PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 06 Agustus 2019

Sinopsis I Wanna Hear Your Song Episode 1

PS : All images credit and content copyright : KBS


Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Hong Yi Young tertidur sambil menghitung domba, mulai dari 45.545 domba, sampai akhirnya merasa lelah menghitung. Akhirnya ia kembali duduk dan melihat sudah pukul 3 pagi tapi belum bisa tidur. Ia pun mengirim pesan pada Jae Hyung.
“Jae Hyung... Apa kau tidur? Jika tidak, boleh aku meneleponmu?” Tulis Yi Young tapi tak ada balasan.
Ia akhirnya mencoba untuk menghipnotis dirinya agar bisa mengantuk dan akhirnya kembali berbaring. Tapi setelah beberapa detik, mata Yi Young tetap saja terbuka dan tak bisa mengantuk.
“Seseorang, tolong tidurkan aku!” teriak  Yi Young kesal sendiri. 

Di atas panggung, terlihat seorang konduktor memimpin sebuah orkestra, para pemain terlihat sangat selaras bermain alat musik.
“Ada dua tipe orang di dunia ini. Orang yang jatuh di atas jalan berbunga yang harum bahkan saat mereka tersandung. Dan orang yang jatuh ke selokan bau, lalu kesulitan di dalam air.”
“Sementara aku, setiap hari, selalu, saluran pembuangan.”

Seorang wanita berdiri di pinggir jembatan sungai Han, Yi Young berdiri dekatnya memanggil si wanita memastikan kalau tidak berpikir melompat ke air itu. Si wanita malah berteriak “Kenapa kau tidak memercayaiku? Aku akan melompat di sini.”
“Aku akan melompat ke air dan mati!” teriak si wanita frustasi, Yi Young menahanya.
“Bu, kau hanya membayarku untuk mengantarmu pulang. Aku bukan keluargamu. Kenapa kau mau mengakhiri hidupmu yang berharga di depan orang sepertiku? Aku bukan keluargamu.” Ucap Yi Young menahan si wanita agar tak melompat.
“Yang kulakukan dalam hidupku hanyalah bermain piano. Hari ini, aku dipecat dari orkestra.” Ucap si wanita. Yi Young binggung mendengar kata Orkestra
Yi Young menatap wajah si wanita dan bisa mengenal wanita itu dari "Shinyoung Philharmonic" yaitu "Pianis Gong Sun Mi" Ia pun memastikan wanita didepanya itu adalah Pianis dari Shinyoung Philharmonic. Wanita itu mengaku sebagai Pianis, Gong Sun Mi, dipecat dari orkestra.
“Selama 35 tahun, sejak usiaku 7 tahun, aku hanya bermain piano. Konduktor sialan yang bergabung hari ini memecatku. Nam Ju Wan! Dasar Brengsek! Aku akan mengutukmu!” teriak Nyonya Gong dan akhirnya tak sengaja terjatuh.
Yi Young panik melihat Nyonya Gong melompat, akhirnya memberanikan diri ikut melompat untuk menyelamatkan Nyonya Gong.


Di ruang petunjukan, orkestra masih saja terdengar dengan baik, sampai akhirnya mereka selesai bermain dan semua orang memberikan tepuk tangan sambil berdiri. Akhirnya konduktor pun memberikan sambutan dengan mengucapkan Terima kasih lebih dulu.
“Aku harus memberi tahu kalian berita sedih di malam yang indah ini. Dengan penampilan ini sebagai penampilan terakhirku, aku memutuskan untuk pensiun dari Shinyoung Philharmonic.” Ucap konduktor, seorang pria berjalan dari belakang panggung.
“Namun, aku ingin memperkenalkan kepada kalian konduktor hebat yang akan menggantikan posisiku dan memperkaya orkestra yang cantik ini. Dia sudah punya banyak penggemar. Dia Maestro yang Bersemangat. Nam Joo Wan.” Ucap konduktor. 

Si pria akhirnya naik keatas pangung dan Sekertarisnya seperti dibelakang mengikuti dengan wajah tegang. Nam Joo Wan akhirnya memperkenalkan diri lebih dulu pada semua penonton.
“Sejak kecil, aku sangat menghormati pria ini. Dia guruku. Saat ini, dia memimpin Asia Philharmonic. Maestro Song Jae Hwan.” Ucap Joo Won.
Semua menonton tak percaya mendengarnya, Seorang pria tua berdiri yang menonton, Tuan Song Jae Hwan menebar senyum pada semua penonton.
“Konduktor Song yang mengagumkan memberiku baton untuk merayakan debutku.” Ucap Joo Wan memperlihatkan baton ditanganya lalu membalikan badanya.
Semua pemain musik bingung karena Joo Wan seperti ingin memandu mereka bermain padahal belum latihan. Sek Joo Won di pinggir pangung pun terlihat binggung, Joo Wan tiba-tiba mengubah Baton menjadi bunga. Pemain musik pun bisa tersenyum bahagia melihat sulap Joo Wan.
“Terima kasih. Aku, Nam Joo Wan, berjanji di samping para musisi luar biasa ini, aku akan membuat orkestra yang lebih indah, berdebar, dan mempesona. Kuharap kalian akan tetap mencintai dan mendukung kami.” Ucap Joo Wan lalu membentangkan tangan. Semua pun memberikan aplouse. 


