PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 01 Agustus 2020

Sinopsis Was it Love Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 



Ae Jung membaca buku harianya kehamilan saat masih kuliah [AKU SUNGGUH AKAN MENJADI IBU, TUMBUHLAH SEHAT DAN KUAT. SEMUA DEMI HA-NEE] Saat itu Yeon Woo baru pulang menyapa Ae Jung yang sedang duduk di teras.
“Tak perlu disembunyikan. Aku juga punya catatan itu.” Ucap Yeon Woo. Ae Jung pun akhirnya memegang buku  [KELAS PENGASUHAN UNTUK MAHASISWA]
“Ha-nee ke kamarku dan bertanya tentang catatan itu.” Cerita Yeon Woo. Ae Jung kagetnya anaknya bertanya pada Yeon Woo.
“Awalnya aku khawatir dia salah paham. Tapi ternyata dia tahu bahwa aku bukan ayahnya.” Ucap Yeon Woo
“Aku tak tahu sama sekali bahwa Ha-nee masih memikirkan ayahnya. Kupikir aku sudah lakukan yang terbaik. Aku pikir aku sudah berhasil membuat Ha-nee tak kesepian.” Ungkap Ae Jung sedih
“Itu bukan karena dia kesepian. Ada kau, ibumu, dan Ha-nee. Bagaimana bisa kesepian di rumah ini? Kau sudah lakukan yang terbaik. Walaupun begitu, jika Ha-nee butuh ayah, jangan dia, Ae Jung.” Kata Yeon Woo menatap ke arah Ae Jung. 
“Waktu kau menghilang tanpa alasan14 tahun lalu, kau tahu apa yang sangat menyiksaku? Karena aku terlalu muda dan tak punya kekuatan,maka aku tak bisa melakukan apa pun untukmu. Saat kau tersakiti, aku tak bisa melakukan apa pun untukmu dan hanya bisa membiarkanmu pergi.” ungkap Yeon Woo
“Tapi kini aku yakin bisa membantumu dan Ha-nee.” Ucap Yeon Woo. Ae Jung seperti tak nyaman mendengarnya lalu mendengar sesuatu.

Kwang Soo pikir mereka datang kesini tapi Gang, jalan, dan gedungnya sama. A Rin tahu kalau kemarin datang dan Ini arah ke rumah Nona Noh. Ae Jung keluar rumah kaget melihat A Rin  bertanya kenapa datang ke arah rumahnya. Kwang Soo membawa Dae Oh yang mabuk.
Saat itu Yeon Woo keluar rumah dan A Rin kaget melihat anak Nyonya Joo yang tinggal dengan Ae Jung. Dae Oh tiba-tiba mendekati Ae Jung langsung meminta agar bisa memilih, dirinya atau Jin. Ae Jung mengeluh dengan sikap Dae Oh.  A Rin pun terlihat kesal.
“Cepat Lepas!” ucap Yeon Woo marah mendorong Dae Oh. Dae Oh pun melihat Yeon Woo yang ada bersama Ae Jung.
“Baiklah. Aku tanya lagi... Apakah aku, Jin, atau bedebah ini? Pilihlah.” Kata Dae Oh memegang bahu Ae Jung.
“Apa yang dia bicarakan?” tanya A Rin. Ae Jung mengakujuga tidak tahu dan mengeluh kalau Dae Oh yang mabuk seperti ini
“A-rin, lebih baik kita pergi.” kata Kwang Soo menghindari sesuatu. Tapi A Rin tak mau pergi.
“Kubilang cepat pilih!” teriak Dae Oh. Yeon Woo kembali mendorongnya. Dae Oh marah meminta agar melepaskanya.
“Ae Jung... Bagiku, kau orangnya... Kau… Bagiku, kau orangnya! Hanya kau.” Ucap Dae Oh
“Ae Jung, kau tahu rumahnya?” tanya Yeon Woo. Ae Jung yang bingung mengaku tahu.
“Bisakah kau antar dia? Aku minta tolong.” Kata Yeon Woo pada Kwang Soo. Akhirnya Kwang Soo membawa Dae Oh pulang. 


Kwang Soo membawa Dae Oh ke atas sofa, sementara A Rin sibuk melihat seluruh ruangan Dae Oh. Kwang Soo mengeluh kalau Dae Ohyang mabuk berat sampai bicara hal-hal aneh jadi meminta agar jangan dengarkan perkataannya.
“Dia begini karena mabuk... Aku sangat lelah karena banyak menyetir.  Aku akan tunggu kau di mobil.” Ucap Kwang Soo melihat A Rin yang terus mengamati rumah Dae Oh. 

Flash Back
TAHUN 2005
A Rin yang masih remaja memanggil Dae Oh sebagai gurunya, mengaku kalau sangat menyukainya dan mencintainya. Dae Oh hanya menatap anak muridnya yang masih remaja. A Rin kembali mengulang kalau sangat mencintainya.
“Apa yang baru saja kau lakukan? Menyatakan cinta?” keluh Dae Oh menatap anak muridnya.
“Kenapa? Kau tak suka aku? Aku cantik.” Ucap A Rin percaya diri karean dirinya cantik pasti Dae Oh menyukainya.
“Hyo-sim, aku sudah pernah bilang. Saat membuat argumen, sebuah opini harus masuk akal.” Kata Dae Oh


“Kenapa tak masuk akal? Wajahku sangat masuk akal.” Ucap A Rin hanya peduli dengan wajahnya.
“Apa yang harus kulakukan denganmu? Jika kau mau masuk Jurusan Mode Universitas Hankuk, kau harus menulis esai yang bagus. Paham?Lihat ini. Aku menulis lebih banyak darimu. Bagaimana pendapatmu tentang ini?” kata Dae Oh
“Sepertinya matamu aneh.. Lalu, siapa yang cantik menurutmu? Hyori? Yoona?” tanya A Rin
“Ada seseorang yang menurutku cantik. Namanya Noh Ae Jung. Dia cantik... Ah.. Aku melantur. Ayo kembali belajar.” Ucap Dae Oh.
A Rin terdiam mengingat kenangan dengan Dae Oh dan mengingatkalau dulu Dae Oh sangat menyukai Ae Jung.
“Baik dahulu maupun sekarang, kenapa kau tak melihatku?” gumam A Rin sedih. 


Di rumah
Ae Jung duduk sendirian di meja makan mengingat yang dikatakan Yeon Woo. “Tapi kini aku yakin bisa membantumu dan Ha-nee. Jangan menyukai dia, Dae Oh”. Lalu ucapan Dae Oh padanya “Bagiku, kau orangnya... Kau… Bagiku, kau orangnya!”
Ae Jung terus minum dan Yeon Woo duduk ditanga seperti menemani Ae Jung minum. 

Nyonya Song duduk diruangan melihat foto Ryu Jin [KELAS SPESIAL BAGI PEMIMPI DI HANBAK] lalu mengeluarkan rokoknya seperti sedang berpikir. Ia lalu menerima telp dan bertanya apakah sudah dapatkan informasinya. 

