Selasa, 09 Juni 2015

Sinopsis High Society Episode 4 Part 1

Joon Gi sedang mengayu sepeda sendirian, tiba-tiba Chang Soo ada disampingnya mengaku kalau sudah bangun lebih awal. Joon Gi mengejek temannya  terlalu bersemangat karena perombakan. Chang Soo tersenyum karen dia itu bukan orang yang gila kerja lalu mengajak Joon Gi untuk mengalahkannya.
Chang Soo baru saja selesai mandi, Joon Gi memberikan sarapan sepiring spaghetti sambil menyindir kalau rumah temannya itu lebih bagus kenapa harus makan dirumahnya. Chang Soo menceritakan awalnya ingin olahraga tapi ingat dengan Joon Gi jadi mengubah pikirannya.
“Apa aku harus menjelaskan hal seperti ini padamu?” keluh Chang Soo
“Bukan begitu. Apa ada yang terjadi?” tanya Joon Gi seperti sudah mengenal sifat temannya.
“Tentang Lee Ji Yi, Tak bisakah kau promosikan dia? Pegawai sementara juga tak apa. Lebih baik jika kau mengangkatnya jadi pegawai tetap.” saran Chang Soo
“Sudah kubilang hentikan.” perintah Joon Gi

“Cosmopolitan, Ini adalah evolusi, Bahaya sekali seorang wanita tinggal diatap sendirian.” ungkap Chang Soo terlihat khawatir
“Entah evolusi atau apapun itu, donasi saja. Daripada menghancurkan hidupmu.” kata Joon Gi sambil mengunyah spaghettinya.
Chang Soo merasa dirinya itu lebih berhak untuk menerima dan memecat karyawan daripada temanya itu. Joon Gi memberitahu kalau  Pekerja paruh waktu dan sementara itu dari pihak ketiga sambil mengeleng-gelengkan kepalanya, karena temanya itu sok tahu. Chang Soo terlihat kesal melihat sikap temanya.
“Meskipun kita dekat, sebaiknya kita saling menghormati.” tegas Chang Soo lalu pergi, Joon Gi hanya bisa terdiam. 

Manager Sung memanggil Joon Gi yang baru sampai ke supermarket membahas pekerja paruh waktu yang membuat masalah, dan membuat Joon Gi harus turun tangan padahal bisa saja serah ke supervisor. Joon Gi merasa itu membuatnya tak ada masalah.
“Biarkan aku bertemu Direktur juga. Jangan jadi satu-satu orang yang sukses. Lagipula kau hanya bisa bekerja jika ada yang medukung dari belakang. Tidak ada yang lebih nyaman selain kolegamu.” sindir Manager Sung berharap
“Kolega juga bisa menjadi ancaman terbesar. Manajer Sung, fokus saja pada tugas kita. Jangan berpikir yang tidak-tidak.” perintah Joon Gi lalu berjalan pergi

“Kau tahu apa yang orang bicarakan dibelakangmu?” teriak Manager Sung,
“Apapun yang kulakukan, akan selalu ada orang yang membicarakanku. Orang- orang itu akan terus membicarakan orang lain sampai mereka mati.” tegas Joon Gi kembali berjalan mendekat
“Kau pikir kau akan sukses selamanya? Pemburu akan diburu setelah mereka selesai berburu.” balas Manager Sung
“Meskipun akhirnya dimakan, tapi dia menikmati saat dia diburu. Paling tidak dia masih merasakan kesenangan. Ayo kita kerja keras.” tegas Joon Gi dengan wajah serius lalu pergi, manager Sung hanya bisa mengumpat kesal. 


