Selasa, 09 Juni 2015

Sinopsis High Society Episode 5 Part 1

Diatap, Keduanya berdiri berjauhan. Yoon Ha mengakui Sekarang tidak ada yang ditutupi lagi Dan Karena cintanya dimulai dengan kebohongan, ia merasa tidak nyaman.
“Sekarang, apa yang akan kau lakukan?” tanya Joon Gi
“Aku ingin makan ramyun, yang kau masak dengan panci perak itu.” ucap Yoon Ha polos, Joon Gi tersenyum lalu meminta Yoon Ha mendekat dan memegang tangannya.
“Aku suka wanita yang setia. Wanita yang terus menghubungiku apapun yang terjadi.” kata Joon Gi sambil memegang tangan Yoon Ha
“Mulai sekarang, tak akan terjadi lagi.” janji Yoon Ha, kedua terlihat saling menatap. 

Keduanya turun bersama, Joon Gi meminta saat pulang nanti menunggunya di parkiran. Yon Ha sadar pertama kali datang kerumahnya, merasa harus membeli sesuatu. Joon Gi mengodanya kalau Yoon Ha ingin dengar kata-kata gombal seperti "Hanya kau yang kubutuhkan"Yoon Ha mengelengkan kepalanya, Joon Gi menyuruh Yoon Ha pergi lebih dulu.
Manager Sung datang kembali menyindir Joon Gi yang tidak kencan dengan perkerja paruh waktu, Joon Gi pun membalasnya sudah mendengar  manager Sung sekarang ada dipihak Eksekutif Direktur lalu melangkah pergi. Manager Sung mengumpat kesal karena bukan hanya Joon Gi yang punya tangga emas.

Chang Soo masuk ke supermarket, manager datang menyapanya tapi Chang Soo meminta tak perlu memperdulikannya dan memintanya kembali berkerja. Manager Sung datang memperkenalkan dirinya mengaku sebagai kolega dari Choi Joon Gi.
“Seperti anak kecil saja. Kita sudah pernah bertemu kan? Kau melakukannya dua kali karena takut aku lupa? Aku tidak akan lupa.” ucap Chang Soo kesal
“Maafkan saya.” ucap Manager Sung 

Chang Soo mendekati Ji Yi yang membereskan sayuran lalu menegurnya karena tak jualan. Ji Yi mengatakan jualan lalu menjelaskan daun chicory untuk lalap, jika makan akan terasanya menarik.
“Berikan untukku. Tapi bagaimana jika nanti tidak muncul rasa yang menarik?” ucap Chang Soo sombong
“Pasti muncul! Aku pernah memakannya.” kata Ji Yi yakin
“Cita rasamu berbeda denganku.” ucap Chang Soo meremehkan
“Kalau begitu kembalikan. Akan kuberi ganti rugi.” balas Ji Yi tak mau kalah.
“Mana bisa kubawa kemari jika sudah kumakan? Tidak bisakah ku berikan diriku saja?” ucap Chang Soo mengodanya.
Ji Yi terdiam, Chang Soo tertawa karena terlalu mengombal membuat Ji Yi tak bisa bicara. Ji Yi melihat Chang Soo itu awalnya tertarik tapi kemudian mengabaikannya, menurutnya sungguh khas sekali.
“Lalu kenapa... Kau merindukanku kan?” ucap Chang Soo, Ji Yi langsung mengakuinya,
“Kau suka hal seperti ini? Blak-blakan disaat yang seperti ini.” keluh Chang Soo, Ji Yi memberikan daun chicory yang sudah dibungkus.
Chang Soo meminta Ji Yi memberikan padanya nanti karena tak mungkin ia membawa kemana-mana. Ji Yi bertanya kemana harus membawanya. Dari kejauhan dua manager melihat kedekatan Ji Yi dengan sang direktur Chang Soo. 

Nyonya Min masih minum dikamarnya, Direktur Hong datang membawakan Gong Ji Dan. (Jamu korea) dan bunga dari Han Nam Dong. Nyonya Min melihat si wanita selingkuhan suaminya itu tak mengerti apa-apa. Direktur Hong pikir akan membuangnya saja.
“Mulai saat ini... Aku akan memperlakukan manusia selayaknya manusia.” tegas Nyonya Min. 

Nyonya Kim makan dengan lahapnya pancake dan makanan buatan ibu Joon Gi, tak tahu kenapa ingin makan banyak sekali. Ibu Joon Gi menawarkan membawakan nasi, Nyonya Kim menolak karena pancake dan kentang sama dengan karbohidrat lalu memuji Kimchi bawang perainya sangat enak.
“Jadi aku tidak perlu makan malam, setelah itu Aku akan pergi ke pusat kebugaran dan lihat-lihat pusat perbelanjaan lalu pulang.” ucap Nyonya Kim kembali makan dengan lahap.
Terdengar bunyi bel, Nyonya Kim yakin itu kiriman barang yang sudah dipesannya, Ibu Joon Gi menekan interkom bertanya siapa yang datang. Direktur Hong menyebut namanya Sung Bok Dong. Nyonya Kim melihat siapa yang datang lalu meminta ibu Joon G membuka pintu sementara dirinya akan berganti pakaian. 

Ibu Joon Gi mempersilahkan duduk tapi Nyonya Min berjalan ke meja makan, lalu menyuruh Direktur Hong membersihkannya. Direktur Hong lansung menjatuhkan semua piring dari meja. Ibu Joon Gi dan Nyonya Kim melotot kaget, Nyonya Song merasa ruang makan bukan tempat yang tepat untuk bicara, Nyonya Kim lalu meminta Ibu Joon Gi keluar selama 1 jam.
“Sepertinya dirimu tidak senang menerima hadiah dari orang lain. Sudah kuduga.. orang kaya memang berbeda. Aku mengirimkannya untuk membuatmu nyaman, apa hyungnim marah karena hal itu? Aku...ketika Kyung Joon mati....” ucap Nyonya Kim yang langsung mendapatkan tamparan dari Nyonya Min.
“Hyungnim, karena kondisimu sedang tidak baik, kali ini akan kubiarkan.” ucap Nyonya Kim kembali tersenyum mempersilahkan duduk.
Nyonya Min langsung menjambak rambut Nyonya Kim lalu mengoyangkan dan mendorongnya jatuh sampai kekursi, Nyonya Kim pun menjerit kesakitan. 

Nyonya Kim binggung kenapa istri dari Tuan Jang bisa melakukan itu padanya. Nyonya Min mencengkram dan  sangat marah karena nama Kyung Joon keluar dari mulut wanita selingkuhan. Nyonya Kim merasa tak bersalah karena bukan dia yang membunuh Kyung Joon.
“Kyung Joon belum mati.” tegas Nyonya Min dengan mata melotot
“Pergilah ke Psikiater! Tiba-tiba saja bersikap aneh seperti ini!” teriak Nyonya Kim
“Apa kubakar saja wajahmu ini dengan besi panas? Takut? Kau bilang sendiri Kau akan membakar wajahmu dengan besi panas. Saat aku memperlakukanmu seperti manusia, seharusnya kau bersikap seperti manusia. Dulu, banyak hal yang harus kulindungi, tapi sekarang tidak satupun. Aku masih punya tenaga untuk melalukan sesuatu pada orang sepertimu!” teriak Nyonya Min
Nyonya Kim tetap menatapnya, Nyonya Min kembali menamparnya karena merasa dipelototi sambil mengumpat “wanita rendah bermulut busuk” dan mengancam akan datang lagi dengan membawa besi yang sangat panas. Nyonya Kim hanya terdiam dengan rambut yang menutupi wajahnya.
“Aku akan datang setiap hari. Sebanyak waktu yang kau habiskan dengan suamiku dan akan menunggu putraku. Berdoa supaya Kyung joon pulang hidup-hidup.” tegas Nyonya Min lalu membanting barang yang dibawa Nyonya Kim kerumahnya, ia mengetahui sekarang banyak orang yang suka kekerasan menurutnya itu sangat menyenangkan.

Nyonya Kim hanya bisa menangis dengan keadaannya sekarang, Ibu Joon Gi yang menunggu di luar melihat Nyonya Min yang sudah pergi, lalu masuk ke dalam rumah dengan sedikit menjerit melihat barang yang berserakan, tapi memilih tak banyak bicara dan membereskanya.
“Istri Chaebol itu bukan apa-apa. Dia juga manusia sama sepertiku.Aku selalu menganggap dia hebat karena tetap tenang meski terus aku ganggu. Orang berpendidikan memang berbeda, Keluarga ternama itu berbeda.Selir dan istri itu berbeda. Aku pikir tidak semua orang bisa jadi istri Chaebol, tapi....” ucap Nyonya Kim berbicara sendiri sambi menangis
“Sama saja. Semua sama saja. Sekarang...Kita sudah sama-sama telanjang jadi ayo bertarung. Coba saja hidup dengan pakaian lalu tiba-tiba telanjang. Apa mereka pikir hidup itu gampang? Aku datang kemari dengan tubuhku dan tidak akan duduk saja dan menderita.” tegas Nyonya Kim menahan tangis 

Ji Yi datang ke kantor Chang Soo memberikan daun Chirory pesannya, Chang Soo melihat Ji Yi sangat menyukainya karena menurutnya ada petugas lain yang bisa memberikan padanya dan tak perlu Ji Yi yang datang lalu duduk disofa.
“Ini karena lampu jalan bodoh itu. Kau tahu betapa lampu itu menarik perhatian saat aku masuk dan keluar rumah? Sehebat apa dirimu sampai bisa menaruh lampu didepan rumahku?” ungkap Ji Yi
“Wow kau ini berlebihan. Jika kau menghubungi kantor daerah, mereka akan memangsanya untukmu. Kau bilang kita hidup dinegara yang hebat. Negara ini yang melakukannya untukmu. ” ucap Chang Soo, Ji Yi sedikit tak percaya 

“Hei..kau menikahi semua orang yang kencan denganmu?” tanya Chang Soo, Ji Yi mengelengkan kepala
“Lalu kenapa tidak kencan denganku?” kata Chang Soo kembali mengajaknya berkencan
“Pacaran lalu tidak ingin menikah dan dari awal memang tidak berniat menikah itu berbeda.” tegas Ji Yi
“Saat pacaran kau mungkin akan sadar bahwa kau tidak ingin menikah denganku.” ungkap Chang Soo
Ji Yi membenarkan, Chang Soo juga memikirkan hal itu menurutnya tak ada alasan mereka untuk tidak pacaran. Ji Yi juga berpikir tidak ada alasan bagi kita untuk tidak pacaran, tapi ia langsung memberikan chicory untuk dimakan. Chang Soo memberikannya, Ji Yi pun langsung pamit pergi.
Chang Soo menahan Ji Yi karena tak bisa pergi begitu saja, Ji Yi binggung apa yang harus dilakukanya,  Chang Soo mengatakan mereka sudah setuju untuk pacaran,lalu mengajaknya makan dengan gayanya karena menang di pagi dan malam. Ji Yi mengakui kalah dipagi dan malam hari 

Sekertaris Ye Won melaporkan telah memeriksa saham Taejin Group di bursa efek. Ye Won pikir tak ada sesuatu yang khusu, Sek-nya terlihat binggung, lalu memberitahu tentang Jang Yoon Ha. Ye Won binggung darimana adiknya memiliki uang untuk membeli saham.
“Menurut saya mendiang Kyung Joon membelikannya untuk nona Jang Yoon Ha.”ucap Sekertarisnya.
“Aku sudah menduga Kyung Joon. Punya hubungan yang dekat dengan Yoonha, tapi berkerja sama dibelakangku” ungkap Ye Won
“Selain Saham yang dibelikan Kyung Joon, Jang Yoon Ha juga punya saham yang dia beli sendiri, sebanyak 0.1 persen. Ada rumor bahwa Presdir sedang mentransfer sahamnya untuk nona Yoon ha Dan uga ada rumor bahwa dia akan dijadikan kepala bagian Departemen perencanaan.” kata Sekertarisnya
Ye Won makin kaget, tapi menurutnya hanya rumor tak ada tujuan menjadikannya kepala bagian. Sekertarisnya berpikir supaya Su Hyun di kabag perencanaan akan mengambil alih posisinya. Ye Won lalu menatap sekertarisnya bertanya apakah ia tahu kenapa sekertaris belumnya ia pecat. Sekertarisnya mengatakan tak tahu.
“Aku sedang mencari orang dipihakku dan  sudah mencari sangat lama. sebagai adik kelasku.” ucap Ye Won
“Saya akan senang menjadi orang dipihak anda.”kata sekertaris barunya.
“Pada generasinya Presdir, Ayahku punya anak buah. Anak buah itu melakukan hal yang tidak bisa dilakukan ayahku. Jika dia ingin seseorang mati mereka akan membunuh untuknya. Jika dia menginginkan wanita mereka akan membawakannya. Paling tidak itu yang harus kau lakukan, baru bisa disebut orangku.” tegas Ye Won memberitahu tugasnya. 