Pagi hari, Dae Oh terbangun mengeluh kalau perutnya sangat sakit dan mengambil minum di dalam kulkas. Ia lelu mengingat saat mabuk bertemu dengan Ae Jung  dan berkata “Pilihlah. Aku atau Jin? Ternyata ada kau juga. Apakah aku, Jin, atau bedebah ini?”
“Ini Sangat memalukan... Sungguh memalukan.” Ucap Dae Oh marah lalu melihat minuman dengan wajah Ryu Jin
“ Ini Menyebalkan. Pagi yang menyebalkan.” Keluh Dae Oh kesal membuang  semua minuman ditempat cuci piring. 

Dae Oh akhirnay menonton acara di TV “Di sekitar burung betina selalu terjadi kekacauan. Demi mendapatkan satu burung betina, para pejantan saling berkelahi. Perkelahian ini tak akan berakhir sampai ada satu pemenang. Namun, ada satu hal yang lebih penting daripada memenangkan perkelahian itu.
“Hal itu adalah insting untuk melindungi betina dalam keadaan yang berbahaya. - PARA PEJANTAN, EPISODE 1 DUNIA YANG GILA-“ Dae Oh pu memikirkan tentang "Insting untuk melindungi" lalu menelp seseorang 

Ae Jung berjalan di terminal bus dengan rambut yang masih penuh rol, lalu mengeluh Awalnya dia bilang bisa pakai tempat, tapi kenapa tiba-tiba begini. Hye Jin menjelaskan Kepala desa berkata jika ada orang luar yang datang, desa pasti akan kacau dan menghasilkan banyak sampah.
“Jadi, dia tak mau.Kubilang aku akan bersihkan.” Ucap Hye Jin. Ae Jung meminta agar memberitahu kepala desa kalau akan membersihkan sampai mengilat.
“Aku sudah bilang begitu, tapi dia sangat tegas. Aku juga sudah bilang kepada Pak Cheon, tapi dia tetap mau di tempat itu.” Ucap Hye Jin
“Astaga. Sepertinya aku akan segera mati karena Pak Cheon yang terlalu pilih-pilih. Sial... Ini busnya.” Keluh Ae Jung melihat bus jursan SEOUL KE GYOJEONG-RI
“Ini saja cukup, 'kan?” kata Ae Jung membawa barangnya. Hye Jin menganguk.
“Nona Noh... Aku sakit perut karena terlalu tegang. Boleh aku ke toilet dahulu?” kata Hye Jin. Ae Jung meminta Hye Jin agar cepat dan akan naik lebih dahulu.
Hye Jin diam-diam pergi ke sudut terminal menelp Dae Oh kalau tidak naik bus seperti yang disuruh. Dae Oh pun memujinya Bagus dan meminta agar menyerahkan sisanya kepadanya. 


Di dalam bus, Ae Jung mulai make up lalu panik karena bus jalan padahl Hye-jin belum naik. Ia pun panik karena Hye Jin tertinggal dan meminta supir agar Jangan berangkat dahulu.
Sementara di bar, Nyonya Kang sibuk memberikan makanan pada anak anjing.  Nyonya Choi meminta agar Nyonya Kang mencoba bicara dengannya karena Jika terus begini, Ae Jung akan hidup kesepian sampai mati. Nyonay Kang pikir tak ada yang bisa dilakukan.
“Dia tak mendengar perkataanku, tapi menurut kepadamu.” Kata Nyonya Choi khawatir
“Sudah 14 tahun sejak Ae Jung hidup hanya untuk Ha-nee. Sulit mengubah hatinya.” Kata Nyonya Kang. Nyonya Choi pikirTetap saja…
“Tak hanya itu... Dia sudah tak berpacaran selama 14 tahun. Mungkin Ae-Jung sudah seperti pohon kering.” Kata Nyonya Kang memberikan perumpaan.
“Lalu, aku harus bagaimana?” ucap Nyonya Choi panik. Nyonya Kang memberitahu kalau Seseorang harus datang dan memberinya air.
“Beri dia sinar matahari, agar bisa berfotosintesis.” Ucap Nyonya Kang. Nyonya Choi mengaku tak paham.
“Pohon tidak bergerak. Pohon hanya diam di tempatnya.” Ucap Nyonya Kang. Nyonya Choi benar-benar tak mengerti.
“Dia pohon kering, pasti sudah tak bisa apa-apa.” Kata Nyonya Kang memberikan perumpaan. Nyonya Choi tetap tak bisa mengerti maksudnya.
“Astaga, Bu, maksudku kau harus lebih fokus pada hal yang lain.” Jelas Nyonya Kang. 



Nyonya Choi memegang kursi dan Yeon Woo sibuk menganti lampu. Ia merasa tak enak hati karena meminta Yeon Woo melakukan ini padahal  sedang libur. Yeon Woo mengaku Tak masalah. Nyonya Choi pun mulai membahas sesuatu.
“Di dekat sini ada taman botani baru yang sangat besar.” Kata Nyonya Choi. Yeon Woo seperti baru mengetahuinya.
“Katanya banyak anak muda yang berkencan di sana. Udara, pemandangan, terlebih suasananya sangat bagus.” Kata Nyonya Choi memancing.
Yeon Woo seperti tak peduli dan akhirnya sudah selesai Nyonya Choi pun menyurh Yeon Woo agar bisa mencoba pergi kesana  dan  baru tahu sampai hari ini tiket masuknya gratis karena baru buka. Yeon Woo pun baru mengetahuinya.
“Apa salahnya? Itu gratis. Jadi Kau akan pergi atau tidak?” ucap Nyonya Choi. Yeon Woo pun langsung menyetujuinya akan pergi.
“Benarkah? Dengan siapa?” tanya Nyonya Choi penasaran seperti sangat berharap  pergi dengan Ae Jung. 


Tuan Koo berdoa di depan papan nama TAN ZI YI di kuil, lalu teringat dengan ucapan Dong Chan “Kenapa… Kenapa ibuku meninggal?” ia pun akhirnya berbicara dengan mendiang istrinya.
“Haruskah aku beri tahu dia? Akankah Dong-chan mengerti?” ucap Tuan Koo menahan rasa sedihnya.
Saat keluar kuil membaca pesan dari seseorang [WANITA INI SANGAT MIRIP TAN ZI YI] lalu matanya mengamati sekitar dan melihat seorang pendaki yang mencurigakan. 

Ia memanggil pria dan menarik bagian belakang, tapi tak terlihat tato yang sama dengan pria yang sebelumnya. Akhirnya Tuan Koo meminta maaf dan mencari pria lainya, saat itu dari arah belakang seseorang berjalan melewatinya.
“Permisi.” Ucap Tuan Koo dan Si pria langsung melawan Tuan Koo. Keduanya pun saling adu kekuatan dan Tuan Koo bisa menguncinya dibagian bawah.
“Wanita itu sangat mirip Tan Zi Yi.” Kata Si pria dengan bahasa mandarin.
“Bukankah sudah kubilang aku akan membunuhmu jika muncul lagi?” ucap Tuan Koo marah 
“Membunuhku? Biarpun aku mati, orang lain akan datang.” Kata Si pria. Tuan Koo menegaskan pria itu yang memulai perkelahian.
“Ini semua karena kau membunuh bos kami. Jika kau mau selesaikan pertikaian ini, maka datang dan berlututlah. Kalau Makin mencoba bertahan, orang di sekitarmu akan makin terluka. Termasuk wanita itu.” Ucap Si pria.
Tuan Kim datang dengan wajah panik memanggil Tuan Koo. Si pria akhirnya mendapatkan kesempatan melepaskan diri.  Tuan Kim memastikan Tuan Koo baik-baik saja.
“Cari tahu di mana Nona Noh. Sekarang!” teriak Tuan Koo tak ingin terjadi sesuatu pada Ae Jung. 