Yi Young dengan baju yang basah dengan badan yang mulai mengigil kedinginan. Teman Yi Young menelp, Yi Young bertanya apakah sudah selesai tampil. Temanya menanyakan keberaan Yi Young sekarang dan menyuruhnya untuk cepat ke ruang hijau.
“Aku tidak bisa datang.” Ucap Yi Young. Temanya heran karena mengira Yi Young datang setelah mengemudi.
“Ahh... Yang benar saja. Kau tahu betapa sialnya aku. Seseorang memesanku untuk mengemudi dari tempat parkir di Sungai Han ke Mangwon-dong seharga 15 dolar, jadi, aku bergegas ke sana. Tapi pelangganku melompat ke Sungai Han.” Cerita Yi Young
“Sungai Han? Apa mereka gila? Siapa?” ucap teman Yi Young kaget mengetahui Pianis yang dipecat hari ini.
“Sun Mi? Tidak mungkin. Lalu?” tanya teman Yi Young mencoba agar tak membuat kegaduhan di ruang tunggu.
“Aku melompat untuk menyelamatkannya dan diselamatkan oleh 911.” Cerita Yi Young
“Kenapa kamu melakukan itu padahal tidak bisa berenang?” keluh temanya.
“Tetap saja, mana mungkin aku diam saja saat seseorang melompat ke air? Saat terbangun, aku berada di dalam air.” Cerita Yi Young. teman ingin tahu apa Nyonya Song baik-baik saja.
“Ya, aku melihatnya naik ambulans. Aku dalam perjalanan pulang. Aku sangat berkecil hati. Aku bahkan tidak dibayar. Tapi 3 dolar dan 60 sen untuk perusahaan sopir dan 65 sen untuk asuransiku sudah ditarik dari rekeningku. Bagaimana bisa dunia ini begitu kejam?” keluh Yi Young kesal
“Itu tidak penting. Kau hampir mati hari ini. Seharusnya kau mendengarkanku dan datang ke sini. Kenapa harus  repot-repot menjadi sopir?” ucap teman Yi Young
“Aku harus menghasilkan uang saat senggang. Sebagai anggota orkestra, kau tak akan mengerti dunia dengan kompetisi yang sengit ini. Ini juga bukan surga.” Keluh Yi Young sedih
“Karena harimu sudah hancur, datanglah menemui Maestro Nam. Kami mengadakan pesta penyambutan.” Kata teman Yi Young
“Aku sedang tidak ingin melakukan itu.” Ucap Yi Young, Temanya menegaskan Suasana hati Yi Young tidak memberikan makan jadi harus berusaha ceria.
Saat itu Joo Wan masuk ruang tunggu menyapa semua pemain secara personal. Yi Young memberitahu kalau Maestro Nam datang jadi menyuruh Yi Young untuk Berhenti mengeluh dan lari ke tempatnya menurutnya Joo Waon mungkin pemarah, tapi terlihat sangat seksi hari ini.
“Lupakan. Mana bisa aku ke sana padahal bukan anggota? Jika kita bisa bertemu besok, mari lakukan itu.” Ucap Yi Young lalu menutup telpnya. 




Teman Yi Young mengirimkan pesan pada Yi Young, “Ini foto bibir Maestro Nam. Kuharap hadiahku ini bisa menghiburmu dan membantumu tidur nyenyak malam ini.” Yi Young membaca pesan Jenny dengan gambar bibir Joo Wan.
“Astaga, dasar wanita kejam. Dari mana dia belajar mengatakan hal seperti itu?” keluh Yi Young.
Tiba-tiba Hujan turun dan langsung deras, Yi Young mengeluh langsung berlari ke minimarket. Ia membeli makan dan juga payung lalu pergi ke kasir. Petugas memberitahu jumlahnya 11 dolar 50 sen. Yi Young melihat dompetnya seperti tak akan cukup.
“Maaf, tapi berapa harga semua ini tanpa payung?” tanya Yi Young, Kasir menjumlah Harganya 5 dolar 50 sen. Akhirnya Yi Young pun membayar tanpa membeli payung. 


Yi Young menunggu didepan pintu menunggu hujan berhenti, tiba-tiba seorang pria keluar membawa payung sambil mengeluh Ada banyak debu halus hari ini. Yi Young binggung dan bertanya  Apa berbicara dengannya. Si Pria memberitahu Debu halusnya ada di tengah hujan.
“Ambil ini jika kau membutuhkannya.” Kata Jang Yoon, Yi Young binggung bertanya apakah itu payung milik pria yang tak dikenalnya. Jang Yoon membenarkan.
“Kenapa? Apa kau mengenalku?” tanya Yi Young binggung, Jang Yoon mengaku tidak.
“Lalu kenapa kau memberiku payungmu? Aku tidak keberatan basah.” Ucap Yi Young.
“Aku melihatmu tidak membeli payung tadi. Kau tidak perlu memberiku uang, jadi, ambillah.” Kata Jang Yoon lalu mengantung payung di pintu dan pergi. 
Yi Young berlari mengejarnya tanpa membuka payung, lalu menyuruh pria itu harus mengambilnya kembali dan merasa bersyukur Jang Yoon memberikan payung, tapi tidak mau berutang apa pun pada orang asing dan mengucapan terima kasih.
Jang Yoon hanya bisa menatapnya, Yi Young berlari dan tiba-tiba dikejutkan dengan mobil yang ada didepanya. Di mata Yi Young seperti pernah mengalami pengalaman buruk tertabrak dan seseorang yang menyerang dengan pisau.
Mobil akan menabrak Yi Young, Jang Yoon berlari menyelamatkan. Mereka pun bergulingan dengan hujan yang makin deras. Yi Young pun masih sadar, Jang Yoon langsung menanyakan keadaan Yi Young lebih dulu.
“Aku berjanji bahwa kisah yang akan kuceritakan ini bukanlah kisah cinta.” Guman Yi Young menatap mata Jang Yoon.
“Kau melihat ke mana? Kau hampir mati.” Teriak Jang Yoon mengomel.
Yi Young menatap mata Jang Yoon mengingatkan pada mata seseorang.  Saat itu juga Yi Young tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa dan akhirnya pingsan di bawah hujan yang turun deras. Jang Woon bingung mencoba menyadarkan Yi Young di tengah hujan.
“Aku berjanji sekali lagi bahwa kisah yang akan kuceritakan ini bukanlah kisah cinta. Bisa dibilang ini kisah tentang sebuah perjalanan. Ini sebuah perjalanan yang gelap, samar, dan kejam untuk mencari ingatanku yang hilang.”




Yi Young terbangun dengan kepalan yang sakit, lalu menatap seorang wanita dokter sudah ada didepanya. Teman Yi Young mengeluh karena sudah membuatnya panik di tengah malam. Yi Young masih saja tertidur, Temanya menyuruh segera bangun. Yi Young pun terpaksa duduk.
“Aku sudah bangun, Kau tidak perlu memukulku... Lalu Apa aku tidur di sini semalam?” tanya Yi Young melihat ada di ruangan istirahat dokter.
“Jangan membangunkan para pemagang dan keluarlah dengan tenang. Mereka semua lembur.” Ucap Dokter. Akhirnya Yi Young perlahan keluar dari ruang istirahat.