Yoon Ha agak malas setelah melihat kakaknya yang menelp, Ye Won bertanya sedang apa sang adik. Yoon Ha mengatakan tidak ada yang sedang dikerjakan. Ye Won mengajak Yoon Ha untuk bertemu, Yon Ha menolak dengan alasan ada janji
“Kau bilang tidak sedang melakukan apa-apa. Kapan?” ucap Ye Won mendesaknya.
“Nanti aku akan menemuimu.” balas Yoon Ha
“Kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tuduh Ye Won, Yoon Ha menyangkal
“Lalu kenapa menghindariku?” kata Ye Won
“Kenapa aku harus menghindarimu?” ucap Yoon Ha menantang. Ye Won pikir Yoon Ha akan pulang kerumah jadi akan menunggunya 

Nyonya Min memberikan sebuah berkas, Direktur Hong bertanya tentang jangka waktu kontraknya. Nyonya Min mengatakan sampai ia mati dan meminta untuk membuat satu tempat lagi dan buatnya jadi bersaing setelah itu baru mereka akan membuat pilihan.
“Saat sudah ada hasilnya, anda akan menerimanya?” tanya Direktur Hong ragu. Nyonya Min menjawab yah, terdengar masih ada keraguan.
Ye Won datang melihat direktur Hong yang membawa berkas lalu bertanya apa yang dilakukanya, Nyonya Min memberitahu sedang menyuruh orang untuk pemeriksaan kecelakaan Kyung Joon.

“Kenapa memangnya? Ibu tidak bisa menerimanya.” ucap Ye Won
“Semuanya tidak masuk akal. Tidak ada tubuh yang ditemukan.” tegas Nyonya Min
“Ibu, tempat itu memang sering terjadi kecelakaan. Semua kecelakaan disana selalu dianggap meninggal. Kapalnya saja rusak parah jadi bagaimana mungkin tubuhnya bisa selamat? Itu semua kesalahannya berlayar kesana.” kata Ye Won berusaha menyakina.
Nyonya Min menyuruh Ye Won pergi saja apabila hanya ingin bicara seperti itu, Ye Won tahu artinya Kyung Joon untuk ibunya karena ia juga memiliki anak dan mendukung semua pilihan ibunya karena akan membantu lalu meminta supaya ibunya mempercayakan semuanya padanya, lalu memegang tangan ibunya.

Di dalam mobil
Joon Gi bertanya apakah ada yang tahu Yoon Ha menjadi pekerja part time, Yoon Ha menceritakan hanya Oppanya yang tahu, Joon Gi bertanya alasan apa yang dikatakan pada keluarganya. Yoon Ha beralasan pergi Pijat, Pusat kebugaran, klinik kesehatan, kelas memasak dan Banyak sekali asalan.
“Sepertinya kau hanya sibuk bermain-main dengan berbagai cara.”komentar Joon Gi
“Aku parkir mobilku digedung parkir diseberang Mall lalu berjalan ke Mall.” cerita Yoon Ha
“Sangat.. Unik. Determinasimu pada kerja sambilan.” pikir Joon Gi
“Saat berkerja, aku membuka mataku untuk hidup. Aku tidak tahu kenapa uang bisa jadi masalah dalam kehidupan sebelumnya. Ada hal lain yang ingin kau tahu? Tanya saja, akan kuberitahu.” ucap Yoon Ha mencoba untuk selalu jujur, Joon Gi pikir lebih baik pelan-pelan saja. 

Kakak Chang Soo melirik mendapatkan laporan Tidak ada banyak pergerakan dari manajer Choi karena terlihat bersemangat karena peningkatan penjualan.Ternyata Manager Sung yang melaporkan semua gerak gerik Joon Gi padanya. Lalu ia diperintakan untuk Terus awasi dan laporkan semua yang berhubungan dengan Direktur Yoo.
“Apa perlu saya laporkan masalah pribadi juga?” ucap Manager Sung
“Masalah pribadi? Seperti apa?” tanya kakak Chang Soo yang sudah pindah duduk disofa
“Sepertinya Manajer Choi dan Direktur Yoo sedang mendekati pekerja sampingan. Apa perlu terus saya laporkan pada anda?” kata Manager Sung
“Ah, mereka itu. Mereka benar-benar membuktikan kejantanan mereka.Cukup aneh otakku mengarah ke hal buruk. Ini akan kuberitahu bagian HRD. Siapa pekerja sambilan yang ditemui Chang soo?”kata Kakak Chang Soo penasaran 

Ji Yi dan Chang Soo menuruni tangga dari sebuah mall yang besar dan mewah, terlihat Ji Yi yang tak bisa lalu merasa heran karena Chang Soo mengajaknya makan tapi malah pergi ke mall.
“Sebelum makan, kita harus mencocokkan style-ku dan style-mu” ucap Chang Soo dengan nada sombong
“Memangnya kenapa style-ku?” pikir Ji Yi merasa tak ada yang salah
“Tidak enak dilihat.” ungkap Chang Soo blak-blakan
“Tidak mau! Kenapa aku harus menerima baju darimu?” kata Ji Yi dengan wajah cemberut
“Lakukan saja apa yang ku katakan. Aku punya banyak uang dan kau tidak, kita apa? Kita ini pacaran.”kata Chang Soo bangga. 

Ji Yi mencoba pakaian dengan perut sedikit terlihat, Chang Soo langsung menyuruhnya ganti. Ji Yi berputar-putar dengan dress baru lalu mencoba bergaya dengan mengibaskan rambutnya, tapi Chang Soo tetap menyuruhnya untuk masuk dan berganti pakaian.
Dengan dress pink, Ji Yi bergaya layaknya model tapi tetap saja Chang Soo menyuruhnya ganti. Ji Yi keluar dengan dress kuning, tapi Chang Soo menyuruhnya ganti. Ji Yi merasa itu sederhana tapi cantik, Chang Soo lalu menyuruh mengambil baju lainnya. Ji Yi  mentang-mentang punya uang berapa banyak yang akan dibeli, lalu akhirnya kembali meminta dress lainya. Chang Soo juga memilihkan sepatu yang cocok,  
“Kelihatannya kau sudah sering membelikan hal seperti ini pada wanita.” pikir Ji Yi
“Tidak banyak kejadian dimana aku ikut datang dan memilihkannya.” ungkap Chang Soo melihat Ji Yi dari kaca, Ji Yi tersenyum menganggap semua yang dibelikan Chang Soo special.
Setelah itu keduanya pergi kerestoran jepang, dengan chef yang bicara bahasa jepang lalu memuji Ji Yi yang terlihat cantik dibanding wanita yang dibawa Chang Soo sebelmunya.  Chang Soo hanya tersenyum, Ji Yi berbisik menduga pasti chef itu memujinya cantik. 
Chang Soo mengejek Ji Yi yang tak mengerti ucapanya, Ji Yi mengerti chef itu mengatakan dirinya cantik dibanding wanita yang dibawa sebelumnya, Chang Soo tak percaya Ji Yi bisa mengerti lalu tersenyum melihat Ji Yi yang sangat bahagia makan masakan jepang. 

Joon Gi membawa Yoon Ha ke dalam rumahnya, Yoon Ha melihat rumah Joon Gi yang bersih tak seperti rumah pria yang tinggal sendiri. Joon Gi menawarkan mengambilkan pakaian, Yoon Ha pikir Joon Gi punya baju wanita, Joon Gi mengeleng karena akan mengambil bajunya.Yoon Ha tiba-tiba menguap, Joon Gi melihat Yoon Ha sangat mengantuk  
“Akhir-akhir ini aku tak bisa tidur. Bahkan obat tidur tidak mempan. Setelah kukatakan semua padamu, sepertinya keteganganku hilang.” ucap Yoon Ha
“Tidak bisa begini, kemari. Istirahatlah disini, akan kusiapkan makan malam.” kata Joon Gi membawa Yoon Ha ke tempat tidurnya
Yoon Ha menolak, Joon Gi menyuruh Yoon Ha menutup matanya sebentar, Yoon Ha menolak karena merasa benar-benar tak mengantuk. Joon Gi menariknya untuk berbaring dan menganggap Yoon Ha tak mengantuk, tapi hanya dalam hitungan detik, Yoon Ha sudah tertidur pulas. Joon Gi menatap wanita yang dicintainya itu tertidur pulang tapi terlihat ada sesuatu yang disembunyikan. 

Ye Won masuk ke dalam ruangan Kyung Joon melihat ada Direktur Hong  lalu bertanya mau diapakan ruangan ini. Direktur Hong menjelaskan akan membiarkan begitu saja. Ye Won berencana untuk tinggal disana. Direktur Hong terlihat binggung
“Pernikahan itu hanya status, Sebenarnya aku kesepian dan merasa sulit. Dengan ayah dan ibu, aku ingin bahagia bersama mereka.” cerita Ye Won
Jika kau juga akan bercerai saat seperti ini, Bagaimana perasaan ibu mu?” kata Direktur Hong khawatir
“Lebih baik untuk melakukan yang sulit lebih dulu. Bukankah seharusnya ini lebih baik sekarang? Apa aku harus merubah jadwal hidupku karena Kyung joon bahkan tidak disini?Ahjusshi, kau bisa tinggal disamping ibu dan menjaganya dan biarkan ibu menerima kenyataan.” kata Ye Won berjalan ke arah rak buku
Ia juga meminta supaya Direktur Hong memberitahu perusahan mana yang diminta untuk memeriksa kecelakaan karena ia juga akan memeriksanya, menurutnya dia adalah putri pertama, sudah tugasnya membuat orang tuanya nyaman. Direktur Hong terlihat sedikit ada keraguan. 

Chang Soo mengendarai mobil sportnya sampai ke depan rumah, Ji Yi mengungkapkan sangat menikmati semuanya dan karena belum jam 12, tapi akan kembali ke dunia nyata, lalu ingin turun dari mobil. Chang Soo menyuruh Ji Yi membawa semua belanjaan. Ji Yi menolak karena Chang Soo bisa mengembalikanya ke toko dengan begitu akan mendapatkan uangnya kembali.
“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.” ucap Chang Soo
“Aku mencoba jadi Cinderalla dan penasaran seperti apa rasanya.” akui Ji Yi
“Kau menyuruhku mengembalikannya karena rasa penasaranmu sudah terobati?”kata Chang Soo kesal
“Tidak sampai begitu. Aku terus memperhitungkan semuanya dikepalaku. Wah, mahal sekali. Ini Jumlahnya sebanyak 6 bulan gajiku. Wah, 200.000 won untuk sekali makan! Rasanya enak sekali. Aku ingin kesini lagi. Jika aku minta belikan ini lagi, dia akan menertawaiku, kan? Apa semua hal itu harus aku pikirkan didepan kekasihku? Aku benci diriku karena bertingkah seperti ini. Kita putus saja.” ucap Ji Yi
“Ini bahkan belum 12 jam setelah kita mulai pacaran.” keluh Chang Soo
“Britney Spears bercerai 3 hari setelah menikah. Ini tidak ada apa-apanya dibandingkan hal itu. Baju yang aku pakai ini, aku akan mengantarkannya ke kantormu.”kata Ji Yi lalu turun dari mobil.

Chang Soo turun dari mobil menarik Ji Yi tak percaya sudah dimanfaatkan untuk permainan Cinderella, lalu menegaskan dirinya itu paling tidak suka dimanfaatkan seperti ini. Ji Yi malah bertanya apakah Chang Soo merasa dimanfaatkan, lalu akan menghubungi kantor daerah dan menyuruh mereka melepas lampu itu.
“Kenapa membahas lampu saat ini? Kau memang perlu belajar korea lagi! Semua ini tidak logis. Tidak logis sama sekali.” ucap Chang Soo kesal
Ji Yi meminta Chang Soo untuk menunduka kepalaya, Chang Soo yang kesal enggan mengikutinya, Ji Yi sedikit berjinjit lalu menciumnya, Chang Soo kaget karena yang tadinya kesal malah mendapatkan ciuman lalu bertanya apa yang dilakukan Ji Yi
“Aku mulai menyukaimu....Aku tidak ingin menyukaimu, Tapi kau lucu.” ucap Ji Yi, Chang Soo tak bisa menutupi rasa bangganya.
“Bertemu denganmu seperti mimpi. Lampu jalan itu.. karena kau punya uang, kau bisa lakukan apa saja, Aku pikir itu diletakkan disana untukku. Didunia ini tidak ada yang gratis. Tapi cinta itu gratis. Semakin aku menyukaimu. Semakin aku membenci diriku sendiri.” akui Ji Yi lalu berjalan masuk dan Chang Soo langsung narik tangannya.
“Tidak bisa seperti ini. Kau punya kemampuan untuk membuat seorang pria bertanggung jawab.” kata Chang Soo lalu membalas Ciuman Ji Yi, keduanya berciuman dibawa terangnya lampu yang sudah dipasang Chang Soo.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar