PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 01 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Keduanya keluar dari rumah sakit, Jung Hee binggung karena situasinya menjadi serumit ini. Jae Bok merasa semua ini sangat mencurigakan dan tidak bisa diam saja jadi akan mencarikan pengacara yang hebat. Jung Hee tak percaya kalau Jae Bkok mengenal pengacara dan tempat firma hukumnya berkerja.
“Di sana terlalu mahal..Aku harus mencari pengacara yang terjangkau dan jujur. Kau juga turut bertindak! Kau adalah kepala keluarga” kata Jae Bok lalu bergumam kalau suaminya itu berselingkuh.
 “Dan Ingat, kau ayah yang punya dua anak. Apa Mengerti?” ucap Jae Bok memilih untuk tak membahasnya.
“Tapi itu tidak benar. Aku tidak bersalah. Bagaimana jika citraku rusak dan dipecat?” kata Jung Hee khawatir.
“Bisa-bisanya pengecut semacam ini berselingkuh?” keluh Jae Bok bergumam melihat suaminya.
Jae Bok mengulang perkataa suamianya kalau tidak bersalah, jadi baik-baik saja akan baik-baik saja dan menyuruhnya kembali berkerja. Jung Hee pun merasa yakin karena istrinya. Jae Bok yak percaya karena merasa yakin salah satu alasanya berselingkuh, lalu menyuruh suaminya agar berdiri yang tegak. Jung Hee pun berjalan dengan tegap kembali ke kantor. 


Hye Ran turun dari mobil memberitahu untuk pergi ke lantai tiga ada Total Care Center Dokter Hong. Jae Bok sedang mencari rumah sewa tak mengenal nama Dokter Hong. Hye Ran menegaskan kalau bukan menemui dokter tapi mantan kekasihnya dan akan memperkenalkan dengan pengacara hebat.
 Saat itu Hye Ran langsung bersembunyi ketakutan melihat istri dari pria sebelumnya sudah menunggu didepan gedung. Akhirnya mengakhir telp Jae Bok dengan Bok Joo. 

Jae Bok menerima telp dari Eun Hee. Eun Hee dengan ramah kembali memanggilnya “Unniie”memberitahu kalau bertemu saat datang melihat rumahnya. Jae Bok pun mengingatnya dan bertanya kenapa menelp. Eun Hee mengingatkan kalau bertemudi kantor polisi kemarin dan melihat Jae Bok tampak murung saat itu.
“Aku selalu memikirkan dan khawatirmu. Aku tahu aku berlebihan..Aku meminta nomor dari agensi properti itu dan...” ucap Eun Hee. Jae Bok pun bisa mengerti kenapa Eun Hee bisa mengetahui nomornya.
“Mungkin ini terdengar aneh, tapi saat aku kemari saat itu, aku sungguh menyukaimu. Kau tahu bagaimana rasanya dekat secara naluriah kepada orang yang baru kali pertama bertemu. Kau pasti menganggap aku aneh. Saat aku sedang bersih-bersih, tiba-tiba aku teringat dengan mu” cerita Eun Hee
“Terima kasih telah perhatian dan memikirkanku.” Ucap Jae Bok
“datanglah kapan saja sebelum pindah kemari. Aku akan mentraktir teh.” Ucap Eun Hee.
Jae Bok mengerti dan mengucapkan terimakasih menurutnya merkea  tidak jadi pindah karena terbiasa tinggal di apartemen, jadi tidak tahu bagaimana nanti saat menyewa di sebuah rumah. Eun Hee pikir Jae Bok tak perlu mengkhwatirkan hal itu.
“Seperti yang Kaulihat, di lantai dua ada pintu terpisah, jadi pasti akan merasa nyaman Ruangannya juga kedap suara.” Kata Eun Hee menyakinkan
“Itu... Ada beberapa faktor lain juga. Aku tidak bisa bilang bahwa ini terasa aneh. Dan..  Intinya, kami tidak bisa pindah ke sana dan akan mencari tempat lain.” Ucap Jae Bok
Eun Hee pun bisa mengerti, Jae Bok merasa tak enak hati meminta maaf. Eun Hee pikir untuk apa meminta maaf, menurutnya ia yang seharusnya meminta maaf karena tiba-tiba menelepon dan  telah mengganggu. Sebelum menutup telp Eun Hee memberikan nasehat.
“Unniee...  Bertahanlah. Semoga semua masalahmu dapat diselesaikan dengan baik.” Kata Eun Hee. Jae Bok pun mengucapkan terima kasih.
Eun Hee menelp seseorang berjalan ke lantai dua, memberitahu seseorang kalau ingin mendekorasi ulang lantai dua jadi meminta agar melihatnya dan mengatakan kalau berniat menyewakannya untuk keluarga dengan dua anak. Seperti menrencanakan sesuatu. 


Seorang pria bernama Hong Sam Gyu sedang mengunting kuku buru-buru menaruhnya dan berpura-pura sedang membaca buku, mendengar suara pintu terbuka. Jae Bok masuk menyapanya memberitahu kalu Na Hye Ran merekomendasikan Sam Gyu sebelumnya.
“Aku sudah dihubungi oleh Hye Ran, kau pasti sedang stres. Tapi begini.. Aku bukan pengacara. Aku CEO firma ini. Hong Sam Gyu.” Ucap Sam Gyu
“Lalu pengacaranya...” kata Jae Bok, Sam Gyu memberitahu kalau pengacara sedang dalam perjalanan.  Seorang pria masuk mengeluh toilet yang jorok bahkan mampet dan mengeluarkan bau tak sedap.
Jae Bok dan Bong Goo kaget karena bertemu kembali di tempat yang berbeda. Jae Bok lalu bertanya apakah Bong Goo, pengacara yang ingin diperkenalkan, Sam Gyu membenarkan.
“Kang Bong Goo berkecimpung dalam firma hukum besar dan terkenal tangkas...” ucap Sam Gyu, Bong Goo balik bertanya apakah Jae Bok sebagai klien pertamanya. Sam Gyu membenarkan.