Hye Jin sedang ada di kantor meminta maaf karena sudah mencoba cepat, tapi tetap tertinggal dan berpikir kalau segera menyusul. Ae Jung pikir Tak perlu karena itu akan makan waktu jadi akan menemui kepala desa sendiri.
“Benarkah? Aku sungguh minta maaf. Sebenarnya, Nona Noh… Pak Cheon…” kata Hye Jin dan tiba-tiba sambungan terputus karena tak ada sinyal. Ae Jung pun bingung karena telpnya putus dan mengeluh kalau Tak ada yang berjalan lancar hari ini.

Di rumah, Ryu Jin mengirimkan pesan pada Ha Nee “Ha-nee, ayo bertemu. Aku mau bicara.” Tapi tak ada balasan, Ia pun lalu menerima pesan dari Dae Oh [Aku akan nyatakan cinta lagi kepada Ae Jung. Aku akan lakukan seperti dahulu, bahkan sepuluh atau 100 kali]
[Aku tak bisa kehilangan keduanya. Aku sudah kehilanganmu. Aku tak mau kehilangan Ae Jung juga.] Wajah Ryu Jin langsung panik mencoba menep Dae Oh tapi tak diangkat lalu mencoba menelp Ae Jung tak juga diangkat.
“Hye-jin, hari ini Nona Cheon ke mana?” tanya Ryu Jin menelp Hye Jin. Saat itu Manager Myung datang

“Jin! Aku kembali, saudaraku! Apa ini? Kenapa kau tak senang? Kita sudah tak bertemu lebih dari sehari.” Ucap Manager Myung bingung melihat sikap Ryu Jin. Ryu Jin pun menutup telp dan langsung mengucapkan Terima kasih.
“Jawab aku. Kau bicara dengan siapa? Kenapa serius sekali?” kata Manager Myung. Ryu Jin meminta maaf sambil berjalan mundur mengambil kunci mobilnya.
“Apa? Ada apa lagi? Kenapa kau ambil kunci mobil?” kata Manager Myung bingung. Ryu Jin langsung mendorong Manager Myung
“Biarkan aku membuat masalah sekali lagi... Kwae-nam, maafkan aku. Aku akan menyesal jika tak pergi sekarang.” Kata Ryu Jin dan Manager Myung mencoba untuk mengejarnya. 


Yeon Woo melihat brosur [AIR DAN UDARA BAGUS SEONJADO] Hye Jin mengeluh kalau  Hari ini, banyak orang yang mencari Nona Noh dan membeirtahu kalau Ae Jung sedang dinas ke luar. Yeon Woo pikir Ae Jung sangat sibuk dan Ponselnya juga mati.
“Ya. Aku sudah coba telepon, tapi sepertinya baterai ponselnya habis. Dia pergi ke sana untuk urusan perizinan syuting. Tempat ini jauh sekali.” ucap Hye Jin.
“Kira-kira kapan dia kembali?” tanya Yeon Woo. Hye Jin pikir akan telepon dan bertanya kepada Pak Cheon.
“Apa dia pergi bersama Pak Cheon?” kata Yeon Woo kaget. Hye Jin membenarkan.
“Awalnya aku juga akan ikut pergi, tapi Pak Cheon bilang tak perlu. Jadi, hanya mereka berdua.”kata Hye Jin. Yeon Woo pun langsung pamit pergi. 


Tuan Koo mengemudikan mobil dengan cepat, Tuan Kim memberitahu Nona Noh sedang pergi ke pulau untuk urusan perizinan. Ryu Jin pun juga menaiki mobilnya pergi menemui Ae Jung, Manager Myung mencoba terus menelp.
Ia sudah tak peduli lagi langsung menolak telp Manager Myung dan mengemudi lebih cepat. Sementara Yeon Woo pergi menaiki taksi. Di pulau, Dae Oh sibuk mengumpulkan bawang bombay dan mencari kerang. 

Ryu Jin sampai di pelabuhan lebih dulu meminta kapal agar bisa berhenti Tuan Koo pun meminta berhenti tapi kapal terus melaju meninggalkan pelabuhan dan Yeon Woo datang dengan taksi.
“Tampaknya kita mencari orang yang sama.” Ucap Tuan Koo. Ryu Jin membenarkan.
“Bagaimana jika kita bekerja sama agar bisa sampai ke sana?” kata Yeon Woo 

Di ruangan, Nyonya Joo melihat sebuah profile dan berpikir Jika wanita itu ada di acara kemarin, artinya dia bekerja di industri ini. Ia lalu meminta Tuan Kim agar Tolong cetak daftar tamu pada acara Malam Cheonmyeong kemarin.
“Jika bisa, cari tahu juga waktu masuk dan keluarnya.” Ucap Nyonya Joo. Tuan Kim mengerti. Saat itu A Rin masuk ruangan.
“Kau mau tahu apa hingga mencari itu?” komentar A  Rin. Nyonya Joo menyapa A Rin dengan wajah lesu.
“Wajahmu seperti sedang mencari pacar yang kabur. Mungkinkah kau punya pacar?” kata A Rin.
“Aku tak punya pacar. Sepertinya cintaku akan bertepuk sebelah tangan selamanya.” Ucap Nyonya Joo

"Bertepuk sebelah tangan"? Ini pasti tentang putramu lagi.” Kata A Rin sudah bisa menebaknya.
“Kau tak tahu seberapa pusingnya aku. Putraku hanya satu, tapi dia tak mau bicara kepadaku.” keluh Nyonya Joo. A Ri tahu kalau Nyonya Joo pasti sangat sedih.
“Sesulit itukah memberitahuku apa dia akan pulang atau apa dia punya pacar? Bahkan dia tak bilang telah pindah rumah. Mana ada ibu yang tak tahu alamat rumah anaknya?” keluh Nyonya Joo
A Rin lalu teringat saat melihat Yeon Woo yang keluar dari rumah Ae Jung, tapi berpura-pura tak saling mengenal.  Ia pun berpikir Apa dia tinggal di sana. Nyonya Joo yang mendengarnya bertanya Ada apa. A Rin mengaku bukan apa-apa
“Sebenarnya ada apa? Apa Kau juga tak mau bicara? A-rin... A-rin.” Rengek Nyonya Joo
“Aku melihat putramu kemarin. Aku bertemu dia saat ke rumah Nona Noh.” Akui A Rin. Nyonya Joo kaget 