Yoon Ha menemui kepala pelayan meminta membuatkan dua bekal dengan makanan yang mahal dan enak, tapi kelihatan sederhana. Kepala pelayan itu permintaan yang sulit tapi mengerti yang diinginkan anak majikannya. Yoon Ha berterimakasih
Kyung Joon datang ke meja makan mengingatkan akan berliburan mulai besok. Yoon Ha tahu makanya hari ini akan meminta izin libur. Ibunya datang, Yoon Ha masih bersikap hormat tapi memilih untuk meninggalkannya. Nyonya Min mengeluh Kyung Joon yang mengajak adiknya. Kyung Joon tak ingin membahasnya, bertanya menu sarapan mereka. 

Yoon Ha datang keruangan dan langsung menaruh tas diatas meja Joon Gi, Si manager yang melihat Yoon Ha menyindir seorang pegawai magang menjalani kehidupan pribadiny dengan baik dengan memilih koneksi yang tepat. Yoon Ha hanya tersenyum lalu mengucapkan terimkasih dan pergi.
“Apa itu tadi? Dia menganggapnya pujian? Aku yakin tadi itu penghinaan.” ucap Manager Binggung 

Ji Yi tersenyum melihat tas yang berisi makanan didalam lokernya, melihat Yoon Ha yang baru datang bertanya dari mana temanya. Yoon Ha memberitahu dari ruangan Joon Gi untuk memberikan makan siang yang sama persis dengan yang diberikan pada Ji Yi, setelah itu ia duduk dengan menghela nafas.
“Ahhhh, kenapa muak sekali rasanya? Aku selalu menganggap menyiapkan bekal untuk orang lain itu norak. Tapi tetap saja aku lakukan.” keluh Yoon Ha
“Ini membuatku bad mood.  Kenapa bekalku sama dengannya? Harusnya bekalku jauh lebih baik.” balas Ji Yi sirik
“Aku ingin menyatakan padanya, Aku ijin 2 minggu mulai besok. Jika tidak hari ini, aku akan menderita 2 minggu penuh.” cerita Yoon Ha, Ji Yi kaget langsung duduk disamping temanya. 

“Hebat sekali. Kau pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya?” tanya Ji Yi khawatir
“Aku itu hebat dalam memilih dan fokus dan Aku punya konsentrasi yang tinggi dalam memilih sesuatu.” ucap Yoon Ha yakin
“Fokus dalam memilih itu bagus. Tapi bagaimana jika ditolak? Kenapa tidak menunggu sampai kau lebih mengenalnya?” kata Ji Yi memperingatkan
“Aku baik-baik saja jika ditolak, lagi pula Aku sudah sering ditolak, jadi sudah kebal.” balas Yoon Ha
Ji Yi juga pernah ditolak dan tahu rasanya tetap saki saat cintanya ditolak.  Yoon Ha akhirnya mengakui tadi berpura-pura baik lalu bertanya bagaimana rasanya ditolak. Ji Yi hanya bisa tersenyum dan Yoon Ha menghela nafasnya. 

Joon Gi yang baru masuk menyuruh manager untuk menyiapkan perombakan dan mentindak lanjuti dengan Chef Raymon, lalu melihat diatas mejanya ada sebuah tas ada surat diatasnya.
“Anda melakukan baik pada semua orang, tapi bagiku itu itu istimewa. Terima kasih.”tulis Yoon Ha
Terlihat Joon Gi masih berwajah dingin setelah membacanya, Si manager yang melihat ekspresi Joon Gi langsung ditegur, si manager mulai sibuk dengan pekerjaannya. 

Raymon Kim membuat acara demo masak bubur Kimchi untuk diberikan pada suami, ibu-ibu yang sedan berbelanja berkerumun untuk melihat dan mencoba hasil makananya. Joon Gi melihat acara dan melihat keadaan supermarket.
Yoon Ha melihat Joon Gi menghampirinya berusaha ramah menyapanya, tapi Joon Gi malah bersikap dingin dan mendatangi Ji Yi yang sedang menyusuh buah. Ji Yi terlihat binggung, Yoon Ha hanya sedih karena Joon Gi memberikan perhatian pada Ji Yi bukan padanya setelah memberikan makan siang. 

