PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 05 Februari 2019

Sinopsis Clean With Passion For Now Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN


Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Oh Sol sedang berkerja mendengar bunyi pesan masuk tapi tak digubrisnya. Pesan kembali masuk, Oh Sol menyakinkan diri kalau jangan melihatnya tapi akhirnya memilih untuk membacanya.
“Bisakah bertemu sebentar hari ini? Aku akan berada ke daerahmu.”
Oh Sol tak membalasnya, saat itu terjadi kegaduhan melihat pria yang tampan. Akhirnya Oh Sol melihat ke arah ke jendela kaget melihat Sun Kyeol sedang membersihkan kaca gedung. Sun Kyeol sadar Oh Sol melihatnya akhirnya memberikan gambar hati dengan handuknya.
“Kepada siapa dia berbicara? Apa yang dia katakan?” tanya para pegawai dan tersadar kalau tertuju pada Oh Sol. Akhirnya Oh Sol memilih untuk pergi karena malu. 

Tiba-tiba jerit pegawai yang panik karena Sun Kyeol jatuh dan terluka. Oh Sol panik langsung berlari ke lantai dasar. Sun Kyeol sudah ada dibawah dengan melepaskan talinya, Oh Sol menanyakan keadaanya. Sun Kyeol binggung tapi senanga melihat Oh Sol seperti khawatir.
“Aku tak memegang tali dengan benar. Apa Kau lari ke sini untuk memastikanku baik-baik saja?” goda Sun Kyeol bahagia.
“Tidak. Bukan untuk itu...” kata Oh Sol mengelak
“Perasaanku gembira mengetahui kau mengkhawatirkanku.” Akui Sun Kyeol
Oh Sol bertanya apa yang dilakukanya. Sun Kyeol mengaku sedang  berlatih dan bertanya apakah Oh Sol menerima pesannya dan Jika ada waktu nanti mengajak untuk makan bersama. Oh Sol menolak karena Hari ini ada lembur.
“Aku akan menunggu... Jangan pedulikan aku. Kembali bekerja... Seperti yang kau lihat, aku juga bekerja... Hwaiting!” ucap Sun Kyeol 


Akhirnya mereka makan jajangmyung bersama, Oh Sol seperti masih tak percaya kalau Sun Kyeol bisa makan direstoran tanpa memperdulikan kebersihan. Sun Kyeol mengaku sangat menginginkan mie ikan teridi AS dan tak pernah menginginkannya sebelumnya.
“Sesuatu menjadi berharga ketika tak bisa mendapatkannya. Benarkan?” ucap Sun Kyeol bingung melihat Oh Sl yang tak makan padahal suka mie.
“Ini tak akan mengubah apa pun... Waktunya sudah berakhir... Kau tak dapat menukarkan "juara kelima" lagi.” Kata Oh Sol. Sun Kyeol kaget mendengarnya.
“Toko alat tulis itu membuang mesin setahun yang lalu karena rusak. Dan kita putus dua tahun lalu. Aku senang kau pulang Dan aku lega kau sehat. Tapi, sampai di sini saja.” Kata Oh Sol
“Maafkan aku... Kau menunggu sangat lama.” Ucap Sun Kyeol. Oh Sol tak peduli memilih untuk pamit pergi. Sun Kyeol melihat kalung yang diberikan dipakai oleh Oh Sol 


“Tunggu sebentar... Ada sesuatu yang belum kukatakan... Aku sangat merindukanmu... Seperti mimpi rasanya.. berada di depanmu seperti ini... Betapa merindukanmu.” Ucap Sun Kyeol. Oh Sol hanya diam saja.
“Aku tak akan mendorongmu untuk menyukaiku.. atau berkencan denganku. .. Akan kutunggu sampai hatimu tumbuh kembali.” kata Sun Kyeol. Oh Sol tetap diam. 

Choi Gun bertemu dengan para pasien yang sempat kehilangan akal sehatnya, Si bibi peramal mengaku berkat Choi karena menyadari kepercayaan adalah segalanya karena Roh-roh selalu bersamanya. Si pria yang mengaku sebagai dokter pun setuju.
“Aku memutuskan untuk memiliki kepercayaan diri dan mulai lagi dari awal. Aku akan kembali.” kata Tuan Baek dan melihat surat penerimaan, Semua pun menjerit bahagia.
“Apa Kau yakin tak palsu?” kata si wanita tak yakin, Tuan Baek menegaskan kalau tak palsu.
“Sebenarnya, aku punya pengumuman juga... aku akan menikah.” Ucap si wanita yang dulu tergila-gila dengan Choi Gun. Tuan Baek kembali mengejeknya kalau mungkin saja itu palsu.
“Ini semua berkatmu... Terima kasih.” Ucap si wanita pada Choi Gun dan membagikan undanganya.
“Kau digunakan untuk mengejarku... Aku sedikit kecewa.” Kata Choi Gun melihat kartu undangan.
“Aku ingin kau bahagia juga.” Komentar Bibi peramal. Choi Gun mengeluh dengan sikap pasienya.mengaku sangat bahagia.
“Kau bisa ambil ini, Semua orang menyumbang... Kau merawat kami secara gratis selama dua tahun jadi kau bisa ambil dan Itu akan berguna suatu hari nanti.” ucap si bibi. Choi Gun pun mengucapkan terimakasih.
Mereka pun akhirnya foo bersama untuk merayakan konseling terakhir. Choi Gun pun senang bisa membantu orang-orang yang membutuhkan bantuanya tanpa bayaran. Malam harinya Choi Gun melihat email yang diterimanya dari luar negeri.


Oh Dool mengikuti Seleksi Tim Nasional untuk Olimpiade Tokyo 2020, Joo Yeon denga setia menonton memberikan semangat. Beberapa kali Oh Dol menerima tendangan dari lawan, tapi akhirnya dengan tekat yang kuat bisa membalas dan menang dengan score 12-7. Joo Yeon pun bisa ikut senang melihat Oh Dol yang berhasil masuk timnas.
Tuan Cha yang menonton siaran di ruang petugas keamanan ikut senang mengaku kalau itu adalah anaknya bisa yang bergabung dengan tim nasional Untuk Olimpiade Tokyo 2020.
Tuan Gil pun berbicara dengan teman pasti sudah melihatnya dan mengaku akan mengikuti anaknya ke Tokyo dan tak peduli dengan Medali emas karena akan melihatnya nanti karena Sekarang Oh Dol sudah berhasil masuk tim nasional, jadi medali emas bukanlah apa-apa.