Ha Nee duduk menatap ponselnya. Dong Chan bertanya Kenapa? Ada yang menghubunginya. Ha Nee membenarkan. Kalau Sepertinya  Ryu Jin yang mau mengajak berbaikan Tapi ia takkan menyerah semudah itu padanya dan langsung menghapusnya.
Ha Nee pun akhirnya melihat website [DUI COFFEE, MENCARI PEGAWAI PARUH WAKTU] Dong Chan pun bertanya lagi apa yang sedang dilihat Ha Nee sekarang. Ha Nee menjawab Kerja paruh waktu.
“Kenapa mencari lagi? Apa Membagikan selebaran melelahkan?” tanya Dong Chan.
“Tidak begitu. Aku hanya takut bertemu orang yang aku kenal. Aku juga tak yakin bisa merawat anjingku, dan melakukan tes DNA dengan uang itu.” Ucap Ha Nee. Dong Chan kaget mendengar "Tes DNA"?
“Ya, aku sudah bilang akan balas dendam.  Jika mau dapat tunjangan anak, harus pastikan dahulu dia ayahku. Aku akan memeras uangnya dan mengompensasi ibuku atas semua kesulitannya.” Kata Ha Nee.
Dong Chan tiba-tiba melamun. Ha Nee berteriak menyadarkanya bertanya Apa yang dipikirkan. Dong Chan mengajak untuk pergi. Ha Nee bertanya mau pergi kemana. 


Ae Jung masuk ke sebuah rumah memberitahu namanya sebagai produser Thumb Film di Seoul. Tapi tak ada sahutan, akhirnya Ia mencoba masuk ke dalam rumah tapi terlihat kosong. Saat itu paman pemilik rumah datang dengan Dae Oh yang terlihat lelah.
“Hei, Oh Dae Oh” ucap Ae Jung melihat Dae Oh sudah datang membantu. Dae Oh pun menyapa Ae Jung.
“Dia Nona Noh yang aku beri tahu tadi.” Kata Dae Oh menunjuk ke arah Ae Jung memperkenalkan diri.
“Astaga. Kenapa kau sampai datang ke sini dari Seoul?” ucap kepala desa. Ae Jung mengaku  datang untuk minta izin syuting.
“Kenapa datang hanya untuk itu? Aku pasti akan memberikan izin” kata kepala desa. Ae Jung kaget mendengarnya.
“Kenapa melihatku begitu?” kata si pria. Ae Jung pun merasa sudah dijebak oleh Dae Oh 

Diatas kapal, Ryu Jin berdiri dengan gagah. Kepala desa menerima telp dari seorang pria yang ingin melapor kalautiga pria dari Seou dan mereka menuju ke sana. Si kepala desa mengerti.
“Di antara mereka, ada satu orang terkenal.” Ucap Si nakoda. Kepala desa bingung.
“Kau tahu, pria yang wajahnya terpampang di botol minuman dan membuat wanita pingsan? Ryu Jin, aktor itu.” Kata si nakoda.
“Benarkah? Ada urusan apa sampai dia ke sini?” kata Kepala desa tak percaya
“Aku serius... Dia pria yang sering muncul di TV. Dia menatapku tajam… Tapi sekarang dia mabuk dan muntah. Astaga. Dia pasti makan banyak. “ ucap Si nakoda
Diatas kapal, Ryu Jin yang terlihat gagah akhirnya mabuk laut. Tuan Ko membantu menepuk punggungnya. Yeon Woo pun yang sedari tadi duduk pun tak bisa menahan mualnya ikut muntah. Tuan Koo pun hanya bisa membantu keduanya dengan helaan nafas. 


Sementara di pulau,  Dae Oh berjalan dengan Ae Jung dengan bangga Memang semua hal bisa diselesaikan karena diriny dan ia memang hebat Ae Jung pun mengucapkan Terima kasih dan menyuruh Dae Oh beristirahatlah.
“Apa Itu saja? Ae Jung.. Ada apa lagi kali ini? Kenapa kau tak punya perasaan begini? Kau tak perlu sampai terharu, tapi setidaknya beri aku pujian.” Keluh Dae Oh
“Ini pekerjaanku. Jadi, kenapa kau yang kerjakan dan bersikap sombong?” keluh Ae Jung
"Sombong"? Perkataanmu membuatku sedih.” Keluh Dae Oh. Ae Jung pikir Dae Oh bisa membiarkan melakukan pekerjaannya.
“Aku yang akan minta izin. Kau sutradara, dan aku produser. Kenapa kau selalu ikut campur pekerjaanku?” keluh Ae Jung marah
“Apa yang salah dengan itu? Aku menyukaimu. Aku ingin kita bersama lagi untuk menggantikan 14 tahunku tanpamu.” Kata Dae Oh
“Kau membuatku gila... Dae-oh.. Kau… Kenapa… Kenapa kau terus mengusik hati orang yang tenang? Tak bisakah kau biarkan aku? Biarkan… Bisakah… Bisakah kau biarkan aku bekerja?” kata Ae Jung marah
“Tidak bisa... Aku tak bisa begitu.. Kau ada di sampingku.. Kau di sampingku lagi setelah 14 tahun. Jadi, bagaimana…” ucap Dae Oh yang langsung disel oleh Ae Jung
“Sudahlah... Aku benci ini. Aku tak mau dengar.” Kata Ae Jung. Dae Oh menarik Ae Jung agar bisa mendengarnya.
“Aku… sangat merindukanmu.” Akui Dae Oh dan langsung mendekatkan bibir Ae Jung. Ae Jung pun hanya terdiam.
Bersambung ke episode 9



Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Sinopsis Was it Love Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


TAHUN 2003
Ryu Jin sedang mengikuti wamil datangke sebuah restoran dan melihat keriuhan didalam. Ae Jung berteriak mengangkat tangan memperkenalkan diri sebagai mahasiswi baru Jurusan Teater dan Film angkatan 2003. Akhirnya Ryu Jin masuk dan semua orang menyambutnya.
“Tolong tenang, Semuanya... Dia sedang memperkenalkan diri. Halo, Jin.”ucap si ketua.
“Alasan aku masuk jurusan ini, karena sepuluh tahun dari sekarang aku mau menjadi produser Korea terbaik.” Ucap Ae Jung yakin, Semua pun memujinya.
“Sekarang, aku sangat senang karena bisa berpesta bersama kalian. Aku juga punya impian kecil lain. Aku mau punya pacar di universitas.”kata Ae Jung. Ryu Ji menatap  ke arah Ae Jung yang masih berdiri.
“Tolong banyak bantu aku. Terima kasih!” ucap Ae Jung akhirnya duduk sambil mengeluh kalau menegangkan sekali. Ryu Jin yang duduk di depan Ae Jung langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Aku yang pertama...Aku yang pertama bertemu dia.”
Saat acara minum-minum, Ae Jung datang menemuinya dan langsung meminta agar menciumnya.
“Aku yang pertama jatuh hati padanya.”
Ryu Jin gugup duduk dibangku, saat itu Ae Jung datang membawa tulisan AKTOR TERBAIK, RYU JIN. Ryu Jin kaget melihat Ae Jung dan terlihat masih tegang. Ae Jung meminta agar Ryu Jin jangan tegang karena kaan audisi.
“Aku tahu kau akan tegang, jadi… Ini dia. Aku bawakan pil ajaib.” Ucap Ae Jung memasukan sebuah obat berwarna hitam untuk Ryu Jin.
“Aku yang pertama jatuh cinta padanya.” 