Joon Gi mengajak Ji Yi berbicara diluar bertanya tentang rencananya ke depan. Ji Yi berpikir sejenak lalu mengutarakan pertama-tama ingin jadi pegawai kontrak, karena yang ia dengan bisa jadi pegawai kontrak setelah 6 bulan.
“Kau mau aku mempercepatnya untukmu?” tanya Joon Gi, Ji Yi menanyakan alasanya
“Ada yang memintanya Tapi aku ingin dengan pendapatmu dulu.” jelas Joon Gi
“Aku bisa menjadi pegawai sementara dengan kemampuanku sendiri.” tegas Ji Yi
“Lakukan dengan sungguh-sungguh. Itu pola pikir yang bagus.” kata Joon Gi tersenyum
“Iya, terima kasih sudah mengkhawatirkan saya.” balas Ji Yi lalu Joon Gi meninggalkanya lebih dulu, Ji Yi menghela nafas sambil mengigit bibirnya. 

Ji Yi terlihat menahan kesal menemui Yoon Ha yang sedang membereskan bagian makanan beku, lalu bertanya apakah temannya itu tahu nomor telp si Direktur Anjing itu. Yoon Ha mengatakan tahu nomor telp Chang Soo. Ji Yi meminta Yoon Ha memberikan padanya.
“Apa yang dia pikirkan tentangku?” teriak Ji Yi kesal, Yoon Ha hanya melonggo melihat temannya yang datang marah-marah. 

Chang Soo datang ke atap menanyakan alasan Ji Yi memanggilnya untuk datang ke tempat itu. Ji Yi menanyakan si direktur ingin membesarkannya sampai seperti apa. Chang Soo pikir kenapa harus dirinya yang membesarkan Ji Yi
“Aku tanya posisi apa yang ingin kau berikan padaku?” jelas Ji Yi
“Kau tahu, aku ini orangnya malah tidak ingin melakukannya lagi,jika ada yang menyuruhku melakukannya.” kata Chang Soo berbohong
“Mumpung begini, pinjamkan aku uang. Karena kau tidak suka disuruh, pinjamkan aku uang.” tegas Ji Yi
“Kau harus belajar bahasa korea lagi. Apa hubungannya semua ini?” tanya Chang Soo bingung
Ji Yi pikir sekarang bisa membuat Chang Soo membencinya karena ia akan melakukan agar si Direktur tidak menyukainya lagi, dan tidak pernah berpikir ada makan siang yang gratis. Chang Soo tahu sambil menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas

“Lalu kenapa kau lakukan ini padaku? Saat Manager Choi menawari posisi pegawai sementara didepanku, aku ingin menerimanya. Aku tahu tidak ada yang gratis didunia ini, tapi aku ingin menerimanya.” cerita Ji Yi
“Kau boleh menerima hal seperti itu.” tegas Chang Soo santai
“Kau akan bertanggung jawab selamanya?” tanya Ji Yi serius
“Hentikan, ini menakutkan. Ternyata Kau punya kemampuan jadi menakutkan tanpa minum alkohol, ya?” komentar Chang Soo mengejek
“Aku, benar-benar tidak mau pacaran jika nantinya pasti akan putus.” tegas Ji Yi
Chang Soo merasa tak meminta Ji Yi berpacaran dengannya, Ji Yi yakin nanti Chang Soo aka melakukanya. Chang Soo menegaskan dirinya tak akan melakukan itu. Ji Yi kali ini kaget menanyaan alasan Chang Soo tak akan melakukannya.
“Karena aku tidak suka menghubungkan pacaran dengan pernikahan. Aku ingin membantumu supaya kau hidup dengan cerah. Aku bisa lakukan hal itu pada semua orang.” ucap Chang Soo terlihat gugup.
“Bantuan yang bisa kau berikan pada semua orang, lakukan itu saat kau sudah tua, tidak menarik, dan sakit-sakitan.” pinta Ji Yi
Chang Soo menanyakan alasannya, Ji Yi mengakui kalau sekarang membuat dirinya merasa gugup, keduanya saling menatap terlihat Chang Soo merasakah ketegangan. Ji Yi mengucapkan terimakasih karena sudah mengkhawatirkannya lalu pamit pergi, Chang Soo tak percaya melihat Ji Yi yang sedang main-main dengan perasaannya
Joon Gi kembali berbicara di telp dengan bahasa inggris yang fasih tentang kerja sama dalam promosi bulan depan dan akan mengirimkan email yang lebih detail, ponselnya bergertar, ia melihat ada pesan yang dikirim Yoon Ha.
“Aku malu mengatakannya tapi apa kau menikmati makanannya?” tulis Yoon Ha, terlihat Yoon Ha yang gelisah mondar mandir didepan pintu sesekali meihat ponselnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi
“Maaf lama membalasnya. Bekalnya enak.” balas Joon Gi, Yoon Ha tersenyum membalas kembali pesan Joon Gi
“Pulang kerja nanti, aku minta sedikit waktu. Sebentar saja.” tulis Yoon Ha, terlihat Joon Gi gelisah membaca balasan dari Yoon Ha
“Beritahu tempat dan waktunya.”ketik Joon Gi setelah sejenak berpikir lalu terhenti karena harus menerima telp kembali

