PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 02 Juli 2019

Sinopsis Perfume Episode 18

PS : All images credit and content copyright : KBS
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

“Kurasa aku juga jatuh cinta kepadamu.” Tulis Yi Do dengan senyuman sumringah.
Sementara Nyonya Joo menceritakan kalau Yi Do sangat manis saat masih kecil. Ia teringat Yi Do itu adalah anak cengeng yang hanya memedulikan ibunya, bagaikan peri yang penuh dengan cinta dan memanggilnya Bayi peri Yi Do.
“Aku bahkan tidak bisa membayangkannya. Aku merasa dia suka menyampaikan keluhan dan menuntut orang lain, dan lugas tentang segala hal.” Cerita Ye Rin
“Itu salahku.  Aku menghancurkan dia. Aku tidak punya pilihan selain bersikap egois untuk mendapatkan pria yang kucintai. Suamiku juga ingin bercerai, tapi dia tidak bersedia memberikan hak asuh. Jadi, aku memilih cinta alih-alih putraku.” Akui Nyonya Joo
“Dia baru berusia delapan tahun saat itu. Dia hanya kenal ibunya, tapi aku menyuruh dia pergi. Aku menyuruhnya pergi menemui ayahnya di AS. Aku mengatakan aku punya seseorang yang lebih berharga daripada dirinya.” Cerita Nyonya Joo 


Flash Back
Yi Do yang marah mengancam ibunya kalau lebih baik mati saja dan melompat ke sungai. Saat itu Jae Hee berlari menyelamatkan Yi Do dan Nyonya Joo hanya diam saja sambil memegang perutnya.
“Putraku sekarat, tapi aku tidak bisa melompat masuk ke air. Karena aku sudah mengandung Min Suk. Aku ingin melindungi bayi yang kukandung, jadi, aku mengabaikan putraku lagi.” Akui Nyonya Joo lalu melihat Ye Rin menangis.
“Kenapa kau menangis?”tanya Nyonya Joo. Ye Rin mengaku Karena kasihan kepada Pak Seo. Keduanya akhirnya menangis bersama sambil berpelukan. 


Yi Do terlihat banyak menuliskan note untuk Ye Rin tapi gagal dan membuangnya, akhirnya hanya menuliskan “Berkencanlah denganku.” Lalu menaruh dalam kotak berisi gaun yang dibuatnya.
Ye Rin berjalan dengan masker, mencoba menghindar dari wartawan yang sudah menunggu.  Tapi wartawan sudah mengenali wajah Ye Rin dan langsung mengepungnya.
“Ada apa dengan Seo E Do? Apa Anda tahu mereka bersaudara? Apa yang Anda pikirkan? Tolong berikan komentar... Beri kami pernyataan...” ucap Wartawan. Ye Rin binggung dan terlihat ketakutan.
“Tunggu sebentar... Aku akan memberi tahu kalian semuanya, jadi, diamlah.” Kata Ye Rin akhirnya membuka maskernya.
“Semua yang dikatakan Seo E Do selama konferensi pers benar. Aku mendekati dia karena ingin menjadi model. Aku menjadi pelayannya sebagai alasan untuk tinggal dengannya. Begitulah akhirnya kami bisa hidup bersama” jelas Ye Rin
“Lalu kenapa Anda mengaku berkencan dengan Yoon Min Suk?”tanya wartawan
“Begini... Aku sudah lama menjadi penggemarnya, dan aku pasti ingin menjadi pacar seorang bintang. Aku juga menggoda Yoon Min Suk.” Akui Ye Rin.
Wartawan tak percaya dengan ucapan Ye Rin seperti sedang bercanda. Salah satu wartawan pun kembali bertanya “Apa Anda tidak merasa bersalah sedikit pun? Apa Anda mengatakan bahwa Anda berkencan dengan Yoon Min Suk dan Seo Yi Do?”
“Benar... Jadi, aku mempermainkan kedua pria itu.” Ucap Ye Rin, Wartawan telihat kaget dengan ucapan Ye Rin.
“Jadi Yang mana dari keduanya yang benar-benar Anda cintai?” tanya Wartawan.
“Aku mencintai mereka berdua.. Itu yang sebenarnya.” Akui Ye Rin. 



Ye Rin menonton kembali siaran pers yang dilakukan Yi Do saat ditanya wartawan Apa hubungannya dengan Min Ye Rin. Yi Do dengan yakin menjawab mencintai Ye Rin.
Pesan dari Yi Do masuk ke ponsel Ye Rin “Aku sudah memutuskan. Mari kita bicara secara langsung. Aku akan menunggumu.” Wajah Ye Rin binggung melihat pesan dari "Pasien Sakit Parah "

Yi Do sudah ada di restoran bertanya pada pelayan yang menuangkan minuman, Apa sudah memberikan daftar alerginya kepada koki. Pelayan mengaku sudah.  Yi Do mengaku tidak suka mengambil risiko, tapi menurutnya restorannya tampak nyaman.
“Jika aku juga menyukai makanannya, aku akan sering berkunjung.” Ucap Yi Do. Pelayan menganguk pergi dan berjalan pergi.
Ye Rin sudah berdiri didepan lukisan terlihat ragu, Yi Do gelisah menunggu Ye Rin yang belum juga datang. Pesan dari Ye Rin masuk ke ponsel Yi Do.
“Aku juga sudah memutuskan... Aku memutuskan kita tidak bisa hidup bersama lagi. Terima kasih atas segalanya... Jaga dirimu.” Tulis Ye Rin.
Yi Do melotot kaget dan langsung keluar dari restoran berteriak memanggil Ye Rin meminta agar memperlihatkan dirinya. Ye Rin panik bersembunyi dibalik dinding. Yi Do terus berteriak memanggil Ye Rin.
“Perlihatkan dirimu... Aku tahu kamu ada di sini... Mari kita bicara... Min Ye Rin!” teriak Yi Do tapi  Ye Rin tetap bersembunyi. Yi Do pun terlihat sangat frustasi.
Nyonya Joo binggung melihat anaknya tiba-tiba menyelonong  masuk. Yi Do memeriksa kamar. Nyonya Joo memberitahu kalau Ye Rin tidak ada di sini. Yi Do tak peduli naik ke lantai atas dan tak menemukan Ye Rin. Nyonya Joo mengeluh kalau anaknya berpikir akan menyembunyikan Ye Rin dalam rumah. 