“Tapi Kenapa mobil ini sangat bersih?” ucap Tuan Gil binggung melihat seseorang yang sedang bersih-bersih.
“Ini daerahku. Kau siapa?” kata Tuan Gil marah, saat itu Sun Kyeol berdiri menyapa Tuan Cha.
“Bagaimana kabarmu? Maaf aku tak bisa menyapamu lebih awal.” Kata Sun Kyeol sopan.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Tuan Gil sinis.  Sun Kyeol mengaku ingin membantu pekerjaan Tuan Gil mulai sekarang dengan memohon.
 “Aku tak ingin kau memanggilku Ayah Dan aku tak butuh bantuanmu, jadi  Pergi saja Tidak mudah bagimu untuk menerimaku.” Ucap Tuan Gil
“Aku tahu itu dengan baik Dan aku tak tahu malu untuk meminta maaf kepadamu seperti ini... Aku juga tahu itu... Akan tetapi, ini adalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan.”ucap Sun Kyeol
“Meminta maaf.. meminta pengampunan, tak perlu.” Tegas Tuan Cha. Sun Kyeol pun hanya bisa diam saja. 


Oh Sol duduk dikamarnya teringat kembali tang dikatakan Sun Kyeol “Aku sangat merindukanmu. Ini Seperti mimpi rasanya berada di depanmu seperti ini... Betapa merindukanmu.”  Lalu ponselnya berdering, Oh Sol kaget mengetahui kalau ada yang  Kecelakaan. 

Sementara Sun Kyeol sedang ada di depan rumah Oh Sol menatap ke arah atas berharap bisa menggunakan sihir untuk melihat Oh Sol sambil berkata “Bibbidi-bobbidi-boo... Abracadabra.. Hakuna matata...” tapi merasa itu tak ampun dan akhirnya berjalan pergi.
Tapi saat itu Oh Sol keluar dari rumah, keduanya kaget. Sun Kyeol bingung lalu dengan gugup mengaku Temanya baru saja pindah ke dekat rumah Oh Sol jadi ingin berjumpa yaitu teman dari Minnesota. Oh Sol hanya diam saja.
“Omong-omong, mau pergi ke suatu tempat? “ tanya Sun Kyeol 

Akhirnya Oh Sol sudah duduk di samping Sun Kyeol yang sibuk berbicara ditelp. Sun Kyeol sedikit melirik melhat Oh Sol yang ada disampingnya terlihat bahagia. Oh Sol berbicara dengan direktur kalau baru saja mengubungi tim.
“Para wartawan belum menghubungi mereka... aku sedang dalam perjalanan sekarang.” Ucap Oh Sol 

Di ruangan UGD
Oh Sol akhirnya menemui dokter yang memberitahu kalau pasienya akan baik-baik saja. Direktur datang dengan wajah panik bertanya Bagaimana Cho Hyeon Woo. Oh Sol mengatakan baru saja tidur.Direktur ingin tahu keadaanya.
“Ya. Cedera tak serius, tak akan mempengaruhi dia dari bermain.” Ucap Oh Sol  Direktur pun bisa lega mendengarnya.
“Terima kasih atas kerja kerasnya selarut ini. Lalu dia Siapa?Apa Kekasihmu?” kata Direktur. Sun Kyeol tersenyum seperti ingin mengakuinya.
“Tidak. Dia bukan kekasihku...” kata Oh Sol lebih dulu bicara, Sun Kyeol pun hanya bisa diam saja.
“Aigoo. Terima kasih sudah mengantarnya sampai larut malam.” Ucap Direktur dan mengajak Oh Sol dan Sun Kyeol pergi karena akan mentraktirnya. Oh Sol menolak tapi direktur tetap memaksa dan akhirnya keluar dari UGD.
“Terima kasih” ucap Oh Sol dengan wajah gugup. Sun Kyeol pikir ia yang harusnya berterima kasih.
“Karena kau membiarkan aku untuk membantumu. Kau sudah menjadi orang yang sangat mengesankan selama dua tahun ini.” Ucap Sun Kyeol memujinya. 


Ketiganya akhirnya minum bersama, Direktur merasa Oh Sol pasti bahagia karena punya pria yang bisa diandalkan seperti Sun Kyeol lalu mengajaknya minum.  Keduanya pun minum layaknya seorang pria yang baru berteman.
“O Sol, kenapa kau tak minum hari ini? Gelasmu kosong.” Ucap Direktur lalu menuangkan soju.
“Aku akan.. minum untuknya.” Kata Sun Kyeol padahal sudah sedikit mabuk. Direktur memuji Sun Kyeol pacar yang keren. 


Akhirnya Sun Kyeol hanya bisa duduk menahan rasa mualnya. Oh Sol khawatir melihat Sun Kyeol karena takut tak bisa pulang dan kalau tak bisa minum banyak tapi malah berusaha mengantikanya. Sun Kyeol hanya diam saja.
“Bisakah menungguku di sini sebentar? Akan kupanggil taksi.” Kata Oh Sol akan pergi. Sun Kyeol menahanya.
“Bisakah kau bersamaku sebentar saja?” kata Sun Kyeol. Oh Sol kembali duduk.
“Aku tak pernah melupakanmu selama dua tahun kebelakang. Pada hari kita mengucapkan salam perpisahan, Kita bahkan tak berpegangan tangan untuk terakhir kali. Itu terus menggangguku di perasaanku.Jadi Itu sebabnya aku pergi ke AS.” Cerita Sun Kyeol
“Aku mengalami kesulitan hidup di AS, tapi aku menahannya karena dirimu. Untuk bertemu denganmu lagi... Aku tak ingin menjadi orang yang memalukan bagimu. Aku sangat berusaha keras, dan memberikan yang terbaik. Bisakah kau memujiku setidaknya sekali saja?” ungkap Sun Kyeol
“Kuharap kau bisa tersenyum padaku... Hanya sekali...” pinta Sun Kyeol akhirnya tertidur dengan bersandar dibahu Oh Sol. 



“Kau melakukannya dengan baik... Aku bangga padamu.” Puji Oh Sol memegang pipi Sun Kyeo
“CEO Jung-ku ... Sejujurnya, aku pun seperti itu. Selama dua tahun, tak ada satu momen pun aku lupa akan dirimu. Bagaimana bisa lupa? Betapa aku merindukanmu. Ibu dan Ayahku juga O Dol tak akan menyetujui perasaanku, tapi aku sangat merindukanmu...” akui Oh Sol
“Betapa aku merindukanmu... Maafkan aku. Aku bilang tak akan melakukan apa pun yang kusesali. Tapi... Aku tak bisa menahannya. Tak ada yang bisa kulakukan.” Ucap Oh Sol dan Sun Kyeol masih tertidur dibahu Oh Sol. 

Oh Sol menerima pesan dari Sun Kyeol  “Apa Kau pulang dengan selamat tadi malam? Kemarin, Apa aku bilang atau melakukan sesuatu yang bodoh?” Wajah Oh Sol terlihat ragu membalasnya.
Sun Kyeol mengambil air minum dalam kulkasn kaget membaca pesan balasan dari Oh Sol “Apa Perutmu baik-baik saja? Kau tak melakukan hal bodoh, jangan khawatir.” Sun Kyeol langsun menari bahagia dengan sikap Oh Sol. 

Choi Gun masuk rumah melihat sikap Sun Kyeol bertanya  Apa yang terjadi dengan melihat pose yang aneh. Sun Kyeol mengeuh dengan Choi Gun yang  menerobos masuk ke rumahnya tanpa memberitahu. Choi Gun megeluh merasa kalau Harga dirinya terluka.
“Aku mengajukan diri untuk mengurus tempat ini saat kau pergi.” Ucap Choi Gun
“Pantas saja tempat ini berantakan.” Ejek Sun Kyeol lalu menawarkan minu untuk Choi Gun. Choi Gun melihat sikap Sun Kyeol merasa kalau kelihatan keadaanya jauh lebih baik.
“Terimakasih untuk semuanya... Nasihatmu sangat membantuku Dan kau terus merawatku ketika di AS... Terima kasih untuk itu juga. Karena aku sudah pulang, maka aku akan membayar untuk semua yang sudah kau lakukan untukku.” Ucap Sun Kyeol bahagia
“Benar, kau harus membayarku... Tapi simpan untuk nanti.” kata Choi Gun. Sun Kyeol binggung
“Bagaimana dengan O Sol?” tanya Choi Gun. Sun Kyeol pikir itu Bagus. Karena bisa dekat dengannya lagi karena hanya dengan memberikan balasan pesan sudah membuatnya sangat senang.
“Syukurlah... Kuharap kalian berdua bahagia... Karena kau dan Gil O Sol adalah orang berarti bagiku.” Ucap Choi Gun
Sun Kyeol heran dengan sikap Choi Gun yan membuatnya takut. Choi Gun pun pikir itu gaya Amerika yang Secara terbuka mengekspresikan perasaan. Sun Kyeol mengerti kaen Karena sudah terlanjur, mengajak mereka saling bersalaman gaya Amerika.
Choi Gun setuju mereka saling bersalaman dengan Gaya Amerika. Sun Kyeol sudah siap memeluknya, tapi Choi Gun malah melompat dan memeluk Sun Kyel dengan kaki yang merakul dipingganya. Sun Kyeol hanya tertawa lalu meminta agar turun karena berlebihan tapi Choi Gun seperti senang mengodanya. 


Oh Sol terlihat bahagia berputar-putar di arena iceskating, lalu menyuruh Choi Gun berjalan karena jatuh di es tak akan mati. Tapi Choi Gun seperti ketakutan dan akhirnya jatuh, Oh Sol pun mengajarnya agar mengiuti cara berjalannya. Tapi Choi Gun tetap saja terjatuh.
“Apa Kau baik-baik saja? Ayo Bangun... Akan kubantu.” Ucap Oh Sol menarik tangan Choi Gun untuk bangun tapi Choi Gun tetap jatuh.
“Apa Kau baik-baik saja? Kenapa menyarankan datang ke sini padahal tak tahu cara berseluncur? Ayo pegang tanganku.” Kata Oh Sol mengulurkan tanganya. Choi Gun malah hanya menatap Oh Sol dengan senyuan.
“Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada sesuatu di wajahku?” ucap Oh Sol heran
“Jika kau tak mengulurkan tangan kepadaku saat itu, maka aku tak akan berada di sini sekarang. Terima kasih... Terimakasih untuk semuanya, kedepannya juga aku akan terus berterima kasih.” Ucap Choi Gun
Oh Sol bingung karena Choi Gun tak pernah berkata seperti itu. Choi Gun pun mengajak mereka kembali mencoba berjalan. Keduanya pun mencoba dengan saling bergandengan tangan dengan wajah bahagia. 


Pagi hari
Tuan Gil menyurh Oh Sol agar memanggil Choi Gun kalau sarapan sudah siap. Oh Sol pun mengetuk pintu rumah Choi Gun memberitahu kalau sarapan sudah siap tapi tak ada sahutan, akhirnya Oh Sol masuk karena tak dikunci.
Rumah Choi Gun sudah kosong hanya ada bangku dan rak tapi barang-barang-barangnya sudah tak ada. Oh Sol pun melihat sebuah yoghurt dan juga sebuah kartu dengan gambar bunga yang selama ini dikirimkan untuk  ibunya.
“Ini tak adil. Sama seperti saat itu, dia membawakanku penghiburan sekali lagi lalu pergi.” Keluh Oh Sol sambil menahan tangisnya. 

Young Sik memakai baju taekwondo memberitahu kalau  Sopan santun dan etiket, Semua seniman bela diri diharapkan untuk mematuhi itu. Ia mengajak anak SD berlatih taekwondo.  Saat itu terdengar kurir datang, Young Sik kaget melihat Dong Hyun yang menjadi kurir Pengiriman paket.
Mereka pun makan di restoran, dengan drama TV menampilkan seorang pria yan meminta ditampar. Young Sik yang melihatnya mengeluh kalau Jae Min itu cabul dan merasa tak bisa menonton itu. Saat itu Jae Min detang dengan kacamata hitamnya.
“Astaga, lihat siapa yang datang. Mr. Pervert yang suka ditampar. Kau seorang selebriti.” Ejek Young Sik
“Hai, teman-teman.. Apa kau lihat? Aku datang dari pemotretan. Aku bahkan tak punya waktu untuk berganti pakaian.” Ucap Jae Min bangga
“Aku menikmati dramanya dan juga pernah melihatmu di film.” Kata Dong Hyun bangga
“Omong-omong, kenapa kau memanggil kami?” kata Young Sik. Saat itu Sun Kyeol masuk restoran mengaku memanggil mereka

Ketiganya kaget melihat Sun Kyeol akhirnya kembali, mereka akhirnya minum bersama sambil makan iga bakar. Young Sik hanya bisa melonggo melihat cara makan Sun Kyeol yang tak peduli kebersihan makan mengunakan tanganya.

“Omong-omong, kenapa kau memanggil kami?” tanya Dong Hyun. Sun Kyeol pun membersikan tangan dengan menjilatnya.
“Alasan ingin bertemu kalian karena...” ucap Sun Kyeol lalu memberikan proposal Rencana Bisnis Baru pada tiga mantan karyawannya.
Dong Hyun melihat proposal Layanan pembersihan inovatif luar dan dalam. Sun Kyeol mengajak mereka untuk  bergabung dengannya dan bisa bekerja sama lagi seperti dulu. Dong Hyun dan Young Sik menagku sudah menungguuntuk kembali dan sangat merindukannya.  Jae Min terlihat ragu.
“Aku mengerti, Jae Min... Lanjutkan dengan karir aktingmu... Itulah cara kau dapat membantu kami.” Ucap Sun Kyeol bisa mengerti.
“Maafkan aku... Tapi aku berjanji akan mempromosikan bisnis ini seperti yang tak dapat dilakukan orang lain. Aku akan menyumbangkan bakatku dan Pekerjakanku sebagai modelmu.”kata Jae Min dengan gaya imutnya.
Saat itu seorang wanita masuk, semua melonggo melihat Sek Kwon yang datang. Sek Kwon pu meminta izin agar bisa bergabung juga. Semua menjerit bahagia, begitu juga Sun Kyeol. Sek Kwon mengaku  ingin sekali lagi bekerja dengan Sun Kyeol  lagi jadi berharap bisa menerimanya.
Mereka pun dengan senang hati menerimanya, Sun Kyeol mengajak Sek Kwon untuk dudk dan makan bersama, mereka pun terlihat senang akan membuka usaha baru. 