Nyonya Min berserta suami, Ye Won dan So Hyun memberikan sambutan didepan para wartawan ketika membuka acara bazzar yang dilakukan oleh Woonjung Foundation. Sementara dirumah Nyonya Kim menonton berita yang memperlihatkan keduanya terlihat sangat dekat layaknya pasangan suami istri yang bahagia.
“Bazar yang diadakan Woonjung Foundation dikepalai oleh istri dari Taejin Group.berjalan lancar tanpa terpengaruh oleh skandal yang dialami Taejin Group. Karena skandal tersebut, kemungkinan wakil presdir Jang Kyung Joon mengambil alih semakin dipastikan.”

Nyonya Kim mematikan TV lalu memanggil ibu Joon Gi dan meminta untuk dipanggil “nona”. Ibu Joon Gi binggung, Nyonya Kim menegaskan kembali kalau meminta pembantunya itu memanggilnya “nona”
“Kenapa harus panggil nona?” tanya Nyonya Lee binggung
“Aku ingin mencoba rasanya jadi orang kaya. Karena sekarang ini orang kaya punya kekuatan, Jadi Panggil aku nona.” pinta Nyonya Kim
“Akan kulakukan pelan-pelan.”ucap Nyonya Lee
“Ayo ikut aku. Akan kutunjukkan seperti apa aku ini. Dengan begitu akan lebih mudah memanggilku nona.” kata Nyonya Kim lalu pergi kekamarnya. 

Nyonya Kim datang ke sebuah toko tas-tas mahal, seluruh pegawai langsung menyambutnya bahkan mengira Nyonya Lee itu kakaknya. Nyonya Kim memberitahu kalau dia adalah bibinya lalu menyuruhnya memilih tas yang disukainya dan akan membelinya. Nyonya Lee menolak tapi si majikan menyuruh pegawai untuk mengantarkan bibinya.
Salah seorang pegawai melihat tas yang dipakain Nyonya Lee yang menurutnya itu bentuk tak yang disukainya, Nyonya Lee menceritakan bukan yang disuka tapi memilihnya karena murah dan praktis. Si Pegawai mengartinya Nyonya Lee suka dengan sesuatu yang praktis lalu memilihkan satu tas yang tergantung.
“Berapa harganya?” tanya Nyonya Lee  
“Silahkan ambil saja. Tidak apa-apa untuk menunjukkan pada orang lain kalau anda punya uang.” bisik pegawai
“Meski begitu, berapa harganya?” ucap Nyonya Lee

“harganya $1,700.” jawab si pegawai, Nyonya Lee melotot kaget, sipegawai ingin memberikan diskon tapi Nyonya Lee langsung mengelengkan kepalanya.

Nyonya Kim duduk dikursi santai dengan disediakan teh, dengan sombong meminta pegawai memperlihatkan tas koleksi terbatas karena hanya ingin membeli tas  semacam itu. Beberapa pegawai mempersiapkan koleksi tas yang akan ditunjukannya.
Nyonya Lee datang memberitahu waktu kerjanya sudah habis, Nyonya Kim menyuruh Nyonya Lee mengambil salah satu tas untuk mengganti waktu jam kerjanya. Nyonya Lee menolak mengambil tasnya.
“Kenapa? Seharusnya ahjumma terima saja apa yang aku belikan.” perintah Nyonya Kim kesal
“Aku suka tasku. Ini ringan. Aku permisi dulu.” kata Nyonya Lee
“Aigoo, benar-benar. Mana bisa aku bersikap baik kalau ahjumma seperti ini? Apa tidak lupa sesuatu?” tegur Nyonya Kim
“Aku tidak bisa mangatakannya bila melihatmu.” ucap Nyonya Lee jujur
Nyonya Kim mengeluh pembantunya itu punya akal sehat. Akhirnya tanpa melihat ke arah majikannya, Nyonya Lee memangilnya nona, tapi yang datang malah si pelayan toko yang masih mudah. Nyonya Kim terlihat malu, Nyonya Lee hanya bisa tersenyum. 

Di pinggir Sungai Han
Yoon Ha melihat Joon Gi sudah menunggunya, lalu menghampirinya, terlihat wajahnya gugup berada didekat Joon Gi dan hanya bisa diam. Joon Gi bertanya kenapa Yoon Ha malah diam saja. Yoon Han mengakui sedang berpikir cara untuk mengatakannya. Joon Gi terlihat menjadi lebih serius.
“Oh...Hubunganku dengan orang tuaku tidak begitu baik. Aku dekat dengan Oppa, tapi tidak dengan unni,” cerita Yoon Ha
“Kau mau konsultasi masalah keluarga?” pikir Joon Gi
“Aku tidak punya apa-apa, dan tidak ada yang bisa kubanggakan. Maukah kau berkencan denganku?” tanya Yoon Ha menatap Joon Gi
Joon Gi sedikit memperlihatkan tawanya, Yoon Ha binggung melihat Joon Gi tertawa, berpikir kalau managernya itu sudah menolaknya. Joon Gi membenarkan dengan menatap Yoon Ha serius. Yoon Ha pun dengan menahan sedih mengucapkan terimakasih karena sudah meluangkan waktu dan pamit pergi.
“Ah, saat dikantor, tidak perlu canggung. Aku akan diam saja.” ucap Yoon Ha lalu buru-buru pergi dengan menahan malu.
“Jang Yoon Ha.....” panggil Joon Gi berjalan mendekat, Yoon Ha berhenti berjalan tapi tak membalikan badanya. Joon Gi kembali memanggilnya dan akhirnya Yoon Ha membalikan badannya dengan wajah tertunduk.
“Mengawali sebuah hubungan akan lebih mudah jika yang bersangkutan mengawalinya dengan berbincang.” ucap Joon Gi, Yoon Ha memberanikan diri menatap Joon Gi yang ada didepannya.
“Seharusnya pria yang mengajak wanita berkencan. Keluarga adalah hal terpenting dalam hidupku. Kami sangat dekat. Aku punya apartemen, gaji tahunan $52,000, dan mobil. Maukah kau berkencan denganku?” tanya Joon Gi to the point
Yoon Ha tanpa banyak berpikir langsung menjawab “ya” dengan senyuman dibibirnya. Joon Gi pun menegaskan mulai sekarang mereka resmi berkencan, lalu meraih tangan pacarnya mengatakan tak bisa mengantar pulang karena ada janji. Keduanya berjalan bersama, Joon Gi mengenggam erat tangan Yoon Ha, terlihat Yoon Ha menatap Joon Gi yang berjalan disampingnya tak bisa menahan rasa bahagianya. 

