Senin, 23 November 2015

Sinopsis Reply 1988 Episode 4

November 1988
Duk Sun siap pergi sekolah dengan celana dengan model seperti celana senam dengan pengait dibagian bawah. Sun Won makan sarapan telur goreng walaupun sangat asin tetap dimakan demi ibunya, dengan cutter memotong karcis bus walaupun tidak mengikuti garis potong.
Sementara Jung Hwan sambil membaca komik dragon ball, melipat-lipat lembaran karcis lalu merobeknya dengan cepat dan rapih. Semua keluar rumah dengan berteriak “aku pergi dulu”, ketika Dong Ryong ingin berteriak yang sama tersadar tak ada orang dirumahnya.
Dong Ryong berlari dengan cepat ke arah halte bus dan Duk Sun dibelakang, bus sudah penuh sampai akhirnya ia lewat jendela dengan bantuan Jung Hwan dan Sun Woo yang sudah ada didalam bus. Duk Sun mencoba berdiri di pinggir pintu tapi saat bus berjalan, harus terjatuh dari bus.

[Episode 4: Tak bisa berhenti mengunakan awalan me-]


Duk Sun mengutarakan niatnya ingin masuk kuliah jadi meminta sang ayah untuk  memanggil guru les. Sang ayah mengomel karena Duk Sun suka membuang uang ayahnya saja jadi menyuruh untuk belajar dengan kakaknya. Duk Sun langsung menolak, dengan kakak yang galak pasti akan kena omel. Bo Ra mengejek adiknya yang kurang konsetrasi, No Eul juga percaya sang kakak Duk Sun tak akan tahan bisa duduk di meja belajar lebih dari 15 menit. Akhirnya sang ayah punya ide agar Duk Sun bisa lebih berkonsentrasi lagi dalam belajar.
Duk Sun duduk didepan Taek untuk belajar baduk agar melatih konsentrasi, tapi saking bodohnya Duk Suk, Taek memilih untuk mengajak temanya itu makan ramen saja. Setelah makan ramen, Duk Suk terlihat binggung dengan rubik sementara Taek kebinggungan membuka youghurt.
Akhirnya Duk Suk mengajak bertukar, penutup Youghurt bisa dibuka dengan cepat olehnya dan Taek hanya dalam hitungan detik bisa mengubah rubik dengan warna yang sama. Duk Sun tak percaya mencoba mengacak kembali dan Taek bisa dengan cepat mengembalikan dengan warna yang sama.
Duk Sun pun penasaran mencoba kembali dan meninggalkan ke kamar mandi. Saat kembali Taek terlihat asik maen Baduk, Duk Sun pikir Taek sudah menyerah dan memilih maen Baduk ternyata Rubiknya sudah ada diatas meja. 

Pagi hari yang cerah
Duk Sun bisa masuk ke dalam bus yang penuh dengan banyak pelajar tapi karena sopir busnya menyetirnya terlihat asal-asalan membuat Duk Sun dan lainnya terdorong kesana kemari, kedepan, belakang, samping kanan dan kiri. Dong Ryong yang ada dibelakang Jung Hwan setiap bus berhenti berpikir mereka harus turun.
Jung Hwan yang kesal menyuruhnya diam karena tak mungkin meninggalkan temanya sendirian. Lalu bus kembali berjalan dan berhenti dengan mengerem sangat dalam di lampu merah, Duk Sun tak memegang apapun refleks menarik  baju yang ada disampingnya agar tak terjatuh.
Tanpa sadar tanganya menarik baju Jung Hwan sampai kancing bajunya terlepas semua. Duk Sun sudah duduk di lantai bus hanya bisa melonggo dan merasa bersalah, sementar Jung Hwan hanya diam menahan rasa kesalnya. Dong Ryong berdiri dibagian belakang berisik dengan bertanya-tanya dan akhirnya tersadar temanya sudah bertelanjang dada. 

Hari ulang tahun Nyonya Ra Mi Ran
Ayah Jung Hwan sudah siap dengan mobil baru mereka, Jung Hwan mengajak kakaknya pergi, Jung Bong sempat menolak pergi sampai bisa menyelesaikan Rubiknya, Sang adik hanya mengatakan mereka akan makan daging babi, Jung Bong pun tak bisa menolak.
Semua keluar rumah dengan pakaian biasa saja, sampai Nyonya Ra keluar dengan pakaian seperti gaya Chaebol, kedua anak dan suaminya terlihat kaget. Tuan Kim bahkan sempat mengejek istrinya sekarang memiliki pundak yang sangat besar. Jung Hwan terlihat malu memilih untuk tak ikut.
Tuan Kim tak memperbolehkan karena mereka satu keluarga jadi harus pergi bersama, karena ada banyak barang jadi Nyonya Ra harus duduk dibagian belakang. Yang seru dalam adegan ini ada lagunya “Knight Rider” jadi berasa banget jadulnya. 

Keluarga Kim sampai direstoran Mewah dengan menu makanan, Jong Bong sepiring daging steak sapi, Jung Hwan dengan daging hamburger, sementara Tuan Kim dan Nyonya Ra memesan daging babi.
Sedangkan tetangga dibagian basemant, keluarga Sung puas dengan makanan seadanya. Ayah Duk Sun sempat mengeluh mereka makan tanpa kerang, istrinya mengomel sang suami yang selalu menghambur-hamburkan uang tanpa memikirkan kehidupan mereka kedepanya 

Di Restoran,
Seorang pelayan memberikan hadiah dengan mengambil foto keluarga bersama. Tuan Kim mengajak keluarganya agar bisa foto bersama, Nyonya Ra yang dingin menolak begitu juga anak-anaknya, tapi Tuan Kim sedikit memaksa agar semua anggota kelurganya menurunkan pisau dan garpu untuk foto lebih dulu.
Jung Hwan dan Jung Bong enggan menurunkan bahkan sang istri sempat cemberut ketiga diajak mendekat, sampai akhirnya pelayan mengambil gambar dengan kamera poloraid, saat itu hanya terlihat gambar wajah Tuan Kim yang tersenyum. 

Ayah Jung Hwan pulang ke rumah dengan wajah bahagia membawakan es italiano untuk anaknya, saat membuka kamar Jung Hwan berkali-kali memanggilnya mengajaknya makan es krim tapi tak ada sahutan, berpikir anaknya sedang serius belajar dan memberitahu akan menaruh es krim dimeja. Tapi Jung Hwan memang tak dengar karena sedang mengunakan earphone.
Sang Ayah pergi ke kamar Jung Bong untuk mengajak makan es Krim bersama, Anak sulungnya menolak karena sedang konsentrasi menyelesaikan Rubik yang hanya tinggal satu kotak lagi. Dengan kalimat yang sama akan menaruhnya diatas meja jadi sang anak bisa memakanya.
Di malam hari, karena haus Tuan Kim mengambil minuman dalam kulkas, matanya tertuju pada bungkusan diatas meja, ternyata es krim yang dibelinya tak sentuh sedikitpun bahkan mencair begitu saja, wajahnya terlihat sangat sedih dan kecewa. 

Pagi harinya, Duk Sun menolak untuk belajar dengan sang kakak bahkan harus bergabung dengan Jung Hwan. Nyonya Lee menyuruh anaknya ikut karena sengaja membuat private berbareng Jung Hwan demi Duk Sun yang bodoh.  Tuan Sung memberitahu kalau Sun Woo juga ikut, wajah Duk Sun langsung bersemangat mengetahui pria yang disukainya itu ikut les bersama.
Sementara semua anak kumpul di rumah Keluarga Kim, para ibu-ibu mulai mengerumpi didepan rumah sambil minum bir. Ibu Duk Sun mengeluh suaminya yang pergi tanpa membantu pekerjaan rumah apapun, seperti iri dengan melihat Tuan Kim yang melayani istrinya bahkan membuatkan sup rumput laut saat ulang tahun.
Ibu Jung Hwan mengeluh dengan suaminya sedang mengambek, entah karena apa dan tak mau keluar rumah hanya berbaring saja. Ibu Sun Woo kesal melihat dua tetangganya seperti mengejek dirinya yang sudah janda. Dua orang ibu pun mengoda Ibu Sun Woo untuk menikah dengan Ayah Taek yang seorang duda.
Ayah Taek tiba-tiba keluar rumah untuk mengembalikan piring bekas pancake kimchi yang diberikan ibu Sun Woo. Ketiga ibu pun menanyakan keadaan Taek setelah mengalami kekalahan dengan pendatang baru dan dianggap mengalami kemerosotan. 

Di dalam rumah Jung Hwan
Bo Ra melirik sinis melihat Dong Ryong yang ikut les denganya padahal sang ayah adalah seorang guru. Dong Ryong memberitahu ayahnya sibuk memberikan les pada murid lainya.
Sang Ayah ternyata memberikan les pada murid-murid dengan menghapal rumus kimia dengan nyanyian, seperti semuanya bahagia dengan mengunakan nada bisa menghafal rumus kimia dengan mudah. 

Taek terlihat masih terguncang dengan kekalahanya, pagi-pagi sekali pergi ke Club Baduk untuk terus berlatih. Beberapa temanya mencoba menghibur bahkan pelatihnya mengatakan tak masalah kalau seorang pemenang kalah dan hanya satu kali, tapi Taek terlihat tak bisa menerimanya dengan terus berlatih.
Di rumah Jung Hwan, Bo Ra mulai belajar matematika melihat buku adiknya mulai mengomel karena Duk Sun hanya mengerjakan bagian pelajaran himpunan. Sementara buku Dong Ryong terlihat keriting, Jung Hwan memberitahu kalau itu bekas air liurnya saat tertidur.
Akhirnya Bo Ra pindah ke pelajaran bahasa inggris, memarahi Duk Sun dan Dong Ryong yang kesulitan padahal pelajaran itu hanya menghafas. Duk Sun membela diri bisa mengunakan bahasa spanyol, dengan suaranya mulai menyanyi lagu korea dengan lirik spanyol didalamnya, Dong Ryong pun ikut menyanyi dengan tarianya. Sun Woo tersenyum melihat Duk Sun yang menari-nari didepanya. 

Empat sekawan akhirnya datang ke rumah Taek karena selama ini temanya itu tak pernah ada dirumah, semua orang tua menyuruh anak mereka tak membahas kekalahan Taek. Jung Hwan masuk ke dalam kamar membahas kekalahan Taek dengan mengejeknya sudah mempemalukan kota mereka.
Duk Sun dan Dong Ryong masuk, yang terakhir Sun Woo berkomentar sudah saatnya Taek itu kalah. Taek menahan rasa sedihnya membela diri kalau itu hanya kesalahan, Dong Ryong merasa bukan kesalahan karena pemain baduk tak boleh melakukan itu. Taek marah karena seorang pemain tak boleh selalu menang. Dong Ryong mengatakan mereka tak ingin Taek jatuh dan tak dizinikan untuk mengalami kemerotosan
Taek pun tertawa mendengar temanya ternyata sangat peduli dan memberikan semangat padanya, Jung Hwan mengeluh melihat Taek hanya tertawa lalu mengajarinya agar mengumpat, Duk Sun yang mendengarnya mengeluh. Sun Woo ikut mengajari Taek mengumpat Duk Sun langsung terpesona.
Dong Ryong juga ikut mencontohkan, Taek yang pendiam berusaha untuk mengumpat untuk mengeluarkan rasa kecewanya, semua tertawa medengar cara mengumpat Taek yang sangat lemah. Duk Sun menyalakan TV, terdengar lagu kesukaanya dengan bahasa spanyol dan langsung menari-nari bersama dikamar Taek. 

Ayah dan ibu Duk Sun menelan rasa kecewa karena nilai akan mereka yang sangat jelek bahkan masuk ke peringkat 999, sebelum pulang keduanya mampir dulu disebuah restoran, Ayah Duk Sun yang tak peduli makan sendiri saja sementara ibu Duk Sun merasa iri melihat pasangan lain yang saling menyuapi satu sama lain dan terlihat sangat mesra.
Ketika pulang, payung ibu Duk Sun tertukar dengan payung lainnya, karena terkesima dengan payung cantik dengan berwarna biru, membawanya keluar tapi saat dibuka ada bagian yang bolong disatu sisinya. Sang suami pun kembali menghampiri sang istri.
“entah betapa bagusnya milik orang lain yang terlihat dipermukaan, semuanya itu pasti punya kekurangan” ucap Tuan Sung lalu memberikan lenganya agar bisa berjalan bersama dengan istrinya dalam satu payung berdua. 

Sun Woo dan Jung Hwan sedang membaca komik dragon ball bersama-sama, Jung Hwan sedang memikirkan ayahnya hanya diam saja tanpa mau berbicara dengan semua anggota keluarganya lalu mendekati Dong Ryong yang sibuk membaca buku kesukaannya dan menceritakan masalahnya.
Dong Ryong yakin itu semua pasti dikarenakan salah satu dari ibu, Kakak dan juga temanya. Jung Hwan bertanya apa yang harus dilakukanya, Dong Ryong menyarahkan agar membuat ayahnya tak marah lagi adalah menerima saja. Jung Hwan makin binggung dengan saran temanya. 

Tuan Kim memilih makan ramen sendirian, sang istri yang melihat suaminya makan Ramen memberikan sepiring kimchi tapi Tuan Kim yang ngambek tak menyentuhnya sama sekali. Terdengar bunyi pintu terbuka, Nyonya Ra pikir yang datang Duk Sun dan berteriak kalau sedang ada didapur.
Ayah Jung Hwan terlihat bahagia dan langsung menyapanya “Presdir Sung” tapi terdiam karena yang datang adalah anaknya sendiri. Jung Hwan melihat sang ayah dengan kaku membalas sapaanya dengan berteriak “Presdir Kim” lalu saling berjabat tangan seperti yang dilakukan dengan Duk Sun.
Tuan Kim sempat diam melihat anaknya yang biasanya cuek sekarang ikut membalasnya, Jung Hwan sengaja kembali ke rumah untuk mengambil jus dan kembali ke rumah Taek. Ayah Jung Hwan mulai tersenyum dan memakan mie dengan memakai kimchi yang diberikan istrinya. 

Dirumah Keluarga Sung, Nyonya Lee memasak kerang dara dan juga ikan untuk suaminya. Tuan Sung tersenyum bahagia dengan istri yang baik hati menyuapinya, keduanya terlihat romantis walaupun tinggal di lantai dasar dan makan di meja kecil.
“Tak ada yang lebih membosankan dan menganggap lebih murahan dibanding sesuatu yang sudah jadi milik mereka sejak dulu.”
Rumah keluarga Gim, Nyonya Ra sedang menghitung pengeluaran bulanan sementara suaminya sedang mengunting kuku. Saat Nyonya Ra menguap merasakan sesuatu masuk ke dalam mulutnya, Tuan Kim ketakuatan saat Nyonya Ra bangun seperti ingin memukulnya, tapi ternyata istrinya mengajak untuk minum soju bersama saat hujan turun.
Dibagian sisi kamar terlihat foto mereka berdua dan foto kebersamaan dengan keluarga saat merayakan ulang tahun istrinya, ternyata semua anggota keluarga Kim tersenyum bahagia menatap kamera.
“Bagaimanapun juga, cara lain untuk mengatakan "murahan' dan "bosan" adalah dengan "terbiasa" dan "nyaman." Perasaan terbiasa hanya muncul dengan</i> menghabiskan waktu yang lama dengan sesuatu hal.  Dan hanya dengan mereka ketika aku merasa nyaman, yang bisa sangat mengenalku, memelukku  dan menghiburku.”
“Kadang, kau bosan akan sesuatu dan tampaknya murahan bahkan hingga kau tak mau menatapnya tapi di dunia ini yang bisa melindungiku hanya "orang-orangku". Mereka yang aku sudah terbiasa, dan aku merasa nyaman, mereka yang jadi orang-orangku sejak dulu adalah mereka yang kau takkan bisa berhenti cintai. "Kita tak bisa berhenti mencintai mereka." Kau tak bisa apa-apa selain mencintai mereka.”

Malam hari hujan deras, Lima sekawan makan ramen bersama kali ini Dong Ryong yang memasaknya, saat masuk ke dalam kamar berteriak meminta alas. Duk Suk memberikan papan baduk milik Taek, Sun Woo berteriak marah. Ia pun kembali mencari alasan dengan memberikan buku kesukaan Dong Ryong. Temannya yang berkacamata itu pun berteriak, akhirnya yang menjadi alasan adalah buku pelajaran bahasa inggris.
Setelah makan ramen Dong Ryong mengaku dengan Duk Sun menyerah dengan pelajaran matematika dengan bangga mengungapkan sudah bisa berbahasa inggris dengan percaya diri, terdengar teriakan ayah Taek yang meminta tolong pada anak-anak. Sun Woo pun meminta Jung Hwan bisa membereskan semuanya, sementara ia dengan Taek dan Dong Ryong membantuan Ayah Taek.
Jung Hwan ingin membawa meja keluar kamar, tiba-tiba menjerit karena kakinya kram. Duk Sun panik dan ingin membantu, Jung Hwan menolak saat tetangganya itu ingin memegangnya, Duk Sun akhirnya mengelurkan suara kucing “meow....meow” Jung Hwan menahan tawanya berteriak marah meminta Duk Suk melakukan sesuatu.
Duk Sun ingin memegang kaki Jung Hwan yang kram, Jung Hwan berteriak dan tak ingin Duk Sun memegangnya, Duk Sun kembali mengeluarkn suara kucing, Jung Hwan tak bisa menahan tawa gelinya dan berteriak agar Duk Sun tak mengeluarkan suara itu. Duk Sun pun mengodanya dengan mengeluarkan suara harimau agar kaki Jung Hwan sembuh. 


Pagi hari hujan deras
Duk Sun keluar dari rumah melihat Jung Hwan yang berdiri didepan rumah berpikir sedang menunggunya. Jung Hwan menyangkal sedang menunggu Sun Woo, Duk Sun langsung berseri-seri karena akan pergi dengan Sun Woo.
Ibu Sun Woo keluar rumah ingin membuang sampah, Duk Suk menanyakan Sun Woo, ibunya memberitahu kalau anaknya sudah berangkat. Dengan wajah cemberut Duk Sun pergi dari rumahnya, Jung Hwan melihat hujan sudah mulai reda dan akhirnya pergi dari rumah, sepertinya tak ingin sepatunya menjadi basah.

Di dalam bus, Duk Suk kembali terdorong kesana kemari karena tanganya memegang payung dan kotak makan. Jung Hwan melihat dari ujung bus berjalan dengan cara menyelip-nyelip dan berdiri dibelakang Duk Sun, saat bus mulai bergerak dan beberapa orang terdorong kesana kemari, Duk Sun bisa bertahan dan melihat Jung Hwan ada dibelakangnya, dari tangan Jung Hwan terlihat urat-urat yang keluar karena menahan agar Duk Sun tak terjatuh. 
bersambung ke episode 5 

Jumat, 20 November 2015

Sinopsis Reply 1988 Episode 3


[Agustus 1988]
Karakter lain lagi, teman dari Duk Sun, Wanita berkawat gigi berama: Jang Mi Ok dengan Panggilan: Maggie Cheung dan satunya bernama: Wang Ja Hyun dengan Panggilan: Jang Jo Hyun, pintar menarikan lagu Sabongcha *boyband Korea terkenal tahun ’88*
Terlihat sangat fasih dalam gerakan dance Sabongcha dan liriknya, makanya mengancam Duk Sun harus bisa melakukan hal yang sama dengan mereka, selagi mencontohkan tarianya, mereka langsung tertunduk diam karena ada gerombolan pria masuk. 

Jung Hwan, Sun Woo, Dong Ryung masuk ke dalam kedai, ketiganya memesan ramen dengan Jung Hwan yang mentraktirnya. Duk Sun pun mencari kesempatan dengan memesan toppoki juga. Jung Hwan berteriak kesal tapi Duk Sun mengartikan kalau boleh memesannya untuk kedua temannya juga.
Sun Woo yang baik hati meminta teko di meja Duk Sun untuk keduanya temanya. Dong Ryung seperti mengejek Duk Sun dkk sedang latihan lagu Sabongcha. Ketika ramen sudah siap, Sun Woo menawarkan Duk Sun untuk memesan ramen juga, Jung Hwan berteriak memperingatinya, Duk Sun langsung ikut berteriak menolaknya.
Ketiganya akhirnya keluar dari kedai dan Sun Woo memberitahu semuanya sudah dibayar oleh Jung Hwan dengan senyumanya. Ja Hyun dan Mi Ok langsung berpendapat kalau Sun Woo itu menyukai karena dengan sikap yang baik dan perhatian. 

Di tahun 1988, ga ada kutek jadi mewarnai kukunya pake stabillo, kaya di awal biar sepatunya berwarna paket cat. *ekstrem untuk jaman sekarang* ^_^ 


Duk Sun yang percaya dengan ucapan dua temanya langsung berlari ke kamar saat Sun Woo berteriak memanggilnya dari luar, padahal keluarganya sedang makan malam. Sun Woo akhirnya masuk ke dalam rumah kaget melihat Duk Sun keluar kamar dengan full make up dengan style rambut tanpa poni.
No Eul dan ayahnya pun kaget melihat dandan Duk Sun yang berlebihan padahal hanya ingin makan mie ramen dirumah Taek. Duk Sun bersikap anggun dengan suara manja mengajak Sun Woo untuk pergi bersama. Di Musim panas, 1988 menjadi awal cinta pertama dengan Duk Sun keluar bersama dengan Sun Woo. 

Episode 3: 
[Yang Kaya tak Berdosa, 
dan Yang Miskin yang Bersalah]

Ayah Duk Sun suka sekali membeli barang-barang yang dijual oleh nenek atau wanita tua karena dianggap seperti kakaknya dan merasa kasihan, jadi sengaja membelinya yang menurutnya hanya sedikit, padahal berkantung-kantung.
Ibu Duk Sun kesal dengan suaminya dengan ekonomi mereka bukan saatnya untuk menolong karena mereka tak bisa membiayai anak mereka bahkan kaos kaki yang dipakainya bolong karena harus menekan pengeluaran. Ayah Duk Sun malah melihat itu bagus karena bisa membuat ventilasi di lubang udarany
“Geez, selalu uang yang jadi masalah buatmu. Kau takkan pernah puas berapapun uangmu!” keluh ayah Duk Sun
“Kau tak tahu karena kita tak punya uang, iya kan? Dasar Sialan!!!” umpat Ibu Duk Sun lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal  

Sementara di Rumah Keluarga Kim, Ayah Jung Hwan membeli 5 butir jeruk dengan dua buah untuk sang istri. Ibu Jung Hwan mengeluh pada suaminya yang tak bisa hidup seperti orang lain dengan mengunakan sesuai yang dibutuhkan. Ayah Jung Hwan merasa tak ada yang salah karena 3 tahun lalu mereka tak bisa makan buah jeruk bahkan hanya makan rebusan karena tak punya uang untuk membeli beras.
“Masa lalu itu lagi! Jika kau sangat suka membahasnya, kenapa tidak kembali ke masa itu saja? Siapa peduli kita punya uang? Sikapmu tak seperti orang kaya. Aku khawatir anak-anak kita akan menirumu!” teriak Ra Mi Ran, ibu dari Jung Hwan
Akhirnya esok paginya, Nyonya Ra meminta suaminya untuk membeli jaket baru dan meminta agar beli kualitas bagus dan bermerek supaya terlihat lebih mewah. Ketika pulang, Tuan Kim memperlihatkan jaket barunya dengan harga 150rb Won, tapi ternyata resletingnya langsung rusak dan Nyonya Ra marah karena suaminya dibohongi oleh temanya sendiri dengan harga mahal tapi kualitas murah dan meminta untuk diganti. Tuan Kim mengatakan tak ingin meminta uangnya kembali. 

Duk Sun kesal sendiri karena tak bisa menarikan lagu Sobangcha “tentang malam itu” seperti teman lainya lalu meminta tolong pada Dong Ryong dirumah Taek. Tapi Dong Ryong melihat tarian seperti itu sangat mudah dan semua bisa, Duk Sun bertanya pada Sun Woo dan Jang Hwan apakah mereka bisa juga melakukan.
Mulut Duk Sun melonggo saat melihat keduanya menari Sabangcha, lalu mengumpat dengan wajah kesal. Dong Ryong pun meminta Duk Sun untuk menarikan Sabongcha dan Sun Woo juga ingin melihatnya.
Jung Hwan dan Sun Woo hanya bisa menahan tawanya saat melihat Duk Sun menari, awal Dong Ryong melihatnya sesuai dengan ketukan sampai akhirnya Duk Sun menari semaunya. Taek yang baru pulang sampai tak jadi masuk ke dalam kamarnya sendiri. 

Ibu Duk Sun berusaha mengeluarkan cream wajah dari botolnya yang sudah habis, lalu membukanya dengan peniti dan mengambil sisa dibagian ujung botol. Ayah Duk Suk pulang dengan kembali membawa buku Panduan Musik untuk bayi dalam kandungan karena tak tega dengan anak dari sepupunya, padahal mereka sendiri belum memiliki uang untuk Duk Sun pergi esok.
Sementara Ibu Jung Hwan yang kaya raya dengan berlebihan mengunakan cream diwajahnya. Sang suami keluar dari kamar dengan kaos dalam yang sudah melar dengan payudara kelihatan, istrinya kembali memarahi suaminya yang masih mengunakan pakaian yang seharusnya sudah dibuang. Tuan Kim masih merasa baju itu masih bisa dipakai karena belum sobek. 

Ayah Duk Sun berdiri didepan rumah Keluarga Kim untuk meminjam uang, tapi akhirnya Ibu Duk Sun yang masuk karena kesal melihat suaminya yang hanya diam. Di dalam rumah, Ibu Jung Hwan cerita tentang suaminya yang masih suka tak sesuai dengan kehidupan sekarang ketika memiliki uang banyak, masing memiliki sikap miskinnya.
Sementara Ibu Duk Sun mengeluh suaminya yang sudah menghamburkan uang padahal mereka sendiri kekurangan. Ibu Jung Hwan pun bertanya tujuan tetangganya datang, Ibu Duk Sun terlhat ragu untuk meminjam uang. Nyonya Ra melihat raut wajah tetangganya berpikir kalau ibu Duk Sun datang belum bisa membayar hutangnya, dengan baik hati membiarkan tetangganya untuk membayar kapan saja. Ibu Duk Sun pun tak bisa berkata-kata lagi.
Di malam harinya, terdengar suara ibu Jung Hwan yang memanggil tetangganya dengan memberikan jagung oleh-oleh dari saudaranya. Ibu Duk Sun terselip amplop sebuah kalau uang itu sebagai tambahan untuk Duk Sun pergi Trip semalam di sekolah. Ibu Duk Sun berkaca-kaca melihat kebaikan tetangganya yang pengertian. 

Saat Trip satu malam, Duk Sun siap pergi dengan kamera milik keluarganya yang sangat berharga, awalnya kedua orang tuanya sangat khawatir tapi Duk Sun menyakinkan untuk menjaganya.
Jung Hwan siap dengan membawa Whiski yang sudah disimpan dalam laci kamarnya dan akan diminum bersama-sama. Dong Ryong terlihat sangat bahagia mengunakan foam dengan membuat rambutnya belah tengah.
Sun Won sebagai anak baik hati menemani ibunya membuat kimbap yang pasti rasanya kurang enak, tapi adik Sun Won seperti sangat menikmati satu gulungan kimbap. Ibunya memasukan dua kotak kimbap dalam tas anaknya, saat Sun Won pamit adiknya hanya menyisakan sedikit kimbap ditanganya. 

Lagu Nothing Change My Love for You dari George Benson diputar dengan radio battery yang sengaja di gantung dekat jendela tempat duduk Duk Sun dengan dua temanya, semua yang ada dalam bus pun ikut menyanyikan lagu yang sangat ngetop di Era tahun 80an.
Sementara di bus laki-laki, Dong Ryong yang sudah siap dengan style rambutnya sudah tertidur pulang tanpa sadar badanya digambar seperti mengunakan spidol oleh Jung Hwan dan Soon Won. 

Semua anak perempuan baru saja keluar dari stasiun Kyongju, Ja Hyun meminta Duk Sun untuk mengeluarkan kamera karena ingin foto sebelum masuk bis. Duk Sun mencari kameranya dalam tasnya lalu berteriak sangat kencang ingin kembali saja. Sementara Kameranya tertinggal di Kereta yang sudah kembali menuju Pusan.
Duk Sun menangis dan hanya ingin pulang saja, akhirnya sang guru berusaha menenangkan Duk Sun agar bisa menelp ibunya. Ibu Guru menelp rumah Jung Hwan agar bisa berbicara dengan Ibu Duk Sun, terdengar ibu Duk Sun terlihat tak marah, sampai akhirnya Duk Sun tak percaya berbicara dengan ibunya.
Nyonya Lee berpesan pada anaknya untuk bersenang-senang saja dengan temanya tak perlu memikirkan dengan kamera. Duk Sun pun akhirnya bisa tersenyum menikmati malam trip bersama temanya. 

Malam harinya, Duk Sun mencoba berlatih tarian Sadongcha agar tampil esok dengan baik karena hadiahnya sebuah walkman yang sangat dingingkan. Dua temanya malah asik makan es krim lalu berusaha untuk pergi ke penginapan SMA lain sedang berlangsung dengan meloncat tembok, tapi ternyata dindingnya sangat tinggi saat meloncat.
Duk Sun sedih duduk diantara dua temanya yang harus di gips bagian tangan dan kaki, Ja Hyun membujuk Duk Sun kalau mereka akan menabung supaya bisa membelikan Walkan Mymy, Duk Sun tetap diam. Min Ok akan meminta pada ayahnya agar bisa membelikan walkman. Duk Sun menyuruh keduanya diam saja.
Gurunya datang menyuruh keduanya agar istirahat, Duk Sun tetap ingin temanya harus menari denganya. Gurunya melarang karena pasti akan makin parah, Duk Sun terlihat menatap kedepan penuh amarah. 


Duk Sun mencoba memanggil Sun Woo, tapi sebagai ketua kelas temanya itu diberi tugas dari gurunya. Jung Hwan baru turun dari mobil langsung dipanggil oleh Duk Sun, ketika menghampirinya tetangganya itu langsung memberikan Whisky pada Duk Sun untuk menyembunyikan takut ada pemeriksaan dimalam hari.
Akhirnya ia menemukan Dong Ryong yang suda turun sambil makan es, sambil meminum didepan tempat penjual minuman, Duk Suk memohon pada Dong Ryong agar bisa menari di festival pertunjukan sekolahnya karena tahun lalu ada juga pernah melakukan hal yang sama.
Dong Ryong mengaku sangat alergi dengan perempuan, Duk Sun memberitahu temanya Ja Hyun yang mirip Joey Wang dan satunya adalah Maggie Chang, Dong Ryong seperti tergiur akhirnya menyetujunya, tapi agak sangksi dengan Jung Hwan yang akan ikut, Duk Sun hanya menyampaikan kalau akan memberikan “something spesial” 

Ayah Duk Sun harus datang ke sekolah anak bungsunya karena menjalankan bisnis “cafe satu hari” disekolah dengan teman-temanya. Gurunya meminta agar No Eul diberi pengarahan saja dan karena peraturan sekolah akan mendapatkan hukuman membersihkan kamar mandi selama 10 hari.
No Eul langsung memeluk ayahnya saat menunggu didepan sekolah, meminta maaf dan berjanji tak akan melakukanya lagi. Ayahnya dengan baik hati merasa seorang anak laki pasti melakukan kesalahan dan memberikan bungeppang untuk anaknya.
Dua teman No Eul yang sama-sama melakukan bisnis “Cafe satu hari” memanggilnya dengan panggilan “basement room”. Ayah Duk Sun seperti sedih anaknya harus mendapatkan julukan itu tapi No Eul terlihat senang saja menghampiri temanya untuk membagikan bunggeppang yang dibawakan oleh ayahnya. 

Di malam festival
Akhirnya Dong Ryong dkk datang ke sekolah Duk Sun, awalanya terlihat malu-malu untuk naik ke atas panggung, saat lagu Sobangcha dengan judul “last night” di putar, ketiganya tampak sangat lincah bahkan Jang Hwan dan Sun Woo bisa koprol beberapa kali. Duk Sun melihat penampilan ketiganya terlihat sumringah, beberapa penonton berteriak mengelu-ngelukan mana Sobangcha.
*Lagunya enak banget didenger*
“Semalam, ku tak menyukaimu.Semalam, kumulai membencimu.Saat kutatap langit yang berputar,Aku sakit hati sendirian.”
“Mengapa temanku tak melihat betapa sedihnya diriku, saat kupegang tanganmu dan menari bersamamu? Pesta semalam rasanya sepi. Bahkan meski kuberikan dunia padamu takkan ada yang berubah. Mengapa tak kau sadari?”
“Semalam ku tak menyukaimu. Semalam kumulai membencimu. Saat kumenunggu musik yang tiada hentinya berhenti Aku depresi sendirian.”

Duk Sun akhirnya mendapatkan hadiah walkman Mymy kesukaanya, Sun Woo yang melihatnya supaya berhati-hati karena akan diambil oleh kakaknya. Duk Sun meminta agar kakaknya jangan sampai tahu. Padahal Bo Ra sempat melihat selebaran dalam festival satu malam juara pertamanya akan mendapatkan walkman.
Sebelum pulang, Dong Ryong menagih janji untuk dikenalkan dengan dua orang yang membuatnya ngiler. Duk Sun langsung mengenalkan dua temanya, Dong Ryong langsung terkejut karena wanita cantik dalam bayangnya tak nampak dari keduanya. Min Ok dan Ja Hyun memuji tarian Dong Ryong jauh lebih hebat dibanding Park Nam Jung.
Dong Ryong berusaha rendah hati merasa tak seperti itu lalu ingin buru-buru keluar dari penginapan perempuan menarik kedua temanya untuk pergi. Jung Hwan memanggil Duk Sun untuk ikut dengan mereka juga. 

Di tengah jalan, Jung Hwan menarik Duk Sun untuk memberikan minuman yang dititipkan tadi. Duk Sun teringat dengan botol minuman itu, padahal sebelumnya masih ada dalam tanganya, Jung Hwan terlihat kesal. Duk Sun mengingat terakhir kali menaruh dimeja sambil berbicara dengan Dong Ryong.
Tiba-tiba Dong Ryong berteriak kalau bus Duk Sun akan berangkat,  Duk Sun pun berlari dengan meninggalkan botol whisky begitu saja. Sementara di tempat Duk Sun duduk, si pemilik melihat botol whisky diatas meja sengaja memasukan kedalam bajunya dengan senyuman bahagia. 

Dong Ryong dan Sun Woo tiba-tiba berlari kearah Jung Hwan dan Duk Sun kalau ada guru yang berpatroli karena sudah masuk jam malam. Duk Sun sengaja berteriak memanggil ayah Dong Ryong kalau ketiganya akan kabur. Jung Hwan akhirnya menarik Duk Sun dengan menutup mulutnya untuk kabur.
Ayah Dong Ryong melihat para murid yang kabur langsung mengejarnya, Dong Ryong dan Sun Woon lari lurus ke depan semantara Duk Sun dan Jung Hwan berbelok ke kanan dan masuk ke dalam sebuah lorong. Sementara Dong Ryong harus terjatuh akhirnya kena pukul ayahnya sendiri.
Duk Sun dan Jung Hwan terjebak dalam lorong yang sempit dan harus saling berhadapan, Duk Sun merasakan nafas Jung Hwan terengah-engah depan sempat mengomel lalu menyandarkan kepalanya seperti kelelahan. Jung Hwan terlihat gelisah saat Duk Sun menyadarkan kepalanya.
Terdengar suara Ayah Dong Ryong yang mencari Jung Hwan, Duk Sun berusaha menarik nafasnya dan Jung Hwan makin tak karuan karena dada Duk Sun bergerak menyentuh badanya. Duk Sun menyandarkan kepalanya, wajahnya terlihat kaget seperti merasakan jantung Jung Hwan yang berdegup kencang. 

Di rumah Keluarga Kim
Nyonya Ra mengomel pada suaminya yang tak juga memulangkan jaket yang dibelinya dengan harga mahal tapi kualitas tak baik, dan ingin tahu siapa teman yang menjual itu padanya. Tuan Kim hanya diam dengan berbaring memiringkan wajahnya.
Lalu Nyonya Ri teringat dengan teman suaminya yang datang ke Seoul padahal mereka sedang miskin ternyata temanya itu malah memberika mereka uang 50ribu won padahal temanya itu juga dalam keadaan sulit. Ayah Jung Hwan mengaku bahwa temanya itu yang menjaul jaket itu padanya. Nyonya Ra pun akhirnya terdiam karena teman suaminya itu satu-satunya yang membantu keluarga saat sedang susah. 


Duk Sun pulang ke rumah dengan membawakan pengaruk punggung, ibunya tak bisa menahan amarahnya mengejar anaknya karena sudah menghilangkan harta benda yang paling berharga bagi keluarga. Duk Sun mencari perlindungan dari Jung Hwan yang baru masuk rumah karena tak ingin di pukul ibunya.
Nyonya Lee mencoba memukul anaknya karena berani melakukan semuanya, Duk Sun terlihat ketakutan karena sikap ibunya beda saat ditelp. Nyonya Lee berusaha memukul Duk Sun, tapi yang terjadi malah terkena kepala Jung Hwan. Suasana langsung hening, Nyonya Lee merasa bersalah, sementara Jung Hwan tak bisa marah karena itu orang tua dari temannya. 

Flash Back
3 Tahun Silam, Mei 1985.
Di ruang bawang tanah, depan rumah Jung Hwan dan Duk Sun.
Nyonya Ra terlihat seperti wanita yang lelah dengan dandan biasa dan rambut diikat seperti ibu rumah tangga biasa. Diatas meja terlihat hanya menu sup tahu  tauco dengan kimchi dan kacang, duduk dimeja kecil yang melingkar.
Jung Bong seperti tak konsetrasi saat makan karena mengikuti tiket untuk yang ditayangan di TV, sampai di digit terakhir semua terdiam karena nomor tiket sama dengan milik Jung Bong. Dong Ryong datang ingin memberikan makan, terlihat keluarga Kim sedang menangis haru sambil berpelukan, Dong Ryong melonggo binggung, Jung Hwan menarik temanya agar bisa sama-sama berpelukan. 

bersambung ke episode 4  

Selasa, 17 November 2015

Sinopsis Reply 1988 Episode 2

Episode kali ini ayah Jung Hwan yang gokil baru beli handycam, bentuknya kaya camera yang biasa dipake wartawan, masih gede banget. Satu lagi karakter dari rumah keluarga Kim, kakak dari Jung Hwan yang bernama Jung Bong, suka banget nyari nama-nama orang di yellow pages dan maen dingdong. 

Scene yang bikin gue ngakak itu kalo Duk Sun udah ketemu sama ayahnya Jung Hwan, Tuan Kim. Sama-sama dodol, saling manggil Presdir terus salaman dari jongkok trus berdiri berkali-kali.
Waktu Duk Sun ngasih oleh-oleh dari neneknya, dateng juga pake nyanyian tarian padahal kalimatnya cuma “ permisi... saya datang bawa sesuatu”, keliatan Duk Sun udah dekat banget sama keluarganya maen nyomot makanan aja yang ada diatas meja, yang marah malah Jung Hwan karena ngambil pake tangan.

Nenek Bo Ra datang, ibu dari Tuan Sung. Duk Sun sangat sayang sama neneknya, menanyakan mana yang lebih disayang, ayahnya atau pamannya. Sang nenek cerita kalau dua anak laki-lakinya ga pernah bertengkar, jadi meminta keduanya seperti itu.
Duk Sun mengadu kalau kakaknya yang lebih dulu mengajak perang, Bo Ra langsung berteriak menarik rambut adiknya. Untuk kedua kalinya tuan Sung marah dengan membuka membawa cangkul mendengar dua anaknya ingin bertengkar, Duk Sun dan Bo Ra buru-buru berbaring ketakutan. Tuan Sung pun meminta ibunya untuk tidur nyenyak dan mengancam anaknya apabila kembali bertengkar. 



Ini maen remaja tahun 1988, saling liat kadar kecocokan dengan gebetan pake rumus yang entah dari mana asalnya. Dua teman Duk Sun awalnya sedih karena Cuma dapet 45%, Duk Sun mengeluh karena temanya itu salah menghitung setelah di coba lagi kecocokanya 95%. Duk Sun juga coba sendiri, entah menulis siapa pasanganya.

Kebiasan Duk Suk adalah diam-diam mengunakan pakaian kakaknya, karena tahu hari sabtu dan kakaknya pulang sore, sengaja pake jaket denim buat pergi sekolah. Tapi yang terjadi kakaknya pulang siang karena harus menginap, Nyonya Lee panik waktu Bo Ra ngamuk jaket denimnya ga ada.
Akhirnya pinjem telp dirumah Jung Hwan, ngasih tahu No Eul dan adik Bo Ra yang menerima telp langsung lari ke kelas Duk Sun ngasih tau ada masalah. Duk Suk berlari secepat kilat seperti permainan ding dong yang dimainin Jung Bong. Sampe dirumah, teriakan Bo Ra yang ngamuk masih terdengar.

Duk Sun langsung ngasih jaket ke ibunya, Bo Ra keluar rumah murka ingin marah sama adiknya, sang ibu sengaja menaruh jaket di mesin cuci ngasih tau kalau sebelumnya naruh di dalam mesin cuci. Duk Sun pulang berpura-pura tak tahu menahu, tapi sang kakak melihat adiknya yang memakai sandal rumah.
Bo Ra akhirnya marah-marah sama ibunya yang masukin baju ke mesin cuci tanpa bilang dulu. Duk Sun tak bisa lagi menahan amarah melihat kakaknya memarahi ibunya, menurutnya kakaknya tak dewasa dan mengejek kakaknya pakaian baju apa saja tetap jelek, seperti biasa Bo Ra langsung menjabak rambut sang adik



Taek menang kompetisi baduk dengan hadiah 50juta won, entah kenapa ayah Taek kaya menutupi sesuatu dengan hasil yang di peroleh anaknya.
Ini Scene paling gokil juga, Nyonya Ra Min Ran emang paling modernlah saat itu, tahu namanya spagheti untuk menu makanan kumpul-kumpul tapi caranya itu yang bikin ngakak, nyampurin saos sama spaghettinya pake tangan terus diambil pake tangan masukin ke mangkuk. 

Berita sedih buat keluarga Sung, Nenek tercinta meninggal setelah dirawat rumah sakit. Bo Ra keliatan baik nih sama dua adiknya, dibilang ga boleh nangis lagi dan disuruh tidur karena sampe dirumah neneknya pasti ga akan tidur.
Tapi yang terjadi dirumah neneknya, malah kaya pasar malam banyak orang yang tertawa bukan nangis. Seperti ada pesta, banyak yang maen Go Spot dan minum, ayah mereka juga terlihat tertawa bahkan memperkenalkan anak-anaknya dengan senyuman, Bibi mereka juga terlihat bangga memamerkan cincin barunya.

Kakak paling tertua datang dari Amerika, Tuan Sung langsung meluk kakaknya menangis histeris karena ibunya dipanggil dengan cepat, begitu juga adik perempuanya menyesal karena ibu mereka ingin bertemu kakaknya, tapi tak bisa. Keempatnya langsung berpelukan menangis bersama-sama.
“Orang dewasa hanya menahannya, Mereka sibuk jadi orang dewasa dan bersikap seolah kuat akibat tekanan usia mereka, pada kenyatanya orang dewasa juga bisa tersakiti.”



Dong  Ryong dkk ingin nonton film dewasa di bioskop, awalnya yakin ga akan ada polisi yang berjaga tapi ternyata tiap malam polisi selalu berjaga buat anak-anak sekolah ga boleh masuk, akhirnya Dong Ryong dkk pake seragam tentara dan berhasil masuk.
Tapi didalam bertemu dengan ayah Dong Ryong sebagai pengajar yang selalu mencari anak-anak yang bilang belajar sebenarnya kabur ingin menonton film dibioskop termasuk salah satu musuh bebuyutanya, tapi karena ada Sun Woo mereka pun di bebaskan tanpa hukuman tapi diberi peringatan. 



Sun Woo yang baru pulang teringat sesuatu kalau kotak makan yang dibawa ibunya belum dimakan, melihat punggung ibunya akhirnya memakan kotak makan dengan sosis yang digoreng dengan telur, walaupun rasanya ga enak dan kadang-kadang ada kulit telor yang masuk, tapi tetap dimakan.
“Meski begitu, terkadang tak apa dibodohi. Jika kau bisa buat ibumu bahagia dengan membuatnya berpikir masakannya enak takkan sulit menelan masakan anehnya.”

Taek akhirnya menang lagi dalam kejuaran baduk di Cina, Ayah Duk Sun yang masih berduka mengajaknya minum bersama didepan rumah, saat Taek baru pulang.  Scene yang bikin mengharu biru lagi waktu, Tuan Sung tanya kapan paling rindu dengan ibunya. Taek yang biasanya terlihat dewasa dan pendiam mengalirkan Air mata mengaku setiap hari merindukan ibunya.
“Anak yang seperti orang dewasa hanyalah anak yang tak protes. Mereka hanya menyesuaikan diri dengan lingkungan orang dewasa dan ketika besar dengan terbiasa akan ilusi di sekitarnya. Anak yang seperti orang dewasa hanyalah anak. Ilusinya singkat, tapi kesalahpahaman bisa berlangsung lama. itu sebabnya ilusi menawarkan kebebasan sementara kesalahpahaman menjatuhkanmu.”

Empat sekawan, Jung Hwan Sun Woo, Dong Ryong dan Duk Sun udah ngebuat kejutan di rumah Taek, Semua keliatan sayang tapi bener-bener ga sabaran dan berisik banget, abis Taek niup lilin Duk Sun ngasih hadiah dari semuanya kaset tanpa di bungkus, terus suruh cepet-cepet potong kue dan langsung makan pake pisau kue.
Sun Woo langsung nyalain TV dengan volume yang besar sementara Jung Hwan dan Dong Ryong sibuk nyari minuman yang dibawa Taek dari China sebagai oleh-oleh mereka. Sementara Taek cuma bisa menutup kupingnya karena keberisikan teman-temanya. 

Kisah tentang Taek diceritakan, awalnya hanya mereka berempat yang tinggal satu komplek tapi akhirnya Taek pindah karena sang ibu meninggal dan memutuskan dengan ayah meninggalkan kampung halaman ibunya.
Setelah itu mereka pun bermain bersama walaupun Taek yang pendiam tetap selalu dijahili oleh Jung Hwan dkk, Duk Sun yang baik hati selalu mengandeng Taek untuk berlari bersama-sama. Jadilah mereka selalu naik kuda-kudan bersama, klo di Indonesia ini “odong-odong” 


Kempatnya mabuk bersama, Dong Ryong mulai nanya cewe yang paling cantik, awalnya dia suka sama anak seni yang terlihat pandai belajar, lalu berpikir kalau Duk Sun itu terlihat cantik.
Suk Woo terlihat setengah sadar membenarkan dengan senyuman malu-malu, Taek pun mengangguk, tapi bertanya pada Jung Hwan langsung duduk dengan nada marah mengumpat semuanya mabuk menganggap Duk Sun itu paling cantik. 

Kejadian paling memalukan karena Bo Ra yang membaca buku diary milik adiknya, ketahuan kalau Duk Sun menyukai seseorang. Berlanjut ke masa sekarang, Duk Sun membaca kembali Diarynya yang belum dibuang dan merasa aneh bisa menuliskan cerita itu.
Disampingnya terlihat pria tambun sambil minum kopi, terlihat kesal karena ketahuan Duk Sun memberikan coklat pada seseorang. Duk Sun kesal karena pria itu membaca buku diarynya. Si Pria terlihat kesal karena Duk Sun berteriak pada suaminya, Duk Sun merasa kalau memberikan coklat itu pada suaminya, tapi sang suami tak merasa menerimanya.

Tahun 1988
Kamera yang dibeli ayah Jung Hwan ternyata merekamnya, Duk Sun mendekati adik Sun Woo lalu dengan sengaja diam-diam memasukan coklat kedalam tas yang ditumpuk. Yang pertama kali keluar rumah Jung Hwan dengan Dong Ryong, lalu Taek dan Duk Sun dan yang terakhir Sun Woo mencium adiknya lebih dulu dan membawa tas yang sudah dimasukan coklat oleh Duk Sun.

bersambung ke episode 3 

Komentar
Ngeliat dari sifat asli suaminya yang suka adu mulut sama Duk Sun, gue yakin itu yang jadi suaminya Jung Hwan, tapi sepertinya Sun Won emang suka sama Duk Sun, begitu juga Taek karena Duk Sun dilihatnya cewe yang paling baik. Top banget deh TVN, bisa bikin drama yang ngeliatin masa remaja jaman tahun 1988 kaya gimana, tanpa internet dan smartphone. ckckck... *bohong yah tanpa smartphone orang tak bisa hidup, buktinya tahun ’88 mereka bisa tetap hidup* hihihihi....