Sun Kyeol dan Sek Kwon memilih barang-barang yang diperlukan, lalu melakukan perjanjian kontrak. Setelah itu mereka berdiri gedung berlantai dua, lalu mengajak mereka akan memulainya. Semua terlihat sangat bersemangat mulai mengecet dinding. 
Jae Min datang membawakan minum dan makan, Young Sik mengejek Jae Min selebriti yang tak sibuk. Jae Min melihat tempatnya bagus. Semeua terlihat senang sampai akhirnya Jae Min ikut membantu lalu menerima telp dari Manajernya.
“Pertemuan studio film? Tolong beri tahu mereka aku tak bisa datang.”ucap Jae Min. Young Sik dkk hanya bisa melonggo bingung
“Apa yang kau lakukan? Ini rumah bagi Yeojong baru kita. Jadi Harus bersih. Ok?” kata Jae Min. Semua pun menjawab oke dengan penuh semangat.



Tuan Gil melihat Sun Kyeol yang masih membantunya melihat Matahari segera terbenam bertanya apakah tak akan makan, karena ia merasa kelaparan. Sun Kyeol binggung, seperti tak menyangka.
“Aku akan segera ke sana... Siapkan sesuatu yang pedas... Kau Bawa alatnya!” teriak Tuan Gil. Sun Kyeol pun bergegas pergi.
Keduanya pun makan bersama, Tuan Gil membahas Sun Kyeol yang akan memulai layanan pembersihan baru. Sun Kyeol membenarkan dan bertanya Bagaimana bisa mengetahuinya. Tuan Gil mengaku kalau Teman Oh Dol Young Sik yang memberitahu. 

“Dari semua pekerjaan, kenapa kau ingin memilih bekerja bersih-bersih?” tanya Tuan Gil
“Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku masih percaya akan hal itu. Efek positif dari pembersihan. Aku suka melihat senyum di wajah masyarakat sesudah dibersihkan. Aku suka energinya. Dan Juga, bersih-bersih adalah suatu keahlianku.” Kata Sun Kyeol
“O Sol memberitahuku dan Aku pernah melihatnya sendiri juga... Maksudku tempat Ibu O Sol... Terima kasih sudah mengurus tempat ini. Itu selalu menggangguku dan Sangat membantu.” Ucap Tuan Gil. Sun Kyeol pikir tak masalah.
“O Sol sudah melalui banyak hal. Aku bersyukur dia baik-baik saja. Aku selalu merasa kasihan pada gadisku tersayang. “ kata Tuan Gil. Sun Kyeol terdiam melihat ayahnya. 

Tuan Gil datang ketempat istrinya pergi merasa sudah lama tak datang karena Hari ini juga membawa anak-anak. Oh Sol pun menyapa ibunya  dengan foto saat memegang medali merasa tak percaya kalau Ayahnya  tak biasa membawa anak-anaknya ketempat sang ibu.
“Apa dia melakukan kesalahan?” goda Oh Sol. Tuan Gil mengaku  hanya berteman dengan wanita di toko.
“Ibu.. Coba lihat... Aku berhasil ke tim nasional... Keren, kan?” kata Oh Dol bangga melihat jaketnya.
“Kalian tunggu di luar... Aku punya sesuatu untuk dikatakan padanya sendirian.” Ucap Tuan Gil. Oh Sol pun merangkul adiknya untuk pergi keluar mengucapkan pada ayahnya agar Selamat bersenang-senang.

Tuan Gil berbicara dengan istrinya kalau anak mereka itu sangat dewasa sekarang, menurutnya O Dol terlihat seperti dirinya dan dan O Sol seperti istrinya.
“Mengenai dulu...aku akan memaafkan orang-orang itu... Tapi ini bukan keputusanku... Semua terserah padamu... Aku ingin O Sol untuk dicintai oleh seseorang yang dia cintai. Aku tak ingin dia menyisahkan penyesalan. Aku ingin dia mencintai dan dicintai sebanyak yang dia bisa. Itu yang kau... pikirkan juga, kan?” ucap Tuan Gil menangis pada ibunya. 

Tuan Gil akhirnya keluar dari tempat istrinya,  Oh Sol melihat ayahnya bertanya Apa yang dikatakan pada ibunya. Tuan Gil berbicara tentang Orang itu kalau sangat gigih jadi akan memberinya kesempatan dan meminta Oh Sol agar berhenti membuatnya hatinya sulit.
“Dia menunggu cukup lama.” Kata Tuan Gil. Oh Sol tak mengerti maksud ucapan ayahnya.
“Aku berbicara mengenai Sun Kyeol... Kupikir dia pria yang baik... Kupikir begitu dari awal.” Kata Tuan Gil merasa Sun Kyeol terlihat baik jadi menyuruh agar Oh Sol segera menemuinya.
“Ada apa, Ayah?” tanya Oh Sol binggung. Tuan Gil mengaku  sudah memberi tahu ibu Oh Sol dan sudah mengizinkan.
“Kau Pergi temui dia sekarang... Kau tak perlu merasa bersalah akan hal itu.” Ucap Tuan Gil
“Tidak... Aku sudah melupakannya sekarang. Aku tak akan melihatnya lagi.” Kata Oh Sol menolaknya.
“Apa Kau yakin? Baiklah, terserah kau. Itu urusan hatimu... Aku harus kembali ke ibumu dan menarik kata-kata itu kembali.” kata Tuan Gil
“Tunggu! Itu bukan seperti itu” kata Oh Sol akhirnya Tuan Gil menyuruh Oh Sol agar segera pergi.
“Cepat pergi. Jangan membuatnya menunggu lebih lama.” Ucap Tuan Gil, Oh Dol pun iut senang 


Oh Sol akhirnya berlari ke tempat kerja Sun Kyeol. Sun Kyeol akan membuang sampah bingung bertanya kenapa datang ke tempatnya. Oh Sol menatap Sun Kyeol  lalu berlari menciumnya. Sun Kyeol kaget tiba-tiba Oh Sol menciumnya.
“Tunggu Sebentar... Aku sedang bersih-bersih. Aku dipenuhi keringat dan kotoran.” Kata Sun Kyeol panik
“Ayo kita mulai dari awal. Kita... Ayo mulai... dari awal.” Kata Oh Sol lalu menciumnya.
Sun Kyeol pun memeluk erat Oh Sol dan terus berciuman dengan salju yang turun dengan deras, keduanya seperti meluapkan rasa rindu yang selama ini ditahan. 

