereka berdua. Saat itu Ji Ah akan masuk lift, Ki Joon mengejarnya seperti ingin bicar. Ji Ah seperti tak ingin bicara mengatakan nanti sajakarena ada interview. Ki Joon pun membiarkan Ji Ah pergi.
Saat itu Ponsel Ki Joon berdering dan itu telp dari Joon Oh, wajahnya terlihat kebinggungan karena sebelumnya CEO Jang meminta bukti kala memihak mereka agar Ji Ah bisa selamat. 


Jaksa Yoon dan yang lainya pergi ke bawah sungai Han, Bong Hee memanggil Jaksa Yoon dengan Byung Joo didepan sebuah mobil. Joon Oh pun memberikan kursi mereka pada tiga jaksa sebagai tamu mereka. Jakas Yoon binggung melihat tempat mereka yang ada dibawa jembatan sungai Han.
“Kami tidak punya uang, dan ingin mencari tempat yang sepi. Jadi tempat ini pilihan terbaik. Dan Kalian tahu sendiri, Seo Joon Oh tidak boleh kelihatan orang-orang.” Ucap Bong Hee
“Aku senang kau dapat tempat seperti ini. Rasanya kita seperti berkemah.” Komentar Jaksa Cho
“Tapi Jung Ki Joon tidak ada di sini. Sepertinya untuk sementara ini kita tak usah mengandalkannya. Tapi sebaliknya, ada mantan manajerku di sini. Dia seorang pria yang pendek dan kecil” kata Joon Oh yang tetap mengejek Byung Joo. Byung Joo pun menyapa semua jaksa.
“Aku pernah bertemu Jaksa Yoon. Senang bertemu denganmu.” Ucap Byung Joo, Jaksa Yoon mengajak Jaksa Cho agar memulainya. 

“Baik. Berdasarkan pernyataan Seo Joon Oh dan apa yang telah kita temukan selama menyelidiki ulang kasus ini kami telah menelusuri dan menerka isi yang mungkin ada di dalam ponsel So Hee.” Ucap Jaksa Cho.
“So Hee bilang dia akan bersaksi bahwa kematian Shin Jae Hyun adalah murni pembunuhan..., tapi dia seringkali berubah pikiran. Mungkin karena itulah Reporter Kim menyelidiki ulang kasusnya.”
Reporter Kim menunggu disebuah cafe dan menerima pesan dari So Hee kalau tak jadi bertemu. Akhirnya Reporter Kim bertemu dengan detektif di bagian Kejahatan dan Kekerasan untuk mengetahui  kasus Shin Jae Hyun, Detektif memberitahu kalau Kasus itu sudah ditutup.
“Tapi tidak ada bukti, selain pernyataan Yoon So Hee yang menyatakan  Shin Jae Hyun tidak bunuh diri.”

Reporter Kim kembali ke rumahnya saat itu melihat CEO Jang yang berada dalam mobil seperti menguntitnya. Lalu pergi ke bagian kotak surat dan melihat sebuah surat berisi gambar rekaman CCTV saat Tae Ho masuk ke tempat Jae Hyun setelah Joon Oh.
“Saat itulah... ada orang yang mengirimi foto padanya yang bisa dijadikan barang bukti. Setelah kasus itu  kembali lagi dalam status awal..., Reporter Kim mungkin punya pemikiran yang sama seperti kita. Kalau si pelaku memanipulasi kematian Shin Jae Hyun sebagai bunuh diri.”
Jae Hyun menatap ke arah apartement, seperti bisa membayangkan saat Tae Ho bertemu dengan Jae Hyun.
“Choi Tae Ho datang  menemui Shin Jae Hyun.”
Saat itu Tae Ho yang sudah membunuh Jae Hyun pergi naik taksi dengan gugup menemui semua orang sudah berkumpul bersama dan saat masuk apartement CEO Jang melempar mayat Jae Hyun dan tetap jatuh diatas mobil CEO Hwang.

“Dia pasti punya komplotan yang membantunya untuk membuktikan alibinyadan menutupi kejahatannya Pada hari kejadian, polisi memastikan bahwa ada kamera CCTV di pintu masuk depan dan belakang. Dilaporkan bahwa tidak ada yang terekam  di kedua CCTV itu, karena CCTV-nya rusak. tapi Reporter Kim dikirimi foto gambar dari kamera CCTV pintu depan.”
Reporter Kim pergi menemui satpam penjaga apartement dengan gambar CCTV yang didapatkanya, tapi satpam itu memilih mengaku tak tahu apapun.
“Aku sudah mencari tahunya, ternyata CCTV di pintu belakang memang sudah lama rusak..., tapi isi rekaman CCTV yang di pintu depan tak ada yang terekam pada saat hari kejadian. Intinya CCTV itu sebenarnya  tidak rusak sepanjang waktu.”
“Jika Jang Do Pal memang benar komplotannya Choi Tae Ho..., dia pasti membantu Choi Tae Ho membereskan semuanyadan kabur lewat pintu belakang bukan lewat pintu depan. Kemudian dia juga  pasti menyuap Satpam untuk mengambil rekaman dari CCTV pintu depan.” Jelas Jaksa Yoon. CEO Jang membersihkan seluruh darah yang ada di lantai. 

“Dan setelah itu si Satpam langsung mengundurkan diri jadi satpam setelah kejadian tersebut..,dan kita sampai sekarang pun tak bisa menghubungi satpam itu. Sampai akhir pekan ini...” kata Jaksa Cho, Byung Joo seperti shock kalau semua adalah ulah Tae Ho dan CEO Jang. Joon Oh menenangkanya.
“Jadi, semua itu membuat kita bertanya-tanya apakah Jang Do Pal yang memang mendorong Shin Jae Hyun keluar jendela. Dan sisanya ada di dalam ponsel.” Kata Jasksa Yoon
“Tae Ho dibimbing oleh Jang Do Pal. Dia bukan seorang  penyanyi yang baik...,tapi setidaknya dia punya modal jadi selebriti jadi CEO Hwang pun juga suka dengan Tae Ho. Jika Tae Ho lagi dalam keadaan susah, Jang Do Pal pasti langsung membantunya.” Cerita Joon Oh

“Reporter Kim juga bilang kalau Jang Do Pal mengancam So Hee..., jadi menurutku memang dia komplotannya. Dan...” kata Bong Hee mengingat saat Soo Hee berbicara di telp saat masuk pesawat
So Hee berkata “ Aku akan memberitahumu kalau sudah kembali. Yaitu Hanya hal itu yang perlu  kubicarakan denganmu, Wakil CEO Jang.” Joon Oh pun bertanya apa kelanjutan ucapan Bong Hee.  Bong Hee memilih untuk tak melanjutkan.
Ponsel Byung Joo berdering, lalu memberitahu Joon Oh kalau seseorang bisa bertemu dengan mereka. Jaksa Yoon binggung bertanya siapa yang akan bertemu dengan mereka. 

Bong Hee dan Joon Oh menunggu didalam mobil. Joon Oh seperti tak sabar bertanya sudah jam berapa sekarang.  Bong Hee memberitahu kalau mereka baru menunggu 10 menit, jadi lebih baik menunggu saja sebentar lagi karena yakin orang itu pasti akan segera datang.
“Tapi, Seo Joon Oh,  apa kau tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya?” tanya Bong Hee
“Hubunganku dengan So Hee jadi canggung setelah Jae Hyun meninggal jadi aku tidak kenal siapapun yang ada di tim manajemennya.” Akui Joon Oh
“Pokoknya, nanti aku saja yang tanya semuanya padanya. Kau harus menutup mata... dan mulutmu dan hanya Telingamu saja yang terbuka.” Ucap Bong Hee menarik masker Joon Oh sampai menutupi wajahnya. Joon Oh mengerti menurunkan kembali maskernya. 

Bong Hee melihat ada yang datang dan langsung turun dari mobil, Byung Joo datang dengan seorang wanita. Bong Hee pun menyapa Se Mi dengan berkata sudah banyak  dengar tentangnya lalu memberikan minuman hangat.
“Se Mi... Kau pindah dari tim Ji Ah Noona ke tim So Hee Noona, 'kan? Apa kau sudah bersama  timnya selama satu tahun?” kata Byung Joo, Se Mi pikir seperti itu.
“Apa kalian ingin bicara denganku  soal Yoon So Hee, bukannya Ji Ah?” kata Se Mi lalu terlihat kesal akan pergi. Byung Joo menahanya
“Padahal aku sudah membawakanmu kopi. Kau tidak bisa pergi begitu saja.” Kata Byung Joo menahan agar Se Mi tak pergi. Akhirnya Se Mi pun bertahan. Joon Oh terus mendengar pembicaraan ketiganya.


“Se Mi mungkin sudah cukup lama pernah  bekerja sebagai stylist So Hee Noona. Timnya yang lain pada mengubah nomor telepon mereka, jadi aku tidak bisa menghubungi mereka. Membujuk dia ini juga sangat sulit.” Cerita Byung Joo, Bong Hee pun mengucapkan terimakasih.
“Ceritakan padanya apa yang kau tahu soal So Hee Noona.” Kata Byung Joo menyuruh Se Mi tak perlu takut.
Se Mi ingin tahu alasannya harus menceritakan So Hee pada Bong Hee. Bong Hee mengerti kalau menjadi  stylist memang sulit kalau ia juga bekerja sebagai stylist, walaupun hanya sebentar, tapi pernah mengalaminya Si artis mungkin suka marah-marah atau sensitif. 
“Apa So Hee juga orangnya sensitif?” tanya Bong Hee.
“Tapi, So Hee Unni itu memang agak aneh.” Ungkap Se Mi 

Flash Back
So Hee masuk ruangan make up dengan panik bertanya dimana ponselnya, Se Mi sedang membereskan pakaian kalau sebelumnya So Hee yang memegangnya. So Hee dengan mata melotot kalau sebelumnya memberikan pada Se Mi.
“Aku sudah bilang, jangan sampai ponselku hilang dan kau harus jaga baik-baik ponsel itu.” Ucap So Hee lalu mencari-cari di seluruh ruangan dan menemukan terselip disofa. Wajah So Hee seperti baru saja menemukan sesuatu yang paling disayanginya.
“Awalnya, aku cuma berpikiran kalau dia itu kecanduan ponselnya dan kukira hal itu wajar-wajar saja. Tapi kadang, dia  sering serius sekali dan juga sangat ragu-ragu. Setiap kali aku bersamanya, aku merasa seolah-olah aku bisa gila. Waktu itu, aku sangat butuh uang untuk melunasi biaya kuliahku.Jika CEO Jang tidak memberikanku bonus..., aku pasti sudah mengundurkan diri.”


Se Mi sedang membawa barang, melihat So Hee dengan berbicara serius dengan CEO Jang. So Hee berkata kalau CEO Jang jangan berani membuat dirinya dalam bahaya seperti yang dilakukan pada Jae Hyun karena memilik kartu AS CEO Jang. Dan kalau terjadi sesuatu padanya maka mereka semua akan mati.
“Dan juga, dia itu sangat kasar dan tidak sopan pada CEO Jang.Aku saja sampai tak habis pikirkenapa CEO Jang terus memanjakan dirinya” Cerita Se Mi melihat So Hee seperti berani melawan CEO Jang. 

Joon Oh yang mengetahui cerita Se Mi merasa tak masuk akal karena yakin So Hee yang diancam. Ji Ah bersama dengan Joon Oh yakin kalau itu masuk akal. Joon Oh pun menanyakan alasan So Hee  mengancam Jang Do Pal
“Waktu itu, aku cuma mengira kalau Wakil CEO Jang sangat menyukai So Hee...,tapi aku sekarang menyadari kalau So Hee-lah orang yang membuatnya panik.” Cerita Ji Ah
Flash Back
Ji Ah masuk ruangan melihat So Hee sudah duduk disofa lalu melihat CEO Jang sedang membuat kontrak artis Yoon So Hee. Ia pun merasa kalau mulai dikhianati oleh aktris di agensinya sendiri. So Hee duduk dengan angkuh.
“Apa Kau pikir ini masalah sepele? Hah?” kata Ji Ah marah, CEO Jang meminta agar Ji Ah membiarkan agar So Hee  yang dapat kontrak kali ini saja.
“Selain itu Aku bisa apa kalau si sutradara sendiri yang  menginginkan So Hee buat mainkan peran itu?” kata CEO Jang

“Kau bilang aku yang membuat si sutradara  terinspirasi hingga dia membuat karakter untukku. Kau juga sudah menyerahkan semua timku menjadi timnya So Hee Sekarang, aku harus merelakan peranku pada dia juga?” ucap Ji Ah marah
“Hei... So Hee... Kau pasti tahu kelemahan mematikannya Wakil CEO Jang sampai kau bisa jadi artis yang cepat naik daun seperti sekarang ini, 'kan? Apa Kau puas sekarang?” kata Ji Ah marah, So Hee tak mengubrisnya memilih untuk keluar ruangan. 
Bong Hee menceritakan melihat So Hee bicara dengan Jang Do Pal lewat telepon waktu  di pesawat. Joon Oh ingin tahu apa yang dikatakan So Hee. Bong Hee mengingat kalau So Hee akan bicara dengan Wakil CEO Jang kalau sudah kembali, menurutnya Mungkin itu ada hubungannya dengan Shin Jae Hyun.
“Tapi dari percakapannya lewat telepon Wakil CEO Jang sepertinyamemang yang merasa terancam.” Kata Bong Hee
“Jika dia mampu mengancam Jang Do Pal..., maka mungkin itu artinya dia punya bukti kematian Jae Hyun. Jadi apa mungkin buktinya memang ada di ponselnya itu?” kata Joon Oh

“Jang Do Pal dan Choi Tae Ho juga sangat mengincar ponselnya. Bukankah itu bisa jadi  karena memang ada bukti di ponsel itu?” pikir Bong Hee
Joon Oh tak percaya darimana So Hee bisa mendapatkan bukti itu. Ji Ah mengeluh pada Joon Oh kalau dia saja seolah-olah bangkit dari kematian dan masih naif sekali. Byung Joo masuk ke mobil memberitahu  tak perlu menemani Tae Ho kerja hari ini karena Ki Joon  yang bersama menemaninya  hari ini bahkan menyuruh tak usah datang.
Ji Ah sedikit binggung, Byung Joo mengaku juga tak tahu alasanya, tapi Tae Ho H dan Ki Joon menghabiskan hari bersama-sama laluberpikir keduanya seperti akan menikah,  Ji Ah bertanya-tanya kenapa keduanya harus bersama-sama. Joon Oh berkomentar kalau yakin ada alasannya.


Tae Ho berbicara ditelp agar memberitahunya langsung kalau  sudah tahu keberadaan ponselnya dan harus melihatnya sebelum CEO Jang. Ki Joon mengemudikan mobil bertanya  kemanan mereka sekarang. Tae Ho mengatakan kalau Ki Joon akan tahu sendiri kalau sudah sampai. Ki Joon pun hanya terdiam.
“Ki Joon Hyung... Jika kau terlalu banyak berpikir..., Joon Oh dan Ji Ah akan mati. Kau sebaiknya jangan macam-macam.” Kata Tae Ho memperingatinya. Ki Joon pun mengangguk mengerti.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09