Akhirnya Yi Do duduk disofa, Nyonya Joo membawakan cemilan dan minum untuk anaknya merasa sudah lama tak bertemu dan akhirnya kembali ke sini lagi berpikir sedang bermimpi melihat anaknya. Yi Do ingin tahu keberadan Ye Rin sekarang.
“Bukankah dia pergi ke rumahmu?  Kau Jangan bersikap seperti itu. Coba ini. Ye Rin membuat ini sebelum dia pergi saat ibu memberitahunya ibu menyukai macaroon kacang kenari.” Kata Nyonya Joo bangga.
“Aku alergi kacang kenari. Apa Ibu ingin membunuh putramu yang kau temui setelah 17 tahun?” keluh Yi Do kesal.
“Benar. Kau benar.” Kata Nyonya Joo akhirny menyingkirkan makanan diatas meja.
“Benarkah Ibu tidak tahu Ye Rin pergi ke mana? Apa Ibu tidak mengatakan sesuatu yang konyol?” tanya Yi Do memastikan.
“Ibu tidak mengatakan apa pun yang aneh. Ibu hanya memberi tahu dia jenis orang yang kau butuhkan. Itu hanya sedikit nasihat.” Jelas Nyonya Joo
“Kau bilang, Jenis orang yang kubutuhkan? Tahukah Ibu berapa kali aku hampir mati karenamu ? Ada begitu banyak kejadian hingga aku tidak bisa menghitungnya, tapi tiga kejadian disebabkan oleh kue kacang kenari. “ ucap Yi Do marah
“Ibu sudah hampir membunuhku tiga kali, tapi Ibu masih berusaha mencoba membuatku makan ini. Bagaimana mungkin Ibu tahu apa yang kubutuhkan? Ibu tidak berhak ikut campur.” Tegas Yi Do marah. Nyonya Joo hanya bisa diam sambil menyembunyikan kue dibalik badanya. 

“Aku tidak peduli bagaimana caranya atau berapa orang yang dibutuhkan. Lakukan segala cara untuk membawa Min Ye Rin kembali.” tegas Yi Do pada Sek Park
“Bagaimana kita bisa menemukannya jika dia bertekad bersembunyi?” kata Sek Park binggung.
“ Dia sangat pelit. Dia tidak akan mengeluarkan uang untuk menyewa kamar. Dia tidak akan ragu sekalipun harus tidur di jalanan. Cari semua bangku taman, jjimjilbang, dan studio dahulu.” Tegas Yi Do tak mau tahu.
Sek Park mulai bicara, memberitahu kalau Min Ye Rin adalah orang yang harus pergi setelah beberapa bulan jadi meminta agar menganggap bahwa Ye Rin pergi lebih awal dan melupakan semuanya. Yi Do tak peduli meminta Sek Park agar mekakukan segala cara untuk membawa kembali Ye Rin.
“Baiklah. Baik, aku akan mencoba menemukan dia.” Kata Sek Park tak bisa menolak dan memberikan tabnya.
“Tapi kenapa kau membawa dokumen dari agensi model? Direktur Han di mana?” tanya Yi Do
“Dia tidak bekerja hari ini. Menurutku kau juga harus memperhatikan Ji Na.” Ucap Sek Park menyindir. 


Ji Na menuruni tangga "Pengadilan Administratif Seoul" Yi Do datang langsung bertanya Apa yang terjadi. Ji Na menjawab kalau bercerai hari ini dan ingin hanya itu yang perlu Yi Do tahu. Yi Do mengajak bicara tapi saat itu seorang pria langsung mencengkram baju Yi Do.
“Kalian memang tidak tahu tata krama.” Ucap si pria marah. Yi Do meminta agar melepaskan tangan dengan menahan emosi.
“Haruskah kau membawa pria berengsek ini dalam masalah ini dan membuat aku kesal sampai hari terakhir kita?”keluh si pria ternyata suami Ji Na.
“Berpikirlah sesukamu.” Kata Ji Na tak peduli dan memilih pergi. Akhirnya suami Ji Na melepaskan cengkramanya. 

Yi Do mengaku mendengar kabar ini dan datang sendiri jadi Suami Ji Na iu salah paham karena hubungan dengan Ji Na hanya rekan bisnis dan pasti tahu  kalau mereka memang pernah berpacaran saat keduanya menikah.
“Apa kau tidak tahu bahwa Han Ji Na masih belum bisa melupakanmu? Aku tahu itu, dan Ji Na tahu itu... Semua orang lainnya juga tahu itu. Bagaimana mungkin hanya kau yang tidak tahu itu? Bukankah kau hanya mengabaikannya karena lebih mudah seperti itu?” ucap Suami Ji Na marah
“Wahh.... Baru kali ini aku mengasihani Ji Na... Kau orang yang sangat egois dan menyebalkan.” Komenta Suami Ji Na menatap mantan istrinya lalu meminta Yi Do menyindir dari jalanya. Yi Do pun hanya bisa terdiam. 

Yi Do mengajak Ji Na yang mabuk untuk bangun, tapi Ji Na menyuruh Yi Do untuk menjauhlah darinya. Yi Do memberitahu kalau sudah larut sekarang dan mengajak Ji Na pergi. Akhirnya Yi Do membawa Ji Na masuk mobil dan duduk dibangku belakang.
Ji Na sedikit sadar membuka kotak disampingnya dan melihat note "Berkencanlah denganku" lalu bertanya Apa Yi Do membuat ini untuk Ye Rin. Yi Do hanya bisa terdiam seperti tak enak hati. Ji Na memuji kalau gaunya terlihat cantik.
“Apakah karena dia tampak mirip Atau karena suaranya mirip Atau karena kepribadiannya mirip? Apa Karena itukah kamu mencintai dia? Semirip apa pun dia dengan wanita itu, Ye Rin bukan wanita itu.” Komentar Ji Na mencoba menyadarkan Yi Do
“Kau hanya melihat cinta pertamamu melalui Ye Rin. Apa kamu pikir itu cinta sejati? Dasar Berengsek... Bahkan Ye Rin hanya akan terluka sepertiku pada akhirnya” ungkap Ji Na. Yi Do hanya diam saja. 