Jae Min dan Young Sik mengeluh melihat nama perusahaannya. Dong Hyun merasa karena suka. Sun Kyeol dan Oh Sol bersama dengan Sek Kwon akhirnya datang mereka menatap nama perusahan [Clean with Passion for Now!!]
Sun Kyeol dan Oh Sol menyebut nama Clean with Passion for Now lalu melompat bersama-sama.
THE END

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Clean With Passion For Now Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN


Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

 [Episode Terakhir: Love with Passion for Now!!]
Sun Kyeol memasukan barang-barang ke dalam kotak termasuk papan namanya sebagai CEO, wajahnya sangat sedih karena kehilangan cintanya dan juga pekerjaan yang dicintainya. Sek Kwon masuk ruangan Sun Kyeol dengan wajah sedih.
“Tak perlu mengantarkan surat pengunduran diri... Karena akulah yang seharusnya pergi. Ini Akan membantu para karyawan jika kau memilih untuk tetap tinggal.” Ucap Sun Kyeol dingi
“Ada sesuatu yang harus kuberitahu mengenai Ketua. Pertama, Kali pertamaku bertemu...”  Kata Sek Kwon

Flash Back
Dalam sebuah seminar, Tuan Cha dan Sek Kwon duduk bersama  membahas tentang kepribadian yang suka tetap rapi, mereke pertama kali bertemu saat mengikuti kuliah tentang OCD berjudul "Apa anakku menderita OCD pada usia dini?"
“Jika anakmu menderita OCD, pasti sangat sulit dan begitu pun kau sebagai ibunya.” Komentar Tuan Cha setelah acara selesai
“Karena salahku anakku seperti ini. Katamu kau datang karena cucumu?” kata Sek Kwon. Tuan Cha membenarkan.
“Berapa umurnya? Siswa SD? SMP?” tanya Sek Kwon. Tuan Cha binggung tak yakin berpikir Sun Kyeol berumur 23 atau 24 tahun.
“Ingatanku terus memudar seiring bertambahnya usia.” Akui Tuan Cha
“Kau pasti sangat mempedulikan cucumu.” Komentar Sek Kwon 

Sek Kwon mengaku  Sesudah itu, bertemu Ketua Cha sekali lagi. Dan Sesudah Kim Geum Ja meninggal, Tuan Cha khawatir karena Sun Kyeol yang tampak tak bisa membuka diri kepada siapa pun jadi meminta bantuan padanya.
“Karena dia tahu aku ibu dari anak pengidap OCD, maka dia mungkin berpikir bisa sepenuhnya percaya padaku. Aku menerima permintaannya karena alasan yang sama. Aku sudah mengirimkan surat pengunduran diriku. Aku tak punya alasan untuk tetap tinggal di perusaan ini,  sementara kau pergi.” Ucap Sek Kwon
“Untuk selama ini, aku sungguh berterimakasih.” Kata Sek Kwon lalu berjalan pergi. Sun Kyeol pun tak bisa berkata-kata. 


Sun Kyeol akan keluar dari gedung, Jae Min dkk memanggilnya dengan wajah sedih.  Jae Min tak percaya Sun Kyeol akan pergi begitu dan memohon agar tak pergi dan memikirkan nasib mereka.  Dong Hyun pun ingat Sun Kyeol yang membawanya ke perusahaan.
“Maaf aku pergi terlebih dahulu, Dong Hyeon... Telepon aku secepatnya jika sesuatu terjadi pada nenekmu. Karena aku berjanji akan bertanggung jawab, jangan sungkan meminta bantuan” kata Sun Kyeol
“Aku menikmati filmmu. Aku tak berpikir kau serius mengenai akting, tapi aku salah. Itu Sangat keren. Kau serius, dan matamu bersinar. Semoga berhasil. Karena kedepannya aku akan mendukungmu.” Ucap Sun Kyel pada Jae Min yang memiliki cita-cita sebagai artis.
“Dan kau, Yeong Sik.. Kupikir kau cocok untuk bersih-bersih. Tak peduli seberapa keras dan melelahkannya pekerjaan itu, kau menyelesaikannya dengan senyum sampai akhir Aku belajar banyak darimu.” Komentar Sun Kyeol Ketiga seperti tak rela melepaskan Sun Kyeol pergi. 



Oh Dol berdiri di ruang latihan, mengingat kembali yang dikatakan Oh Sol “Pengecut yang melarikan diri dapat mencoba tapi memiliki batasan. Sulit untuk melangkah lebih jauh juga. Bagiku, satu-satunya hal yang bisa kulakukan ialah bertahan”
Tuan Gil makan malam bersama kaget kalau Oh Dol yang tak mau kuliah. Oh Dol membenarkan kalau takkan kuliah dan tak memerlukannya. Tuan Gil mengumpat meminta anaknya agar berhenti melontarkan omong kosong dan bertanya apa yang akan dilakukan ke depanya.
“Apa Kau akan menyerah kuliah dan taekwondo? Lalu bagaimana kau akan mencari nafkah?” ucap Tuan Gil marah
“O Dol, kau dapat membuat keputusan impulsif ketika masih muda sekarang. Tapi ketika datang ke jalur karirmu, kau tak bisa menjadi emosional. Kau tahu kan? "Saat kau menyerah, sudah berakhir." "Slam Dunk". Aku membiarkanmu meminjam seluruh seri dariku.” Ucap Choi Gun menasehati.
“Ada apa dengan kalian? Aku tak pernah bilang akan berhenti taekwondo. Aku akan tetap taekwondo.” Ucap Oh Dol. Oh Sol yang terlihat sedih akhirnya bisa tersenyum karena adiknya akan kembali.
“Setelah kupikirkan, Nuna benar. Lari tidaklah benar. Jadi aku memutuskan untuk menghadapi masalah dengan bakatku. Aku tak dapat berpartisipasi dalam kompetisi selama skorsingku, tapi aku bisa terus berlatih.” Jelas Oh Dol.
“Aku masih bisa bergabung dengan tim profesional bahkan jika tak kuliah. Jika aku berhasil melakukannya, suspensi selama setahun... Tentu, mereka dapat menskorku.” Ucap Oh Dol yakin
Oh Sol tersenyum bahagia memuji adiknya yang memiliki Pemikiran yang bagus.


Joo Yeon baru saja keluar dari kampus dikagetkan dengan kedatangan Oh Dol yang berlari.  Oh Dol langsung memberikan Pinya agar Joo Yeon menyimpanya sampai memenangkan medali emas. Joo Yeon binggung, Oh Dol berjanji tak akan menjadi idiot lagi.
“Aku bersumpah di depanmu...Min Ju Yeon, peganglah sumpahku... Ak bersungguh-sungguh” ucap Oh Dol.
Joo Yeon pun tersenyum bahagia. Akhirnya Oh Dol mengendong Joo Yeon dan memutarnya dengan wajah bahagia. Joo Yeon menjerit meminta agar menurunkanya. 