“Nona Shim Jae Bok adalah teman mantan kekasihku...” kata Sam Gyu.
“Aku berubah pikiran dan  akan mencari tempat lain. Semoga hari kalian menyenangkan.” Kata Jae Bok akan keluar ruangan, Bong Goo langsung menahanya.
“Lagi pula, aku juga tidak berminat pada kasusmu. Jangan khawatir. Kau membaca SMS-ku, kan? Kau menyimpan dokumen biaya konstruksi itu, kan?” kata Bong Goo 
Jae Bok terdiam teringat saat membereskan barangnya melihat berkas  "Perkara Biaya Konstruksi 2014" lalu mengaku pada Bong Goo kalau tak membawanya. Bong Goo mengikuti Jae Bok keluar, dengan  mengartikan kalau Jae Bok itu sudah membuangnya. Jae Bok membenarkan kalau sudah  membakarnya.
“Itu akan mempersulit keadaan.Foto-foto asli tempat konstruksi itu ada di sana, dan itu adalah dokumen pentingku. Ahh.. Bisa-bisanya kau membuang itu. Kau telah bekerja di sebuah firma selama enam bulan. Apa Kau tidak bisa membedakan mana yang penting? Inilah sebabnya kau dipecat setelah masa percobaan.” Kata Bong Goo menyindir
“Kau tahu aku akan dipecat setelah masa percobaan, tapi kau mempekerjakanku seperti ibu tiri Cinderella.Aku heran orang oportunis seperti kau bisa menjadi pengacara. Tahukah kau bagaimana rasanya dipermainkan oleh para bedebah dan akhirnya dipecat?” kata Jae Bok kesal 

“Aku sangat mengerti dan aku juga dipecat. Aku mengerti perasaanmu saat ini.” Kata Bong Goo
“Jangan bohong kepadaku!” ucap Jae Bok tak percaya
“Aku akan membuktikan kejujuranku, apa kau setuju? Apa kau mau kucarikan pekerjaan? Aku punya banyak koneksi, jadi, tenang saja.” Ucap Bong Goo dengan bangga ingin menelp seseroang meminta bantu.
“Sudahlah. Lebih baik aku menggali lubang dan bersembunyi. Aku tidak mau berutang budi pada bedebah keji seperti kau.” Ucap Jae Bok ketus.

Bong Goo tak pecaya Jae Bok mengumpatnya sebagai “Bedebah keji” lalu mengetahui tentang keadaan Jung Hee karena Sam Gyu yang sudah menceritakanya. Jae Bok pun seperti tak peduli. Bong Goo heran merlihat Jae Bok seperti tampak pasrah dan merasa kalau Orang-orang akan berpikir suami Jae Bok itu berselingkuh..
“Coba Lihatlah dirimu... Kau seperti wanita yang bersikeras membuat surat cerai karena suaminya berselingkuh. Terlihat menyalahkan diri sendiri dan jengkel.Kau mudah mengatakan itu karena bukan kau yang merasakannya, tapi lihatlah dirimu sekarang.Jika suamimu sungguh berselingkuh, kau akan gila.”Ucap Bong Goo dengan nada mengejek, Jae Bok berhenti melangkah dan terlihat marah

“Kau tidak boleh terbawa emosi. Ingatkah yang selalu kau katakan kepada para klienmu? Kau bilang "Nona Lee Jung Soo, dalam situasi seperti ini, Anda tidak boleh emosional, harus bersikap rasional. Jangan menyiksa dirimu. Jangan menyalahkan dirimu."kata Bong Goo dengan nada mengejek sambil mengelus kepala Jae Bok
Jae Bok menatap Bong Goo seperti merasakan sesuatu, Bong Goo pun merasakan hal yang sama seperti merasakan sesuatu dan terlihat gugup. Akhirnya Jae Bok mengaku kalau terlalu mudah bicara soal itu karena bukan diri sendiri yang merasaka. Ia bahkan  sangat bodoh, berpura-pura pintar dan membiarkan orang-orang seperti Bong Goo dan suaminya bisa memperalat orang bodoh seperti dirinya serta dikhianati oleh orang lain. Bong Goo melihat Jae Bok terlihat marah binggung karena membuatnya takut saja. 

Na Mi duduk di dalam toilet, mengingat pesan Duk Boong yang  sudah mentransfer 30.000 dolar ke rekeningnya. Saat itu juga dengan tangan bergetar Na Mi mengirimkan uang  ke rumah sakit di Kota Hantang.
Flash Back
Sang ibu masuk ruang operasi, Jung Hee menemaninya menenangkan Ibu Na Mi kalau Operasinya akan berjalan lancar jadi jangan khawatir. Na Mi terlihat sangat khawatir dengan ibunya, Jung Hee pun menemaniya dengan memeluk Na Mi agar tenang. 

Bong Goo mengemudikan mobilnya mengingat kembali ucapan Jae Bok  “Aku berpura-pura pintardan membiarkan orang-orang seperti kau dan suamiku, memperalat orang yang bodoh seperti aku  dan dikhianati oleh orang lain. Apa Kamu puas?”
“Dasar Ahjumma.. Dia punya cara membuat orang merasa dirinya jahat. Sudahlahh... aku tak peduli” ucap Bong Goo
Tapi saat itu ia sudah berdiri mengatakan kalau tidak tahu gaji Jae Bok dipotong kalau memang tahu mungkin  tidak akan membuatnya bekerja terlalu keras bahkan ia dipecat... Bong Goo ternyata sedang berlatih di depan lorong rumah merasa kalau perkataan sebelumnya terlihat dirinya seperti sangat buruk.
“Dengar, Jae Bok... Apakah semua itu berat? Coba Katakan apa maumu.” Ucap Bong Goo dengan nada sinis. 

Bong Goo seperti serba salah dan ingin pergi saja, saat itu juga Jae Bok baru saja pulang dan menyadari Bong Goo berdiri didepan rumahnya, lalu bertenya kenapa ada didepan rumahnya, tapi memilih untuk tak peduli. Bong Goo akhirnya memanggil Jae Bok.
“Apa kau mengikutikuuntuk mendapatkan dokumen itu? Apa itu Alasanku kemari?” kata Jae Bok sinis
“Sebenarnya, ada sesuatuyang ingin kukatakan kepadamu. Sebenarnya...” kata Bong Goo sudah disela oleh Jae Bok
“Aku mengirim dokumen itu ke kantor melalui kurir jadi Periksalah.” Kata Jae Bok
“Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?” ucap Bong Goo kesal karena tak bisa mengatakan sesuatu. 

Jin Wook keluar rumah  bersama dengan adiknya, lalu bertanya Apakah Ayahnyy akan dipenjara. Jae Bok dan Bong Goo kaget mendengarnya. Jin Wook mendengar kalau ayahnya  memukul seseorangyang mungkin saja akan mati. Jae Bok pun bertanya siapa yang memberitahu anaknya.
“Ayah ketua kelasku bekerja di perusahaan Ayah. Jadi Ketua kelasku diberitahukanbahwa Ayah mungkin dipenjara karena memukul seseorangdan akan dipecat. Aku malu sekali.” Ucap Jin Wook, Hae Wook yang mendengarnya hanya bisa menangis. Jae Bok pun menenangkan anak bungsunya.
“Hei, Bocah! Dasr Anak nakal. Meskipun benar, kenapa kau bicara seperti itu?” ucap Bong Goo mendengar nada bicara Jin Wook pada Jae Bok yang tinggi.
“Paman siapa?” ucap Jin Wook. Bong Goo marah di panggil “Paman” dan ingin tahu siapa dirinya.
Jae Bok langsung mengajak anak-anaknya untuk masuk, Bong Goo sempat memberitahu kalau ia adalah atasan ibunya di kantor. Jae Bok buru-buru menutup pintu, Bong Goo menahan lebih dulu dan sempat melihat foto keluarga Jae Bok dari celah pintu lalu membiarkan pintu rumah tertutup.
Akhirnya menel Sam Gyu untuk menanyakan Apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya Shim Jae Bok, lalu dikagetkan dengan apa yang menimpa pada Jung Hee. 