Video Ye Rin memberikan pernyataan “Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Aku mengawali ini dengan santai, tapi kedua pria itu terus mendekatiku Menurutku itu tidak benar....”
“Bintang Korea, Yoon Min Suk, sangat dirugikan oleh hal ini. Dia bahkan hampir disingkirkan dari drama yang tengah dia kerjakan.” Komentar Pria membahas tentang cinta segitiga Ye Rin, Min Suk dan Yi Do
“Wawancara Min Ye Rin mengubah situasinya. Dia bukan berandal tidak bermoral yang menginginkan kekasih kakaknya. Dia hanya dipermainkan oleh wanita itu. Publik mulai kasihan kepadanya, jadi, dia melewati masa-masa kritis.” Ucap MC 2
“Tapi menurut kabar, Min Ye Rin sudah bersembunyi selama sepekan. Apa yang terjadi padanya?” tanya MC 1
“Keberadaannya tidak diketahui. Agensi model dan rumah Yoon Min Suk tidak membuka mulut tentang hilangnya Min Ye Rin.” Ungkap MC2 

Sementara Ye Rin berubah menjadi Jae Hee di dalam ruang sauna makan telor tanpa makan kuning telur karena akan membuatnya gemuk padahal sayang sekali kehilangan ini. Sementara disamping Jae Hee tiga orang ibu-ibu membahas acara cinta segitiga Min Suk.
“Kudengar Seo Yi Do membelikan Min Ye Rin studio. Bibinya temanku mengatakan bahwa dia tinggal di studio yang sama tempat Min Ye Rin tinggal. Ternyata Seo Yi Do mengunjunginya setiap hari. Kudengar mereka sangat dekat.” Cerita Bibi 1
“Bukan itu... Sepupu pacarnya adik iparku adalah perawat. Tapi dia mengatakan bahwa Yoon Min Suk dan Min Ye Rin datang ke rumah sakitnya bersama beberapa hari yang lalu.”cerita Bibi 3
“Kenapa mereka ke rumah sakit? Mana mungkin seorang perawan mengunjungi dokter kandungan?” tanya bibi 1 dan 2 penasaran.
“Dia pasti hamil karena Yoon Min Suk.” Kata Bibi 3 yakin. Jae Hee yang mendengarnya tak bisa menahan emosi.
“Permisi... Apa yang kalian bicarakan? Kenapa kalian membawa-bawa semua orang dari keluarga kalian untuk menyebarkan rumor menjijikkan seperti itu?” ucap Jae Hee marah, Tiga orang bibi binggung karena Jae Hee tiba-tiba marah.
“Jangan menjelek-jelekkan orang lain hanya karena itu bukan urusanmu. Karma akan membalas kalian. Apa kalian tidak tahu bahwa karma bisa sangat kejam? Dasar Sialan.. Mereka bilang Min Ye Rin cantik dan sangat baik.” Ucap Jae Hee marah dan pergi. 


Yi Do terlihat duduk sendirian akan makan malam, Mi Yoo duduk tak jauh dari Yi Do dengan tatapan dingin. Yi Do mulai makan tapi saat mengunyah makanan, wajahnya tiba-tiba berubah merasakan sesuatu. Tiba-tiba Ia merasakan lehernya seperti tercekik, dan akhirnya jatuh di lantai. Yi Do pun bergegas dibawa ke UGD.
Yi Do seperti berkhayal melihat Ye Rin sedang memainkan piano dan ia membawa buku disofa.
“Aku merasa akan mati jika seseorang bersikap manis kepadaku. Sama seperti ketika semak mawar terlalu indah. Sama seperti ketika matahari terbenam terlalu indah.”
“Aku merasa akan mati jika seseorang bersikap manis kepadaku. Aku tidak tahu di mana letak kesalahanku, tapi aku merasa keindahan itu akan membunuhku.”
Saat itu Ye Rin duduk melihat wajah Yi Do yang tertidur, Yi Do langsung menarik Ye Rin dalam pelukanya. Ye Rin pun tak menolaknya.
Yi Do tersenyum membuka matanya melihat Ye Rin yang berbaring disofa menunggu di rumah sakit, Tapi setelah membuka matanya lebar-lebar ternyata Ji Na yang ada disofa bukan Ye Rin. Wajahnya terlihat kecewa. 



Jin Kyung keluar dari gedung memanggil ibunya, Jae Hee pun terlihat bahagia melihat anaknya dan mereka langsung berpelukan. Jae Hee memuji anaknya yangc cantik tapi bobotnya yang turun banyak. Sek Park tak sengaja melihat dari depan pintu sosok Jae Hee.
“Apa kau makan? Apa Kau makan dengan teratur?” tanya Jae Hee. Jin Kyung menganguk dan bertanya dengan ibunya.
Jae Hee memperlihatakan brosur "Perjalanan ziarah"dan mengatakan kalau berniat pergi berwisata dan Liburan musim panas anaknya akan segera tiba dan ingin tahu apakah ingin pergi bersamanya. Jin Kyung ingin tahu  Bagaimana dengan pekerjaan Ibunya. 

“Itu... Ibu berhenti.”akui Jae Hee. Jin Kyung kaget ingin tahu alasannya dan Apa terjadi sesuatu.
“Tidak, bukan begitu... Sudah lama sekali sejak ibu bekerja di sebuah perusahaan. Itu terlalu berat.” Kata Jae Hee.
“Aku tidak mau pergi berwisata. Aku tidak ingin berakhir seperti Ibu, jadi aku ingin sukses. Aku tidak bisa kabur dengan Ibu.Apa yang Ibu katakan sebelumnya? Ibu bilang akan berusaha keras agar tidak malu. “Kata Jin Kyung
“Ibu merasa sedih karena ibu tidak pernah berwisata denganmu. Itu alasannya. Ibu tidak memikirkannya matang-matang... Ibu orang tua yang buruk. Ibu memang pecundang.” Kata Jae Hee menangis.
“Ibu. Maafkan aku... Aku sangat senang Ibu mendapatkan pekerjaan. Aku kesal mendengar Ibu berhenti, jadi, itu keluar begitu saja.” Ucap Jin Kyung merasa bersalah. Jae Hee mengaku Tidak apa-apa.
Jin Kyung tiba-tiba menerima telp dari Nona Han dan berjanji akan segera datang. Jae Hee menyuruh ankanya pergi saja berjanji pada anaknya kalau akan kembali ke pekerjaanya jadi meminta agar jangan khawatir. Jin Kyung mengangguk mengerti dan pamit pergi dan akan menelepon Ibunya. 