Sun Kyeol menatap toko “Alat Tulis Hyundae” lalu melihat kartu ikan lumba-lumba. Teringat kembali ucapan Oh Sol “Di dalam, kau akan menemukan sesuatu yang sangat mengagumkan. Sesuatu yang sangat berharga.”
Saat itu seorang anak menyapa Sun Kyeol dengan senyuman.  Sun Kyeol mengingat anak yang yang kehilangan giginya. Si anak bertanya dimana kekasih Sun Kyeol karena tak bersamanya. Sun Kyeol kebingungan menjelaskanay.
“Apa Kau dicampakan?” ucap Si anak. Sun Kyeol membenarkan. Si anak pun menasehati agar Sun Kyeol seharusnya bersikap baik padanya.
“Aku seharusnya bersikap baik... Tapi Mungkin kah, kau tahu apa ini?” kata Sun Kyeol menunjukan gambar lumba-lumba ditanganya.
“Oh itu... Sekali lagi.” Kata si anak melihat ada angka lima didalamnya. Sun Kyeol binggung apa yang dimaksud.
“Ini memberimu kesempatan untuk mencoba sekali lagi. Ini hal yang luar biasa untuk dimiliki.” Jelas is anak tentang gambar  [Juara 5].
Teman-temannya memanggil Dong Hyun agar kembali melihat barang-barang di toko buku tulis. Sun Kyeol pun melambaikan tangan dan teringat mengingat yang diberikan Oh Sol. 

Choi Gun datang ke tempat Tuan Cha karena Dokter Kim yang memintanya sebagai kunjungan untuk stabilitas emosional pasien dengan kanker stadium empat. Tuan Cha mengaku hanya meminta obat penghilang rasa sakit.
“Kudengar kau menolak untuk menerima terapi radiasi. Maka rasa sakit akan membuatmu kesulitan. “ ucap Choi Gun.
“Kenapa tak memberi tahu siapa pun? Kau tak memberi tahu media mengenai kondisiku. Kau bertekad mengancamku hari itu. Apa hati nuranimu sebagai dokter menghambatmu?” sindir Tuan Cha yang terus batuk.
“Hati nuraniku sebagai dokter?!! Bisa di bilang begitu. Terus terang, aku tak pernah berencana untuk mengeksposnya. Aku tak berpikir mengancam menggunakan kelemahanmu akan mengubah apa pun.” Jelas Choi Gun
“Apa hubunganmu dengan Gil O Sol? Apa kau salah satu orang yang mengaku sebagai korban dari insiden Jungang-dong?” tanya Tuan Cha.
“Tidak... Aku bukan salah satu korban. Sebenarnya aku salah satu penyerang.” Akui Choi Gun 


Flash Back
Saat terjadi demo, Choi Gun menahan para ibu-ibu yang menolak pembongkaran, Oh Sol datang dengan baju larinya panik melihat ibunya yang sudah terluka sementara ia sebagia pegawai yang berpihak pada perusaahaan Tuan Cha.
“Itu sangat kejam. Meskipun kau mungkin ingin menghindari kebenaran. Seorang perfeksionis dengan kecenderungan masokis. Seorang pecandu kerja yang terobsesi dengan pekerjaan hanya untuk menjadi lebih sempurna” ucap Choi Gun penuh amarah
“Dan depresi tak dapat dihindari karena kau tak pernah puas dengan apa pun. Kau mencoba melindungi segalanya, kan? Perusahaan juga, keluarga juga. Tapi apa yang berhasil kau pertahankan?” kata Choi Gun. Tuan Cha hanya bisa diam saja.
“Menurutku sekarang, sepertinya kau sudah mencapai batasmu. Obat penenang yang kau minta bisa menyebabkan masalah pernapasan ketika diminum dengan opioid, aku tak akan meresepkannya. Jika rasa sakit menjadi terlalu tak tertahankan, silakan beritahu aku.” Kata Choi Gun. 

Sun Kyeol berdiri didepan rumah melihat Choi Gun baru datang. Choi Gun pikir Sun Kyeol datang untuk bertemu O Sol. Sun Kyeol mengaku bukan tapi ingin bertemu Choi Gun karena ingin berkonsultasi dengan dokternya.
“Aku ingin meminta bantuan.” Ucap Sun Kyeol dengan wajah serius. Choi Gun menatapnya layaknya seperti dokter pada pasienya. 

Oh Sol masuk kamar membangunkan adiknya, karena hanya tidur sesudah bilang ingin memulai dari awal. Oh Dol mengeluh kalau  Latihan paginya sudah selesai. Oh Sol mengeluh adiknya yang tidur setiap hari dan melihat meja belajarnya yang berantakan.
"Joo Yeon Nuna. Maksudku, Joo Yeon-ku. Aku tak tahu kapan dimulai, tapi aku tak bisa berhenti memikirkanmu  Dan aku berjuang untuk fokus pada latihanku. Joo Yeon, aku mencintaimu sama sepertiku menyukai tendangan balik." Dari lelakimu, Gil O Dol." Ucap Oh Sol membaca surat diatas meja.
“Astaga, kenapa membaca suratku?” kata Oh Dol panik mengambil kertasnya.
“Hei, sejak kapan? Beraninya kau menggoda temanku?”teriak Oh Sol memukulnya. Oh Dol pun memilih kabur dan masuk ke dalam kamar mandi.
“Kau akan memulai dari awal sebagai pacar Ju Yeon atau apa? Hei! Apa Kau akan meneleponnya sekarang?” teriak Oh Sol didepan pintu.
Saat itu Choi Gun datang memanggil O Sol agar mengajak bicara. Oh Sol menatap bingung. 

Sun Kyeol keluar dari kamar mengingat semua kenangan dengan Oh Sol pertama kali kencan dirumah, ia pun mencium Oh Sol meminta tak pergi sarapan bersama, dan juga menghabiskan waktu dimalam hari dengan berciuman didapur. 

Oh Sol dan Sun Kyeol bertemu di luar rumah, Oh Sol kaget mengetahui kalau Sun Kyeol yang pergi ke amerika Serikat. Choi Gun mengatakan kalau Sun Kyeol yang memintanya memberikan sebuah kotak. Oh Sol melihat isinya adalah kalung berliontin angsa.
“Apa Kau ingin pergi mengucapkan salam? Kupikir belum terlambat.” Ucap Choi Gun
“Tidak... Karena aku sudah mengucapkan salam.” Kata Oh Sol menolak bertemu dengan Sun Kyeol 

Tuan Cha berada didalam mobil,Sek duduk dibangku depan meminta maaf karean Seharusnya memilih jalan tersingkat. Tuan Cha melihat papan nama  [Untuk mengenang korban bencana Jungang-dong] dan teringat kembali yang dikatakan cucunya.
“Yang kau maksud tepat dan masuk akal semua hanya didasarkan pada standarmu. Sama seperti bagaimana kau memperlakukanku selama ini.” Ucap Sun Kyeol terlihat marah
“Aku tak akan lari darimu, atau menghindarimu. Aku tak akan bersembunyi karena takut padamu. Aku juga takkan terus berduka atas ibuku. Tidak ada lagi penyesalan. Karena kaulah yang harus menderita. Bukannya aku.” Ucap Oh Sol sebelumnya yang menantang
Tuan Gil mengingat lagi yang dikatakan Oh Sol “Tuan Jung tak pantas mendapatkan rasa sakit ini. Kau'lah orang yang seharusnya menderita.” Akhirnya meminta agar memutar balikmobil.

Oh Sol masuk kamar melihat kalung yang diberikan Sun Kyeol seperti ragu, lalu terdengar suara bel rumahnya. Tuan Cha datang ke rumah Oh Sol, keluarga Gil duduk bersama. Tuan Gil pun bertanya alasan datang ke rumahnya.
“Aku tak berharap untuk berjumpa lagi.” Ucap Tuan Gil dingin. Oh Sol dan Oh Dol hanya bisa diam saja seperti masih sangat marah.
Ada sesuatu yang harus kuberitahukan. Itu sebabnya aku datang ke sini.” Ucap Tuan Cha lalu terus terbatuk-batuk. Tuan Gil tak tega akhirnya memberikan minum, tangan Tuan Cha pun bergetar mengambil gelas diatas meja.
“Sejujurnya, aku belum pernah melakukan Ini sebelumnya. Aku tak tahu... Bagaimana cara melakukannya. Aku tak tahu perkataan apa yang tepat untuk mengatakannya. Aku benar-benar tak tahu.” Ucap Tuan Cha lalu berdiri dan membungkuk pada Tuan Gil, Oh Sol dan Oh Dol
“Maafkan aku... Aku tahu sudah terlambat untuk meminta maaf... Aku... sungguh minta maaf.” Ucap Tuan Cha
“Cukup... Kau bisa pulang sekarang.” Kata Tuan Gil lalu masuk kamar, Oh Sol hanya bisa menangis dan Oh Dol hanya bisa diam saja. 


Tuan Cha keluar dari rumah. Oh Sol pkir  Pasti tak mudah bagi Tuan Cha untuk meminta maaf dan sulit bagi mereka untuk memaafkannya dan akan memakan waktu. Tuan Cha hanya bisa tersenyum karena bisa mengerti yang dikatakan Oh Sol
“Tapi aku takkan lupa apa yang kau lakukan hari ini. Selamat tinggal.” Ucap Oh Sol
“Perkataanmu benar. Akulah orang yang harus menyesal dan menderita.” Kata Tuan Cha sebelum pergi. 

Oh Sol kembali ke kamar teringat yang dikatakan Tuan Cha “ Keserakahan pria tua ini sudah menyebabkanmu sakit yang mendalam. Aku menyakitimu dan Sun Kyeol keterlaluan.” Akhirnya Oh Sol pun pergi dengan jaketnya.
Sun Kyeol sudah duduk di ruang tunggu memegang paspornya seperti berharap Oh Sol datang, tapi Oh Sol belum juga datang. Oh Sol tiba-tiba di bandara dengan taksi mencoba mencari Sun Kyeol, tapi Sun Kyeol sudah pindah dan akan masuk gate. Keduanya pun tak bisa bertemu untuk terakhir kalinya. 

Tuan Cha memberikan konferensi kalau Grup AG sudah mengimplementasikan banyak proyek pembangunan ulang hingga hari ini. Ia mengaku Namun, selama proses itu ada banyak korban dan mengakui kesalahan.
“Semuanya, kesalahanku sebagai Presdir Group. Aku akan bertanggung jawab penuh dengan pengunduran diri dari posisiku. Dan Juga, aku akan menyumbang semua aset atas namaku kepada masyarakat.” Ucap Tuan Cha membungkuk meminta maaf tanpa menjawab pertanyaan wartawan. 

“Siapa pun tak ada yang berani bercerita tentang orang itu. Aku pun tak berani mengucapkan namanya. Seiring waktu berlalu, kenangan tentang orang itu yang memenuhi hatiku kian memudar.” Gumam Oh Sol yang duduk di dalam bus.
Saat akan masuk gedung kaget melihat Young Sik dkk seperti baru saja bersih-bersih.  Oh Sol bertanya apa yang mereka lakukan. Young Sik pikir tak perlu ditanyakan karena pasti untuk bersih-bersih. Oh Sol melonggo binggung.
“CEO Jung meminta sebelum dia pergi ke AS. Tidak...maksudku Dia meminta kami sejak lama untuk mengurus tempat ini.” Akui Dong Hyun.
Oh Sol masuk ke ruangan ibunya seperti bisa melihat Sun Kyeol bersama Jae Min dkk membersihkan tempat ibunya. Ia bisa melihat kesungguhan Sun Kyeol yang berkorban untuk keluarganya.
“Tapi terkadang... Terkadang... aku rindu.” Akui Oh Sol hanya bisa menangis dan hanya bisa melihat bayangan Sun Kyeol. 


 [2 tahun kemudian]
Dibandara
Seorang pria seperti orang gila minum soju, beberapa penumpang mengeluh karena pria itu sangat bau. Si pria mengacau di pintu masuk dan tak sengaja bertabrakan dengan Sun Kyeol. Sun Kyeol terlihat santai menanyakan keadaanya.
“Aigoo... Kau tak boleh minum ini di tempat umum. Apa yang akan dipikirkan anak-anak?” ucap Sun Kyeol
“Hei. Memangnya siapa kau berani menasihatiku?.. Berikan padaku. Kembalikan.” Teriak Si pria.
Sun Kyeol menahannya tak akan memberikan botol Sojunya, lalu membuka rapihkan rambut si pria memujinya kalau terlihat tampan dan memberikan semangat. Si pria terlihat binggung, Sun Kyeol seperti sudah sembuh akhirnya berjalan pergi sambil membuka botol soju ditempat sampah. 

Sun Kyeol menerima telp ibunya saat berjalan dari bandara, mengaku  baru saja tiba meminta ibunya tak perlu khawatir karena tahu jalan pulang. Sementara Oh Sol juga berbicara di telp dengan managernya kalau sudah memeriksa kondisi Cho Hyeon Wo dan akan memperbaiki jadwal iklan sesudah pelatihannya berakhir.
Oh Sol masuk ke dalam gedung kantoran dengan  ID cardnya, Ia berkerja di Agency Olahraga. Rekan kerjanya memberikan Bahan buat rapat. Oh Sol pun melihat Jadwal Bulanan Cho Hyeon Woo. 

Oh Sol berjalan pulang menerima telp dari ayahnya memberitahu akalu baru saja pulang kerja dan ebrtanya Apa ada yang ingin dimakan karena baru saja gajian.  Sun Kyeol berada dalam taksi melihat sosok Oh Sol yang sedang menelp ditepi jalan.
“Bagaimana dengan O Dol? Ayam? Kedengarannya bagus dan Soju juga, setuju? Baik. Menu malam ini ayam dan bir.” Ucap Oh Sol menunggu lampu untuk menyebrang jalan.
Saat akan menyeberang, Oh Sol terpeselet dengan cairan es yang membeku, seseorang menolongnya sebelum jatuh dan ia pun mengucapkan Terima kasih tapi betapa kagetnya melihat Sun Kyeol yang ada didepanya.  Sun Kyeol dengan senyuman menyapa Oh Sol. 

Keduanya duduk di cafe dengan wajah gugup, lalu tiba-tiba keduanya sama-sama bicara. Akhirnya Oh Sol lebih dulu bertanya Kapan pulang ke Korea. Sun Kyeol mengaku baru saja perjalanan pulang dari bandara. Oh Sol melihat Sun Kyeol dengan santai memegang gelas didepanya.
“Apa Sekarang sudah baik-baik saja?” tanya Oh Sol. Sun Kyeol menagku sudah sangat baikkan.
“Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika masih sensitif. Tapi  Kau masih sama, Gil O Sol” ungkap Sun Kyeol terlihat senang bertemu lagi dengan Oh Sol
“Oh, gayamu sedikit berubah Tapi kau terlihat sama seperti sebelumnya. Aku minta maaf mengenai kakekku, walaupun Aku tahu tak ada gunanya meminta maaf. Mengenai kecelakaan ibumu atau masalah adikmu, Aku seharusnya meminta maaf sebelum pergi Tapi aku tak punya keberanian.” Kata Sun Kyeol
“Aku juga tak tahu harus berbuat apa. Semuanya sudah berlalu,  Itu juga bukan salahmu.” Kata Oh Sol
“Walaupun begitu aku ingin minta maaf. Aku tak tahu kau pernah mengalami hal seperti itu dan membuatmu menderita. Aku sungguh minta maaf.” Kata Sun Kyeol
Oh Sol seperti tak bisa menahan rasa sedihnya akhirnya memilih untuk pamit pulang. Sun Kyel menahanya lalu memberikan kartu lumba-lumba yang masih disimpan olehnya.
“Jika ini masih berlaku, aku ingin kita memulai dari awal. Kau dan aku, dari awal... Sekali lagi..” ucap Sun Kyeol. Oh Sol hanya diam saja. 


Oh Sol duduk sendiran melihat gambar lumba-lumba yang masih disimpan oleh Sun Kyeol. Choi Gun melihat Oh Sol menyapanya karena cuaca dingin malah diluar rumah. Oh Sol melihat Choi Gun yang baru saja pulang?
“Sepertinya toko itu membawa mesin itu kembali. Bukankah mereka membuangnya tahun lalu karena rusak? Jika kau senggang akhir pekan ini...” ucap  Choi Gun dan disela oleh Oh Sol
“Hari ini aku sudah bertemu CEO Jung, Dia pulang ke Korea. Mysophobia-nya sepertinya sudah jauh lebih baik. Kupikir dia melakukan jauh lebih baik dari sebelumnya...” Ucap Oh Sol. Choi Gun pikir itu bagus tanpa banyak berkata-kata. 

Sun Kyeol datang ke toko ibunya, Tuan Yang pertama kali melihat kaget. Nyonya Cha pun menghampiri anaknya ingin memeluknya tapi sadar kalau anaknya tak bisa disentuh, tapi Sun Kyeol seperti biasa saja dan tak menghindar hanya tersneyum
“Kau pergi tanpa kata. Sekarang kau kembali tanpa sepatah kata pun. Astaga.” Ucap Nyonya Cha.
“Apa Kabar ibu sehat? Ketua Yang dan Sek Kim kalian di sini juga.” Sapa Sun Kyeol
“Wah, lihat dirimu... Sepertinya tinggal di AS membuatmu lebih tampan. Apa Kabarmu baik?” komentar Tuan Yang
“Terima kasih sudah menjaga ibuku selama aku pergi. Sepertinya aku bisa menyerahkan ibuku padamu. Kumohon terus rawat Ibu dengan baik.” Ucap Sun Kyeol memegang tangan ibunya menatap Tuan Yang
Nyonya Cha tak percaya melihatnya, Tuan Yang terharu mendengar mendapat restu dari anak tirunay dan akhirnya menangis. Nyonya Cha mengeluh kalau Tuan Yang malah menangis. Tuan Yang berjanji akan bersikap baik pada ibu Sun Kyeol.
Mereka pun saling berpegangan tangan, Sun Kyeol pun menyatukan tangan ibunya dengan Tuan Yang. Keduaya pun berpelukan seperti keluarga bahagia pun terbentuk. 


Sun Kyeol turun dari mobil, saat itu seorang anak datang memberitahu kalau menginjak kotoran. Sun Kyeol binggung lalu melihat sepatu kalau menginjak kotoran burung lalu membersihkan dengan santai dengan mengosok-gosokan sepatunya. Si anak mengeluh kalau itu menjijikkan.
“Omong-omong, siapa kau? Kenapa kau keluar dari sana?” ucap Sun Kyeol binggung
“Bukankah sebaiknya kau memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum bertanya siapa aku? Bukankah itu yang disebut sopan santun?” komentar si anak sinis. Sun Kyeol hanya bisa melonggo bingung
Saat itu nama Ye Joon di panggil, Sek Kwon kaget melihat Sun Kyeol sedang bersama dengan anaknya. Sun Kyeol juga kaget melihat Sek Kwon bertemu kembali setelah sekian lama. 

Keduanya akhirnya berdiri di balkon melihat Ye Joon bermain ditaman. Sun Kyeol melihat Ye Joon  sudah besar dan mengaku Sebenarnya, hanya mendengar tentang anak Sek Kwon dan Ini pertama kalinya bertemu dengannya.
“Omong-omong, ada perlu apa kemari?” tanya Sun Kyeol
“Aku datang ke sini setiap akhir pekan untuk menemui Ketua Cha.  Dia sendirian di sini dan Tidak ada yang menjaganya. Kupikir dia akan kesepian.” Kata Sek Kwon
“Dimana Kakek?” tanya Sun Kyeol yang ingin menemui kakeknya. 

Tuan Cha duduk dikursi roda didorong oleh Sek-nya ditaman. Sek pikir sudah terlalu lama keluar dan mengajak untuk kembali ke dalam sekarang. Tuan Cha melihat tanaman yang  Masih dingin tapi  terlihat seperti menyambut musim semi.
Saat itu Sun Kyeol memanggil kakeknya, Tuan Cha tersenyum bahagia melihat cucunya yang akhirnya datang dengan sikap yang berbeda. 

Keduanya akhirnya duduk dibangku taman, Tuan Cha pikir Pepatah bilang ketika mengikhlaskan akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dan menurutnya itu benar. Ia pikir dengan melihat kebelakang  bukanlah apa-apa dan Baru menyadari setelah melepas kekuasaan.
“Aku sudah mendengar... Kau merekrut ahli manajemen untuk AG dan menyumbangkan semua asetmu.” Ucap Sun Kyeol
“Aku tak berpikir kau akan pulang. Kupikir aku tak akan pernah melihatmu lagi. Terima kasih telah kembali.” kata Tuan Cha. Sun Kyeol memegang tangan kakeknya, Tuan Cha tersenyum bahagia. Keduanya berkaca-kaca.

Bersambung ke part 2

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09