Jae Bok memotong buah untuk anak-anknya, lalu bertanya pada ankanya Apa marah jika teman-temannya salah pahampadahal ia tidak melakukan kesalahan. Jin Wook dengan sinis merasa kalau itu kejam. Jae Bok meminta anaknya agar bicara dengan sopan.
“Karena itu kita harus percaya kepada Ayah. Apa kau Mengerti?” ucap Jae Bok, keduanya pun mengangguk mengerti.

Saat itu ponsel Jae Bok berdering, Na Mi berani menelp dengan mengaku sebagai Orang yang berkencan Jung Hee, lalu akhirnya ia pun pergi ke kamar mandi dengan menyalakan shower agar anaknya tak mendengar.
“Apa masalahmu? Beraninya kamu meneleponku.” Ucap Jae Bok merah
“Aku tidak bisa mendengarmu karena suara air itu.Aku ingin kita bertemu. Ada yang harus kukatakan kepadamu.” Ucap Na Mi
Jae Bok dengan mengumpat marah dan kebinggungan saat memilih pakaian. 


Tuan Cho masuk ke toilet seperti orang yang susah bergerak karena terkena struk. Bong Choo masuk sambil berbicara di telp, melihat Tuan Cho yang berdiri di sampingnya lalu memberitahu ada serangga diwajahnya.
Tuan Cho langsung panik melepaksan kacamata dan terlihat sangat norma dan nampak baik-baik saja. Bong Goo tertawa melihatnya dan berhasil merekam denga ponselnya karena sebelumnya mengira wajah Tuan Cho yang lumpuh dan tak bisa digerakan. Tuan Cho pun panik mengejar Bong Goo keluar dari toilet.
Bong Goo dengan bangga melihat hasil rekamanya, bisa menjadikan bukti dan yakin Jae Bok akan berutang banyak kepadanya, tapi saat itu seorang dari belakang seorang pria memukul punggungnya. Ia pun jatuh tak sadarkan diri dengan ponsel yang diambil oleh pria misterius. 

Jae Bok datang ke rumah temanya, Hye Ran merasa Na Mi memang Wanita berengsek yang nekat sekali tapi menurutnya Jung Hee pasti menyukai wanita yang kuat dan Jae Bok juga seperti itu. Won Jae  rasa Pemikiran yang bagus.
“Jangan berpenampilan lusuh saat kau menemuinya.” Kata Won Jae lalu mengajak pergi ke dress room. Jae Bok mengucapkan terimakasih  sementara Hye Ran mengeluh karena selama ini selalu dilarang menyentuhnya.
Won Jae memilih baju dan Hye Ran memberikan komentar, dari pakaian dress merah, putih akhirnya memilih sebuah pakaian dengan seperti blazer dengan kain besar. Hye Ran pikir itu Penampilan perang. Won Jae pun melihat Jae Bong terlihat akan bertarung dengan hebat.

“Jae Bok... Campakkan Jung Hee dan menikah lagi.” Ucap Hye Ran melihat Jae Bok yang masih terlihat cantik dengan pakaian milik Won Jae dengan heelsnya.
“Untuk apa dia menikah lagi? Hiduplah sendirian dengan angkuh.” Kata Won Jae berpikir kalau Jae Bok harus segera pergi.
“Aku akan terlambat 30 menit.” Kata Jae Bok, Won Jae pikir itu Ide bagus.

Jae Bok datang melihat Na Mi yang sudah menunggu lalu melihat si selingkuhan suaminya berdandan rapi. Na Mi pun melihat Jae Bok yang juga berpakaian tak seperti biasanya.  Akhirnya Jae Bok pun mendekati meja tempat Na Mi duduk. Hye Ran dan Won Jae juga ikut datang melihat dari kejauhan.
“Seharusnya kamu berdiri untuk menghormati yang lebih tua.” Sindir Jae Bok. Na Mi dengan wajah sinis berdiri menyapa Jae Bok.
“Kenapa kau kabur waktu itu?” tanya Jae Bok, Na Mi balik bertanya kenapa Jae Bok ada didalam lemari kamarnya.
“Entah apa yang akan kulakukan jika bertatap muka. Aku tidak ingin mengotori tanganku dengan darah.” Kata Jae Bok, Na Mi merasa seperti itujuga.
“Aku kabur agar tidak ada pertumpahan darah.” Tegas Na Mi
Pelayan datang menanyakan pesanan mereka. Jae Bok memesan bir sementara Na Mi memesan Anggur. Jae Bok makin sinis meminta yang dingin dan Na Mi dengan angkuh memesan Anggur merah.


Jae Bok yang sangat marah melampiaskan dengan meminum langsung dua gelas Bir dengan cepat, sementara Na Mi meminum red wine dengan perlahan. Hye Ran tersenyum melihat keduanya yang minum di siang hari. Won Jae pun memesan wiski untuk mereka berdua sambil menonton dari jauh.
“Maaf telah menelepon dan mengajakmu bertemu.” Kata Na Mi
“Bukan hanya karena hal itu kau harus minta maaf.” Balas Jae Bok
“ Maafkan aku.” Kata Na Mi dengan wajah tertunduk sambil menangis,
Hye Ran melihat Na Mi yang menangis, Won Jae yakin Jae Bok tidak akan tertipu. Jae Bok memberikan selembar tissue lalu bertanya meminta maaf untuk apa, apakah Menggoda suaminya atau Tinggal bersama suaminya. Na Mi mengaku bukan itu tapi untuk beranimencintai Jung Hee.
“Kau bilang "Mencintai"? Coba Katakan lagi.” Ucap Jae Bok bener-bena tak percaya
“Aku minta maaf Karena telah mencintai Jung Hee. Kami saling mencintai” Ucap Na Mi 

Jae Bok benar-benar tak bisa menahan amarah ingin memukulnya, tapi Na Mi lebih dulu menahan karena sebelumnya sudah pernah menarik rambutnya, Jae Bok mengumpat marah.
“Tapi...Aku tidak tinggal bersamanya.” Ucap Na Mi sambil menahan tangan Jae Bok yang ingin memukulnya.
“Kau bilang begitu... Kau bilang kalian tinggal bersama!” teriak Jae Bok marah
“Itu karena kau bertanya, jadi, aku hanya...” kata Na Mi membela diri
“Sandi pintu rumahmu sama dengan rumahku. Jadi Beraninya kau.” Kata Jae Bok
“Soal sandi pintu itu, Oppa bilang... Bukan... maksudku Tuan Koo bilang membingungkan jika ada terlalu banyak sandi.” Kata Na Mi
Jae Bok makin marah mengetahui komentar suaminya kalau membingungkan, Na Mi menjelaskan bukan berarti Jung Hee sering datan tapi hanya datang ketika ia tidak ada untuk beristirahat. Jae Bok tak percaya suaminya malah ke rumah Na Mi untuk beristirahat. Na Mi menegaskan kalau bukan sepert itu pemikirannya.

