PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 08 Februari 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
“Apakah kau membenci wanita?” ucap Yoon Seo curiga melihat sikap Jung Rok
“Maaf aku tidak sesuai dengan harapanmu.” Kata Jung Rok mendekat. Yoon Seo panik tiba-tiba Jung Rok berjalan mendekatinya.
“Aku... Suka wanita... Aku sangat menyukai mereka. Aku benar-benar suka. Hanya saja ... Aku sama sekali tidak tertarik khususnya padamu” tegas Jung Rok. Yoon Seo terdiam.
“Bisakah kau meninggalkan kantorku sekarang?” kata Jung Rok sinis.
“Biarkan aku memberimu nasihat karena kau sangat mencintai wanita. Kau harus mengubah kepribadianmu. Tidak ada wanita yang ingin bersama seseorang yang begitu rewel dan sensitif.” Tegas Yoon Seo
“Aku tidak akan pernah memintamu untuk menyukaiku, jadi jangan khawatir.”balas Jung Rok
“Siapa bilang aku khawatir? Kau lebih baik berpegang pada apa yang baru saja Kau katakan. Apa yang salah? Apakah kau tidak percaya diri?” ejek Yoon Seo
“Tidak, itu karena aku tidak punya waktu... Aku benar-benar perlu menemukan dokumen yang hilang, Nona Oh Jin Sim.” Kata Jung Rok
“Namaku Oh Yoon Seo, oke? Itu Oh Yoon Seo!” tegas Yoon Seo lalu berjalan keluar dari ruangan dengan wajah kesal. 


Yoon Hyuk keluar ruangan melihat Yoon Seo memberitahu kalau  mengadakan pesta penyambutan tapi Yoon Seo hanya berjalan begitu saja. Yoon Hyuk mendekati Min Hee dan Hae Young bertanya  Apakah melakukan sesuatu yang salah.
“Aku pikir itu karena dia bertengkar dengan Pak Kwon.” Ucap Min Hee
“Mengapa? Apakah mereka tidak berhubungan baik?” kata Yoon Hyuk. Hae Young merasa tak tahu.
“Lalu mengapa kau berasumsi bahwa mereka bertengkar?” ucap Yoon Hyuk. Hae Young juga tak tahu.

Diatap gedung, Yoon Seo mengumpat marah pada Jung Rok.
“Kwon Jung Rok, dasar pistol!.. Dasar brengsek! Kau anak pistol yang menjengkelkan! Aku sangat marah padanya!” teriak Yoon Seo lalu tiba-tiba tersadar merasakan dingin.
“Inilah yang dikatakan Vivien Leigh di "Gone with the Wind". "Lagipula, besok adalah hari lain." Kata Yoon Seo mencoba tetap tenang, tapi angin berhembus kencang dan kembali merasakan dingin.
“Aku benar-benar ingin menghilang begitu saja oleh angin.” Ucap Yoon Seo kesal sendiri. 

Yoon Hyuk masuk ruangan bertanya pada Jung Rok apa  sedang mencari sesuatu. Jung Rok mengaku tak ada. Yoon Hyuk bertanya apakah Jung Rok berkelahi dengan Yoon Seo. Jung Rok mengelak. Yoon Hyuk mengeluh Jung Rok berkelahi dengan sekretaris yang luar biasa.
“Kau tahu bahwa aku jarang memuji orang, kan? Tapi aku tidak bisa kalau tidak memuji Yoon Seo. Penampilan dan kepribadiannya semuanya sempurna. Dia akan lebih baik bersamaku karena aku jauh lebih sempurna daripada kau. Tidakkah kau pikir Pak Yeon menugaskannya ke pengacara yang salah?” ucap Yoon Hyuk bangga.
“Apakah kau datang ke sini untuk memberitahuku itu?” kata Jung Rok tak peduli. Yoon Hyuk seperti melupakan tujuanya.
“Aku datang untuk mengembalikan ini padamu. Terima kasih.” Kata Yoon Hyuk mengembalikan berkas. Jung Rok binggung karena Yoon Hyuk mengembalikan berkasnya.
“Hei.. Apa masalahmu? Aku katakan kemarin bahwa akan meminjamnya ...” ucap Yoon Hyuk. Jung Rok seperti baru mengingatnya.
“Aku akan memberitahumu ketika kau datang, tapi aku benar-benar lupa.” Ucap Yoon Hyuk
“Mengapa kau mengambil barang-barang ku tanpa memberi tahuku?” keluh Jung Raok
“Maafkan aku. Aku harus mengajukan permintaan untuk perintah pengadilan awal  terhadap pengalihan kepemilikan. Jadi aku melihat kasus itu untuk referensi. Aku akan memberitahumu, tapi aku lupa karena  sangat sibuk. Aku harap kau akan memaafkan ku karena kami berdua orang yang sangat sibuk.” Jelas Yoon Hyuk. 


Jung Rok melihat berkas “Aplikasi untuk Perintah Melawan Pengalihan Properti” yang sebelumnya memarahi Yoon Seo karena sudah membereskan meja kerjanya jadi kehilangan berkasnya. Yoon Seo kembali menatap sinis pada Jung Rak lalu mencoret-coret catatan “Yang Harus Dilakukan Di Pagi Hari!”
“Aku bertemu dengan klien langsung setelah pengadilan hari ini.” Ucap Jung Rok. Yoon Seo tak peduli
“Dan Juga... Maafkan aku.” Akui Jung Rok. Yoon Seo ingin tahu tentang apa itu.
“File yang kau salah tempat ... Maksudku, file yang aku pikir kau salah menaruhnya ternyata diambil oleh Pak Choi.” Jelas Jung Rok. Yoon Seo terlihat marah
“Aku minta maaf karena terburu-buru membuat kesimpulan.” Ucap Jung Rok
“Tunggu sebentar. Apakah kau mengatakan... bahwa itu salahmu dan bukan salahku? Apa Itu saja?” kata Yoon Seo akhirnya marah. Jung Rok meminta maaf
“Apakah kau pikir itu akan membiarkan begitu saja? Aku sudah terluka, jadi permintaan maaf tidak akan bisa sama.  Jika file-file itu penting, Kau seharusnya lebih berhati-hati dengan mereka. Mengapa meneriakiku karena kesalahan yang kau lakukan ?” kata Yoon Seo akhirnya meluapkan amarahnya.
“Ngomong-ngomong, mulai sekarang, jangan melakukan hal-hal seperti itu tindakan  yang tidak bijaksana. Jika aku membersihkan mejamu, hargai itu daripada mengomel tentang itu.” Tegas Yoon Seo
“Aku kira tidak seperti itu, Aku minta maaf atas tindakan terburu-buruku, tapi aku mengatur mejaku sesuai dengan sistem yang sudah aku buat, jadi jangan menyentuhnya lagi.” Ucap Jung Rok lalu berjalan pergi.
“Apa itu tadi? Apakah itu seharusnya permintaan maaf?” keluh Yoon Seo marah 



CEO Yeon masuk gedung berpapasan dengan Jung Rok mengingatkan  tentang pesta penyambutan Oh Yoon Seo. Jung Rok merasa sudah mengatakan akan bertemu dengan klien. CEO Yeon merasa tak mungkin kalau Jung Rok tak datang karena Yoon Seo adalah sekretarisnya.
“Yah memang Benar, jadi siapa yang membuat rencana tanpa memeriksa denganku terlebih dahulu?” sindir Jung Rok
“Aku memang melakukannya. Kau tidak akan datang bahkan jika kau bebas. Dia akan kecewa jika kau tidak ada di sana, jadi jangan lupakan itu.” Ucap CEO Yeon llau berjalan pergi. Jung Rok hanya bisa menghela nafas. 


CEO Yeon akan naik lift, Min Hee menahan klienya agar bisa mendengarkan penjelasanya. Si klien tak peduli menurutnya Min Hee bukan satu-satunya pengacara, karena membuat dirinya terdengar seperti penjahat. Min Hee mencoba menahan tapi klien tetap pergi.
“Aku minta maaf Pak... Dia seorang lelaki kaya uang yang menolak membayar pajaknya... Lady Justice dalam diriku baru saja muncul.” Ucap Min He pada CEO Yeon
“Kau melakukannya dengan baik. Menjadi adil itu penting. “ puji CEO Yeon. Min Hee pun bisa tersenyum.
“Siapa yang peduli jika kita mendapat lebih sedikit? Kami hanya akan ketinggalan sewa. Kita mungkin harus pindah, tetapi kita masih memiliki hati nurani. Kau melakukannya dengan baik, oke? Apakah kau mendapatkan intisari ku?” kata CEO Yeon lalu masuk kedalam lift, Min Hee hanya bisa melonggo bingung. 

