Rabu, 30 September 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 10 Part 2

No Ra baru saja keluar dari stasiun bawah tanah, Dan (nama orang) sudah menunggunya didepan stasiun dengan memanggilnya “Nunna” lalu memuji yang terlihat cantik hari ini dan matanya langsung tertuju padanya. No Ra terlihat malu memintanya tak perlu berbohong, Dan menyakinkan ucapanya itu serius  dengan berkomentar bahwa Warnanya sangat cocok untukmu. No Ra pun mengucapkan terimkasih.
“Kau sudah lihat tempat date yang ku kirimkan padamu? Jalan Gyeonggi, Namsan tower, dan desa Hanok. Kau ingin pergi kemana?” tanya Dan
“Aku suka semuanya. Mari pergi ke tempat yang kau suka.” ucap No Ra
“Kalau begitu, mari putuskan sambil makan. Kau suka makan apa?” kata Don, No Ra mengatakn suka makanan apapun.
“Ayo makan yang ingin kau makan. Aku ingin makan yang ingin kau makan saja.” kata Dan, No Ra terlihat gugup mendengarnya.
Dan memberikan pilihan antara makanan menu Korean, American, Chinese, Japanese, Italian, Indian, or Spanish. No Ra memberitahu belum pernah makan masakan india, Dan pun setuju mereka akan pergi ke restoran india. 

No Ra binggung melihat Menu yang banyak sekali. Dan menyuruh NoRa untuk memilih pelan-pelan saja. No Ra makin gugup karena ada pelayan yang menunggu dan ia terlihat kebinggungan. Dan seperti mengerti lalu meminta pelayan untuk kembali lagi nanti.
“pilih saja sesuai keinginanmu sapi, babi, atau domba. Kau juga bisa pilih pedas, manis... Yang ini sangat enak. udang makhani, menunya ada udang didalamnya, rasanya manis dan lembut. dan Juga, ada yang plain, madu, dan rasa bawang.” jelas Dan yang terlihat sangat perhatian menjelaska dibuku menu.
“bisakah kita pesan masing-masing satu?” kata No Ra
“Kau bisa memesan seperti itu dan membaginya denganku.” ucap Dan, No Ra mengangguk dengan senyuman. 

Dan memberikan sepotong udang besar di piring No Ra lebih dulu, No Ra pikir karena Dan tinggal di Amerika, jadi Mungkin akan merasa kurang nyaman dengannya. Dan mengakui ada kalanya seperti itu tapi dirinya juga sangat tertarik padanya. No Ra menanyakan alasanya.
“Aku orang yang selalu ingin tau dan sedikit heran kenapa kau kuliah di usiamu sekarang dan menurutku itu sangat keren kau tidak pernah menyerah di kelas ini.” komentar Dan
“Ahh.. waktu Hari pertama di kelas? sampai sekarang aku masih malu.” ucap No Ra sambil meminum air digelas perak
“Saat pertama kali melihatmu di kelas, Aku pikir Nuna akan mengalami kesulitan untuk waktu yang cukup lama, Aku merasa tidak enak juga.” akui Dan lalu menuangkan air ke dalam gelas No Ra yang sudah habis.
No Ra terlihat tak bisa menerima pelayan seorang pria terhadapnya, Dan lalu membahas tentang No Ra yang mengambil pekerjaan paruh waktu lalu bertanya apakah ia mau melakukan "chill out" date, No Ra binggung dengan sebutan "chill out" date. 

Keduanya sudah pindah ke taman dan memilih untuk duduk dibawah pohon yang rindang. Dan menyiapkan tab dengan peyanggahnya, No Ra masih tak terpikir bisa nonton diluar seperti ini.  Dan menceritakan sering datang ke tempat itu akhir pekan untuk menghemat banyak uang. No Ra melihat judul film yang dipilih "Groundhog Day."
“Ini film pertama yang aku tonton dengan temanku di theater.” ungkap No Ra bahagia
“Benarkah? Menonton film lama adalah hobiku dan Film ini sangat menyenangkan. jika kau mengantuk, tontonlah sebelum tidur. Semua orang disini selalu melakukannya.” ucap Dan sambil memberikan earphone pada No Ra agar bisa mendengarkan bersama
No Ra awalnya menonton lalu matanya melihat pasangan yang berdua terlihat mesra sambil membaca buku bersama, lalu sepasang suami istri dengan anak balita. Sang suami terlihat sangat perhatian membaca anaknya yang menangis agar istrinya bisa tertidur sejenak.
Ia mengingat saat ada dijerman, Min Soo yang masih balita menangis. Tapi Woo Chul malah menatap marah dan No Ra akhirnya mengalah untuk membawa Min Soo keluar rumah agar Woo Chul bisa belajar. 

Di halte, No Ra menyuruh Dan untuk pulang saja lebih dulu karena ia bisa menunggu bus sendiri. Dan menjelaskan bahwa  Tidak ada pacar yang membiarkan pacarnya pulang sendirian, menurutnya ini sebuah pengorbanan tapi melihat No Ra terlihat terbebani. No Ra merasa menyangka Dan menganggapnya sebagai pacar.
“Aku tahu ini hanya role-play, Tapi anda adalah pacarku hari ini.” ucap Dan penuh perhatian layaknya pacar sungguhan.
“Terima kasih sudah memperlakukanku seperti pacar sungguhan hari ini. Aku sangat menyukainya.” ungkap No Ra, Dan juga merasakan hal yang sama. 

No Ra kembali ke kantor Hyun Suk meminta maaf karena datang terlambat 10 menit, Hyun Suk malah binggung melihat No Ra yang datang karena sebelumnya tak perlu datang. No Ra tahu hari ini Sang Ye libur jadi ingin mengambil gajinya. Hyun Suk menegaskan No Ra dibayar perjam dan itu tak lebih.
“Apa yang harus ku lakukan dengan anak muda itu? tiga setengah jam berlalu dengan menyenangkan.” ungkap No Ra bahagia
“Apa ada yang tidak mennyenangkan? Apa dia kasar padamu?” tanya Hyun Suk khawatir
“tidak!! Dia Menyenangkan, dan sangat rapi. Kami makan bersama, "chill out" date di taman.” cerita No Ra sumringah. Hyun Suk malah mengejek hanya itu saja yang mereka lakukan dengan pergi ke taman.

“Kami ingin bersantai, karena aku bekerja paruh waktu setiap hari. Dia sangat baik, bahkan Dia bertanya padaku "mau makan apa?", dan menjelaskan semua yang ada dalam menu, Lalu memuji pakaianku. Mungkin karena ia terbiasa tinggal di Amerika sama  sepertimu membukakan pintu” cerita No Ra bangga, Hyun Suk merasak pria itu bukan teliti tapi hanya tatakrama seorang pria
“Dia pendengar yang baik, dan juga pandai menangkap gurauanku, bahkan mengantarku kesini.” tambah No Ra, Hyun Suk malah menatap No Ra dengan waja heran, No Ra binggung dengan tatapan temannya itu.
“Ha No Ra. Lalu... bagaimana kau hidup didunia selama ini?” komentar Hyun Suk sedih yang melihat No Ra seperti baru pertama kali diperlakukan baik oleh seorang pria. No Ra memilih untuk tak membahasnya dan pergi untuk bersih-bersih. 


Hye Mi dan Min Soo juga berkencan, melihat pedagang jepitan Hye Mi mampir memilih jepitan dan meminta tanggapan Min Soo, tapi Min Soo terlihat tak bergairah saat meminta memilh mana yang bagus. Hye Mi ngambek dan pergi tanpa memilih, Min Soo mengejarnya menarik tangan Hye Mi menjelaskan bahwa semua pita itu cocok denganya dan terlihat cantik.
“Kau benar-benar aneh hari ini, Pikiranmu ada di tempat lain. Sepertinya kau sedang tidak ingin pergi ke taman hiburan, Jadi kita batalkan saja. Bahkan Kau tidak makan di restaurant favoritmu.”keluh Hye Mi, Min Soo meminta maaf.
“Apa ini karena kau di keluarkan dari club? Peraturannya aneh sekali. Aku yakin anggota club itu tidak akan bisa mendapatkan wanita.” umpat Hye Mi kesal, Min Soo tersenyum lalu teringat sebelum melihat ayah dan ibunya yang tidur terpisah
“Apa yang akan kau lakukan jika kau tahu kedua orang tuamu akan bercerai?” tanya Min Soo, Hye Mi menduga orang tua Min Soo akan bercerai.

Min Soo menyangkal kalau ini  cerita temanya dan bertanya tentang apa yang harus dilakukanya. Hye Mi malah heran dengan Min Soo yang mengkhawatirkan orang tua temanya yang bercerai. Min Soo beralasan bahwa ini teman baiknya dan menanyakan apa yang akan dilakukan apabila masalah ini datang pada pacarnya.
“Aku tidak pernah memikirkannya,tapi aku akan coba untuk menghentikan mereka. Tapi hanya karena anak mereka menghentikan mereka.. Tidak berarti mereka akan membatalkannya. Itu pilihan mereka.” komentar Hye Mi
“Tetap saja, Aku akan bilang padanya agar dia menghentikannya” kata Min Soo
“Cari dulu alasan kenapa orang tuanya ingin berpisah, Mungkin percuma saja menghentikan mereka. Tapi Mungkin juga ini kesempatan yang bagus bagi temanmu untuk hidup sendiri. Orang tuanya mungkin membelikan sebuah tempat tinggal untuknya dan membayar semua kebutuhan hidupnya. Selama mereka tidak bertanya dengan siapa ia tinggal apakah akan tinggal dengan ayah dan ibunya, maka  Dia harus hidup mandiri.” jelas Hye Mi, Min Soo terlihat menghela nafas dengan wajah binggung. 


Drama kelas Hyun Suk
Soon Nam memulai dengan judul "untuk menjadi atau tidak menjadi? Itu pertanyaan."  No Ra membalikan papan namanya bertuliskan dirinya sebagai [Malaikat Maut]
“Hamlet, semua yang kau khawatirkan, Sekarang berhentilah. Kau akan mati besok.” ucap No Ra, Soon Nam terlihat tak percaya  karena esok akan mati.
“Hamlet, jika kau mati... Aku akan mengambil ini. Aku tidak perlu khawatir soal biaya kuliah jika aku menjualnya.” ucap Seung Hyun mengambil mahkota emasnya.
“Tidak, jangan! Aku belum menikah!” kata Soon Nam mengambil kembali mahkota dari tangan Seung Nam.
No Ra mengeluarkan pedangan, mengatakan waktunya sudah telat. Soon Nam langsung berlutut agar meminta diselamatkan. No Ra pun bertanya apa yang akan dilakukan Soon Nam jika menyelamatkanya.

“Jika kau membiarkanku hidup... Aku akan giat belajar, dan mencari pasangan semampuku. Apapun itu! biarkan aku hidup!” kata Soon Nam memohon
“sebagai balasannya... Aku akan mengambil mahkota ini. Kau akan makan dengan sendok perak, bukan sendok emas. Apa Kau masih ingin hidup?” ucap No Ra mengambil mahkota dan Seung Nam memberikan sendok perak.
“Loteng atau gudang? Itu pertanyaannya.” ucap Soon Nam mengangkat sendoknya.
“Hidup? Itu pertanyaan.” kata No Ra dan Seung Hyun bersamaan lalu ketiganya tertunduk sebagai tanda pertunjukan mereka selesai. Semua memberikan tepuk tangan, Hyun Suk tersenyum melihat ide dari yang dibuat ketiganya karena membuatnya  sangat terkesan. Ketiganya pun tersenyum bahagia.
“Orang yang memilih untuk matipun pada akhirnya akan tetap meminta bantuan. Itulah manusia. Hidup karena tidak ingin mati, atau hidup untuk mencari sesuatu. Pilihan ada di tanganmu. Pada tim hijau yang sudah memberi kita kesempatan untuk merenungkan hidup... Ini hadiahmu.” ucap Hyun Suk memberikan hadiah 

Woo Chul baru saja selesai bertemu dengan Tuan Jung, untuk bertemu di pertemuan berikutnya, Woo Chu juaga meminta untuk menghubunginya jika sudah membuat keputuasn, Tuan Jung mengerti lalu keduanya berpisah. Woo Chul mengeluarkan ponselnya dengan senyuman.
Hyun Suk berjalan sendirian di trotoar sambil melamun teringat pertemuan pertamanya dengan No Ra ditaman “Aku sudah berbuat salah padamu beberapa waktu yang lalu, benar kan?” lalu terlihat ketakutan saat melihat suaminya dan berkata “Aku minta maaf karena tidak memberitahumu.”

Ponselnya berdering, terlihat nama  [Professor Kim Woo Chul] Hyun Suk langsung berkata sudah menunggu telp darinya dan bertanya akan bertemu dimana. Woo Chul malah membalas Hyun Suk itu memang musuhnya yang paling hebat karena tahu bahwa ia yang akan menelpya.
Keduanya bertemu dikantor, Hyun Suk sambil menungkan air bertanya Apa yang ingin dikatakan, Woo Chul menegaskan Ada dua hal yang ingin diperjelas, yaitu yang pertama adalah ia tidak mau jadi konsultan projectnya lagi. Hyun Suk heran mendengar Woo Chul mengatakan tidak mau. Woo Chul menegaskan bahwa ia tak mau.
“Aku senang mendengarnya, aku akan sangat mengapresiasinya jika kau mau mengulanginya lagi. Mari kita rekam.” ucap Hyun Suk mengeluarkan ponselnya
“Aku adalah orang brengsek jika memberimu konsultasi lagi. Puas?” kata Woo Chul, Hyun Suk mengejek apakah itu terekam suaranya.
“Yang kedua.... Jangan mempekerjakan istriku disini.” tegas Woo Chul, Hyun Suk menanyakan alasan dirinya tak boleh
“Aku pelindung Ha No Ra, jadi Jangan mengambil keuntungan dari wanita polos sepertinya.” uca Woo Chul

Hyun Suk mengejek dengan Woo Chul sebagai pelindung, Woo Chul membalas pemainan apa yang ditunjukan Hyun Suk sekarang, lalu bertany dengan nada tinggi alasan Hyun Suk menarik Yi Jin padahal yang disukainya adalah No Ra dan malah memberikan No Ra padanya dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang dinginkannya.
“Aku tidak tahan lagi. Di matamu, Apa aku terlihat mengembil Kim Yi Jin darimu? Aku memberikan No Ra padamu, karena dia menginginkan keluarganya, Jadi aku melakukan dua hal itu untuknya. Itulah kenapa aku menarik Kim Yi Jin, bajingan Aku mengambil Kim Yi Jin karena dia wanitamu.” Tegas Hyun Suk meluapkan semua emosinya, Woo Chul kaget
“Jangan mencoba untuk mengelak. Aku juga melihatmu di theater. Jadi... Cepat akhiri, atau aku akan menghabisimu dengan tanganku. Tapi... lebih baik kau mengakhirinya sebelum Kim Yi Jin kau tentang Ha No Ra dan No Ra mengambil kelas Kim Yi Jin. Jika kau membuat kehidupannya di sekolah tidak nyaman, maka Aku tidak akan tinggal diam.” ucap Hyun Suk tak memberikan waktu untuk Woo Chul berbicara.

“Jadi Kau sedang mengancamku sekarang?” kata Woo Chul membela diri, Hyun Suk menegaskan bahwa  ini peringatan.
Woo Chul malah mengejek Hyun Suk yang tak punya hak memberikan peringata seperti itu padanya. Hyun Suk menegaskan bahwa ia punya hak karena menyukai Ha No Ra. Woo Chul terdiam, Hyun Suk tahu Woo Chul itu sangat iri dan sebenarkanya masih punya perasaan pada No Ra.
“Professor Cha... Kau sangat aneh sampai-sampai aku tidak bisa memahamimu! Kau bilang kau punya perasaan pada No Ra.” ucap Woo Chul dengan nada tinggi
“Dia ingin keluarganya, dan selama kau masih jadi suaminya... Aku tidak akan mengatakan hubunganmu dengan Kim Yi Jin, tidak pada No Ra atau siapapun itu. No Ra tidak tau bahwa aku memperingatkanmu masalah ini. jangan sampai dia tau. Dan Juga, Kau sendiri yang bilang kau tidak mau membantu project ku. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.” tegas Hyun Suk dengan mata melotot, Woo Chul hanya bisa diam tak bisa berkata-kata. 


Yi Jin sedang berkerja diruangannya mendapatkan telp dari Ketua Yoo, Sungsam. Dengan sopan bertanya apakah ada yang bisa dibantu olehnya, lalu memberitahu bahwa kampus mereka mensponsori project Professor Cha "You and I".
“Apa? Hal yang sama telah diterima Grup Sumsang?” ucap Yi Jin kaget.
Woo Chul masih menatap kosong saat keluar dari tempat Hyun Suk, seperti tak menyangka selama ini Hyun Suk sudah tahu perselingkuhan dengan Yi Jin dan tak ingin Yi Jin mengetahuinya karena tepat ingin kembali ke keluarganya. Pesan Yi Jin masuk “Datang ke kantorku sekarang. Sekarang!” Woo Chul bertanya-tanya apakah terjadi sesuatu yang gawat. 

Yi Jin terlihat menahan tangisnya tak mau menatap sang pacar, Woo Chul menjelaskan menjadi konsultan di Sungsam group tidak bisa dibandingkan dengan project Professor Cha. Yi Jin menjelaskan bahwa kampus mereka itu membutuhanya dan dengan cara itu Woo Chul bisa menikahinya.
“Jika kita punya tempat yang lebih besar di luar sana. Bukankah itu akan memudahkanku untuk mendapat ijin dari ayahmu?” tegas Woo Chul
“Itu Kata siapa? Sejak kapan kau begitu sembrono memperhitungkan sesuatu?” komentara Yi Jin mengejek
“Aku pikir kau sangat menginginkan yang terbaik untukku.” kata Woo Chul

“Menunjukan sikap bijaksana, itu tidak apa-apa. Tapi jika kau mengupas lapisan itu untuk kedua kalinya. Aku benar-benar tidak bisa memahamimu.” ucap Yi Jin dengan wajah cemberut lalu duduk.
“Pria... akan mengorbankan hidupnya demi harga diri. Sebenarnya, bekerja dengan Professor Cha...Aku tidak ingin jadi penasehatnya lagi.” tegas Woo Chul
Yi Jin tak paham alasan Woo Chul yang sangat tidak suka pada Cha Hyun Suk. Woo Chul beralasan karena Hyun Suk yang tertarik padanya. Yi Jin melonggo lalu bertanya darimana Woo Chul barusan. Woo Chul mengakui  sudah bilang pada Professor Cha bahwa akan berhenti jadi penasehatnya. Yi Jin tak percaya Woo Chul Sudah berbicara itu semua. Woo Chul sadar kali ini sedikit gegabah.
“Kim Woo Chul...sebenarnya apakah menikahiku adalah prioritas pertamamu?” tanya Yi Jin, Woo Chul terdiam mendengar pertanyaan Yi Jin. 


Yoon Young sedang berlatih dan kaget melihat seorang anak muda yang bisa masuk ke dalam tempat latihan balet. Min Soo ingin memperkenalkan dirinya, tapi Yoon Young sudah berteriak memanggiln namanya dengan wajah bahagia. Min Soo binggung karena Yoon Young bisa mengenalnya.
“Ibumu menunjukan fotomu tiap hari. tentu aku tahu! Apa yang membawamu tiba-tiba datang ? Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?” tanya Yoon Young yang sudah ada didekat Min Soo
“Aku ingat ketika ibuku membawaku kesini saat aku masih SD dan tidak sengaja lewat sini, dan ingin menyapa bibi.” kata Min Soo, Yoon Young dengan wajah heran mengajak Min Soo untuk duduk. 

Dikantornya, Min Soo tertunduk dengan secangkir teh didepannya. Yoon Young bertanya kenapa Min Soo terlihat suram di usia 20 menurutnya ada suatu alasan untuk mencarinya. Min Soo menyangkal, Yoon Young memberitahu  sudah mengajar selama 13 tahun dalam urusan seperti ini lalu bertanya apa masalah Min Soo sekarang.
“Kau satu-satunya teman ibuku. Apa dia menceritakan semuanya padamu?” tanya Min Soo memberanikan diri.
“Tidak semuanya, tapi mungkin aku tahu apa yang ingin kau tanyakan.” kata Yoon Young seperti sudah tahu apa yang ingin ditanyakan Min Soo
“Kau tahu kenapa ibuku pergi kuliah?” tanya Min Soo
“Ceritanya rumit. Sebelum aku jelaskan padamu. Sepertinya kau harus mendengarnya langsung dari ibumu. Kenapa kau tidak tanya dia saja?” saran Yoon Young
“Aku lihat...perjanjian notaris kedua orang tuaku.” akui Min Soo, Yoon Young melotot kaget Min Soo bisa tahu tentang hal itu. Min Soo juga tak kalah kaget teman ibunya itu mengetahui juga hal itu.
“Apa mereka akan benar-benar bercerai? Apa alasannya? Kenapa mereka tidur di ruang terpisah? Dan kenapa ibu pergi kuliah jika ia tau ia akan bercerai?” tanya Min Soo sangat panik,
Yoon Young meminta Min Soo tenang karena dirinya hanya sebagai pihak ketiga. jadi hanya akan cerita padamu fakta yang di ketahui dan ia bisa mendengar sisanya dari orang tuanya sendiri. Min Soo terlihat bisa sedikit tenang walaupun terlihat tegang. 

Woo Chul duduk didalam ruangan kampusnya, dengan tangan disamping kepalanya berpikir dengan ucapan Yi Jin “Kim Woo Chul... apakah menikahiku adalah prioritas pertamamu?” lalu peringatan Hyun Suk “Segera akhiri hubungan kalian,Atau aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri.”  lalu teringat saat dirinya terpana melihat No Ra yang mengunakan dress pergi keluar rumah.
Ia lalu menatap timbangan diatasnya, seperti lebih memberatkan No Ra tapi Yi Jin memberikan papan bahwa  dengan memilikinya menjadi bagian Woo Cheon University dan menantu Rektor dan akhirnya terlihat memilih Yi Jin karena lebih banyak keuntungan.
“Cha Hyun Suk adalah masalahnya, Dia terlalu dekat dengan keduanya.” keluh Woo Chul 

Tiba-tiba Min Soo datang ke kantornya, Woo Chul heran melihat anaknya datang pada jam yang tak biasa. Min Soo meminta maaf karena Ada sesuatu yang ingin ditanyakan padanya.
“Apa ibu pergi kuliah karenamu?” tanya Min Soo, Woo Chul kaget mendengar penyataan anaknya.
“Aku sudah lihat perjanjian kalian dan sudah bertemu dengan bibi Ra Yoon Young. Tolong jawab. Apa kau meminta ibu untuk bercerai?” tanya Min Soo ingin mendengarkan penjelasanya.
“Kenapa dia cerita masalah orang dewasa seperti itu?” keluh Woo Chul pada Yoon Young
“Bagaimana bisa kau melakukannya? Dia ibuku. Bagaimana bisa kau ingin menceraikan ibu hanya karena kau menganggap ibu bodoh? Apakah hal seperti itu bisa disebut alasan? Ibu selalu baik pada kita...” tegas Min Soo tak terima
“Kau benar. Kalian punya ikatan yang tidak dapat terputus, Itu beda dengan ikatan suami istri. Meskipun begitu... Kau juga benci ibumu, menurutmu dia juga menjengkelkan. Tidak bisa komunikasi adalah kesalahan yang sangat fatal.” jelas Woo Chul lalu berpura-pura dirinya sedang sibuk,
“Karena dia ibuku. Tidak perduli apa yang ku katakan, ia tetaplah ibuku.” tegas Min Soo tak terima, Woo Chul ingin marah karena Min Soo ikut campur tapi memilih untuk membahasnya lain kali saja.

No Ra masuk ke dalam kamar anaknya yang berantakand dan sengaja e menganti selimut yang baru saja dibelinya. Min Soo datang dengan dingin bertanya apa sedang dilakukan ibunya dikamarnya, No Ra dengan lembut meminta maaf karena sebenarnya ingin menyelesaikannya sebelum anaknya pulang dan memberitahu membelinya dengan uanganya sendiri.
“Kenapa ibu beli barang seperti ini?” tanya Min Soo dingin, No Ra melihat selimut anaknya sudah jelek
“Aku tidak peduli mau selimutku bagus atau jelek. kenapa kau peduli? Kau sudah memutuskan untuk mati sendirian.” teriak Min Soo marah, No Ra binggung mendengarnya. Min Soo memperlihatkan surat penjanjian pada ibunya.
“Aku menemui bibi Yoon Young, Dia sudah cerita semuanya. Kau didiagnosa mengidap kanker dan Ibu sudah periksa kesehatan juga. tapi kau tidak cerita sedikitpun. bahkan padaku.” kata Min Soo, No Ra ingin menceritakan tapi Min Soo kembali berbicara
“Ibu mau mati, tanpa bicara sepatah katapun. Apa kau berencana mati sendirian? Aku masih anakmu,  Tidak peduli sejelek apapun kau, Aku masih anakmu.” ucap Min Soo menahan tangisnya.
No Ra tersenyum menurutnya tak mungkn tidak bercerita pada anaknya karena  Min Soo sedang tumbuh menjadi pria yang disukai banyak orang, jadi ingin bilang padamu setelah 3 bulan. Min Soo menanyakan alasannya,  No Ra melihat Min Soo baru saja jadi mahasiswa dan bertanya apakah Yoon Young tak bercerita padanya.
“Apa kau ingin mati sendirian dalam tiga bulan itu? Bagaimana jika ibu benar-benar mati sebelum saatnya tiba? Apa yang harus aku lakukan?” kata Min Soo menahan sedihnya, No Ra dengan mata berkaca-kaca mengatakan dirinya tak akan mati
“Apa itu penting? Kenyataannya kau memikirkannya, hal itu penting.” ucap Min Soo
“Maaf. Aku tidak tau kau akan berpikir seperti itu.” kata No Ra

Min Soo memegang tangan ibunya sambil meminta maaf karena membuatnya merasa kesepian,lalu memeluk ibunya dan menangis, No Ra juga ikut menangis sambil menempuk pundak anaknya. Min Soo bertanya kenapa ibunya tak bisa pada ayah tentang penyakitnya, menurutnya meskipun mereka sepakat bercerai ayahnya pasti tidak akan melarang kalau ibunya bercerita.
No Ra hanya menepuk punggung anaknya agar lebih tenang, saat itu Woo Chul lewat pintu kamar dengan wajah sinis tapi berlalu begitu saja. Akhirnya di atas tempat tidurnya, No Ra mengingat ucapan Min Soo “Kenapa ibu tidak cerita pada ayah bahwa ibu sakit kanker?”
Lalu teringat dengan komentar Hyun Suk yang terlihat heran “Ha No Ra... bagaimana bisa kau hidup di dunia dengan cara seperti ini?” dan ucapan Woo Chul yang terdengar meremehkan “Kenapa kau tidak tanya cerita romance baruku dengan wanita itu? Siapa dia, kerja apa dia, kapan aku bertemu dengannya. Kau tidak bisa menanyakannya? Apa Kau takut?”

Malam harinya, Woo Chul duduk memikirkan dirinya seperti terjepit batu dan tempat yang keras dan bertanya-tanya apa yang harus dilakukanya, setelah berpikir keras wajahnya tersenyum karena menemukan solusinya.
Esok paginya dikantor, ia ingin mengirimkan pesan pada istrinya “No Ra, ayo bicara. Ini penting.” tapi berpikir nanti No Ra bisa mengabaikan SMS. Saat sedang berpikir tiba-tiba No Ra yang lebih dulu menelpnya, No Ra mengajak suaminya untuk bertemu dan penting. 

Woo Chul datang ke restoran, seperti terpana melihat No Ra yang duduk menunggunya. No Ra melihat Woo Chul yang datang terlihat seperti wanita yang sangat polos. Woo Chul pun duduk melihat No Ra yang datang lebih dulu, No Ra memberikan sudah memesan kopi lebih dulu  karena  suaminya lebih suka kopi dingin.
“Kau tidak tanya pendapatku. Kenapa kau ingin bertemu denganku?” tanya Woo Chul, No Ra bertanya balik pada suaminya dengan nada polos
“Kau dan aku punya point negosiasi yang baik, Aku lupa tentang itu. Kau bisa kuliah tahun depan, di Universitas yang berbeda. Mulai sekarang, Aku akan mendukungmu dengan keadaan apapun.” ucap Woo Chul, No Ra menyimpulkan Woo Chul ingin dirinya pindah ke kampus lain tahun depan.
“Ya. Kau bisa kuliah seperti yang kau inginkan Dan aku akan punya kehidupan yang bebas sepenuhnya. Jika kau mau keluar WooCheon, semuanya akan selesai.” jelas Woo Chul
“Semua masalah akan terselesaikan jika kau keluar dari Woo Cheon University. Lalu Aku bisa bilang pada Cha Hyun Suk bahwa aku berpisah dengan Yi Jin. Kita akan bercerai sebelum tanggal 2 Juni. Apa yang bisa Cha Hyun Suk lakukan jika kita bercerai? Dia pasti akan sangat menyukainya.” gumam Woo Chul bahagia dengan rencananya. 

Woo Chul pun bertanya apa pendapat istrinya, menurutnya itu bukan ide yang buruk, lalu tersadar dari lamunanya dengan teriakan No Ra yang memanggilnya. No Ra mengingatkan suaminya yang harus mengajar hari ini,  Woo Chul yang sedari tadi melamun membenarkan dirinya harus mengajar.
“Kalau begitu ayo ke Pengadilan dan atur perceraiannya.” kata No Ra, Woo Chul kaget dengan ucapan No Ra sambil menaruh kopinya. No Ra pun mengeluarkan surat perjanjian dan pengajuan surat cerai yang tinggal ditanda tangani.
Woo Chul tak bisa menutup wajahnya yang melonggo melihat dua surat didepan matanya, No Ra menegaskan kembali supaya mereka segera pergi ke pengadilan sekarang juga. Woo Chul makin tak percaya No Ra malah yang meminta mereka bercerai secepatnya.
bersambung ke episode 11


Selasa, 29 September 2015

Sinopsis Second Time Twenty Years Old Episode 10 Part 1

“Apa yang akan kau lakukan...jika aku menyukai dia?”tegas Hyun Suk menatap, Woo Chul meremas botol obatnya dengan penuh amarah dan tetap menatap Hyun Suk merasa tak mau kalah.  Hyun Suk tersenyum melihat Woo Chul yang terlihat marah.
“Apakah kau cemburu sekarang?” ejek Hyun Suk, Woo Chul mengingat Hyun Suk yang bilang tak suka dengan No Ra.
“Aku pikir itu bukan masalah bagimu... selama Ha No Ra tak ada kaitannya denganku” balas Hyun Suk, Woo Chul sebelum itu mengatakan bahwa No Ra hanya menganggap Hyun Suk sebagai teman SMAnya jadi tak ingin terlihat lemah dihadapannya

Woo Chul menatap Hyun Suk seperti kedudukanya terasa lemah, Hyun Suk pikir kali ini tak perlu persetujuan darinya. Woo Chul kembali bertanya apaka Hyun Suk benar-benar menyukainya dan itu salah satu sebabnya mengajak istrinya itu berkerja di kantornya.
“Kau sudah mempersulit hidupmu sendiri. Jika kau merasa khawatir, bawa saja istrimu Dan segera rawat dia. Jika kau melakukannya, apa artinya seorang pria sepertiku berani membelai wanita yang sudah menikah? Mengapa kau tidak pergi? Aku pikir istrimu sedang menunggumu Atau mungkin dia mencariku?” ucap Hyun Suk dengan ponsel yang berdering. Woo Chul hanya bisa diam. 

Hyun Suk berjalan menjauh, meminta maaf karena lama mengangkat telpnya. Woo Chul tak percaya istrinya itu menelp Hyun Suk dibanding dirinya. Hyun Suk lalu berbisik bertanya pada Sang Ye “Apa yang akan kau coba lakukan?”
“Aku akan membiarkan Ha No Ra kesempatan untuk bersama suaminya. Ha No Ra tidak bisa menyerah pada suaminya, kan? Jadi aku pikir itu bisa menjadi kesempatan besar, itulah sebabnya aku mengirimnya untuk menggantikan aku. Apakah aku melakukan sesuatu yang bodoh lagi?” jelas Sang Ye terlihat ketakutan
“Tidak, kau melakukannya dengan baik... Kerja bagus. Jika itu yang diinginkan oleh No Ra, aku kan lakukan sebagai sebagai teman.” tegas Hyun Suk, sambil mengingat ucapan Woo Chul yang mengakui No Ra adalah istrinya.
“Sejak No Ra datang ke sini, maka Aku akan menghentikan semua ini.” ucap Hyun Suk lalu menutup telpnya, tapi ketika melihat lagi kebelakang Woo Chul sudah pergi menaiki tangga. 

Disisi villa lainya, Yi Jin sudah menunggu mengeluh Woo Chul yang datang terlambat. Woo Chul beralasan bertemu dengan seseorang, lalu seperti merasa tak nyaman mereka bisa bertemu seperti sekarang. Yi Jin malah merasa menyukainya karena sangat mendebarkan lalu mengajaknya jalan bersama. Di belakang Hyun Suk melihat peselingkuan Woo Chul dengan Yi Jin.
Sementara Di kamar, No Ra beristirahat teringat saat Hyun Suk yang memberikanya teh lalu akan pergi ke kamar untuk menyalakan pemanas. Ia melihat teh yang dibuat Hyun Suk itu teh putih. Lalu bertanya-tanya bagaimana Hyun Suk bisa tahu teh putih untuk pereda gangguan perencanan. Terdengar ketukan pintu, Hyun Suk memintanya untuk keluar. 

Hyun Suk mengajak No Ra untuk berjalan-jalan karena Bergerak sangatlah baik untuk menyembuhkan perutnya yang sakit. No Ra juga ingin menghirup udara segar, Hyun Suk memberikan jaket milik Sang Ye yan tertinggal di mobilnya karena malam hari udaranya cukup dingin.
Woo Chul dan Yi Jin juga jalan bersama, membahas mereka yang akan pulang bersama besok sore. Tapi Woo Chul merasa sangatlah berbahaya bagi mereka apabila pulang bersama. Yi Jin heran karena dari awal mereka sudah merencanakanya, lalu mengerti itu karena Hyun Suk kenal dengan istrinya.
Tiba-tiba Yi Jin melihat kearah bawa, Hyun Suk yang berjalan dengan No Ra, Woo Chul langsung bersembunyi di balik pohon dengan curiga, Yi Jin pikir keduanya itu ada sesuatu.
“Tapi aku berpikir bahwa Ha No Ra.cukup karismatik.Dia bahkan mendapat karangan bunga dari pengagum rahasia.” kata Yi Ji, Woo Chul mengingat terakhir kali melihat No Ra mendapatkan buka, lalu melihat Hyun Suk terlihat mendekat dan merapatkan risleting jaket yang dipakai No Ra, Woo Chul terlihat panik. 

No Ra merasa keadaannya baik-baik saja, tapi Hyun Suk yang perhatian kalau No Ra bisa masuk angin dan menambah parah sakit pencernaan. Tiba-tiba mata mereka saling menatap dan terlihat canggung. Hyun Suk menegaskan melakukan itu supaya No Ra tak kedinginan
“Ngomong-ngomong, Bagaimana kau tahu cara mengobati gangguan pencernaanku?” tanya No Ra penasaran.
“Aku tahu ketika berada di warung nenekmu.” akui Hyun Suk
“Oh, aku tahu. Tapi kenapa aku tidak pernah tahu tentang hal ini?” ucap No Ra
“Itu Karena kau dan nenekmu tidak mengenal satu sama lain. Dan aku berpura-pura jika aku tak mengenalmu dengan baik.” jelas Hyun Suk lalu berjalan, No Ra mengerti itu jadinya ia tak pernah tahu dengan hal itu.
“Cha Hyun Suk. Kau sangat luar biasa. dan sangat tak terduga.  Hari ini, kau merawatku seperti kakakku.” komentar No Ra sambil berjalan, dengan bangga Hyun Suk merasa dirinya cukup cekatan dan temanya itu tak bosan denganya.
“Hei, jika sekali lagi kau berubah padaku maka itu akan menjadi hari terakhir untuk hubungan kita berdua. Selamanya!” ancam No Ra, Hyun Suk mengerti sambil tersenyum. 

Yi Jin dan Woo Chul sengaja datang berbeda arah, sementara No Ra dan Hyun Suk datang bersamaan. Sebelum masuk ke dalam kamar, Hyun Suk memberikan baju ganti untuk No Ra tidur agar lebih nyaman.
“Darimana kau dapatkan baju itu?” tanya Woo Chul dengan lirikan sinis, Hyun Suk dengan senyuman memberitahu kalau itu baju miliknya. No Ra pun mengucapkan terimakasih sambil berbisik lalu masuk ke dalam kamar. Woo Chul hanya bisa melonggo karena Hyun Suk bisa memberikan perhatian pada istrinya sementara ia hanya bisa diam.
Di rumah, Min Soo duduk sendirian didalam kamarnya membaca surat perjanjian cerai ayah dan ibunya, “Mulai dari tertera sampai seterusnya, Kim Woo Chul dan Ha No Ra akan dianggap benar-benar bercerai.” lalu Woo Chul mengirimkan pesan pada anakna kalau tak bisa pulang kerumah karena ada seminar. Sementara No Ra beralasan tak pulang karena harus lembur dari pekerjaan paruh waktunya. Min Soo tak percaya ibunya harus bersusah-susah berkerja paruh waktu. 

Pagi hari
Woo Chul terlihat sengaja melirik istrinya yang berdiri disampingnya, Yi Jin dan Hyun Suk datang bergantian. Hyun Suk pun mengajak semuanya untuk melakukan sesuatu sebelum pergi dari tempat itu.
“Profesor Choi dan Profesor Jung, Kau membawa peralatan golf. Bagaimana denganmu, Profesor Kim Yi Jin?” tanya Hyun Suk, Yi Jin terlihat binggung menjawabnya.
“Mari kita pergi bersepeda bersama-sama. Bersepada di disini sangat indah. Dan cukup romantis juga.” ajak Hyun Suk
Yi Jin berpikir Hyun Suk mengajaknya untuk berkencan, Hyun Suk lalu mengajak No Ra dan Woo Chul ikut bersama mereka juga. Yi Jin malah berpikir seperti double date. Hyun Suk pun menyindir Woo Chul yang terdiam karena ingin segera pulang ke Seoul, Woo Chul dengan wajah sinis menegaskan akan ikut bersepeda. 

Yi Jin yang melihat sepeda pasangan tak pernah menaikinya begitu juga No Ra, Woo Chul melirik karena keduanya terlihat begitu akrab. Hyun Suk datang memberitahu mobil mereka akan dibawa sampai ke restoran.
“Aku belum pernah naik sepeda ini sebelumnya. Sepertinya aku bisa mencobanya, ini karenamu juga.” kata Yi Jin dengan nada genit.
“Tentu saja. ada seorang pun yang tak akan mendapatkan keuntungan, jika berkenalan denganku. Bagaimana jika kita bertaruh dengan balapan dari sini sampai ke restoran?”ajak Hyun Suk, Woo Chul pun menyanggupinya.
Hyun Suk langsung mengambil tas No Ra lalu menaruhnya didepan dan mendudukan No Ra dibelakang Woo Chul binggung melihat Hyun Suk sudah duduk di atas sepeda. Hyun Suk menyindir Woo Chul hanya berdiri dan mungkin hanya bertiga saja yang balapan. Woo Chul pun akhirnya naik ke sepeda, tapi kalah cepat dengan Hyun Suk karena Yi Jin melupakan standar sepedanya yang belum dinaikan. 

Woo Chul mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga agar bis membalap Hyun Suk, tapi Hyun Suk terlihat santai mengayuh sepedanya bersama No Ra. Melihat suaminya ada disampingnya, No Ra memalingkan wajahnya dan Hyun Suk kembali mengayuh sepeddanya dengan cepat, No Ra terlihat sangat bahagia. Woo Chul kembali mencoba mengalahkan Hyun Suk.
Akhirnya Hyun Suk dan No Ra saling berhigh-five karena yang pertama kali sampai direstoran. Woo Chul mencari-cari alasan tempat duduk sepedanya yang harus diperbaiki dan mengajaknya mengulang kembali. Hyun Suk menunjuk mobil mereka sudah ada terparkir disana. Yi Jin pikir sudah tak ada gunakan jadi lebih baik mereka mentraktir Hyun Suk dan No Ra makan siang. 

Hyun Suk terlihat sedih memberikan makananya, lalu mengambalikan tas pada No Ra, lalu mengajak mereka sebelum pulang. Woo Chul binggung, Hyun Suk pikir mereka bisa ditraktir makan nanti saja lalu menarik Yi Jin untuk menaiki mobilnya.
Yi Jin tak bisa menolak karena Hyun Suk suda mendorongnya masuk kedalam mobil. Hyun Suk pun pamit, No Ra dan Woo Chul binggung melihat Hyun Suk yang menarik Yi Jin masuk kedalam mobil dan pergi, keduanya saling menatap binggung. 

Di dalam mobil
Yi Jin heran karena Hyun Suk yang melakukan ini padanya. Hyun Suk membalas tak ada hukum yang mengatur tindakanya itu tak boleh dilakukan. Yi Jin binggung karena Hyun Suk melakukan secara tiba-tiba. Hyun Suk pun berdalih  Jika, niatnya ketahuan maka  tidak akan menyenangkan lagi.
“Aku hanya ingin mencoba melakukan hal ini. “Ayo, kita ke mobilku.” tegas Hyun Suk
“Apa yang kau ... maksud dengan itu?” tanya Yi Jin makin bingung
“Pikirkan hal itu sampai kita ke Seoul, Kau itu pintar.” ucap Hyun Suk santai, Yi Jin bergumam dalam hati kalau Hyun Suk itu benar-benar menyukainya. 

Di dalam mobil lainya, Woo Chul menanyakan apa sebenarnya yang terjadi dan sejak No Ra itu berkerja paruh waktu dengan Hyun Suk, lalu ingin tahu apa yang dikatakan Hyun Suk saat memintanya untuk berkerja. No Ra malah menyuruh Woo Chul untuk menatap kedepan karena mungkin mereka akan mengalami kecelakaan.

Woo Chul melihat mobil Hyun Suk ada didepannya, lalu dengan sengaja menginjak gasnya dan berada disamping mobil Hyun Suk. Yi Jin terlihat ketakutan karena berpikir Woo Chul itu cemburu dengan Hyun Suk karena pulang bersama. Woo Chul tersenyum licik lalu dengan sengaja membanting stir agar berada di depan mobil Hyun Suk.
No Ra sampai menjerit lalu berpegangan, sementara Hyun Suk yang baik sempa menahan Yi Jin akan tak terbentuk ke dasbord. Yi Jin terlihat gugup dengan perhatian Hyun Suk padanya. Woo Chul merasa bangga dengan cara mengemudinya, No Ra malah memarahi Woo Chul yang membuat bahaya.
“Yang berbahaya itu si bajingan, Cha Hyun Suk, Si Playboy itu! Lihatlah bagaimana kelakuannya, Bermain dengan dua wanita yang berbeda...” kata Woo Chul sinis mengingat sebelumnya mobil Hyun Suk yang dikendarai oleh seorang wanita.
“Bahkan ada seorang wanita yang meminjamkan mobilnya” ucap Woo Chul mulai bergossip.

“Apakah Hyun Suk melakukannya atau tidak, bagaimana itu bisa menjadi urusanmu?” komentar No Ra sinis
“Aku mengingatkanmu untuk berhati-hati. sampai tertipu olehnya karena dia hanya berpura-pura baik padamu.” kata Woo Chul
“Ini Terlihat sangat usil membicarakan kehidupan pribadi orang lain. Apa kau tidak mengatakan itu ikut campur?” balas No Ra
Woo Chul tak percaya No Ra bisa berkomentar bahwa dirinya suka ikut campur. No Ra menjelaskan Hyun Suk itu masih sendiri dan tak ada salahnya menyukai seorang wanita, menurutnya Woo Chul tak berhak untuk membicarakannya, lalu mengumpat suaminya itu brengsek. Woo Chul tak percaya istrinya banyak berubah padahal dulu terlihat sangat tenang.
No Ra menegaskan bahwa itu adala wataknya yang sebenarnya, Woo Chul mengejek istrinya yang seharusnya melakukan pekerjaan rumah tanggan dan semua karena semua pengaruh dari si bajingan Hyun Suk, No Ra mengingat ucapanya sendiri  ‘”Watakku yang sebenarnya...”

Di sebuah tempat pemberhentian.
Woo Chul mengajak No Ra untuk turun, No Ra pikir Woo Chul memang perlu ke kamar mandi. Woo Chul sengaja berhenti untuk mengajak No Ra makan mie kacang kesukaannya.
“Makan olahan dari tepung ketika kau sedang kram, itu hanya akan membuatnya lebih buruk. Apakah kau tidak melihat Hyun Suk membawakanku bubur pagi ini?” ucap No Ra dingin
“Lalu, bagaimana dengan manju...” kata Woo Chul, No Ra memberitahu itu juga mengandung tepung.
“Bagaimana dengan nasi, maka? Kau mau makan nasi...” ajak Woo Chul sengaja berusaha mengambil hati No Ra
No Ra menolaknya memberitahu  Hari Sabtu akan ada acara perjalanan, jadi mengajak mereka segera kembali. Woo Chul hanya bisa diam lalu matanya melihat nenek penjual bunga yang tak jauh dari tempat parkir, melirik No Ra yang sibuk bermain ponselnya.
Woo Chul  tiba-tiba kembali dengan memberikan bunga dengan alasan nenek yang menjualnya terlihat mengalami kesulitan jadi sengaja membeli untuk membantunya. No Ra melirik suaminya tapi terlihat dingin, Woo Chul tersenyum karena bisa memberikan bunga pada No Ra. 
Dalam perjalanan pulang, Woo Chul tersenyum melihat No Ra lalu meminta supaya berhenti berkerja di tempat Hyun Suk. No Ra menanyakan alasanya, Woo Chul sudah mengatakan bahwa Hyun Suk bekerja sama dengannya, lalu bergumam bahwa hanya untuk saat ini saja.
“Apa pekerjaanmu ada hubungannya denganku? Lebih simpelnya jika kita bercerai saja. Aku bener-benar bekerja paruh waktu di kantornya Hyun Suk dan   juga dibayar untuk bekerja.” ucap No Ra,  Woo Chul terdiam mengingat sebelumnya tak akan membayar uang kuliah dan hanya memberikanbiaya hidup sampai bulan Mei.
“Aku akan memberikan uang.” ucap Woo Chul
“Tidak, terima kasih. Aku tidak mau itu.” tolak  No Ra, Woo Chul kaget No Ra menolak pemberian uangnya.
“Aku mengambil biaya hidup itu untuk biaya Min Soo dan biaya rumah tangga tapi aku akan mendapatkan uang sendiri, yang akan aku gunakan untuk diriku sendiri dan membayar biaya kuliahku sendiri.” jelas No Ra, Woo Chul tak percaya No Ra akan membayar kuliahnya sendiri.

“Dan aku menikmati pekerjaan di kantor Hyun Suk. Diada adalah teman yang sangat baik bagiku, yang bisa membantuku sambil mendapatkan uang. Itu adalah situasi saling menguntungkan, tidak peduli bagaimana aku melihatnya. Mengapa aku harus menyerah pada kesempatan besar seperti itu? Demi siapa? Apa itu Demi kau?” kata No Ra ketus lalu meminta Woo Chul membangunkan apabila sampai rumah. Woo Chul hany bisa melonggo mendengar No Ra yang sudah bisa melawan ucapanya. 

Keduanya turun bersama dan masuk ke dalam apartement, Hyun Suk ternyata sudah menunggu dan melihat No Ra yang membawakan bunga ditanganya. Menurutnya usahanya tak sia-sia karena melihat Ha No Ra sangat bahagia.
Min Soo sudah menunggu dirumah tapi binggung melihat ayah dan ibunya pulang bersama bahkan ibunya membawa bunga, ia pun menyembunyikan surat cerai yang ditemukan. Woo Chul malah menegur anaknya sudah ada dirumah bukan di perpus. No Ra melihat anaknya tak begitu baik.
“Kenapa, kalian pulang bersama-sama?” tanya Min Soo binggung
“Apakah itu aneh jika orang tuamu pulang bersama-sama?” kata Woo Chul santai.
“Lalu karangan bunga itu?” tanya Min Soo, Woo Chul memberitahu yang membelikanya lalu masuk ke dalam kamar.
Min Soo bertanya apakah ibunya melakukan perjalanan bersama. No Ra menyangkal hanya bertemu di saat pulang dan mengunjungi pedesaan dan meminta maaf karena memberitahunya telat lalu mempersiapkan makanan untuk anaknya. Min Soo terlihat sangat binggung melihat apa yang ada dikertas tak terlihat didepan matanya. 

Hyun Suk masuk ke dalam kantornya sambil mengumpat karena sejak kapan Sang Ye jadi khawatir untuk mendamaikan Ha Nora dan suaminya. Sang Ye merasa telah membantumu sejak mereka pikir No Ra menderita kanker.
“Ini caramu agar kita bisa bersama-sama, kan? Kita sudah bersama-sama selama 4 tahun dan tak ada yang kau tak ketahui tentang ku” ucap Hyun Suk yang sudah tahu niat Sang Ye
“bukan seperti itu,  Ini demi Nona Ha No Ra tapi itu juga karena keserakahanku sendiri.” akui Sang Ye, Hyun Suk melirik sinis
Sang Ye mencoba menjelaskan kalau ia hanya benci melihat Hyun Suk yang bertindak bodoh dan memalukan didepan No Ra bahkan tak tahu apa yang harus dilakukan, jadi tidak ingin Hyun Suk terluka dan terpuruk  oleh seseorang yang tak bisa di miliki. Hyuk Suk mengatakan sudah tahu sambil menaiki tangga.
“Jika orang yang  kau suka itu seseorang yang baik, maka aku tidak akan pernah bertindak dengan cara ini!” terik Sang Ye, Hyun Suk meminta untuk tak mengkhawatirkan karena sudah mengerti. 

Hyun Suk mengambil kotak yang disimpan dan pergi ke balkon, menuruhnya dalam kaleng susu bekas dan menyalakan korek untuk membakarnya, Sang Ye datang melihat dari belakang, Hyun Suk menutup kembali korek apinya.
“Kenapa...kau tak membakarnya?” tanya Sang Ye
“Bukan bararti aku tidak bisa, tapi Aku hanya tak ingin saja. Semua ini akan segera berlalu tapi ini akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagiku jadi aku tak ingin membuangnya.” ucap Hyun Suk lalu menaruh kembali didalam kotak. 

No Ra yang merasa bunga dari Woo Chul itu tak bersalah jadi menaruhnya di vas, Woo Chul yang baru keluar kamar tersenyum merasa dugaanya itu benar, lalu meminta No Ra mengambilkan kopi. No Ra menolak karena harus pergi ke kantor Hyun Suk, Woo Chul heran karena hari ini hari minggu.
Di dalam kamar, No Ra menganti bajunya dengan jaket menatap wajahnya di depan cermin.
Flash Back
Hyun Suk membahas tentang kelas Yi Jin yang menyenangkan. No Ra pikir Hyuk Suk tak tahu kegiatan apa yang ada didalam kelas. Hyun Suk sudah pasti tahu karena membahas hubungan antar gender melalui berganti pasangan. No Ra menceritakan kali ini berganti partner dan harus pergi untuk berkencan. Hyun Suk berkomentar No Ra butuh pakaian baru.
No Ra binggung kenapa butuh pakaian baru, Hyun Suk  menjelaskan bahwa seorang Wanita membeli pakaian baru untuk kencan. No Ra baru tahu karena selama ini tak pernah berkencan. Hyun Suk memberitahu No Ra akan segera berkencan jadi menyuruhnya untuk memikirkan tentang pakaian. 

No Ra keluar kamar dengan dress dan juga rambut yang digerai dengan bandana. Woo Chul yang baru saja meminum kopi terpana sampai menumpahkan kopinya ketangan dan menjerit karena panas. No Ra mengambilkan tissue dan menyuruhnya agar lebih berhati-hati.
Woo Chul meminta untuk dibawakan es batu, No Ra dengan dingin memberitahu ada di lemari es. Woo Chul tak percaya No Ra tak ingin membawakan untuknya. No Ra rasa kopinya itu tak terlalu panas karena suaminya itu selalu mencampurnya dengan air dingin.  Woo Chul pun hanya bisa diam.
“Tapi Mengapa kau mau pergi ke kantor Produser Cha pada hari Minggu?” keluh Woo Chul
“Aku tidak harus menjawab pertanyaan itu, kan? Jika kau tak ada pertanyaan lain, aku akan pergi.” ucap No Ra lalu berjalan meninggalkan rumah.
Tapi Woo Chul menjawab ada pertanyaan, lalu ingin tahu mengapa No Ra tak bertanya padanya tentang kehidupan asmaranya yang baru seperti siapa orangnya, pekerjaan dan kapan pertama kali bertemu, menurutnya No Ra tak menanyakan itu karena takut.
No Ra juga tak tahu, tapi balik bertanya kenapa  Woo Chul yang memikirkan tentang hal itu. Woo Chul menegaskan bahwa ia yang bertanya, No Ra memilih untuk pergi karena sudah terlambat. Woo Chul mengejek pakaian No Ra seperti anak umur 20 tahun, lalu berpikir sekarang istrinya itu benar-benar semakin berubah. 

No Ra masuk ke kantor Hyun Suk, terlihat Hyun Suk yang membuat kopi terpana melihat No Ra yang sangat cantik dengan dressnya sampai lupa dengan air yang dituang diatas kopi. No Ra berteriak, Hyun Suk pun tersadar dan air yang dituangkan kedalam saringan terlihat penuh.
“Aku tak kagum dengan itu! Kau pikir aku anak kecil yang baru lahir kemarin?” ucap No Ra
“Mengapa kau tidak bisa bertindak untuk berpura-pura kagum, Aku bahkan sudah melakukannya sejauh ini.”kata Hyun Suk sambil mengelap air kopi yang tumpah.
“bagaimana bisa aku kagum untuk hal itu Aku sudah melihat “manly dash” mu kemarin. sejak kapan kau tertarik pada ”professor kami”?” ejek No Ra.
“jangan panggil dia "professor kami", Yi Jin bahkan bukan professor dari jurusanmu. Dan juga Aku tidak tertarik padanya.” ucap Hyun Suk
No Ra balik bertanya tentang sikap yang dibuat oleh Hyun Suk kemarin, menurutanya mereka berdua cocok bahkan Yi Jin terlihat lembut dan keren. Hyun Suk mengejek Lembut dari mana dan tak ada yang keren karena wanita itu terlihat standar. No Ra malah mengejek Hyun Suk yang terlihat jelas sangat menyukai Yi Jin dengan menyangkalnya. Hyuk Suk melotot menyuruh No Ra tak lagi membahas itu.

“Mungkin kemarin kau ingin naik sepeda tandem dengannya tetapi kau membonjengku untuk memamerkan kekuatanmu,  kan? Karena kau ingin agar dia tahu kau bisa menang Dan karena kau tahu jika aku sedikit atletis dan kompetitif.” ucap No Ra
“Aku memberitahmu, bukan seperti itu! bukan seperti itu! Tidak akan pernah!! Dia bukalah tipeku!” jerit Hyun Suk kesal
“Jika bukan apa? Kenapa kau menariknya masuk ke dalam mobil?” ucap No Ra
“Itu karena... Lalu, aku harus menyeretmu keluar sebagai gantinya, di depan suamimu? Kau mungkin ingin pulang bersama suamimu dan bukan denganku” jelas Hyun Suk, No Ra pun terdiam lalu melihat tatapan Hyun Suk tak seperti biasa menduga pakaian aneh. Hyun Suk malah mengejek temanya itu tak pernah mengaca.
No Ra sadar pakaian itu tak sesuai dengan usianya,  Hyun Suk menyuruh No Ra melihat wanita yang seumuran mungkin tak ada yang mengunakan pakaian itu, menurutnya itu memalukan, No Ra hanya tersenyum, Hyun Suk memberikan secangkir kopi lalu menyuruhnya untuk cepat berkerja. Diam-diam Woo Chul melihat No Ra yang duduk didepanya. 

Di rumah
Yi Jin membahas ketika Hyun Suk menariknya masuk kedalam mobil bahkan tak punya reaksi untuk menolaknya, jadi menurutnya kenapa Woo Chul memperlihatkan amarahnya karena takut nanti Hyun Suk curiga dan terlihat sangat cemburu. Woo Chul mengatakan tidak tau apa tujuannya.
“kenapa dia menarik Yi Jin jika ia menyukai No Ra?” gumam Woo Chul bertanya-tanya.
“Aku sudah bilang sebelumnya...sepertinya Producer Cha tertarik padaku.” ucap Yi Jin yakin, Woo Chul lalu bertanya apakah Hyun Suk menyatakan sesuatu padanya.
“Dia menyatakannya diam-diam. Rasa Cinta atau Suka. Menggunakan kata-kata yang jelas bukanlah tipenya, Perasaan yang terpendam akhirnya dia ungkapkan. Dia berusaha memberiku tumpangan, itu cukup untuk mengungkapkan perasaannya.” kata Yi Jin bangga

“Wow...Bajingan itu benar-benar playboy yang handal, benar kan?” komentar Woo Chul
“Sepertinya begitu, Dia memutuskan untuk mengajakku ke mobilnya. Charismanya benar-benar kuat.” ungkap Yi Jin
Woo Chul bertanya apakah Hyun Suk berbicara hal yang lain seperti sesuatu yang negatif. Yi Jin menegaskan seperti sebelumnya bahwa Hyun Suk itu bukan seseorang yang suka menggosip. Ponsel Woo Chul bergetar lalu membaca pesan yang masuk “Aku Kepala Bagian Jung Sang Gyu dari project tim Seongsam. Pembayaran Wakil Kepala sudah diselesaikan. Alasanku mengirim pesan padamu di hari libur adalah.. ia ingin bertemu denganmu besok. Apa Anda ada waktu?”
Yi Jin ingin tahu pesan apa yang membuat Woo Chul tersenyum, Woo Chul pun menegaskan dirinya itu bukan tipe orang yang memberitahu berita yang belum jelas sebelum memastikan apakah ini baik atau buruk. Yi Jin dengan nada mengoda mengetahui hal itu. 
bersambung ke part 2