Jin Kyung pun pergi, Jae Hee kaget melihat Sek Park tiba-tiba datang. Sek Park bertanya Apakah Jin Kyung putrinya. Jae Hee membenarkan. Sek Park bertanya apakah Jin Kyung tahu bahwa ibunya adalah Min Ye Rin.  Jae Hee mengelengkan kepala.
“Ini gila... Omong-omong, bagaimana kabarmu?” tanya Sek Park. Jae Hee mengaku baik-baik saja.
“Apa kau pindah karena kau kesal tentang konferensi pers itu? Apakah menurutmu Pak Seo melakukan itu untuk membuat hidupmu dan Min Suk menyedihkan?” keluh Sek Park
“Tahukah kau betapa kerasnya usaha kami untuk mencarimu? Dilihat dari situasinya, aku harus mengakuinya. Menurutku dia serius tentang perkataannya di konferensi pers itu. “ tegas Sek Park
“Aku tahu dia serius. Karena itulah aku pergi. Ibunya Pak Seo memberitahuku bahwa dia punya banyak luka dan memintaku untuk menyembuhkannya. Bahwa apa yang dia butuhkan adalah seseorang yang akan tinggal bersamanya untuk waktu yang sangat lama.” Ungkap Jae Hee sambil menahan tangis.
“Tapi aku tidak bisa melakukan itu. Karena aku bukan Min Ye Rin. Penampilanku yang sebenarnya...” ungkap Jae Hee sambil  menangis.
“Lalu? Apa Kau berencana melupakan semuanya dan mati seorang diri?” tanya Sek Park mencoba menyadarkan.
“Aku ingin pergi sekarang. Itu satu-satunya cara Pak Seo akan mengingatku sebagai Min Ye Rin.” Ucap Ye Rin.
“Dia sakit parah sekarang... Dia hampir mati dua hari yang lalu.” Kata Sek Park. 

Jae Hee akhirnya berubah menjadi Ye Rin berlari dilorong rumah sakit dengan wajah panik karena tak ingin terjadi sesuatu dengan Yi Do .  Tapi saat membuka pintu kamar rawat wajahnya melonggo kaget. Hanya Ji Na ada diruangan.
“Yi Do sedang diperiksa sekarang” ucap Ji Na lalu keduanya pergi ke luar ruangan.
“Dia makan menu biasanya di hotel tempat dia selalu makan, tapi tiba-tiba dia mengalami reaksi alergi. Tapi untungnya, Son Mi Yoo ada di sana ketika itu terjadi.” Cerita Ji Na.
“Apakah menurutmu dia meracuni makanannya?” kata Ye Rin. Ji Na pikir itu tak mungkin
“Alih-alih, berkat pemikirannya yang cepat, Yi Do bisa tetap hidup. Dia mengalami reaksi alergi terhadap lobster.” Kata Ji Na
“Itu aneh... Dia tidak alergi lobster.” Komentar Ye Rin. Ji Na merasa Yi Do punya alergi baru.
“Dia tidak dilahirkan dengan lusinan alergi yang dia derita. Setiap kali dia mengalami trauma atau menderita stres berat, dia mendapatkan satu alergi baru.”cerita Ji Na.
“Apakah itu karena aku?” kata Ye Rin khawatir dan saat itu Yi Do keluar dari ruang pemeriksaan. Ye Rin langsung berdiri menyapanya, Yi Do terdiam seperti masih marah dengan Ye Rin yang meninggalkanya. 


Ye Rin akhirnya berbicara dengan Yi Do dalam ruangan rawat, menanyakan Bagaimana keadaannya dan Apa mereka mengatakan bahwa Yi Do boleh pulang sekarang. Yi Do menegaskan kalau mereka  akan kembali ke hubungan bisnis sebelumnya.
“Mereka akan sebagai desainer dan model dan pemilik rumah dengan pelayannya. Pernyataan cintaku kepadamu dan...”ucap Yi Do gugup.
“Dan... ciuman itu?” ucap Ye Rin menahan senyuman, Yi Do panik tak percaya kalau Ye Rin seperti tidak tahu malu mengatakanya.
“Omong-omong, semua yang terjadi di antara kita baru-baru ini hanyalah sebuah tindakan impulsif. Jika kau kesal tentang itu, kau bisa menuntutku untuk membayar ganti rugi. Aku akan menyepakati walau kau meminta jumlah yang tinggi.” Ucap Yi Do
“Lupakan saja... Aku berhasil membandingkan ukuran bibirku dengan bibir pria setelah sekitar 500 tahun. Semua itu adalah pengalaman luar biasa untuk hidupku. Aku tidak rugi apa pun.” Ucap Ye Rin mengoda.
“Apa kau akan kembali?” tanya Yi Do. Ye Rin menganguk. Yi Do tersenyum bahagia. 




Ye Rin akhirnya pulang bersama Yi Do ke rumah, wajah Yi Do terlihat sangat bahagia. Ye Rin melihat dari belakang berkomentar kalau Yi Do  menjadi lebih kurus. Keduanya akhirnya duduk bersama, Yi Do menyuruh Ye Rin memasukan ke daftar ketakutannya.
“Aku Takut kau kabur.” Tegas Yi Do. Ye Rin berjanji kalau tidak akan kabur lagi lalu memberikan sebuah amplop pada Yi Do.  Yi Do bertanya apa itu.
“Aku mencoba pergi selamanya. Tapi aku datang ke sini untuk menyelamatkanmu setelah mendengar bahwa kau sekarat. Ada sesuatu yang ingin kutambahkan ke kontrak pelayan. Baca ini dan bubuhkan capmu.”kata Ye Rin
"Kesepakatan Kerja, Satu, A akan berusaha menyembuhkan alergi dan ketakutannya." Apa kamu pikir aku belum pernah mencobanya? Aku bisa mengatakan separuh hidupku adalah tur ke berbagai rumah sakit.” Keluh Yi Do
“Kehidupan seorang seniman genius dipertaruhkan. Kau harus terus berusaha.”kata Ye Rin
“Aku akan membiarkan ini... "Dua. A tidak akan ikut campur dengan kehidupan cinta B." "Tiga. A tidak boleh berusaha menyatakan cinta atau menyentuh B." Hei, aku bilang berkali-kali... Hadapilah realitasmu sendiri...” keluh Yi D
“Benar. Kenapa kau terus mendekati orang yang menyedihkan ini?” keluh ye Rin
“Jangan khawatir. Aku tidak akan melakukan apa pun. Kau yang harus berhati-hati... "Empat. Setelah Pekan Mode Dunia, A harus tetap tenang dan membiarkan B pergi." ucap Yi Do membaca lalu terdiam.
“Kau bisa melakukan itu, kan?” kata Ye Rin memastikan. Yi Do pikir kalau Ye Rin bersiap untuk pindah ke luar negeri.
Ye Rin membenarkan bahkan tetap bisa menjadi model di Amerika. Yi Do pun akhirnya setuju lalu terdengar suara bel rumah. 



Ye Rin melihat dari interkom Min Suk yang datang lalu membuka pintu. Min Suk pun masuk, Ye Rin ingin tahu alasan Min Suk datang ke rumah Yi Do. Min Suk langsung memeluk Ye Rin yang hilang dan membuatnya khawatir. Ye Rin binggung.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Ye Rin binggung. Min Suk tiba-tiba menyuruh agar membawa barang-barangnya masuk ke dalam.
“Siapa orang-orang ini?” tanya Yi Do binggung, Min Suk menjawab akan pindah ke sini hari ini.
“Apa Kau akan pindah? Kau pikir akan tinggal di mana?” kata Yi Do marah.
“Di mana lagi? Aku akan tinggal di rumahku... Separuh rumah ini adalah milikku.” Kata Min Suk. Yi Do makin marah dan Ye Rin binggung ada ditengah-tengah dua pria.
“Rumor tentang kekasihku hidup bersama pria lain... Aku tidak akan menerimanya lagi.” Kata Min Suk, Keduanya tiba-tiba langsung saling mencengkram.
“Siapa kekasihmu?” ucap Yi Do marah. Min Suk pun tak terima karena Ye Rin menjadi kekasih Yi Do.
Tiba-tiba wartawan datang dan langsung mengambil gambar keduanya, Yi Do dan Min Suk sudah siap saling memukul. Ye Rin kebingungan ada ditengah pria-pria yang memperebutkanya.
Bersambung ke episode 19

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Sinopsis Perfume Episode 17

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Yi Do melihat berkas tertulis "Perjanjian Kerja, Catatan Transaksi" sebagai bukti lalu menutupnya. Ia mengaku didepan wartawan kalau Ye Rin adalah kekasihnya. Semua wartawan langsung mendekat untuk mengambil foto, Sek Park dan Ji Na melonggo kaget.
“Ye Rin adalah kekasihku.” Akui Yi Do dengan wajah sangat yakin.
Di rumah Nyonya Joo dan  Ye Rin melonggo tak percaya menonton konferensi Pers Yi Do. Nyonya Joo bertanya-tanya ada apa dengan anaknya itu.
“Aku mencintai Ye Rin.” Kata Yi Do. Nyonya Joo pikir anaknya sudah gila karena tiba-tiba mengatakan itu di televisi.
“Hei.... Ada apa dengannya?.... kenapa kau menangis? Apa Kau menangis karena sedih atau bahagia?”ucap Nyonya Joo binggung melihat Ye Rin duduk sambil menangis.
“Dia baru saja menyatakan cintanya, kan? Aku tidak pernah mengira akan mendengar pernyataan seperti itu lagi sampai aku mati.” Ungkap Ye Rin tak percaya. 


“Pria yang dia cintai adalah aku, Seo Yi Do.Min Ye Rin dan aku sudah hidup bersama selama tiga bulan terakhir.” Akui Yi Do
“Apa Anda mengatakan Anda hidup bersamanya? Anda mengatakan kalian hidup bersama, bukan? Dia mengatakannya. Apakah Yoon Min Suk mengetahui hal ini?” ucap Wartawan mengebu-gebu bertanya.
Yi Do terlihat binggung akhirnya Ji Na memberitahu kalau Konferensi pers sudah berakhir. Wartawan meminta jawaban dari Yi Do tapi Yi Do memilih tetap diam. 

Yi Do akhirnya keluar bersama dengan Ji Na dan Sek Park. Ji Na mengeluh Yi Do mengabaikan naskahnya dan menimbulkan masalah padahal Ini bukan sesuatu yang bisa dihadapi secara impulsif. Yi Do menatap marah pada Ji Na.
“Bagaimana kau tahu aku bersikap impulsif atau tidak? Kenapa kau selalu bersikap seakan-akan kamu tahu segalanya? Jangan bersikap seolah-olah kau lebih baik dariku!” tegas Yi Do. Sek Park ingin bicara.
“Diam.” kata Yi Do marah. Sek Park ingin bicara tapi Yi Do tetap menyuruh diam dan pergi.
“Kita memanggil dia untuk menangani masalah, tapi malah makin buruk. Ada apa dengannya?” keluh Sek Park melihat Yi Do pergi begitu saja.


Yi Do mengemudikan mobil dengan cepat, Sementara Ye Rin melamun dibalkon rumah. Saat itu Yi Do datang menatap Ye Rin dengan senyuman bahagia. Ye Rin tersadar Yi Do datang, keduanya saling menatap dan tersenyum bahagia.
“Kenapa kau melakukan itu di konferensi pers itu? Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu? Apa kau mengatakan itu karena kesal?” tanya Ye Rin akhirnya berjalan ditaman dengan Yi Do.
“Tidak. Aku mengatakan itu bukan karena kesal.. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu.”ucap Yi Do menatap Ye Rin.
“Bolehkah aku menciummu?”tanya Yi Do. Ye Rin tersenyum lalu mengangguk.
Yi Do lebih dulu mendekat, lalu Ye Rin sedikit gugup sampai akhirnya tanganya merangkul pinggang Yi Do. Keduanya sempat menatap dengan senyuman penuh rasa bahagia, lalu kembali berciuman seperti ingin melampiaskan perasaan yang terpendam selama ini.

Keduanya berjalan bersama dengan wajah malu-malu. Yi Do mengaku masih mencari kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan diri, tapi tampaknya tidak bisa mengungkapkannya. Ye Rin seperti mengerti. Yi Do menegaskan Apa yang dilakukan di konferensi pers tidak dilakukan secara impulsif.
“Tapi aku tidak ingin bersikap membingungkan dengan mengatakan sesuatu yang tidak jelas dan tidak teratur.” Jelas Yi Do. Ye Rin terlihat binggung.
“Aku tidak mau melakukan itu padamu... Bisakah kau memberiku lebih banyak waktu? kata Yi Do. Ye Rin mengerti lalu Yi Do mengajak pergi dengan mengandeng tangan Ye Rin. 

Yi Do mengantar Ye Rin sampai depan rumah dengan payung karena hujan yang turun deras. Keduanya saling menatap penuh rasa cinta tapi terlihat ragu.
“Apa tidak masalah jika kita seperti ini? Apa tidak masalah jika aku melakukan ini?”gumam Ye Rin menatap Yi Do dan akhirnya Yi Do pamit pergi melambaikan tangan dari jauh.
 “Apa tidak masalah jika aku mencintaimu?” gumam Ye Rin menatap Yi Do yang pergi. 

Tuan Kim melihat berita ditab-nya "'Seo Yi Do Mengatakan, 'Ye Rin Adalah Kekasihku'" lalu berpikir kalau keduanya sudah gila. Saat itu pacarnya datang dan terlihat marah dengan Tuan Kim malah ada dirumah, Tuan Kim terlihat marah melihat tingkah pacarnya.
“Tahukah kau berapa jam orang tuaku menunggumu?” teriak si wanita marah
“Aku sudah memberitahumu aku tidak akan datang. Bagaimana aku bisa menemui orang tuamu sekarang?” jelas Tuan Kim menahan emosi.
“Tahukah kau betapa keras usahaku untuk membujuk orang tuaku? Kau bilang istrimu akan menceraikanmu. Kau bilang kita harus menikah musim semi depan!” teriak Si wanita
“Kita tidak bisa menikah untuk sementara waktu. Aku tidak bisa bercerai seperti ini.” Ucap Tuan Kim
Si wanita tak terima dan ingin tahu alasanya tidak bisa menikah sambil memukulnya. Tuan Kim terlihat sangat marah memegang tangan si wanita dan mendorongnya di sofa, dengan mata melotot karena si wanita yang berani melawanya.
“Ini Sakit. Lepaskan aku...” pinta si wanita karena Tuan Kim memegang erat tanganya. Tuan Kim menatap marah akhirnya melepaskan tanganya. Si wanita seperti shock melihat sifat Tuan Kim yang kasar. 


Ye Rin duduk di minimarket dengan masker membaca berita di koran,  Judul dikoran pertama "'Yoo Min Suk Versus Seo E Do'" yang kedua "'Kisah Cinta Segitiga Mengejutkan!'" yang ketiga "Yoon Min Suk Versus Seo E Do ,Siapa Kekasih Min Ye Rin yang Sebenarnya?" Yang keempat "Perang Antara Adik-beradik, Skandal Terburuk Dalam Sejarah". Dan Yang terakhir. "'Kisah Cinta Segitiga Mengejutkan!'"
“Kacau sekali.” keluh Ye Rin lalu melihat judul lain  "Siapa Kekasih Min Ye Rin yang Sebenarnya?"

Dua orang remaja melihat berita di ponselnya pun mengumpat kesal, lalu melihat sosok Ye Rin yang ada diminimarket sambil meminum kopi. Mereka pikir semua kejadian ini pasti tidak mengganggunya sama sekali.
“Bisa-bisanya dia duduk di sana dan minum kopi sekarang.” Keluh si remaja dan mengambil gambar Ye Rin sedang minum kopi dengan caption  "Min Ye Rin menikmati kopi di tengah semua yang terjadi"

Yi Do sibuk di ruangan melihat tatapan mata Ji Na saat datang ke ruanganya. Ji Na hanya diam saja, Yi Do akhirnya bertanya Ada apa? Apa kau tidak makan siang, dan menegaskan  harus makan sesibuk apa pun.  Ji Na tetap saja hanya diam saja menatap Yi Do.
“Kau membuatku sesak napas.. Cepat Katakan saja.” Kata Yi Do kesal
“Apakah yang kau lakukan itu cinta Atau kau hanya bermain-main?”tanya Ji Na penasaran.
“Aku tidak bermain-main.” Ucap Yi Do. Ji Na memastikan kalau itu benar-benar cinta.
“Apa Kau jatuh cinta hanya dalam tiga bulan? Kau, Seo Yi Do, jatuh cinta kepada seorang wanita?” tanya Ji Na tak percaya
“Aku hanya menggambar satu orang sejak usiaku delapan tahun.” Jelas Yi Do memberikan buku gambarnya. Ji Na menatapnya. 


Ye Rin akan pergi dan kaget ternyata sudah banyak fans Min Suk mulai dari remaja sampai dewasa. Ia langsung dihadang pergi, bertanya mau kemana  dan mengindir Ye Rin itu lancang sekali karena bisa minum kopi di tengah semua yang terjadi.
“Apa yang harus kulakukan? Aku tidak tahu ini akan...” ucap Ye Rin binggung dan melihat Soo Yeon.
“Apa Kau lagi? Apa Kau yang membawa mereka semua?” keluh Ye Rin kesal. Soo Yeon ketakutan memilih untuk kabur. 

Ia teringat saat menghadang Ye Rin di kamar mandi melihat tubuhnya berubah jadi besar dan membalasnya dengan kekuatan yang dimilikinya. Ye Rin yang panik saat parfumnya akan dibuang di wastafel.
Soo Yeon pikir seharusnya tidak melarikan diri dan akhirnya kembali berjalan mendekati Ye Rin.
“Semuanya... Wanita ini berubah menjadi monster. Aku bisa membuktikannya di sini.” Kata Soo Yeon.
“Membuktikan apa?” tanya Fans Min Suk. Soo Yeon menyuruh teman-temanya agar bisa memegang tangan Ye Rin.
Semua bergegas memegang lengan Ye Rin dan Soo Yeon meminta agar mereka bisa merekamnya sebagai bukti. Ye Rin tak bisa bergerak, Soo Yeon mengambil parfum dari tas. Ye Rin panik karena parfum itu untuk berubah.
Saat itu juga tubuh Ye Rin pun berubah menjadi besar. Semua melonggo binggung tak percaya. Jae Hee hanya dengan satu lenganya bisa melepaskan dari cengkraman dua anak remaja, bahkan mereka bisa terlempar karena kekuatan Jae Hee.
Jae Hee pun akan membalas dendam pada Soo Yeon, Soo Yeon pun terlihat ketakutan dan berusaha kabur.


Soo Yeon memikirkan khayalanya kalau Ye Rin bisa berubah, lalu mendekatinya sambil mengejek kalau Ye Rin itu monster dan akan memberi tahu semua orang kebenarannya. Ia menegaskan akan memperlihatkan kepada semua orang jati diri asli Ye Rin  yang menjijikkan.
“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.” Ucap Ye Rin panik. Joo Yeon sudah siap mengambil parfum. 

Ji Na melihat buku gambar dan terlihat gambar seorang gadis kecil yang tertidur tertulis dibagian bawah "September 1990, Jae Hee" Yi Do memberitahu kalau gadis itu yang menyelamatkannya dari tenggelam saat usianya delapan tahun.
“Bahkan orang tuaku tidak peduli aku hidup atau tidak, tapi dia menyelamatkan aku.” Ucap Yi Do mengingat kenangan saat dirumah sakit.
Flash Back
Yi So sibuk mengambar saat Jae Hee masih tertidur, Jae Hee akhirnya terbangun dan tersenyum karena melihat Yi Domasih hidup mengaku sangat senang sekali.

“Dia hampir mati menyelamatkan aku, tapi begitu dia bangun, dia mengatakan, "Kau masih hidup. Aku senang sekali." Usianya baru 11 tahun dan hampir mati menyelamatkan orang asing, tapi dia senang aku masih hidup.” Cerita Yi Do
“Saat itu, aku menyadari aku benar-benar jatuh cinta. Bahwa aku tidak akan pernah terbebas darinya. Jika dia menyuruhku mati, aku akan mati. Jika dia memintaku untuk hidup, maka aku akan melakukan segala cara untuk hidup.” Ungkap Yi Do
“Walaupun aku sakit dan gila, aku merasa bisa menjalani kehidupan yang baik jika berada dalam kehangatan Jae Hee.” Akui Yi Do
Ji Na melihat gambar lain terlihat dibagian bawah  "Mei 1998, Jae Hee" saat itu bisa melihat wajah Ye Rin sekarang. Ia kebingungan bertanya apa yang dilakukan Ye Rin saat ditahun itu karena sama seperti sekarang. 


“Jika aku menyemprot dia dengan parfum ini, dia akan berubah.” Ucap Joo Yeon. Semua seperti tak percaya mendengarnya.
“Tunggu! Jika kau menumpahkan setetes itu saja, maka aku akan menuntut kalian semua. Ini sudah tidak diproduksi, jadi, aku tidak bisa mendapatkannya lagi. Itu sangat berharga.” Tegas Ye Rin dengan tangan yang sudah dipegang oleh Fans Min Suk.
Joo Yeon tak percaya mendengarnya, Ye Rin meminta agar melepaskan karena akan menyemprotnya sendiri dan tak mungkin bisa kabur. Fans Min Suk percaya karena minimarket sudah dikepung, Ye Rin meminta Joo Yeon memberikan parfum padanya
“Apa Kalian pikir aku akan berubah jika memakai parfum ini? Apa Kalian pikir ini film fiksi ilmiah?” keluh Joo Yeon
“Baik. Perhatikan dengan saksama... Ini wanginya Harum.” Kata Ye Rin  mulai memakainya dan tubuhnya tak berubah. Joo Yeon binggung.
“Dia tidak berubah... Kau bilang dia akan berubah... Bagaimana ini?” ucap Fans Min Suk kesal melihat Joo Yeon.
“Apa aku berubah?” tanya Ye Rin memastikan. Fans Min Suk berpikir kalau Joo Yeon pasti hanya berhalusinasi dan bermimpi.
“Tidak. Dia benar-benar berubah waktu itu... Aku melihatnya! Aku serius!” kata Joo Yeon yakin.
“Terserah... Baik, hentikan omong kosong ini... Belajarlah, Anak-anak. Bukankah seharusnya kalian bersekolah?” kata Ye Rin
“ Ini sangat memalukan. Semua ini salahmu.” Keluh Fans Min Suk. Ye Rin akan pergi tapi fans masih menahan Ye Rin.
“Ini sudah berakhir... Apa masalahnya sekarang?” keluh Ye Rin. Fans Min Suk pikir Ini baru awalnya jadi meminta Ye Rin agar memberikan penjelasan.


Ji Na bertanya apakah Gadis di gambar-gambar ini bukan Ye Rin, melainkan cinta pertamanya. Yi Do memberitahu  Namanya adalah Min Jae Hee dan menurutnya Mereka tidak hanya mirip, suara dan fisik  tapi  Mereka berdua suka ikut campur dan tidak tahu malu.
“Mereka sama persis dalam segala hal.” Kata Yi Do yakin tapi Ji Na merasa kalau ini tidak masuk akal dan tak mungkin.
“Aku berusaha keras seumur hidupku dan berpikir akhirnya aku terbebas darinya. Tapi seseorang yang mirip dengannya muncul. Awalnya aku ingin menghindarinya... Ini Lucu, kan?” ungkap Yi Do
“Aku ingin menghindarinya, tapi di saat yang sama, aku penasaran tentang dia dan ingin bertemu dengannya.” Jelas Yi Do
“Apa Karena itukah kau mempertahankan Ye Rin di dekatmu?” tanya Ji Na ingin tahu.
“Dan sekarang, aku tidak bisa berjauhan dari Ye Rin. Saat dia tidak ada, semuanya terasa membosankan dan menjemukan. Seorang aktris pernah mengatakan bahwa cinta bukan sesuatu yang kau pilih. Cinta memilihmu.” Ungkap Yi Do. Ji Na keluar ruangan langsung menangis dibalik dinding. 


Ye Rin duduk di kelilingi para fans Min Suk yan meminta penjelasan dan memberitahukanya. Ye Rin terdiam dikepung oleh fans Min Suk. Para Fans terus mendesak Ye Rin untuk segera bicara. Ye Rin pikir Bukan dirinya yang berbicara di konferensi pers itu.
“Kenapa kalian memintaku memberikan klarifikasi?” keluh Ye Rin
“Seo Yi Do mengatakan bahwa kau juga mencintainya.”kata Fans Min Suk. Mereka pun ingat kalau Yi Do mengatakan itu
“Lalu bagaimana dengan Yoon Mi Suk? Benarkah kau menjalin hubungan dengan Seo Yi Do?”tanya Fans Min Suk. Ye Rin terlihat binggung.
“Itu mungkin benar, mungkin juga tidak.” Akui Ye Rin setelah mengingat membiarkan Yi Do untuk menciumnya. Fans Min Suk tak terima dengan jaawaban Ye Rin.
“Apa kau serius? Apa Kau tidak mau memberi tahu kami? Lalu kenapa kau berkencan dengan Min Suk?” tanya Min Suk. Ye Rin mengingat kembali saat dengan Min Suk. 
“Karena aku adalah penggemarmu selamanya. Jika ini untuk melindungi bintangku, aku akan mengikutinya naik kereta cepat ke dunia bawah. Seperti itulah seorang penggemar yang sejati.” Ucap Ye Rin pada Min Suk saat mengusulkan berkencan.
“Aku tidak ingat bagaimana kami mulai berkencan.” Akui Ye Rin. Semua fans makin mengeluh mendengarnya merasa kalau Ye Rin sedang bercanda dengan mereka.
“Min Suk adalah milikku! Aku membencimu.” Teriak fans Min Suk mulai brutal melempar popcorn ke arah Ye Rin.
Tiba-tiba seseoran masuk seperti seorang penyelamat dengan helm. Ye Rin melonggo kaget. Para Fans makin marah menarik baju dari pria berhelm. Akhirnya terlihat pria seperti sedan berlatih tinju. Ye Rin kebingungan, Si pria langsung mengendong Ye Rin dan keluar dari minimarket. 



Di dalam mobil Min Suk melepaskan helmnya, Ye Rin kaget ternyata Min Suk dan heran melihat pakaiannya. Min Suk dengan percaya dirinya kalau pasti terlihat seksi. Ye Rin tak bisa menahan diri saat melihat Min Suk mengodanya dengan kedipan.
“Aku dengar kau terkurung di toko kelontong itu. Itu menggemparkan media sosial. Aku datang untuk menyelamatkanmu di tengah syuting. Coba Lihat betapa kacaunya dirimu.” Kata Min Suk membersihkan pakaian Ye Rin.
“Aku baik-baik saja, tapi kudengar mereka akan memecatmu dari semua iklan. Apa yang akan kau lakukan?” kata Ye Rin khawatir.
“Aku bisa mengkhawatirkan itu nanti.” ucap Min Suk santai lalu bertanya apakah Ye Rin tahu toko macaroon yang lezat. 

Ye Rin menyaring tepung sambil memberitahu kalau  Pak Seo menderita penyakit aneh bernama tripofobia atau semacamnya jadi Karena itu tidak mau makan makarun yang bentuknya bulat. Min Suk mengeluh Ye Rin selalu membicarakan dia.
“Bisakah kau tidak membicarakan Seo Yi Do di depanku?” kata Min Suk kesal. Ye Rin meminta maaf.
“Omong-omong, benarkah kau tahu cara membuat makarun? Ini Sulit membuatnya.” Kata Min Suk
“Tentu saja. Aku bahkan memenangkan penghargaan di kompetisi memanggang.” Ucap Ye Rin dengan bangga. Setelah menunggu akhirnya macaroon pun bisa keluarkan dari oven. 

“Omong-omong, kenapa kau tiba-tiba menginginkan macaroon?” tanya Ye Rin. Min Suk mengaku bukan untuknya tapi Nyonya Joo Hee Eun menyukainya.
“Biasanya dia menghindarinya karena kandungan kalorinya tinggi, tapi dia selalu menginginkannya pada hari-hari spesial. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan orang tuaku.” Jelas Min Suk.
“Kalau begitu, aku harus membuatnya tampak cantik.” Kata Ye Rin dengan bangga.
Ye Rin lalu menanyakan keberadan ayah Min Suk sekarang. Min Suk menceritakan kalau Ayahnay meninggal tiga tahun yang lalu dan Saat itulah ibunya menderita gangguan bipolar dengan mudah menangis dan juga mudah tertawa dan itu alasan harus lebih memperhatikannya di saat begini.
“Mereka harus menunggu 11 tahun, 6 bulan, 23 hari untuk bisa bersama. Seharusnya mereka bersama lebih lama.” Kata Ye Rin
“Akhirnya kau menanyakannya, kan ? Pasti butuh usaha keras untuk mendengarkan cerita sepanjang itu.” Ucap Min Suk
“Itu adalah cerita yang berarti.” Komenatr Ye Rin seperti bisa menerima cerita Ibu Min Suk. 


Di ruangan, Yi Do dengan sangat fokus membuat baju dari mengambar pola, memotong, menjadi dan akhirnya Ye Rin sudah memakai pakaianya. Ia menegaskan kalau menyiapkannya khusus untuk Ye Rin. Ye Rin terlihat tersenyum bahagia mengunakan dress yang dibuat Yi Do.
“Benarkah aku menciptakan gaun ini?” ucap Yi Do tak percaya merasa bangga pada dirinya dan terlihat manekin yang memakain bukan  Ye Rin. 

Yi Do menelo Ye Rin bertanya apakah ada di Seongbuk-dong dan akan menjemputnya. Ye Rin sibuk memanggang daging, Min Suk menemani ibunya yang sedang menerima Selamat dari teman-temanya.  Ye Rin mengaku tidak bisa pulang hari ini karena Banyak tamu baru saja datang.
“Kenapa kau melakukan itu? Apa kau Gadis Makanan?”teriak Yi Do marah. Ye Rin pikir memang seperti itu.
“Itu benar, tapi kamu Gadis Makananku. Aku tidak mengizinkan orang lain memintamu memasak.” Kata Yi Do marah. Ye Rin hanya diam saja.
“Baiklah.. Jangan bekerja terlalu keras... Mari bertemu di luar besok.” Ucap Yi Do lalu menutup telpnya. 

“Wanita tua itu. Apa yang dia rencanakan?” ucap Yi Do kesal memikirkan ibunya pada Ye Rin.
Semua tamu sudah pulang, Ye Rin akan membereska tapi Nyonya Joo menyuruh agar membiarkan karena bisa menyewa jasa kebersihan besok dan mengajak Ye Rin untuk minum. Ye Rin pun dengan senang hati mulai duduk dan minum.
“Apa kamu sudah memikirkan tawaranku? Aku akan membayarmu empat kali lipat.” Kata Nyonya Joo.
“Kurasa aku tidak bisa menerimanya.” Kata Ye Rin menolak. Nyonya Joo meminta Ye Rin jujur saja padanya. Jujurlah kepadaku.
“Apa kau tidur dengan Yi Do?” kata Nyonya Joo blak-blakan.  Ye Rin kaget sampai memuncratkan minumnya.
“Tidak... tidak seperti itu.” Kata Ye Rin panik. Nyonya Joo piir  Ada sesuatu di antara mereka berdua.
“Mungkin kalian tidak tidur bersama, tapi setidaknya kalian pasti berciuman.”komentar Nyonya Joo.
“Tidak, begini... Aku tidak mengatakan tidak, tapi... Maksudku adalah...” kata Ye Rin binggung menjelaskanya.
“Bagaimana rasanya? Apakah menyenangkan?” goda Nyonya Joo. Ye Rin heran dengan sikap Nyonya Joo yang menanyakan itu.
“Itu tidak seperti itu. Itu tidak disengaja.” Ungkap Ye Rin. Nyonya Joo ingin tahu Ye Rin menganggap putranya itu apa.
“Apakah putraku terlihat seperti seseorang yang akan menyulitkan wanita? Anggota keluarga kami mungkin terlihat sangat mewah dan penuh dengan masalah hubungan, tapi kami cenderung polos. Cinta kami murni. Itu pasti tertanam dalam gen kami.” Cerita Nyonya Joo lalu mengajak Ye Rin bersulang.


Yi Do sibuk menuliskan note "Ye Rin tersayang.. Aku yakin selama ini berat. Karena kamu jatuh cinta kepadaku sejak kali pertama kamu melihatku. Aku yakin hatimu terpukul karena itu cinta yang mustahil. Maaf membuatmu menunggu.”
“Aku tidak akan membiarkanmu kesepian di tengah kehampaan yang luas lagi. Kau bisa jatuh cinta kepadaku sekarang. Karena kurasa aku juga jatuh cinta kepadamu.”
Tapi Yi Do berpikir kalau kalimatnya tidak cukup romantis dan mulai merobeknya.
“Aku hanya mendengar orang-orang mengatakan mereka mencintaiku. Tapi Aku belum pernah melakukannya sendiri. Kurasa aku juga jatuh cinta kepadamu.” Tulis Yi Do  lalu dengan senyuman bahagia memikirkanya.
Bersambung ke "Episode 18"

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09