Temanya langsung melempar milik Yi Young sambil mengeluh kalau pemain timpani tidak sadar pemukulnya hilang dan Pria yang membawanya kemari semalam juga membawa alat itu. Yi Young bertanya-tanya  Pria yang membawanya kemari dan tak percaya kalau pria itu membawakan itu juga.
“Dia khawatir hujan akan merusaknya, jadi, dia memasukkannya ke dalam tas.” Ucap Dokter
“Bagaimana dia bisa tahu hal seperti itu? Apa dia musisi? Seharusnya aku meminta nomor teleponnya.” Ucap Yi Young. Dokter mengeluh Yi Young masih sempat memikirkan tentang Nomor telp.
“Jangan mengkhawatirkan pria lain dan awasi saja pacarmu.” Ucap Dokter.
“Kenapa kau tiba-tiba membahas Jae Hyung? Apa yang salah dengannya?” keluh Yi Young.
“Jika dia tidak berselingkuh dalam sebulan, aku akan berhenti bekerja.”ucap temanya.
“Kenapa kau mengatakan hal seburuk itu? Tidak ada yang salah dengan Jae Hyung. Dia tergila-gila kepadaku.” ucap Yi Young yakin. 


Jenny masuk ke gedung "Pusat Seni SY" saat itu semua orang melihat ponsel dan saling berbisik. Ia pun melihat ada berita "Yu Da mengunggah unggahan baru"
“Gong Sun Mi, pianis yang dipecat, mencoba bunuh diri dengan melompat ke Sungai Han. Menurutmu siapa yang membuatnya ingin bunuh dir setelah menjadi anggota orkestra selama 15 tahun? Kita juga bisa berakhir seperti dia.”
Jenny mengeluh kalauYu Da sulit dipercaya dan Ini akan menggemparkan lalu melihat ke sebuah ruangan banyak pemain timpani sedang berlatih. 

Yi Young masuk ke ruang latihan sambil mengeluarkan sarapan dan mengoceh sendiri, kalau Wajar saja memeriksa sesuatu saat  masih muda dan setidaknya bisa makan Tuna dengan mayones. Jenny menelp langsung menanyakan keberadaan Yi Young.
“Aku? Aku di akademi untuk belajar. Kenapa?” tanya Yi Young. Jenny pikir Pelajaran itu tidak penting.
“Maestro Nam mengadakan audisi. Kukira itu untuk piano. Tapi dia mencari seorang permain perkusi.” Kata Jenny. Yi Young tak percaya mendengarnya.
“Maestro Nam sangat bertekad. Audisinya baru dimulai, jadi, cepatlah kemari.”ucap Jenny. Yi Young pun bergegas pergi. 

Seorang pria sedang bermain timpani diatas panggung dengan kain yang menutupinya. Joo Wan mendengarnya lalu bertanya pada sekertarisnya  Itu mengingatkan pada warna apa. Si sekertaris binggung. Joo Wan memberitahu maksudnya Penampilan ini.
“Warnanya hijau, biru, kuning, atau jingga?” ucap Joo Wan. Sekertaris binggung akhirnya menyebut Jingga. Setelah selesai meminta pemain lain masuk.
Yi Young berlari ke halte dan melihat papan kalau busnya akan tiba beberapa menit lagi. Karena takut telat akhirnya mencoba menghentikan taksi.
Sementara di ruangan, Joo Wan ternyata tertidur sampai rekanya  membangunkan dengan wajah kesal. Joo Wan pun terbangun dan menyuruh agar memanggil yang lain.
Yi Young sudah naik motor meminta agar bisa lebih cepat lagi. Si paman memberitahu kalau mereka bisa mati. Yi Young pikir dirinya itu bisa mati kalau terlambat. Si paman kurir makanan pun segera melajukan motornya.


Di lorong gedung, beberapa orang membahas Joo Wan itu gila karena menginginkan seorang pemain perkusi dan berpikir kalau mengeluhkan ini ke agensi. Teman yang lain ikir akhirnya dipecat seperti Sun Mi, lalu mengejek kalau ia akan melompat ke Sungai Han.
Yi Young akhirnya datang dan mencari Jenny lalu memintanya agar kelaur dari ruangan. Ia pun bertanya Apa yang terjadi, dengan memastikan Audisinya belum berakhir. Jenny menyuruh Yi Young agar Bicaralah dengan tenang.
“Suasana hati semua orang tidak baik. Mereka kesal dengan audisinya, dan seseorang bahkan mengunggah foto Sun Mi terbaring di rumah sakit setelah dia mencoba bunuh diri.” Cerita Jenny. Yi Young tak percaya mendengarnya.
“Tapi ini kesempatan bagus untukmu. Jadi, menurutku itu lebih baik. Aku meminta Dal Hee menuliskan namamu di daftar audisi. Jadi, tunggu giliranmu di ruang hijau.” Jelas Jenny.
Saat satu pria memanggil agar mereka mulai berlatih dan mengajak semua masuk.  Jenny menganguk pada rekanya, lalu memegang bahu Yi Young berpesan untuk Jangan gugup dan Lakukan saja sesuai latihannya. Yi Young menganguk mengerti.
“Jangan khawatir. Aku akan pertaruhkan hidupku... Tidak, aku harus mempertaruhkan hidupku untuk ini. Aku akan baik-baik saja.” Ucap Yi Young yakin. 
Yi Young duduk di ruang tunggu dengan wajah tegang, wajahnya terlihat gugup dibelakangnya ada poster Joo Wan sebagai konduktor baru. Beberapa orang sedang berlatih sebelum audisi.
“Hidup sangat mudah saat aku berusia 20 tahun. Tapi sekarang, aku orang tidak berdaya yang harus menunggu sampai aku dipilih oleh seseorang. Seni itu indah seperti mimpi. Tapi kenyataannya, itu hanya perjalanan tidak berujung di hutan menunggu untuk dipilih oleh seseorang. Hanya itu saja.” Gumam Yi Young. 


Akhirnya Yi Young dipanggil masuk audisi, tanganya gemetar didepan tampani. Ia menyakinkan diri agar jangan gugup karena tidak ada latihan dalam hidup.
“Aku sudah menganggur selama yang kuingat. Tapi hari ini, aku akan terpilih apa pun yang terjadi.” Gumam Yi Young saat membuka mata seperti melihat Joo Wan menjadi konduktornya.
Yi Young pun bisa bermain dengan irama yang bagus, Rekan kerja Joo Wan berkomentar suka caranya bermain Tapi dia harus mengendalikan kekuatannya dan menanyakan pendapat Joo Wan. Saat itu Joo Wan meminta agar mereka jangan banyak bicara.
Yi Young akan menyelesaikan permainan, tapi tiba-tiba pemukulnya terlepas dari tanganya. Ia panik berusaha untuk menangkapnya tapi kakinya malah terpelintek dan membuat terjatuh menimpah kain yang menutupi panngung, dan jatuh tepat didepan kursi penonton.
“Hong Yi Young?” ucap Joo Wan lalu tertawa seperti mengejek. Yi Young terlihat tertunduk malu.
Sek Joo Wan memberitahu kalau ada darah, Yi Young melihat ada darah keluar dari hidungnya. 



Yi Young menyumpal hidungnya dengan tissue dan membersihkan bajunya sambil mengeluh yang terjadi pada dirinya. Ia mengumpat dirinya yang bodoh sekali melepaskan pemukul saat audisi, padahal berlatih musik itu berkali-kali.
“Kenapa aku tidak sengaja melepaskan pemukul itu?” keluh Yi Young kesal dan saat itu Jenny mengirim pesan. 
“Bagaimana audisinya? Kenapa aku belum mendengar kabar darimu?” tulis Jenny
“Maafkan aku. Aku akan meneleponmu besok.” Balas Yi Young lalu keluar dari toilet. 

Yi Young kembali kembali ke rumah dan kembali tak bisa tidur, akhirnya mengirimkan pesan pada pacarnya “Jae Hyung, apa kamu tidur? Aku terus meneleponmu malam ini, tapi kau tidak menjawab. Aku sangat ingin mendengar suaramu hari ini. Tidak bisakah aku meneleponmu sekarang?”
Tapi tak ada balasan dari ponselnya, akhirnya Yi Young pun pergi ke minimarket memasak ramyun. Jang Yoon datang bisa mendengar helaan nafas Yi Young berkomentar helaan napasnya akan melubangi lingkungan ini dan memberitahuharus menambahkan telur, Saat mi sudah matang.. Untuk membuatnya lezat"
“Kau tidak tahu apa-apa tentang kehidupan. Apa pentingnya bagimu kapan aku menambahkan telurku? Jangan membicarakan hidupku padahal kita belum bertemu...” keluh Yi Young lalu tersadar melihat wajah Jang Yoon
Ia mengingat Jang Yoon yang memberikan payung padanya, dan bertanya apakah mengenalnya. Jang Yoon mengaku tidak, lalu menyelamatkan dirinya saat akan tertabrak mobil.
“Keju atau kimchi?” ucap Jang Yoon, Yi Young terlihat binggung. Jang Yoon memberitahu maksudnya makan ramyeon...
“Kau makan ramyeon dengan keju atau kimchi?” tanya Jang Yoon. Yi Young menjawab kimchi dengan ramyeon.
“Baiklah. Kalau begitu, kimchi.” Kata Jang Yoon, Yi Young menghela nafas dan bertanya apa yang diinginkannya.
“Astaga, kau lamban sekali. Kukira kamu tidak suka berutang pada orang asing. Benarkan? Tapi hari itu, aku membantumu, bukan?” jelas Jang Yoon. Yi Young pun ingin tahu memangnya kenapa.
“Bayarlah dengan kimchi... Aku mau kimchi tumis. oke? Llu Beli nasi goreng ham dan keju. Panaskan selama tiga menit.” Ucap Jang Yoon lalu pergi lebih dulu. 



Yi Young akhirnya membawakan Nasi goreng dengan ham, keju, dan kimchi tumis dengan sinis pasti Jang Yoon sudah puas.  Jang Yoon memuji Yi Young itu berhasil memahaminya. Ji Young tak peduli akhirnya pindah ke sisi bangku lainya, tapi Jang Yoon mengikutinya.
“Kau tidak tampak senang hari ini. Apa harimu buruk?” tanya Jang Yoon. Yi Young pikir itu bukan urusan Jang Yoon.
“Urus urusanmu sendiri.” Ucap Yi Young kesal merasa terganggu. Jang Yoon pikir ia bukan orang asing bagi Yi Young karena menyelamatkan nyawanya.
“Kau menyelamatkan hidupku?” kelu Yi Young. Jang Yoon pikir  menyelamatkannya di luar beberapa hari lalu.
“Astaga, kau makan ramyeon pukul 3.00. Kau pasti sudah menyerah dengan dietmu. Apa Kamu putus dengan pacarmu Atau ada yang menipu dan memeras uangmu?” ejek Jang Yoon.
“Sudah cukup. Apa kau mengejekku?” keluh Yi Young. Jang Yoon mengaku kalau merayunya.
“Apa? Kau sulit dipercaya” keluh Yi Young dengan tatapan sinis. Jang Yoon pikir kalau Yi Young sudah mengutuk dengan ekspresi wajahnya dan sangat menakutkan. 


Yi Young memilih untuk pindah meja menghindari Jang Yoon, Jang Yoon pun mengikutinya lalu memberikan uang 1000 won. Yi Young binggung apa itu maksudanya. Jang Yoon mengatakan kalau itu nomornya, Yi Young melihat ada nomor dilembaran uang.
“Aku tahu tidak boleh menulis di uang. Kau tidak akan membuang uang ini. Tolong jangan salah paham. Aku tidak merayumu. Aku mencari pekerjaan paruh waktu.” Ucap Jang Yoon.
“Pekerjaan paruh waktu?” kata Yi Young bingung. Jang Yoon  mengaku bisa melakukan tugasnya
“Hal yang kau butuhkan saat tinggal sendirian. Contohnya, kau mungkin perlu seseorang untuk membawa tas berat. Kau mungkin butuh seseorang untuk membelikanmu obat saat sakit.” Ucap Jang Yoon.
“Aku bisa membuang sampah untukmu Atau aku bisa meneleponmu di malam hari saat kau tidak bisa tidur. Aku bukan orang aneh. Semua pengalamanku terverifikasi. Aku tidak punya catatan kriminal. Jika kau mau, aku bisa menunjukkan KTP-ku kapan saja..” Tegas Jang Yoon.
“Kau sungguh berharap aku memercayainya?” ejek Yi Young. Jang Yoon pikir itu terserah ingin mempercayainya atau tidak.” Kata Jang Yoon lalu sengaja meninggalkan uangnya.
“Pekerjaanku hari ini sudah selesai.” Ucap Jang Yoon lalu berjalan pergi. Yi Young mengeluh karena semuanya menjadi lembek.
Bersambung ke episode 2

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Senin, 05 Agustus 2019

Sinopsis Hotel Del Luna Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Chan Sung dan Man Wool akhirnya naik ke lantai atas, Chan Sung memberitahu  Namanya Kyung Ah dan mengenakan gaya retro, lalu sedang menunggu dokter. Ia pun bertany apakah Kyung Ah mencari ayah yang meninggal di rumah ini.
“Entah.” Kata Man Wool dengan wajah tak peduli. Chan Sung pikir kalau  Kyung Ah melihat Man Wool pasti bisa kabur jadi  akan masuk dulu.
“Apa kau tak takut?” tanya Man Wool sinis, Chan Sung menatap Man Wool mengatakan kalau memiliki Man Wool.  Man Wool tak bisa menahan rasa bahagia. 

Chan Sun masuk memanggil Kyung Ah, saat itu Kyung Ah berpikir kalau Min yang datang dan langsung memeluknya. Saat itu Man Wool masuk melotot marah karena Chan Sung dipeluk oleh wanita lain. Chan Sung menahanya mengaku kalau baik-baik saja.
“Min, kau pulang.” Ucap Kyung Ah memeluk erat Chan Sung dan Man Wool menatap sinis dan Chan Sung bertanya-tanya siapa Min itu.

Chan Sung akhirnya duduk dengan KyungAh terus merangkul lenganya, Kyung Ah meminta maaf karena sudah menyakiti Min, Tapi hati Kyung Ah telah menjadi milik Min. Chan Sung pikir Min dan dokter adalah orang yang berbeda.
“Apa kau sakit?” tanya Chan Sung melihat Kyung Ah yang terus terbatuk-batuk.
“Min, aku tak punya banyak waktu. Aku tak bisa berbagi waktu denganmu. Tapi aku akan mengizinkanmu untuk berpamitan.” Kata Kyung Ah. 

Man Wool sedari tadi berkeliling ruangan menemukan sesuatu lalu bertanya apakah itu buku harian miliknya. Kyung Ah terlihat marah dan langsung berteriak “Sook Hui, hentikan. Jangan menyentuh barang-barangku.”
“Aku pasti Sook Hui.” Ucap Man Wool sudah bisa mengerti dengan nada sinis.
“Bukan salahku kau tak bisa memenangkan hati Min. Hentikan kecemburuan jahatmu.” Ucap Kyung Ah
“Apa semua kartu pos dan surat ini?” tanya Man Wool. Kyung Ah tak menjawabnya.  Man Wool menyuruh Chan Sung yang menjadi agar menanyakan.
“Kyung Ah, apa semua kartu pos ini?” tanya Chan Sung. Kyung Ah mengaku  sangat lemah, jadi tak bisa keluar
“Dan aku tak punya teman. Jadi, aku mengirim ceritaku ke stasiun radio, dan semua orang ini mengirimiku kartu pos yang mendo'akan aku baik-baik saja. “ cerita Kyung Ah
"Aku harap kau segera pulih." "Aku juga berharap semoga sukses dengan cintamu. Dari Hui, pendengar yang rajin di Ssangmun-dong, Yang juga bercinta sepertimu." Ucap Chan Sung membaca salah satu kartu pos
“Ini sebenarnya nyata... Hyuk pasti ada di sini... Pasti ada seseorang bernama Hyuk. Menilai dari raut wajahnya, Hyuk pasti menyukainya juga.” Kata Man Wool
“Jadi, itu berarti Hyuk, Min, dan dokter disukai Kyung Ah kecuali Sook Hui.” Ucap Chan Sung
“Sepertinya Sook Hui adalah satu-satunya penjahat di sini.” Komentar Man Wool
“Aku akan terus berpura-pura menjadi Min Dan kita harus membawanya ke hotel.” Kata Chan Sung
“Kyung Ah tak bisa menjadi tamu di hotel kita karena dia bukan arwah manusia.” kata Man Wool 


Chan Sung bingung bertanya Apa artinya dia bukan hantu, Man Wool mematikan pemutar piringan hitam dan Kyung Ah menghilang. Man Wool bertanya apakah Chan Sung  merasakan sesuatu yang aneh saat Kyung AH memeluknya tadi.
“Kalau dipikir-pikir, aku sama sekali tak merasakan hawa dingin. Padahal Aku selalu merasakan hawa dingin setiap kali menyentuh hantu di hotel kami. Tapi tidak dengan Kyung Ah.” Kata Chan Sung.
“Itu roh imajiner yang diciptakan oleh seseorang.” Ucap Man Wool. Chan Sun binggung apa itu "Roh imajiner"
“Benar, imajiner... Kyung Ah diciptakan dalam imajinasi seseorang.” Ucap Man Wool. Chan Sung makin bingung memikirkan Seseorang menciptakannya
“Dia memiliki penyakit yang tak tersembuhkan, dicintai oleh Hyuk dan Min, dan dia bahkan berselingkuh dengan seorang dokter. Buku harian itu nyata, dan seseorang memang mengirim cerita ke stasiun radio. Tapi masalahnya bukan Kyung Ah. Itu dikirim oleh orang yang menciptakannya.” Kata Man Wool.
“Siapa itu? Jika kita menemukan orang itu, kita bisa menyingkirkan Kyung Ah. Siapa pendelusi yang begitu terbenam dalam kisah cinta yang menyedihkan ini?” tanya Chan Sung. 


Saat itu suara seorang ibu terlihat marah dilantai bawah, Nyonya Han mencoba menjelaskn kalau mereka di sini untuk membantu. Sang ibu tak percaya langsung bergegas naik ke lantai atas, Chan Sung dan Man Wool mendengar kegaduhan dari lantai bawah.
“Apa yang kau lakukan di ruang belajarku? Semua yang di sini adalah milikku.” Ucap Ibu Nyonya Han. Chan Sung menganguk mengerti.
“Bolehkah aku menanyakan namamu?” tanya Chan Sung. Ibu Nyonya Han menjawab Lee Bok Hui.
“Kau harus menunggu di bawah.” Ucap Nyonya Lee menyuruh kedua anaknya turun. Keduanya menurut. 

Mereka pun duduk bersama, Chan Sung bertanya apakah Nyonya Lee kenal seorang wanita bernama Kyung Ah. Nyonya Lee mengaku kalau itu adalah dirinya, lalu menceritakan menikah dengan suaminya  saat berusia 22 melalui perjodohan.
“Aku tak pernah berkencan dengan siapa pun Dan saat itulah aku menciptakan Kyung Ah. Aku sangat senang bisa mengalami cinta yang murni, penuh kasih sayang, dan penuh gairah seperti Kyung Ah, seperti karakter film favoritku.” Cerita Nyonya Lee
“Roh imajinermu yang kuat masih ada. Ini seperti film lama.” Kata Man Wool. Nyonya Lee menganguk mengerti. Chan Sung pikir Nyonya Lee yang tak terkejut.
“Jika kau hidup lama, kau tak mudah terkejut. Selain itu, aku pernah menjadi pasien delusi yang menciptakan Kyung Ah.” Cerita Nyonya Lee
“Kyung Ah memanggilku Min.” Akui Chan Sung, Nyonya Lee mengakui kalau Chan Sung terlihat seperti dia.
“Dia benar-benar menyukai Min.” Cerita Nyonya Lee. Man Wool menghela nafasnya
“Bagaimana dengan dokter? Dia pasti sangat menggoda.” Ejek Man Wool. Nyonya Lee bertanya apakah perlu menyingkirkan Kyung Ah
“Putra dan istrimu mengalami kesulitan karena dia.” Kata Chan Sung. Nyonya Lee mengerti
“Aku bisa melupakan Kyung Ah berkat anakku.” Kata Nyonya Lee seperti sudah bisa pasrah. 


Chan Sung dan Man Wool akhirnya melihat semua yang berhubungan dengan Kyung Ah akhirnya dibakar. Chan Sung tahu kalau Nyonya Lee menikah dengan orang asing yang tak dicintai jadi Pasti sulit baginya. Menurutnya Apa itu khayalan atau imajinasi, Ia  yakin itu masih membantu mengatasi situasinya.
“Apa Dia mengubah realitasnya dengan menciptakan roh imajiner? Ide yang bagus.” Kata Man Wool
“Dia meminta kita bergabung dengannya untuk makan malam. Bagaimana?” kata Chan Sung
“Dia mengucapkan selamat tinggal pada Kyung Ah, jadi dia pasti kesepian. Jadi, kau harus tinggal dan menghiburnya saat makan malam. Sook Hui adalah penjahat,jadi dia akan pergi.”kata Man Wool. Chan Sung menganguk mengerti
“Itu terbakar dengan cantik.” Kata Chan Sung, Man Wool berpikir seperti juga dan terus menatap api seperti akhir nanti dirinya akan berubah menjadi api.


Di rumah
Nyonya Han dan suaminya sibuk menata makanan dimeja, Chan Sung pikir  Tak perlu menyiapkan terlalu banyak hidangan. Nyonya Lee menyuruh Min agar menunggu saja di sini dengan tenang. Chan Sung menyapa Nyonya Han sedang membawa sup bertanya apakah Mi Ra sudah pergi.
“Ya, dia mungkin kembali ke rumah sakit. Omong-omong, terima kasih sudah mengundang kami ke hotel.” Ucap Nyonya Han. Chan Sung terlihat bingung.
“Atasanmu memberi kami undangan ke hotel. kami Pasti berkunjung. Aku tak bisa menunggu.” Ucap Nyonya Han.
“Kebetulan, apa dia juga mengundang Mi Ra?” tanya Chan Sung sedikit panik. Nyonya Han menganguk. 
Mi Ra pergi sendiri ke depan hotel merasa tak tahu kalau memang ada hotel Del Luna lalu berkomentar Chan Sung bekerja di sebuah hotel yang luar biasa akhirnya masuk ke dalam hotel.
“Selamat datang... Ketua sedang menunggumu.” Ucap Hyun Joong menyapa Mi Ra. Mi Ra pun mengucapkan terimakasih dan akhirnya Hyun Joong pun mengajak Mi Ra menaiki lift.
Mi Ra keluar dari lift hanya bisa melonggo ternyata Hotel Del Luna  yang luar biasa.
“Ketua sudah menyiapkan sesuatu yang sangat istimewa untukmu. Biar kuantar.” Kata Nyonya Choi  


Mi Ra masuk ke ruangan taman hiburan tak bisa menahan rasa bahagianya, Man Wool dengan senyuman menyapa tamunya, Mi Ra mengaku senang  den mengucapkan Terima kasih sudah mengundangnya serta suatu kebanggaan bagi dirinya.
“Aku hanya tak bisa membiarkanmu begitu saja.” Ucap Man Wool. Mi Ra melihat Tempat ini sangat bagus.
“Tapi, kenapa tempat ini kosong?” ucap Mi Ra bingung, Man Wool pikir Tempat ini tak kosong.
“Kau tak bisa melihat apa pun, karena itu” kata Man Wool menunjuk dengan matanya ke arah gelang milik Mi Ra. Mi Ra terlihat binggung memegang gelangnya.
“Kau tak dapat melihatnya karena itu. Sebelumnya, kau juga tak dapat mendengar apa pun.” Kata Man Wool.
Mi Ra teringat saat semua orang bisa mendengar suara piringan hitam tapi hanya dia yang tak mendengarnya. Ia lalu memastikan Jika melepaskan gelang itu, apakah dapat melihat hal lain. Man Wool meminta agar memegangnya setelah dilepaskan.
Akhirnya Mi Ra pun melepaskan gelangnya dan memberikan pada Man Wool. Man Wool meremas gelang dan akhirnya berubah menjadi percikan api kecil, saat itu lampu di taman hiburan pun menyala seperti banyak orang yang menaikinya.
“Apa kau menyukainya?” tanya Man Wool. Mi Ra mengaku suka taman hiburan.
“Apa begitu? Aku juga berpikir begitu. Kau tampak bahagia di foto itu.” Ucap Man Wool memperlihatkan foto milik Mi Ra
“Kau menemukan ini... Terima kasih. Saat masih kecil, aku pergi ke taman hiburan bersama keluargaku dan mengambil foto ini.” Cerita Mi Ra dengan wajah bahagia.
“Sejak hari itu kau berdiri di sana.” Kata Man Wool menujuk ke arah tempat Mi Ra terlihat dengan keluarganya dengan senyuman sumringah.
“Itu orang tua dan adikku. Aku bahagia.” Kata Mi Ra dengan mata berkaca-kaca.
“Aku benci kau... bahagia. Itu sebabnya aku akan menghembuskan kesedihan kepadamu Dan itu akan menjadi hadiahmu.” Ucap Man Wool dengan tatapan sinis. 




Akhirnya Man Wool pergi menemui Mi Ra kecil yang berdiri sendirian, lalu mengatakan Mi Ra tak memiliki keluarga yang bahagia bahkan Ibunya yang  membuat Mi Ra berdiri dan mengatakan  "Kau seharusnya tak pernah dilahirkan. Aku menyesal melahirkanmu." Sepanjang waktu.
“Ayahmu marah setiap kali dia melihatmu. "Tak ada yang berhasil karena kau, Dasar penyihir." Sesudah adikmu yang menjengkelkan lahir, orang tuamu hanya mencintainya.” Ucap Man Wool terus menghasut.
“Coba Lihat... Pada hari saat kau datang ke taman hiburan, keluargamu menelantarkanmu di sini, lalu pulang. Itu adalah hari paling menyedihkan dalam hidupmu.” Ucap Man Wool
“Ibu, Ayah. Jangan tinggalkan aku.”pinta Mi Ra dengan wajah sedih, Man Wool pun menyuruh si Mi Ra kecil untuk pergi.
“Kau Pergi padanya dan isi setiap hari dalam hidupnya dengan kenangan sedih tentang seorang gadis yang seharusnya tak pernah dilahirkan.” Ucap Man Wool dan si anak pun berjalan mendekati Mi Ra
Saat itu si anak mendekati Mi Ra dan mengeluarkan tanganya, wujudnya berubah menjadi hantu yang menakutkan. Chan Sung datang saat Mi Ra akan mengelurkan tangan. Man Wool melihat Chan Sung datang langsung pergi. Chan Sung menahan Man Wool pergi. 


“Terima kasih, Chan Sung. Berkatmu, aku berjumpa dengannya. Dan berkatmu, aku sudah menemukan cara yang bagus. Dan... aku bisa melepaskan dendamku sedikit.” ucap Ma Wool menatap sinis.  Chan Sung meminta agar Mi Ra tak melakukanya
“Aku sudah melakukannya. Ini... jauh lebih kuat dari roh imajiner yang diciptakan Bok Hui. Karena aku yang menciptakan ini, Itu kutukan.” Ucap Man Wool. Chan Sung meminta agar menghentikan.
“Apa Kau tak tahan? Kau bisa Lari dariku, Chan Sung.. Aku akan membiarkanmu. Aku tak akan memaksa mu” ucap Man Wool
“Lindungi aku.” Ucap Chan Sung langsung berjalan ke Mi Ra dan langsung memeluk arwah .
“Chan Sung, lepaskan.” Teriak Man Wool tapi arwah akhirnya masuk ke dalam tubuh Chan Sung.
Mi Ra langsung jatuh pingsan, Chan Sung merasakan tubuhnya kesakitan karena dimasuki arwah kesedihan, Man Wool menatap Chan Sung dengan wajah sedih, teringat kembali yang dikatakan Chan Sung “Apa pun yang akan kau lakukan, jangan lupakan.”
“Aku tak peduli jika tempat ini adalah penjara atau pagar untukmu. Aku akan berada di sini bersamamu.”
“Apa kau tak takut?” tanya Man Wool. Chan Sung dengan sangat yakin kalau memiliki Man Wool yang bisa melindunginya. Chan Sung akhirnya tak sadarkan diri, Man Wool hanya bisa terdiam melihat keduanya tak sadarkan diri. 






Mi Ra terbangun merasakan kepalanya sakit, Yo Na bisa bernafas lega karena  akhirnya Mi Ra sudah bangun. Mi Ra binggung bertanya siapa wanita itu. Yoo Na memberitahu kalau Man Wool memintanya untuk membawa pulang karena terlalu mabuk.
“Apa Aku mabuk?” ucap Mi Ra binggung dan merasakan kepalanya sangat sakit.
“Ya. Rumah sakit di Myeongnyun-dong, 'kan? Ayo berangkat.” Ucap Yoo Na akhirnya pergi dengan Mi Ra meninggalkan Hotel dengan taksi. 

Man Wool menatap Chan Sun yang masih tak sadarkan diri, lalu memberitahu kalau Semuanya akan baik-baik saja sekarang, karena Chan Sung yang sudah menghancurkan segalanya. Ia teringat yang dikatakan oleh Chan Sung tentang dirinya
“Aku tak tahu. Saat kulihat kau dalam mimpiku, Kau hanyalah sedang jatuh cinta.” Ucap Chan Sung

Flash Back
Man Wool duduk dengan Cheong Myung di tepi danau, Man Wool pikir  Ini adalah kali terakhir,mereka bisa mengagumi pemandangan seperti ini bersama sebelum ia pergi. Cheong Myung bertanya apakah  Man Wool berencana untuk bergabung dengan pemberontakan.
“Mereka berharap negara ini menghadapi kematian. Jauh lebih baik daripada hidup sebagai pencuri dan akhirnya tertangkap, lalu terbunuh.”kata Man Wool
“Datanglah ke istana. Aku bisa membantumu.” Ucap Cheong Myung.  Man Wool pikir itu artinya ia meninggalkan temanku dan pergi bersama Cheong Myung.
“Aku tak bisa.” Kata Man Wool berdiri, Cheong Myung pikir itu artinya ia yang akan pergi bersama Man Wool.
“Jika kau memohon padaku untuk ikut bersamamu, maka akan kupertaruhkan hidupku dan melakukannya.” Ucap Cheong Myung
“Jangan... Karena Tak ada cara bagi kita untuk bersama.” Kata Man Wool. Cheong Myung terlihat kecewa.
“Sepertinya aku tak perlu datangke sini lagi. Kau teman minum yang baik, jadi aku akan merindukanmu.” Kata Cheong Myung membawa botol milik Man Wool. 



Man Wool menatap botol minum miliknya yang digantung pada pohon, Yeon Wool datang memberitahuSemuanya sudah siap dan bertanya Kapan mereka pergi. Man Wool menatap Botol minumnya yakin kalau Cheong Myung ada disini.
“Dia mungkin ada di sana sekarang. Biarkan aku pergi menemuinya untuk kali terakhir.” Ucap Man Wool dan akan pergi.
“Man Wool, Apa Kau akan kembali?” tanya Yeon Woo. Man Wool mengaguk karena pasti akan kembali.
“Kau tak perlu kembali. Aku akan baik-baik saja, lakukan seperti yang kau inginkan.” Ucap Yeon Woo
“Tidak, aku akan kembali. Biarkan aku melihatnya sekali lagi.” Kata Man Wool menyakinkan. 

Saat itu Man Wool pergi dengan kuda berlari ke tepi pantai, tapi tak menemukan siapapun. Tapi semua prajurit datang mengepungnya, Man Wool binggung melihatnya seperti sedang dijebak. Putri datang dengan dayangnya, tatapannya sinis.
“Semua orangmu akan mati gara-gara kau.” Ucap Putri, Man Wool menatap kaget.
Di hutan, Yeon Woo dengan pengikutinya harus bertarung melawan penjaga kerjaanya. Sampai akhirnya Yeon Woo diancam dengan pedang oleh Cheong Myung

Man Wool akhirnya dimasukan ke penjara dengan tubuh penuh luka. Cheong Mung memberitahu berkat Man Wool jadi  memberikan kontribusi yang besar dan Man Wool yang membawanya pergi ke sana, dan Man Wool sendiri juga membantu mengulur waktu.
“Karena itu, aku akan mengampunimu.” Ucap Cheong Myung berkhianat. Man Wool menegaskan akan membunuh Cheong Myung.
“Aku akan membunuhmu bagaimanapun caranya.” Ucap Man Wool penuh rasa dendam.
“Jika kau ingin membunuhku, kau harus tetap hidup.” Kata Cheong Myung. 

Akhirnya Yeon Woo berdiri diatas seperti panggung, Man Wool mengangkat wajanya melihat temanya akan di hukum gantung.  Yeon Woo bisa terlihat tenang, Man Wool mulai histeris melihat temanya yang terkena hukuman gantung. Pengawal menahanya agar tak mendekat.
“Karena kau membantu jenderal membuat kontribusi besar, aku akan menunjukkan belas kasih padamu.” Ucap Putri yang berdiri diatas dengan Cheong Myung disampingnya. 


Man Wool akhirnya bisa membunuh putri sedang menunggu Cheong Myung dikamar pengantin. Cheong Myung masuk kamar tanpa tahu kalau dibalik kain merah adala Man Wool.
“Aku akan membunuhmu...bagaimanapun caranya.” Gumam Man Wool dengan penuh dendam.
Saat itu Cheon Myung masuk dan melihat Man Wool dibalik kain merah,keduanya saling menatap dan Man Wool pun sudah siap mengeluarkan pedangnya.


Chan Sung akhirnya terbangun seperti kembali bermimpi, Sanchez menanyakan keadaan Chan Sung sekarang. Chan Sung bertanya apa yang terjadi. Sanchez menceritakan Man Wool membawanya pulang dan sudah tidur selama beberapa hari.
“Kau bilang "Beberapa hari"? Apa maksudmu?” ucap Chan Sung bingung. Shancez memberitahu Chan Sung sudah tidur selama tiga hari berturut-turut.
“Lalu Kenapa lukisan itu ada di sini?” tanya Chan Sung melihat lukisan besar di kamarnya.
“Man Wool meninggalkannya di sini. Dia bilang itu memakan tempat, jadi dia meninggalkannya di sini.” Ucap Sanchez.
“Omong-omong, apa dia pergi ke suatu tempat?” tanya Chan Sung. 



Chan Sung bergegas pergi ke hotel dan tak melihat papan nama, lalu teringat yang dikatakan Tuan Kim “Ke mana pun dia pergi, Pohon Bulan akan meletakkan akarnya di sana. Dan di sana berdiri Sanggarloka Bulan.” Ia masuk ke dalam ruangan yang sudah kosong.
“Dia pergi.” ucap Chan Sung kebingungan keluar dari hotel yang sudah pindah dan teringat yang dikatakan Man Wool sebelumnya  “Saat kau mengantarku, jangan merasa kesepian.”
Flash Back
Man Wool mengelus wajah Chan Sung mengaku tak peduli... jika tempat ini adalah pagar  atau penjara untuknya, karena menurutnya semua yang dimiliki adalah siksaan. Ia pikir  Tak begitu indah disiksa bersama  dan mengucapkan Selamat tinggal pada Chan Sung.
Chan Sung hanya bisa terdiam didepan hotel, seperti kebingungan mencari keberadaan Hotel Del Luna sekarang.

Bersambung ke episode 9

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09