Selasa, 09 Juni 2015

Sinopsis High Society Episode 3 Part 2

Nyonya Min masuk kedalam sebuah ruangan terlihat Ye Won sudah ada disana dengan memainkan piano. Ye Won melihat ruangan itu kedap suara jadi terasa terisolasi. Ibunya bertanya pikiran anaknnya untuk pergi ke Han Nam Dong.
“Ibu sudah lama pindah ke ruangan ini, kan? Kami juga menggunakan ranjang terpisah sejak tahun lalu.” cerita Ye Won
“Jangan merubah topik. Apa yang kau bicarakan dengan ayahmu?” tanya Nyonya Min ketus
“Ibu...Aku tidak ingin hidup, Apa yang kupunya? Pernikahan yang sesungguhnya? Kehidupan pernikahan? Aku salah apa?” keluh Ye Won dengan menahan tangis
Nyonya Min duduk dibangku bertanya Apa yang terjadi. Ye Won menceritakan Kyung Joon  ingin mengeluarkannya dari perusahaan, menurutnnya tak ada hal lain dimiliki selain perkerjaannya dan tak ada yang dikerjakan setelah keluar dari perusahaan.

“Apa aku harus terus tinggal bersama dengan pria yang tak mencintaiku? dan berusaha membuatnya mencintaiku? Uang tidak artinya jika aku sekarat. Apakah permintaanku berlebihan? Kalau mereka memberikanku sebagian dari perusahaan, maka aku akan bekerja keras sesuai dengan keinginan ayah dan ibu.” ucap Ye Won terisak
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Kenapa Kyung Joon ingin mengeluarkanmu? Apa kau melakukan kesalahan?” tanya Nyonya Min
“Meskipun aku melakukan kesalahan, Aku adalah kakaknya. Bukan orang asing.Aku... aku merasa semua ini tidak adil, aku tidak melakukannya hanya untuk diriku sendiri.” tegas Ye Won membela diri
Nyonya Min merasa seharusnya Ye Won memohon pada Kyung Joon, bukan bertingkah seakan merencanakan sesuatu dengan ayahnya, Apalagi pergi ke Han Nam Dong. Ye Won menceritakan ayah yang ingin bertemu disana dan tak mungin dirinya itu suka sampah seperti Nyonya Kim. Nyonya Min menyuruh Ye Won mengerjakan hobinya dengan berkerja dipameran.
Ye Won tak percaya ibunya tak mendengar yang dikatakan, karena yang menyukai pameran itu adalah Kyung Joon. Nyonya Min menyudahi pembicaraan meminta Ye Won mengikuti perintah Kyung Joon saja lalu keluar dari ruangan. Ye Won mengeluh kalau tak ada yang bisa diharapkan oleh ibunya. 

Joon Gi akhirnya membawa minuman untuk Yoon Ha, Nyonya Lee membiarka Yoon Ha untuk santai saja, biarlah anak laki-laki yang melayaninya. Yoon Ha melihat kepintaran Joon Gi itu turun dari ibunya yang mengingat namanya.
“Joon Gi mendapatkan dari ayahnya. Suamiku lebih pintar dariku.” cerita Ibu Joon Gi bangga
Ponsel Joon Gi berdering, ia menjauh sedikit dengan berbicara bahasa jepang, Ibu Joon Gi heran dengan anaknya yang tak pernah pergi ke jepang tapi fasih sekali berbicaranya. Setelah menutup telp Joon Gi memberitahu akan pergi. Ibunya menyuruh anaknya pergi saja karena ia akan bersama Yoon Ha.
Joon Gi akhirnya pamit pergi, kali ini ponsel Nyonya Lee yang berdering karena suaminya pasti membuat sesuatu lalu mengirimkan gambar padanya. Joon Gi melihat ibunya yang memperlihatkan gambar masakan tahu buatan suaminya pada Yoon Ha. Dengan senang hati, Nyonya Lee membalas dengan emotion hati.
“Aku harus pergi. Aku takut dia akan membuat makanan saat menungguku pulang.” ucap Nyonya Lee.
“Kenapa anda menghawatirkan hal itu? bukankah anda menyukainya?” kata Yoon Ha
“Dia sedang tidak sehat, tapi sekarang Dia sudah lebih baik setelah terapi fisik, aku ingin dia beristirahat dari pada melakukan sesuatu hal untukku” cerita Nyonya Lee
“Anda benar-benar orang yang baik.” puji Yoon Ha lalu akan menemani Nyonya Lee sampai ke halte. 

Di ruang perpustakaan.
Kyung Joon sedang membereskan beberapa buku lalu ibunya datang melihat. Nyonya Min memuji Kyung Joon Saat masih kecil sangat manis dan saat tumbuh dewasa memberikannya kebahagiaan.
“Ye Won datang dan pergi. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi jangan terlalu keras padanya. Orang tua senang kalau saudara bisa bersama.” saran Nyonya Min
“Ibu sangat kuat.” ungkap Kyung Joon
“kenapa tiba-tiba kau mengatakan itu?” tanya Nyonya Min
“Itulah yang aku rasakan sekarang. Jangan khawatir tentang noona. Aku akan menempatkan ditempat yang tepat, lalu akan menyerahkan kasus ini pada ayah, dan akan pergi liburan untuk menjernihkan kepalaku Dan untuk memikirkan masa depan grup. Selian itu Aku juga akan mengajak Yoon Ha.”kata Kyun Joon
Nyonya Min bingung kenapa harus mengajak Yoon Ha, Kyun Joon mengaku sangat bosan sendirian jadi ingin berdua bersama adinya. Tapi Nyonya Min tetap bertanya kenapa Yoon Ha padahal ada ibunya disana. Kyung Joon mengatakan ibunya harus menemani ayahnya. Nyonya Min mengerti lalu membantu Kyung Joon beres-beres, saat itu ia menatap anaknya dengan tatapan sedih. 

Chang Soo berlatih menembak, Joon Ki datang melihat temanya itu menyukai bermacam olahraga. Chang Soo dengan bangga menceritakan Saat wamil mendapatkan penghargaan penembak terbaik. Joon Ki memberitahu mekea sudah menentuka sebuah acara yaitu makan bersama.
“Acara itu... bukankah itu seharusnya ditempatkan pada tingkat pasar premium? Maksudku, aku menggabungkan keduanya tapi hasilnya tidak terlalu bagus...Sampai membuatku berpikir untuk tidak pernah memulainya...” ucap Chang Soo membawa pistolnya
“Itu kritik yang bagus.” komentar Joon Ki santai
“Apa yang kau lakukan?” tanya Chang Soo
“Aku akan pergi makan malam dengan semua karyawan, termasuk para pekerja paruh waktu.” jelas Joon Ki
Chang Soo bertanya apakah Ji Yi datang, Joon Ki menyuruh Chang Soo menjauh saja supaya tak membuat seorang gadis jadi salah paham. Joon Gi merasa seolah-olah akan melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya tapi menurutnya Joon Gi membuat dirinya untuk melakukannya. Joon Gi langsung melarangnya, meyuruh untuk pergi dengan wanita yang sesuai dengan standardnya lalu pamit pergi. Chang Soo berteriak mengajak untuk pergi bersama. 

Pesta makan malam
Si manager ingin menuangkan Soju, tapi Yoon Ha menolak ingin minum soda aja. Si manager mengatakan kalau Samgyopsal itu Soju lalu mengomel karena Pekerja paruh waktu tidak boleh pilih-pilih. Yoon Ha terpaksa menerima Soju dari atasanya.
Setelah itu meminta Yoon Ha menuangkan juga untuknya, Yoon Ha ingin menuangkan saat itu ada tangan yang dengan sengaja mengambil boto Sojunya, Joon Gi mengambil dari tangan Yoon Ha, Ji Yi  langsung menyodorkan gelas supaya Joon Ki menuangkan untuknya, begitu juga si manager.
Joon Gi duduk disamping Yoon Ha, lalu dengan sengaja menuangkan air putih ke dalam gelas Soju, Ji Yi melihat Joon Ki perhatian pada Yoon Ha. Sementara Yoon Ha sendiri binggung dengan wajah dingin Joon Gi tapi memberikan perhatian, lalu dengan aba-aba dari Joon Ki semua mulai bersulang bersama. 

Yoon Ha melihat kentang dipiringnya sudah habis, Ji Yi mengungkapkan rasa senang karena untuk pertama kalinya pekerja paruh waktu juga diajak. Joon Gi menegaskan tak akan meninggalkan pekera paruh waktu sambil menganti piring kentang yang kosong pada Yoon Ha.
Ji Yi melihat sekali lagi, Joon Gi diam-diam memberikan perhatian. Yoon Ha binggung kenapa Joon Gi jadi baik padanya. Manager satu merasa Joon Ki tak perlu berbicara bahasa formal denga Ji Yi, dengan bahagia Ji Yi juga merasa Joon Gi bicara biasa saja padanya. Joon Gi setuju memulai mengunakan bahasa informal. Yoon Ha melihat Joon Gi lalu tersenyum dengan sumpit dibibinya. 

Chang Soo tiba-tiba datang dan semua orang langsung berdiri, Ji Yi melihat Chang Soo terlihat tak enak hati, Yoon Ha dan Ji Yi berdiri paling telat. Chang Soo tersenyum melihat Ji Yi lalu menyuruh semua karyawannya untuk duduk saja.
“Aku dengar ada makan malam bersama jadi aku mampir. Semuanya, dengan semangat kebersamaan ini maka ronde kedua aku yang traktir.” ucap Chang Soo, Joon Gi sedikit panik karena Chang Soo tiba-tiba datang
Semua karyawan terlihat sangat senang karena akan pergi ke lagi untuk ronde kedua, Ji Yi dan Yoon Ha dengan terpaksa bertepuk tangan. 

Ronde kedua
Ji Yi dan Yoon Ha dengan percaya diri menari sambil menyanyi lalu Exid-up and down, terlihat sangat hafal gerakan dan tanpa malu mengoyangkan pinggulnya. Chang Soo melirik pada Joon Gi yang duduk disampingnya.
Semua karyawan berteriak bergemuruh karena itu senang, Chang Soo tersenyum melihat kedua wanita menarik-nari didepannya, Joon Gi yang terlihat dingin pun ikut memberikan senyumannya. Setelah selesai, dengan santai Ji Yi meminta Chang Soo untuk menyanyi, semua karyawan langsung memberikan tepuk tangan meriah.
Chang Soo menolak karena tak bisa menyanyi, semua karyawan langsung mengelu-elukan namanya, akhirnya Chang Soo menyanyi diatas panggung dengan lagu melow. Ji Yi duduk melihat Chang Soo menyanyi dengan penuh penghayatan lalu berusaha untuk memalingkan wajahnya. 

Yoon Ha yang akan pergi ke toilet tak sengaja berpapasan dengan Joon Gi yang baru keluar, awalnya ia berusaha biasa tapi akhirnya memanggilnya untuk mengucapkan terimakasih. Ji Yi yang baru keluar dari ruangan langsung bersembunyi melihat keduanya sedang berbicara dilorong.
“Untuk apa berterimakasih?” tanya Joon Gi dingin
“Karena sudah perhatian saat minum. tadi.. Dan juga sudah menerimaku kembali...” kata Yoon Ha
“Aku seperti itu pada semua orang.” ungkap Joon Gi
“Aku tahu anda memang seperti itu. Tapi aku tetap berterima kasih.”kata Yoon Ha lalu pamit pergi, Joon Gi terlihat tersenyum sambil berjalan kembali ke ruangan. 

Ji Yi menatap sedih Joon Gi, lalu bersandar ditembok, teringat saat makan siang cerita dari Yoon Ha.
“Saat seseorang menceritakan kisahnya pada orang lain untuk pertama kali..Kau orang pertama yang kuceritakan"dan menceritakan padamu sesuatu yang tidak pernah diceritakan pada orang lain..” cerita Yoon Ha
“Jika itu pria, maka 100% dia mempermainkanmu. Kecuali jika dia pak Choi.” kata Ji Yi tersipu malu
“Dia yang bilang dan mengatakan kisah hidupnya.” ucap Yoon Ha jujur. 