Yeo Rum sedang rapat memberitahu kalau Buktinya tampak definitif danHukuman tidak akan kurang dari 15 tahun. Pemimpin memujinya meminta agar Yoo Rum melakukan dengan baik kalau begitu. Pegawai lain memberitahu tentang wanita yang menikam suaminya.
“Biarkan aku mengambil kasusnya. Aku akan membuatnya ada di balik jeruji besi.” Jelas Si pria. Pemimpin bertanya kasus apa.
“Dia menikam dan membunuh suaminya, dan ternyata mantan suaminya meninggal dalam kebakaran. Aku mencium bau amis. Mungkin ada permainan busuk di sana juga.” Jelas Si pria
“Apa alasan kau memiliki spekulasi?” tanya Yeo Rum. Si pria mengaku sudah  memeriksa log investigasi dan tampak seperti penggoda. Yeo Rum hanya bisa diam saja.
“Aku mendengar bahwa Kim Se Won akan kembali.”ucap Pimpinan. Yeo Rum kaget.
“Dia mulai bekerja lagi besok. Apakah kau tidak mendengar? Bukankah Kau sudah berhubungan sejak perpisahan?”sindir Si pria.
“Jangan menyebabkan masalah. Aku tidak peduli dengan urusan pribadi mu, tapi aku tidak akan membiarkanmu mempermalukan kantor ini lagi.” Tegas ketua.  Yeo Rum mengerti dan meminta maaf. 



Yeo Rum akan masuk lift kaget melihat Se Won ada didepanya, keduanya saling menatap akhirnya Yeo Rum pun masuk lift dalam diam. SeoWon pun menyapanya lebih dulu karena sudah lama tak bertemu. Yeo Rum pun menyahut.
“Aku mendengar berita itu, Kau kembali ke kantor.” Ucap Yeo Rum. Seo Won membenarkan dan menanyakan kabar Yeo Rum.
“Baik, terima kasih... Apakah kau baru saja bertemu dengan kepala jaksa penuntut?” kata Yeo Rum. Seo Won membenarkan.
“Sudahkah kau makan siang?” tanya Seo Won. Yeo Rum mengaku sudah
“Nah, kau harus makan sampai habis. Kau tampak kurus.” Komentar Seo Won lalu keluar dari lift. Yeo Rum hanya diam saja. 

Manager Gong kaget mengetahui Yoon Seo akan datang ke  Pesta penyambutan, menurutnya tak perlu datang karena mungkin Yoon Seo  mabuk dan membuat kesalahan. Yoon Seo meminta agar Manager Gong tak perlu khawatir
“Aku akan mengawasi yang aku minum. Setidaknya aku harus meminum satu gelas karena pestanya untukku... Ngomong-ngomong, aku akan meneleponmu saat pesta selesai.” Ucap Yoon Seo
“Baiklah. Aku akan menunggu di suatu tempat sekitarnya, jadi hubungi aku. Jangan minum terlalu banyak, oke?”pesan Manager Gong khawatir.
“Hyuk Joon Oppa,  aku Oh Yun Seo. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku akan membodohi diri sendiri? Aku akan mempertahankan citra ku yang elegan dan halus, jadi jangan khawatir.” Ucap Yoon Seo yakin. 


**
 “Apa yang aku katakan... adalah bahwa aku hanya ingin melakukan yang terbaik. Aku hanya ingin pujian, itu saja. Itu sebabnya aku melakukan apa yang aku lakukan. Kau tahu itu kan?” ucap Yoon Seo mulai mabuk
“Ya, tentu saja aku tahu kerja keras yang kau lakukan.” Kata Yoon Yuk setuju.
“Kau tampaknya minum terlalu banyak.” Komentar CEO Yeon. Yoon Seo mengeluh dengan Jung Rok yang membentak dan bahkan meremehkan.
“Mungkinkah dia memiliki masalah kemarahan?” ucap Yoon Hyuk menanggapinya. Yoon Seo pikir juga seperti itu. CEO Yeon hanya duduk mendengarkan.
“Sebelumnya hari ini, aku membuat kesalahan yang bisa dilakukan siapa saja dengan mudah, tapi wajahnya masih berubah masam.” Keluh Yoon Seo. Yoon Hyuk juga sikap Jung Rok memang seperti itu.
“Bagaimanapun, kenapa di bumi ...apakah Pak Kwon tidak ada di sini? Ada sesuatu yang perlu aku katakan kepadanya.” Kata Yoon Seo akhirnya jatuh dimeja dan tertidur. 

Para wanita melihat Yoon Seo tak kuat untuk minum, CEO Yeon pikir kalau mereka harus menunggu sampai Yoon Seo menangis sedikit dan merasa kasih karena Yoon Seo dan Jung Rok tak akur. Yoon Hyuk pikir itu yang seharusnya yang dikatakan
“Ini tidak akan terjadi jika Kau mengirimnya kepada ku sebagai gantinya. Aku akan membimbingnya dan membantunya beradaptasi.” Ucap Yoon Hyuk
“Dan berkencan dengannya.” Sela Min Hee. Yoon Hyuk tanpa sadar membenarkan lalu mengeluh dengan yang dikatakan Min Hee.
“Maafkan aku. Aku hanya berpikir bahwa Kau tertarik padanya.” Ucap Min Hee.
“Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku tidak tertarik”kata Yoon Hyuk. CEO Yeo mengeluh karena Yoon Hyuk yang berani tertarik pada Yoon Seo.

“Bukannya aku tidak kekurangan apapun. Aku memiliki penampilan yang baik, kepribadian yang hebat, uang, dan bakat. Juga, aku anak yang baik.” Kata Yoon Hyuk bangga
“Anak laki-laki mama.” Komentar Min Hee. Yoon Hyuk membenarkan lalu mengeluh dengan Min Hee yang selalu menyela.
“Bu Dan, apakah Kau mencoba untuk membuat ku jengkel?” keluh Yoon Hyuk
“Tidak, tentu saja tidak. Mengapa aku harus? Aku minta maaf atas hal tersebut... Apa yang salah dengan ku?” ucap Min Hee memiluh untuk minum.
“ Apakah tidak apa-apa untuk melanjutkan seperti ini? Dia dan Pak Kwon, maksudku.” Kata Eun Ji khawatir.
“Menurut tabloid, Bu Oh dikatakan memiliki temperamen yang baik. Bagaimana jika dia merobek kantor satu hari?” ucap Hae Young khawatir.
“Jangan khawatir. Sebelum itu terjadi, Aku akan melakukan pekerjaan ku sebagai CEO dan menengahi perselisihan mereka.” Kata CEO Yeon
“Ngomong-ngomong, dimana Pak Kwon? Apakah dia disini? Dimana dia?” tanya Hae Young
Yoon Seo terbangun dimatanya melihat Tuan Lee sebagai Jung Rok lalu berkomentar Apa yang terjadi pada wajah Jung Rok berpikir akibat  alkohol dan mengeluh karena terlihat lebih menakutkan dari menit ke menit.



Jung Rok sedang makan bersama klienya merasa ini kepentingan terbaik untuk menyelesaikan alih-alih pergi ke pengadilan. Klien membenarkan kalau dirinya seorang pria yang dihormati oleh rekan-rekannya dan di komunitasnya.
“Aku tidak ingin terlihat buruk dengan menuntut seseorang ... atas masalah dengan anjing. Namun, karena gonggongan anjing itu, anak ku tidak bisa fokus pada studinya. Dia masih belum diterima di universitas.” Ucap si kakek. Jung Rok mengaku sudah tahu.
“Dia sudah berupaya keempat. Jika dia...” kata Kakek ingin curhat tapi Jung Rok memotongnya.
“Maaf, tapi hanya itu yang aku punya waktu.” Kata Jung Rok. Si kakek pun menawarka Jung Rok agar minum denganya.
“Sudah menjadi peraturan ku untuk tidak minum dengan klien. Dan Juga...” ucap Si kakek dan Jung Rok melihat CEO Yeon sudah menelpnya.
“Aku akan duduk dengan pengacara lawan segera.” Kata Jung Rok akan pergi, si kakek tetap ingin menuangkan minuman untuk.
“Maaf, tapi kau harus memaafkan ku... Selamat malam.” Ucap Jung Rok bergegas pergi. 


Yoon Hyuk menelp ibunya ingin tahu pendapatnya tentang selebritas untuk menantu perempuan. Ibu Yoon Hyuk seperti tak setuju, Yoon Hyuk mengeluh meminta agar bisa mengizinkan, saat itu CEO Yeon dkk keluar dari ruangan, Ia pun buru-buru menutup telpnya.
“Apakah kita akan ke babak dua? Ada bar anggur di seberang jalan.” Ucap Yoon Hyuk
“Mari kita selesai malam ini. Semua orang kelelahan, dan Bu Oh masih mabuk.” kata CEO Yeon
“Tapi masih terlalu dini untuk menyebutnya malam. Lalu dimana Bu Oh?” kata Yoon Hyuk. CEO Yeon pikir akan dijemput managernya.
“Ah... Maksud ku sepupunya... Dia di telepon memintanya untuk menjemputnya.”ucap CEO Yeon panik 

Eun Ji melihat jam tanganya meminta agar pamit pergi lebih dulu karena sudah waktunya bagi Jin Hee untuk keluar dari akademi. CEO Yeon mempersilahkan dengan Tuan Lee karena pergi ke arah yang sama.
“ Seperti busa di atas bir hari ini, Aku harap kau menghabiskan malam yang kaya dan lancar.” Kata Tuan Lee dan akhirnya pamit pergi.
“Tahan. Busa bir? Apa maksudnya, Pak Yeon?” tanya Hae Young bingung. CEO Yeon mengaku tak tahu.
Min Hee tiba-tiba melihat Jung Rok datang, CEO Yeon mengeluh Jung Rok datang terlambat dan sudah menunggu sangat lama. Jung Rok mengaku  Pertemua memakan waktu lebih lama dari yang dikira. Saat itu Yoon Seo melihat Jung Rok keluar dari ruangan.
“Pak Kwon, mengapa kau datang sekarang? Aku punya banyak ... hal-hal untuk memberitahumu!” ucap Yoon Seo yan berjalan sepoyongan.

“Apakah kau mabuk?”ucap Jung Rok. Yoon Seo mengelak kalau tidak mabuk sama sekali.
“Pengacara Kwon Jung Rok. Saat kita masih sadar, ayo kita bicara serius!” kata Yoon Seo lalu berlari ke arah Jung Rok.
Jung Rok melihat Yoon Seo mengarah padanya memilih untuk menghindar. Seorang Bibi mendorong trolly sampah, Yoon Seo pun akhirnya menabraknya akhirnya meluncur dan terjatuh dilantai. Semua orang hanya bisa melonggo
“Apakah Kau baru saja melemparkan ku ke tanah?” ucap Yoon Seo sinis. Semua pun menatap dengan kaget dan menyalahkan Jung Rok yang tak menangkapnya. Jung Rok seperti serba salah. 


Jung Rok pulang kerumah, Seo Won sudah menunggu didepan rumah menyapanya. Jung Rok heran melihat Seo Won ada didepan rumahnya. Seo Won memberitahu kalau  mulai bekerja besok jadi datang terburu-buru, dan tidak punya tempat tinggal.
“Jadi kenapa?” ucap Jung Rok merasa tak ada hubungan denganya.
“Biarkan aku tinggal bersamamu... Kau sudah makan malam? Kau terlambat.” Kata Seo Won. Jung Rok mengeluh mendengarnya.
“Ayo masuk... Aku kedinginan sekarang. Aku menunggu di sini selama dua jam.” Kata Seo Won. Jung Rok pun tak bisa menolaknya. 

Seo Won masuk rumah merasa sangat hangat dan menyenangkan di rumah Jung Rok.  Ia pun duduk disofa mengaku sudah mendengar Jung Rok memiliki seorang sekretaris baru dan baru saja melakukan pesta penyambutan. Jung Rok heran Seo Won yang mengetahuinya.
“Joon Gyu memberitahuku... Bahwa dia wanita yang luar biasa.” Ucap Seo Won
“Apakah dia memberitahumu siapa dia?” tanya Jung Rok. Seo Won mengaku Tidak.
“Mengapa? Apa kau tahu dia?”ucap Seo Won penasaran. Jung Rok pikir Seo Won tidak harus tahu. Seo Won makin penasaran ingin tahu siapa orangnya.
“Bagaimana dengan Yeo Reum? Apakah kau bertemu dengannya?” tanya Jung Rok mengalihkan pembicaraan.
“Secara singkat... Dia bahkan tidak menatapku dengan baik” keluh Seo Won. Jung Rok pikir apa yang diharapkan temanya itu. Seo Won juga berpikir seperti itu.
“Dia kehilangan berat badan... Dan dia masih cantik.” Akui Seo Won. Jung Rok menoleh kaget
“Tempat ini sangat cocok untuk dua orang. Haruskah kita hidup bersama?” kata Seo Won mengalihkan pembicaraaan.
“Jika kau dapat tidur di sofa tanpa selimut, sesuaikan diri mu.” Kata Jung Rok. Seo Won menanyakan gimana dengan Jung Rok. Jung Rok meminta agar Seo Won jadi pergi saja.
“Tidak, aku akan tinggal... Apakah kau punya bir di lemari es? Tentu saja kau pasti punya” ucap Seo Won lalu pergi ke dapur.

Yoon Seo menjerit malu dengan kejadian tadi. Manager Gong meminta Yoon Seo agar tenang karena bukan sesuatu yang membuatnya malu padahal  Seorang aktris seharusnya tidak merasa seperti itu!
“Mengapa? Bukankah ini cara terbaik untuk mengekspresikan perasaan ku saat ini? Aku sangat terhina sebelumnya, dan aku benar-benar ingin mati.” Jerit Yoon Seo. Manager Gong bisa mengerti.
“Kwon Jung Rok, brengsek itu... Bagaimana dia bisa melemparkan ku ke tanah?” ucap Yoon Seo marah
“Ketika aku mendengarnya, dia tidak benar-benar menjatuhkan mu. Benar. Jika si brengsek itu baru saja menangkapmu, maka Kau tidak akan jatuh begitu menyedihkan seperti itu. Apakah perlu biaya untuk mengambil seseorang agar tidak jatuh atau apa? Dasar.. Pengacara murah itu.” Ucap Manager Gong mencoba menenangkan hati Yoon Seo
“Itu yang aku katakan! .. Aku tidak akan melupakan hal ini... Aku akan membalas dendam padanya. Tapi Bagaimana akuakan membalas dendam? “ kata Yoon Seo marah
“Aku akan membalaskan dendammu! Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku mencincangnya?” ucap Manager Gong
“Tidak, aku akan melakukannya sendiri.” Kata Yoon Seo, Manager Gong kaget berpikir Yoon Seo akan mencincangnya.
“Tidak... Aku akan menjadi sekretaris yang sempurna, dan menjadikannya seseorang yang tidak bisa melakukan apa pun tanpa aku. Setelah aku tiba-tiba berhenti setelah tiga bulan, maka dia akan menyadari betapa pentingnya aku dan menangis dengan sedih.” Ucap Yoon Seon penuh semangat.
“Kedengarannya seperti membalas dendam pada mantan pacar.” Komentar Manager Gong.
“Aku akan menghancurkanmu, Kwon Jung Rok. Aku akan membalas dendam dan membuatnya membayar!” kata Yoon Seo yakin. 



Manager Gong mengantar Yoon Seo menyakinkan kalau kantor masih kosong. Yoon Seo yakin karena Pekerjaan dimulai jam 9 pagi, dan baru jam 8 pagi sekarang. Manager Gong pikir akan memalukan jika kmenabrak siapa pun tapi Yoon Seo harus pergi ke kantor dan tetap bekerja.
“Benar. Aku akan tetap fokus pada pekerjaanku seperti orang gila, jadi aku akan tinggal di kantor ku dan fokus pada apa-apa selain kerja.” Ucap Yoon Seo
“Fokus? Wow, aku suka kata itu... Ide bagus. Yun Seo, kamu harus bekerja seperti orang gila hari ini!”kata Manager Gong dan baru sadar kalau Yoon Seo sudah turun dari mobil.
“Aku harap dia tidak menjadi terlalu gila.” Kata Manager Gong menyakinkan. 

Yoon Seo masuk ruangan kaget melihat Tuan Lee sudah datang. Tuan Lee mengaku hanya mengambil daun sebagai pembatas bukunya. Yoon Seo terlihat malu bergegas masuk ruangan. Min Hee dkk keluar dari pantry, Hae Young ingin tahu keadaan Yoon Seo. Yoon Seo mengaku baik-baik saja dengan menahan malu.
“Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau tidak mendapatkan memar?”kata Hae Young. Yoon Seo mengaku  baik-baik saja. Eun Ji bingung apa yang dimaksud.
“Dia benar-benar jatuh ke tanah tadi malam... Lalu Pak Kwon bergabung dengan kami agak larut malam, dan Bu Oh berlari ke arahnya mengatakan punya sesuatu untuk dikatakan.” Cerita Hae Young mengebu-gebu, Yoon Seo panik dan menahan malu.
“Tapi dia tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan mulai tersandung di sana-sini. Pak Kwon tidak meraihnya dan hanya menghindarinya, jadi dia jatuh.” Cerita Hae Young
“Ya ampun. Pak Kwon menghindarinya? Bukankah ini sangat mengecewakan?” kata Min Hee menahan tawanya.
“Jadi Bu Oh berusaha mati-matian untuk tidak jatuh. Dia mendorong tempat sampah dan berlari ke ujung lorong, tapi akhirnya jatuh.” Ucap Hae Young. Eun Ji merasa tak mengerti ceritanya.
“Apa maksudmu, dia mendorong tempat sampah dan berlari?” kata Eun Ji binggung.
Akhirnya Min Hee memperagakan dengan kursi seperti tempat sampah beroda lalu terjatuh. Yoon Seon meminta agar menghentikanya. Min Hee meminta maaf mengaku hanya ingin membantu Eun Ji memahami. Yoon Seo sangat malu memilih untuk pamit masuk lebih dulu.
“Astaga, ini sangat memalukan.... Tunggu. Mengapa mereka semua datang begitu pagi?” keluh Yoon Seo didalam ruanganya. 



Jung Rok masuk kantor, CEO Yeon baru datang langsung menyerangnya merasa kalau Jung Rok sangat jahat. CEO Yeon  mengeluh dengan sikap Jung Rok tadi malam. Jung Rok merasa tak mengerti maksudnya. CEO Yeon menyindir Jung Rok yang tak tahu dengan kesalahanya.
“Kau harusnya meraih Yun Seo. Bagaimana kau bisa ... Bagaimana kau bisa menghindar seperti itu?” ucap CEO Yeon memperagakan gaya Jung Rok
“Kapan aku mengangkat kaki ku seperti itu? Aku hanya berbalik sedikit.” Keluh Jung Rok
“Kau berbalik dan mengangkat kaki mu... Jika seseorang akan jatuh, itu adalah naluri untuk meraihnya. Apa kau tak bisa melihat!!  Seperti insting. Kau seharusnya menangkap itu. Kenapa kau menghindar? Astaga”keluh CEO Yeon
“Bagaimanapun, ini melegakan kita sendirian. Bagaimana jika orang lain melihatnya? Orang-orang mungkin memposting gambar dan mencoba mempermalukan Yun Seo. Tapi, aku tidak tahu apakah Yun Seo akan mampu menangani ini. Seorang aktris seperti dia dipermalukan di depan semua orang itu. Bagaimana jika dia bilang tidak akan datang kerja mulai sekarang?” ucap CEO Yeon marah
“Apa Dia mungkin tidak datang kerja?” kata Jung Rok panik, CEO Yeon melihat tatapan Jung Rok berpikir akan menantikannya.
“Jika Yun Seo berhenti datang untuk bekerja, Kau harus berhenti datang juga.” Tegas CEO Yeon mengancam
Jung Rok pikir CEO Yeon serius mengatakanya. CEO Yeon mengaku hanya bercanda meminta agar Jung Rok bisa bersikap baik padanya dan mengajak agar jadi pria yang baik pada Yoon Seo setidaknya demi sepupunya. Jung Rok mengeluh karena bahkan belum pernah melihat sepupu CEO Yeon. CEO Yeon mengaku aklau sepupunya terlihat imut.



Jung Rok masuk dengan CEO Yeon, Yoon Hyuk langsung menyindir dengan sikap Jung Rok semalam yang menurutnya kelewatan dan merasa sangat kecewa. Eun Ji mengaku juga mendengar apa yang terjadi,menurutnya Jung Rok terdengar sedikit jahat kemarin.
“Dia tidak sedikit jahat. Dia benar-benar jahat. Yoon Seo tampak sangat kesal hari ini. Apa yang akan kau lakukan sekarang?” kata Hae Young saat Jung Rok akan melangkah masuk.
“Alih-alih mendapatkan buket bunga di pesta penyambutannya, dia mendapat buket penghinaan. Jadi tentu saja, dia kesal. Mengapa kau melakukan itu padanya?” komentar Min Hee ikut juga bicara saat Jung Rok baru satu kali melangkah. Jung Rok menatap sinis.
“Maafkan aku. Aku ingin meminta maaf jika aku membuatmu kesal.” Kata Min Hee membungkuk ketakutan. 

Jung Rok akhirnya masuk ruangan, Yoon Seo menawarkan secangkir kopi. Jung Rok menolak. Yoon Seo pikir kalau membutuhkan bantuan  jangan ragu untuk memberi tahunya karena sudah memutuskan untuk menjadi sekretaris yang sempurna  mulai dari hari ini
“Tentang kemarin...” ucap Jung Rok. Yoon Seo berpikir Jung Rok mencoba meminta maaf
“Aku dengan senang hati akan menerima permintaan maafnya.” Gumam  Yoon Seo bahagia.
“Kau benar-benar mabuk kemarin. Itu bukan pemandangan yang menyenangkan untuk dilihat.. Aku pikir kau harus menahan diri . dari minum terlalu banyak mulai sekarang.” Ucap Jung Rok
“Omong kosong macam apa ... Kau harus meminta maaf kepada ku, tidak memberi ku nasihat.” Keluh Yoon Seo. Jung Rok mengeluh untuk meminta maaf.
“Aku jatuh kemarin  karena kau.” Kata Yoon Seo, Jung Seo pikir bukan karena dirinya tapi Yoon Seo jatuh sendiri.
“Jadi, apakah Kau memberitahuku ... Kau tidak melakukan kesalahan? Aku merasakan tanggung jawab moral.” ucap Yoon Seo. Jung Seo merasa aneh Tanggung jawab moral?
“Pembunuhan lalai... Kau melangkah ke samping bahkan ketika kau tahu . bahwa aku bisa terluka jika kau tidak menangkap ku. Kau mengabaikan orang yang terlalu mabuk untuk berdiri.” Ucap Yoon Seon
“Kau tahu beberapa hal tentang hukum.” Komenta Jung Rok. Yoon Seo bangga pasti tahu karena  kuliah di fakultas hukum.
“Itu bukan poin utama. Jika kau memiliki kontra dokumen, aku ingin mendengarnya.” Kata Yoon Seo
“Lalu bagaimana dengan fakta bahwa kau minum sampai terbuang sia-sia? Aku yakin kau sudah tahu bahwa akan sangat berbahaya untuk minum sebanyak itu kemarin Dan itu juga bisa dianggap sebagai kelalaian besar.” Kata Jung Rok lalu bergegas masuk ruangan.
“Dia hanya bilang "Bye, kalau begitu"? Serius? Dia sangat menyebalkan.” Ucap Yoon Seo menahan amarah. 

Kepala bertemu dengan Seo Won diruangan ingin tahu  rasanya kembali. Seo Won mengaku hanya bersyukur karena diminta untuk kembali dan mengira ini sebabnya mereka mengatakan koneksi itu penting. Kepala bertanya apakah Seo Won melihat semua file kasing.
“Aku minta maaf karena membombardir mu dengan pekerjaan segera setelah kau di sini.” Ucap kepala
“Bukankah itu sebabnya kau memintaku untuk kembali? Omong-omong, bukankah CEO Jung Ji Ho pria yang baru saja didakwa  untuk berjudi di luar negeri?” kata Seo Won
“Ya, Tuan Park di Kejaksaan bertanggung jawab atas kasus itu. Sementara itu, aku ingin kau memeriksa penggelapan.” Jelas kepala. Seo Won bertanya apakah ada buktinya.
“Seseorang melaporkannya kepada kami. Ada rumor tentang itu sebelumnya, tapi kita tidak bisa menuntutnya.” Kata Kepala. Seo Won ingin tahu kenapa tak bisa.  Kepala ingin tahu apa yang dipikirkan Seo Won.
“Apakah kau mencoba membuat ku bertanggung jawab penuh untuk itu?” tanya Seo Wo
“Tidak, hanya saja tidak ada yang bisa menyelidikinya  kecuali orang gila sepertimu.”ucap Kepala
“Nah, jika itu seberapa tinggi kau memikirkan aku, Aku akan melakukan yang terbaik untuk menggali apa yang aku bisa.” Ucap Seo Won yakin
“Kau tidak akan dapat melakukannya sendiri. Aku akan mengirim seseorang yang dapat membantu, jadi berikan yang terbaik.” Kata Kepala. Seo Won pun mengucapkan terimakasih. 