Akhirnya Jae Bok bisa memutar tangan Na Mi dan membuatnya terjatuh dari kursi, semua orang pun bisa melihatnya. Hye Ran dan Won Jae yang melihatnya tersenyum bahagia karena Jae Bok bisa membalas dendamkan pada Na Mi. Jae Bok melihat Na Mi seperti sudah tahu cara jatuh, sementara Na Mi melihat Jae Bok itu cukup atletis.
“Hei... Kau mungkin saja beralasan dengan menyebutnya "cinta", tapi ini tetaplah perselingkuhan. Perselingkuhan yang menjijikkan.” Tegas Jae Bok marah
Won Jae pun menegur temanya agar bisa mendengarkan ucapan Jae Bok, Hye Ran membela diri kalau tidak tahu Tuan Park sudah menikah. Na Mi menegaskan kalau Persoalannya berbeda, karena alasan mengajak Jae Bok bertemu adalah untuk persoalan lain. Jae Bok pun menyuruh Na Mi mengatakanya. 


Saat itu terdengar teriakan nyaring, Hye Ran sudah ditarik rambutnya oleh istri Tuan Park dan juga teman-teman yang berjaga dibelakang. Akhirnya Jae Bok pun mendekati temanya. Istri Tuan Park melihat Hye Ran yang berani datang memberitahu kalau bangunan ini milik suaminya.
Hye Ran meminta tolong, Nyonya Park tak peduli ingin menghajar Hye Ran. Won Ja tak bisa menolong temanya yang sudah kena tendang, Jae Bok ingin membela pun terkena pukulan sampai hidungnya berdarah. Na Mi terlihat kasihan melihat Jae Bok ingin membela tapi malah membuat tubuhnya melayang karena terlempar dan akhirnya tak sadarkan diri. Sementara Hye Ran berhasil kabur saat terjadi keributan. 

Jae Bok pun tak tega melihat Na Mi yang pingsan lalu mengendongnya keluar, Won Jae membantu membawakan barang-barangnya sambil mengeluh Jae Bok malah mengedong bukan menelp ambulance. Jae Bok tahu kalau rumah sakitnya itu tak terlalu jauh.
Akhirnya Na Mi sudah ditangani dokter dan mengalami gegar otak ringan jadi harus memantaunya, tapi tampaknya tidak parah. Jae Bok terlihat shock karena akhirnya malah menolong Na Mi dan membawaknya kerumah sakit lalu meminta tolong pada Won Jae agar membelikan minuman dingin
Won Jae pun bergegas keluar lalu bertanya-tanya kemana Hye Ran itu pergi karena tak mengangkat telpnya. Lalu ponsel lain berdering dan tersadar kalau membawa tas milik Na Mi, karena penasaran ingin tahus siapa yang menelp bertapa kagetnya melihat nama "Jung Hee" tanda hati dibelakangnya.
Jung Hee sedang menemani ibu Na Mi kaget mengetahui Na Mi dirumah sakit. Won Jae sengaja membuat seperti layaknya perawat meminta Jung Hee segera pergi ke bagian UGD rumah sakit, senyuman terlihat senang bisa mempertemukan ketiganya dalam satu ruangan. 

Na Mi tersadar melihat Jae Bok duduk disampingnya, karena ketakutan memilih untuk pura-pura tertidur. Jae Bok pun berjalan pergi saat itu Jung Hee datang dengan wajah panik memanggil Na Mi, bertanya kenapa kepalanya bisa terluka dan berteriak memanggil Perawat dan Dokter. Jae Bok bisa melihat suaminya yang datang mendekati Na Mi. Jae Bok menatap sinis, Jung Hee kaget langsung melepaskan tanganya dari Na Mi
“Sedang apa kau di sini?Aku dikabari bahwa kolegaku dibawa kemari, jadi...” ucap Jun Hee gugup dan salah mencoba dengan bahasa formal tapi seperti tak bisa.
Akhirnya Na Mi pun terbangun dari tempat tidurnya. Jung Hee kembali mencoba bicara formal tapi lidahnya seperti tak biasa, lalu memberitahu kalau keduanya pernah bertemu di pernikahan Tuan Hwang lalu diberik kabar kalau Na Mi terluka jadi perusahaan memintanya untuk datang sebagai perwakian. Na Mi memanggil “Oppa”. Jung Hee panik
“Di kantor, kami saling memanggil dengan nama depan. Dia ada di departemen kami, jadi...” ucap Jung Hee mencoba menjelaskan.
“Dia sudah tahu.”ucap Na Mi, Jung Hee pikir kepala Na Mi  pasti terluka parah mencoba agar bisa berdalih
“Berhenti mengoceh. Kita sudah ketahuan!” teriak Na Mi. Jung Hee binggung bagaimana mereka bisa ketahuan.

Jae Bok memanggil suaminya. Jung Hee mendekati istrinya menyakinkan kalau Na Mi tidak menggodanya dan ia juga tidak menggoda Na Mi. Jae Bok mengumpat marah sambl memukul Jung Hee.  Na Mi turun dari tempat tidurnya seperti ingin menarik Jung Hee tapi Jung Hee akhirnye berlutut didepan istrinya memohon ampun.
“Maafkan aku, Sayang!” kata Jung Hee, Na Mi kaget melihat Jung Hee berlutut didepan istrinya. Jung Hee pun meminta maaf pada Na Mi
“Kau berlutut di hadapanku, tapi kau mengatakan, "Maafkan aku, Na Mi"?” kata Jae Bok marah.
“Sayang, bukan begitu maksudku” ucap Jung Hee terlihat kebingunan.  Na Mi menyuruh Jung Hee agar bangun.

Jung Hee pikir Na Mi sudah gila dan menginginkan mereka mati, Na Mi tak peduli menyuruh Jung Hee untuk segera berdiri. Jae Bok pun memanggil Na Mi bertanya apakah sudah merasa lebih baikan. Na Mi mengangguk.
“Apa Kau sungguh tidak apa-apa? Apa Kau tidak pusing?” ucap Jae  Bok , Na Mi mengangguk.
“Kalau begitu, kau berlutut juga. Kau juga bersalah jadi Berlutut.” Ucap Jae Bok, Na Mi dengan angkuhnya berdiri menolaknya. Jae Bok semakin marah berteriak menyuruh Na Mi berlutut didepanya. 
bersambung ke episode 3 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Ms Perfect Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Na Mi menjerit menjerit melihat Jae Bok ada didalam lemarinya dan mengetahui bahwa wanita itu adalah Istri Jung Hee. Saat itu Na Mi ingin memanggil Jung Hee, tapi Jae Bok sudah lebih dulu menutup mulut Na Mi dengan mengancamnya.
Jung Hee berbicara di telp terlihat sangat marah, sampai akhirnya Tuan Cho yang berbicara membuatnya hanya terdiam dan mengatakan akan kembali ke kantor juga.
“Na Mi.... Apa sesuatu terjadi?” teriak Jung Hee, Jae Bok memperingatkan Na Mi agar tak memberitahu. Na Mi pun dengan wajah ketakutan mengatakan tak ada apapun.
“Aku akan kembali ke kantor lebih dulu” teriak Jung Hee, Na Mi berteriak ingin ikut. Jae Bok langsung menariknya sebelum Na Mi pergi. Jung Hee pun berjalan kembali ke kantor. 

Jae Bok pun langsung bertanya apa sebenernya dalam rumah Na Mi dan bertanya apakah mereka  berdua kencan lalu menduganya kalau sudah hidup bersama. Na Mi ketakutan, Jae Bok berteriak menyuruh Na Mi menjawabnya.
“Ya... memang benar” akui Na Mi seperti menantang. Jae Bok benar-benar tak percaya dengan keberanian Na Mi yang mengatakanya.

Saat itu Na Mi berusaha kabur dan langsung keluar dari rumahnya, Jae Bok pun mengejarnya dan dari belakang meraih rambut Na Mi yang panjang Saat itu tanganya bisa mengambil beberapa helai rambut selingkuhan suaminya yang cukup banyak. Na Mi segera masuk ke dalam bus yang berhenti dan Jae Bok pun tak bisa mengejarnya karena bus sudah lebih dulu pergi, hanya ada rambut Na Mi yang berhasil di tariknya. 


Jae Bok berjalan seperti tanpa arah, hidupnya seperti terasa hancur mengetahui suaminya yang selingkuh dan juga sudah dipecat dari pekerjaan. Hye Ran dan Won Jae pun datang melihat temanya berjalan sendirian. Hye Ran ingin tahu hasilnya apakah temanya itu bertemu dengan wanita itu.
Jae Bok menganguk lalu memperlihatkan helaian rambut yang berhasil diambilnya. Keduanya kaget seperti tak percaya Jae Bok bisa sebrutal itu, Hye Ran melihat Jae Bok yang shock mengajarkan agar bisa tenang dengan membantu mengatur penafasaanya seperti pilates. Won Jae pikir temanya itu hanya bisa waktu, lalu menyuruhnya agar naik mobil sekarang karena tak mungkin mengemudi sendirian. Hye Ran pun menyalahkan Won Jae yang memberitah Jae Bok tentang hal ini.
Jae Bok pun memilih untuk pergi saja. Keduanya bertanya mau kemana sekarang. Jae Bok mengaku ingin berjalan saja dan mereka bisa pergi. Hye Ran pikir cuaca sangat dingin jadi tak mungkin berjalan lalu mengajaknya pulang atau ke ruamh Won Jae.
“Aku malu!!!  Aku ingin sendiri...” ucap Jae Bok menahan rasa sedihnya  keduanya pun bisa mengerti dan membiarkan Jae Bok berjalan meninggalkan mereka. 


Na Mi duduk sendirian di dalam bus teringat kembali saat dirinya ketahuan sedang berselingkuh dengan Jae Bok, ponselnya pun terlihat pesan dari rumah sakit harus memberikan deposit. Akhirnya ia menelp dengan nama “Kerja paruh waktu”
Choi Duk Boon mengangkatnya, Na Mi memberitahu kalau sudah melakukannya. Duk Boon pun memuji kerja Na Mi sesuai dengan perintahnya dan akan membuat deposit.

Bong Goo memasukan semua barang dalam ruanganya, semua orang melihatnya. Ia pun menyuruh semuanya kembali berkerja karena seperti tak bisa pernah melihat seseorang dipecat sebelumnya. Ia lalu melihat file yang di jejer rapih dengan note diatas map.
“Wahh... Ahjumaa...  Shim Jae Bok ... Dia benar-benar ... bekerja keras sampai akhir. Apakah dia bertindak seperti Cinderella?” komentar Bong Goo tak percaya
Lalu ia heran karena Jae Bok tak diangkat jadi pegawai tetap lalu melihat dari tirai jendela, Jae Bok yang sibuk berkerja lebih giat dibanding yang lainya. Dan akhirnya bayangan itu hilang karena Jae Bok sudah tak berkerja lagi. Bong Goo mengaku merasa bersalah.

Jae Bok duduk diam di pinggir sungai Han, mengingat kembali kejadian saat suaminya itu mencium wanita lain didepan matanya. Ia benar-benar tak percaya Jung Hee suaminya, tega melakukan itu padanya dan mengumpat marah.
Flash Back
Jung Hee berteriak memanggil Jae Bok dengan wajah bahagia masuk ke dalam supermarket bagian buah, lalu memberitahu kalau sudah diterima kerja. Jae Bok tak percaya mendengarnya. Jung Hee menyakinkan dan salng berpelukan.
“Aku akan kerja keras lebih darimu dan  akan memperlakukanmu seperti seorang puteri.” Ucap Jung Hee wajah bahagia. Jae Bok pun seperti sangat bahagia memeluk suaminya yang bisa mendapatkan pekerjaan. Semua bibi yang melihat dua pasangan itu pun memberikan selamat pada keduanya.
Jae Bok mengingat kenangan dengan Jung Hee membuatnya makin marah dan menegaskan kalau suaminya itu akan dihukum.

Tuan Cho kembali memarahi Jung Hee kalau memang tak bisa lebih baik keluar saja, bahkan sampai mengacaukan kontrak. Jung Hee menjelaskan kalau tidak benar-benar bertanggung jawab atas ini karena Tuan Kim yang berkerja dengan kontrak tersebut sebelum keluar dari perusahaan, lalu setelah melihatnya kalau kontrak itu menawarkan pilihan konyol.
Tuan Cho tak mau tahu kalau Jung Hee sekarang yang  berada di proyek ini sekarang jika berkerja dengan benar maka tidak akan terjadi dan mulai mengumpat dengan memukul mulut Jung Hee. Jung Hee tak tahan lagi akhirnya melawan Tuan Cho yang sudah terlalu kasar.

“Bahkan jika kinerjaku itu tak baik dan aku seorang karyawan tidak kompeten, kau tidak harus melecehkanku seperti ini.” Teriak Jung Hee marah, Tuan Cho malah menantang Jung Hee kalau memang ingin memukul bosnya.
“Hei.. Kau adalah tipe seseorang, bahkan tidak bisa menjadi laki-laki ... di depan istrinya. Semua yang kau lakukan adalah hanya berbicarCa omong kosong” ejek Tuan Cho, Jung Hee makin mendelik marah.
“Apa kau marah? Jika kau marah, lebih baik pukul aku saja” ucap Tuan Cho. Saat itu Jung Hee tak bisa menahan emosinya mendorong Tuan Cho. Tuan Cho pun terdorong sampai ke lemari, Jung Hee panik meminta maaaf pada atasanya karena tak bermaksud seperti itu. Tuan Cho tiba-tiba terlihat lemas dan akhirnya jatuh pingsan, Jung Hee makin panik membangunkan atasannya. Saat itu anak buah lain masuk melihat Tuan Cho yang tak sadarkan diri dan hanya ada Jung Hee dalam ruangan. 


Jae Bok berjalan kembali dari sungai han, melihat ponselnya berdering mengangkat dengan nada tinggi. Bong Goo yang menelpnya sampai kaget mendengar teriakan Jae Bok. Jae Bok pun bertanya kenapa menelpnya. Bong Goo sedikit gugup, lalu membahas tentang selama ini yang membuat Jae Bok sampai akhir.
“Aku sudah menyelesai semuanya dengan sempurna sebelum meninggalkan. Apa yang kau ingin aku lakukan sekarang?” ucap Jae Bok ketus. Bong Goo heran mendengar Jae Bok terdengar cerewet sekali.
“Kau bilang Sempurna?!! Apa yang sempurna? Ada dokumen yang hilang.” Ucap  Bong Goo.
Jae Bok menyuruh Bong Goo agar melihat dengan baik karena semua berkas itu sudah ada lalu menutup telpnya. Bong Goo berteriak kesal memanggil Ahjumma, lalu melihat di kotaknya kalau Jae Bok luka dengan berkas biaya konstruksi di tahun 2014 lalu mencari nama Jae Bok 
Jae Bok masih berjalan mendengar ponselnay berdering terlihat kesal karena Bong Goo masih terus menelpnya, tapi kali ini bukan dari Bong Goo. Dengan nada sopan, Jae Bok membenarkan kalau Jung Hee nama suaminya lalu terlihat kaget. 

Jae Bok pergi ke kantor polisi menanyakan pada bagian receptionist kalau ia istri dari Koo Jung Hee. Polis wanita memberitahu Jung Hee ada di sel nomor dua. Jung Hee langsung mendekati istrinya didepan sel dengan sedikit mengeluh karena datang terlambat.
“Apakah Anda istri Koo Jung Hee?” tanya polisi, Jae Bok membenarkan. Jung Hee meminta istrinya kalau ingin keluar dari sel sekarang.
“Bahkan jika orang tersebut mengaku perzinahan, tidak ada hukum yang memungkinkan kau untuk mengurung dia. Mereka menyingkirkan pidana biaya terhadap perzinahan.” Ucap Jae Bok menduga Jung Hee terkena kasus perselingkuhan.
Polisi binggung mendengarnya,  Jae Bok pikir suaminya terkena kasus seperti itu. Akhirnya dengan duduk di depan polisi, Jae Bok dikagetkan kalau suaminya terkena kasus Serangan. Polisi menjelaskan kalau Jung Hee itu menyerang bosnya yaitu Cho Young Bae.  Jae Bok tak percaya menurutnya itu tak mungkin.
Polisi memberitahu Tuan Cho yang menderita cedera dibagian kepala sudah ada di rumah sakit srta tak ingin tidak ingin bernegosiasi penyelesaian hanya ingin Jung Hee di penjara untuk diinterogasi. Jae Bok melihat suamianya yang berlutut seperti berharap agar di bisa segera keluar.

“Semenjak Tuan Ko Jung Hee ada didalam , kita harus datang ke kesepakatan tentatif..” Jelas polisi dan Jae Bok menatap sinis suaminya teringat kembali perselingkuhan yang terjadi didepan matanya
“Jika kita datang ke sebuah kesepakatan tentatif, dia bisa dibebaskan segera Namun, salah satu harus dihukum untuk dosa-dosa mereka.” Tegas Jae Bok, Polisi dan Jung Hee kaget dengan keputusan Jae Bok yang membiarkanya.
Jae Bok mengatakan kalau akan membiarkan suaminya berada dalam sel, Polisi mencoba menjelaskan kalau ini adalah kasus yang mudah diselesaikan, jika menghubungi Mr. Cho sekarang dan suaminya bisa pulang. Jae Bok mengatakan kalau tidak ingin melakukan itu lalu berjalan pergi. Jung Hee berteriak memanggil istrinya karena ingin keluar.
Jae Bok pun mengumpat suaminya kalau lebih baik membusuk dalam sel penjara untuk menghukum perbuatanya dengan mengumpatnya pengkhianatanya. Jung Hee meminta istrinya agar mengeluarkanya, Jae Bok menegaskan kalau Jung hee layak mendapatkannya dan tidak akan membuatnya keluar.


Jae Bok berjalan tak sengaja menjatuhkan sebuah tas wanita yang berjalan berpapasan denganya. Keduanya terlihat terkejut, Eun Hee mengingat Jae Bok yang ingin menyewa rumahnya tapi menolak lalu bertanya apa yang dilakukan di kantor polisi. Jae Bok mengatakan akalu memiliki urusan untuk datang dan ingin segera pergi.
“Apakah ada masalah? tidak terlihat begitu baik, Unnie” ucap Eun Hee. Jae Bok tak ingin membahasnya memilih untuk segera pamit pergi dan heran karena Eun Hee yang baru ditemuinya pertama kali sudah memanggilnya “Unnie”

Saat itu Eun Hee masuk ke dalam kantor polisi, tanpa melalui bagian receptionist terus berjalan sampai semua polisi menatap heran. Ia berhenti tak jauh dari sel melihat Jung Hee yang duduk dengan wjah kebingggungan, Jung Hee heran melihat Eun Hee yang terus menatapnya dan akhirnya memilih untuk memalingkan wajahnya.


Sebuah firma hukum melihat lamaran kerjaan milik Bong Goo, lalu Bong Goo bertanya apakah hanya itu jumlah tawaran padanya. Si pria pikir pasti tak cukup dan ingin tahu berapa jumlah yang ada dipikiranya.
“Termasuk Biayatransfer, menurutku Aku setidaknya ... mendapatkan beberapa juta”kata Bong Goo, Si pria hanya tertawa.
Bong Goo pun keluar dari ruangan sambil mengumpat marah kalau orang yang ditemuinya tak tahu malu, karena berani menawarkan gaji yang kecil disaat dirinya  sebagai pengacara terkenal.
Saat berjalan ke lift, Bong Goo melihat sosok wanita mengingatkanya pada Jae Bok yang sebelumnya terlihat marah karena menganggap kalau suah mengetahui kalau tak diangkat jadi pekerja tetap dan sengaja membuat bekerja berkerja lembur karena sudah mengetahui akan dipecat. Bong Goo dibuat penasaran apakah Jae Bok sudah membaca pesanya atau tidak. 

Didepan gedung Bong Goo menelp Jae Bok, bertanya apakah sudah membaca pesanya atau belum. Jae Bok mengaku belum melihatnya. Bong Goo terlihat kesal, lalu memberitahu Ada sebuah file yang hilang yaitu  biaya konstruksi ditahun 2014 dan ingin tahu keberadaanya.
“Dimana lagi menurutmu? Aku sudah menarush semua dimeja tadi” kata jae Bok ketus
“Aku meneleponmu karena itu tidak ada. Kau mungkin membawanya kerumah dan segera membawakannya padaku, Kita harus bertemu” ucap Bong Goo terdengar seperti mencari alasan.
“Kenapa harus aku? Aku... tidak memiliki satu lembar kertas  yang dibawa dari kantor. Jadi lihatnya dengan baik-baik karena Aku benar-benar tidak memilikinya.” Ucap Jae Bok. Tapi Bong Goo yakin bawahnya itu pasti membawanya.
“Kau lebih baik lihat dengan hati-hati, dan tidak pernah meneleponku lagi.” Kata Jae Bok dan kembali menutup telp lebih dulu. Bong Goo pikir Jae Bok benar-benar marah.
“Apakah dia benar-benar berpikir aku membuat berkerja malam itu karena tahu akan di pecat? Aku dipecat juga dan juga orang yang jujur. Mengapa dia salah paham?” kata Bong Goo lalu menyakinakan dirinya kalau tak bersalah dalam hal ini.

Saat itu sebuah klakson terdengar Bong Goo tersenyum melihatnya. Seorang wanita turun menyapa Bong Goo dengan berlari ke pelukanya mengaku sangat merindukan pria bertubuh bongsor itu. Bong Goo pun sedikit mengendongnya. Si wanita mengaku kalau hampir mati karena merasa kehilangan Bong Goo.
Keduanya pun pergi ke sebuah toko pakaian pria, Si wanita terlihat kesal dengan Bong Goo yang diperlukan tak baik, menyuruhnya untuk Berhenti sekarang karena Bong Goo tidak akan rugi. Bong Goo pikir dirinya bisa mendirikan perusaaan sendiri, Si wanita pikir itu bagus.  Bong Goo terlihat senang mendengarnya.
“Tapi Aku tidak dapat membantumu, Ayahku masih melacak accountku. Walaupun begitu aku bisa membelikanmu pakaian sesekali, Jadi Tunggu sampai Ayah memberi kita izin untuk menikah.” Ucap Si wanita.  Bong Goo terlihat kaget karena tak bisa mendapatkan bantuan dari si wanita.
“Yah.. Jangan khawatir tentangku, dan tak perlu repot-repot memikirkanya” kata Bong Goo dengan wajah cemberut.
Si wanita melihat Bong Goo seperti marah karena tak bisa membantunya, Bong Goo hanya diam saja. Si wanita akhirnya menyuruh pegawai mengambil semua baju kemeja yang digantung untuk Bong Goo. Bong Goo pun bisa tersenyu mendapatkan pakaian secara gratis. 


Jung Hee duduk diam dalam sel tahannya, mengingat kejadian sebelumnya merasa tak mungkin tiba-tiba Tuan Cho yang terluka bagian kepalanya karena jatuh perlahan. Lalu ia pun bertanya-tanya kenapa istrinya meninggalkanya begitu saja.
“Dia tidak akan meninggalkanku... Ahh.. Apakah dia pergi untuk menemukan seorang pengacara?” ucap Jung Hee merasa yakin suaminya bisa menolongnya. 
Jin Wook kembali mengeluh ibunya yang pulang terlambat, Jae Bok pun meminta maaf pada sang anak lalu bertanya dimana Hae Wook. Ibu mertuanya keluar dari kamar memberitahu kalau Hae Wook sedang tidur. Ia pun mengomel pada Jae Bok kalau seharusnya menelepon tempat penitipan anak jika terlambat pulang dan berani meninggalkan  anak-anak sendirian. Jae Bok memeriksa Hae Wook yang sudah tertidur pulas.
“Apakah kau menjadi seperti ini karena kau bekerja? Anakku bisa mendapatkan lebih dari yang kau dapatkan” sindir ibu Jung Hee.Jae Bok hanya diam saja.
Jae Bok pun menanyakan anaknya apakah sudah makan malam. Jin Wook yang terlihat kesal memilih untuk masuk ke dalam kamar. Ibunya makin menyindir Jae Bok yang tidak melakukan pekerjaan rumah tangga apapun karena ada pakaian kotor di mesin cuci dan wastafel penuh piring, menurutnya yang dilakukan Jae Bok itu hanya mencari uang jajan saja.

“Ibu... Jung Hee lulus universitas oleh uang jajanku,  Aku bahkan memberikan uang padamu.  Apakah kau tidak ingat?” ucap Jae Bok seperti tak tahan mendengar lagi sindiran dari ibu mertuanya.
“Aku berkerja seumur hidupku  tapi selalu mengurus rumah  dan melakukan tugas. Bahkan bangun lebih pagi  untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan membuat hidangan yang suami yang disukainya” kata Ibu Jung Hee membela diri.
“Lalu Apa gunanya? Suamimu bahkan tidak berterima kasih. Dia berselingkuh dan berjudi. Dia menghabiska semua tabunganmu” ucap Jae Bok menyadarkan ibu mertuanya. Ibu Jung Hee heran melihat Jae Bok yang berani melawanya.
“Apakah sesuatu terjadi pada Anda?” kata ibu Jung Hee karena mengela Jae Bok tak biasa seperti ini. Jae Bok membenarkan.
“Apakah suamimu mengkhianatimu ?” kata Ibu Jung Hee, Jae Bok membenarkan. Ibunya tak percaya kalau anaknya itu  tidak akan pernah melakukan itu.
“Mungkin dia tidur dengan pelacur untuk semalam.” Kaya Ibu Jung Hee membela anaknya.
“Bahkan hanya untuksemalam tidak dapat diterima. Bagaimana bisa seorang suami menghabiskan semalam dengan orang lain? Dan Juga, itu bukan hanya untuk satu malam, Mereka sering tidur bersama” ucap Jae Bok sedikit meninggikan suara.
Ibu Jung Hee panik meminta agar Jae Bok tak berteriak karena anak-anaknya yang sedang tidur. Jae Bok pun menenangkan diri mengucapkan terimakasih dan akan mengantar pulang. Ibu Jung Hee menolak karena terlalu takut duduk bersebelahan dengan menantunya.
“Lebih baik kau melupakan.... Semua orang melakukannya.Hal ini tidak mudah hidup dengan seorang pria yang populer. Kau tahu betapa tampan dia saat masih kuliah. Dia menolak semua gadis kaya  yang mengejarnya, dan ...” ucap Ibu Mertuanya seperti menyesal anaknya menikah dengan Jae Bong
“Aku akan mengatakan, kalau Aku punya cowok kaya yang benar-benar menyukaiku juga. Dan seharusnya aku bisa menikah dengan dia” ucap Jae Bong sudah tak bisa menahan amarah yang selam ini dipendamnya, lalu memesan Taksi untuk ibu mertuanya dan masuk ke dalam kamar. Ibu Jung Hee mengeluh pada anaknya yang harus ketahuan kalau sedang berselingkuh


Hae Wook terlihat gelisah ditempat tidurnya, Jae Bok melihat anaknya bertanya kenapa tak bisa tidur. Hae Wook bertanya kapan ayahnya pulang karena sangat merindukan bau tubuh ayahnya. Jae Bok Ayah terlambat karena pekerjaan dan menemaninya untuk tidur. Hae Wook mengangguk dengan wajah cemberut
Jae Bok terdiam mengingat saat Jung Hee berteriak memangilnya agar bisa mengeluarkanya, lalu berpikir untuk mengeluarkan suaminya saja. Tapi menyakinkan diri kalau tidak bisa memaafkannya yang sudah dilakukan suaminya. 

Jung Hee tertidur sendirian dalam sel yang dingin, lalu dikagetkan dengan Jae Bok yang sudah berdiri depan sel. Ia mengulurkan tangan Jae Bok agar mengajaknya segera pulang bersama, Jae Bok hanya menatapnya. Akhirnya keduanya pun keluar dari kantor polisi.
“Apakah kau pergi untuk mencari tahu apa yang terjadi? Bagaimana Mr. Cho? Apa yang dia katakan?” ucap Jung Hee saat keluar dari ruangan.
“Aku menelepon untuk mengunjunginya di rumah sakit, tapi istrinya mengatakan untuk datang kembali besok.  Dia pasti tidak dalam keadaan baik.” Kata Jae Bok sinis.
“Itu pasti tak akan seperti itu,  Aku benar-benar tidak memukulnya. Aku pikir kau meninggalkanku, meskipun kau pasti tidak seperti itu.” Kata Jung Hee yakin kalau istrinya tak akan tega melakukanya.
“Kau bilang "tidak seperti itu"? Jika aku tidak "seperti itu," lalu aku orang seperti apa?” ucap Jae Bok bergumam dirinya yang itu dianggap bodoh karena ditusuk oleh suaminya dari belakang.
Jung Hee terdiam lalu terdengar bunyi suara perutnya, mengaku kalau lapar membuatnya pusing. Saat itu Na Mi berlari masuk ke dalam kantor polisi dan melihta Jung Hee sudah keluar, saat itu melihat ada Jae Bok dan akhirnya memilih untuk bersembunyi. Jung Hee pun melihat Na Mi sambil berjalan ke mobil menyuruh Na Mi segera pergi. Na Mi terlihat sedih karena tak bisa bertemu dengan Jung Hee. 


Jung Hee makan dengan lahap dan tersadar sedari tadi istrinya hanya menatapnya, lalu menyuruhnya agar makan ramen juga. Jae Bok mengaku kalau sebelumnya sudah banyak makan ramen.
“Kenapa memangnya? Apakah itu aneh bahwa Istri makan sendiri ... sementara suaminya terkunci di sel tahanan? Apakah kau merasa dikhianati?” kata  Jae Bok
“Tidak.. Itu bisa dimengerti, kau membutuhkan energi. Tapi untuk membuat laporan, kau tidak melakukannya. Dia terus memukulku dengan botol air. Yang aku lakukan hanya menahanya, Kau percaya padaku, kan?” ucap Jung Hee, Jae Bok hanya menatap dingin. Jung Hee pikir istrinya tak  akan percaya.
“Aku bisa lakukan sampai kemarin. Sampai aku menemukan bahwa kau melakukan pengkhiantan terhadapku”guman Jae Bok menahan amarahnya.
“Apakah kau  tidak memiliki sesuatu untuk mengatakan kepadaku ?” kata Jae Bok sengaja memancingnya.  Jung Hee terlihat binggung
Jae Bok pikir Sepertiingin meminta maaf untuk sesuatu hal. Jung Hee pikir itu karena tidak mendapatkan surat kontrak dari klien dan juga rumah sewa, lalu meminta maaf. Jae Bok menegaskan bukan itu dan memastikan kalau suaminya itu tak mengerti dengan sesuatu yang dilakukan itu salah.

Jung Hee mengaku benar-benar tak tahu, Jae Bok seperti ingin langsung bicara tapi saat itu. Hae Wook keluar dari kamar menyapa ayahnya, merasa sedih karena ayahnya datang terlambat lalu mencium bau badan ayahnya yang sangat disukainya. Jae Bok pun hanya bisa terdiam melihat kedekatan keduanya.
Jae Bok melihat dari depan pintu kamar anaknya, Jung Hee terlihat sedang membaca dongeng untuk anak bungsunya. Ia pun terlihat seperti merasa tak enak hati karena suaminya itu terlihat sangat disayangi oleh anaknya, tapi dirinya sudah dikhianati karena perselingkuhanya. 


[Rumah Sakit Joongang]
Jae Bok dan Jung Hee masuk ke sebuah rumah sakit kecil melihat Tuan Cho yang dirawat. Jung Hee binggung melihat keadaan Tuan Cho dengan penyanggah leher dan perban dikepalanya,  bahkan tubuhnya terlihat seperti terkena struk, lalu menyakinkan kalau tidak seperti itu kemarin saat jatuh.
“Dia memang tidak sepert iitu, tetapi karena ia jatuh, pasti rusak saraf. Dia sudah lumpuh sejak pagi ini” jelas Dokter, Jung Hee dan Jae Bok terlihat kaget.
“Tapi kenapa Anda pindah rumah sakit? Lebih baik untuk berada di sebuah rumah sakit besar.” Kata Jae  Bok heran

“Kami pindah dia karena ini lebih dekat ke rumah! Apakah kauberpikir kita berbohong ? Aku berharap ini adalah bohong” ucap si istri sambil menangis menenangkan suaminya seperti kesakitan.
“Kita tidak bisa menyelesaikan, bahkan jika kau menawarkan satu miliar dolar. Dan Kau! Aku akan mengirimmu ke penjara  dan merusak hidupmu!
“ teriak istri Tuan Cho. Jung Hee tertunduk meminta maaf.

“Aku minta maaf tentang apa yang terjadi pada Mr. Cho. Jika penyelidikan membuktikan Suamiku yang bersalah, maka dia akan membayar dosa-dosanya. Tapi tidak ada bukti yang ditemukan, Jadi Jangan memperlakukan dia seperti seorang penjahat” kata Jae Bok membela
Istri Tuan Cho makin marah, Jae Bok sudah melihat apa yang diposting di perusahaan pada papan buletin  kalau seolah-olah semuanya adalah kesalahan suaminya. Istri Tuan Cho tak terima dengan ucapan Jae Bok menyuruhnya untuk keluar saja. Jun Hee yakin kalau ini salah paham tapi istri Tuan Cho sudah mendorongnya untuk keluar dari ruangan.
Bersambung ke part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09