Ji Yi keluar dari toilet melihat Yoon Ha yang sedang mencuci tangan, lalu bertanya apa bagian terhebat dari cinta sepihak. Yoon Ha tak tahu, Ji Yi mengatakan kalau  Awal dan akhir semua ditentukan olehnya, dan memutuskan untuk selesai dengan Joon Gi. Yoon Ha binggung kenapa harus selesai.
“Aku dengar dalam sebuah hubungan cinta wanita tidak boleh lebih besar.” ucap Ji Yi
“Tidak penting siapa yang lebih mencintai. Yang penting kalian menjalani hubungan.” komentar Yoon Ha mendekati temannya.
“Kau ambil saja dia. Sepertinya Manager Choi menyukaimu. Tadi aku lihat saat dia menuangkan air untuk ganti soju.” ucap Ji Yi
“Dia bilang dia lakukan itu pada siapapun.” tegas Yoon Ha merasa tak ada yang spesial dari sikap Joon Gi padanya.
“Dia bahkan memberikan sajian kentang untukmu. Apa dia akan lakukan itu pada semua orang? Itu artinya dia tertarik dan Kau juga menyukainya.” kata Ji Yi dengan menahan tangis.
“Apa? Tidak! Ibunya memang baik. Orang tuanya punya hubungan yang baik dan selalu optimis bahkan saat situasi sulit.” cerita Yoon Ha
Ji Yi bisa mengartikan kalau Yoon Ha itu menyukai Joon Gi jadi menyukai orang tuanya juga. Yoon Ha bertanya alasan Ji Yi berhenti untuk mencintai Joon Gi. Ji Yi menatap Yoon Ha karena menginginkan Yoon Ha bahagia.
‘Saat aku tidak ingin hidup.. Saat aku hidup dalam kesengsaraan...Aku bertemu dengan orang yang aku cintai...” cerita Ji Yi
“Dan karena orang itu, hatimu jadi lebih baik.” ucap Yoon Ha melanjutkan
“Karena orang tuanya tidak setuju, Aku melepaskannya. Aku tidak ingin menikah dengan orang yang orangtuanya melarang.” kata ji Yi  
“Orang tua Choi Joon Gi tidak akan melarang kalian menikah.” balas Yoon Ha
“Jang Yoon Ha, kau ini bodoh. Kau itu satu-satunya teman dan keluargaku. Aku selalu berharap dirimu akan menemukan pria yang membuat hatimu bahagia seperti aku. Aku bicara karena pengalaman, Choi Joon Gi itu tertarik padamu. Pria yang baik akan membuatmu melihat dunia dengan positif.” ucap Ji Yi yang membuat Yoon Ha menangis haru lalu tersenyum bahagia.

Selesai ronde kedua, semua bersorak gembira karena direktur mereka sangat hebat, Chang Soo menyuruh semua pegawainya untuk meminta pada Joon Gi apabila membutuhkan sesuatu. Manager pun mengantar Chang Soo sampai ke mobil, Ji Yi dan Yoon Ha pun pamit pulang bersama.
Chang Soo menatap Ji Yi pergi seperti ingin mengajak pulang bersama tapi tak ingin didepan para karyawannya, akhirnya memilih untuk masuk ke dalam mobilnya. Joon Gi akhirnya yang menanyakan pada keduanya apakah baik-baik saja.
“Sepertinya Yoon ha sedikit mabuk. Bisa anda antar dia? Tolong, Manager Choi. Aku mohon.” ucap Ji Yi
“aku bisa pulang sendiri” kata Yoon Ha menolak
Joon Gi langsung bertanya dimana rumah Yoon Ha, Ji Yi memberitahu rumah temannya Donamdong lalu mendorongnya untuk mendekat. Joon Gi mengangguk mengerti, Ji Yi pamit pergi berjalan menjauh, Yoon Ha mencoba memanggilnya, tapi Ji Yi walaupun sedih tetap membiarkan Yoon Ha bisa diantar pulang oleh Joon Gi. 