Seo Won keluar ruangan melihat Yeo Rum berjalan masuk ruangan, tatapan seperti masih mengharapkan tapi hanya bisa menatapnya. Akhirnay Ia masuk ruangan, Dua pegawainya menyapa sebagaiJaksa Kim Se Won. Seo Won pun pun membalas dengan ramah.
“Aku Kim Hyung Sik, rekan kerjamu” ucap pegawai pria dan pegawai wanita sebagai Yoo Hyun Ji, seorang staf administrasi.
“Aku berharap dapat bekerja sama dengan mu.” Kata Seo Won, saat itu seorang wanita masuk dengan kardus ditanganya.
“Aku Jaksa Lee Joo Yeong. Aku membantu Jaksa Park Seo Yeon dengan kasus perjudian di luar negeri, jadi aku tahu betul tentang Jung Ji Ho. Maka kita akan dapat melanjutkan dengan cepat.” Ucap Jaksa Lee penuh semangat
“Atur barang-barang mu. Kalau begitu mari kita mulai dengan briefing. kita akan mengadakan pertemuan dalam tiga menit.” Kata Seo Won masuk ruangan.
“Tiga menit? Bagaimana kita bisa bersiap dalam tiga menit? Aku memang mendengar desas-desus tentang dia Bahkan lebih lama untuk memasak kari.” Bisik Hyun Ji. Hyung Sik pun setuju. 


Jung Rok mendengar deringan telp dan ingin mengangkatnya, tapi Yoon Seo mengangkatnya lebih dulu dengan ramah. Jung Rok merasa tak ada gunanya menjawab karena akan berjalan keluar dari ruangan. Tapi saat akan keluar ruangan telp di ruangan berbunyi.
“Apa yang sedang kau lakukan? Aku meneruskan panggilan mu. Dia adalah Kim Myung Hwan, klienmu.” Ucap Yoon Seo sudah bisa mengalihkan panggilan.  Akhirnya Jung Rok pun mengangkat telp di ruanganya.
“Ya, ini Kwon Jung Rok... Aku akan menemuimu dalam satu jam.” Kata Jung Rok ditelp lalu menatap Yoon Seo yang sudah berubah tak seperti sebelumnya. 


Jung Rok memberitahu Yoon Seo kalau keluar untuk menemui klien. Yoon Seo mempersilahkan. Jung Rok berpikirt tak bisa makan siang dengan Yoon Seo hari ini. Yoon Seo pikir tak perlu khawatir karena akan mengurus makan siangnya sendiri. Jung Rok pun pamit pergi.
“Astaga, apa yang akan aku makan untuk makan siang?” ucap Yoon Seo panik setelah Jung Rok pergi.
**
Bersambung ke part 2

 Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Kamis, 07 Februari 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Yoon Seo mengeluh Jung Rok tampak sedikit dingin. Tapi menurutnya banyak juga pengacara dingin seperti Jung Rok jadi  Mungkin membantu dengan penelitian karakternya.  Ia lalu melihat meja kerjanya yang rapih menurutnya pekerja sebelumnya pasti sangat kompeten.

Ia lalu melihat note tertempel [Kuharap kau menikmati waktumu bersama Pengacara Kwon.]
Akhirnya Yoon Seo mengambil foto didepan komputernya menuliskan caption “Aku siap bekerja sebagai sekretaris. Aku akan melakukan yang terbaik.”


CEO Yeon dengan Manager Gong melihat foto update-an Yoon Seo. CEO Yeon memuji Yoon Seo cantik, Manager Gong pikir Yoon Seo melakukan lebih baik dari yang diharapkan. CEO Yeon pun berpikir seperti itu dan meminta agar memastikan agar mengurusnya sampai terbiasa dengan pekerjaannya.
“Jangan menugaskan supir, tapi Kau harus antar-jemput dia.”tegas CEO Yeon. Manager Gong mengaku memang berniat melakukan itu.
“Kerja bagus. Juga, pastikan tak ada yang mendengar tentang ini. Masa depan Yun Seo tergantung pada ini, jadi tetap waspada.” Tegas CEO Yeon. Manager Gong mengerti dengan terus menatapnya.
“Kenapa? Apa Kau merasa kesal?” ucap CEO Yeon. Manager Gong mengaku hanya sangat menghormatinya.
“Jangan membuatnya jelas... Tapi... Kau menghormati apanya? Ceritakan secara rinci.” Kata CEO Yeon heran
“Sepertinya kau memperlakukan aktormu seperti keluarga. Dia belum mendapatkan satu sen pun untukmu dalam dua tahun. Agen-agen lain pasti menyebutkan pelanggaran kontrak, jadi aku terkesan.” Kata Manager Gong
“Kau tahu betapa manusiawinya aku... Wah, seharusnya tak boleh begini... Tapi Tunggu sebentar. Ada apa dengan ini? Kenapa pakaiannya begitu ketat?”kata CEO Yeon
“Yah, akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat.” Kata Manager Gong. CEO Yeon menyuruh Yoon Seo agar diet dengan menurunkan 10 kg.
Manager Gong kaget, CEO Yeon marah karena manager Gong menentang dan ingin dipecat. Manager Gong mengeleng lalu memujinya. 




Yoon Seo menerima pesan dari CEO Yeon, mengaku  terkesan dan juga kagum. Manager Gong pun berkomentar Yoon Seo terlihat karismatik jadi bangga padanya dan mengaku Karena orang yang bertanggung jawab atas kata-katanya. Yoon Seo tersenyum bahagia. Saat itu telp berdering.
“Halo.. Ini Firma Hukum "ALWAYS" kantor Pengacara Kwon Jung Rok, Apa  Kau ingin berbicara dengannya?” ucap Yoon Seo ramah lalu memegang gagang telpnya.
Ia melambaikan tangan, mengangkat gagang telp memberitahu kalau ada telp. Jung Rok ada diruangan heran dengan sikap Yoon Seo, tapi Yoon Seo tetap melambaikan tangan memberitahu kalau ada telp. Akhirnya Yoon Seo berdiri di depan pintu. 

“Pengacara Kwon, kau ada telp... Kabel telepon terlalu pendek untuk membawanya kepadamu.” Ucap Yoon Seo didepan pintu. Jung Rok tak bisa marah akhirnya berjalan mengangkat telp.
“Ya, ini Kwon Jung Rok... Tentu, aku menyadarinya... Akan kukirimkan file terkait hari ini... Silakan hubungi lagi jika kau memiliki pertanyaan.” Kata Jung Rok. Yoon Seo menatapnya dan memegang gagang telp setelah ditutup.
“Ini, sepertinya kau membutuhkan kabel telepon yang lebih panjang.” Ucap Yoon Seo polos
“Apa Kau tak tahu bagaimana meneruskan panggilan?”keluh Jung Rok. Yoon Seo binggung dengan meneruskan panggilan
“Sudahlah. Aku akan menjawab telepon sendiri mulai sekarang.” Kata Jung Rok tak ingin mengajari lalu masuk ke dalam ruangan. 

Yoon Seo seperti tak punya kerjaanya, Jung Rok keluar ruangan meminta Jin Sim menyalin berkas. Yoon Seo dengan senang hati akan melakukanya.,bertanya Berapa banyak salinan. Jung Rok menjawab dua kali tapi Yoon Seo belum mengambilnya membuat berkasnya jatuh.
Jung Rok hanya bisa menghela nafas, Yoon Seo ingin berjongkok tapi karena pakaian mini dan potongan dadanya rendah jadi merasa tanya nyaman, lalu berpikir Jika Jung Rok bisa berbalik maka  akan segera mengambilnya.
“Aku akan mengurus ini sendiri juga.” Keluh Jung Rok kesal akhirnya membereskan berkas yang ada dilantai.
“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Yoon Seo, Jung Rok menyuruh Yoon Seo agar santai saja di kantor.

Di ruangan tengah
Moon Hee dkk membahas akan mau makan siang dengan apa, dan berpikir memilih untuk menu seonjiguk. Saat itu Yoon Seo masuk ruangan, semua langsung berdiri tegak menyambutnya. Yoon Seo mengaku ingin mengambil air dan bertanya dimana tempatnya. Yoon Hyuk ingin mengambilkanya tapi CEO Yeon sudah lebih dulu memberikan botol air.
“Beritahu aku jika butuh sesuatu.” Kata CEO Yeon lalu melihat mereka yang akan makan siang.
“Ayo kita makan sushi di restoran Jepang berkelas di depan.Bagaimana?” ucap CEO Yeon. Moon Hee dkk merasa itu ide bagus.
“Mereka menyajikan tuna mentah yang luar biasa.” Kata CEO Yeon, mereka pun semangat karena makan  Tuna mentah Pasti lezat.

Mereka pun akhirnya keluar dari kantor, Yoon Hyuk mengeluh karena seandainya saja Oh Yoon Seo ikut gabung. CEO Yeon juga berpikir yang sama dan mengingat ucapan Yoon Seo yang  bilang akan menunggu Pengacar Kwon karena ini hari pertamanya di perusahaan.
“Bukankah hatinya bagai malaikat?” ucap Yoon Hyuk bangga, CEO Yeon yang kecewa mengajak mereka segera jalan karena sudah mulai dingin.
“Bukankah restoran Jepang di persimpangan? Hore tuna mentah! Aku teringat akan tuna mentah yang kumakan di Hokkaido musim dingin lalu.” Kata Yoon Hyuk penuh semangat. 
“Jalan di depan... Kita akan makan sup kimchi, Kimchi direbus dengan tuna.” Kata CEO Yeon. Semua hanya bisa melonggo kaget.  CEO Yeon mengaku kalau sedang ngidam.
“Jika kita akan makan tuna kalengan sebagai gantinya, kenapa kita tak makan sandwich tuna? Aku tahu tempat yang bagus di seberang jalan.” Kata Moon Hee dengan senyuman sumringah.
“Pengacara Dan, kau naksir pekerja paruh waktu di sana, kan? Belum lama ini, putra dari restoran sup tulang punggung babi... Kau jadi biasanya makan hidangan itu setiap hari... Dia cepat jatuh cinta. Cinta seseorang seharusnya tak pernah ditempatkan.” Ejek Yoon Hyuk.
Moon Hee terlihat kesal, akhirnya mengajak mereka pergi dan rebus kimchi tuna. Setelah mereka pergi, Moon Hee memakai lipstiknya lebih dulu.



Yoon Seo  kebingungan yang harus dilakukan dan merasa sangat lapar tapi melihat Jung Rok sibuk berkerja. Akhirnya Ia mengetuk pintu memberitahu kalau waktu makan siang sudah 20 menit berlalu. Jung Rok seperti baru menyadarinya.
“Asal tahu saja, aku tak bisa pergi ke restoran yang ramai.” Kata Yoon Seo. Jung Rok seperti tak peduli.
“Aku punya rencana lain hari ini. Kau bisa makan sendiri hari ini.” Ucap Jung Rok. Yoon Seo menolaknya. Jung Rok heran kenapa tak boleh.
“Aku tak bisa makan sendiri Bagaimana bisa aku makan sendiri? Orang-orang masih bergosip tentang skandal. Apa yang akan mereka katakan jika melihatku makan sendirian seperti orang menyedihkan?” ucap Yoon Seo
“Apa yang menyedihkan akan hal itu? Aku makan sendiri hampir setiap hari.” Kata Jung Rok santai
Di restoran
Hae Young pikir Jika Oh Yoon Seo bergabung merkea pasti sudah Makan sushi tuna mentah. Yoon Hyuk pikir kecantikan Yoon Seo  bukan main jika dilihat langsung menurutnya Melihat selebriti yang hanya kulihat di T membuatnya berpikir sedang menonton serial drama.
“Pengacar Choi Byeon, tahukah kau? Kita bisa menonton dia main drama lagi nanti. Ayo kita tonton bersama.” Kata CEO Yeon. Yoon Hyuk terlihat senang dan CEO Yeon pun membagikan ikan tuna pada pegawainya.
“Bukankah aneh? Selebriti yang tak banyak tampil di TV masih bisa masuk ke streaming online atau home shopping. Sekretaris di firma hukum tampak mengejutkan.” Kata Eun Ji
“Kau benar. Kenapa dia tiba-tiba menginginkan kehidupan biasa? Apa alasannya?” ucap Moon Hee. CEO Yeon mulai panik
“Kudengar dia mengambil jurusan hukum. Mungkin dia bercita-cita ingin bekerja di bidang ini.” Ucap Hae Young
“Ya. Pasti begitu.. Pasti Itulah alasannya. Apa lagi? Ayo cepat makan sebelum dingin.” Kata CEO Yeon mencoba mengalihkan pembicaran. 
“Tapi aku bukan kau... Aku Oh Yun Seo, aktris yang pernah tenar di China. Jadi bagaimana mungkin aku bisa makan sendiri?” kata Yoon Seo
“Lalu, pesanlah makanan.” Ucap Jung Rok lalu berjalan pergi. Yoon Seo hanya bisa melonggo melihat Jung Rok benar-benar pergi meninggalkannya.



Yoon Seo pergi ke pantry karena sangat lapar dan yakin ada sesuatu untuk dimakan di kulkas, tapi isinya kosong lalu melihat di lemari juga tak ada makanan apapun.  Ia mengeluh karea Tak ada sesuatu apa pun yang bisa dimakan lalu menemukan minuman Teh.
Ia akhirnya membuat teh kemasan untuk makan siangnya, lalu merasakan sesuatu yang aneh di luar ruangan. Yoon Seo berjalan perlahan keluar ruangan dan melihat pria yang mencurigakan bertanya apa yang dilakukan di sana.
“Aku menyiram tanaman.” Kata Si pria misterius. Yoon Seo bertanya siapa pria itu.
“Aku Lee Doo Seop.” Kata Tuan Lee. Yoon Seo mengaku sangat takut dan berpikir kalau datang sebagai klien. Tuan Lee mengaku bukan seperti itu.
“Oh, maksudmu kau ada di sini karena dendam.” Kata Yoon Seo ketakutan karena melihat Tuan Lee sebagai kriminal mendekatinya. 
Eun Ji datang menyapa Tuan Lee bertanya apakah sudah makan. Tuan Lee mengaku sudah makan. Eun Ji lalu memperkenalkan Yoon Seo kalau Tuan Lee asisten hukum . Tuan Lee pun memperkenalkan diri sebagai asisten hukum perusahaan, Yoon Seo pun menyapa dengan wajah santai.
“Apa kau minum Teh Air Mata?.. Kau tak boleh minum ini. Sesudah makan, kau harus minum macchiato karamel.” Ucap Yoon Hyuk memberikan kopinya. Yoon Seo pun mengucapkan Terima kasih. Tuan Lee diam-diam melihat cara mengoda Yoon Hyuk 


Jung Rok berjalan pulang melihat restoran  [Heart Sushi] lalu teringat dengan ucapan Yoon Seo “Bagaimana bisa aku makan sendiri? Orang-orang masih bergosip tentang skandal aku. Apa yang akan mereka katakan jika melihatku makan sendiri seperti orang menyedihkan?”
Eun Ji melihat Jung Rok kembali ke kantor membawa makanan berpikir  belum makan siang. Jung Rok mengaku bukan untuknya, lalu terdengar suara tertawa di ruanganya. Eun Ji memberitahu kalau Semua orang berbicara dengan Oh Yoon Seo.
“Akan lebih baik jika pekerja yang lebih berpengalaman datang untuk membantu pekerjaanmu.” Kata Eun Ji. Jung Rok hanya diam saja lalu berjalan pergi. 

Eun Ji mengambil berkas di lemari, Tuan Lee datang memberikan minum. Eun Ji binggung apa itu. Tuan Lee binggung memberitahu kalau karamel arigato. Eun Ji menahan tawa kalau yang dimaksud adalah “Karamel macchiato” Tuan Lee menganguk membenarkan.
“Tapi untuk apa ini?” tanya Eun Ji. Tuan Lee mengaku baru mau minum ini, tapi tiba-tiba tak menginginkannya lagi. Eun Ji hanya diam saja.
“Jika tak menginginkannya...” kata Tuan Lee, Eun Ji mengambil gelas kalau akan meminumnya karena Mubazir jika dibuang. Tuan Lee tersenyum karena bisa mengikuti cara Yoon Hyuk. 

Moon Hee dkk sedang ada diruangan Yoon Seo. Yoon Hyuk menceritakan  hampir menyerah pada ujian pengacara Tapi karena ia  bukan orang yang lemah jadi lulus ujian dan akhirnya duduk di kantor hukum sekarang, dengan bangga memberitahu kalau ia menjadi pria sejati.
“Oh begitu. Kau pria yang mengesankan.” Komentar Yoon Seo. Moon Hee seperti enggan mendengarnya.
“Ibuku selalu bilang ini padaku. "Manners maketh man" Begitulah caraku bisa bertemu wanita yang baik... Kupikir, ini lah akhirnya. Pada saat itu.” Ucap Yoon Hyuk bangga
Saat itu CEO Yeon masuk  melihat pegawainya ada diruangan Yoon Seo membawakan kopi, Jung Rok akhirnya masuk ruangan heran karena semua pegawai berkumpul lalu melihat gaya CEO Yeon yang berlebihan. CEO Yeon mengaku kalau jaketnya sudah itu ada dirumah dan menawarkan kopi.
“Tak usah. Kalian semua harus kembali bekerja.” Ucap Jung Rok dingin. CEO Yeon mengeluh mereka akan pergi padahal baru saja tiba.
“Sepertinya kita harus mulai bekerja. Ayo pergi sekarang.” Kata CEO Yeon melihat tatapan marah Jung Rok.