Ryu Jin minum bersama dengan Ae Jung dan Dae Oh. Dae Oh dengan bangga memeluk Ae Jung mengaku kalau mereka sudah berpacaran. Ryu Jin kaget mendengarnya. Dae Oh tahu kalau Ryu Jin pasti kaget mendengarnya.
“Jangan begini di depan senior.” Ucap Ae Jung melepaskan tangan Dae Oh dibahunya. Dae Oh pun meminta maaf dan tak memeluk Ae Jung lagi.
“ Selamat.” Kata Ryu Jin seperti sangat terpaksa. Dae Oh pun mengucapkan terimakasih dengan wajah bahagia.
“Aku akan makan semua yang aku mau.”kata Dae Oh. Ae Jung pu menyuruh Dae Oh agar Makan yang banyak.
“Aku yang pertama sakit hati karena dia. Dalam semua aspek,</i> selalu aku yang pertama.” 

Dae Oh akan menyentuh wajah Ae Jung yang sedang tertidur. Ryu Jin datang terlihat cemburu dan langsung menahan tangan Dae Oh. Dae Oh pun kaget karena Ryu Jin datang ke kantornya. Akhirnya Ryu Jin meminum secangkir teh dengan wajah tegang.
“Kenapa kemari selarut ini? Aku tahu kau sibuk.” Ucap Dae Oh. Ryu Jin mengaku Ada yang mau dibicarakan.
“Apa? Apakah hal penting? Apa yang mau kau bicarakan?” kata Dae Oh penasaran.
“Hentikan, Dae Oh.. Berhenti menyukai Ae Jung” ucap Ryu Jin. Dae Oh kaget mendengarnya.
“Jangan menyukai dia, Dae oh” kata Ryu Jin. Dae Oh tersenyum berkomentar kalau ucapan Ryu Jin memang membuatnya kaget.
“Apa itu? Jangan bilang kau mulai mendalami karakter? Jangan bercanda.” Ejek Dae Oh
“Kau tahu aku tak bercanda.”ucap Ryu Jin dengan wajah serius dan terdengar suara Ae Jung mengangkat telp dari Hye Jin.
“Tidak, aku hanya sedang berpikir... Tunggu. Sekarang? Baiklah.” Ucap Ae Jung lalu menutup telp.
Ryu Jin menghampiri Ae Jung, Ae Jung kaget bertanya kapan datang. Ryu Jin hanya diam saja dan Dae Oh yang berdiri dibelakang seperti menahan emosinya. Hye Jin mengajak A Rin dan Kwang Soo masuk ke kantor mereka sambil membawakan makanan. 



“Aku sudah bilang kau akan datang untuk memberikan dukungan.” Ucap Hye Jin
“Syukurlah, setidaknya kami bisa memberikan dukungan.” Kata Kwang Soo. A Rin tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“Tunggu. Apa Nona Noh dan Pak Cheon hanya berdua di kantor?” tanya A Rin.
“Tidak. Ada Ryu Jin juga.”kata Hye Jin. A Rin kaget begitu juga Kwang Soo seperti tak ingin masuk ke dalam kantor. 



Dae Oh hanya bisa tertunduk melihat A Ri datang dengan Kwang Soo. Ryu Jin memalingkan wajahnya. Sementara A Rin terlihat santai walaupun agak tegang, suasana terasa canggung sampai akhirnya Ae Jung yang mulia bicara.
“Ini tak direncanakan, tapi kita berkumpul. A-rin membelikan ayam karena dia tahu kita bekerja sampai larut malam.” Ucap Ae Jung.
“Silakan dimakan dahulu. A-rin khusus menyiapkan ini.” Kata Kwang Soo. Ae Jung pun mengucapkan Terima kasih.
“Kalian pasti lapar. Untung aku datang, 'kan?” ucap A Rin bangga. Ae Jung membenarka.
“Jika kau tak datang, mungkin suasananya akan canggung. Terima kasih... Berikan kepadaku.” kata Dae Oh mengambil ayam dari tangan Ae Jung.
“Aku jadi penasaran soal pembicaraan kalian.” Kata A Rin. Ryu Jin langsung menyapa A Rin yang sudah lama tak bertemu. A Rin pun membalasnya dengan senyuman.
“Ternyata kalian saling kenal... Syukurlah.”ucap Ae Jung tersenyum bahagia. 


A Rin pergi ke balkon lantai atas berkomentar kalau Hubungan mereka tak baik selama ini Padahal mereka berbagi rahasia. Ryu Jin terlihat kaget mendengarnya.
“Kau tak melupakan hari itu, 'kan?” ucap A Rin menatap Ryu Jin untuk memastikanya. 

Flash Back
TAHUN 2012
Sebuah mobil van masuk ke jalan berbatu dengan sawah yang ada disampingnya, A Rin pun turun dari mobil sambil merokok dan membaca naskah. Saat itu ia melihat sesuatu didepanya yang bergerak. Ryu Ji sedang buang air besar, mengeluarkan tissu.
A Rin menjantuhkan rokoknya saat Ryu Jin menoleh ke arahnya. Ryu Jin pun panik karena ternyata ada orang yang melihatnya sedang buang air besar disawah. A Rin mengaku u tak bisa melupakan hari itu.

“Saat mata kita bertemu waktu itu…” ucap A Rin. Ryu Jin keringat dingin meminta agar Ae Rin berhenti membahasnya.
“Sudah berapa tahun lalu, ya?” ucap A Rin seperti ingin menyidir Ryu Jin .
“Kenapa kau sangat jahat? Bagaimana bisa kau masih ingat itu?” kata Ryu Ji marah
“Kenapa? Aku bahkan belum mengatakan detailnya.” Kata A Rin dingin
“Kau orang yang mengancammenggunakan kelemahan orang lain duta antirokok nasional yang ternyata perokok berat. Kau tahu rahasiamu masih aman karena aku tutup mulut, 'kan?.” Ucap Ryu Jin
“Kenapa kau tak buka mulut? Itu karena rahasiamu lebih buruk. Jika rahasiaku terbongkar, aku akan meninggalkan industri ini.” Ejek A Rin. Ryu Jin akhirnya hanya bisa berteriak menahan amarahnya.
“Kenapa? Apa Kau merasa berterima kasih kepadaku?” ejek A Rin. Ryu Jin mengejek mengaku sangat berterima kasih.
“Sampai aku minta sutradara merevisi skenario agar kau bisa menjadi pemeran utama menggantikanku. Berkat itu, kau berhasil menjadi aktris utama, lalu menjadi malaikat Asia. Sejak itu kau menjadi bintang.” ucap Ryu Jin marah
“Tunggu, Jin.... Film itu berhasil karena kau tak menjadi tokoh utamanya. Apa filmnya akan sukses jika kau tetap menjadi pemeran utamanya?” kata A Rin mengejek.
“Kau sungguh menyebalkan Apa alasanmu bermain di film ini? Kau mau mempermainkanku, 'kan?” Ucap Ryu Jin kesal 141
“Kau salah paham. Aku tak punya pikiran begitu. Aku terlalu sibuk menyukai pria lain.” Ucap A Rin yang jatuh cinta dengan sosok Dae Oh. 



Ae Jung sibuk merapihkan berkas diatas meja. Dae Oh menatap Ae Jung lalu memastikan kalau tadi sudah medengarnya. Ae Jung bingung. Dae Oh bertanya apakah Ae Jung sungguh tak dengar. Ae Jung pun mengeluh Dae Oh yang terus menanyakan itu
“Ke mana Ryu Jin dan A-rin?” tanya Ae Jung melihat Hye Jin dan Kwang Soo datang membawakan piring dan gelas.
“Mereka ke luar membicarakan sesuatu. Sepertinya mereka berdua punya cerita yang kita tak tahu.” Kata Hye Jin
“Apa maksudmu?  "Cerita"? Cerita apa?” kata Ae Jung bingung. Kwang Soo terlihat gugup.
“Saat aku menjadi pemeran pembantu, ada rumor yang kudengar.” Kata Hye Jin. Ae Jung langsung memuji Hye-jin. Pengalaman kerjanya sudah  banyak.
“Dahulu, cita-citaku adalah menjadi produser film.” Akui Hye Jin. Ae Jung pun ingin tahu seperti apa ceritanya.
“Kalian pasti tahu film Tangkap Wanita Itu A-rin pemeran utamanya. Tapi ada rumor bahwa pemeran utamanya seharusnya Ryu Jin. Judul aslinya adalah Tangkap Pria Itu< Judul dan pemeran utamanya diganti, tapi takdir mereka…” ucap Hye Jin dan tiba-tiba Kwang Soo dengan sengaja  menjatuhkan gelas.
“Apa Kau baik-baik saja?” tanya Ae Jung.  Kwang Soo meminta maaf mengaku Tanganny licin. Dae Oh langsung menatap curiga.
“Kau memecahkan gelas bagus. Apa benar karena licin?” keluh Hye Jin. Ae Jung melarang Kwang Soo untuk membereskanya pecahan kaca
“Tidak, biarkan saja...Aku akan ambil sapu.”kata Ae Jung melangkah pergi. Kwang Soo gugup mengaku Tangannya berkeringat.



Dae Oh melihat Ae Jung yang pergi memastikan kalau memang Ae Jung tak mengingatnya. Ae Jung pergi ke pantry untuk mengambil sapu tapi wajahnya terlihat tegang dan kebingungan.
Flash Back
Saat Ryu Jin dan Dae Oh berbicara, ia terbangun dan pura-pura tidur.
“Berhenti menyukai Ae Jung. Jangan menyukai dia, Dae Oh” kata Ryu Jin. Ae Jung hanya bisa terdiam karena ternyata Ryu Jin tak menyetujui hubunganya dengan Dae Oh. 

Kwang Soo berjalan dengan A Rin sambil menuruni tangga bertanya apakah sudah bicara dengan Ryu Jin dan Mungkinkah dia membongkar rahasianya. A Rin yakin Tak mungkin karena tahu kelemahannya jadi Ryu Jin  tak bisa apa-apa.
“Kau harus hati-hati agar tak ada rumor lagi. Salah satu pegawai di sini suka bergosip.”kata Kwang Soo
“Aku datang mau bertemu Pak Cheon, tapi malah tak sempat mengobrol dengannya.” Kata A Rin kesal. 

Saat itu Dae Oh dkk keluar,Ae Jung mengucapkan terima kasih pada A Rin karena sudah datang. A Rin mengaku Tak masalah lalu bertanya pada Dae Oh apakah tak lapar dan mengajak untuk sarapan bersama.
“Maaf, aku terlalu lelah sampai tak nafsu makan.” Ucap Dae Oh dingin. A Rin pun menganguk mengerti.
“Nona Noh, kau akan pulang, 'kan? Aku akan antar dengan mobilku.” Kata Dae Oh
“Tak perlu. Aku naik bus saja dari depan sana.”ucap Ae Jung. Ryu Ji menahan Ae Jung mengajak naik mobilnya saja dan akan mengantarnya. Ae Jung menolak karena naik bus saja.
“Nona Noh sangat populer. Semua mau mengantarmu. Aku akan mengantar pulang Nona Noh. Dia akan lebih nyaman pulang dengan mobilku. Benarkan, Ae Jung?” kata A Rin
“Ya, lebih baik begitu... Terima kasih, A-rin.”kata Ae Jung gugup. A Ri pun pamit pergi akan pulang dahulu dan akan bertemu lagi.
“Hye-jin, aku pulang dahulu.” Ucap Ae Jung. Hye Jin melambaikan tanganya. Dae Oh dan Ryu Jin hanya bisa menatap sedih
“Kalau begitu, aku harus naik mobil siapa?” kata Hye Jin mendekati Ryu Jin agar bisa menaiki mobilnya.
“Ya. Terima kasih untuk hari ini.” Kata Ryu Jin lalu berjalan pergi. Hye Jin pun akhirnya mengucapkan selamat jalan dengan wajah sedih.
“Tapi… Pak Cheon, di mana mobilmu?” tanya Hye Jin. Dae Oh bingung dan mengaku berjalan kaki dan bergegas pergi. Hye Jin pun mengikuti Dae oh ke arah yang sama


Di dalam mobil. A Rin mencoba bersikap baik lalu berkomentar kalau Suaminya pasti khawatir karena Ae Jung bekerja dengan para pria keren. Ae Jung mengaku sebagia tak punya suami dan ibu tunggal. A Rin tak percaya mendengarnya.
“Kau sangat keren. Kau bekerja dan membesarkan anak sendiri.”puji A Rin. Ae Jung pun mengucapkanTerima kasih.
“Bagaimana dengan pacar?” tanya A Rin. Kwang Soo langsung memperingatkan A Rin aga bisa menanyakan itu saat mereka minum miras bersama.
“Maaf. Aku tidak sopan, ya? Menurutku, kau sangat cantik dan keren. Aneh jika tak punya pacar.” Jelas A Rin. Ae Jung mengaku tak apa-apa
“Terima kasih kau berpikir begitu, tapi saat ini tak ada waktu untuk itu” kata Ae Jung. A Rin menganguk mengerti.
“Jika ada orang baik datang, kau pasti mempertimbangkannya.” Kata Kwang Soo. Ae Jung mengaku kalau  Sekarang, itu bukan prioritasnya.
“Kwang Soo, perhatikan jalannya.” Kata A Rin tak suka dengan ucapan Kwang Soo. Kwang Soo menganguk mengerti.
“Jadi, artinya kau tak mau berpacaran?” tanya A Rin. Ae Jung membenarkan.
“Jadi, kau tak tertarik berpacaran dengan rekan kerja.” Ucap A Rin menyimpulkan. 



Di rumah, Yeon Woo melihat Ha Nee bertanya sedang apa. Ha Nee menjawab sedang membuat roti bakar dan bertanya apakah Ha Ne mau melakukanya. Yeon Woo akan membuatkanya dengan senyuman bahagia bisa membantu.
“Di mana ibumu?” tanya Yeon Woo sambil mengoles roti. Ha Nee memberitahu Ibu tak pulang semalam dan bekerja semalaman.
“Mari buatkan juga untuk ibumu.” Ucap Yeon Woo. Ha Nee menganguk sambil tersenyum.
“Kenapa tersenyum?”tanya Yeon Woo. Ha Nee mengaku  tak masalah dan hanya bersyukur.
“Pasti menyenangkan jika kau ayahku.” Ucap Ha Nee. Yeon Woo mengaku merasa juga seperti itu.
“Aku juga ingin memiliki anak sepertimu.” Kata Yeon Woo. He Nee pun mengucapkan terimakasih saat Yeon Woo memberikan roti padanya.
Nyonya Choi diam-diam mendengar pembicaraan keduanya dari kejauhan.  Ae Jung pun datang. Ha Nee bahagia menyambut ibunya dan juga neneknya. Ae Jung melihat keduanya yang sedang sarapan. Nyonya Choi menatap anaknya dengan wajah serius dan langsung mengajaknya bicara. 


Ae Jung bingung ditarik masuk ke dalam kamarnya. Nyonya Choi langsung mendorong Ae Jung agar langsung duduk. Ae Jung mengeluh kalau masih pagi dan Nyonya Choi mau mengomelinya. Nyonya Choi memberikan buku yang tulis Ae Jung.
“Ibu menemukan ini di tempat sampah.” Ucap Nyonya Choi. Ae Jung meliha itu buku catatan saat kuliah dan bingung kenapa ibunya bisa menemukan buku itu.
“Putrimu melihat ini. Mungkin dia kaget dan membuangnya.”kata Nyonya Choi. Ae Jung melihat tertulis  AYAH: OH YEON-WOO - IBU: NOH AE-JUNG.
“Apa Ha-nee… melihat ini?” kata Ae Jung kaget. Nyonya Choi pikir Ae Jung tak tahu Ha-nee sangat menyukai Yeon-woo
“Dia punya alasan untuk begitu. Meskipun tak bilang, dia punya ayah. Dia hanya anak kecil yang pura-pura kuat.” Ucap Nyonya Choi. Ae Jung pun hanya bisa terdiam. 

Dong Chan tertidur dan mulai  bermimpi, ketika masih kecil bersembunyi di dalam lemari. Ia meliha seorang wanita tergeletak di lantai dengan bersimba darah. Ia hanya bisa menangis dan melihat sang ayah didekatnya. Dong Chan akhirnya terbangun dengan keringat banyak setelah mimpi buruk. 

Tuan Koo melihat kotak uangnya yang masih utuh, Dong Chan pamit pergi pada ayahnya. Tuan Koo  memanggilnya dan berkomentar Uang jajan Dong Chan tak berkurang. Dong Chan hanya diam saja saat Tuan Koo memberikan uang untu anaknya.
“Beli yang kau butuh, dan makan yang kau mau.” Kata Tuan Koo. Dong Chan menegaskan tak mau uang dari Ayahnya.
“Kenapa… kau sangat membenciku? Aku harus apa lagi untuk…”ucap Tuan Koo yang langsung disela Dong Chan.
“Seperti apa rupa ibuku? Kenapa aku tak ingat tentangnya? Kenapa… Kenapa ibuku meninggal?” tanya Dong Chan. Tuan Koo terlihat gugup mendengar pertanyaan anaknya.
“Permisi... Ada yang harus aku laporkan.” Kata Tuan Kim. Dong Chan pun akhirnya pamit pergi sekolah lebih dulu. Tuan Koo menatap sedih ke arah anaknya. 


Tuan Koo melihat berita di tabnya “Telah ditemukan tiga mayat tak dikenal di pesisir laut Incheon. Seluruhnya adalah pria dan memakai baju awak kapal. Polisi akan telusuri lebih lanjut tato yang ada di leher mereka dan mengungkap…” Wajah Tuan Koo terlihat sangat marah

“Pelakunya pasti mereka.” Kata Tuan Kim. Tuan Koo mengingat dengan tatto pria yang ditemuinya sebelumnya dan langsung meminta Tuan Kim agar bisa melindungi Dong-chan dengan baik. Tuan Kim menganguk mengerti. 


Yeon Woo mengajar olahraga, Ha Nee berpasangan dengan Dong Chan melakuan sit up. Yeon Woo memebritahu Dong Chan kalau wajahnya terlalu serius. Ha Nee sambil memegang kakai Dong Chan mulai membahas lagi tentang ayahnya.
“Sepertinya, ayah kandungku memang orang jahat.” Kata Ha Nee. Dong Chan ingin tahu alasanya.
Ha Nee mengingat saat dirumah sakit bertanya “Apa kau ayahku?” pada Ryu Jin dan Ryu Jin hanya diam saja.
“Dia tak bisa berkata apa-apa. Mungkin dia sangat merasa bersalah. Itu Berbeda dengan seseorang.”kata Ha Nee menatap ke arah Yeon Woo yang memberikan perhatian padanya.
Yeon Woo lalu menyuruh anak muridnya agar bisa berganti posisi. Kali ini Dong Chan yang memegang  kaki Ha Nee untuk sit up.  Ha Nee yakn Sangat jelas bahwa Ryu Jin itu merasa bersalah padanya. Dong Chan pun ingin tahu apa yang dilakukan Ha Nee sekarang.
“Aku akan balas dendam.” Ucap Ha Nee. Dong Chan bingung apa maksudnya Balas dendam. 


Nyonya Joo duduk dimeja kerjanya, Yeon Woo datang menemui ibunya, dengan sikap sopan bertanya apakah memanggilnya. Nyonya Joo hanya diam menantap anaknya. Yeon Woo pikir kalau ibunya tak bicara lebih baik pergi saja.
“Sudah tiga hari. Kau ingkar janji dan menghilang tanpa alasan. Kau bahkan tak menelepon setelah itu. Bukankah aku sudah cukup sabar? Tapi yang lebih membuatku marah adalah kau yang pergi dengan seorang wanita.” Kata Nyonya Joo
“Kau tak datang makan malam dengan putri Anggota Majelis Kim karena dia, 'kan? Apa wanita itu pacarmu? Benar, 'kan?” ucap Nyonya Joo memancing. Yeon Woo hanya diam saja.


“Baiklah. Coba bawa dia untuk bertemu denganku.Ibu harus lihat agar tahu…” kata Nyonya Joo
“Tidak mau... Aku tak suka itu.” Ucap Yeon Woo menahan emosinya. Nyonya Joo heran Yeon Woo yang menyembunyikan wanita itu
“Pasti ada alasan aku menyembunyikannya.” Tegas Yeon Woo. Nyonya Joo pun tak bisa berkata-kata.


Dae Oh membaringkan tubuhnya ditempat tidur lalu mengingat yang dikatakan Ryu Jin “Hentikan, Dae-oh.. Berhenti… menyukai Ae Jung” dengan wajah serius seperti tak ingin kalau dekat denganya.  Akhirnya Dae Oh bangun dari tempat tidurnya mengambil minum.
Ia melihat foto yang tertempel [UNIVERSITAS HANKUK JURUSAN TEATER DAN FILM] lalu tersadar dengan foto Ryu Jin yang tak melihat ke kamera tapi ke arah Ae Jung yang berdiri disampingnya.
Dae Oh pun mengingat saat menceritakan pertemuan dengan Ae Jung. Ryu Jin bertanya “Apa kau masih punya perasaan pada Ae Jung? Jadi, sekarang kau tak ada urusan lagi dengan Noh Ae Jung?” Lalu saat dirumah sakit Ryu Jin terlihat marah karena Dae Oh bersama dengan Ha Nee.
Ia pun seperti baru menyadari kalau Ryu Jin itu menyimpan perasan untuk Ae Jung, tapi menurutnya kalau ini Mustahil.


Akhirnya Dae Oh pergi menemui Ryu Jin dirumahnya, Ryu Jin terlihat tak suka dengan Dae Oh saat membuka pintu. Dae Oh memperlihatkan foto yang sudah lecek lalu memastikan kalau Foto itu dan semua yang dikatakan kepadanya selama ini hanya kebetulan. Ryu Jin hanya diam saja.
“Itu Benar, 'kan? Kau menyuruhku berhenti karena khawatir aku dicampakkan dan hidupku hancur lagi, 'kan? Itu alasanmu menyuruhku berhenti, 'kan?” kata Dae Oh memastikan.
“Tidak, bukan karena itu.” Ucap Ryu Jin. Dae Oh pun ingin tahu alasannya apa.
“Jauh sebelum kau berkata kau menyukainya…” kata Ryu Jin. Dae Oh meminta agar berhenti tak ingin mendengarnya.
“Sebelum kau menyatakan cinta kepada Ae Jung…” ucap Ryu Jin. Dae Oh berteriak agar bisa berhenti.
“Bahkan sebelum kau menyatakan perasaan…” kata Ryu Jin. Dae Oh akhirnya mengumpat marah menyuruh agar Ryu Jin berhenti.
“Aku menyukai Ae Jung lebih dahulu.” Tegas Ryu Jin. Dae Oh meminta agar Ryu  Jin menghentikan semuanya.
“Lalu kenapa kau tetap di sampingku? Saat aku sangat sedih, saat aku ingin mati, kau selalu di sampingku. Seharusnya kau rahasiakan ini selamanya. Jangan sampai aku tahu. Kenapa sekarang begini?” teriak Dae Oh marah
“Maafkan aku.” Kata Ryu Jin. Dae Oh memanggilnya dengan panggilan Hyung.
“Jangan panggil aku begitu.” Ucap Ryu Jin. Dae Oh bertanya apakah Ryu Jin mau membuangnya.
“Kau akan begini sampai akhir?” teriak Dae Oh. Ryu Jin pun bertanya apakah yang harus dilakukan dan mengaku sudah terlalu jauh.


Akhirnya Dae Oh keluar rumah dengan wajah sedih dan mengeluh kalau  Seharusnya Ryu Jin tak pernah menolongnya.
Flash Back
Saat musim bunga sakura, Dae Oh memberitahu kalau  Pertama, dia tak mau karena terlalu heboh dan Kedua, dia tak mau karena terlalu santai Ia mengaku hampir gila sekarang jadi meminta Ryu Jin agar bisa membantunya sekali saja.
“Jin, kau tahu dia selalu menurutimu.” Rengek Dae Oh. Ryu Jin hanya diam akhirnya Apa yang harus dilakukan.
“Jika kau bantu dan dia menolak lagi, maka aku akan berhenti menyukainya. Sungguh akan begitu.” Kata Dae Oh.
“Apa Kau serius?” tanya Ryu Jin. Dae Oh pun memastikan kalau Ryu Jiny yanag akan membantunya dan ucapan tadi memang serius.
“Jika gagal lagi, berarti selamanya tak akan bisa.. Kau bisa Berikan ini, dan tolong bicara kepadanya.” Ucap Dae Oh memberikan minuman. 


Ae Jung sedang ada di perpustakaan, Dae Oh melihat dari belakang rak kalau keduanya yang sudah bertemu. Ryu Jin pun bertemu dengan Ae Jung memberikan minuman dan tertulis “PERNYATAAN CINTAKU YANG KESEPULUH, MENTARIKU”
“Itu dari Dae Oh” kata Ryu Jin. Ae Jung mengakusudah tahu dan merasa Ryu Jin yang pasti kerepotan dan Dae Oh yang menyuruhnya.
“Jawablah dia kali ini. Dia sudah menunggumu.” Ucap Ryu Jin. Ae Jung mengeluh Dae Oh itu membuatnya malu.
“Apa? Sepertinya dia menyukainya.” Komentar Dae Oh melihat Ae Jung yang tersenyum.  Ae Jung melihat tatapan Ryu Jin dan bertanya ada apa.
“Itu… Aku menyukaimu... Awalnya kau menarik, lalu kau cantik. Sekarang aku ingin terus melihatmu.” Kata Ryu Jin. Ae Jung kaget dan Dae Oh pun bingung dengan sikap Ryu Jin malah menyatakan perasaanya.
“Dae-o minta aku menyampaikan itu.” Ucap Ryu Jin. Ae Jung tersenyum mengaku terkejut, begitu juga Dae Oh.
“Sepertinya…dia sangat menyukaimu.” Kata Ryu Jin. Ae Jung mengaku sangat kaget dan Ryu Jin pikir tugasnya selesai dan pamit pergi. 



A Rin berjalan di parkiran. Kwang Soo memuji A Rin yang sudah kerja bagus hari ini. A Rin bertanya apakah  Sudah dapat revisi naskahny dan ingin tahu apakah bagus. Kwang Soo menganguk kalau sudah baca saat  diwawancarai dan merasa lebih bagus.
“Sebelumnya memang sudah bagus, tapi revisinya jauh lebih bagus.”ucap Kwang Soo. A Rin tersenyum bahagia mendengarnya.
“Kalau begitu, telepon Pak Cheon, dan bilang tak bagus.” Ucap A Rin. Kwang Soo bingung karena bilang sudah bagus dan A Rin yang tak mendengarkannya.


“Kau harus cari kekurangannya. Agar aku bisa bertemu lagi dengannya.” Ucap A Rin
“Begitu rupanya. Ternyata idemu bagus... Kalau begitu harus kulakukan. Baiklah. Di mana nomor Pak Cheon?” kata Kwang Soo.
A Rin tersenyum bahagia ingin tahu yang dikatakan DaeOh. Kwang Soo mencoba menelp Dae Oh dan terlihat kaget. A Rin bingung bertanya adaa apa. 


Kwang Soo pergi  ke sebuah bar melihat Dae Oh yang berbaring diatas meja, lalu mecoba membangunkanya. A Rin melihat dari dalam mobil berpikir Dae Oh sudah banyak minum dan bertanya-tanya Apa dia punya masalah lalu menelp Kwang Soo.
“A-rin... Sepertinya dia mabuk berat... Ayo kita antar dia pulang.” Ucap Kwang Soo.
“Apa Kau sudah tanya alamatnya?” tanya A Rin. Kwang Soo pun mencoba bertanya pada Dae Oh dimana alamatnya.
Bersambung ke part 2

Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09