Ji Yi pulang kerumah sambil menyanyi lagu EXID "Up and Down", lalu melihat ada sesuatu yang aneh dengan lampu jalan yang menyala. Tiba-tiba Chang Soo kembali datang menegurnya pulang malam sekali. Ji Yi menduga-duga kalau itu perbuatan Chang Soo. Dengan bangga, Chang Soo mengatakan memang benar, ia yang melakukannya.
“Jangan berpikir yang aneh-aneh. Ini hanya karena aku anggota dari perusahaan terkemuka.”kata Chang Soo
Ji Yi berlari mengambil batu bata dan siap melemparnya, Chang Soo ketakutan berjalan mundur, Ji Yi berteriak menyuruh Chang Soo berhenti, Chang Soo bingung kenapa Ji Yi terlihat menakutkan.
“Jika seperti ini terus,Aku jadi ingin pacaran dengan orang yang kurang bertanggung jawab.” akui Ji Yi, Chang Soo tersenyum lalu pamit pulang, Ji Yi membuang batu batanya begitu saja, lalu menatap Chang Soo dengan kesal. 

Ji Yi melihat Yoon Ha sudah ada dirumahnya dengan membawa makana kesukaanya dan bir, melihat itu semua menduga kalau temannya itu sukses. Yoon Ha berteriak sukses sudah menyatakan cinta pada Joon Gi dan diterima. Ji Yi langsung mengucapkan selamat.
“Bagaimana? Dia langsung bilang iya?” tanya Ji Yi penasaran
“Tidak, aku ditolak lalu dia menyatakan. Dia bilang harus pria yang menyatakan.” cerita Yoon Ha
“Dia ingin kelihatan keren.” dengus Ji Yi
Yoon Ha heran sebelumnya temanya itu selalu memuji Joon Gi, Ji Yi mengodanya lalu berkomentar Yoon Ha sangat beruntung tapi binggung kenapa Joon Gi tak mengantarnya pulang. Yoon Ha menceritakan kalau Joon Gi ada janji. Ji Yi pikir ada yang salah, seharusnya Joon Gi mengantarnya walaupun ada janji.  
“Tidak. Aku bukan anak kecil, aku bisa pulang sendiri. Jika dia sibuk, aku tidak boleh mengganggunya.”komentar Yoon Ha tak bisa menutupi rasa bahagianya.
“Kau sudah mulai membelanya?” ejek Ji Yi

Yoon Ha mengajak Ji Yi makan saja, lalu ada pesan masuk ke dalam ponselnya “Sudah sampai rumah?” tulis Joon Gi. Yoon Ha membalas dengan wajah tersipu malu “Belum, aku pergi kerumahnya Ji Yi.” Ji Yi melihat temannya tersenyum-senyum sendiri, “Segera pulang. Aku akan terus mengirim pesan.” balas Joon Gi cepat. Yoon Ha membalas “Iya ^_^”
“Hentikan. Apa kau mau menunjukkan kalau ini pertama kalinya kau pacaran? Kau senang sekali tiap dapat pesan.” gerutu Ji Yi kesal
“Apa jangan-jangan... Kau masih suka Manager Choi?” tanya Yoon Ha terlihat sedih.
“Sudahlah. Choi Joon Gi bahkan tidak peduli padaku. Tapi kau tidak boleh pacaran dengan pria jahat. Itu aturan dasar pacaran.” pesan Ji Yi
“Bukannya pacaran itu untuk cari tahu dia baik atau jahat? Bisa saja dia baik.” pikir Yoon Ha
“Mana mungkin pria jahat jadi baik? Pria baik bisa jadi pria jahat tapi pria jahat tidak bisa jadi pria baik.” ungkap Ji Yi terlihat bimbang lalu memilih untuk meminum bir, Yoon Ha tertawa melihat sikap temanya yang aneh.

Di dalam pesawat, Yoon Ha masih tersenyum dengan menikmati orange jus. Kyung Joon datang menemui adiknya yang terlihat senyum sendiri, terlihat adiknya itu sangat meyukai pria itu.
“Sekarang aku tahu rasanya gadis yang jatuh cinta.” ungkap Yoon Ha tersenyum bahagia
“Kau Tidak usah ikut. Aku akan menurunkanmu di bandara Kim Po.” ucap Kyung Joon tiba-tiba
“Tapi Kenapa...?” tanya Yoon Ha binggung
“Karena kau akan bebas selama 2 minggu dan Kau bisa pergi berlibur atau apapun dengan pacar barumu. Bersenang-senanglah. Ini hadiahku untukmu.” jelas Kyung Joon, Yoon Ha langsung menolaknya.
“Jika aku ayah, aku akan memilihmu sebagai penerus.” kata Kyung Joon lalu meninggalkan adiknya.
“Apa yang oppa bicarakan. Oppa.....” kata Yoon Ha binggung sambil memanggil kakaknya, tapi ia tersenyum 

Joon Gi dan Yoon Ha bertemu ditaman, melihat Yoon Ha yang membawa koper besar mengingat Yoon Ha meminta izin karena ingin melakukan sesuatu. Yoon Ha mengakui sudah membatalkannya. Joon Gi menduga, Yoon Ha akan berlibur. Yoon Ha membenarkan sambil memanggilnya “Oppa” dengan wajah tertunduk.
“Kenapa kau tidak menatapku?” tanya Joon Gi melihat Yoon Ha sedari tadi menunduk
“Aku merasa aneh. Ini serasa mimpi.” ucap Yoon Ha gugup.
Joon Gi menarik tangan Yoon Ha agar lebih dekat, keduanya saling menatap. Yoon Ha panik karena banyak dilihat orang dan kembali tertunduk. Joon Gi menegaskan kalau ini bukan mimpi. Yoon Ha menatap Joon Gi lalu tersenyum bahagia. Joon Gi bertanya apakah Yoon Ha lapar, Yoon Ha mengeleng lalu mengikuti Joon Gi yang berjalan lebih dulu. 

Yoon Ha menuangkan air kimchi pada sup dagingnya, lalu mulai makan tapi melihat Joon Gi yang tak makan malam menatapnya. Joon Gi meminta Yoon Ha mendekat, Yoon Ha menolak dengan mengatakan ia sudah tahu bukan mimpi.
“Kau pikir apa yang akan kulakukan?” ucap Joon Gi lalu mengambil nasi yang ada di pipi Yoon Ha
Yoon Ha terlihat malu mencoba makan dengan perlahan, Joon Gi menyuruh Yoon Ha makan seperti diawal, Yoon Ha menurut dengan makan tanpa jaim. Joon Gi pikir Yoon Ha akan pulang kerumah. Yoon Ha mengelengkan kepalanya karena akan tinggal dirumah Ji Yi. 

Keduanya berjalan bersama, Yoon Ha memberitahu mereka karena sudah sampai, Joon Gi ingin membawakan kopernya sampai keatas. Yoon Ha menolak karena merasa kuat dan bisa membawanya sendiri. Joon Gi menyuruh Yoon Ha untuk Bersikap sedikit tak berdaya.
“Kau suka seperti itu?” tanya Yoon Ha
“Tidak. aku tidak suka.Tidak menyenangkan jika sikapmu kelihatan palsu.” ucap Joon Gi
Yoon Ha tersenyum, dengan sedikit gugup memberanikan diri memegan tangan Joon Gi yang berjalan disampingnya, Joon Gi merasakan tangannya disentuh, ia pun memegang tangan Yoon Ha dan berjalan dengan penuh senyuman. 

Direktur Hong terlihat panik setelah menerima telp lalu memberikan pada Nyonya Min yang juga terlihat kaget dan binggung, di TV sudah menayangkan berita kecelakaan Kyung Joon.
“Wakil Presdir Taejin group, Jang Kyung Joon sedang berada di teluk California Mexico... Kapalnya mengalami kerusakan saat menabrak karang,Dilaporkan bahwa tubuh korban belum ditemukan.”
Nyonya Min tak percaya meminta Direktur Hong menghubungi Kyung Joon, tapi akhirnya ia sendiri yang menghubunginya untuk memastikannya. Ponselnya tak aktif, lalu Nyonya Min meminta supaya menghubungi suaminya.
“Tidak mungkin Kyung Joon... Itu tidak masuk akal. Dia baik-baik saja saat berangkat. Kyung Joon bukan orang biasa. Dia itu pewaris Tae Jin Group. Wakil Presdir Jang Gyung Joon. Mana mungkin dia mati?” teriak Nyonya Min berbicara sendiri
“Tidak, tidak mungkin ada yang terjadi pada Gyung joon. Pasti ada kesalahan. Benar, Yoon Ha. Yoon Ha pergi dengannya.” kata Nyonya Min sedikit histeris lalu menyuruh Direktur Hong menghubungi Yoon Ha. 

Yoon Ha sudah berganti pakaian duduk di depan rumah Ji Yi sambil mengirimkan pesan “Dimana kira ketemuan hari ini?” Joon Gi membalas “Apa ada yang ingin kau lakukan?”Yoon ha membalasnya dengan gambar wanita yang terlihat binggung. Joon Gi tersenyum melihatnya lalu membalas “Aku harus memilih.” Yoon Ha tersenyumm membaca pesan Joon Gi seperti tak sabar menunggu akan bertemu kembali. 

Yoon Ha melihat Direktur Hong menelpnya, sementara dirumah masih terjadi kepanikan, terdengar suara Yoon Ha yang mengangkat telp. Nyonya Min langsung mengambil ponsel bertanya keberadaan anak bungsunya. Yoon Ha memberitahus sedang ada dirumah temanya.
Nyonya Min berteriak kaget mengetahui Yoon Ha ada di Korea. Yoon Ha membenarkan, Nyonya Min langsung berteriak histeris lalu merasakan kepalanya sakit dan tubuhnya melayang. Ponsel Yoon Ha terjatuh, air matanya mengalir, tak meyangka kakaknya mengalami kecelakaan dan tubuhnya tak ditemukan.
Joon Gi yang sedang berjalan melihat berita di TV tentang Wakil Presdir Taejin Group dianggap sudah meninggal., sepertinya ia sudah tahu apa yang terjadi dengan Yoon Ha sekarang. 

Nyonya Min dudk lemas masih tak percaya walaupun sudah mendengarkan pemberitaannya berkali-kali. Yoon Ha akhirnya pulang kerumah, Nyonya Min berusaha berdiri walaupun tubuhnya masih oleng ketika mencoba berdiri. Yoon Ha terlihat pucat bertanya-tanya apa yang terjadi dengan kakaknya.
“Kenapa kau datang sendiri? Dimana kakakmu? Hanya dirimu yang hidup?” ucap Ibunya binggung
“Kami tidak berangkat bersama.” ucap Yoon Ha sesegukan
“Kenapa kau kemari sendirian kalau kalian berangkat bersama? Aku tahu hal seperti ini akan terjadi. Kau membunuh kakakmu kan? Kau membunuhnya dan sudah merencanakannya Aku tahu hal ini akan terjadi saat dia bilang akan mengajakmu. Seharusnya aku menghentikanmu.” teriak Nyonya Min histeris
Yoon Ha hanya bisa menangis, Nyonya Mi memanggil nama Kyung Joon merasa bersalah dan meminta maaf, setelah itu seperti orang kesetaan berteriak menyuruh Yoon Ha seharusnya mati saja sambil menguncangkan tubuh anaknya, lalu pingsan. Yoon Ha hanya bisa menangis dengan dipegangi pelayan yang menahannya agar tak jatuh.
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar