Selasa, 29 Desember 2015

Sinopsis Oh My Venus Episode 13 Part 1

Hye Ran berjalan dengan lemas memanggil kakaknya, Direktur Choi mendekati adiknya menanyakan alasan sebenarnya Tuan Kim menikahinya,
Jika dia tak menikah denganmu... Dia hanya bisa mendapat sebagian dari Gahong. Dia menikah denganmu agar dia bisa memberi semuanya pada Kim Young Ho. Jika hidup Kim Young Ho baik-baik saja... maka hidup Young Joon lah yang akan hancur.” Tegas Direktur Choi dengan mata melotot lalu meninggalkan rumah sakit 
Hye Ran berjongkok memikirkan keadaanya sekarang, Direktur Choi menelp anak buahnya untuk menemukan keberadaan Young Ho sekarang. 

Ketua Min duduk dibangku ruang tunggu mendengarkan semuanya, lalu menelp Young Ho dengan wajah tegang menanyakan keberadaanya. Young Ho sedang memilih-milih kemeja memberitahu sedang ada dirumah, Ketua Min menutup telp di pundaknya seperti berusaha mengatur nafasnya.
Syukurlah, Tuan. Untuk keselamatan anda, jangan tinggalkan rumah anda. Sepertinya, Direktur Choi akan...”kata Ketua Min
Mata Young Ho melotot mengetahui rencana Direktur Choi dari Ketua Min. Teringat sebelumnya Joon Sung memberitahu akan menemui ibunya dan ia memberikan kunci mobilnya. Dengan mata melotot keluar dari rumah membawa jaketnya. 


Hye Ran berjongkok menatap kakaknya yang akan membuat sesuatu pada Young Ho, akhirnya mengikuti mobil kakaknya sambil mengelengkan kepalanya tak ingin kakaknya melakukan hal yang tak dinginkan. Young Ho mengendarai mobilnya mencari Joon Sung agar tak terjadi sesuatu denganya.
Dirumah, Joo Eun siap dengan pitanya menyambut Young Ho datang setelah makan malam dengan neneknya, lalu menatap ponselnya sudah hampir jam 12 malam tapi tak ada kabar dari Young Ho.
Young Ho melihat dari sisi kiri langsung memutar balik, Direktur Choi sudah siap dengan mobilnya akan membalas dendam pada Young Ho. Hye Ran melihat kakaknya sudah ada dibelakang mobil Young Ho, membuat mobilnya sejajar dengan kakaknya. Direktur Choi menginjak gas dalam-dalam, dari sisi Kanan Young Ho membanting stir, mobil Direktur Choi menabrak mobil adiknya. Joon Sung melihat dari kaca spion dibelakang ada kecelakaan. 
Young Ho kaget melihat ada bunyi klakson truk didepanya, akhirnya membanting stir dan menabrak mobil yang sedang berhenti didepanya. Kaca dirumah Joo Eun tiba-tiba jauh dan pecah berserakan dilantai. Joo Eun kaget melihat kaca dikamarnya jatuh. Mobil yang dikendarai Young Ho melayang diudara lalu berputar setelah menabrak mobil, beberapa kali berguling dan akhirnya semua bagian depanya rusak. 

Direktur Choi keluar dari mobilnya, terlihat luka di wajahnya dan mobilnya sudah mengeluarkan asap. Badannya bersandar dibagian pinggir mobilnya agar bisa berdiri, lalu melihat mobil dibagian depan dengan plat nomor yang dikenal. Pelahan ia berjalan, melihat Hye Ran sudah tak sadarkan diri didalam mobil dengan kepala sudah berdarah, jeritan histeris terdengar meminta tolong agar membantunya. 

Joon Sung turun dari mobil melihat ada mobil yang kecelakaan, melihat sosok di dalam Young Ho, jeritan histerisnya terdengar. Young Ho sudah penuh dengan darah dibagian wajahnya, Joon Sung berusaha membuka pintu mobil, dengan jeritan histeris mencoba memanggil Young Ho dengan mengangkat bagian stir yang menjepit bagian kaki kakaknya.
Young Ho tak sadarkan diri hampir semuan wajahnya tertutup darah. Joo Eun melotot seperti merasakan pertanda buruk dengan cermin yang jatuh. Ketua Min datang melihat keadaan Young Ho, ikut histeris lalu mengunakan syal untuk menutupi luka dibagian kaki Young Ho yang terjepit.
Joon Sung terus menangis histeris melihat Young Ho seperti ayahnya, Ketua Min memanggil Young Ho agar sadarkan diri tapi tetap saja Young Ho tak bergeming, lalu berteriak memarahi anak buahnya yang hanya diam bukan memanggil ambulance. Salah satu pengawal menelp ambulance yang lainnya berusaha membantu mengeluarkan Young Ho dari mobil. Joon Sung terus saja menangis histeris melihatnya. 

Joon Sung, Ketua Min, para perawat mendorong Young Ho yang sudah memakain alat bantu oksigen ke ruang operasi. Para dokter dan juga Tuan Kim sudah menunggu didepan ruangan, Tuan Kim melihat anaknya yang masuk ruang operasi mengingat saat masih kecil, Young Ho menangis meminta ayahnya agar tak melakukan operasi karena sangat takut.
Rasanya sakit sekali.. Tolong aku, kumohon!!! Apa tak bisa aku dioperasi saat dewasa saja? Tak bisakah? Aku mohon, ayah...” jerit Young Ho saat masih kecil harus masuk ruang operasi. 

Young Ho melakukan hal yang seperti saat masih kecil melakukan operasi dengan keadaan tak sadarkan diri dan bantuan alat pernafasan. Dokter mulai membersihkan darah dibagian kaki dan mulai membedah kaki kananya.
Didepan ruang operasi,
Urus semuanya, jangan sampai kabar ini menyebar ke media Dan beritahu Ketua, hasil operasinya nanti.” Perintah Tuan Kim
Baik dan Maaf, Tuan. Semuanya...adalah salahku.” Kata Ketua Min dengan nada suara bergetar, menahan tangis.
“Tak ada gunanya menangisi susu yang sudah tumpah. Bagaimanapun, kita harus menghadapi masalah ini.” ucap Tuan Kim. 

Direktur Choi duduk sendirian dengan tatapan kosong, seperti merasakan hampa dengan para perawat yang ada didepanya tapi merasakan sendirian. Didalam ruang operasi, Hye Ran sedang melakukan operasi juga dengan membedah bagian perut. Direktur Choi duduk dilantai melampiaskan rasa kesalnya dengan menendang meja alat operasi sampai jatuh berantakan. 


Ji Woong datang kerumah sakit dengan mata memera menanyakan keadaan Young Ho sekarang. Joon Sung diam, tak bisa menjawabnya. Ji Woong ingin mendekat ke pintu operasi, Joon Sung menahanya tapi Ji Woong berusaha ingin masuk. Akhirnya Joon Sung memeluknya agar tak pergi, Ji Woong memanggil Young Ho lalu jatuh lemas. Joon Sung sedari tadi menahan tangisnya, merosot disamping managernya sambil menepuk pundaknya mensugesti kalau Young Ho akan baik-baik saja.

Ibu Joon Sung menelp anaknya yang belum datang tapi ponselnya tak aktif, jaket pemberian Joon Sung sengaja digunakan dengan sarung tangan hitam. Joo Eun duduk diatas tempat tidurnya melihat cermin yang jatuh, lalu berusaha menelp Young Ho tapi tak ada yang mengangkat. Ponsel Young Ho ada dimobil dengan kaca yang berserakan, tertulis nama dilayar [Oh! My Venus.]

Pagi hari dikantor hukum
Semua orang keluar dari lift setelah pintu terbuka, Joo Eun melamun sampai Hyun Jung memanggilnya lalu memintanya keluar dari lift. Joo Eun baru sadar sudah sampai lantai 15 dan keluar dari lift. Setelah mengantung jaketnya, Joo Eun kembali terdiam lalu kembali menelp Young Ho tapi tetap tak aktif, akhirnya berusaha menelp Joon Sung untuk mengetahui keadaan Young Ho. 

Ibu Joon Sung kaget melihat anaknya pagi-pagi sudah berdiri didepan rumahnya, pelahan mendekati anaknya. Joon Sung meminta maaf karena datang terlambat, Dengan terbata-bata, Ibunya malah berpikir terjadi sesuatu pada anaknya, lalu mengucap syukur anaknya sekarang ada didepanya.
Joon Sung menatap ibunya dan memanggil untuk pertama kali dengan panggilan “ibu”. Sang ibu langsung memeluk anaknya dan menangis bersama-sama.
Maaf... Aku tahu, aku sudah tak punya hak... Tapi, mulai sekarang, aku akan sering memelukmu.” Janji ibunya, Joon Sung menangis dipelukan ibunya. 

Hye Ran masih terbaring dengan wajah bekas memar dan juga perban dibagian kepalanya. Sementara Direktur Choi sudah tertempel plester dibagian wajah sebelah kirinya menatap sang adik.
Awalnya, kami sangat khawatir, lukanya akan sangat parah. Tapi, syukurlah setelah dioperasi kondisinya sudah stabil. Pergelangan kaki dan tulang rusuknya, juga baik-baik saja...” jelas dokter, Direktur Choi langsung mengucapkan terimakasih. Dokter dan perawat  meninggalkan keduanya.

Direktur Choi melamun di ruang IGD, sampai tidak mendengar suara Young Joo memanggil pamanya. Young Joon memanggil kedua kali memanggil paman menanyakan keadaan ibunya. Direktur Choi dengan mata berkaca-kaca mengatakan ibunya akan segera datang.
Kenapa kau bias sebodoh ini?” tanya Direktur Choi pada keponakanya.
Aku ada di sana... di perayaan ulang tahun ke-61. Aku mendengar pembicaraan telepon kalian... Aku merasa menjadi biang masalah... Kalau saja aku tak ada, kalian tak perlu seperti ini, aku pikir... semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Young Joon sambil menangis
Berhenti mengatakan omong kosong begitu!” tegas Direktur Choi
Maaf, paman.... Aku tak akan mengulanginya lagi.” Ucap Young Joon menarik nafasnya dalam-dalam.
Tidak, tidak... Akulah yang bodoh di sini dan Akulah yang harusnya minta maaf.” Kata Direktur Choi dengan mata memerah merasa bersalah. 

Woo Shik menemui Direktur Choi yang duduk dengan wajah tertunduk diruang IGD, melihat wajah atasanya terluka menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Direktur Choi melihat Woo Shik duduk disampingnya. Woo Shik menanyakan keadaan Direktur Choi dengan wajah khawatir.

Aku perlu bantuanmu. Tapi, ini adalah masalah pribadi...” ucap Direktur Choi, Woo Shik pun mempersilahkan Direktu Choi untuk mengatakan padanya. 

Joo Eun mengantar kliennya sampai ke depan ruangan, Pria beruban mengatakan ingin melindungi tanah miliknya jadi mempercayakan semua masalahnya pada Joo Eun. Dengan senyuman Joo Eun pun berjanji akan melakukan yang terbaik. Hyun Jung memanggil Joo Eun akan masuk kembali ke ruanganya.
Wakil Presdir hari ini juga tak hadir. Dia menelepon Presdir, katanya dia sedang tak enak badan kemarin. Tapi, sampai sekarang masih tak ada kabar lagi darinya.”kata Hyun Jung binggung
Apa? Dia tak biasanya bolos begini.” Ucap Joo Eun heran
“Benar..., dan juga banyak dokumen yang harus dia tandatangani.” Kata Hyun Jung
Berikan aku alamatnya. Aku akan pergi menemuinya.” Perintah Joo Eun. 

Joo Eun berusaha menelp kembali Young Ho dalam perjalanan, tapi tetap saja tak diangkat. Sesampai di parkiran apartement, Joo Eun melihat ponselnya belum ada kabar dari Young Ho juga,  saat keluar dari mobil, Joo Eun melihat mobil Soo Jin terpakir didekatnya lalu berjalan masuk ke dalam apartement.
Dirumah sakit
Kaki Young Ho satu diangkat dengan alat agar bisa kaki kirinya ditekuk, kaki kanan di perban, begitu juga kepala, dan masih mengunakan alat bantu oksigen. Dokter, Ketua Min dan juga Tuan Kim serta pengawal sudah ada didalam ruang melihat Young Ho terbaring.
Operasinya berjalan lancer Dan kondisinya sudah stabil. Tapi, dia mengalami patah tulang dan juga cedera otot. Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi.... sepertinya dia tak bisa berjalan lagi. Dalam keadaan seperti ini, aku tak bisa menjamin apa-apa.” Kata Dokter
Tangan tuan Kim langsung terkepal seperti menahan rasa sedihnya dan marah, Kepala Min memalingkan wajahnya mencoba menahan tangisnya.
Tolong rawat dia.” Pesan Tuan Kim pada Dokter menatap Young Ho
Kabari Ketua jika dia sudah sadar nanti.” Perintah Tuan Kim pada Ketua Min, ketua Min pun mengerti. 

Berdasarkan penyelidikanku, sepertinya, Tuan Muda ingin melindungi Jang Joon Sung Dia mencoba untuk menghalangi Direktur Choi, lalu Nyonya juga ingin menghalangi mobil Direktur Choi. Dan karena itu, mereka juga akan menjadi tersangka kecelakaan.” Jelas Ketua Min sambil berjalan di lorong rumah sakit.
Direktur Choi mau tak mau harus ikut bekerja sama karena masalah ini.” tegas tuan Kim.
Ketua Min pikir memang seharusnya seperti itu. Tuan Kim melirik memerintahkan agar menstabilkan kondisi sekarang ingin dan jangan sampai orang yang terluka menjadi tersangkanya. Ketua Min meminta maaf. 

Joo Eun menekan bel sambil berteriak  memanggil Wakil Presdir dan mengedor-gedor pintu meminta Soo Jin keluar apabila ada didalam rumah, tapi tak ada sahutan. Akhirnya ia mencoba menekan bel kembali, tetap tak ada sahutan dari Soo Jin, Joo Eun pun memilih untuk menekan pasword di pintu rumah temanya.
Ia masuk ke  dalam rumah memanggil Soo Jin, lalu masuk ke kamar melihat temanya sudah terbaring seperti orang mati. Dengan wajah panik berusaha membangunkan temanya, dengan memukul wajahnya dan berteriak memanggilnya.  
Soo Jin terbangun mengeluh Joo Eun berlebihan lalu mengeluh kepalanya sangat sakit, Joo Eun menghela nafas panjang karena bisa bernafas lega melihat Soo Jin yang membuatnya panik. Soo Jin menyuruh Joo Eun pulang saja karena ia masih hidup dan kembali tertidur dengan memiringkan badanya. 

Joo Eun memberikan semangkuk oatmeal, dengan memalingkan wajahnya mengatakan temanya tak punya nasi dirumahnya jadi tak bisa membuatkannya bubur dan menyuruh makan seadanya saja. Soo Jin menyingkirkan mangkuk ke pinggir tempat tidurnya, menyindir juniornya yang bersikap baik. Joo Eun melihat ada gelas sisa wine dan juga obat.
Karena kita tak di kantor, aku akan bicara unformal saja.” Kata Joo Eun, Soo Jin seperti tak peduli.
Sebelum aku kesal, kau harus berhenti mabuk-mabukan sekarang. Tubuhmu itu bukanlah barang yang sudah pakai langsung kau buang. Dan juga, ganti password-mu. 0413. Kenapa harus pakai tanggal lahir ? Apa kau tak takut? Dan juga, minta maaflah.” Perintah Joo Eun, Soo Jin menatap sinis, untuk apa ia meminta maaf. Joo Eun berteriak  menyuruh Soo Jin cepat meminta maaf padanya
Bukannya sudah kujelaskan, Bukan aku yang mencuri Woo Shik jauh darimu!” tegas Soo Jin tak mau kalah.
Minta maaflah! Sebelum aku marah.” Teriak Joo Eun, Soo Jin menatap temanya seperti menahan tangisnya.
Setelah kau lulus dan pergi ke Amerika... Kenapa kau tak menghubungiku? Kenapa kau tak membalas semua surat yang aku kirimkan? Apa kita hanya teman sekelas saja? Kita adalah sahabat! Kenapa kau seperti ini? Kenapa?” teriak Joo Eun. Soo Jin hanya menatap temanya lalu memanggil namanya. Joo Eun akhirnya duduk disamping Soo Jin. 

Aku merasa seperti hidup di neraka sekarang. Jadi, tolong minta maaflah, oke?” kata Soo Jin dengan nada lembut
Apa kau sudah terjatuh dari tangga tadi atau bagaimana?” sindir Soo Jin, Joo Eun mengumpat temanya itu wanita kejam sambil memukul lenganya.
Kau lebih kejam daripada aku!” teriak Soo Jin, Joo Eun binggung menanyakan kesalahanya.
Mahasiswa dari jurusan tekhnik itu! Pria baik yang kau perkenalkan padaku dulu. Dia bilang, kau menjodohkanku dengannya hanya karena kasihan padaku Dan dia menginjak harga diriku. dia juga bilang, orang yang sepertiku ini bahkan tak usah keluar dari rumah selamanya.” Cerita Soo Jin menahan sedihnya.
Joo Eun mengumpat pria brengsek yang memperlakukan temanya seperti itu. Soo Jin mengingatkan saat Joo Eun ingin membantu hubungan dengan Lee Ji Hoon tapi bertukar nomor dengannya, menurutnya karena Joo Eun Cantik maka semua orang menyukainya dan Karena ia jelek dan gemuk, maka tak ada satupun yang menyukainya.
Dasar bodoh. Dia hanya mau mengenalkanku dengan manager sebuah talent show! Jadi, dia memberikanku nomor manager itu.” Jelas Joo Eun. Soo Jin seperti tak percaya dan tak peduli lagi.

Jadi, selama ini kau salah paham? Apa kau Temanku, Oh Soo Jin? Karena masalah sepele ini?” ucap Joo Eun tak percaya
Manusia pasti mendapatkan masalah yang sepele, dan karena masalah itu juga, manusia bisa mati. Kesepian dan menderita itulah akibat masalah itu.” Tegas Soo Jin sambil mengumpat Joo Eun si wanita kejam.
Joo Eun menghela nafas dengan mata berkaca-kaca, Soo Jin melirik temanya merasa harusnya Joo Eun meminta maaf padanya. Joo Eun mengaku tak pernah tahu, jadi tak tahu harus mengatakan apa lagi, akhirnya ia meminta maaf pada Soo Jin.
Soo Jin menceritakan kalau bukan ia yang merayu Woo Shik. Joo Eun sudah mengenal Woo Shik selama selama 15 tahun, jadi tahu pria yang pernah dicintainya itu bukanlah pria yang akan luluh karena rayuan saja dan sangat yakin Woo Shik sangat menyukainya.
Dia mungkin masih merasa bersalah padaku Dan mungkin waktunya sedang kacau.” Jelas Joo Eun tentang kesalahpahaman sebelumnya.
Jadi, apa yang terjadi? Apa kau bertengkar dengan direktur Gahong?” tanya Soo Jin, Joo Eun mengumpat kesal sendiri.
Kenapa rasanya hubunganku banyak sekali cobaannya begini?” ungkap Joo Eun lalu menangis sambil menutup wajahnya dan membaringkan dikasur. Soo Jin ingin memegang punggung temanya tapi diurungkan niatnya.
Syukurlah, aku tak mengubah password ku.” Kata Soo Jin membiarka Joo Eun menangis disampingnya. 

Ji Woong membawa pot bunga dengan wajah tegang masuk ke lorong VIP, Joon Sung menahan managernya untuk melangkah masuk meminta agar tak menangis didepan Young Ho, Ji Woong menatap Joon Sung mengangguk seperti berusaha menahan air matanya.
Joon Sung memegang pundak Ji Woong, mengingatkan agar mereka tak boleh membuat Young Ho menderita lagi. Ji Woong mengerti tapi Joon Sung malah merasa sedih dan mengumpat untuk dirinya sendiri karena tak bisa menahanya. Ji Woong berjanji tak aka menangis lalu menghembuskan nafasnya agar tak menangis tapi air matanya malah mengalir. Joon Sung mengusapkan air mata Ji Woong yang tumpah. 

Keduanya masuk melihat keadaan Young Ho masih terbaring dengan penopang kaki,Young Ho membuka matanya, Joon Sung menyadarinya langsung menghampiri memanggil kakaknya, Young Ho masih bisa menyadari Joon Sung yang mendatanginya. Joon Sung dengan menahan air matanya mengucapkan permintaan maafnya.
Bagaimana dengan ibumu?” tanya Young Ho
Kami sudah bertemu, dan dia ingin berterima kasih padamu. Dan kecelakaan ini karena aku, 'kan? Karena aku mungkin saja..” ucap Joon Sung, Young Ho menyuruh adiknya itu lebih baik diam saja lalu memanggil Ji Woong.
Hyung! Aku disini! Aku Ji Woong! Aku akan selalu menemani Joon Sung dan membuatnya menjadi juara!  Kau tak perlu khawatir...Oke?” kata Ji Woong mendekati Young Ho, Joon Sung memalingkan wajahnya berusaha keras menahan sedihnya.
Oh yahh, aku juga membawa hadiah. Bunga yang tak perlu selalu disiram. Hanya perlu disiram tiap 20 hari sekali. Bunga yang tak merepotkan! Jadi, jadi...” kata Ji Woong akhirnya tak bisa menahan rasa sedihnya, Air mata Young Ho juga mengalir.
Joon Sung melihat ponselnya, tertulis [Kakak Ipar, Pengacara Kang Joo Eun] lalu mengusap air matanya bertanya apa yang harus dikatakan pada Joo Eun sekarang. Young Ho mengataan tak ingin Joo Eun melihatnya seperi ini, karena tak mau Joo Eun menangis bahkan ia sendiri tak tahu kondisinya sekarang. Joon Sung mengerti sambil mengusap air matanya kembali. Ji Woong juga mengusap air matanya akan mendoakan Young Ho dengan mendapatkan keajaiban, Young Ho menyuruh keduanya pulang dan latihan seperti biasanya. 
bersambung ke part 2 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar