PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 08 April 2015

Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode17 Part 2

Saat makan malam, Jung Woo mengutarkan niatnya untuk menikah dengan wanita yang dicintainya. Ibu Jung Woo benar-benar kaget dengan ucapan anaknya ingin menikah dengan Chuk Hee. Jung Woo meminta supaya Ibunya bisa menerima keinginannya.
“Lakukanlah, tapi lakukan itu tanpa aku.” kata Ibu Jung Woo dengan wajah sinis
“Aku akan membawanya untuk menyapa.”ucap Jung Woo
“Aku tidak bisa menerima wanita kasar itu sebagai bagian dari keluarga kita. Tidak perlu untuk dia untuk datang, Titik!” tegas Ibu Jung Woo
“Dia tidak seperti itu. Wanita itu menyelamatkan aku.....” ucap Jung Woo berhenti karena janjinya untuk tak memberitahu ibunya.
“Dia melakukan apa? Apa yang dia selamatkan?” tanya ibunya
“Jadi... Aku mencintai wanita itu...lebih dari hidupku sendiri.’ ucap Jung Woo
“Jadi pergi dan lakukanlah! Tapi tanpa aku!” teriak ibunya lalu masuk ke dalam kamar.

Saat berjalan ditaman Jung Woo menceritakan kemarin malam sudah memberitahu ibunya tentang mereka yang akan menikah dan sang ibu menyuruh untuk melakukan pernikah tanpa dirinya. Chuk Hee menghela nafas sedih, lalu mengajak Jung Woo bertemu ibunya setelah kasus Mi Ree selesai. Jung Woo mengangguk setuju.
Chuk Hee tersadar kemana Jung Woo akan pergi sekarang. Jung Woo menegaskan mulai sekarang mereka secara resmi menyiapkan pernikahan mereka. Chuk Hee sadar banyak pasangan yang bertengkar ketika melakukan persiapan pernikahan bahkan sampai putus
“Aku tidak mengerti. Merencanakan pernikahan harus menyenangkan. Kenapa mereka bertengkar?”kata Chuk Hee heran
“Itu tidak akan pernah terjadi pada kita. Kita sangat rasional dan masuk akal, tidakkah kau setuju dengan itu?” ucap Jung Woo. Chuk Hee setuju dengan hal itu
Jung Woo membawa Chuk Hee ke tempat gaun pengantin karena impian seorang wanita yang menikah adalah gaun pengantin, lalu berpikir kalau mungkin itu adalah impiannya juga. Seorang pelayan datang memberitahu Chuk Hee tempat untuk mencoba gaun pengantinya.
“Aku tidak tertarik dengan gaun dan menyeretnya dengan sangat beratmenyusuri lorong, itu bukan gayaku.” keluh Chuk Hee
“Lalu apa lagi yang pengantin seharusnya pakai jika bukan gaun pengantin? Jangan terlalu negatif dan cobalah sekali. Kau mungkin merasa berbeda jika kau memakainya.” bisik Jung Woo membujuk.
Akhirnya Chuk Hee mencobanya tapi terlihat wajah tak nyaman ketika tirai dibuka padahal Jung Woo sudah terlihat sangat bahagia merasakan seperti pria-pria yang akan menikah, tapi Chuk Hee malah ingin cepat membuka gaunnya karena perutnya terasa sakit dan nafasnya sesak dan bertapa terkejutnya ternyata harga sewa gaun adalah 30juta won.
Jung Woo rasa tak masalah karena hanya sekali dalam seumur hidup tapi Chuk Hee merasa ini hanya dipakai untuk satu kali saja. Jung Woo mengatakan kalau ia yang membayarnya, Chuk Hee menegaskan uang Jung Woo itu adalah uangnya juga dan memilih mengunakan gaun yang dijual-jual diinternet dengan harga murah. 

Setelah itu Jung Wo membawa ke sebuah tempat yang cukup kecil bukan ballroom yang besar dan hanya mengundang teman kerja serta keluarga. Chuk Hee terlihat setuju dengan pernikahan yang kecil seperti itu.
“Bagaimana tempat ini kecil? Sepertinya ini ukuran sedang untuku” komentar Chuk Hee melihat kebawah, Jung Woo pikir Chuk Hee ingin yang lebih kecil lagi.
“Tapi apa perayaan pernikahan benar-benar diperlukan?” pikir Chuk Hee, Jung Woo benar-benar kaget
“Aku harus menggunakan riasan berat Dan mengenakan gaun sewaan yangsudah dipakai oleh banyak perempuan lainnya. Lalu Kita akan membuang-buang uang dengan makanan yang tidak enak. Pada kenyataannya, para tamu hanya datang untuk makanan.” ucap Chuk Hee merasa dirugikan
“Meski begitu... bagaimana kau bisamenikah tanpa perayaan pernikahan?” tanya Jung Woo binggung
Chuk Hee merasa selama hati mereka ditempat yang tepat maka perayaan pernikahan bukan masalah. Tapi Jung Woo merasa perayaan pernikahan itu seperti perayaan dua orang yang resmi menjadi suami-istri di depan orang-orang yang dicintai. Chuk Hee merasa Jung Woo ingin membuang-buang uang hanya dengan perayaan satu jam saja, menurutnya lebih baik mereka menghemat.

Jung Woo lalu bertanya apakah Chuk Hee ingin membuat foto prewed, Chuk Hee sudah tentua kan memakain itu, Jung Woo pun terlihat gembira. Beberapa saat kemudian, Chuk Hee membawa tongsis dan duduk dibangku taman untuk melakukan foto prewed. Jung Woo mengeluh karena yang dinginkan adalah foto dengan Photographer profesional. Tapi Chuk Hee tetap pada pendiriannya kalau kamera ponsel sekarang sudah bagus, lalu dengan gembira mengubar senyum depan kamera. 
“Chuk Hee..... Mari kita mengakhirinya hari ini dan pulang. Kita tidak harus berjuang tentang peristiwa menggembirakan seperti ini, kan?” ucap Jung Woo
“Baiklah... Karena kita rasional dan orang-orang yang masuk akal.” kata Chuk Hee
Lalu keduanya terlihat saling memandang sinis dan berjalan berbeda arah, Jung Woo mengumpat pada Chuk Hee begitu pun juga sebaliknya. 

Jung Woo pergi ke toko perhiasan ingin memilih cincin, saat itu juga Min Kyu mencoba berlatih berbicara supaya bisa mengembalikan cincin dengan alasan sudah tak miliki mobil bahkan berjalan kaki ke tempat itu, Jung Woo yang melihat Min Kyu datang langsung menyapanya.
Setelah itu Min Kyu langsung menyembunyikan tasnya lalu bertanya apa yang dilakukan Jung Woo ditempat itu, Jung Woo mengatakan sedang melihat-lihat cincin untuk melamar Chuk Hee secara resmi. Min Kyu tersenyum lalu menunjuk cincin diatas etalese kalau ia  sudah membeli semua cincin itu.
“Apa kau tidak tahu wanitamu sama sekali? Dia tidak akan jatuh cinta untuk hal seperti ini. Aku memberikannya sepuluh cincin berlian dan dia masih menolak ku. Aku memberimu saran.” jelas Min Kyu lalu pamit pada manager untuk datang kembali esok.
Si manager terlihat mengumpat lalu kembali menawarkan apakah Jung Woo ingin membeli cincin berlian yang mana. Jung Woo bertanya apakah memiliki cincin yang sederhana, nyaman dan tanpa desain atau perhiasan di atasnya. 