Jung Rok pun menutup pintu. Yoon Seo bertanya Apa yang harus dilakukan sore ini. Jung Rok balik bertanya apa yang bisa dilakukan Yoon Seo. Yon Seo bingung. Akhirnya Jung Rok hanya meminta agar Yoon Seo sukup habiskan waktu dan pergi.
“Sepertinya ada banyak orang yang menyukaimu. Kau dapat minum kopi dan mengobrol dengan mereka. Namun tolong jangan lakukan itu di kantorku.” Tegas Jung Rok akhirnya masuk ruangan.
“Apa yang kulakukan salah? Aku menunggumu begitu lama, bahkan tak makan. Kau marah padaku begitu kau datang, seharusnya minta maaf! Kenapa kau melakukan ini padaku?” kata Yoon Seo marah masuk ruangan
“Oh Jin Sim” ucap Jung Rok. Oh Yoon Seo menegaskan namanya Oh Yoon Seo bukan Oh Jin Sim.
“Ini perusahaan... Aku tak tahu yang CEO-mu maksudkan, tapi ini bukan tempat di mana kau bisa bersenang-senang dan beristirahat. Jika kau memilih untuk menjadi sekretaris di tempat ini, setidaknya kau seharusnya tak mengganggu orang yang datang ke sini untuk bekerja dengan bersungguh-sungguh.” Tegas Jung Rok
“Aku pun tak bermaksud mengganggu juga. “ kata Yoon Seo membela diri.
“Mumpung kita membahasnya, Aku tak menyukai orang-orang sepertimu yang melakukan pekerjaan dengan sembrono. Meskipun kau cukup terkenal di TV, ini bukan tempat itu. Jadi kuharap kau sadar akan hal itu.” Tegas Jung Rok.
Yoon Seo tak terima kalau minta untuk sadar, menegaskan kalau tak datang ke sini untuk bersenang-senang. Jung Rok mengelih dengan Yoon Seo yang datang berpakaian seperti mini layaknya selebriti. Yoon Seo pikir belum mulai bekerja.
“Bagaimana bisa kau menilaiku dari penampilan luar? Tidakkah kau pikir terlalu berprasangka?” keluh Yoon Seo
“Ya, benar berprasangka... Seperti yang kau katakan, aku tahu belum cukup lama untuk menilai seperti apa kau. Tapi Oh Jin Si, kau setidaknya harus datang bekerja tepat waktu agar aku tak memiliki prasangka seperti itu.” Ucap Jung Rok. Yoon Seo ingin menyela tapi Jung Rok tetap bicara
“Jika kau benar-benar ingin bekerja sebagai sekretarisku, gantilah pakaian yang lebih pantas terlebih dahulu. Jika tidak, bermain-main saja di sini selama tiga bulan.” Tegas Jung Rok. 


Yoon Seo masuk ke dalam toilet memastikan kalau tak ada orang lalu berteriak marah pada Jung Rok adalah Pria itu sangat menyebalkan, karena tak ada yang menduga sebagai sekretarisnya karena kalau tahu mungkin tak akan berpakaian mini dress.
“Apa dia pikir aku ingin terlambat? Hyuk Joon menyuruhku pergi jam 10! Astaga Siapa dia bisa berbicara Banmal padaku? Ini takkan kubiarkan begitu saja.” Ucap Yoon Seo marah 

Yoon Seo mengintip dari depan pintu mendengar Jung Rok sedang berbicara di telp mengatakan Dia bahkan tak akan bertahan seminggu. Dia mungkin akan bilang ingin menyerah besok. Sederhananya, tak ada harapan.”  Yoon Seo pikir Jung Rok membahas tentang dirinya yang  Tak ada harapan
“Ya, tak ada harapan... Kita memiliki bukti nyata, tapi dia terus menyangkalnya... Dia tak akan bisa menolaknya terlalu lama. Bagaimanapun, terima kasih sudah membantu. Berkatmu bukti ditemukan.” Kata Jung Rok. Pria diseberang telp mengaku tidak masalah.
“Omong-omong, kapan kau datang ke Seoul? Dua hari? Apa Yeo Reum tahu?” tanya Jung Rok. Si pria mengaku tak tahu.
“Ini masalah kalian, jadi Kalian berdua harus membereskannya. Aku harus pergi ke pengadilan. Ayo kita mengadakan pesta comeback segera.” Ucap Jung Rok. Si pria pun setuju. 

Jung Rok selesai bicara heran melihat tatapan sinis Yoon Seo didepan pintu ruanganya. Akhirnya keluar ruangan untuk pergi, Yoon Seo mengajak bicara tapi Jung Rok memberitahu kalau harus pergi ke pengadilan, Yoon Seo mengaku masih punya sesuatu...
“Kau bisa pulang jam enam.” Ucap Jung Rok lalu berjalan pergi. Yoon Seo hanya bisa melonggo melihat sikap Jung Rok yang dingin. 

“Aku belum pernah lihat pria yang rewel seperti dia. Dia bilang Aku terlambat? Berpakaian seperti ini? Aku mengerti dia mungkin tak menyukainya. Tapi Dia seharusnya mengajariku! Aku pergi ke sana untuk belajar.” Ucap Yoon Seo marah. Manager Gong hanya diam.
“Dia tak senang ketika aku sedang bekerja, dan tak senang ketika aku sedang beristirahat. Lalu Dia ingin aku bagaimana?” kata Yoon Seo marah
“Makanya itu. Dia ingin kau bagaimana? Dia pria yang sangat aneh. Kenapa dia seperti itu?” kata Manager Gong
“Aku tak tahu, Kukira dia hanya membenci keberadaanku.” Keluh Yoon Seol
Manager Gong memastikana kalau Jung Rok membencinya padahal ada artis Oh Yoon Seo. Yoon Seo mengaku  benar-benar tak mengerti itu. Manager Gong pikir Jung Rok mungkin bisa membenci wanita tapi tak mungkin bisa membenci seorang Yoon Seo. Yeon Seo pun setuju.
“Serius, menyebalkan... Aku tak membutuhkan drama itu lagi, jadi mungkin aku harus berhenti saja.” Kata Yoon Seo kesal
“Ayolah, Yoon Seo. Kenapa seperti itu? Kau harus mengerti, sebagai wanita yang baik dan cantik.” Rayu Manager Gong
“Aku tak bisa mengerti! Kesabaranku sudah mencapai batasnya. Aku tak bisa melakukan ini lagi!” kata Yoon Seo marah 



Saat itu mobil mereka diberhentikan, di pinggir jalan sedang ada syuting. Seorang pria datang meminta maaf karena sedang syuting sekarang, jadi meminta harap tunggu sebentar. Manager Gong mengerti sambil menutup wajah Yoon Seo agar tak terlihat.
Yoon Seo melihat sepasang pria dan wanita sedang adegan sebagai pasangan yangmengajak berkencan lalu mengeluh kalau mereka itu sebagai pemilik jalan. Manager Gong melihat menurutnya keduanya artis itu  pasti merasa sulit.
“Syuting di luar pada musim dingin sulit.” Kata Manager Gong lalu terdengar suara sutradara”Cut” dan memuji kalau adegan sudah bagus.

Yoon Seo masuk ke dalam rumahnya, terlihat sedih mengingat saat sebelumnya menjadi artis berjalan di karpet merah banyak orang-orang yang membanggil namanya. 
Ia pun teringat syuting, pria meminta agar Yoon Seo mendengarkan pejelasanya sebentar. Yoon Seo yang marah meminta agar melepaskan tanganya,  akhirnya si pria melepaskanya.

“Pukul aku... Ini Tak akan begitu sakit.” Ucap Si pria.
“Bagaimana bisa kau bertemu wanita lain di belakangku? Bagaimana bisa kau mencintai dua orang dengan satu hati?” ucap Yoon Seo marah
“Aku salah... Maafkan aku.” Kata Si pria. Yoon Seo marah tak bisa memaafkan lalu menangis dan terlihat aktingnya yang buruk, berjongkok didepan si pria. Yoon Seo hanya bisa menangis. 


Didepan apartement mewah, Manager Gong menekan bel tapi Yoon Seo tak membukanya berpikir belum bangun. Akhirnya masuk rumah memanggilny tapi Yoon Seo sudah tak ada di kamarnya dan kaget ternyata tidur di ruang kerjanya. Yoon Seo pun bangun dengan mata masih mengantuk
“Kenapa kau tidur disini? Kau tak pernah ke ruang belajar ini sejak hari kau pindah.” Ucap Manager Gong binggung.
“Aku sedang mencari sesuatu. Jam berapa sekarang?” tanya Yoon Seo. Manager Gong menjawab setengah 8. Yoon Seo panik
“Kenapa kau membangunkanku sekarang? Seharusnya datang lebih cepat. Bagaimana ini! Aku terlambat!” ucap Yoon Seo berlari keluar dari ruang kerjanya.
“Kenapa? Bukankah dia bilang ingin berhenti tadi malam?” kata Manager Gong binggung lalu melihat dilayar komputer
Keyword yang dicari Yoon Seo  [Lingkup Kerja Sekretaris Firma Hukum] Manager Gong tak percaya kalau Yoon Seo mencari ini sepanjang malam dengan tangannya sendiri, lalu bertanya-tanya apakah keadaan artisnya itu baik-baik saja. 

Manager Gong mengantar Yoon Seo memastikan keadaanya saat turunn mobil. Yoon Seo pun dengan penuh semangat mengatakan “Hwaiting!” lalu bergegas masuk kantor dan masuk lift. Ia pun bergegas masuk ruangan merasa aman karena Jung Rok belum datang jadi tak terlambat.
Sementara Jung Rok sedang ada diruangan lain, Yoo Yeo Reum bertanya apakah mereka bisa menang.  Jung Rok pikir ini layak diperjuangkan. Yeon Rum bisa mengucap syukur dan mengucapkan terima kasih sudah bertemu  denganya.
“Aku tahu kau sibuk... Dari semua orang, kau, Kwon Jung Rok.” Ucap Yeon Rum
“Karena ini mengenaimu, bukan sembarang orang.” Kata Jun Rok. Yeo Rum menahan tawa karnea merasa Jantungnyaberdebar kencang.Jung Rok tak percaya mendengarnya.
“Yah... Lagian, kaulah yang hatinya berdegup.. Aku mendengar semuanya. Wanita cantik itu datang sebagai sekretarismu.” Goda Yeo Rum.
“Siapa yang memberitahumu itu? Joon Gyu?” kata Jung Rok
“Tidak, aku bertemu dengan Choi Yun Hyuk  di pengadilan kemarin.” Kata Yeo Rum
“Dia sangat konsisten, dengan mulutnya yang ringan. Dia bilang akan menjaga rahasia.” Keluh Jung Rok
“Jangan khawatir. Aku akan merahasiakannya. Bagaimana rasanya bekerja dengan Dewi Hallyu? Apa rasanya seperti berjalan di atas awan?”goda Yeo Rum
“Alih-alih awan, seperti berjalan di atas es tipis... Ini Sulit dijelaskan.” Keluh Jung Rok.



Eun Ji masuk pantry melihat Yoon Seo ada didalam,  Yoon Seo menawarkan untuk membuatkan kopi, Eun Ji menolaknya lalu mengaku sangat terkejut ketika Yoon Seo datang sebagai sekretaris dan mendenagr kalau berhasil masuk sekolah hukum tapi dikeluarkan sesudah menerima masa percobaan akademik.
“Siapa yang memberitahumu? Aku memutuskan untuk berhenti sendiri.” Kata Yoon Seo panik. Eun Ji pun baru mendengarnya.
“Omong-omong, Yoon Seo Karena aku lebih tua, bisakah aku memanggil dengan namamu?” ucap Eun Ji. Yoon Seo pun mempersilahkan.
“Kau sepertinya tak tahu karena ini pertama kalinya sebagai sekretaris, tapi menjadi sekretaris di sini bukan hanya tentang melakukan tugas-tugas sederhana. Kau harus menganggap dirimu sebagai mitra hukum pengacaramu. Aku harap kau bisa bekerja lebih keras, biar kau bisa membantu Pengacara Kwon” kata Eun Ji, Yoon Seo mengerti.
“Jika kau mengerti...” ucap Eun Ji yang langsung disela oleh Yoon Seo membahas tentang drama Amerika bernama, "Madman"
“Sutradara bilang menyenangkan, tapi sangat membosankan bagiku. Bagaimanapun, dalam drama itu, ada karakter yang persis sepertimu. Dia mengomeli sekretaris muda untuk melakukan ini dan itu seperti kakak perempuannya. Kau tipe karakter seperti itu, kan?” ucap Yoon Seo menahan tawa.
“Karakter? Apa maksudmu sekarang...” kata Eun Ji bingung. Yoon Seo mengaku sudah paham.
“Terima kasih atas saranmu. Aku benar-benar akan bersungguh-sungguh.” Kata Yoon Seo lalu keluar ruangan. Eun Ji hanya bisa melongo.



Yoon Seo berlatih saat telepon berdering jadi harus mendapatkannya dan bilang "Ya, aku akan menghubungkanmu dengan Pengacara Kwon " lalu menekan tombol seru setelah Nomor dua. Ia pun bahagia karena berhasil menyambungkan panggilan!
Ia membuat catatan   [Yang Harus Dilakukan Di Pagi Hari! Menguasai menyambungkan panggilan] Yoon Seo pun meminta agar Hae Young mengajarkan cara membuat salinan, Moon Hee hanya bisa melonggo. Yoon Seo memulai dengan milih jenis kertas dan jumlah salinan lalu berhasil melakukanya.
“Jika kau berterima kasih, bisakah beri tahu aku kosmetik jenis apa yang kau gunakan kapan-kapan? Aku sangat menghargai itu.” Ucap Hae Young. Yoon Seo ingin memberitahu tapi Hae Young langsung berjalan pergi.
“Aku sudah berhasil menggunakan mesin fotokopi juga. Apa berikutnya?” kata Yoon Seo. 

Jung Rok akan naik lift, CEO Yeon melihat Jung Rok melihat yang baru dari pengadilan lalu mengaku lupa memberitahu kemarin karean Malam ini pesta penyambutan Yoon Seon dan semua akan datang jadi meminta Jung Rok agar jangan terlambat.
“Dia hanya akan tinggal selama tiga bulan, kenapa kita harus melakukan itu?” keluh Jung Rok
“Semua karyawan menginginkannya. Dia hanya di sini selama tiga bulan, sehingga setiap waktunya harus dibikin berharga.. Yahh. Mereka benar, kau tahu.. Situasinya membutuhkan sambutan yang lebih baik. Kau mau bergabung, kan?” ucap CEO Yen
“Aku ada rapat dengan klien.” Kata Jung Rok. CEO Yeon sudah tahu karena akan selesai lebih awal juga.
“Lagipula kau tak akan minum.” Keluh CEO Yeon, Jung Rok menegaskan kalau akan minum dan mungkin mabuk.
“Sungguh? Baguslah, karena kami akan lebih nyaman ketika kau mabuk.” kata CEO Yeon. Jung Rok mengeluh, CEO Yeon tak membahasnya karena lift sudah datang. 


Yoon Seo menyapa Jung Rok yang baru datang berkomentar datang terlambat hari ini. Jung Rok mengaku punya urusan di luar kantor. Yoon Seo pun memperlihatkan bajunya seperti ingin mendapatkan pujian. Jung Rok memuji kalau terlihat sangat rapi hari ini.
“Ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang ingin kau katakan.” Ucap Jung Rok melihat tatapan Yoon Seo
“Yah, ketika kau keluar, aku merapikan mejamu sedikit. Sangat banyak file dan dokumen tersebar di atasnya. Meja yang bersih meningkatkan produktivitas kerja, jadi aku memastikan itu.” Kata Yoon Seo bangga. Jung Rok masuk ruangan dengan wajah panik.
“Oh Jin Sim.. Kenapa melakukan sesuatu yang tak diperintahkan?” ucap Jung Rok marah. Jung Seo melonggo dengan sikap  Jung Rok.
“Laporan uji cobaku semuanya menjadi kacau. Aku bahkan tak bisa melihat yang harus kuulas segera.” Ucap Jung Rok. Yoon Seo pun panik.
“Jika kau memberi tahu aku apa itu, aku akan segera...” kata Yoon Seo merasa bersalah.
“Kenapa menyentuh barang orang lain?” ucap Jung Rok marah. Yoon Seo mengaku hanya berpikir harus bersih...
“Mungkin terlihat berantakan bagimu, tapi aku punya sistem. Apa Kau lupa yang pernah kukatakan? Kau bisa bersantai. “ keluh Jung Rak
“Haruskah kau seperti itu?Aku mencoba yang terbaik, haruskah kau sejahat itu? Aku mungkin tak tahu bagaimana melakukan banyak hal, tapi aku mau belajar, asal tahu saja” kata Yoon Seo. Jung Rok tak peduli menyuruh keluar saja.
“Aku hanya ingin bertanya... Mungkinkah kau membenci wanita? Makanya itu... Itu... Kau membenci wanita? Maaf aku tak sesuai kau pikirkan.” Kata Yoon Seo, tiba-tiba Jung Rok mendekat dan membuat Yoon Seo panik
“Aku.. suka wanita. Sangat menyukainya... Benar-benar menyukainya... Hanya saja... Aku sama sekali tak tertarik padamu.” Tegas Jung Rok. Yoon Seo terlihat kaget.
Bersambung ke episode 2



 Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09