Joon Gi dan Yoon Ha pulang bersama, ditengah jalan Joon Gi akan memberhentikan taksi untuk Yoon Ha lalu berpesan apabila ada pria yang ingin mengantarnya setelah makan malam perusahaan, Yoon Ha harus menolaknya.
Yoon Ha tersenyum mendengarnya, Joon Gi memberhentikan taksi membuka pintu dan mempersilahkan Yoon Ha masuk ke dalam lalu meminta supir untuk mengantar Yoon Ha ke Donamdong. Yoon Ha mengucapkan terimakasih lalu taksi pun pergi terlihat dari kaca spion Joon Gi masih melihatnya.
Ia teringat dengan Joon Gi dengan sengaja menuangkan Soju yang ada ditangannya, lalu menuangkan air putih sebagai penganti Soju. Ji Yi juga mendukungnya karena ingin Yoon ha bahagia dan berharap menemukan seseorang yang membuatnya bahagia. Yoon Ha tersenyum mengingat semuanya.
 “Aku tidak tahu kenapa aku ingin mengatakan ini. Ini kisah pribadi. Aku tidak menceritakan kisahku pada orang yang tidak dekat denganku.” ucap Joon Gi
Yoon Ha semakin sumringah karena Joon Gi mau berbagi cerita sedihnya dimasa lalu lalu meminta supir taksi membawanya ke Seoulbukdong.

Ji Yi pulang sendirian menyemangati dirinya harus berkerja lebih keras dan yakin akan bertemu orang yang dicintai. Chang Soo tiba-tiba datang mengomel karena Ji Yi pulang telat. Ji Yi sangat kaget melihat Chang Soo sudah ada didepanya.
“Apa tidak terlalu gelap disini? Apa tidak bahaya?” goda Chang Soo dengan wajah tersenyum manis
“Kau itu lebih berbahaya!” teriak Ji Yi masuk ke dalam rumah.
“Hei! Aku lebih berbahaya?” ucap Chang Soo tak terima mengikuti Ji Yi menaiki tangga. 

Ji Yi duduk didepan rumahnya, Chang Soo melihat Ji Yi tak kedinginan diluar. Ji Yi mengatakan kalau suka “daehan mingguk”(negara korea). Chang Soo membalas kalau juga suka “Manse”, (Plesetan dari daehan mingguk manse). Ji Yi menjelaskan kalau maksudnya itu adalah negara korea.
“Kau tinggal di tempat seperti ini dan kau menyukainya...?” kata Chang Soo mengejek
“Aku senang dengan kenyataan saat aku bangun, matahari bersinar terang. Orang yang hidup dengan nyaman tidak akan tahu tidak nyamannya bangku dari ponjangmacha itu.” sindir Ji Yi
“Hei...Mau sampai kapan seperti itu?” ucap Chang Soo sinis
“Menurutku lingkungan itu penting bagi manusia. Saat aku mengira kau itu pengangguran Aku berfikir,"Bagaimana caranya dia bisa makan dan hidup?" Tapi setelah aku tahu kau anak seorang “Chaebol:..Semua yang kau lakukan terlihat hebat dan kau jadi tampan Dan keren.” komentar Ji Yi terlihat jujur.
Chang Soo yang tadinya ingin marah tersipu malu duduk disamping Ji Yi karena sudah memujinya. Ji Yi menceritakan Saat pertama bertemu dengannya, tidak merasa rendah tapi Sekarang saat Chang Soo didepannya,merasa rendah dan tidak suka dengan itu.
“Kenapa merasa rendah karena aku? Tidak perlu merasa begitu Aku dekat dengan Joon Gi! Situasinya sama dengan dirimu Tapi kami tetap berteman. Tak perlu khawatir.” komentar Chang Soo tersenyum
“Lucu sekali melihatmu seperti ini hanya karena aku sedikit memujimu.” ungkap Ji Yi
“Lucu, kan? Sudah kubilang, aku juga menyenangkan.” balas Chang Soo mulai membanggakan dirinya. Keduanya tertawa lalu tiba-tiba saling menatap, Ji Yi langsung memalingkan wajahnya dan langsung berdiri 

Ji Yi kembali menceritakan yang tidak bisa hidup ditempat lain karena hanya tahu korea.Tapi Chang Soo bisa hidup di negara lain selain disini.Chang Soo mengeluh merasa Ji Yi memaksanya untuk emigrasi dan menegaskan kalau ia suka korea.
“Maksudku... Aku menderita karena aku hanya tahu tempat ini untuk hidup. Tapi kau punya pilihan. Aku tahu rasanya punya hubungan. Karena aku pernah mengalaminya. Saat pria datang kerumah wanita maka.. Green light.” ucap Ji Yi, Chang Soo menatap Ji Yi yang berdiri didepannya
“Aku tidak tertarik dengan hubungan yang tidak mungkin berhasil.” tegas Ji Yi
Seperti apa baru dikatakan berhasil? Pernikahan? Ah, sederhana sekali, Kita baru 20an.”kata Chang Soo berdiri depan Ji Yi
“Menurut pengalamanku, orang yang tidak memikirkan pernikahan saat pacaran hanyalah bajingan. Menyukai seseorang adalah hakmu tapi tolong jangan bilang kau menyukaiku. Karena... Aku bisa jatuh cinta padamu nanti.” ungkap Ji Yi lalu pamit pergi.
“Apa aku baru ditolak lagi? Dia benar-benar ahlinya.” umpat Chang Soo tak percaya. 

Ye Won datang ke tempat Kyung Joon langsung mengamuk dengan mengumpat adiknya itu seperti sama seperti ayah. Kyung Joon menegaskan dengan kakaknya bersikap seperti tak akan mengubah apapun. Ye Won mengangap adiknya itu bergaya sok emosional dengan memaksa ayah mereka untuk bertindak. Kyung Joon menyuruh kakaknya keluar.
“Aku tidak ingin meladeni amarahmu karena kasihan padamu.” tegas Kyung Joon
“Aku belum selesai. Kau akan terkejut mengetahui bahwa aku tahu banyak tentang dirimu lebih dari dirimu sendiri. Kau sedang menjalani pengobatan depresi, kan?” kata Ye Won merasa memiliki kartu mati adiknya
“Kau pikir cuma itu? Aku juga menjalani pengobatan yang lain. Melihatmu membuatku muak mengingat kita sama-sama manusia.”tegas Kyung Joon
“Kemana kau setelah meninggalkan orang tua kita tanpa kemampuan?” teriak Ye Won penuh amarah
“Sampai kapan kau akan berpikir bahwa kau punya kemampuan? Bahkan tanpa aku, kau tidak akan bisa jadi raja. Aku jamin itu.” ucap Kyung Joon dengan nada tinggi, Ye Won membanting semua barang yang ada diatas meja lalu menatap penuh dendam. 

Yoon Ha yang akan bertemu Kyung Joon berpapasan dengan Ye Won yang baru keluar lalu menjerit “Daebak” melihat ruangan kakaknya yang berantakan karena Ye Won yang melakukan semuanya.
Kyung Joon membuka laci mejanya lalu memberikan sebuah kunci pada adiknya, Yoon Ha binggung untuk apa kakaknya memberikan kunci itu padanya.
“Jika terjadi sesuatu padaku, cari dan bukalah ini.” pesan Kyung Joon
“Aku tidak mau. Kenapa harus terjadi apa-apa denganmu? Itu takkan pernah terjadi.” ucap Yoon Ha menaruh kembali kunci diatas meja.
Kyung Joon mengajak Yoon Ha keluar saja lalu meminta pelayan membersihkan ruanganya, Yoon Ha terlihat berkaca-kaca dan khawatir. 

Ketika menuruni tangga, Yoon Ha dengan sengaja merangkul lengan kakaknya. Kyung Joon binggung karena sikap Yoon Ha membuatnya merinding. Yoon Ha tahu kakaknya sedang tak senang tapi manusia itu egois, lalu menceritakan dirinya sedang bahagia dan  tidak bisa menyembunyikannya.
“Apa itu bisa untuk menyemangatiku?” ucap Kyung Joon memegang tangan adiknya.
“Oppa, kau tahu? Sesuatu Hal yang begitu berarti bisa mengubah hari dan menjadi hal yang berarti? Kau tahu aku selalu hati-hati pada pria.Tapi pria ini membuatku yakin.Aku sudah bertemu ibunya.” cerita Yoon Ha berterus terang.
“Ada pria yang kau suka, hah? Dan Kau sudah bertemu ibunya?” tanya Kyung Joon agak kaget.
“Tidak, cuma kebetulan. Pria ini belum menyukaiku saat ini. Tapi jika  semua terlihat lancar dan aku merasa ini takdir,” kata Ye Jin yakin.