Jung Woo melihat cincin simpel seperti kawat yang dibuat cincin berwarna emas, wajahnya terlihat sumringah. Chuk Hee datang memberitahu kalau ada sesuatu yang paling dibutuhkan dalam pernikahan mereka. Jung Woo melihat berkas yang dikeluarkan Chuk Hee adalah perjanjian pernikahan.
“Daripada terpasang cincin di jari kita dan bersumpah untuk selalu saling mencintai... Menandatangani pra-nikah sudah jelas dan tepat.” jelas Chuk Hee bersemangat
“Terpasang apa maksudmu? "Bahkan setelah menikah, masing-masing pasangan akan mengelola aset mereka sendiri Dan menggunakan uang mereka sendiri... " Kau ingin kita menggunakan ini?”kata Jung Woo membaca surat perjanjian pra nikah.
“Kita sudah melihat jumlah tak terhitung pasangan yang bercerai atas masalah konyol, maka kita akan bertindak seperti pengacara perceraiandan kita dapat mencegah bencana  apapun yang dapat terjadi.” ucap Chuk Hee tanpa rasa bersalah.
Jung Woo berteriak memanggil Chuk Hee, lalu mengumpat kalau wanita itu tidak memiliki satu tulang romantis dalam tubuhny. Chuk Hee pikir pada kenyataannya pernikahan itu tak romantis, menurutnya Jung Woo melakuan semua formalitas kosong dan pamer, dengan menikah dipinggir kolam dan gaun mahal itu seperti pamer.
“Apa aku mengatakan aku ingin menjadi boros? Kita harus setidaknya menjaga dengan formalitas! Bagaimana denganmu? kau tidak ingin gaun, pesta, atau foto! Wow! Apa kau yakin kau ingin menikah?” ucap Jung Woo dengan nada tinggi
“Jika itu seperti itu kemana uang kita akan pergi, maka aku lebih suka tidak.” tegas Chuk Hee
“Lalu jangan lakukan itu! Karena aku tidak ingin informal dan pernikahan yang tidak terstruktur seperti ini!” teriak Jung Woo, Chuk Hee terlihat sangat kesal keluar dari restoran sambil membawa berkasnya. 

Keduanya bertemu didepan lobby lalu saling mendorong didepan pintu, sampai akhirnya  mereka masuk ke dalam pintu yang sama dan rok Chuk Hee ditarik oleh pintu, saat itu juga pintu berputar pun berhenti keduanya terjebak didalamnya. Jung Woo menyalahakn tempramen Chuk Hee yang membuat keadaan seperti ini, setelah itu meminta bantuan melalui telp pada kantor pemeliharan.
Jung Woo dan Chuk Hee saling membelakangi dengan wajah acuh, beberapa saat kemudian Jung Woo sudah duduk tapi Chuk Hee tetap berdiri karena roknya masih menyangkut dan orang-orang banyak melihat mereka. Akhirnya Chuk Hee memaksa menarik roknya sampai robek, Jung Woo pun membuka jasnya sambil mengomel seharusnya Chuk Hee berhati-hati.
Akhirnya keduanya duduk bersama, Jung Woo melihat surat pranikah yang dibuat Chuk Hee sangat detail, dilembaran belakang melihat perjanjian yang lain “1. Kecuali rumah terbakar, kita tidak akan berteriak pada satu sama lain. 2. Kita tidak akan membandingkan pasangan kita terhadap orang lain...” Jung Woo tak percaya Chuk Hee menulis seperti itu juga.
“Aku minta maaf, karena  tidak ada sedikit pun rasa romantis dalam diriku. Satu menit yang lalu, aku tidak pernah membayangkan kita akan terperangkap di dalam sini. Satu menit kemudian, kita duduk di lantai. Itulah hidup. Maka dari itu, sebabnya aku ingin membuatnya sedikit lebih jelas.” jelas Chuk Hee
“Aku tidak tahu bahwa itu keinginanmu dan meminta maaf karena marah padamu lebih dulu Tapi setidaknya, aku ingin mengikuti formalitas tertentu.” kata Jung Woo lalu mengeluarkan cincin dari saku celananya.

Jung Woo pikir Chuk Hee tak perlu memakainya apabila tak menyukainya, Chuk Hee mengatakan akan memakainya, Jung Woo binggung. Chuk Hee mengulurkan tangannya, Jung Woo pun langsung memakainnya. Chuk Hee melihat cincin pilihan Jung Woo sangat baik dan melihat itu seperti merasakan dirinya memang akan menikah. Lalu memasang cincin yang sama pada jari Jung Woo dan Jung Woo pun menandatangi surat pranikah yang dibuat Chuk Hee tapi ada satu syarat yaitu nomor lima.
Chuk Hee tersipu malu lalu mengucapkan “Aku mencintaimu.” dengan perlahan. Jung Woo berpura-pura tak mendengarnya, Chuk Hee kembali mengucapkan “Aku mencintaimu.” dan Jung Woo kembali berpura-pura tak mendengar, akhirnya Chuk Hee pun berteriak “Aku mencintaimu, So Jung Woo!”

Soo Ah memberikan surat pengunduran dirinya memberitahu akan tetap dikantor sampai akhir minggu ini saja. Tuan Bong binggung, Soo Ah mengatakan sudah lama ia tak pulang ke tempat ibunya jadi ingin lebih beristirahat.
“Aku akan memprosesnya selama waktu liburan. Ambil beberapa hari libur.” ucap Tuan Bong mengembalikan pengunduran dirinya, Soo Ah meminta maaf karena menolaknya.
“Aku akan melihat apa ada posisi pelatihan di firma hukum New York. Kau bisa kembali dalam enam bulan.” ucap Tuan Bong memberikan penawaran, Soo Ah kembali menolaknya.
“Ini kenapa aku mencoba untuk tidak untuk menjadi melekat pada orang dan orang yang selalu aku puji sekarang sudah pergi” komentar Tuan Bong dan tetep akan memproses selama waktu liburan jadi meminta supaya untuk memikirkannya sekali lagi.

Soo Ah merapikan semua pakaian dirumah Jung Woo, sang ibu merasa Soo Ah itu harus ikan teri karena sang ibu sangat suka dengan makanan itu. SooAh merasa tak perlu, Ibu Jung Woo heran melihat semua pakaian Soo Ah yang dimasukan kedalam tas padahal hanya pergi beberapa hari saja seperti akan pergi selamanya.
“Aku mendengar New York dingin akhir-akhir ini. Bagaimana Jung Woo melakukan persiapan pernikahan?” tanya Soo Ah seperti mengalihkan pembicaran.
“Siapa yang peduli? Ini tidak ada hubungannya denganku”kata Ibu Jung Woo sinis
“Ahjumma, Go Chuk Hee bukan seorang wanita yang buruk. Kau belum mengenalnya lebih dalam.” ucap So Ah membela Chuk Hee
“Kenapa kau terus mengatakan kata yang melemahkan hati? Aku akan membenci itu selama sisa hidupku.” komentar Ibu Jun Woo masih tetap sinis
“Cari tahu apa dia layak untuk di benci.Jika iya, lalu lakukanlah dan benci dia. Tapi jangan tidak benci dia jika itu karena aku. Aku tidak tahan membayangkan seseorang yang tidak menyukai karena aku.” pesan Soo Ah lalu mengubah pikirannya supaya ibu Jung Woo membuatkan tumisan ikan teri untuk dibawa. 

Rambut Min Kyu masih ada busa ketika Soo Ah datang untuk mengucapkan selamat tinggal, Min Kyu yang melihat Soo Ah merasa datang disaat yang tepat lalu mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi.
“Aku cukup yakin ada krisis besar terjadi di negara kita. Kau lihat ini.... Air tidak keluar!” kata Min Kyu membuka kran shower dan airnya tak keluarh.
“Pengacara Bong, apa mungkin... kau lupa untuk membayar tagihan air?”dugaan Soo Ah
Min Kyu binggung dengan kata tagihan air,  Soo Ah memberitahu Min Kyu itu harus membayar biaya perawatan yang selama ini tak pernah ia bayar. Min Kyu heran ketika ia tak membayarnya maka negara menghentikan semua air yang mengalir.
“Pengacara Jo... tunggu. Lalu... apa mereka mematikan gas juga? Pembantu tidak datang, jadi aku mencoba membuat ramen pagi ini Tapi gas tidak menyala.” cerita Min Kyu, Soo Ah menghela nafas karena Min Kyu pasti juga lupa membayar gas.
“Aku tidak diberi sebuah penghargaan ketika aku membayar pajak ku tepat waktu. Jadi bagaimana jika aku sedikit terlambat untuk membayar tagihan listrik? Bagaimana bisa negara memperlakukan aku dengan kekejaman seperti itu?” teriak Min Kyu mengebu-gebu.
Soo Ah menempuk pundak Min Kyu menegaskan kalau memang seperti itulah orang hidup. Min Kyu teringat sesuatu, lalu merasa tak mungkin listrik juga mati dalam rumahnya sambil tertawa. Saat itu juga lampu dalam rumah mati semua, Min Kyu berteriak ketakutan dalam kegelapan. 

Pagi hari
Min Kyu sudah ada dikantor untuk mandi dan berdalih kalau air Kamar mandi tidak berfungsi. Jung Soo pun mempersilahkan Min Kyu duduk karena akan mengeringkan rambutnya dan ternyata ia juga mendapatkan lisensi salon karena nanti Min Kyu bisa dipegang rambut olehnya.
“Permisi, Direktur. kau masih belum membayar kami untuk bulan ini...” ucap Yoo Min mengingatkan. Jung Soo sempat memperingati Yoo Min dengan matanya agar tak membahasnya.
“Aku mengerti... Akhirnya... waktunya sudah datang untuk membuat keputusan.” kata Min Kyu

Hye Rin memberikan catatan komunikasi Mi Ree dari tahun 2012  semua berbicara dengan Jo Yoo Sang tetapi tidak ada SMS mengancam. Chuk Hee memeriksa lembaran ketiga ada catatan Man Dong Gu yang  berbicara dengan Jo Yoo Jang. Hye Rin memberitahu hanya satu kali pada tanggal 14 maret.
“Ma Dong Gu tahu dari Jo Yoo Sang yang sebenarnya? 14 Maret adalah hari dia bunuh diri.”ucap Chuk Hee mengingatnya.
Mi Ree yang ada dirumah sakit menerima telp Chuk Hee dengan nama Manager,  Chuk Hee bertanya apakah ia memiliki nomor teleponsekretaris yang terakhir bekerja untuk Presiden Ma Dong Gu. Mi Ree mmembenarkan, saat itu Yoo Sang datang, Dengan gugup Mi Ree langsung menganti pembicaraannya dengan mengatur jadwalnya untuk sekarang

Yoo Sang terlihat curiga bertanya siapa yang menelpnya, Mi Ree mengaku kalau itu dari Manager Kim dan buru-buru menghindar dengan beralasan ingin mengisi humidifier. Yoo Sang yang curiga ingin meminjam ponselnya karena batterai ponselnya hampir habis. Mi Ree yang tak ingin dicurigai memberikan ponselnya, Yoo Sang sempat mengecek dan melihat itu tertulis nama “manager” di ponsel Mi Ree yang terakhir.
Di sebuah cafe, Chuk Hee bertemu mantan sek Dong Gu ingin bertanya yang datang pada hari kejadian. Si sek mengetahuinya tapi menanyakan alasan Chuk He bertanya.
“Sebelum aku tiba... Apa Presedir Ma Dong Gu pernah bertemu atau berbicara dengan seseorang bernama Jo Yoo Sang? Aku perlu tahu itu” ucap Chuk Hee.
“Jo Yoo Sang?”kata Sektaris binggung, Chuk Hee memberikan photo Yoo Sang pada sekertaris.
“Ahh... Jadi ini adalah orang yang datang hari itu.” kata Sektaris setelah melihat Yoo Sang. 

Flash  Back
“Presdir berusaha untuk menemukan pelaku yang merilis video perzinahan di internet”
Dong Gu yang sedang meminum teh dikagetkan dengan Yoo Sang datang, sebagai orang yang merilis videonya di internet. Yong Sang dengan santai merasa memang benar kalau orang kaya itu bisa melakukan dan akhirnya Dong Gu bisa menemukannya.
“Jo Yoo Sang-lah yang merilis video perzinahan itu”
Dong Gu bertanya apakah Yoo Sang masih bertemu istrinya sepanjang waktu ini. Yoo Sang membenarkan lalu mengatakan apakah Dong Gu yakin Mi Ree itu benar-benar mencintainya, lalu mengelengkan kepala memberitahu istrinya itu menikah hanya karena uang. Sekertarisnya mendengar dari pintu yang sedikit terbuka.
“Kau hanya memiliki tubuhnya. Pada akhirnya, dia selalu datang kembali ke padaku.Jadi... berhentilah memegang dan sudahi saja lalu ceraikan dia” ucap Yoo Sang
“Itu semua yang aku dengan Aku harus sudah menemukan jawabannya saat itu. Dia benar-benar menghargai istrinya. Mungkin itu sebabnya...”
Barulah Chuk Hee datang dan mengetahui kalau Dong Gu sudah bunuh diri melompat dari jendela gedung. 

Di rumah sakit
Suster memberikan pakain rumah sakit meminta Yoo Sang ke kamar 703 dan Woo Ram akan masuk ruang operasi setelah mereka mengambil sumsum tulangnya besok pagi, jadi meminta supaya Yoo Sang tak keluar dari rumah sakit.Yoo Sang mengerti dengan penjelasan suster.
Mi Ree melihat ponselnya berdering dan langsung merejectnya, Yoo Sang bertanya alasan Mi Ree tak mengangkatnya, Mi Ree beralasan kalau sudah malam jadi akan menelpnya besok saja. Yoo Sang pun akhirnya milih pergi ke kamar 703, Mi Ree pun meminta supaya Yoo Sang tidur dengan nyenyak.
Setelah Yoo Sang keluar, Mi Ree keluar dari kamar menelp Chuk Hee dan dikagetkan ternyata Yoo Sang adalah orang yang sengaja merilis video perselingkuhan Dong Gu di internet. Dengan air mata mengalir, meminta supaya Chuk Hee mengajukan surat cerai esok setelah operasi selesai.
Dibelakang dinding, Yoo Sang ternyata menguping pembicaran Mi Ree dengan wajah liciknya merasa ditusuk dari belakang karena Mi Ree akan menceraikan setelah operasi. 

Pagi harinya
Mi Ree dikagetkan dengan Yoo Sang yang sudah tak ada didalam kamar 703, Suster datang memberitahu kalau sumsum tulang belakang Woo Ram itu sudah semakin menipis, Mi Ree akhirnya menelp Yoo Sang menanyakan keberadannya.
“Aku memperingatkanmu. Jika kau tidak menangani Go Chuk Hee... Aku tidak bisa memberikan sumsum tulangku Alih-alih melakukan apa yang aku katakan, apa yang kau lakukan? Kau sedang mempersiapkan untuk menceraikanku?”ucap Yoo Sang tanpa rasa bersalah.
“Yoo Sang! Woo Ram ku sudah melakukan operasi untuk mendapatkan sumsum tulang!” teriak Mi Ree.
“Kau berani untuk menghancurkan hidupku hanya untuk menyelamatkan seorang anak?” ucap Yoo Sang tak perduli
Mi Ree memohon supaya Yoo Sang itu kembali, karena Woo Ram akan meninggal apabila dalam 24 jam tidak dioperasi.  Yoo Sang mengatakan itu sangat sederhana yaitu menjaga Chuk Hee dalam 24 jam lalu menutup telpnya. Mi Ree hanya bisa berteriak memanggil Yoo Sang.
Chuk Hee terlihat diikuti oleh sebuah mobil dan dikagetkan dengan telp Mi Ree kalau Yoo Sang menghilang dari rumah sakit.
bersambung ke episode 18  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 16 Part 2

Chuk Hee masuk ke dalam kamar rawat melihat Woo Ram sedang terbaring disana, memberitahu datang untuk bertemu ibunya. Seorang perawat datang, memberitahu kalau sudah saatnya jadwal tes sekarang tapi ibunya tidak ada. Chuk Hee mempersilahkan perawat membawanya nanti ia yang akan memberitahunya.
Ketika Chuk Hee ingin keluar, Mi Ree menarik Yoo San memohon tak melakukannya, Chuk Hee langsung bersembunyi dibalik tirai. Mi Ree mengingatkan Yoo Sang yang ingin melakukannya sekarang. Yoo Sang membahas Mi Ree yan katanya akan mengurus Chuk Hee.
“Woo Ram kita benar-benar akan mati jika kita melewatkan kesempatan ini!” rengek Mi Ree memberitahu
“Jika Go Chuk Hee mengekspos kehidupan kita, aku akan mati. Jadi, cepatlah dan mengurus itu lebih dulu” perintah Yoo Sang
“Kau bilang akan setuju untuk operasi jika aku menikah denganmu. Bagaimana kau melakukan ini lagi?” kata Mi Ree menahan tangisnya.
“Jika kau ingin sumsum tulang ku... Urus Go Chuk Hee lebih dulu” perintah Yoo Sang
Mi Ree mengumpat Yoo Sang itu monster karena Woo Ram itu darah dagingnya, Yoo Sang tetap menyuruh Mi Ree mengurus Chuk Hee lebih dulu baru menghubunginya, Mi Ree berusaha menahan Yoo Sang tapi si pria melepaskanya dan memilih pergi. 

Mi Ree menahan tangisnya lalu matanya melihat ada sepatu wanita dibalik tirai lalu membuka tirai melihat Chuk Hee ada disana. Chuk Hee menanyakan apa yang dibicarakan tadi. Mi Ree melotot menyuruh Chuk Hee keluar sekarang juga. Chuk Hee meminta Mi Ree menceritakannya. Tapi Mi Ree berteriak menyuruh Chuk Hee keluar sekarang juga.
Chuk Hee pulang kerumah tak melihat adiknya belum pulang kerumah, lalu mencari obat di laci meja tapi ternyata tak menemukannya. Akhirnya ia memilih berbaring di sofa, Jung Woo menelpnya, merasakan suara pacarnya itu tak biasa, menduga sedang sakit. Chuk Hee mengatakan baik-baik saja.
“Kau tidak terdengar baik-baik saja.”kata Jung Woo
“Aku pikir,  terlalu mamaksakan diri terlalu keras. Jadi Aku akan tidur, oke?” ucap Chuk Hee lalu memejamkan matanya. 

Chuk Hee mendengar bunyi bel berpikir Min Hee yang datang, Jung Woo datang membawakan obat melihat pacarnya itu sendirian dirumah. Chuk Hee dengan lunglai memberitahu ayahnya sedang ke busan dan adiknya belum pulang. Jung Woo sudah mendapatkan kabar dari ayahnya sudah sampai dan akan menyewa toko disana.
Lalu ia membawakan air dan menyuruh Chuk Hee meminum obat yang dibawanya. Chuk Hee berterimakasih dan meminta Jung Woo pulang saja. Jung Woo memeriksa kening pacarnya ternyata sedikit panas lalu meminta untuk tidur dikamar. Chuk Hee merasa sudah tak punya tenaga untuk berjalan.
Jung Woo akhirnya mengendong dan membawanya ke kamar, dengan telaten mengukur panasnya dengan termometer. Lalu ia naik ke tempat tidur lalu memeluk Chuk Hee agar tidur saja sekarang. Chuk Hee merasa baik-baik saja,
“So Jung Woo.... Ini karena obat... Aku tidak tertidur karena kau disampingku. Ini karena obat”kata Chuk Hee dengan nada lemah
“Jika kau menikah... Aku akan menemanimu untuk tidur setiap malam. Apa yang kau pikirkan? Kau ingin melakukannya, bukan?” bisik Jung Woo, Chuk Hee langsung mengelengkan kepalanya dan tertidur. 

Chuk Hee terbangun dengan senyuman melihat kesampingnya, wajahnya cemberut ternyata sudah tak ada Jung Woo disana. Tapi saat ia bangun, melihat Jung Woo duduk dengan duduk bersandar di tempat tidur. Jung Woo terbangun setelah punggunganya digoyangkan oleh Chuk Hee.
“Kenapa kau tidur di sini seperti ini? Terima kasih untuk merawat ku, tapi aku tidak akan menikah...” ucap Chuk Hee, Jung Woo tak peduli langsung memasukan termometer ke mulut pacarnya.
“Ahhh 36,56 derajat celsius. yes! Selamat, Go Chuk Hee...  kau akhirnya kembali normal. Hore! Kau jadi lebih baik karena kau bersama ku, Jadi bagaimana tentang hal itu? kau masih tidak ingin menikah? ” bisik Jung Woo
Min Hee tiba-tiba masuk ke dalam kamar berteriak apa yang keduanya lakukan dalam kamar. Jung Woo dan Chuk Hee tersenyum, lalu Min Hee membiarkan berdua saja. 

Soo Ah memberikan surat dari ayahnya yang diberikan pada Min Kyu dirumahnya, tentang  analisis saat situasi keuanganya. Min Kyu meminta untuk mengatakan saja kalau melihatnya lebih menyakitkan.
“Singkatnya, selain rumah ini, semuanya sudah dibawa pergi. Dia mengatakan villa adalah makanan murai.” jelas Soo Ah
“Pria tua yang bijaksana.... Mari kita pergi. Aku akan terlambat, tapi aku harus berjalan untuk bekerja.” kata Min Kyu 

Ketika keluar rumah, Min Kyu melihat Jung Woo dan Chuk Hee keluar bersama begitu juga Jung Woo kaget yang melihat Min Kyu yang keluar bersama-sama dengan Soo Ah. Lalu memberitahu kalau Chuk Hee sakit jadi merawatnya semalam. Min Kyu melihat Chuk Hee tak sakit dimatanya.
“Aku sudah sehat sekarang. Kenapa kau keluar bersama Pengacara Jo?” ucap Chuk Hee
“Aku di sini untuk suatu keperluan untuk Direktur.” jelas Soo Ah
“Pengacara So!... Apa kau membawa mobilmu?” tanya Min Kyu
“Ya.... Kenapa kau bertanya tentang itu?” ucap Jung Woo binggung
“Aku khawatir tentang pemanasan global dan aku pikir mungkin lebih baik untuk naik di satu mobil untuk bekerja. Mobilmu... apa rating keselamatannya?” kata Min Kyu
“Aku minta maaf, tapi Pengacara Go masih belum pulih. Jadi Aku akan mengantarnya terlebih dahulu sebelum pergi untuk bekerja. Maafkan aku. Ayo.” kata Jung Woo lalu memeluk Chuk Hee berjalan ke lift.
Soo Ah melirik sedih saat tangan Jung Woo menyentuh pundak Chuk Hee memeluknya. Min Kyu mengeluh karena harus mengunakan sepatu olahraganya sekarang. 

Chuk Hee mengucapkan terimakasih sebelum masuk ke dalam kantor, menurutnya saat semalam bersama berpikir tidak terlalu buruk untuk mereka hidup bersama dan menikah. Ketika Jung Woo ada disampingnya merasakan kehangatan dan nyaman, ingin bersandar, bergantung padanya. Jung Woo tersenyum lalu mengajak Chuk Hee untuk menikah.
“Masalahnya adalah aku masih takut seperti biasa. Tidak ada yang berpikir menikah berpikir bahwa mereka akan bercerai suatu hari nanti.Tapi, seper-tiga dari orang di dunia bercerai” ucap Chuk Hee khawatir tapi Jung Woo berpikir kalau Seper-tiganya juga bahagia menikah.
“Cinta saja tidak cukup untuk menjaga  pernikahan bersama-sama.” kata Chuk Hee
“Cinta adalah satu hal yang dapat mengembalikan pernikahan.”balas Jung Woo
“Putus begitu sangat menyakitkan. Kita tahu itu lebih baik daripada orang lain.” ucap Chuk Hee
“Lebih baik untuk memiliki beberapa kenangan yang menyakitkan daripada tidak ada kenangan sama sekali. Itulah kebahagiaan. Jika kau membencinya, baik. Aku tidak ingin memaksamu. Namun, jika tidak benci Tapi hanya takut... Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Karena rasa takut akan hilang.” ucap Jung Woo
Chuk Hee binggung, Jung Woo akan menunjuka padanya saat terperangkat ketakutan dibawah tanah Chuk Hee memegang tangannya Jadi, kali ini, Jung Woo mengulurkan tangannya supaya Chuk Hee bisa memegang tangannya, untuk membuat rasa takutnya hilang. Chuk Hee terlihat ragu, akhirnya Jung Woo menurunkan tangannya lalu meminta Chuk Hee memikirkannya sekali lagi lalu pamit pergi. 

Ibu Jung Woo datang ke kantor Soo Ah langsung memukulnya karena sempat merasakan serangan jantung mendadak ketika datang ke penthousenya ternyata sudah tak ada orang disana. Soo Ah meminta maaf karena sesuatu terjadi terlalu cepat jadi tak sempat memberitahunya.
Lalu keduanya duduk melihat Kimchi mentimun yang dibawa ibu Jung Woo tumpah dari tempatnya. Soo Ah menatap kimchi dengan menahan tangisnya, merasa bersalah. Ibu Jung Woo binggung melihat Soo Ah yang tiba-tiba menangis.
“Itu tidak adil.... Aku berusaha keras selama 26 tahun dan tidak berhasil. Bagi sebagian orang, mereka mengatakan itu adalah takdir, tapi Itu sangat tidak adil. Butuh tiga kali untuk lulus bar. Tidak ada sesuatu yang aku tidak bisa mencapai selama aku berusaha Tapi ini...” kata Soo Ah sudah tak bisa menahan tangisnya.
“Aku tahu bagaimana rasa adil, Itu adalah bagaimana aku merasa ketika aku berpisah dengan ayah Jung Woo. Aku tahu persis bagaimana perasaanmu.” ungkap Ibu Jung Woo juga ikut sedih
“Aku minta maaf, Ahjumma. Aku benar-benar ingin menjadi anak yang baik.” kata Soo Ah menangis tersedu-sedu. Ibu Jung Woo binggung melihat Soo Ah yang menangis tak seperti biasanya lalu menghapus air mata dengan tissue. 

Soo Ah akan datang menemui Jung Woo, tapi saat ingin memanggilnya seperti Jung Woo tak mendengar akhirnya ia memilih datang menemui Chuk Hee di kantornya. Chuk Hee kaget melihat Soo Ah yang datang ke kantornya. Soo Ah mengatakan ada sesuatu yang ingin diberitahu padanya.
“Apa kau tahu aku akan menggunakan kantor ini? Aku...menandatangani kontrak jadi aku bisa membuka sebuah firma hukum dengan Jung Woo. Itu adalah mimpiku. Untuk bekerja dan makan bersama-sama dalam satu kantor. Tapi di tempat itu... ada kau.” akui Soo Ah
“Go Chuk Hee. Ada sesuatu yang aku tidak katakan pada Jung Woo. Aku... pergi menemuinya, tapi tidak bisa membuka mulutku jadi aku datang padamu. Jung Woo... mencarimu, Kau tahu tentang kecelakaan kereta bawah tanah tahun 2008, kan?” kata Soo Ah. Chuk Hee tahu dengan kejadian itu
“Dia hampir mati saat itu, tapi seseorang menaruh permen mint di mulutnya. Itu kau. Orang yang menyelamatkan Jung Woo adalah kau, dan orang yang kau selamatkan... Orang itu adalah So Jung Woo. Hal ini berakhir sekarang. Tolong beritahu Jung Woo bahwa aku benar-benar menyesal.” cerita Soo Ah dengan menaruh papan nama Jung Woo yang sudah ia siapkan selama ini. Chuk Hee terlihat masih kaget dan binggung. Soo Ah pun meninggalkan ruangan. 

Chuk Hee sudah menunggu di stasiun kereta bawah tanah, Jung Woo terlihat terengah-engah karena pacarnya ingin bertemu tiba-tiba. Chuk Hee tiba-tiba memberikan permen mint yang membuat Jung Woo rasa takutnya hilang. Jung Woo binggung bagaimana Chuk Hee bisa tahu dengan hal itu.
“Hiruplah ke atasnya. Dengan cara itu kau akan hidup.” ucap Chuk Hee menyuapi permen pada Jung Woo
Flash Back
Saat kejadian, Chuk Hee memasukan perment ke dalam memulut Jung Woo meminta untuk menghirupnya maka ia akan hidup. Jung Woo pun memegang bungkus permen ditanganya.
Jung Woo tak percaya kalau orang itu adalah Chuk Hee yang memberikannya permen.  Chuk Hee pun menceritakan saat tanggal 25 Juni 2008....bertanya apakah Jung Woo mengingat hari itu. 

Flash Back
Seorang pria tua yang bertengkar dengan istrinya di telp dan memutuskan akan  bercerai, Chuk Hee memberikan kartu namanya sebagai pengacara, lalu memberitahu mottonya “Perceraian sebuah berkat, Jika kau dapat hidup tanpa melihat orang yang kau benci sampai mati.”
Tiba-tiba kereta berguncang, semua orang pun berlarian, Chuk Hee pun terjatuh dan kehilangan foto ibunya karena isi tasnya jatuh. Dari arah belakang terlihat api yang akan datang, semua penumpang berlari ketakutan, asap mulai memasuki gerbong. Tak sengaja Chuk Hee dan Jung Woo saat itu bersebelahan berjalan tanpa saling mengenal. Saat henti distasiun beberapa orang bisa keluar tapi pintu langsung tertutup kembali.
“Kau Ingat apa yang aku katakan? Ibuku suka permen mint, jadi aku selalu membawanya beberapa. Aku mendengar di suatu tempat bahwa orang selamat dengan memakan permen jadi aku mengambil permen mint”
Chuk Hee ingin memakan permen mint, seorang anak meminta untuk diselamatnya dengan tangan yang sudah terluka akhirnya ia memberikannya. Saat itu ada orang yang lewat didepannya meminta pria itu membawanya,
“Saat aku hendak makan potongan terakhir permen...Aku melihat seorang pria. Dia pingsan. dengan buku hukum tergenggam di tangannya. Seolah-olah aku melihat diriku kembali ketika aku masih SMA. Aku membawa uang operasi ibuku di tanganku dan aku menangis karena aku ingin pergi ke sekolah hukum”

Chuk Hee ingat pesan ibunya apabila merasa menyesal lebih baik membayar kembali kebaikannya pada orang lain. menurutnya Sebagai hukuman untuk membiarkan ibuny meninggal, maka ia harus menyelamatkan satu orang selama hidupnya dan merasa kalau pria yang memegang buku itu, akhirnya dengan tangan bergertar meminta Jung Woo makan permen dan menghirupnya agar bisa hidup.
Setelah itu ia membuka pintu kereta meminta supaya Jung Woo keluar sekarang, Jung Woo dengan merayap berusha keluar dari kereta. Saat ia berhasil keluar pintu kereta kembali tertutup dan Chuk Hee jatuh didalam kereta. Api tiba-tiba seperti berlari dari gerbong belakang dan Jung Woo sempat terpental. Terlihat Chuk Hee dengan sekuat tenaga menaiki pinggiran stasiun karena bisa selamat.
Flash Back End
Jung Woo dengan mata berkaca-kaca tak percaya ternyata orang yang menyelamatkannya ternyata juga selamat, karena selama ini berpikir orang itu sudah meninggal. Chuk Hee pun membahas keinginan Jung Woo yang mengajaknya menikah.
“Mari kita mencobanya dan hidup bersama.” ucap Chuk Hee sambil menaruh bungkus pemen mint ditangan Jung Woo. Air mata Jung Woo mengalir mendengarnya. 
bersambung ke episode 17 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Sinopsis Divorce Lawyer In Love Episode 16 Part 1

Episode 16  [Seseorang yang bisa membuat rasa takut pergi]

Chuk Hee dan Jung Woo kembali mendatangi rumah di Yangpung beberapa kali menekan bel tak ada yang keluar. Chuk Hee mengingat sebelumnya, seorang asisten rumah tangga memarahi seorang anak laki-laki untuk tidak keluar dari rumah. Ketika ia bertanya siapa anak itu, Si pembantu langsung mendorongnya keluar rumah dan menyembunyikan anaknya dikamar.
“Apa alasanmu untuk datang ke sini lagi?” tanya Jung Woo binggung
“Kau bilang kau melihat Woo Ram hari itu. Ada sesuatu yang hilang.Ketika aku datang ke sini terakhir kali, aku melihat seorang anak yang usianya sama seperti dia.” cerita Chuk Hee
“jadi Anak itu adalah Woo Ram?” ucap Jung Woo
“Tampaknya seperti itu, tapi...rasanya seperti pembantu itu menyembunyikannya” dugaan Chuk Hee.
“Han Mi Ree mengatakan bertemu dengannya saat dia menjadi sukarelawan.Tak akan ada alasan untuk menyembunyikannya. kenapa?” kata Jung Woo 

Seorang wanita lewat didekat mereka, Chuk Hee pun mencoba menanyakan sesuatu dengan memberitahu dirinya seorang pengacara dan memberikan kartu namanya. Lalu bertanya wanita itu mengetahui orang yang tinggal dirumah besar itu. Wanita itu melihat penghuninya suda pindah beberapa hari yang lalu.
“Lalu, apa Anda pernah melihat anak kecil yang tinggal di sini?” tanya Chuk Hee
“Aku pernah, tapi mereka tidak ramah, hanya untuk saling menyapa. Dan Juga Mereka sangat tidak aktif di masyarakat.” jawab si wanita
“Berapa lama mereka tinggal di sini?” tanya Chuk Hee
“aku pikir sudah cukup lama, ketika Aku pindah ke sini tiga tahun lalu, mereka sudah tinggal di sini.” ucap Si wanita
“Apa Anda tahu nama anaknya?” tanya Jung Woo, si wanita sedikit mengingat-ingat nama dari anak yang tinggal dirumah itu.
“Ahh... Woo Ram. Namanya Woo Ram.” kata si wanita, Jung Woo dan Chuk Hee saling berpandangan. 

Chuk Hee menyimpulkan pasangan itu sudah membesarkan anaknya dan berencana adopsi beberapa tahun yang lalu, menurutnya itu tak mungkin. Jung Woo mengartikan Mi Ree dan Joo Sang sudah sudah mengadopsi anak sebelum membuat pengumuman. Chuk Hee menduga kalau Woo Ram itu bukan anak yang mereka adopsi.
“Aku ingin tahu apa dia pergi ke sana hari ini? Mereka bertemu setiap akhir pekan di rumah Yangpyung.”ucap Yoo Ran di telp
“Kemana kau akan membawa Woo Ram ku? Kemana kau akan membawanya?” teriak Mi Ree di video yang diterima Chuk Hee.
Chuk Hee mengingat perkatan dari Yoo Ran dan membuktinya dengan melihat Mi Ree yang keluar dari rumah itu lewat pintu samping lalu masuk ke dalam mobilnya. Dan Video yang didapatkannya, lalu meminta Jung Woo untuk menurunkannya di pingir jalan. 

Chuk Hee datang menemui Mi Ree di ruang make up,Mi Ree yang melihat Chuk Hee datang menyindir kelemahan dalam gedung sedikit lemah. Chuk Hee mengajak bicara sebentar tapi Mi Ree menolak karena sudah ada jadwal syuting yang menunggu lalu berjalan pergi. Chuk Hee hanya menyebut satu kata “Woo Ram” langkah Mi Ree langsung terhenti.
“Aku percaya kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku tentang anak itu. Dia adalah anakmu, bukan? Aku melihat seorang anak di Yangpyung.” ucap Chuk Hee,
Sebelumnya, Mi Ree sengaja datang ke Yangpung menemani seorang pria yang tidur dengan ditutupi selimut.
“Kau memiliki anak dengan laki-laki lain sebelum kau menikah dengan Presedir Ma Dan kau terus menemui anak itu di Yangpyung Anak itu... adalah Woo Ram.” cerita Chuk Hee dengan gambaran flash Back Woo Ram dirumah Yangpung
Mi Ree menatap tajam, Chuk Hee merasa dengan mengatakan adopsi maka Mi Ree dengan sangat baik membuat membungkusnya dengan mengatakan adopsi pada anaknya sendiri. Mi Ree menanyakan bukti yang dimilikinya. Chuk Hee memberitahu memiliki rekaman video saat Mi Ree mengatakan “Woo Ram ku” dari mulutnya sendiri dan ada Yoo Sang dalam rekaman itu.

 “Orang itu... adalah ayah anak itu, benarkan?” ucap Chuk Hee, Mi Ree dengan nada bergetar pura-pura tak tahu.
“Aku mendengar kau dan Jo Yoo Sang bertemu di Yangpyung setiap akhir pekanTentu saja, Woo Ram juga ada. Kau menyembunyikan fakta bahwa kau memiliki seorang anak dan menikah dengan Ma Dong Gu.”
“Jo Yoo Sang juga menyembunyikan fakta dan menikah dengan Cha Yoo Ran. Tapi kau pasti saling merindukan sementara kalian hidup bersama orang lain. Itulah kenapa kau mendapat sejumlah besar uang dari Presedir Ma Dong Gu jadi kau, Jo Yoo Sang, dan Woo Ram semua bisa hidup bersama sebagai sebuah keluarga. Suamimu meninggal dan Jo Yoo Sang bercerai Cha Yoo Ran. Seolah-olah kau menunggu untuk saat ini mengumumkan pernikahanmu. “
Chuk Hee menceritakan semua tentang  Mi Ree sesuai dengan bukti yang dimiliki dan beberapa analisinya. Menurutnya Mi Ree sudah memiliki kehidupan yang baik sejauh ini, jadi sudah waktunya untuk mengungkapkan kebenaran sekarang. Mi Ree melotot tajam dengan penuh dendam.
“Kau menyembunyikan fakta kau memiliki anak dan menikah dengan Presedir Ma Dong Gu. Lalu kau menjebaknya atas perzinahan dan memaksanya untuk bunuh diri. Semua yang sudah kau lakukan dan hiduplah dengan hati nurani yang jelas dari sekarang. Selain itu Kau mencemarkan nama baiknya juga, jadi Kembalikan itu.” jelas Chuk Hee
“Dan jika aku menolak?”kata Mi Ree senyuman sinis
“lalu... kau memberi tidak memberiku pilihan... tapi tetap mengganggu.” tegas Chuk Hee lalu berjalan keluar.

Mi Ree bertanya berapa banyak uang yang dinginkannya, keduanya saling berbalik badan. Mi Ree tahu Chuk Hee itu sangat suka uang, jadi ia akan memberikannya supaya membuatnya berhenti. Chuk Hee menegaskan bukan uang yang dibutuhkan tapi kebenaran. Mi Ree tertawa mengejek mendengarnya.
“Apa kau yakin itu adalah kebenaran yang kau coba untuk temukan? Terima uang dan melangkahlah mundur atau pergi dan temukan kebenaran sejati, tetapi lakukan sesuatu atau yang lain. Jika kau tidak, orang yang salah mungkin berakhir mati. Jika kau tidak ingin orang lain mati seperti Ma Dong Gu, lebih  baik pergi dan temukan yang tepat, mengerti?” tegas Mi Ree dengan mata menatap sinis lalu berjalan pergi meninggalkan ruang make up. 

Sekertaris Lee memberikan foto anak bernama Han Woo Ram yang berusia 11 tahun lahir di klinik bersalin 'Dream' di Yangpyung. Dong Mi tak percaya sebanyak ₩ 10juta dikirim untuk anak 11 tahun setiap bulan, lalu bertanya siapa nama ibunya. Sekertaris Lee terlihat ragu memberitahunya.
“Ibunya... mantan istri Presedir Ma Dong Gu, Han Mi Ree.” kata Sekertaris Lee. Dong Mi kaget bukan main
“Apa kau menyelidiki siapa ayahnya?” tanya Dong Mi terlihat sangat panik
“Ya, namanya Jo Min Gook.” jawab Seketaris Lee
“Siapa Jo Min Gook?” ucap Dong Mi
Sekertaris Lee mengatakan sedang menyelidikinya sekarang, Dong Mi pun meminta supaya melaporkan segera setelah mendapatkan informasi, lalu duduk lemas karena shock mengetahui Mi Ree sudah memiliki anak sebelum menikah dengan adiknya dan berani menipu DK dengan cara seperti itu.

Chuk Hee dikagetkan dengan Jung Woo yang sudah ada didalam rumah dengan mengunakan celemek dan membawa sendok sayur, Jung Woo menyambut Chuk Hee yang baru pulang. Ayah dan adiknya sudah siap dimeja makan untuk makan malam dengan tumis cumi-cumi. Jung Woo seperti ingin memeluk Chuk Hee, tapi ia melepaskan tas dari pundak pacarnya.
“Keuntungan pernikahan. Ketika kau memiliki hari yang panjang dan lelah bekerja...maka orang yang kau cintai menyambutmu pulang dengan tangan terbuka.” bisik Jung Woo, Chuk Hee berteriak kesal.
“Aku katakan sebelumnya, akan menunjukkan kepadamu keuntungan dari pernikahan.”kata Jung Woo
Chuk Hee melihat tumis cumi buatan Jung Woo yang dimakan ayah dan adiknya, Jung Woo merasa hanya masak yang simpel dan enak untuk dimakan, tapi bisa memberikan kekuatan setelah Chuk Hee lelah berkerja lalu menyuapinya supaya mencoba. Chuk Hee tersenyum memuji rasanya enak, tapi merasa canggung meminta Jung Woo cepat pulang dan menariknya ketika ayahnya mengajak minum. 

Chuk Hee mengantar Jung Woo pulang dari rumahnya, Jung Woo ingin tahu siapa yang ditemuinya tadi. Chuk Hee tersenyum berjanji akan memberitahunya nanti, Jung Woo menekan tombol lift sambil mengeluh tidak ingin mengucapkan selamat tinggal. Chuk Hee juga merasakan hal yang sama.
“Tapi dengan caramu berperilaku di rumahku, aku harus menyuruhmu pulang”kata Chuk Hee, lalu pintu lift terbuka dan Jung Woo masuk ke dalam
“Keuntungan pernikahan.... Kita bisa bersama-sama setiap malam.” bisik Jung Woo dengan menahan tombol lift, Chuk Hee menjerit Jung Woo berulah lagi lalu pintu lift pun tertutup. 

Jung Soo masuk ke kantor lebih dulu dan ketakutan melihat ada surat yang terselip di pintu, Jung Woo dan Yoo Mi yang baru datang melihat surat yang tergeletak dilantai, membacar surat pemberitahuan akhir sewa.
“Aku sudah bekerja untuk Direktur selama tujuh tahun dan selama bertahun-tahun, aku tidak pernah sekali mengucapkan kata 'sewa' sebelumnya. Pemberitahuan ini berarti keadaan Direktur pasti sudah berubah.” ucap Jung Soo lalu Yoo Mi berteriak saat melihat isi dari surat.
“Direktur Bong In Jae sudah mengambil alih gedung ini. Bangunan sudah diambil alih, tidak ada klien dan sewa belum dibayar. Pada tingkat ini, kita semua akan dipecat. Bukankah kau berpikir begitu?” ucap Yoo Mi menjerit panik
“Tidak mengherankan. Keberuntungan Direktur hari ini terganggu. "Praktek pengendalian diri, atau kau akan menemukan dirimu berdiri di atas tumpukan utang. "” ucap Jung Soo, Jung Woo hanya medengarnya merasa pegawainya itu berlebihan. 

Jung Woo tiba-tiba datang ke kantor Chuk Hee melihat pacarnya itu sedang menonton kembali siaran berita Han Mi Ree, lalu menebak orang yang ditemuinya kemarin adalah Mi Ree. Chuk Hee hanya bisa diam.
“Seorang pengacara dan manager kantormungkin berbicara satu sama lain tentang kasus klien mereka." Kau dan aku serta mereka berdua. Kita semua terlibat dengan kasus Han Mi Ree, kan? Seluruh tim mu ada di sini. Apa yang membuatmu ragu-ragu?” ucap Jung Woo
Akhirnya mereka berempat menonton video Yoo Ran, dengan mengambil gambar rumah Yangpung dan bangga memberitahu itu milik suaminya lalu rekaman saat Mi Ree mengatakan “Kemana kau akan membawa Woo Ram ku? Kemana kau akan membawanya?”
Hye Rin melihat salah satu wanita yang duduk bersama Mi Ree dan Yoo Sang adalah Hong Eun Sul. Kyung yakin wanita itu adalah sekertaris yang berselingkuh dnegan Ma Dong Gu. Jung Soo merasa ada yang aneh dalam kasus ini.
“Jika Jo Yoo Sang dan Han Mi Ree adalah orang tua biologis... Kenapa Jo Yoo Sang menyembunyikan Woo Ram dari Han Mi Ree?”ucap Jung Woo, Hye Rin setuju karena Woo Ram adalah putra mereka
“Hye Rin, cari tahu di mana Hong Eun Sul berada dan Kyung, aku ingin kau mendapatkan informasi apapun yang kau temukan tentang Woo Ram.” perintah Chuk Hee. 

Chuk Hee makan siang bersama dan ingin makan naengmyun Bibim dan naengmyun mul. Jung Woo menyuruh memilih keduanya saja,  karena Jika Chuk Hee  makan naengmyun mul jadi ia  bisa makan naengmyun Bibim, begitupun juga sebaliknya. Chuk Hee terlihat sangat bergembira mendengarnya.
“Jika kau menikah, kau bisa makan kedua mie ini selamanya. Bukankah itu mengagumkan?” kata Jung Woo sumringah
“Tidak... Lihatlah bahwa pasangan yang menikah di sana. Saat mereka datang dan sampai sekarang,  mereka tidak mengatakan sepatah kata pun satu sama lain. Itu bagaimana hal itu akan berubah jika kau menikah, So Jung Woo. Rasa romantis menghilang dan semua yang tersisa adalah konsistensi.” ucap Chuk Hee dan Jung Woo melihat pasangan yang sudah mulai tua.
“Apa kau ingin aku menjadi seorang wanita yang makan Naengmyun dengan satu kaki didukung di atas meja? Jadi bagaimana dengan itu? Kau tidak ingin menikah, kan?”kata Chuk Hee, Jung Woo merasa tak ingin membahasnya lalu mengalihkan dengan memesan makanan.
“Ah, Yah.... Tampaknya gedung kantor  sudah diambil alih oleh Direktur Bong In Jae. Sebuah pemberitahuan akhir sewa ditujukan kepada Pengacara Bong.” cerita Jung Woo, Chuk Hee kaget karena Min Kyu harus membayar uang sewa. 

Min Kyu merasa tak ada yang perlu dikhawatirkan karena masih bisa membayar sewa dengan uang sewa dari villa ini. Chuk Hee memperlihatkan surat dan ternyata Villa juga sudah dipindakan tangan ke nama ayahnya.
“Sekrarang Villa hilang juga Ditambah lagi membayar sewa bukan satu-satunya hal. Apa yang akan kau lakukan tentang Ibu Yoon Jung Soo, Yoo Mi, dan gaji So Jung Woo?” ucap Chuk Hee memberitahu
“Chuk Hee, kau tidak berpikir aku tidak akan mampu membayar karyawanku, kan?” kata Min Kyu mulai panik
“ Ini Cincin yang aku ambil, Dapatkan pengembalian dana. Kau bilang kau mungkin tidak bisa membayar mereka. Ibu Yoon sangat didedikasikan untukmu, Dia memperoleh setidaknya 12 sertifikasi hanya supaya dia bisa sesuai dengan standarmu Ini adalah pekerjaan pertama Yoo Mi dan akan menjadi akhir dalam karirnya..Dia akan memiliki waktu yang sulit bisa diterima oleh kantor baru. Sampai sekarang, ini adalah satu-satunya solusi.”kata Chuk Hee
Min Kyu ingin mengeluh, tapi Chuk Hee memberikan semangat kalau Min Kyu bisa melakukannya. Min Kyu pun mengikuti gerakan Chuk Hee kalau ia bisa melakukannya.

Min Kyu datang ke toko perhiasan dan ingin keluar, tapi manager toko yang melihatnya akan pergi menariknya masuk ke dalam. Min Kyu mengatakan hanya akan melihatnya saja, lalu menanyakan perasaan si manager toko sekarang. Manager sedih menceritakan anaknya yang gagal masuk kuliah tapi senang karena Min Kyu yang datang.
“Kau selalu menghabiskan begitu murah hati. Aku selamanya berterima kasih. Kami memiliki barang baru yang baru saja datang. Aku sisihkan jadi bisa menunjukkannya kepadamu”ucap Manager Toko meminta pegawai memperlihatkan satu cincin
“Ini terlihat mirip dengan apa yang aku beli sebelumnya.”komentar Min Kyu mencari-cari alasan, akhirnya ia diperlihatkan satu cincin lagi dengan berlian empat kuadrat, sehingga benar-benar sulit untuk menemukan model seperti itu. 

Chuk Hee menghitung kembali kotak cincin malah bertambah banyak jadi 15, lalu mengumpat Min Kyu sudah gila karena sebelumnya menyuruh mendapatkan pengembalian dana bukan membeli lebih banyak cincin.
“Reputasi adalah hal yang menakutkan. Semua kartu kredit ku dibekukan, tetapi mereka memberikannya kepadaku dengan itikad baik.” keluh Min Kyu
“Mari kita pergi.... Kita harus mengembalikannya.” tegas Chuk Hee mengajak Min Kyu kembali ke toko.
“Aku tidak bisa! aku tidak mau! Bagaimana aku bisa mendapatkan pengembalian dana? Aku lebih suka membayar untuk itu dalam angsuran bulanan. Aku tidak bisa melakukannya!” rengek Min Kyu frustasi
Di toko perhiasan, Chuk Hee mengatakan ingin mendapatkan pengembalian dana, lalu Manager toko menceritakan anak keduanya yang gagal masuk sekolah menengah internasional dan anak sulungnya gagal ujian kuliahnya. Min Kyu merasa tak enak hati, Chuk Hee pun merasa harus menceritakan tentang hidupnya.
“Tidaklah cukup bahwa adikku menjual rumah kami tapi dia juga dijual toko ayahku Baru-baru ini, dia menghancurkan Lamborghini pelanggan di tempat kerjanya. Uang sewa rumah sendiri sekitar 30 juta won. Ayahku menjual belut di pasar ikan di Busan...” cerita Chuk Hee terhenti
Manager Toko memutuskan akan  memberikan pengembalian dana. Min Kyu kaget mendengarnya, Chuk Hee menjelaskan pada Min Kyu cara mendapatkan uang karena bisa memberikan rasa luka jadi sekarang menyuruh Min Kyu melakukan sisa dari cincin yang dibelinya. 

Hye Rin memberitahu Hong Eun Sul beremigrasi ke Prancis dan belum kembali ke Korea sejak kasus Ma Dong Gu. Kyung juga sudah mencari nama Woo Ram dalam daftar keluarga dan anak itu terdaftar sebagai anak dari ayah Han Mi Ree. Begitu juga alamat rumah Jo Yoo Sang dari 2005-2007 cocok dengan alamat rumah Woo Ram.
“Hal ini cukup jelas bahwa Joo Yoo Sang adalah ayahnya.” pikir Hye Rin
“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Jung Woo, Kyung pikir mereka  Harus melepaskannya ke media.
“Tidak... Tujuannya adalah untuk tidak membawa Han Mi Ree turun pamor tapi  Tujuannya adalah untuk mengungkapkan bagaimana Presedir Ma Dong Gu meninggal.” tegas Chuk Hee
“Kenapa kau tidak meyakinkan Jo Yoo Sang?” saran Jung Woo
“Itu mungkin lebih baik.... Kyung, membawakan aku file Han Mi Ree.” kata Chuk Hee bersemangat 

Chuk Hee dan Kyung datang kerumah sakit karena menurut internet Woo Ram dirawat dirumah sakit itu tapi dalam ruangan sudah tak ada orang. Kyung pikir Woo Ram sudah keluar.  Chuk Hee menyuruh Kyung untuk Bicara dengan orang di rumah sakit ini dan melihat apa mereka mengetahui sesuatu tentang Woo Ram.
Salah seorang suster melihat Chuk Hee yang ada dikamar, Chuk Hee memberitahu datang kerumah sakit untuk bertemu dengan Woo Ram. Suster memberitahu Woo Ram sudah keluar dari rumah sakit. Chuk Hee ingin tahu keadaanya, tapi suster tak akan memberitahu apabila bukan wali dari pasien.
“Orang-orang di rumah sakit ini mengatakan bahwa Woo Ram memiliki anemia aplastik. Dia dirawat lagi untuk operasi besok. Mereka mengatakan jika dia tidak mendapatkan transplantasi sumsum tulang... dia akan mati.” cerita Kyung saat berjalan keluar dari rumah sakit.
“Selain itu, tipe darahnya adalah AB Rh-negatif. Aku kira itu tidak mudah untuk dia untuk mendapatkan transplantasi. Tapi aku mendengar ada anggota keluarga yang terus mengubah pikiran mereka menyumbangkan sumsum tulang mereka. Dia hampir menjalani operasi tiga kali, tapi itu dibatalkan pada menit terakhir.” cerita Kyung kembali
Chuk Hee ingin tahu siapa yang mendonorkannya, Kyung tidak tahu lalu Chuk Hee meminta supaya Kyung mencari tahu dan menemukan siapa yang memberikan donor pada Woo Ram dan akan menemui Yoo Sang sendirian.

Chuk Hee menemui Yoon Sang karena ingin mengungkap Kematian yang tidak adil dari Presedir Ma Dong Gu tiga tahun lalu dan mengetahui Yoo Sang adalah kaki tangannya. Lalu membahas tentang anaknya yang ada di  di Rumah Sakit Blue. Yoo Sang mengingat nama Chuk Hee.
“Pengacara Go, Kenapa kau begitu tertarik pada kehidupan pribadi kami?” ucap Yoo Sang
“Aku tidak tertarik dalam kehidupan pribadimu Tapi sebagai kaki tangan sendiri... aku hanya ingin mengambil tanggung jawab.” tegas Chuk Hee

Kyung lalu menelp Chuk Hee memberitahu Tentang donor yang terus berubah pikiran mereka tentang transplantasi, yaitu Jo Min Gook. Chuk Hee melotot kaget, Kyung tahuJo Min Gook adalah nama sebenarnya dari  Jo Yoo Sang, lalu memberitahu,operasi transplantasi Woo Ram dijadwalkan minggu depan. Chuk Hee mengerti lalu menutup telpnya.
“Tolong berhenti mengganggu kami. Jika tidak, seseorang mungkin berakhir mati. Jika kau tidak ingin melihat seseorang mati... lalu berhentilah” ucap Yoo Sang memperingati lalu keluar dari restoran
Chuk Hee teringat dengan ucapan Mi Ree, “Terima uangnya dan mundur atau pergi dan menemukan kebenaran sejati, tetapi lakukan satu atau yang lain. Jika tidak, orang salah mungkin berakhir mati.

Min Kyu berjalan ke parkiran sambil menyalakan kunci alarm mobilnya, tapi tak dengar suara berpikir kuncinya itu rusak. Saat melihat ke depannya semua mobil dipakiran sudah tak ada disana, tapi yakin sudah memarkirnnya disana dan menduga-duga siapa yang melakukannya lalu mengelurkan semua kunci mobil dan mencobanya tak ada yang menyala satupun.
“Direktur Bong... Bahkan murai bisu diberi beberapa kesemek  karena kebaikan Bukankah kau pikir ini sedikit kasar? Kau harus setidaknya meninggalkan satu mobil di parkiran” keluh Min Kyu
“Aku baru saja menerima gugatan dari DK, dan melihat jumlah uang kita harus kembalikan bahkan jika aku menjual segala sesuatu yang kau miliki, akan hampir tidak menyentuh permukaan.”kata Ayahnya.
“Apa lagi yang akan kau ambil?”tanya Min Kyu
“Gym, stable, penthouse. Kau dilarang mengakses ke semuanya Jangan pergi dan mempermalukan diri sendiri untuk apapun. Aku sarankan kau memperhatikan kata-kataku.” pesan ayahnya. Min Kyu teringat dengan penthouse yang dipinjamkan pada Soo Ah untuk tinggal disana.

Min Kyu melihat Soo Ah sudah membawa koper menduga sudah diusir dari penthousenya, Soo Ah binggung melihat Min Kyu yang datang dengan nafas terengah-engah. Min Kyu meminta waktu untuk mengatur nafasnya lebih dulu.
“Aku tidak punya mobil, jadi aku berlari sepanjang jalan di sini dari rumah.” cerita Min Kyu
“Apa Direktur Bong In Jae membalik nama semua kepemilikanmu?” pikir Soo Ah
“Ya... Aku minta maaf. Aku mengatakan untuk santai tapi ternyata  terjadi. Selain ini, villaku... juga diambil kondominium perusahaan... hilang juga. The Cheongdam Hotel!” teriak Min Kyu frustasi
Lalu ia bertanya kemana Soo Ah akan pergi sekarang, Soo Ah merasa Min Kyu tak perlu khawatir karena akan menemukan tempat tinggal sementara dan tidak berpikir bisa kembali ke tempat Jung Woo lagi jadi akan tinggal dihotel. Min Kyu akan memberikan tumpangan lalu teringat dirinya sudah tak punya mobil. 

bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09