Kyung Joon tersenyum lalu duduk dibangku bertanya apa hanya Yoon Ha yang menyukainya. Yoon Ha bersandar di dinding, merasa untuk saat ini memang seperti itu, lalu mengubah penyatanya mungkin selamanya. Kyung Joon menyuruh Yoon Ha mengungkapkan perasaan pada pria yang disukaina.
“Aku dengar pria tidak suka ditembak perempuan.” kata Yoon Ha langsung duduk disamping kakaknya.
“Itu jika mereka tidak suka wanitanya. Tapi jika gadis cantik yang menyatakan dulu, pria akan selalu menerimanya. Katakan perasanmu padanya. Tidak ada yang lebih kekanak-kanakan dari pada menyimpan perasaan bertahun tahun. Menahannya hanya akan mengubah perasaan jadi kotoran.” pesan Kyung Joon
Yoon Ha tak mau karena ingin perasaan itu tetap ada dihatinya, lalu ia menyenderkan kebahu kakaknya. 

Joon Gi baru saja selesai mandi, dengan handuk yang melingkar di lehernya melihat berkas dengan foto keluarga Jang dan terlihat Yoon Ha berdiri disana. Lalu surat lamaran Yoon Ha dan foto saat Yoon Ha masih kecil yang pernah diberikan gambarnya pada Chang Soo.
Di meja kerjanya terlihat gambar keluarga Yoon Ha dalam sebuah berita, Joon Gi berdiri didepan jendela melihat jepitan rambut yang pernah terjatuh dari tas Yoon Ha. Teringat sebelumnya, ia bertanya blak-blakan apabila dirinya yang mulai menyukai Yoon Ha dan membuat Yoon Ha melonggo.
Pertemuan kedua mereka saat keluar dari lift dengan Yoon Ha tanpa make up dan menjatuhkan jepitannya. Diatap, Chang Soo dengan yakin menang karena menikah dengan putri grup Tae jin. Pertemuan ketiga mereka, ia berusah acuh tapi Yoon Ha malah dengan berani mendatanginya merasa Joon Gi sudah mengenalnya lebih dulu.
“Jika kita bertemu 3 kali secara kebetulan, itu namanya takdir. Aku tidak percaya takdir.Tapi Aku akan membuat pilihan.”
Joon Gi diam-diam sering melihat Yoon Ha yang sedang bercanda dengan Ji Yi ditempat kerja. Dengan tatapan dinginnya melihat kearah jendela dengan mengenggam jepitan rambut Yoon Ha.
bersambung ke episode 4 
Komentar 
Huaaa.... ternyata jadi Chaebol itu ga senang yang dipikirkan, punya uang tapi banyak aturan bahkan Yoon Ha ingin jadi orang biasa yang memiliki pasangan yang mencintainya. Gue pikir Joon Gi ga suka sama orang tuanya, tapi ternyata dia mau mengakui orang tuanya itu jadi satpam dan pembantu.  
Ji Yi sama Chang Soo juga lucu banget, Chang Soo kalo udah dipuji langsung seneng banget tapi Ji Yi kaya udah ngasih ultimatu supaya Chang Soo ga menyataka cinta karena mungkin dirinya juga akan suka padahal hubungan mereka tak akan berhasil. Kayanya Ji Yi dulu punya pengalaman sama Chaebol jadi ga pingin lagi. Chang Soo kocak juga, kaya geregetan karena ditolak dua kali sama Ji Yi. 
Joon Ki itu sebenarnya masih misterius nih, dilihat sih baik gitu sama Yoon Ha tapi kaya punya rencana jahatnya, dan di posternya juga bertulisana "I Can be a devil" wow.. serem... Sung Joon jangan perlihatkan mata sinismu lagi, cukup senyum manis aja.. hahahahaha.... 
Cobaan terberat puasa tahun ini, melihat si Sung Joon dua kali seminggu. ^_^ 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar